Anda di halaman 1dari 6

Bimafika, 2011, 3, 266-271

INTRUSI AIR LAUT

Inem Ode *
Staff Pengajar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Universitas Darussalam Ambon

Diterima 1-07-2011; Terbit 30-11-2011

ABSTRACT

Most of the fresh-water conditions in some coastal areas in Indonesia have been
contaminated by seawater intrusion, which is salt water intrusion into the aquifer on land or sea water
entry of below the ground through the aquifer in the inland or coastal areas. The cause of the intrusion
is rising sea levels caused by natural phenomena such as the influence eustatik, the establishment of
a geological basin wide and shallow, the El Nino Southern Ocillation (ENSO) and also due to the
utilization of underground water is excessive. Intrusion of sea water causes a decrease in the quality
of ground water, affecting the physical and chemical properties of soil, a setback towards the land
boundary between fresh and brackish waters and coastal changes in the basic profile.

Keywords : Sea water, intrusion

Intrusi atau penyusupan air asin ke dalam akuifer belum terintrusi, sebagian besar barat laut, utara,
di daratan pada dasarnya adalah proses timur dan barat daya kota Surabaya sudah
masuknya air laut di bawah permukaan tanah mengalami intrusi air laut.
melalui akuifer di daratan atau daerah pantai. Hasil penelitian Direktorat Geologi dan
Dengan pengertian lain, yaitu proses Tata Lingkungan menyebutkan, intrusi air laut
terdesaknya air bawah tanah tawar oleh air laut kini hampir merata di seluruh wilayah Jakarta.
di dalam akuifer pada daerah pantai Wilayah dalam radius 10-15 kilometer di Ibu Kota
(Hendrayana, 2002) pada umumnya telah dilanda intrusi air laut
Sebagian besar kondisi air tawar di (Risyani, 2004)
beberapa daerah pantai di Indonesia telah Intrusi berdampak negatif terhadap
tercemar oleh intrusi air laut. Intrusi air laut telah kuantitas maupun kualitas air bawah tanah,
terdeteksi di daerah pantai Jakarta, Semarang, antara lain penurunan muka air bawah tanah dan
Denpasar, Medan dan daerah-daerah pantai penurunan kualitas air bawah tanah, dengan
lainnya, demikian perlu dilakukan upaya nyata dan
Kawasan Sanur dan sekitarnya terancam terpadu untuk meminimalkan dampak negatif
intrusi air laut hingga 1,2 km dari lidah ombak tersebut, baik oleh pemerintah, masyarakat
atau gelombang air laut yang sampai di daratan, maupun swasta.
akibatnya pada kawasan tersebut kebutuhan air
tawar makin berkurang (Suyanto, 2002). Di METODE
daerah Semarang sumur bor yang dikelola oleh
Metode yang digunakan dalam penulisan ini
PDAM Kendal yakni di Pegandon air bawah
adalah metode kajian pustaka.
tanahnya sudah dipengaruhi oleh penyusupan
air asin, dengan jarak lokasi sumur bor dari garis
pantai kurang lebih 5 km (Sasanti 2007). HASIL DAN PEMBAHASAN
Selanjutnya Wuryanti, (2000) menyebutkan Kondisi Air tanah dan Intrusi Air Laut
bahwa dari hasil uji pada 83 titik sampel air tanah
Air tanah terdiri atas air tanah tertekan
yang dilakukan oleh Dinas Pertambangan
dan air tanah yang tidak tertekan. Air tanah
daerah Surabaya tahun 1996 menunjukkan
tertekan, adalah air tanah yang dibatasi oleh dua
bahwa luas kawasan intrusi air laut wilayahnya
lapisan kedap air dan mempunyai tekanan naik
justru lebih besar dibanding kawasan yang
ke atas, misalnya air sumur artesis dan air bron
* Korespondensi :
I.Ode / Bimafika, 2011, 3, 266-271

(spring) : Sumur artesis ada yang positif (airnya


menyembur ke atas permukaan tanah) dan ada
pula yang negatif (airnya dapat naik tetapi tidak
sampai mencapai permukaan tanah) : Air tanah
tak tertekan, adalah air tanah yang dekat
permukaan tanah yang tidak mempunyai
tekanan untuk naik, sehingga harus dipompa
atau ditimba, misalnya sumur pompa dangkal,
sumur pompa dalam dan sumur gali (Wuryanti,
2000)
Intrusi adalah proses masuknya air laut di
bawah permukaan tanah melalui akuifer di
daratan atau daerah pantai (Hendrayana, 2002) Gambar 1. tinggi permukaan air laut dan
permukaan air bawah tanah dalam keadaan
Penyebab terjadinya intrusi air laut seimbang.
 Kenaikan Permukaan Laut.
Pada gambar 1 terlihat bahwa pada kondisi statis
 Fenomena laut/iklim seperti El Nino
tinggi permukaan air laut dan permukaan air
Southern Ocillation (ENSO) yang
bawah tanah dalam keadaan seimbang,
menaikan muka laut di pesisir pasifik
sehingga tidak terjadi pergeseran bidang atas
Amerika Latin secara bersamaan dengan
(interface), namun pada kondisi yang dinamis
menurunkan muka laut di Pasifik barat.
seperti terjadinya kenaikkan permukaan air laut
 Pembentukan cekungan geologis yang
atau penurunan muka air bawah tanah
lebar dan dangkal.
menyebabkan terjadinya perembesan air laut ke
 Penurunan muka air bawah tanah atau
arah daratan sehingga terjadi peningkatan
bidang pisometrik di daerah pantai.
bidang atas air laut (salt water interface).
 Pemompaan air bawah tanah yang
Keadaan ini yang disebut dengan intrusi air laut.
berlebihan di daerah pantai.
Atau dengan kata lain Intrusi air laut terjadi
Proses intrusi makin panjang bila dilakukan
karena keseimbangan hidrostatik antara air
pengambilan air tanah di daerah pantai dalam
bawah tanah tawar dan air bawah tanah asin di
jumlah berlebihan.
daerah pantai terganggu, sehingga terjadi
 Masuknya air laut ke daratan melalui sungai,
pergerakan air bawah tanah asin/air laut ke arah
kanal, saluran, rawa, atau pun cekungan
darat.
lainnya.
 Penebangan pohon bakau, penggalian
karang laut untuk dijadikan bahan bangunan
dan kerikil jalan. Pembuatan tambak udang
dan ikan yang memberikan peluang besar
masuknya air laut jauh ke daratan (Sasanti,
2007)
Mekanisme Intrusi Air Laut
Hubungan antara air laut dengan air
bawah tanah tawar pada akuifer pantai pada
keadaan statis dapat diterangkan dengan hukum
Ghyben - Herzberg. Dengan adanya perbedaan
berat jenis antara air laut dengan air bawah
tanah tawar, maka bidang batas (interface)
tergantung pada keseimbangan keduanya
(Hendrayana, 2002)

Gambar 2. (Natural system) menunjukan kondisi


awal sebelum terjadinya intrusi air laut, (sea
water intrusion phase 1, 2 dan 3) menunjukan
kondisi telah terjadinya intrusi air laut.

267
I.Ode / Bimafika, 2011, 3, 266-271

Proses intrusi air laut yaitu = Cl Satuan bjp


Leboeuf, (2000) mengemukakan bahwa CO + HCO
proses intrusi air laut terjadi melalui beberapa Untuk salinitas air tanah akibat intrusi air
cara yaitu : laut, Todd (1959) mengklasifikasikan air tanah
a) pergeseran batas air laut dan air tawar atas enam tingkat instrusi air asin yaitu :
(interface) di daerah pantai. Pergesaran ini a. Tanpa intrusi. Nisbah Cl/(CO3+HCO3) < 0,5.
terjadi karena pengambilan air tanah Mutu air baik
berlebihan sehingga menurunkan muka air b. Sedikit intrusi. Nisbah Cl/(CO3+HCO3) : 0,5 –
tanah. 1,3. Mutu air cukup baik.
b) pemompaan air tanah yang berlebihan di c. Intrusi sedang. Nisbah Cl/(CO3+HCO3) : 1,3 -
daratan. Akibat pemompaan yang 2,8. Mutu air sedang.
berlebihan air yang tersedot bukan air tawar d. Intrusi tinggi. Nisbah Cl/(CO3+HCO3) : 2,8 –
lagi tetapi air asin. Akibatnya air asin yang 6,6. Mutu air buruk.
tersedot akan menyebar dan mencemari air e. Intrusi sangat tinggi. Nisbah Cl/(CO3+HCO3) :
tanah bebas di sekitar pemompaan. Adanya 6,6 – 15,5. Mutu air sangat jelek.
pori-pori tanah yang berlubang, f. Air laut. Nisbah Cl/(CO3+HCO3) : 200.
menyebabkan air laut masuk ke daratan. Selain menggunakan perbandingan
Hal itu terjadi karena air tanah yang klorida bikarbonat ("Chlorida Bicarbonate Ratio"),
dipompa keluar terlalu besar dan ruang dalam menganalisis intrusi air asin dapat pula
kosong atau pori-pori ini diisi oleh air laut. dengan menggunakan pendekatan kualitas
Dampaknya, air di daratan yang selama ini airtanah dengan menggunakan klasifikasi
tawar menjadi payau keasinan airtanah yang telah disepakati oleh
c) intrusi melalui muara sungai. Intrusi air laut Panitia Ad Hoc Intrusi Air Asin (PAHIAA) di
pada air sungai menyebabkan air berkadar Jakarta pada tahun 1986 oleh beberapa instansi
garam tinggi ini bergerak dan mengisi air terkait, seperti Direktorat Geologi Tata
tanah disekitarnya. Akibatnya air tanah di Lingkungan, Lembaga Geoteknologi LIPI, PAM
sekitar sungai berkadar garam tinggi juga. dan Puslitbang Pengairan. Adapun kriteria
tersebut adalah Daya Hantar Listrik (DHL) air
Penentuan intrusi air laut pada akuifer pantai. tawar (< 1500 umhos/cm), air agak payau
Menurut Hendrayana (2002) Penyusupan air (>1500 - < 5000 umhos/cm), air payau (> 5000 -
asin/air laut pada akuifer pantai, mengakibatkan < 15000 umhos/cm), air asin (> 15000 - < 50000
perubahan komposisi kimiawi air bawah tanah. umhos/cm), brine (> 50000 umhos/cm), dan
Perubahan ini dapat terjadi dengan cara : Klorida air tawar (< 500 mg/l), air agak payau (>
a. Reaksi antara air laut dengan mineral- 500 - < 2000 mg/l), air payau (> 2000 - 5000
mineral yang terdapat dalam akuifer. mg/l), air asin (> 5000 – 19000 mg/l), brine (>
b. Reaksi sulfat dan penambahan karbon 19000 mg/l).
atau asam lemah yang lain.
c. Terjadi pelarutan dan pengendapan. Permasalahan
Perubahan total hanya terjadi pada item Permasalahan yang timbul dengan adanya
yang ketiga, yaitu terjadinya pelarutan dan intrusi air laut adalah :
pengendapan. ini akan diketahui, bahwa ion Cl  Rusaknya air tanah yang tawar dan berganti
dan Na lebih dominan pada air laut, sedang pada menjadi asin.
air bawah tanah tawar ion yang dominan adalah Penggunaan air tanah yang telah mengalami
CO3 dan HCO3. Komposisi kimiawi air bawah intrusi untuk dikonsumsi maupun kegiatan
tanah akan bertambah dengan kandungan ion Cl. lain seperti mandi, dapat mengganggu
Untuk mengetahui adanya penyusupan tersebut kesehatan. Karena air ini telah mengandung
dapat ditentukan dengan analisis kimia yang NaCl (Natrium Chloride) yang tinggi dan
disebut perbandingan klorida bikarbonat dapat mengganggu metabolisme yang terjadi
("Chlorida Bicarbonate Ratio") ; di dalam tubuh manusia. Penggunaan air

268
I.Ode / Bimafika, 2011, 3, 266-271

payau untuk dikonsumsi dapat menyebabkan intrusi air laut, keberadaan vegetasi di
seseorang terkena penyakit perut seperti diare. wilayah Pantai akan menjaga ketersediaan
Sedangkan bila digunakan untuk mandi, dapat cadangan air permukaan yang mampu
memicu munculnya penyakit kulit, seperti gatal- menghambat terjadinya intrusi air laut ke arah
gatal. Untuk jangka panjang, bukan tidak daratan. Kerapatan jenis vegetasi di
mungkin orang yang mengkonsumsi air payau sepanjang pantai dapat mengontrol
tersebut akan mengalami gangguan penyakit pergerakan material pasir akibat pergerakan
serius karena metabolismenya terganggu dan arus setiap musimnya. daun mangrove
sensivitas tubuhnya untuk menerima air payau mampu menyerap unsur Na, Cl dan Mg
yang mengandung garam tersebut. (Toddy, melalui sistem perakarannya yaitu: akar nafas,
2005) akar lutut atau akar banir dan akar tunjang,
 Menurut Leboeuf, (2000) Intrusi air laut ke sehingga mekanisme tersebut akan dapat
daratan akan mempengaruhi sifat fisik dan mencegah intrusi (perembesan) air laut
kimia tanah, yaitu : masuk ke lapisan tanah di daratan
1. tekanan osmotik yang meningkat,  Meningkatkan kandungan air tanah yaitu
2. peningkatan potensi ionisasi, membangun hutan lindung kota pada daerah
3. infiltrasi tanah yang menjadi buruk, resapan air tanah dengan tanaman yang
4. kerusakan dan terganggunya struktur mempunyai daya evapotranspirasi yang
tanah, rendah. Tanaman yang mempunyai daya
5. permeabilitas tanah yang buruk, evapotrnspirasi yang rendah antara lain:
6. penurunan konduktivitas. cemara laut (Casuarina equisetifolia),
 Peningkatan salinitas tanah di daerah – Ficuselastica, karet (Heveabra siliensis),
daerah yang semula tidak terpengaruh. manggis (Garcinia mangostana), bungur
 Kemunduran ke arah darat batas antara (Lagerstroemia speciosa), Fragraea fragrans
perairan tawar dan payau dan kelapa(Cocosnucifera) (Dahuri dkk,
 Perubahan fisik batas perairan darat 2004)
 Perubahan vegetasi yang tumbuh Pengendalian intrusi air laut pada akuifer
 Perubahan profil dasar pantai. Menurut pantai.
Dahuri dkk (2004) Perubahan profil dasar Menurut Hendrayana (2002),
pantai akan mengubah regim arus dan Pengendalian intrusi air laut pada akuifer pantai
gelombang sehingga pola erosi dan dapat dilakukan dengan berbagai cara antara
pengendapan serta distribusi tipe substrat lain :
subtidal juga berubah. Perubahan substrat 1. mengurangi pemompaan di daerah pantai.
akan mengubah pola distribusi organism Pemompaan air bawah tanah yang
bentos, sedangkan perubahan arus pesisir berlebihan akan menggangu kesetimbangan,
akan mengubah pola rekruitmen populasi sehingga muka air bawah tanah atau bidang
organism bentos dan demersal. pisometrik akan turun dan dengan mudah air
 Pada sungai-sungai yang telah terjadi intrusi, laut mengisi kekosongan yang ditinggalkan
dapat menyebabkan hilangnya jenis-jenis oleh air bawah tanah tawar, maka dapat
biota tertentu, karena mengalami kematian terjadi penyusupan tersebut.
atau bermigrasi ke daerah hulu karna tidak 2. Membuat pengisian air bawah tanah secara
mampu beradaptasi dengan perubahan kadar buatan.
garam yang tinggi, Pengisian air bawah tanah secara buatan
dilakukan dengan cara memasukkan kembali
Pencegahan Intrusi air yang ada di permukaan ke dalam akuifer
 Melindungi pantai dengan vegetasi mangrove. dengan melalui beberapa metoda, antara lain
Kawasan Pantai memiliki fungsi Sebagai dengan cara :
sistem penyangga kehidupan. Sebagai  Spreading
daerah pengontrol siklus air dan proses  Sumur pengisian atau sumur

269
I.Ode / Bimafika, 2011, 3, 266-271

Injeksi. pentingnya fungsi, peran dan keberadaan air


Cara Spreading adalah cara pengisian air tanah.
bawah tanah secara buatan yang dilakukan 7. Penetapan zona konservasi air tanah dengan
dengan cara menyebarkan kelebihan air membagi wilayah-wilayah yang boleh, boleh
permukaan melalui parit-parit yang dibuat di tetapi dengan perlakuan khusus, dan tidak
daerah pantai, sehingga melalui parit tersebut boleh dimanfaatkan air tanahnya, merupakan
terjadi penambahan air bawah tanah. suatu langkah yang sangat tepat, Tetapi
Cara sumur injeksi adalah cara pengisian air dalam pelaksanaannya perlu dibarengi
bawah tanah secara buatan dengan membuat dengan disiplin, sanksi dan peraturan yang
sumur dalam yang menembus akuifer dan mengikat semua pihak dan aspek kehidupan.
menginjeksi atau memasukkan air permukaan 8. Pengalihan fungsi lahan terbuka hijau atau
ke dalam akuifer tersebut. lahan-lahan yang berfungsi sebagai daerah
3. Memompa air laut yang terletak pada akuifer resapan air hendaknya tidak terjadi lagi,
pantai. karena selain dapat menghambat proses
Dilakukan dengan cara pemboran di daerah peresapan air ke dalam tanah, juga dapat
pantai dan pada akuifer yang berisi air asin meningkatkan penguapan air dan
dikonstruksi/dipasang pipa saringan seperti memperbesar air larian.
halnya konstruksi sumur produksi biasa. 9. Penyuluhan akan pentingnya arti dan peran
Bedanya, pada kasus ini yang dipompa keberadaan airtanah sebagai bagian dari
adalah air asin, dan dengan keluarnya air siklus hidrologi, sehingga penggunaannya
asin, maka air bawah tanah tawar akan harus dihemat, efektif dan efisien dapat
mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh dilakukan meialui lembaga-lembaga social
air asin, akibatnya bidang batas antara air masyarakat, sekolah, Ulama, dan pertemuan-
asin dan air bawah tanah tawar pada akuifer pertemuan yang sifatnya informal yang
tersebut bergeser ke arah laut. dilakukan oleh tokoh-tokoh masyarakat
4. Membuat Penghalang di bawah tanah di setempat.
daerah pantai.
Penghalang yang dibuat dengan tujuan untuk KESIMPULAN DAN SARAN
menjaga tekanan pematang air bawah tanah Kesimpulan
yang dekat atau sejajar dengan pantai, tetap  Intrusi atau penyusupan air asin ke dalam
berada di atas muka laut, sehingga tidak akuifer di daratan pada dasarnya adalah
terjadi pendesakan air bawah tanah tawar proses masuknya air laut di bawah
oleh air asin. Penghalang ini dapat dibuat permukaan tanah melalui akuifer di daratan
dengan : atau daerah pantai.
 Menyebarkan air tawar di permukaan  Intrusi air laut di sebagian besar wilayah
dan air tersebut akan meresap ke dalam pantai di Indonesia disebabkan oleh
tanah, sehingga di bawah tempat penurunan muka air bawah tanah karena
penyebaran air tawar tersebut akan pemanfaatan air bawah tanah yang
menjadi tinggi seolah-olah seperti berlebihan.
penghalang.  Intrusi air laut menyebabkan penurunan
 Menginjeksi air tawar ke dalam akuifer di kualitas air tanah, mempengaruhi sifat fisik
tepi pantai. dan kimia tanah, kemunduran kearah darat
5. Pengendalian penggunaan air tanah dengan batas antara perairan tawar dan payau dan
melaksanakan penghematan atau membatasi perubahan profil dasar pantai.
penggunaan airtanah.
6. Pemantauan terhadap penggunaan air tanah Saran
harus dilakukan oleh semua pihak yang Dengan meningkatnya permasalahan air
terkait baik masyarkat, dunia usaha dan bawah tanah di Indonesia yang semakin komplek,
pemerintah, sehingga semuanya menyadari khususnya mulai terjadinya intrusi air asin ke
daerah pantai, sudah selayaknya dilakukan

270
I.Ode / Bimafika, 2011, 3, 266-271

usaha-usaha pengendalian dan pengawasan


terhadap kelestarian lingkungan.

DAFTAR PUSTAKA

Dahuri, R., ruis, ginting dan Sitepu (2004).


Pengelolaan sumberdaya pesisir dan
lautan secara terpadu. Pradnya paramita.
Jakarta.

Hendrayana, H. 2002. Intrusi air asin ke dalam


akuifer di daratan. Universitas Gajah Mada.
Yogyakarta.

Leboeuf (2004). Sea water Intrusion and


associated in a small coastal complex
aquifer. University of Almeria, E.04120
almeria, Spain.
Risyani, 8 Juli 2004. Intrusi air laut akibat
pemompaan air tanah di daerah pantai.
http://jurnal Brawijaya.ac.id. Diakses 17
Maret 2009

Sasanti, 4 Maret 2007. Air payau akibat intrusi air


laut. http://www.pdpersi.co.id Diakses 17
Maret 2009

Suyanto, 18 Oktober 2002, Intrusi air laut ancam


sanur, http:www.cybertokoh.com. Diakses
14 Maret 2009.

Toddy, 12 Agustus 2005. Seawater intrusion in


ground water.
www.lenntech.com/seawaterintrusion.htm.
Diakses 14 Maret 2009

Wuryanti, (2000). Indikasi kenaikan muka air laut


pada kota pantai di kotamadya Surabaya.
Prosiding. Studi dampak timbal balik antara
pembangunan kota dan perumahan di
Indonesia dan lingkungan global.

271