Anda di halaman 1dari 75

OCT

31

STRUKTUR JEMBATAN
JENIS JEMBATAN
Pengertian jembatan secara umum adalah suatu konstruksi yang berfungsi untuk menghubungkan dua bagian jalan
yang terputus oleh adanya rintangan-rintangan seperti lembah yang dalam, alur sungai, danau, saluran irigasi, kali,
jalan kereta api, jalan raya yang melintang tidak sebidang dan lain-lain. Jenis jembatan berdasarkan fungsi, lokasi,
bahan konstruksi dan tipe struktur sekarang ini telah mengalami perkembangan pesat sesuai dengan kemajuan jaman
dan teknologi, mulai dari yang sederhana sampai pada konstruksi yang mutakhir.
Berdasarkan fungsinya, jembatan dapat dibedakan sebagai berikut.
1) Jembatan jalan raya (highway bridge),
2) Jembatan jalan kereta api (railway bridge),
3) Jembatan pejalan kaki atau penyeberangan (pedestrian bridge).
Berdasarkan lokasinya, jembatan dapat dibedakan sebagai berikut.
1) Jembatan di atas sungai atau danau,
2) Jembatan di atas lembah,
3) Jembatan di atas jalan yang ada (fly over),
4) Jembatan di atas saluran irigasi/drainase (culvert),
5) Jembatan di dermaga (jetty).
Berdasarkan bahan konstruksinya, jembatan dapat dibedakan menjadi beberapa macam :
1) Jembatan kayu (log bridge),
2) Jembatan beton (concrete bridge),
3) Jembatan beton prategang (prestressed concrete bridge),
4) Jembatan baja (steel bridge),
5) Jembatan komposit (compossite bridge).
Berdasarkan tipe strukturnya, jembatan dapat dibedakan menjadi beberapa macam, antara lain :
1) Jembatan plat (slab bridge),
2) Jembatan plat berongga (voided slab bridge),
3) Jembatan gelagar (girder bridge),
4) Jembatan rangka (truss bridge),
5) Jembatan pelengkung (arch bridge),
6) Jembatan gantung (suspension bridge),
7) Jembatan kabel (cable stayed bridge),
8) Jembatan cantilever (cantilever bridge).

STRUKTUR JEMBATAN
1) Struktur Atas (Superstructures)
Struktur atas jembatan merupakan bagian yang menerima beban langsung yang meliputi berat sendiri, beban mati,
beban mati tambahan, beban lalu-lintas kendaraan, gaya rem, beban pejalan kaki, dll.
Struktur atas jembatan umumnya meliputi :
a) Trotoar :
o Sandaran dan tiang sandaran,
o Peninggian trotoar (Kerb),
o Slab lantai trotoar.
b) Slab lantai kendaraan,
c) Gelagar (Girder),
d) Balok diafragma,
e) Ikatan pengaku (ikatan angin, ikatan melintang),
f) Tumpuan (Bearing).
2) Struktur Bawah (Substructures)
Struktur bawah jembatan berfungsi memikul seluruh beban struktur atas dan beban lain yang ditumbulkan oleh tekanan
tanah, aliran air dan hanyutan, tumbukan, gesekan pada tumpuan dsb. untuk kemudian disalurkan ke fondasi.
Selanjutnya beban-beban tersebut disalurkan oleh fondasi ke tanah dasar.
Struktur bawah jembatan umumnya meliuputi :
a) Pangkal jembatan (Abutment),
o Dinding belakang (Back wall),
o Dinding penahan (Breast wall),
o Dinding sayap (Wing wall),
o Oprit, plat injak (Approach slab)
o Konsol pendek untuk jacking (Corbel),
o Tumpuan (Bearing).
b) Pilar jembatan (Pier),
o Kepala pilar (Pier Head),
o Pilar (Pier), yg berupa dinding, kolom, atau portal,
o Konsol pendek untuk jacking (Corbel),
o Tumpuan (Bearing).
3) Fondasi
Fondasi jembatan berfungsi meneruskan seluruh beban jembatan ke tanah dasar. Berdasarkan sistimnya,
fondasiabutment atau pier jembatan dapat dibedakan menjadi beberapa macam jenis, antara lain :
a) Fondasi telapak (spread footing)
b) Fondasi sumuran (caisson)
c) Fondasi tiang (pile foundation)
o Tiang pancang kayu (Log Pile),
o Tiang pancang baja (Steel Pile),
o Tiang pancang beton (Reinforced Concrete Pile),
o Tiang pancang beton prategang pracetak
(Precast Prestressed Concrete Pile),
o Tiang beton cetak di tempat (Concrete Cast in Place),
o Tiang pancang komposit (Compossite Pile),

KRITERIA PERENCANAAN JEMBATAN


1. Survei dan Investigasi
Dalam perencanaan teknis jembatan perlu dilakukan survei dan investigasi yang meliputi :
1) Survei tata guna lahan,
2) Survei lalu-lintas,
3) Survei topografi,
4) Survei hidrologi,
5) Penyelidikan tanah,
6) Penyelidikan geologi,
7) Survei bahan dan tenaga kerja setempat.
Hasil survei dan investigasi digunakan sebagai dasar untuk membuat rancangan teknis yang menyangkut beberapa
hal antara lain :
1) Kondisi tata guna lahan, baik yang ada pada jalan pendukung maupun lokasi jembatan berkaitan dengan
ketersediaan lahan yang ada.
2) Ketersediaan material, anggaran dan sumberdaya manusia.
3) Kelas jembatan yang disesuaikan dengan kelas jalan dan volume lalu lintas.
4) Pemilihan jenis konstruksi jembatan yang sesuai dengan kondisi topografi, struktur tanah, geologi, hidrologi serta
kondisi sungai dan perilakunya.
2. Analisis Data
Sebelum membuat rancangan teknis jembatan perlu dilakukan analisis data hasil survei dan investigasi yang meliputi,
antara lain :
1) Analisis data lalu-lintas.
Analisis data lalu-lintas digunakan untuk menentukan klas jembatan yang erat hubungannya dengan penentuan lebar
jembatan dan beban lalu-lintas yang direncanakan.
2) Analisis data hidrologi.
Analisis ini dimaksudkan untuk mengetahui besarnya debit banjir rancangan, kecepatan aliran, dan gerusan (scouring)
pada sungai dimana jembatan akan dibangun.
3) Analisis data tanah.
Data hasil pengujian tanah di laboratorium maupun di lapangan yang berupa pengujian sondir, SPT, boring, dsb.
digunakan untuk mengetahui parameter tanah dasar hubungannya dengan pemilihan jenis konstruksi fondasi
jembatan.
4) Analisis geometri.
Analisis ini dimaksudkan untuk menentukan elevasi jembatan yang erat hubungannya dengan alinemen vertikal dan
panjang jalan pendekat (oprit).
3. Pemilihan Lokasi Jembatan
Dasar utama penempatan jembatan sedapat mungkin tegak lurus terhadap sumbu rintangan yang dilalui, sependek,
sepraktis dan sebaik mungkin untuk dibangun di atas jalur rintangan.
Beberapa ketentuan dalam pemilihan lokasi jembatan dengan memperhatikan kondisi setempat dan ketersediaan
lahan adalah sebagai berikut :
1) Lokasi jembatan harus direncanakan sedemikian rupa sehingga tidak menghasilkan kebutuhan lahan yang besar
sekali.
2) Lahan yang dibutuhkan harus sesedikit mungkin mengenai rumah penduduk sekitarnya, dan diusahakan mengikuti
as jalan existing.
3) Pemilihan lokasi jembatan selain harus mempertimbangkan masalah teknis yang menyangkut kondisi tanah dan
karakter sungai yang bersangkutan, juga harus mempertimbangkan masalah ekonomis serta keamanan bagi
konstruksi dan pemakai jalan.
4. Bahan Konstruksi Jembatan
Dalam memilih jenis bahan konstruksi jembatan secara keseluruhan harus mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut
:
1) Biaya konstruksi,
2) Biaya perawatan,
3) Ketersediaan material,
4) Flexibilitas (konstruksi dapat dikembangkan atau dilaksanakan secara bertahap),
5) Kemudahan pelaksanaan konstruksi,
6) Kemudahan mobilisasi peralatan.
Tabel 1. berikut menyajikan rangkuman jenis konstruksi, bahan konstruksi dan bentang maksimum jembatan standar
Bina Marga yang ekonomis dalam keadaan normal yang sering digunakan.
Tabel 1. Bentang maksimum jembatan standar untuk berbagai jenis dan bahan

BAHAN JENIS BENTANG MAX.(M)


Beton Culvert 4.00 – 6.00
Slab bridge 6.00 – 8.00
T-Girder, I-Girder 6.00 – 25.00
Beton Prategang PCI-Girder 15.00-35.00
Prestressed Box Girder 40.00 – 50.00
Baja Truss bridge 60.00 – 100.00
Komposit Compossite bridge 10.00 – 40.00
PERENCANAAN STRUKTUR JEMBATAN
Perencanaan struktur jembatan yang ekonomis dan memenuhi syarat teknis ditinjau dari segi keamanan serta rencana
penggunaannya, merupakan suatu hal yang sangat penting untuk diupayakan.
Dalam perencanaan teknis jembatan perlu dilakukan identifikasi yang menyangkut beberapa hal antara lain :
1. Kondisi tata guna lahan, baik yang ada pada jalan pendukung maupun lokasi jembatan berkaitan dengan
ketersediaan lahan yang ada.
2. Kelas jembatan yang disesuaikan dengan kelas jalan dan volume lalu lintas.
3. Struktur tanah, geologi dan topografi serta kondisi sungai dan perilakunya.
4. Pemilihan jenis struktur dan bahan konstruksi jembatan yang sesuai dengan kondisi medan, ketersediaan material
dan sumber daya manusia yang ada.
5. Penguasaan tentang teknologi perencanaan, metode pelaksanaan, peralatan, material/ bahan mutlak dibutuhkan
dalam perencanaanjembatan.
6. Analisis Struktur yang akurat dengan metode analisis yang tepat agar diperoleh hasil perencanaan jembatan yang
optimal.

Metode perencanaan struktur jembatan yang digunakan ada dua macam, yaitu Metode perencanaan ultimit (Load
Resistant Factor Design, LRFD) dan Metode perencanaan tegangan ijin (Allowable Stress Design, ASD). Perhitungan
struktur atas jembatan umumnya dilakukan dengan metode ultimit dengan pemilihan faktor beban ultimit sesuai
peraturan yang berlaku. Metode perencanaan tegangan ijin dengan beban kerja umumnya digunakan untuk
perhitungan struktur bawah jembatan (fondasi). Untuk tipe jembatan simple girder, perhitungan dapat dilakukan secara
manual dengan Excel. Untuk tipe jembatan yang berupa rangka, perhitungan struktur dilakukan dengan komputer
berbasis elemen hingga (finite element) untuk berbagai kombinasi pembebanan yg meliputi berat sendiri, beban mati
tambahan, beban lalu-lintas kendaraan (beban lajur, rem, pedestrian), dan beban pengaruh lingkungan (temperatur,
angin, gempa) dengan pemodelan struktur 3-D (space-frame). Metode analisis yang digunakan adalah analisis linier
metode matriks kekakuan langsung (direct stiffness matriks) dengan deformasi struktur kecil dan material isotropic.
Program komputer yang digunakan untuk analisis adalah SAP2000 V-11. Dalam program tersebut berat sendiri struktur
dan massa struktur dihitung secara otomatis.

Dalam blog ini diberikan beberapa contoh perhitungan struktur jembatan beton prategang mulai dari struktur atas yang
terdiri dari slab lantai jembatan dan girder prategang (prestressed concrete girder) sampai struktur bawah yang berupa
abutment dan pier tipe dinding termasuk fondasinya. Perhitungan PCI-girder ini digunakan untuk perencanaan struktur
Jembatan Srandakan II, Kulon Progo, D.I. Yogyakarta dan Jembatan Tebing Rumbih, Kalsel. Selain itu diberikan juga
beberapa contoh perhitungan struktur atas sbb.
 Prestressed Concrete Box Girder (Gejayan Fly Over, Yogyakarta).
 Concrete I – Girder (Jembatan Ngawen, Gunung Kidul).
 Concrete T – Girder (Jembatan Brantan, Kulon Progo).
 Compossite Girder (Jembatan Bonjok, Kebumen, Jateng)
Untuk jembatan beton tipe busur (Concrete Arch Bridge) diberikan contoh perhitungan yang meliputi :
 Jembatan Plat Lengkung (Jembatan Wanagama, D.I. Yogyakarta)
 Jembatan Rangka Lengkung (Jembatan Sarjito II, Yogyakarta).
Contoh perhitungan struktur jembatan tipe plat untuk bentang pendek meliputi :
 Underpass (Jombor Fly Over, Yogyakarta)
 Box Culvert (Jembatan Kalibayem, Yogyakarta)
Selain perhitungan Pier tipe dinding, juga diberikan contoh perhitungan Pier tipe yang lain seperti :
 Pier Tipe Kolom Tunggal (Gejayan Fly Over, Yogyakarta)
 Pier Tipe Portal (Jembatan Boro, Purworejo, Jateng)
Contoh perhitungan tersebut dapat di-down load pada tautan berikut di bawah.
Tanggal :

Abutment dan Pier


20100116
PERHITUNGAN STRUKTUR JEMBATAN
DATA JEMBATAN SRANDAKAN II
Tipe Jembatan : Beton Prategang
Kelas Jembatan : I (Bina Marga)
Jumlah bentang : 3 bentang
Panjang tiap bentang : 40.8 m
Lebar jembatan : 19 m
Fondasi Jembatan : borepile
Down-load contoh perhitungan berikut ini :

 1. PERHITUNGAN SLAB LANTAI JEMBATAN


 2. PERHITUNGAN PRESTRESSED CONCRETE "I" GIRDER
 3. ANALISIS BEBAN ABUTMENT
 4. PERHITUNGAN FONDASI ABUTMENT
 5. ANALISIS KEKUATAN STRUKTUR ABUTMENT
 6. ANALISIS BEBAN PIER
 7. PERHITUNGAN FONDASI PIER
 8. ANALISIS KEKUATAN STRUKTUR PIER

DATA JEMBATAN TEBING RUMBIH KALSEL


Tipe Jembatan : Beton Prategang
Kelas Jembatan : I (Bina Marga)
Jumlah bentang : 1 bentang
Panjang bentang : 50.8 m
Lebar jembatan : 9 m
Fondasi Jembatan : tiang pancang baja
Down-load contoh perhitungan berikut ini :
 09. PERHITUNGAN SLAB LANTAI JEMBATAN TB-RUMBIH
 10. PERHITUNGAN PCI-GIRDER JEMBATAN TB-RUMBIH
 11. ANALISIS BEBAN ABUTMENT JEMBATAN TB-RUMBIH
 12. PERHITUNGAN FONDASI ABUTMENT JEMBATAN TB-RUMBIH
 13. ANALISIS KEKUATAN ABUTMENT JEMBATAN TB-RUMBIH

Berikut ini diberikan contoh Perhitungan Struktur Box-Girder Prategang


bentang 50 m untuk Gejayan dan Jombor Fly Over, Yogyakarta
Down-load contoh perhitungan berikut ini :

 14. PERHITUNGAN PRESTRESSED CONCRETE BOX GIRDER

Contoh perhitungan Voided Slab untuk bagian jembatan yang


melengkung dapat di-down load perhitungan berikut ini :
 15. PERHITUNGAN VOIDED SLAB

Berikut ini contoh perhitungan T-Girder untuk Jembatan Brantan, Wates,


Kulon Progo, D.I. Yogyakarta. Down-load perhitungan berikut ini :
 16. PERHITUNGAN CONCRETE T-GIRDER

Berikut ini contoh perhitungan I-Girder untuk Jembatan Ngawen,


Gunung Kidul, D.I. Yogyakarta. Down-load perhitungan berikut ini :
 17. PERHITUNGAN CONCRETE I-GIRDER

Berikut ini contoh perhitungan Compossite Girder untuk Jembatan


Bonjok, Kebumen, Jawa Tengah. Down-load perhitungan berikut :
 18. PERHITUNGAN COMPOSSITE GIRDER

Berikut ini contoh perhitungan Under Pass di bawah jembatan layang


Jombor Fly Over, Yogyakarta. Down-load perhitungan berikut :
 19. PERHITUNGAN UNDERPASS

Berikut ini contoh perhitungan Box-Culvert untuk Jembatan Kalibayem,


Sleman, D.I. Yogyakarta. Down-load contoh perhitungan berikut ini :
 20. PERHITUNGAN BOX-CULVERT

DATA JEMBATAN WANAGAMA


Tipe Jembatan : Plat Lengkung
Kelas Jembatan : II (Bina Marga)
Bentang Jembatan : 35 m
Lebar Jembatan : 5 m
Fondasi Jembatan : fondasi langsung (foot plat)
Down-load contoh perhitungan berikut ini :
 21. ANALISIS BEBAN JEMBATAN WANAGAMA
 22. PERHITUNGAN WING-WALL JEMBATAN WANAGAMA
 23. PERHITUNGAN FONDASI JEMBATAN WANAGAMA
 24. ANALISIS KEKUATAN PLAT JEMBATAN WANAGAMA
JEMBATAN RANGKA BETON LENGKUNG
Berikut ini contoh Input Beban Jembatan Sarjito II Yogyakarta
yang dianalisis dengan Program SAP2000 v-11

 25. ANALISIS BEBAN JEMBATAN SARJITO II

PERHITUNGAN PIER TIPE KOLOM TUNGGAL


Pier jembatan tipe kolom tunggal banyak digunakan pada fly over.
Berikut ini contoh perhitungan Pier untuk Gejayan Fly Over, Yogyakarta.
Down-load contoh perhitungan berikut ini :
 26. ANALISIS BEBAN PIER GEJAYAN FLY OVER
 27. PERHITUNGAN FONDASI PIER GEJAYAN FLY OVER
 28. ANALISIS KEKUATAN PIER GEJAYAN FLY OVER

PERHITUNGAN PIER TIPE PORTAL


Pier jembatan tipe portal sering digunakan pada jembatan yang melintasi
sungai yang dalam. Berikut ini diberikan contoh perhitungan Pier untuk.
Jembatan Boro, Kebumen, Jawa Tengah.
Down-load contoh perhitungan berikut ini :
 29. ANALISIS BEBAN PIER JEMBATAN BORO
 30. PERHITUNGAN FONDASI PIER JEMBATAN BORO
 31. ANALISIS STRUKTUR PIER JEMBATAN BORO
 32. ANALISIS KEKUATAN PIER JEMBATAN BORO

PERHITUNGAN STRUKTUR
KENTUNGAN FLY OVER YOGYAKARTA

Berikut ini Contoh Perhitungan Struktur Jembatan Layang (Fly Over) Kentungan,
Yogyakarta dengan data teknik sebagai berikut :
1. Struktur atas berupa prestressed concrete box-girder tipe continuous
girder dua bentang dengan panjang tiap bentang 50 m.
2. Pier tipe dinding beton bertulang dengan bentuk "Y".
3. Jenis fondasi bore pile diameter 120 cm dengan kedalaman 20 m.

 1. PERHITUNGAN SLAB LANTAI


 2. PERHITUNGAN PRESTRESSED CONCRETE BOX GIRDER
 3. ANALISIS BEBAN ABUTMENT
 4. FONDASI ABUTMENT
 5. STRUKTUR ABUTMENT
 6. ANALISIS BEBAN PIER
 7. FONDASI PIER
 8. STRUKTUR PIER

MANAJEMEN DAN STRATEGI PENCAPAIAN MUTU JEMBATAN

A. LATAR BELAKANG

Peningkatan sarana transportasi sangat diperlukan untuk menunjang pertumbuhan ekonomi dan
menunjang pembangunan nasional di masa yang akan datang. Sesuai dengan perkembangan daerah
yang bersangkutan, jembatan merupakan salah satu sarana prasarana transportasi yang sangat
menentukan dalam upaya menunjang kelancaran lalu lintas dan meningkatkan aktifitas perekonomian di
daerah yang mulai berkembang. Oleh pembangunan jembatan baik kualitas maupun kuantitasnya
mempunyai arti penting untuk guna menunjang tercapainya program merupakan hal yang sangat penting
jembatan.

Jembatan yang merupakan bagian dari sistem jaringan transportasi darat mempunyai peranan yang akan
mendorong pertumbuhan ekonomi dan menunjang pembangunan nasional di masa yang akan datang.
Oleh sebab itu perencanaan, pembangunan dan rehablillasi serta fabrikasi konstruksi jembatan perlu
diupayakan seefektif dan seefisien mungkin, sehingga pembangunan jembatan dapat mencapai sasaran
mutu jembatan yang direncanakan. Manajemen dan strategi pencapaian mutu jembatan harus dilakukan
untuk menghindari terjadinya rekonstruksi yang harus dilakukan apabila ada bagian yang tidak memenuhi
stándar mutu yang diharapkan.

Para pemerhati Jembatan Indonesia yang terdiri dari Kalangan Pemerintahan, Akademisi, Konsultan
Perencana dan Pengawas, Kontraktor atau Pelaksana Fabrikasi dan Supplier turut terlibat dan
bertanggung jawab atas pembangunan jembatan yang efektif, efisien dan berdaya guna sesuai dengan
tuntutan zaman dan perkembangan teknologi.

B. MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud kegiatan manajemen dan strategi pencapaian mutu jembatan adalah untuk dapat memberikan
arahan dan pedoman terhadap pembangunan prasarana transportasi yang berupa jembatan yang
memenuhi stándar mutu dan berdaya guna sehingga dapat menunjang strategi Pembangunan Wilayah di
Pemerintah Daerah Kabupaten maupun Propinsi.
Tujuan yang hendak dicapai adalah untuk mendapatkan cara penanganan yang efisien dan efektif dalam
pencapaian mutu jembatan yang memenuhi stándar.

C. PENGERTIAN JEMBATAN

Jembatan adalah suatu struktur kontruksi yang memungkinkan route transportasi melalui sungai, danau,
kali, jalan raya, jalan kereta api dan lain-lain. Jembatan adalah suatu struktur konstruksi yang berfungsi
untuk menghubungkan dua bagian jalan yang terputus oleh adanya rintangan-rintangan seperti lembah
yang dalam, alur sungai saluran irigasi dan pembuang . Jalan ini yang melintang yang tidak sebidang dan
lain-lain.
Sejarah jembatan sudah cukup tua bersamaan dengan terjadinya hubungan komunikasi dan transportasi
antara sesama manusia dan antara manusia dengan alam lingkungannya. Macam dan bentuk serta bahan
yang digunakan mengalami perubahan sesuai dengan kemajuan jaman dan teknologi, mulai dari yang
sederhana sekali sampai pada konstruksi yang mutakhir.
Mengingat fungsi dari jembatan yaitu sebagai penghubung dua ruas jalan yang dilalui rintangan, maka
jembatan dapat dikatakan merupakan bagian dari suatu jalan, baik jalan raya atau jalan kereta api.
Berikut beberapa jenis jembatan :
1. Jembatan diatas sungai
2. Jembatan diatas saluran irigasi/ drainase
3. Jembatan diatas lembah
4. Jembatan diatas jalan yang ada (fly over)
Bagian-bagian Konstruksi Jembatan terdiri dari :
Konstruksi Bangunan Atas (Superstructures)
Sesuai dengan istilahnya, bangunan atas berada pada bagian atas suatu jembatan, berfungsi menampung
beban-beban yang ditimbulkan oleh suatu lintasan orang, kendaraan, dll, kemudian menyalurkan pada
bangunan bawah.
Konstruksi bagian atas jembatan meliputi :
1. Trotoir
2. Sandaran dan tiang sandaran
3. Peninggian trotoir (kerb)
4. Konstruksi trotoir
5. Lantai kendaraan dan perkerasan
6. Balok gelagar
7. Balok diafragma / ikatan melintang
8. Ikatan pengaku (ikatan angin, ikatan rem,ikatan tumbukan)
9. Perletakan (tumpuan)
Konstruksi Bangunan Bawah (Substructures)
Bangunan bawah pada umumnya terletak disebelah bawah bangunan atas. Fungsinya untuk menerima
beban-beban yang diberikan bangunan atas dan kemudian menyalurkan ke pondasi, beban tersebut
selanjutnya oleh pondasi disalurkan ke tanah.
Konstruksi bagian bawah jembatan meliuputi :
1. Pangkal jembatan (abutment) dan pondasi
2. Pilar jembatan (pier) dan pondasi

D. KRITERIA PERENCANAAN JEMBATAN

Dalam perencanaan teknis jembatan perlu dilakukan identifikasi yang menyangkut beberapa hal antara
lain :
Kondisi tata guna lahan, baik yang ada pada jalan pendukung maupun lokasi jembatan berkaitan dengan
ketersediaan lahan yang ada.
Kelas jembatan yang disesuaikan dengan kelas jalan dan volume lalu lintas.
Struktur tanah, geologi dan topografi serta kondisi sungai dan perilakunya.

1. Pemilihan Lokasi Jembatan

Dasar utama penempatan jembatan sedapat mungkin tegak lurus terhadap sumbu rintangan yang dilalui,
sependek, sepraktis dan sebaik mungkin untuk dibangun di atas jalur rintangan.
Beberapa ketentuan dalam pemilihan lokasi jembatan dengan memperhatikan kondisi setempat dan
ketersediaan lahan adalah sebagai berikut :
Lokasi jembatan harus direncanakan sedemikian rupa sehingga tidak menghasilkan kebutuhan lahan yang
besar sekali.
Lahan yang dibutuhkan harus sesedikit mungkin mengenai rumah penduduk sekitarnya, dan diusahakan
mengikuti as jalan existing.

2. Bahan Konstruksi Jembatan


Ditinjau dari klasifikasi bangunan penyeberangan secara umum, bahan konstruksi jembatan dapat
dikelompokkan seperti yang tercantum pada tabel 1.
Tabel 1. Bahan Konstruksi Jembatan

Bagian Bahan Jenis


Struktur atas Beton bertulang Slab
Girder
Beton prategang Girder
Baja Truss
Komposit Girder
Suspension
Struktur bawah Beton bertulang Abutment
Pier
Fondasi Beton bertulang Footplat
Sumuran
Tiang pancang
Bore-pile

3. Pemilihan Konstruksi Atas Jembatan

Pemilihan konstruksi atas jembatan ditetapkan dengan mempertimbangkan konstruksi yang kuat, aman,
dan ekonomis. Hal yang perlu diperhatikan dalam memilih jenis konstruksi atas antara lain :
1. Mudah pelaksanaannya
2. Biaya pelaksanaan murah
3. Pengadaan bahan relatif mudah
4. Biaya perawatan relatif rendah
5. Cukup kuat dengan biaya relatif murah
6. Bentang sungai

4. Pemilihan Konstruksi Bawah Jembatan

Pemilihan konstruksi bawah jembatan harus memperhatikan kondisi tanah setempat dan pola aliran
sungai. Konstruksi ditetapkan berdasarkan pertimbangan kekuatan, biaya, serta kemudahan dalam
pelaksanaan. Tahapan yang harus dilakukan dalam perencanaan fondasi jembatan antara lain :
1. Pemeriksaan rencana tahanan lateral ultimit geser maupun tahanan tekanan pasif pada fondasi.
2. Stabilitas terhadap geser dan guling.
3. Kapasitas daya dukung ultimit.
4. Penurunan (settlement) pada fondasi.

SARAN DAN KRITIK ANDA

Tulis saran dan kritik anda dengan cara sbb :


Bila anda belum punya blog atau AIM, pilih :
Beri komentar sebagai Anonymous
klik tulisan "komentar" di bawah ini

Diposkan oleh MNI-EC di 09:50


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook

Reaksi:

70 komentar:

Anafi Ardanfaza mengatakan...


Bang Ilham, tolong kasih contoh perhitungan Jembatan Cable Stayed, nanti tak
kenalkan cewek cantik lah bang.
21 Maret 2010 19:12

noerilham2010 mengatakan...
Punya sendiri koq di-comment sendiri
10 April 2010 13:41

wahyusteadler mengatakan...
wahhh pak,semakin banyak bapak kasih ilmu semakin banyak pula pahala bapak
hihihi
14 April 2010 08:29

Anonim mengatakan...
terima kasih atas infonya
19 April 2010 07:40

Trifandy M.W. mengatakan...


makasih pak atas ilmux..mungkin ada yg kurang pak,,gmn klw ditambahkan dgn
buku2 yg berhubungan dgn itu atw paling tidak daftar pustaka pak...???biar bisa beli
bukunya juga pak... makasih pak..
19 April 2010 13:07

Rizki mengatakan...
Wuah..kren pak...apa lagi buat kita yang muda-muda sbagai penerus.. mengingat
kebutuhan akan pembangunan jembatan yang komprehensip sangat mendesak agar
dapat menghubungkan bagian-bagian daerah di Indonesia yang belum terjangkau
dengan prasarana jalan (bahasanya aku gak ngerti...hee ).. habis lihat blog Bapak,
jadi pingin bisa bikin satu jembatan.. " One Man One Bridge ", woaalaah opo mneh
iki.. :), makasih pak
19 April 2010 23:48

Anonim mengatakan...
Pak Noer, kalau bisa literaturnya lebih diperbanyak agar mudah mencari literatur
yang berkaitan dg men-down load langsung.
25 April 2010 13:23

Anonim mengatakan...
Riddo dan Fitria, komentar sebagai "Anonymous" aja ya.
25 April 2010 13:28

Anonim mengatakan...
bikin blog segala,. biar + eksis y pak,., hhee apik tenan blog'e,.. sipiil bangeet,..
sangat bermanfaat untuk +an referensi buat kite2 yg lg menimba ilmu,. nek di + i,.
contoh analisis untuk gedung + keren kui pak,. itung2 bonus track, walopun blog ny
ttg jembatan.. hhee referensi buku ditambai lg pak,. ben akeh,.kn lumayan,., hahaha
kasih jg donx,. tips2 atow tutorial,. bwt software2 sipil,. misal kyak SAP oke deh pak,.
sekian dulu dan trima kasih.. tak dongake,. setiap 1 kb yg didonlot + pahala akeh
wes.. hha riddo Oddir
25 April 2010 13:40

Anonim mengatakan...
wih keren p ilhm kpn ya bs ngitung2 gt,pst brmanfaat bgt pk bt qt. idem aj pk kyk rido
tutorial software sipil, hehe baru tau yang sederhana aj. &cara taux qt dah bener
masuk2in data di software(kn qt suka asl masuk2kn aj) njih nuwun pk dah dikhs tau
25 April 2010 14:54

Anonim mengatakan...
mantab......... terima kasih bos dah bagi2 ilmunya... tambahkan lebih banyak lagi pak,
misal gedung dll.
27 April 2010 19:37

den Bagus mengatakan...


Makin duahsyat aja bapak yg satu ini. Ayo pak terus bikin guanteng blog ini. BTW
Jembatan itu bs utk lewat 50 GB dg 5 nama email gk pak? Hehe..
4 Mei 2010 08:13
Anonim mengatakan...
Bombastis Pak hehe.... Tp pak kalau boleh tahu yang ngerjakan bagian tengah itu
dari perusahaan asing ya? sama kalau boleh sih minta metode pelaksanaan untuk
jembatan pak wkwkwk..(malah ngrogoh rempelo ki :p)
14 Mei 2010 12:58

Anonim mengatakan...
Hello Thanks for your document. I am a civil engineers student in Russia .Even
though i don't understand indonesian, your wing wall document on 4shared where
very informative & important for me. Would you mind posting them in .Xls in order to
be translated into french or english? If yes please answer me on this mail
civilengineeringworldwidecommunity@hotmail.co.uk Oуассим Елиасманов
15 Mei 2010 05:04

Anonim mengatakan...
hebat posting postingnya.... sangat bermanfaat pak. Lanjutkan.... hehehe....
16 Mei 2010 10:46

Anonim mengatakan...
Pak kapan diupload jembatan rangka baja, cable-stayed dan suspension bridgenya.
19 Mei 2010 03:36

Anonim mengatakan...
Keren pak contohnya... bisa diikuti step by step.. sularno..
20 Mei 2010 07:46

Blog Apip mengatakan...


wah pak, terima kasih pak, saya sedooooot ya pak (baca: download) blognya juga
saya follow pak. Beruntung saya punya dosen yang kreatif seperti bapak
4 Juni 2010 22:04

Anonim mengatakan...
adakah analsis jembatan ka pak kayaknya kok masih jarang sekali padahal sngat
menarik. Seperti Jembatan Bijlaard di Wates kali progo Yk..konon kabarnya cuma 2
di dunia.Salah satunya di Indonesia yg masih berfungsi dan yg satu di Belanda
asalnya
10 Juni 2010 08:14

Anonim mengatakan...
Terimakasih banget buat "Beliau"...karena dengan referensi seperti ini, sangat
membantu saya dalam menyelesaikan Tugas Akhir saya...ThaK'Z...
22 Juni 2010 01:20

andy mengatakan...
salam sejahtera buat Bapak.. nama saya andy, saya adalah salah satu mahasiswa
teknik sipil disalah satu universitas swasta dikota padang (Prov. Sumbar), saya
mohon bantuan Bapak..saya lagi mencari bahan tentang contoh perhitungan balok
prategang menerus (splice girder continue), kiranya Bapak dapat membantu saya
dalam menyelesaikan Skripsi saya ini. sebelumnya saya ucapkan terima kasih
banyak.
17 Juli 2010 04:54

Hendra Ginting mengatakan...


terima kasih pak atas sharing datanya... saya tertarik tetang desain
jembatan,bagaimana kalo referensi softwarenya juga dikasih pak.. bravo civil
19 Juli 2010 07:15

Alfonsus mengatakan...
pak, koq pondasi yg digunakan tidak ada pondasi sumuran?
20 Juli 2010 01:11

Anonim mengatakan...
1.)pak Noer, Pada Analisis Beban Abutment,kenapa pada perhitungan beban gempa
pada arah memanjang jembatan(Arah x) berat sendiri struktur bawah dikalikan 0.5 ?
2.) Persentase minimum dan maksimum pada pier , berapa persen ? Thanx Pak.
22 Juli 2010 01:58

Alfons mengatakan...
pak, saya agak kurang ngerti tentang kombinasi2 yang ada dlm hitungan bapak..
mohon bantuannya pak untuk dijelaskan.. saya br pertama kali mempelajari tentang
kombinasi yg dilakukan secara manual seperti ini..terimakasih pak sebelumnya..ini
sangat bermanfaat bagi saya yg masih bau kencur dlm dunia tek sipil..
10 Agustus 2010 11:00
Anonim mengatakan...
ini sangat bermanfaat untuk saya, kebetulan skripsi saya tentang jembatan tahan
gempa. saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Semoga ilmu ini akan
selalu bermanfaat untuk semua orang.
29 Agustus 2010 20:45

Anonim mengatakan...
Pak nur ada contoh perhitungan pile slab untuk pendekat ke jembatan ndak pak...?
30 September 2010 16:55

hadisoetjahjo mengatakan...
mas noer untuk plat lantai pada jemb busur (cnth wanagama)kan t, 35cm andaikan
20 cm tapi diberi blk memanyang jrk 1,5 m H eff : 35cm yg disangga segmen vertkal
diatas busur(pelengkung) , busur tsb t 55cm apa berbentuk spt plat menerus ?tuk
pondasi uq pakai sumuran ellip, mhn bls ? info mau belajar ma mas noer
17 Oktober 2010 15:48

hadisoetjahjo mengatakan...
mas matur kasuwun mudah2 mas bisa bantu saya ...
17 Oktober 2010 15:52

Anonim mengatakan...
Dear Pak Noer Ilham, Bisa minta tolong diberi penjelasan mengenai Beban Lalulintas
berupa Beban lajur "D" dan Beban Truck "T"?Dimana saya dapat mempelajari hal
tersebut? Apakah ada referensi buku SNI yg dapat menjelaskannya? Jika ada buku
lain, buku apa dan diterbitkan oleh siapa? Apakah bapak memiliki referensi mengenai
Armco Bridge (jembatan dari pipa baja bergelombang)?? Atas bantuannya, saya
ucapkan terima kasih Salam, Wellen
30 Oktober 2010 01:09

Anonim mengatakan...
Dear Pak Noer Ilham, Bisa minta tolong diberi penjelasan mengenai perhitungan
untuk struktur tanah dasar jembatan box culvert, analisa pembebanan cth
perhitungan daya dukung tanahnya. Atas bantuannya, saya ucapkan terima kasih
Salam, aan fauzi fauzi_aan@ymail.com
15 November 2010 22:41
Anonim mengatakan...
setelah lulus pun ternyata saya masih bisa menimba ilmu dari pak ilham, terimakasih
ya pak..kurangi tuh pak merokoknya jaga kesehatan..
23 November 2010 01:03

tatang kukuh wibawa mengatakan...


Bapak asli purwodadi dahulu? salam kenal bapak..,saya tatang mahasiswa teknik
sipil UNS., saya asli Purwodadi. ternyta banyak juga ahli teknik sipil dr Pwd.,,seperti
bapak ilham, bpk suripin, dsb
4 Desember 2010 07:23

Anonim mengatakan...
asslm met siang pa mohon bantuan perhitungan struktur bawah dan atas jembatan
gantung sederhana dengan bentang 77m yg menggunakan tiang pilon kabel
penggantung slink lantai platgelagar melintang besi C, trimakasih sebelumnya
8 Desember 2010 23:26

Anonim mengatakan...
Bapak. saya ihsan mahasiswa teknik sipil di Bandung. ada tugas dari dosen struktur
untuk mencari pelaksanaan beton prategang di lapangan. bersyukur saya dapat blog
ini. saya download data2 mengenai proyek jembatan srandakan II. tapi hanya
perhitungan strukturnya saja. apakah bapak punya foto2 proyeknya? atau video
mengenai pelaksanaan beton prategang? mohon bantuannya. jika ada tolong email
saya di icanidolcidewey@gmail.com terimaksih.
30 Desember 2010 02:00

Anonim mengatakan...
Pak, mbok dikasih file excel-nya, biar aku mudah menggunakannya, makasih
sebelumnya.
4 Januari 2011 10:40

Yohanes P.Wuysan mengatakan...


Blog ini sangat bermanfaat buat saya. Terlebih untuk mencari referensi2 untuk saya
di Smkn 7 Surabaya Teknik Gambar Bangunan. Sekali Lagi, Blog ini sungguh
hebat!!!!
9 Januari 2011 06:04
sunarto mengatakan...
Terimkasih banyak Pak.. Banyak membantu, semoga tambah sukses Pak. Salam.
sunarto
19 Januari 2011 00:00

Anonim mengatakan...
terimakasih pak, "Renungan Tentang Sukses" mengubah cara pandang saya tentang
kesuksesan. terimakasih juga contoh perhitungannya. Yoni Pribadi
12 Februari 2011 09:00

Anonim mengatakan...
ass pak.. salam kenal pak.. saya deden mhs universitas bung hatta, padang mohon
bantuannya pak.. ada g' perhitungan diagfragma untuk jembatan komposit. beserta
cara penyambungnnya pak.. kalo ada bisa dikirim lewat email pak?? email saya :
blaugranasiswanto@yahoo.co.id thaks pak.. wasalam
13 Februari 2011 10:24

Gada Bina Usaha mengatakan...


Salam kenal Pak.. Gada Bina Usaha,Suplier Elastomeric Bearing Pads/Perletakan
Elastomer Jembatan Mohon Ijin Boleh Share Artikelnya pak.?terimakasih
14 Februari 2011 02:14

imam wahyu mengatakan...


Matur sembah nuwun bapak.... nih amat bermanfaat banget, smogah trus bertambah
dan bertambah
11 Maret 2011 22:45

Anonim mengatakan...
Bisa minta tolong diberi penjelasan mengenai perhitungan untuk struktur tanah dasar
jembatan box culvert, analisa pembebanan cth perhitungan daya dukung
tanahnya.dan juga perhitungan jembatan beton dan baja..kalau bisa kirim lewat email
devi.setiawan.83@gmail.com Atas bantuannya, saya ucapkan terima kasih Salam,
devi setiawan
16 Maret 2011 05:19

Anonim mengatakan...
Salam Pak Noer Ilham pak saya mohon bantuan bapak. Saya sedang menyusun
skripsi perencanaan jembatan yg memakai pci-girder. Bisakah bapak mengirim file
NAASRA yg berhubungan dgn perancanaan pci-girder. Saya sangat berharap
bantuan dari bapak. Hormat saya, Arif Sujadmiko miko_civil@rocketmail.com
18 Maret 2011 21:02

Anonim mengatakan...
pak saya mhs teknik sipil, saat ini saya sedang menyusun tugas akhir tentang
perencanaan jembatan BENTANG SEDERHANA tahan gempa berdasarkan SNI
2833-2008, Saya bingung untuk memasukkan sni tersebut dlm perencanaan, mohon
abntuan dan sarannya Pak! terimakasih
23 Maret 2011 01:36

PULAU BANYAK BARAT mengatakan...


makasih byk uda bwt info spt ini..
28 Maret 2011 11:45

Anonim mengatakan...
terima kasih banyak Pak... contoh perhitungannya sangat bermanfaat..
12 April 2011 08:08

Onigiri ♥Love♥ Onigiri-chan mengatakan...


Salam pak MNoerIlham. saya Indra mahasiswa teknik sipil. saya sangat suka blog
bapak, karena sangat membantu tugas akhir saya,. tapi kalau boleh, bapak bisa
memberikan contoh mengenai perhitungan dinding penahan tanah tipe counterfort
untuk oprit? mohon bantuannya pak, terima kasih banyak.
29 Mei 2011 19:17

bhodek87 mengatakan...
Ass wb... yth bpk M.Noerilham Saya selalu mengikuti blog bapak... saya sangat
senang karna isi blog bapak sangat relevan dengan mata kuliah saya di sipil... kalau
bpk tidak keberatan saya ingin mendalami analisis struktur langsung bimbingan dari
bapak bagaimanana solusinya..... dan kalau bisa untuk sebagai pelajaran tolong
contoh perhitungan analisa struktur dengan program. wassalam...
9 Juni 2011 05:14
Anonim mengatakan...
trima kasih pak ini sangat membantu....dr blora
24 Juni 2011 21:07

ian shandy mengatakan...


saya sangat terbantu dengan adanya post2 bapak Noer Ilham, postingan ada sangat
komunikatif untuk mahasiswa seperti saya ini pak. terima kasih banyak, salam kenal
dr Sipil Brawijaya :)
29 Juni 2011 08:20

Anonim mengatakan...
Dari sekian blog yang saya kunjungi, blog bapak paling lengkap menyajikan
perhitungan struktur jembatan, juga ada tambahan baja dan beton. Terima kasih Pak,
sangat-sangat berguna. Membaca CV, bapak juga adalah ahli/perencana struktur
gedung yang sudah malang-melintang (sangat pengalaman) selama puluhan tahun.
Kalau boleh usul, bagaimana kalau bapak juga memberikan contoh perhitungan
bangunan gedung tahap demi tahap, apakah dengan cara 'manual' atau memakai
program struktur seperti SAP2000. Sangat ditunggu tanggapannya Pak. Salam dari
Ferri (david_02@rocketmail.com)
10 Juli 2011 10:53

Abdulloh Faqih Blog'S mengatakan...


assalamu'alaikum.. aku faqih, mahasiswa universitas islam malang.. makasih banyak
atas ilmunya mas, aku download banyak.. muga bermanfaat.
14 Juli 2011 10:48

Anonim mengatakan...
assalamualaikum. saya shaeful dari ntb. semoga bapak senantiasa dalam rahmat-
Nya. terima kasih banyak pak atas ilmunya. minta tolong pak contoh perhitungan
untuk jembatan baja. sekali lagi terima kasih
16 Juli 2011 02:55

Anonim mengatakan...
Saya pengin tahu cara analisis struktur gedung untuk menentukan faktor daktilitas
struktur dengan metode static pushover anaysis, mohon bpk jelaskan di blog ini.
17 Juli 2011 08:01
Anonim mengatakan...
trimakasih pak atas info bapak sangat membantu tugas saya,bagaimana
penyelesaian perhitungan kuda-kuda baja dengan metode cremona,mohon bpk
jelaskan di blog ini..trimakasih,
19 Juli 2011 12:32

Anonim mengatakan...
Satu kata keren banget... blog ini sangat bermanfaat khususnya untuk temen2x
mahasiswa... Saya sendiri adalah alumni teknik mesin, dan sekarang sedang
merancang Pipe Rack untuk ukuran pipa sangat besar. setelah membaca blog ini
saya merasa terbantu.
24 Juli 2011 04:36

Anonim mengatakan...
trims banget atas pembelajaran yang bapak berikan.., smga mendpat balasan
kebaikan yang berlipat ganda,..amien...
29 Juli 2011 01:33

Anonim mengatakan...
subhanallah blog bapak lengkap sekali. banyak sekali literatur yang saya ambil dari
blog ini. blog bapak sangat membantu saya untuk mengerjakan laporan kerja praktek
saya. terima kasih...
2 Agustus 2011 00:05

Anonim mengatakan...
Terima kasih banyak Bapak atas upload datanya... Saya sangat terbantu... Semoga
Bapak dan keluarga diberikan kesehatan dan berkah dari Yang Maha Kuasa...
Akhirnya saya sangat berterima kasih kepada Bapak...
11 Agustus 2011 06:31

Anonim mengatakan...
Salam Kenal pak Ilham, Saya henis di kota LAPINDO Sidoarjo.Saya korban
PHK,skrg sy usaha mandiri bikin bengkel LAS.Rezeki membawa saya ke konstruksi
baja dan sekarang sy ngejakan jembatan gelagar baja bentang 21M.Bisa minta No
Ponsel Pak?Saya ingin konsultasi.Thanks sebelumbya. Henis
susanto,081230780236
24 Agustus 2011 20:59
Anonim mengatakan...
beuhhhhhhhhhhh.... blog ini memang sungguh luar biasa.. suatu saat saya juga ingin
seperti bapak.. Ahli dalam konstruksi jembatan. Terimakasih pak,blog ini sungguh
amat sangat membantu saya sebagai bahan refrensi perkuliahan saya..mohon untuk
dilanjutkan pak..
25 Agustus 2011 22:43

Anonim mengatakan...
makasih banyak ilmunya........ mantappp..... roni_sipil 085321568287
28 Agustus 2011 01:15

Anonim mengatakan...
blog pembelajaranb yang paling lengkap... sangat membantu dalam perencanaan
jembatan.. terimakasih pak sekalian kalau boleh minta file excel perhitungan pondasi
abusment nya pak agu5_b0yz@yahoo.com salam sipil
14 September 2011 05:34

Ipmawan mengatakan...
Terima kasih ilmunya, meski sudah tidak jadi mahasiswa tapi masih bisa banyak
belajar dari pak ilham,untuk perhitungan stuktur beton dengan excel kalau bisa
ditambah kolom model T atau model L, trus pak saya tertarik dengan analisis beban
gempa bangunan BRI Aceh yang bapak bikin, bisa tidak ditampilkan lebih rinci step
by step sampai penempatan bebannya pada bangunannya,biar lebih mudah
dipahami dan dipelajari apalagi bangunannya tidak simetris Akhir kata jangan
kebanyakan NGUDUT ya pak apalagi disaat mengajar..heheehe maksute jaga
kesehatan pak.. terimakasih Ipmawan Civil D3 99 ipmawan_ngh@yahoo.co.id
22 September 2011 01:18

MNI-EC mengatakan...
Kepada semua yang comment di blog ini, saya mohon maaf yg sebesar-besarnya
karena tidak sempat menanggapi comment satu persatu. Saya mengucapkan
terimakasih yg tak terhingga atas comment, saran dan kritik yg anda berikan. Sekali
lagi, mohon maaf yang sebesar-besarnya. (M. Noer Ilham).
17 Oktober 2011 07:55

MNI-EC mengatakan...
Kalau ada waktu luang, saya akan menulis tentang metode analisis struktur
bangunan gedung dengan cara statik ekivalen, cara dinamik dengan respons
spektrum dan time history analysis menggunakan software ETABS dan SAP2000.
Selain itu akan saya tulis juga cara menentukan daktilitas struktur dengan metode
statik pushover analysis. Tunggu tanggal mainnya.
17 Oktober 2011 08:13

ebookteknik dot com mengatakan...


Trima kasih pak atas materinya smoga juga bermanfaat bagi. Teman2 yang pingin
referensi buku-buku teknik dalam *.pdf. Link aja di ebookteknik.com.
18 Oktober 2011 06:56

farid mengatakan...
bermanfaat sekali. makasih pak bos....
24 Oktober 2011 19:04

MNI-EC mengatakan...
Farid : sama2 mas Aji Nurhendra Satriyajati...
24 Oktober 2011 19:53

Poskan Komentar

Link ke posting ini

Buat sebuah Link


Posting Lebih BaruBeranda
Langgan: Poskan Komentar (Atom)

Kentungan Fly Over


Lagu Kesayanganku
Loading...

Pengikut
LITERATURE
Terdapat beberapa literatur yang memuat ketentuan pembebanan dan aksi-aksi lain yang digunakan
dalam perencanaan jembatan jalan raya termasuk jembatan pejalan kaki dan bangunan sekunder
yang terkait dengan jembatan. Anda dapat men-down load literatur sebagai berikut :
1. Standar Pembebanan Untuk Jembatan, RSNI T-02-2005,
Departemen Pekerjaan Umum, Dirjen Bina Marga, 2005
2. Standar Perencanaan Gempa Untuk Jembatan, SNI 2833-2008
3. Perencanaan Struktur Baja Untuk Jembatan, RSNI
T-03-2005, Departemen Pekerjaan Umum, Dirjen Bina
Marga, 2005
4. Standar Jembatan Bina Marga5. Spspesifikasi pilar dan kepala jembatan sederhana bentang 5 m
sampai 25 m dengan fondasi tiang pancang, SNI 2451-2008
6. Spesifikasi bantalan elastomer tipe polos dan tipe berlapis untuk perletakan jembatan, SNI 3967-
2008

Untuk lebih memahami tentang metode perencanaan dan konstruksi gelagar beton prategang
pracetak dengan metode segmental maupun jembatan box-girder, sebaiknya anda membaca
beberapa literatur sebagai berikut :
7. Anonim, Precast Segmental Box Girder Bridges with External Prestressing, Design and
Construction
8. Anonim, Preliminary Design of Precat Prestressed Concrete Box Girder Bridges
9. Anonim, Extended Span Rauges of Precast Prestressed Concrete Girder, National Cooperative
Highway Research Program (NCHRP), 2001
10. Anonim, Connection of Simple Span Precast Concrete Girder for Continuity, National
Cooperative Highway Research Program (NCHRP), 2001
11. Schlaich and Scheef, Concrete Box-Girder Bridges, International Association for Bridge and
Structural Engineering, 1982

Beberapa literatur yang berhubungan dengan perencanaan dan pelaksanaan rigid


pavement(perkerasan beton semen) yang diterbitkan oleh Departemen Pekerjaan Umum, Dirjen Bina
Marga, 2004, antara lain sebagai berikut :
12. Perencanaan Perkerasan Jalan Beton Semen, Pd.T-14-2003
13. Petunjuk Pelaksanaan Perkerasan Kaku (Beton Semen),
14. Pelaksanaan Pelaksanaan Jalan Beton Semen, Pd.T-05-2004 B

Literatur tersebut dapat di- down load dalam blog ini melalui tautan sebagai berikut :

PERATURAN DAN STANDAR JEMBATAN


 RSNI T-02-2005 : Standar Pembebanan Untuk Jembatan
 RSNI T-04-2005 : Perencanaan Struktur Beton Untuk Jembatan
 RSNI T-03-2005 : Perencanaan Struktur Baja Untuk Jembatan
 BMS 92 : Bridge Management System, 1992
 Peraturan Perencanaan Teknik Jembatan – Persyaratan Tahan Gempa
 Modifikasi Jembatan Bailey dengan Cara Perkuatan Cable
 VSL-Indonesia
 Panduan Pengawasan dan Pelaksanaan Jembatan
 Standar Pembebanan Untuk Jembatan Jalan Raya
 Standar Perencanaan Gempa Untuk Jembatan
 Perencanaan Struktur Baja Untuk Jembatan
 Standar Jembatan Bina Marga
 Spesifikasi Pilar dan Kepala Jembatan Sederhana Bentang 5 m sampai 25 m dengan Fondasi
Tiang Pancang
 Spesifikasi Bantalan Elastomer Tipe Polos dan Tipe Berlapis untuk Perletakan Jembatan

SLAB ON GRADE
 Pedoman Perencanaan Perkerasan Jalan Beton Semen
 Petunjuk Pelaksanaan Perkerasan Kaku (Beton Semen)
 Pelaksanaan Perkerasan Jalan Beton Semen

REFERENCE
 FEMA : Federal Emergency Management Agency
 Precast Segmental Box Girder Bridges With External Prestressing, Design and Construction
 Preliminary Design of Precat Prestressed Concrete Box Girder Bridges
 Comprehensive Design Example for Prestressed Concrete (PSC) Girder Superstructure
Bridge, FHWA
 LRFD Design Example for Steel Superstructure Bridge, FHWA
 Extending Span Rougs of Precast Prestressed Concrete Girder, NHCRP
 Connection of Simple Span Precast Concrete Girder for Continuity, NCHRP
 Concrete Box-Girder Bridges, IABSE

BROSUR
 Tabel Konstruksi Baja
 Precast Wall-Sheet Pile Adhi Karya
 Precast Slab Adhi Karya
 Precast Pile - 2 Adhi Karya
 Precast Pile - 1 Adhi Karya
 Precast Girder Wika
 Precast Girder Adhi Karya
STRUCTURAL STEEL DESIGNER'S HANDBOOK
 TITLE
 INDEX
 PREFACE
 CONTENT
 1. Propertiies of Structural Steel and Effects of Steelmaking and Fabrication
 2. Fabrication and Erection
 3. General Structural Theory
 4. Analysis of Special Structures
 5. Connections
 6. Building Design Criteria
 7. Design of Building Mambers
 8. Floor and Roof System
 9. Lateral Force Design
 10. Cold Formed Steel Design
 11.a. Design Criteria for Bridge - Cost Effective Highway Bridge Design
 11.b. Design Criteria for Bridge - Railroad Bridge Design
 12. Beam and Girder Bridge
 13. Truss Bridges
 14. Arch Bridges
 15. Cable Suspended Bridges

AISC - STEEL DESIGN GUIDE


 Column Base Plates
 Low and Medium Rise Steel Buildings
 Staggered Truss Framing Systems

Model Struktur Cable Stayed Bridge dengan SAP2000

Deformasi struktur akibat beban gempa

Pictures of Famous Bridges


Total Tayangan Laman

30,062
Follow by Email
Cable Stayed Bridge

Jembatan Suramadu

cable stayed
Suspension Bridge

Rainbow Arc Bridge


Prestressed Concrete "I" Girder

Facebook-1

Noer Ilham | Buat Lencana Anda


Tutorial ETABS
Loading...

Tutorial SAP2000
Loading...

Model Struktur Indoor SSC dengan ETABS v9.20

Model Struktur Rangka Atap dengan SAP2000 v14


Arch Bridge

Concrete Arch Bridge

Cable Stayed Bridge

Suspension Bridge
Truss Bridge

Prestressed Box Girder

Flyover
Flyover bertingkat

Flyover bertingkat

Jembatan Kereta Api


Jembatan Penguhung Pulau

Jembatan di atas bukit

masa mudaku
masa lajang

Cable Stayed Bridge


Mengenai Saya

MNI-EC
Yogyakarta, D.I. Yogyakarta, Indonesia
Lihat profil lengkapku

Curriculum Vitae
 Riwayat Hidup Ir. M. Noer Ilham, MT.

Sertifikasi Dosen
 Diskripsi Diri Ir. M. Noer Ilham, MT.

Prinsip Hidup
 Renungan Tentang Sukses

Facebook Share
[c]200 : mni-ec

m noer ilham

BEBAN-BEBAN PADA JEMBATAN


1. BEBAN TETAP
Berat sendiri
Beban mati tambahan
Pengaruh susut dan rangkak
Pengaruh prategang
Tekanan tanah
Pengaruh tetap pelaksanaan

2. BEBAN LALU-LINTAS
Beban lajur "D"
Beban truck "T"
Faktor beban dinamis
Gaya rem
Gaya sentrifugal
Beban pejalan kaki
Beban tumbukan

3. AKSI LINGKUNGAN
Penurunan
Temperatur
Aliran air, hanyutan dan tumbukan
Tekanan Hidrostatis dan gaya seret
Beban angin
Beban gempa

4. AKSI LAINNYA
Gesekan pada perletakan
Pengaruh getaran
Beban pelaksanaan

Bridge
Prestressed Concrete
Kunjungi Blog Saya di

mnoerilham-03

mnoerilham-01

mnoerilham-02

Foto Kenangan

Bersama 2 Mahasiswi Teknik Sipil

Bagaimana pendapat anda tentang kedua cewek tsb?


Arsip Blog
Website

powered by
Prestress Concrete Bridge

seminar nasional

Prestress Concrete Box Girder


Loading...
PCI-Girder

Berita Terkini
Google Yahoo
Google goes indoors for Street View extension
ZDNet (blog)
By Zack Whittaker | October 30, 2011, 4:52pm PDT Summary: Google's Street View service is
heading indoors, collecting images of businesses and other public spaces, in a further bid to 'map the
world'. Google, in a bid to map the world even further, ...
Related Articles »
Google takes another shot at the TV market
Reuters India
Slideshow The Google logo is seen on a door at the company's office in Tel Aviv January 26, 2011.
By Alexei Oreskovic SAN FRANCISCO (Reuters) - Google Inc is making another push to bring its
Web savvy to television sets, hoping to tap into a vast new ...
Related Articles »
HALLOWEEN GOOGLE DOODLE: Time-lapse video of carved 'Google' pumpkins ...
Washington Post (blog)
By Michael Cavna In some countries, Google is reportedly celebrating Halloween on Monday with a
very entertaining time-lapse video short. The “Google Doodle” on the company's home search page
features artists who carve their way into the global digital ...
Related Articles »
A Google-a-Day Puzzle for Monday, Oct. 31
Wired News
By Ken Denmead Our good friends at Google run a daily puzzle challenge and asked us to help get
them out to the geeky masses. Each day's puzzle will task your googling skills a little more, leading
you to Google mastery. ...

powered by
Hang Zou Bridge

Informasi penting tentang Software Teknik Sipil


 1. Federal Emergency Management Agency (FEMA)
 2. Geotechnical Software, ENSOFT, INC.
 3. Nonlinear Structural Analysis of Concrete Structures
 4. Federal Highway Administration

Gedung UPN 2 Babarsari, Yogyakarta

Bangunan Indoor Surabaya Sport Center

M. NOER ILHAM
KRT M Noer Ilham Singodimejo Mangku Wanito Udo

Wajah saya menurut anda


Amazon Deals
SPACE FRAME
KAJIAN DESIGN SPACE FRAME SURABAYA SPORT CENTER

Desain struktur atap stadion utama yang telah dirancang oleh kontraktor spesialis space frame yaitu PT.ADHI-REKON.
JO perlu dikaji ulang (assessment), apakah desain struktur telah dilakukan sesuai dengan beberapa ketentuan dan
peraturan yang tertera dalam Standar Nasional Indonesia (SNI). Struktur atap bangunan stadion yang akan ditinjau
ulang ini merupakan model space frame.
Kajian teknis terhadap desain struktur atap ini dilakukan oleh tim tenaga ahli struktur Program Diploma Teknik Sipil FT
UGM yang ditugaskan oleh PT ADHI – REKON. JO. Yang bertindak sebagai ketua tim ahli adalah Ir. M. Noer Ilham,
MT. Hasil dari kaji ulang struktur atap Stadion Utama Surabaya Sport Center / SSC ini berupa rekomendasi terhadap
usulan desain struktur atap yang sudah ada sehingga dapat dipastikan bahwa desain tersebut secara teknis sudah
cukup stabil.
Untuk mengetahui secara detail tentang kajian ini klik tauatan berikut :
Kajian Space Frame Surabaya Sport Center

SNI UNTUK BANGUNAN GEDUNG

Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk bangunan gedung dapat di-down load di sini.

MASA MUDAKU
PERHITUNGAN STRUKTUR GEDUNG BANK BRI ACEH
Analisis struktur bangunan Gedung BRI Kanwil dan Kanca, Banda Aceh dilakukan dengan program
komputer berbasis elemen hingga ( finite element ) untuk berbagai kombinasi pembebanan yang meliputi
beban mati, beban hidup, beban angin, dan beban gempa dengan pemodelan struktur 3-D ( space-frame)
menggunakan Software ETABS. Analisis terhadap beban gempa digunakan cara statik ekivalen maupun
dinamik response spectrum analysis dan time history analysis. Struktur bangunan dirancang mampu
menahan gempa rencana sesuai peraturan yang berlaku yaitu SNI 03-1726-2002 tentang Tatacara
Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Bangunan Gedung. Dalam peraturan ini gempa rencana ditetapkan
mempunyai periode ulang 500 tahun, sehingga probabilitas terjadinya terbatas pada 10 % selama umur
gedung 50 tahun. Berdasarkan pembagian Wilayah Gempa, lokasi bangunan di Banda Aceh, termasuk
wilayah gempa 5 (wilayah dengan intensitas gempa tertinggi kedua setelah wilayah 6) dengan percepatan
puncak batuan dasar 0,25.g (g = percepatan grafitasi = 9,81 m/det 2).. Konsep perancangan konstruksi
didasarkan pada analisis kekuatan batas (ultimate-strength) yang mempunyai daktilitas cukup untuk
menyerap energi gempa sesuai peraturan yang berlaku.

Model Struktur Gedung Bank BRI Aceh

PERATURAN DAN STANDAR PERENCANAAN


1. Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung (SNI 03-2847-1992).
2. Tata Cara Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung (SNI 03-1727-1989-F).
3. Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Bangunan Gedung (SNI 03-1726-2002).
4. Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia, 1981 (PUBI-81).

BAHAN STRUKTUR
1. Beton
Untuk struktur kolom, sloof, balok lantai dan plat lantai digunakan beton dengan kuat tekan beton yang
disyaratkan, fc’ = 25 MPa (setara dengan beton K-300). Modulus elastis beton, Ec = 4700.fc’ =
2,35.104 MPa = 2,35.107 kN/m2. Angka poison,  = 0,20. Modulus geser, G = Ec/ [ 2.( 1 +  ) ] =
0,98.107 kN/m2.
2. Baja Tulangan
Untuk baja tulangan dengan  > 12 mm digunakan baja tulangan ulir BJTD 40 dengan tegangan leleh
baja, fy = 400 MPa. Untuk baja tulangan dengan   12 mm digunakan baja tulangan polos BJTP 24
dengan tegangan leleh baja, fy = 240 MPa. Modulus elastis baja, Es = 2,1.105 MPa.
3. Baja Profil
Mutu baja profil yang digunakan untuk struktur baja harus memenuhi persyaratan setara dengan BJ-37.

JENIS BEBAN
1. Beban mati (Dead load)
Beban mati yang merupakan berat sendiri konstruksi (specific gravity) menurut Tata Cara Perencanaan
Pembebanan untuk Rumah dan Gedung (SNI 03-1727-1989-F), adalah seperti table berikut :
No Konstruksi Berat Satuan
1 Baja 7850 kg/m3
1 Beton bertulang 2400 kg/m3
2 Beton 2200 kg/m3
3 Dinding pas bata ½ bt 250 kg/m2
4 Dinding pas bata 1 bt 450 kg/m2
5 Curtain wall+rangka 60 kg/m2
6 Cladding + rangka 20 kg/m2
7 Pasangan batu kali 2200 kg/m3
8 Finishing lantai (tegel) 2200 kg/m3
9 Plafon+penggantung 20 kg/m2
10 Mortar 2200 kg/m3
11 Tanah, Pasir 1700 kg/m3
12 Air 1000 kg/m3
13 Kayu 900 kg/m3
14 Baja 7850 kg/m3
15 Aspal 1400 kg/m3
16 Instalasi plumbing 50 kg/m2

2. Beban hidup (Live load)


Beban hidup yang bekerja pada lantai bangunan Tata Cara Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan
Gedung (SNI 03-1727-1989-F), adalah seperti tabel berikut :
No Lantai bangunan Beban Satuan
hidup
1 Hall,coridor,balcony 300 kg/m2
2 Tangga dan bordes 400 kg/m2
4 Lantai bangunan 250 kg/m2
5 Lantai atap bangunan 100 kg/m2
3. Beban gempa (Earthquake)
Beban gempa dihitung berdasarkan Tatacara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Bangunan Gedung
(SNI 03-1726-2002) dengan 2 metode yaitu cara statik dan dinamik. Dari hasil analisis kedua cara tersebut
diambil kondisi yang memberikan nilai gaya atau momen terbesar sebagai dasar perencanaan.
a. Metode Statik Ekivalent
Gaya geser dasar nominal pada struktur akibat gempa dihitung dengan rumus sebagai berikut :
V = C . I / R .W t
Dengan, C= nilai faktor response gempa, yang ditentukan berdasarkan wilayah gempa (Gambar 1),
kondisi tanah dan waktu getar alami.
Wilayah gempa : zone 5.
Kondisi tanah : lunak
Waktu getar alami gedung, T = 0,68 deitk < .n = 0,16.6 = 0,96 detik. Untuk T = 0,68 detik, dari kurva
diperoleh : C = 0,85. R = faktor reduksi gempa representatif. Untuk taraf kinerja struktur gedung daktail
parsial, maka : Faktor daktilitas,  = 4. Ditetapkan kuat lebih beban dan bahan yang terkandung di dalam
struktur : f1 = 1,6. Maka : R = .f1 = 4.1,6 = 6,4.
Fi = gaya horisontal pada masing-masing taraf lantai
I = faktor keutamaan (diambil, I = 1)
W t = jumlah beban mati dan beban hidup yang direduksi yang bekerja di atas taraf penjepitan lateral. Faktor
redukdiambil = 0,5
Koefisien gempa rencana = C . I / R = 0,85.1/ 6,4 = 0,13. Analisis statik dilakukan dengan meninjau secara
bersamaan 100% gempa arah X dan 30% gempa arah Y, dan sebaliknya.

b. Metode Dinamik Response Spectrum


1) Besar beban gempa ditentukan oleh percepatan gempa rencana dan massa total struktur. Massa
total struktur terdiri dari berat sendiri struktur dan beban hidup yang dikalikan dengan faktor reduksi 0,5.
2) Percepatan gempa diambil dari data zone 5 Peta Wilayah Gempa Indonesia menurut Tatacara
Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Bangunan Gedung (SNI 03-1726-2002) dengan memakai spektrum
respons yang nilai ordinatnya dikalikan dengan koreksi I/R = 1/6,4 seperti tabel di bawah. Percepatan
grafitasi diambil, g = 981 cm/det2.
Tabel 1. Nilai spectrum terkoreksi

Waktu getar Nilai Nilai


(detik) spectrum spectrumterkoreksi
0.0 0.32 0.05
0.2 0.83 0.13
0.6 0.83 0.13
1.0 0.50 0.08
1.5 0.33 0.05
2.0 0.25 0.04
2.5 0.20 0.03
3.0 0.17 0.02
3) Analisis dinamik dilakukan dengan metode superposisi spectrum response. dengan mengambil
response maksimum dari 4 arah gempa, yaitu 0, 45, 90, dan 135 derajat.
4) Digunakan number eigen NE = 3 dengan mass partisipation factor  90 % dengan kombinasi
dinamis (CQC methode)
3) Karena hasil dari analisis spectrum response selalu bersifat positif (hasil akar), maka perlu faktor +1
dan –1 untuk mengkombinasikan dengan response statik.
c. Metode Time History Analysis
Analisis dinamik linier riwayat waktu (time history) sangat cocok digunakan untuk analisis struktur yang
tidak beraturan terhadap pengaruh gempa rencana. Mengingat gerakan tanah akibat gempa di suatu lokasi
sulit diperkirakan dengan tepat, maka sebagai input gempa dapat didekati dengan gerakan tanah yang
disimulasikan. Dalam analisis ini digunakan hasil rekaman akselerogram gempa sebagai input data
percepatan gerakan tanah akibat gempa. Rekaman gerakan tanah akibat gempa diambil dari akselerogram
gempa El-Centro N-S yang direkam pada tanggal 15 Mei 1940. Dalam analisis ini redaman struktur yang
harus diperhitungkan dapat dianggap 5% dari redaman kritisnya. Faktor skala yang digunakan = g x I/R
dengan g = percepatan grafitasi (g = 981 cm/det2).
4. Beban Angin
Beban angin minimum pada bangunan yang terletak cukup jauh dari tepi laut dihitung berdasarkan
kecepatan angin 20 m/detik pada ketinggian 10 m di atas permukaan tanah dengan rumus : P = V 2/16
P = tekanan tiup angin (kg/m 2)
V = kecepatan angin (m/det)
Tabel 2. Beban angin dasar

Beban angin
Ketinggian dari
dasar
muka tanah
(kg/m2)
0 m – 10 m 25
10,1 m – 20 m 35
20,1 m – 30 m 43
30,1 m – 50 m 56
50,1 m – 70 m 66
70,1 m – 100 m 79
Beban angin tersebut harus dikalikan dengan koefisien tekanan angin sesuai ketentuan Tata Cara
Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung (SNI 03-1727-1989-F).

Spectrum gempa wilayah 5

Wilayah gempa di Indonesia

KOMBINASI PEMBEBANAN
Semua komponen struktur dirancang memiliki kekuatan minimal sebesar kekuatan yang dihitung
berdasarkan kombinasi beban sbb. :
1) Kombinasi 1,4.D
2) Kombinasi 1,2.D + 1,6.L
3) Kombinasi 1,2.D + Lr ± E
4) Kombinasi 0,9.D + E
5) Kombinasi 0,9.D + 1,2.L + 1,2.W
6) Kombinasi 0,9.D + 1,3.W
Dengan :
D = beban mati (Dead load)
L = beban hidup (Live load)
Lr = beban hidup yang direduksi.
E = beban gempa (Earthquake)
W = beban angin (Wind)

Model Struktur Gedung Bank BRI-Aceh

PROSEDUR PERHITUNGAN STRUKTUR


A. Lakukan Analisis Struktur Dinamik Response Spectrum
1. Tentukan foundamental periode untuk arah x dan y.
2. Hitung gaya geser dasar statik untuk arah x dan y berdasarkan step 1, dengan V = C.I/R.W t
3. Hitung faktor skala untuk masing-masing arah x dan y.
4. Perbesar gaya geser tingkat dinamik dengan faktor skala yang relevan kemudian hitung berdasarkan
prinsip statik, besar gaya statik setiap level lantai-i, Fi. Nilai Fi ini dihitung berdasarkan gaya geser tingkat
dinamik.

B. Lakukan Analisis Struktur Statik Ekivalen dengan rotasi horisontal dikekang (NSD=3).
1. Lakukan analisis struktur statik ekivalen dengan beban Fi dari step A.4. Dari hasil analisis diperoleh :
Gaya geser tingkat k, Vkx,y = s.Fx,y dan momen puntir tingkat terhadap koordinat local frame Mkx,y.
2. Hitung pusat rotasi struktur tingkat (pusat gaya geser) :
xr' = Mkx / Vkx
yr' = Mky / Vky
3. Hitung pusat rotasi lantai :
xr = (Mkx,i+1 - Mkx,i)/Fx
yr = (Mky,i+1 - Mky,i)/Fy
Fx,y = beban lateral gempa arah x dan y.
xm, ym = koordinat pusat massa lantai ke-i.
4. Hitung eksentrisitas lantai ke-i
edx1 = a.et1x + b.B edy1 = a.et1y + b.B
edy2 = a.et2x + b.B edy2 = a.et2y + b.B
dimana menurut peraturan :
Untuk et1 > 0,3.B a = 1,5 b = 0,05
a= 1,0 b = -0,05
Untuk et2 < 0,3.B a = 1,0 b = 0,10
a = 1,0 b = -0,10
5. Hitung lokasi pusat massa yang baru :
xm' = xr + ed
ym' = yr + ed
Ini yang di INPUT pada ETABS sebagai titik tangkap F.
6. Koreksi file data untuk ETABS meliputi lokasi pusat massa teoritis digeser letaknya terhadap pusat rotasi.
Buka kekangan rotasi di blok 1 (NSD=0).
C. Lakukan analisis struktur dengan data ETABS yang telah diperbarui yang meliputi perubahan lokasi
titik tangkap gaya Fi dan kekangan rotasi dibuka.

ANALISIS STRUKTUR GEDUNG DENGAN ETABS V9.2.0


Untuk bentuk struktur gedung yang tidak beraturan, maka analisis struktur terhadap
beban gempa selain digunakan cara statik ekivalen dengan memperhitungkan
eksentrisitas gedung, juga perlu dilakukan analisis dinamik dengan metode Response
Spectrum Analysis dan metode Time History Analysis.
Klik tautan berikut ini untuk melihat prinsip ANALISIS STRUKTUR GEDUNG DENGAN
SOFTWARE ETABS V9.2.0.

SNI UNTUK ANALISIS STRUKTUR GEDUNG


 PPURG-1987 : Pedoman Perencanaan Pembebanan Rumah Untuk Gedung
 SNI 03-1726-2002 : Standar Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan
Gedung
 SNI 03-1729-2002 : Tata Cara Perencanaan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung
 SNI 03-2847-2002 : Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung
 SNI Untuk Struktur Kayu

SNI UNTUK BANGUNAN GEDUNG


 SNI 2008 : Material, Biaya dan Komponen
 SNI 1740-2008 Cara uji bakar bahan bangunan untuk pencegahan bahaya kebakaran pada
bahaya bangunan rumah dan gedung
 SNI 1741-2008 Cara uji ketahanan api komponen struktur bangunan
 SNI 2411-2008 Tata cara pengecatan kayu untuk rumah dan gedung
 SNI 2547-2008 Spesifikasi Meter Air
 SNI 2835-2008 Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan tanah
 SNI 2836-2008 Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan pondasi
 SNI 2837-2008 Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan plesteran
 SNI 2839-2008 Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan dinding
 SNI 3417-2008 Tata cara penentuan posisi titik perum menggunakan alat sipat ruang
 SNI 3434-2008 Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaaan kayu
 SNI 6897-2008 Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan dinding untuk konstruksi
bangunan gedung dan perumahan
 SNI 1972-2008 Cara uji slump beton
 SNI 1973-2008 Cara uji berat isi, volume produksi campuran dan kadar udara beton
 SNI 2458-2008 Tata cara pengambilan contoh uji beton segar
 SNI 2496-2008 Spesifikasi bahan tambahan pembentuk gelembung udara untuk beton
 SNI 3402-2008 Cara uji berat isi beton ringan structural
 SNI 3419-2008 Cara Uji Abrasi Beton di Lab
 SNI 4156-2008 Cara uji bliding pada beton segar
 SNI 4817-2008 Spesifikasi lembaran bahan penutup untuk perawatan beton
 SNI 6369-2008 Tata cara pembuatan kaping untuk benda uji silinder beton

LITERATURE
 ACI-318-08 : Building Codes Requirements for Structural Concrete and Commentary
 UBC-88 : Uniform Building Code
 ATC-40

Daftar Blog Saya



mnoerilham-03
1 minggu yang lalu

mnoerilham-01
3 bulan yang lalu

mnoerilham-02
1 tahun yang lalu

Event
Facebook-2
Cahaya Petunjuk | Buat Lencana Anda

DAFTAR BLOG YANG LAIN


 mnoerilham-02
 mnoerilham-03

STRUKTUR BAJA - 1 MASA L

MASA R
Renung
Sukses itu sede
sukses tidak ad
sukses itu tidak
Waringin / The
ANDA !!
karena kesukse

Bagaimana And
membuahi 1 ov
bisa lahir denga
itulah kesukses
Ketika Anda ke
di saat tiap men
SPP,
itulah sukses A
Ketika Anda bis
di saat 46 juta o
itulah kesukses
Ketika Anda ma
di saat ada 3 ju
itulah kesukses

STRUKTUR BAJA - 2 Sukses terjadi s


Namun Anda tid

Saya sangat te
yg dibintangi Ad
"Family Comes
dia meninggal..
kesuksesan,
ia sampai tidak
bahkan tidak se
keluarga nya pu
anaknya jadi ng

Sukses selalu d
terus2an jadi be
dan sukar didap
Sukses tidak m
pensiun muda,
punya istri cant
Tapi buat saya
saya rasa suks
Sukses adalah
STRUKTUR BAJA - 3 mengerjakan ap
Sukses sejati a
Tuhan, sukses
detik kehidupan
sepenuhnya,
sedangkan pad
setelah itu Anda
lagi.
Sukses sejati a
menipu, apalag
Sukses itu tidak
tidak lagi meng
sukses sejati ad
dan
kekurangan An

Saya berani be
seperti roda pe
cuma mampu m
nasi setengah+
nikmatnya mak
STRUKTUR BAJA - 4 dibandingkan k

Saya pernah tid


kehujanan, & p
koq bisa sama
5 di Jakarta,

Saya dulu, pula


40
km, pakai baju
sekolah selalu m
sama saja enak
nyampe juga te

Saya pernah di
ruang auditoriu
mendengarkan
Thiel-nya untuk
disuruh ngeden
sekali, suara de
kok setengah ja
nikmatnya men
FOTO STRUKTUR BAJA cuma Simbadd
Pernahkah And
barang dengan
membeli rumah
malam utk baya
selama 3 tahun
waktu Anda, An
penawar terting
pulsa telepon d

Aset terbesar A
sendiri,
Itu sebabnya m
orang bodoh....
mau membeli w
Kiyosaki bicara
harga 2 jam sem

Itu sebabnya ke
Jordan sebesar
Suatu produk b
merknya, tapi k

Itu sebabnya bo
bisa terjual 80 j
sama, bila kita
Ternyata baran
penghargaan m
tidak mengerti T
ada sebuah buk
buat dia tidak le
makanan.
Rokok, walaupu
perokok seperti
sekalipun. Ha,..

Hidup ini kok lu


jauh,
mungkin kita m
segenap tenaga
pantulan sinar m
Rockeveller seo
perusahaan da
penyakit kanke
bahagia saat itu
bisa menyembu
mampu hidup 5
Sedang di Ngay
mbah Suro nam
sangat miskin.
ditanya apakah
Tapi, jawaban m
bosan hidup di
150 th itu bisa d
dengan harga y
akan direlakan

Orang rindu aka


hilanglah kerind
ada di tangan.
baru, setelah bi
sepeda motor t
bosan. Semoga
He,..he,....... (Is

Lucu bila setela


mengejar fatam
sangat berharg
Anda, memeluk
kepada org2 ya
Lakukanlah ini
sempat, Anda t
mungkin besok
LIFE is so SHO
Luangkan lebih
entah itu berma
minum kopi, ma
atau berkaraok
Enjoy Ur Life, L
Yogyakarta, 30
M. Noer Ilham (
Kunjun

mnoerilham
1 minggu yang l

mnoerilham
3 bulan yang lal

mnoerilham
1 tahun yang lal

PERHITUNGAN STRUKTUR BAJA DENGAN


MICROSOFT EXCEL
Dalam perencanaan struktur baja harus dipenuhi syarat-syarat antara lain sebagai berikut :
1. Analisis struktur harus dilakukan dengan cara-cara mekanika teknik yang baku.
2. Analisis dengan komputer harus memberitahukan prinsip cara kerja program dan harus
ditujukkan dengan jelas data masukan serta penjelasan data keluarannya.
Pehitungan struktur baja untuk bangunan gedung ini mengacu pada SNI 03-1729-2002 tentang Tata
Cara Perencanaan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung. Untuk melakukan kontrol terhadap
dimensi elemen struktur baja suatu bangunan gedung yang dihitung dengan Program SAP2000 atau
ETABS dapat dilakukan dengan menggunakan Microsoft Excel. Perhitungan ini meliputi analisis
kekuatan elemen struktur balok (beam), kolom (column), balok-kolom (beam-column), sambungan
(connection), tumpuan (bearing), dll. Perhitungan dilakukan dengan bantuan Microsoft Excel
sehingga mudah dilakukan dengan cara trial dan error dalam menentukan dimensi elemen struktu
baja yang efisien tetapi memenuhi syarat kekuatan dan kekakuan sesuai peraturan yang berlaku.
Contoh perhitungan struktur baja dalam format file Excel tersebut dapat di-down load melalui
tautan berikut di bawah ini.

DOWN LOAD FILE EXCEL UNTUK PERHITUNGAN


STRUKTUR BAJA
 Perhitungan Balok
 Perhitungan Kolom
 Perhitungan Balok-Kolom (Beam-Column)
 Perhitungan Sambungan dan Base Plat
 Perhitungan Gording, Tracktank, Bracing
FOTO STRUKTUR BETON
PERHITUNGAN STRUKTUR BETON UNTUK
BANGUNAN GEDUNG
Dalam perencanaan struktur beton bertulang diperlukan analisis yang akurat untuk mendapatkan
hasil perencanaan yang optimal dan memenuhi syarat ditinjau dari segi struktur yang aman dan
ekonomis. Perhitungan struktur beton untuk bangunan gedung dapat dilakukan dengan
menggunakan Microsoft Excel. Perhitungan ini meliputi :
1. Perencanaan kolom dengan Diagram Intreaksi,
2. Analisis kekuatan kolom tampang empat persegi,
3. Analisis kekuatan kolom tampang lingkaran,
4. Perhitungan balok dan plat lantai,
5. Perhitungan fondasi footplat dan fondasi tiang.
Perhitungan tersebut didasarkan pada SNI 03-2847-1992 tentang Tata Cara Penghitungan Struktur
Beton Untuk Bangunan Gedung. File perhitungan dalam format Excel, dapat di-down load melalui
tautan berikut di bawah ini.

DOWN LOAD FILE EXCEL UNTUK PERHITUNGAN


STRUKTUR BETON
 Perencanaan Kolom Dengan Diagram Interaksi
 Analisis Kekuatan Kolom Tampat Empat Persegi
 Analisis Kekuatan Kolom Tampang Lingkaran
 Perhitungan Balok dan Plat Lantai
 Perhitungan Fondasi Footplat dan Fondasi Tiang
[C]2010 : MNI-EC. Template Picture Window. Gambar template oleh 5ugarless. Diberdayakan
oleh Blogger.
Diposting 31st October 2011 oleh menic EL jannati
Label: SIPIL UM

0
Tambahkan komentar

education

 Klasik

 Kartu Lipat

 Majalah

 Mozaik

 Bilah Sisi

 Cuplikan

 Kronologis
MAR
14

PERHITUNGAN IKATAN ANGIN


IKATAN ANGIN

tang a

5 x 2.66

Perhitungan Ikatan Angin

(PPI ' 83 pasal 4.3 tabel 4.1) W angin = 25 kg/m2

a. Koefisien di pihak angin (angin tekan)

C= 0.02 a - 0.4 …Tabel 4.1 koefisien angin tertutup

0.02 25 - 0.4 = 0 b.

JAN
26

KATA-KATA MUTIARA CINTA KAHLIL GIBRAN


Kumpulan Kata-Kata Mutiara Cinta Kahlil Gibran

Ditulis pada 12 December 2009

Kumpulan Kata-Kata Mutiara Cinta Kahlil Gibran. Siapa yang tak kenal Kahlil Gibran? Salah seorang
pujangga kenamaan yang karya dan kata-katanya hingga kini masih dicari oleh jutaan remaja dan
dewasa yang sedang dilanda cinta. Kahlil sendiri adalah seorang Lebanon yang pernah hidup di Amerika.
Karya-karyanya sangat terpengaruh oleh dua negara ini.

OCT
20

Serba Serbi Sipil dan Lainnya: KREASI BENTUK TANGGA ...


Serba Serbi Sipil dan Lainnya: KREASI BENTUK TANGGA ...: Ne kreasi bentuk - bentuk tangga ,,,yang
mungkin bisa jadi referensi kalian saat merancang rumah idaman,,, 1. Tangga Spiral T...

OCT
7

www.andykasipil.blogspot.com - BLOGNYA ORANG TEKNIK SIPIL: Perhitungan


Struktur Dengan Sofware SANSPRO
www.andykasipil.blogspot.com - BLOGNYA ORANG TEKNIK SIPIL: Perhitungan Struktur Dengan
Sofware SANSPRO: Dewasa ini sudah sangat banyak bertebaran program-program komputer
rekayasa teknik yang bisa dijumpai di internet maupun offline, baik ...

AUG
5

Modul pembelajaran SMK: Teknik Menggambar


Modul pembelajaran SMK: Teknik Menggambar: Uraian materi I 1) Memahami Fungsi Gambar dan
Standar Gambar Teknik. a) Fungsi Gambar Gambar merupakan sebuah alat untuk menya...

AUG
4

HAnya Sekedar Tugas: gambar teknik


HAnya Sekedar Tugas: gambar teknik: Gambar Teknik Gambar teknik adalah gambar yang dibuat
dengan menggunakan cara-cara, ketentuan-ketentuan, aturan-aturan yang telah disep...

JUL
30

Inspirasi Arsitektur
perkembangan teknologi di dunia sipil dan arsitektur sangatlah pesat..

JUL
12

PEMERINTAH KABUPATEN MALANG

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

SMK NEGERI 1 SINGOSARI

(Sekolah Bertaraf Internasional)

Jalan Raya Mondoroko no. 3 Singosari Telp. 458138 Fax.


JUN
28

Praktik Industri Di Univ. Islam Malang


Alhamd,,

Sukron pak Widodo,, sudah baik kpd sya n teman2 sekelompok untuk bisa menimba pengetahuan, ilmu
dan pengalaman dunia sipil khususx pengelolaan dan pelaksanaan proyek,,,

JUN
13

Dokumentasi Praktik Industri Di UNISMA


Alhamdulillah ya Allah

aku dan teman2 sudah menjalani praktik industri di Univ. Islam Malang selama 1 bulan.

senang bisa bertemu dan belajar di proyek.

mb Ifa sebagai pengawas yang selalu memberikan wawasan mengenai dunia kerja dan pengalaman
beberrapa temannya.

pak yono sebagai pelaksana proyek yang pendiam sehingga aku dan teman2 serba salah dalam
mbertingkah ketika bertemu beliau

pak Tris, mandor kayu yg humoris dan supel.

JUN
13

DESAIN RUMAH

MAY
11

Tankhs To Allah (PG 1)


Alhamdulillah ya Allah........

MAY
1

JEMBATAN BETON BERTULANG


JEMBATAN BALOK T JALAN RAYA

A. Kondisi Perancangan

1. Kondisi Jembatan

Ø Panjang jembatan total : 105 m


Ø Jumlah bentang : 6 buah

Ø Panjang bentang : 17.500 m

Ø Lebar jembatan : 4.320 m

Ø Lebar perkerasan : 3.500 m

Ø Tipe jembatan : Beton bertulang dengan gelagar balok T

Ø Jumlah balok/ gelagar : 2 buah

Ø Panjang bersih gelagar : 16.500 m

2. Spesifikasi Pembebanan

a.
1

APR
23

PEMBEBANAN PORTAL
BAB VI

PEMBEBANAN PORTAL

1. Data perencanaan

Fungsi bangunan : Pertokoan

Mutu beton (fc’) : 26 Mpa

Mutu baja (fy) : 250 Mpa

Tinggi lantai 2 : 415 cm

Beban mati :Beban pelat lantai = 442,2 kg/m²

Beban tembok ½ bata = 250 kg/m²

Beban hidup : Beban pelat lantai = 250 kg/m²

Beban pelat balkon = 300 kg/m2

2. Pembebanan Portal

a.
1

APR
19
P[ERHITUNGAN BALOK ANAK
BAB V

BALOK ANAK

A. Data perencanaan balok anak

· Fungsi bangunan : Pertokoan

· Mutu beton (fc’) : 26 Mpa

· Mutu baja (fy) pelat : 250 Mpa

· Tinggi lantai 2 : 415 cm

· Beban mati : a. Beban pelat lantai = 442,2 kg/m²

b. Beban pelat balkon = 442 kg/m²

c. Beban tembok ½ bata = 250 kg/m²

· Beban hidup : a.
2

APR
5

Sloof Pada Bangunan


FUNGSI SLOOF DAN CARA MENGHITUNG KEBUTUHAN MATERIAL SLOOF

Pada jenis kondisi tanah dan kekerasannya berbeda maka beban yang diterima fondasi tersebut
tentunya juga berbeda-beda. Dalam kondisi tersebut dapat terjadi penurunan pada bangunan yang tidak
merata atau hanya sebagian saja. Maka untuk mengatasi hal tersebut sangat penting untuk dipasang
sloof. Sloof merupakan struktur dari suatu bangunan yang terletak diatas fondasi.

MAR
25

perhitungan plat lantai


BAB III

PERHITUNGAN PLAT

4.1 Data Perencanaan

Gambar. Rencana Pelat Lantai

a. Fungsi bangunan = Toko Serba

b. Jumlah lantai = 2 lantai

c. Tinggi lantai = Lantai 1 : ± 4,15 m dan Lantai 2 : ± 3,95 m


d. Luas bangunan = 35,10m x 14,50 m = 508,95 m2

e. Mutu beton (fc’) = 26 Mpa

f.
2

MAR
19

Teknologi Tepat Guna


TEKNOLOGI TEPAT GUNA

Mentri Negara Riset dan Teknologi

Alat Pengolahan | Budidaya Pertanian | Budidaya Perikanan | Budidaya Peternakan |

Pengelolaan dan Sanitasi | Pengolahan Pangan

TTG - PENGELOLAAN AIR DAN SANITASI

PENJERNIHAN AIR DENGAN CARA PENYARINGAN I

PENDAHULUAN

Kebutuhan akan air bersih di daerah pedesaan dan pinggiran kota untuk air minum, memasak , mencuci
dan sebagiannya harus diperhatikan.

MAR
13

ANALISIS PERANCANGAN BETON


Software Analisis dan Disain Penampang Beton Bertulang Dengan Menggunakan SNI 03-2847-2002

A. RANCANGAN SOFTWARE

Pengembang : Ir. Edi Santoso, MT.

Software ini dibuat untuk membantu mahasiswa dalam mempercepat pemahaman tentang analisis dan
disain penampang beton bertulang. Semua perhitungan yang dipakai pada software ini sudah
menggunakan acuan peraturan beton yang terbaru SNI 03-2847-2002

B.
1

MAR
13

Instalasi Pengolahan Air Limbah


Biji Kelor Mampu Menjernihkan Air Sungai

Author: admin
• Thursday, March 10th, 2011

Tweet Meskipun berwarna coklat karena mengandung partikel-partikel tanah, lumpur bahkan unsur
logam berat karena tercampur rembesan air limbah industri pabrik, air Sungai Mahakam hingga kini
masih tetap menjadi kebanggaan warga Kalimantan Timur, khususnya Kota Samarinda dan Kutai
Kartanegara.













Memuat
Tema Tampilan Dinamis. Diberdayakan oleh Blogger.