Anda di halaman 1dari 14

DEKUBITUS

Masalah yang lazim muncul


1. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan b.d gangguan keseimbangan insulin,
makanan, dan aktivitas jasmani
2. Resiko infeksi b.d destruksi jaringan (pada luka dekubitus)
3. Kerusakan integritas kulit
4. Kerusakan integritas jaringan b.d menurunnya sirkulasi darah ke jaringan factor mekanik
(tekanan eksterna dan gaya tarikan)
5. Nyeri akut b.d destruksi jaringan (luka dekubitus)
6. Gangguan citra tubuh b.d proses penyakit (luka dekubitus)
7. Gangguan rasa nyaman b.d gejala terkait penyakit (tidak nyaman terhadap luka dekubitus)
8. Hambatan mobilitas fisik b.d penurunan kekuatan otot, nyeri pada luka dikubitus
9. Inkontinensia urinarius fungsional b.d kelemahan struktur panggul, inkontinensia susu atau
konstipasi
No Diagnosa Keperawatan Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi
1. Ketidakseimbangan nutrisi NOC NIC
kurang dari kebutuhan tubuh  Nutritional status Nutrition Management
Definisi : Asupan nutrisi tidak  Nutritional Status : food - Kaji adanya alergi
cukup untuk memenuhi and Fluid intake makanan
kebutuhan metabolic  Nutritional Status : nutrient - Kolaborasi dengan ahli
Batasan karakteristik : intake gizi untuk menentukan
 Kram abdomen  Weight control jumlah kalori dan
 Nyeri abdomen Kriteria Hasil nutrisi yang dibutuhkan
 Adanya peningkatan berat pasien
 Menghindari makanan
- Anjurkan pasien untuk
 Berat badan 20% atau lebih badan sesuai dengan
tujuan meningkatkan intake
dibawah berat badan ideal
 Berat badan ideal sesuai Fe
 Kerapuhan kapiler
dengan tinggi badan - Anjurkan pasien untuk
 Diare
 Mampu mengidentifikasi meningkatkan protein
 Kehilangan rambut
kebutuhan nutrisi dan vitamin C
berlebihan
 Tidak ada tanda-tanda - Berikan substansi gula
 Bising usus hiperaktif
malnutrisi - Yakinkan diet yang
 Kurang makanan dimakan mengandung
 Menunjukkan peningkatan
 Kurang informasi tinggi serat untuk
fungsi pengecapan dari
 Kurang minat pada mencegah konstipasi
menelan
makanan - Berikan makanan yang
Tidak terjadi penurunan
 Penurunan berat badan berat badan yang berarti terpilih (sudah
dengan asupan makanan dikonsultasikan
adekuat dengan ahli gizi)
 Kesalahan konsepsi - Ajarkan pasien
 Kesalahan informasi bagaimana membuat
 Membran mukosa pucat catatan makanan
 Ketidakmampuan memakan harian
makanan - Monitor jumlah nutrisi
 Tonus otot menurun dan kandungan kalori
 Mengeluh gangguan - Berikan informasi
sensasi rasa tentang kebutuhan
 Mengeluh asupan makanan nutrisi
kurang dari RDA - Kaji kemampuan
(recommended daily pasien untuk
allowance) mendapatkan nutrisi
 Cepat kenyang setelah yang dibutuhkan
makan
Nutrition Monitoring
 Sariawan rongga mulut - BB pasien dalam batas
 Steatorea normal
 Kelemahan otot pengunyah - Monitor adanya
 Kelemahan otot untuk penurunan berat
menelan badan
Factor-faktor yang - Monitor tipe dan
berhubungan : jumlah aktivitas yang
 Factor biologis biasa dilakukan
 Factor ekonomi - Monitor interaksi anak
 Ketidakmampuan untuk atau orangtua selama
mengabsorbsi nutrient makan
 Ketidakmampuan untuk - Monitor lingkungan
mencerna makanan selama makan
Ketidakmampuan menelan - Jadwalkan pengobatan
makanan dan tindakan tidak
selama jam makan
- Monitor kulit kering
dan perubahan
pigmentasi
- Monitor turgor kulit
- Monitor kekeringan,
rambut kusam, dan
mudah patah
- Monitor mual dan
muntah
- Monitor kadar albumin,
total protein, Hb, dan
kadar Ht
- Monitor pertumbuhan
dan perkembangan
- Monitor pucat,
kemerahan, dan
kekeringan jaringan
konjungtiva
- Monitor kalori dan
intake nutrisi
- Catat adanya edema,
hiperemik, hipertonik
papilla lidah dan
cavitas oral
- Catat jika lidah
berwarns magrnta,
scariet

2. Resiko infeksi NOC NIC


Definisi : Mengalami  Immune Status Infection Control
peningkatan resiko teserang  Knowledge : Infection - Bersihkan lingkungan
organism patogenik control setelah dipakai pasien
lain
Faktor-faktor resiko  Risk control - Pertahankan teknik
 Penyakit kronis Kriteria Hasil : isolasi
- Diabetes mellitus  Klien bebas dari tanda dan - Batasi pengunjung bila
- Obesitas gejala infeksi perlu
 Pengetahuan yang tidak  Mendeskripsikan proses - Instruksikan pada
cukup untk menghindari penularan penyakit, factor pengunjung untuk
mencuci tangan saat
pemanjanan pathogen yang mempengaruhi
berkunjung dan
 Pertahanan tubuh primer penularan serta setelah berkunjung
yang tidak adekuat menatalaksanaannya meninggalkan pasien
- Gangguan peristalsis  Menunjukkan kemampuan - Gunakan sabun
- Kerusakan integritas untuk mencegah timbulnya antimikrobia untuk cuci
kulit infeksi tangan
 Jumlah leukosit dalam - Cuci tangan setiap
- Perubahan sekresi pH sebelum dan sesudah
- Penurunan kerja silliaris batas normal
tindakan keperawatan
- Merokok Menunjukkan perilaku hidup - Gunakan baju, sarung
- Stasis cairan tubuh sehat tangan sebagai alat
- Trauma jaringan pelindung
- Pertahankan
lingkungan aseptic
 Ketidak adekuatan
selama pemasangan
pertahanan sekunder alat
- Penurunan hemoglobin - Ganti letak IV perifer
- Imunosupresi (mis., dan line central dan
imunitas didapat tidak dressing sesuai
adekuat, agen dengan petunjuk
umum
farmaseutikal termasuk
- Gunakan kateter
imunosupresan, intermiten untuk
steroid, antibody, menurunkan infeksi
monoclonal, kandung kencing
imunomudulator) - Tingkatkan intake
- Supresi respon nutrisi
inflamasi - Berikan therapy
 Vaksinasi tidak adekuat antibiotic bila perlu
(proteksi terhadap
 Pemajanan terhadap infeksi)
pathogen lingkungan - Monitor tanda dan
meningkat gejala infeksi sistemik
- Wabah dan lokasi
 Prosedur invasive - Monitor hitung
 Malnutrisi granulosit, WBC
- Monitor kerentanan
terhadap infeksi
- Batasi pengunjung
- Sering pengunjung
terhadap penyakit
menular
- Pertahankan teknik
aspesis pada pasien
yang beresiko
- Pertahankan teknik
isolasi
- Berikan perwatan kulit
pada area epidema
- Inspeksi kulit dan
membrane mukosa
terhadap kemerahan,
panas, drainase
- Inspeksi kondisi
luka/insisi bedah
- Dorong masukkan
nutrisi yang cukup
- Dorong masukan
cairan
- Dorong istirahat
- Instruksikan pasien
untuk minum antibiotic
sesuai resep
- Ajarkan pasien dan
keluarga tanda dan
gejala infeksi
- Ajarkan cara
manghindari infeksi
- Laporkan kecurigaan
infeksi
- Laporkan kultur positif

3. Kerusakan integritas kulit NOC NIC


Definisi :  Tissue Integrity : Skin an Pressure Management
perubahan/gangguan Mucous - Anjurkan pasien untuk
epidermis dan/atau dermis  Membranes menggunakan
Batasan karakteristik :  Hemodyalis akses pakaian yang longgar
 Kerusakan lapisan kulit Kriteria hasil : - Hindari kerutan pada
(dermis)  Integritas kulit yang baik tempat tidur
- Jaga kebersihan kulit
 Gangguan permukaan kulit bisa dipertahankan
agar tetap bersih dan
(epidermis) (sensasi ellastisitas, kering
 Invasi struktur tubuh temperatus, hidrasi, - Mobilisasi pasien
Faktor yang berhubungan : pigmentasi) (ubah posisi pasien)
 Eksternal :  Tidak ada luka/lesi pada setiap 2 jam sekali
- Zat kimia, radiasi kulit - Monitor kulit akan
 Perfusi jaringan baik adanya kemerahan
- Usia yang ekstrem
- Oleskan lotion atau
- Kelembapan  Menunjukkan pemahaman
minyak/baby oil pada
- Hipertermia, dalam proses perbaikan daerah yang tertekan
hipotermia kulit dan mencegah - Monitor aktivitas dan
- Faktor mekanik (mis., terjadinya cedera berulang mobilisasi pasien
gaya gunting (shearing  Mampu melindungi kulit - Monitor status nutrisi
dan mempertahankan pasien
forces)
kelembaban kulit dan - Memandikan pasien
- Medikasi dengan sabun dan air
- Lembab perawatan alami
hangat
- Imobilitasi fisik Insision site care
 Internal - Membersihkan,
- Perubahan status memantau dan
cairan meningkatkan proses
penyembuhan pada
- Perubahan pigmentasi luka yang ditutup
- Perubahan turgor dengan jahitan, klip
- Faktor perkembangan atau straples
- Kondisi - Monitor proses
ketidakseimbangan nutrisi kesembuhan area
(mis., obesitas, emasiasi) insisi
- Monitor tanda dan
- Penurunan
gejala infeksi pada
imunologis area insisi
- Penurunan sirkulasi - Bersihkan area
- Kondisi gangguan sekitar jahitan atau
metabolic staples,
- Gangguan metabolic menggunakan lidi
kapas steril
- Gangguan sensasi
- Gunakan preparat
- Tonjolan tulang antiseptic, sesuai
program
- Ganti balutan pada
interval waktu yang
sesuai atau biarkan
luka tetap terbuka
(tidak dibalut) sesuai
program
- Dialysis Acces
Maintenance

4. Kerusakan integritas jaringan NOC NIC


Definisi : kerusakan jaringan  Tissue integrity : skin and Pressure ulcer
membrane mukosa, kornea, mucous prevention wound care
integument, atau subkutan.  Wound healing : primary - Anjuekan pasien untuk
menggunakan pakaian
Batasan karakteristik and secondary intention yang longgar
 Kerusakan jaringan (mis., - Jaga kulit agar tetap
kornea, membrane Kriteria Hasil bersih dan kering
mukosa, integument atau  Perfusi jaringan normal - Mobilisasi pasien
subkutan)  Tidak ada tanda-tanda setiap 2 jam sekali
 Kerusakan jaringan infeksi - Monitor kulit akan
adanya kemerahan
Factor yang berhubungan  Ketebalan dan tekstur
- Oleskan lotion atau
 Gangguan sirkulasi jaringan normal minyak/baby oil pada
 Iritan zat kimia  Menunjukkan pemahaman daerah yang tertekan
 Deficit cairan dalam proses perbaikan - Monitor aktivitas dan
 Kelebihan cairan kulit dan mencegah mobilisasi pasien
terjadinya cidera berulang - Monitor status nutrisi
 Hambatan mobilitas fisik pasien
Menunjukkan terjadinya
 Kurang pengetahuan - Memandikan pasien
proses penyembuhan luka
 Factor mekanik (tekanan, dengan sabun dan air
dan robekan) hangat
 Factor nutrisi (kekurangan - Observasi luka :
lokasi, dimensi,
atau kelebihan)
kedalaman luka,
 Radiasi jaringan nekrotik,
 Suhu ekstrem tanda-tanda infeksi
local, formasi traktus
- Ajarkan keluarga
tentang luka dan
perawatan luka
- Kolaborasi ahli gizi
pemberian diet (tinggi
kalori tinggi protein)
- Cegah kontaminasi
fese dan urin
- Lakukan tehnik
perawatan luka
dengan steril
- Berikan posisi yang
mengurangi tekanan
pada luka
- Hindari kerusakan
pada tempat tidur

5. Nyeri akut b.d agen injuri NOC NIC


biologis  Pain level Pain Management
Definisi : Pengalaman sensori  Pain control - Lakukan pengkajian
dan emosional yang tidak  Cpmfort level nyeri secara
menyenangkan yang muncul Kriteria Hasil : komprehensif
akibat kerusakan jaringan  Mampu mengontrol nyeri termasuk lokasi,
karakteristik, durasi,
yang actual atau potensial  Melaporkan bahwa nyeri
frekuensi, kualitas dan
atau digambarkan dalam hal berkurang dengan factor presipitasi
kerusakan sedemikian rupa. menggunakan manajemen - Observasi reaksi
Batasan karakteristik : nyeri nonverbal dari
 Perubahan selera makan  Mampu mengenali nyeri ketidaknyamanan
 Perubahan tekanan darah (skala, intensitas, - Gunakan teknik
komunikasi terapeutik
 Perubahan frekuensi frekuensi dan tanda nyeri)
untuk mengetahui
jantung Menyatakan rasa nyaman
pengalaman nyeri
 Perubahan frekuensi setelah nyeri berkurang
pasien
pernapasan - Kaji kultur yang
 Laporan isyarat mempengaruhi respon
 Diaphoresis nyeri
- Evaluasi pengalaman
 Prilaku distraksi (mis., nyeri masa lampau
berjalan mondar mandir - Evaluasi bersama
mencari orang lain dan pasien dan tim
atau aktivitas lain, aktivitas kesehatan lain
yang berulang) tentang
 Mengekspresikan perilaku ketidakefektifan
kontrol nyeri masa
(mis., gelisah, merengek,
lampau
menangis) - Bantu pasien dan
 Sikap melindungi area keluarga untuk
nyeri mencari dan
 Indikasi nyeri yang dapat menemukan
diamati dukungan
- Kontrol lingkungan
 Perubahan posisi untuk yang dapat
menghindari nyeri mempengaruhi nyeri
 Sikap tubuh melindungi seperti suhu ruangan,
 Dilatasi pupil pencahayaan dan
 Melaporkan nyeri secara kebisingan
- Kurangi factor
verbal
presipitasi nyeri
 Gangguan tidur - Pilih dan lakukan
Factor yang berhubungan : penanganan nyeri
 Agen cedera (mis., - Kaji tipe dan sumber
biologis, zat kimia, fisik, nyeri untuk untuk
psikologis) menentukan
intervensi
- Ajarkan tentang teknik
non farmakologi
- Berikan analgetik
untuk mengurangi
nyeri
- Evaluasi keefektifan
kontrol nyeri
- Tingkatkan istirahat
- Kolaborasi dengan
dokter jika ada
keluhan dan tindakan
nyeri tidak berhasil
- Monitor penerimaan
pasien tentang
manajemen nyeri
Analgesic
Administration
- Tentukan lokasi,
karakteristik, kualitas,
dan derajat nyeri
sebelum pemberian
obat
- Cek instruksi dokter
tentang jenis obat,
dan frekuensi
- Cek riwayat alergi
- Pilih analgesic yang
dioerlukan atau
kombinasi dari
analgesic ketika
pemberian lebih dari
satu
- Tentukan pilihan
analgesic tergantung
tipe dan beratnya
nyeri
Tentukan analgesic
pilihan, rute
pemberian, dan dosis
optimal
- Pilih rute pemberian
secara IV, IM untuk
pengobatan nyeri
secara teratur
- Monitor vital sign
sebelum dan sesudah
pemberian analgesic
pertama kali
- Berikan analgesic
tepat waktu terutama
saat nyeri hebat
- Evaluasi efektivitas
analgesic, tanda dan
gejala
6. Gangguan citra tubuh NOC NIC
Definisi : Konfusi dalam  Body image Body image
gambaran mental tentang diri-  Self esteem enhancement
fisik individu Kriteria hasil : - Kaji secara
verbal dan non
Batasan karakteristik :  Body image positif verbal respon
 Perilaku mengenali  Mampu klien terhadap
tubuh individu mengidentifikasi tubuhnya
 Perilaku menghindari kekuatan personal - Monitor frekuensi
tubuh individu  Mendiskripsikan mengkritik dirinya
- Jelaskan tentang
 Perilaku memantau secara factual
pengobatan,
tubuh individu perubahan fungsi
perawatan,
 Respon nonverbal tubuh kemajuan dan
terhadap perubahan Mempertahankan interaksi prognosis
actual pada tubuh sosial penyakit
(mis., penampilan, - Dorong klien
struktur, fungsi) mengungkapkan
perasaannya
 Respon nonverbal - Identifikasi arti
terhadap persepsi pengurangan
perubahan pada tubuh melalui
(mis., penampilan, pemakaian alat
struktur, fungsi) bantu
 Mengungkapkan - Fasilitasi kontak
dengan individu
perasaan yang lain dalam
mencerminkan kelompok kecil
perubahan pandangan
tentang tubuh individu
(mis., penampilan,
struktur, fungsi)
 Mengungkapkan
persepsi yang
mencerminkan
perubahan individu
dalam penampilan
Objektif
 Perubahan actual pada
fungsi
 Perubahan actual pada
struktur
 Perilaku mengenali
tubuh individu
 Perilaku memantau
tubuh individu
 Perubahan dalam
kemampuan
memperkirakan
hubungan special
tubuh terhadap
lingkungan
 Perubahan dalam
keterlibatan social
 Perluasan batasan
tubuh untuk
menggabungkan objek
lingkungan
 Secara sengaja
menyembunyikan
bagian tubuh
 Secara sengaja
menonjolkan bagian
tubuh
 Kehilangan bagian
tubuh
 Tidak melihat bagian
tubuh
 Tidak menyentuh
bagian tubuh
 Trauma pada bagian
yang tidak berfungsi
 Secara tidak sengaja
menonjolkan bagian
tubuh
Subjektif
 Depersonalisasi
kehilangan melalui
kata ganti yang netral
 Depersonalisasi
bagian melalui kata
ganti yang netral
 Penekanan pada
kekuatan yang tersisa
 Ketakutan terhadap
reaksi orang lain
 Focus pada
penampilan masa lalu
 Perasaan negative
tentang sesuatu
 Personalisasi
kehilangan dengan
menyebutkannya
 Focus perubahan
 Focus pada kehilangn
 Menolak memverifikasi
perubahan actual
 Mengungkapkan
perubahan gaya hidup
Faktor yang berhubungan :
 Biofisik, kognitif
 Budaya, Tahap
perkembangan
 Penyakit, Cedera
 Perceptual,
Psikososial, Spiritual
 Pembedahan, Trauma
 Terapi penyakit

7. Gangguan rasa nyaman NOC NIC


Definisi : Merasa kurang  Ansiety Anxiety Reduction
senang, lega, dan sempurna  Fear Leavel (penurunan
dalam dimensi fisik,  Sleep Deprivation kecemasan)
psikospiritual, lingkungan dan  Cpmfort, Readiness for - Gunakan pendekatan
social Enchanced yang menenangkan
Batasan karakteristik : Kriteria Hasil : - Nyatakan dengan jelas
 Ansietas  Mampu mengontrol harapan terhadap
 Menangis kecemasan pelaku pasien
 Gangguan pola tidur  Status lingkungan yang - Jelaskan semua
 Ketidakmampuan untuk nyaman prosedur dan apa
rileks  Mengontrol nyeri yang dirasakan
 Iritabilitas  Kualitas tidur dan istirahat selama prosedur
 Merintih yang adekuat - Pahami prespektif
 Melaporkan merasa dingin  Agresi pengendalian diri pasien terhadap status
 Control gejala stres
 Melaporkan merasa panas
 Status kenyamanan - Dorong keluarga untuk
 Melaporkan perasaan tidak
meningkat menemani anak
nyaman
 Dapat mengontrol - Temani pasien untuk
 Melaporkan gejala distress
ketakutan memberikan
 Melaporkan rasa lapar
 Support social keamanan dan
 Melaporkan rasa gatal
 Keinginan untuk hidup mengurangi takut
 Melaporkan kurang puas
- Lakukan back/neck
dengan keadaan
 Melaporkan kurang puas rub
dengan keadaan - Dengarkan dengan
 Melaporkan kurang senang penuh perhatian
dengan siruasi tersebut - Identifikasi tingkat
 Gelisah kecemasan
 Berkeluh kesah - Bantu pasien
Factor yang berhubungan : mengenal situasi yang
 Gejala terkait penyakit menimbulkan
 Sumber yang tidak adekuat kecemasan
 Kurang pengendalian - Dorong pasien untuk
lingkungan mengungkapkan
 Kurang privasi perasaan, ketakutan,
persepsi
 Kurang control situasional
- Instruksikan pasien
 Stimulasi lingkugan yang
menggunakan teknik
mengganggu
relaksasi
 Efek samping terkait terapi
- Berikan obat untuk
(mis., medikasi, radiasi)
mengurangi
Stimulasi lingkungan yang
mengganggu kecemasan
Environment
Management Confort
pain Management

8. Hambatan mobilitas fisik NOC NIC


Definisi : keterbatasan pada  Join Movement : Exercise therapy :
pergerakan fisik tubuh atau Active ambulation
satu atau lebih ekstremitas  Mobility Level - Monitoring vital
secara mandiri dan terarah  Self care : ADLs sign
Batasan karakteristik :  Transfer performance sebelum/sesudah
 Penurunan waktu Kriteria hasil latihan dan lihat
reaksi  Klien meningkat dalam respon pasien
 Kesulitan membolak- aktivitas fisik saat latihan
balik posisi  Mengerti tujuan dari - Konsultasikan
 Melakukan aktivitas peningkatan mobilitas dengan terapi
lain sebagai pengganti  Memverbalisasikan fisik tentang
pergerakan (mis., perasaan dalam rencana
meningkatkan meningkatkan ambulasi sesuai
perhatian pada kekuatan dan dengan
aktivitas orang lain, kemampuan kebutuhan
mengendalikan berpindah - Bantu klien untuk
perilaku, focus pada  Memperagakan menggunakan
ketuna penggunaan alat tongkat saat
dayaan/aktivitas  Bantu untuk mobilisasi berjalan dan
sebelum sakit) (walker) cegah terhadap
 Dispnea setelah cedera
beraktivitas - Ajarkan pasien
 Perubahan cara atau tenaga
kesehatan lain
berjalan tentang tehnik
 Gerakan bergetar ambulasi
 Keterbatasan - Kaji kemampuan
kemampuan pasien dalam
melakukan mobilisasi
keterampilan motorik - Latih pasien
halus dalam
 Keterbatasan pemenuhan
kemampuan kebutuhan ADLs
melakukan secara mandiri
keterampilan motorik sesuai
kasar kemampuan
 Keterbatasan rentang - Damping dan
pergerakan sendi bantu pasien
 Tremor akibat saat mobilisasi
pergerakan dan bantu penuhi
 Ketidakstabilan postur kebutuhan ADLs
pasien
- Berikan alat
bantu jika klien
memerlukan
- Ajarkan pasien
bagaimana
merubah posisi
dan berikan
bantuan jika
diperlukan
9. Inkontinensia urinarius NOC NIC
fungsional  Perawatan diri : Eliminasi Self Care assisfance :
Definisi : Ketidakmampuan (toileting) toileting
Manajement Eliminasi
individu yang biasanya  Kontinensia urine
Urine.
kontinen untuk mencapai toilet  Eliminasi urine - Monitor eliminasi
tepat waktu untuk Kriteria hasil : urin, frekuensi,
menghindari kehilangan urine  Mengidentifikasi keinginan konsistensi, bau,
tanpa disengaja berkemih volume, dan
Batasan karakteristik :  Berespon tepat waktu warna jika
terhadap dorongan diperlukan
 Mampu
berkemih - Monitor tanda
mengosongkan  Mencapai toilet antara dan gejala
kandung kemih waktu dorongan berkemih retensi urin
Dengan komplit jumlah dan pengeluaran urine - Identifikasi factor
waktu yang diperlukan  Melakukan eliminasi yang
untuk mencapai toilet secara mandiri menyebabkan
melebihi lama waktu  Mengosongkan kandung episode
kemih secara tuntas inkontinensia
antara merasakan  Mengkonsumsi cairan - Kumpulkan
dorongan untuk kemih dalam jumlah adekuat specimen urin
dan tidak dapat  Urine residu pasca tengah untuk
mengontrol berkemih berkemih >100-200 ml pemeriksaan
 Tidak terjadi hematuri, urinalisis, jika
 Mengeluarkan urine dan partikel pada urine diperlukan
sebelum mencapai  Tidak ada rasa sakit pada - Ajarkan pasien
toilet saat berkemih tentang tanda
dan gejala infeksi
 Mungkin inkontinensia
saluran kemih
hanya pada dinihari - Ajarkan pasien
 Merasakan perlunya dan keluarga
untuk berkemih untuk mencatat
Faktor yang berhubungan : haluaran dan
 Faktor lingkungan pola urine, jika
diperlukan
yang berubah
- Batasi cairan
 Gangguan kognisi sesuai kebutuhan
 Gangguan penglihatan Perawatan
 Keterbatasan Inkontinensia Urin
neuromuscular - Identifikasi
multifactor yang
 Faktor psikologis
menyebabkan
Kelemahan struktur panggul inkontinensia
pendukung (produksi urin,
pola berkemih,
fungsi kognitif,
masalah
berkemih yang
dialami, dan
pengobatan)
- Anjurkan pasien
untuk minum
minimum 1500 cc
per hari
- Sediakan
ruangan yang
tenang da privasi
untuk prosedur
eliminasi
- Tetapkan interval
jadwal eliminasi
dengan rutinitas
yang dilakukan
setiap hari
Kurangi konsumsi
yang menyebabkan
iritasi pada bladder
(seperti minuman
bersoda, the, kopi, dan
cokelat