Anda di halaman 1dari 40

Perbedaan -Perbedaan Pasar

No Perbedaan Bentuk Pasar Persaingan Tidak Sempurna


Pasar monopoli Pasar monopolistik Pasar monopsoni Pasar oligopoli Pasar persaingan sempurna
1 Pengertian Bentuk pasar yang hanya Bentuk pasar yang terdapat Pasar yang dikuasai satu Bentuk pasar yang terdapat Jenis pasar persaingan
terdapat satu penjual saja. banyak perusahaan yang pembeli, apabila beberapa penjual dimana sempurna terjadi ketika
Dalam bentuk pasar ini menjual hampir serupa tetapi perusahaan itu bukan salah satu atau beberapa jumlah produsen sangat
hanya terdapat satu tidak sama. Pasar ini sering sebagai penjual tetapi penjual bertindak sebagai banyak sekali dengan
penjual sehingga praktis kita jumpai buktinya dengan sebagai pembeli tunggal pemilik pangsa pasar memproduksi produk yang
tidak ada pesaing kita mengunjungi swalayan terbesar (price leader). sejenis dan mirip dengan
(competitor) sehingga atau supermarket. Disana kita jumlah konsumen yang banyak
penjual atau monopolis akan menjumpai berbagai
leluasa menguasai pasar. bentuk, jenis dan merek yang
Sebagai penjual tunggal, hampir serupa tetapi tidak
monopolis dapat meraih sama
keuntungan yang melebihi
normal
2 Ciri-ciri 1. Terdapat satu penjual 1. Jumlah penjual banyak 1. Hanya ada satu 1. Terdapat beberapa 1. Jumlah penjual dan
2. Harga ditentukan tapi tidak sebanyak pada pembeli penjual pembeli banyak
penjual (monopoli) pasar persaingan 2. Pembeli bukan 2. Barang yang dijual 2. Barang yang dijual
3. Perusahaan lain sulit sempurna konsumen tapi homogen atau beda sejenis, serupa dan mirip
memasuki pasar 2. Barang yang dijual pedagang/produsen corak satu sama lain
4. Konsumen tidak bisa berbeda corak 3. Barang yang dijual 3. Sulit dimasuki 3. Penjual bersifat
pindah walau rugi 3. Penjual/produsen harus merupakan bahan perusahaan baru pengambil harga (price
5. Bisa menimbulkan aktif beriklan mentah 4. Membutuhkan peran taker)
ketidakadilan/kerugian 4. Perusahaan baru lebih 4. Harga sangat iklan 4. Harga ditentukan
bagi masyarakat mudah masuk pasar ditentukan pembeli 5. Terdapat satu market mekanisme pasar
5. Mempunyai kekuasaan leader (pemimpin permintaan dan
mempengaruhi harga pasar) penawaran (demand and
6. Harga jual tidak mudah supply)
berubah 5. Posisi tawar konsumen
kuat
6. Sulit memperoleh
keuntungan di atas rata-
rata
7. Sensitif terhadap
perubahan harga
8. Mudah untuk masuk dan
keluar dari pasar
3 Kebaikan 1.Mampu melakukan 1.Memberi kebebasan memilih 1.Kualitas produk lebih 1.Memberi kebebasan 1.Persaingan sempurna
penelitian dan bagi pembeli terpelihara memilih bagi pembeli memaksimumkan efisiensi
pengembangan produk 2.Memberi kepuasan lebih 2. Penjual akan hemat 2.Mampu melakukan 2. Kebebasan bertindak dan
2.dapat meningkatkan daya pada pembeli karena ada dalam biaya produksi penelitian dan memilih
saing bilamonopoli persaingan penjual pengembangan produk 3. Masyarakat merasa nyaman
diperoleh karena 3.Perusahaan baru lebih 3.Lebih memperhatikan dalam mengkonsumsi (produk
kemampuan efisiensi mudah masuk pasar kepuasan konsumen karena yang homogen) dan tidak
3.Mudah mengontrol adanya persaingan penjual takut ditipu dalam kualitas
kepentingan orang banyak 4.Adanya penerapan dan harga.
bila monopoli dilakukan teknologi baru
negara
4.Dapat meningkatkan
inovasi (penemuan baru)
bila monopoli terbentuk
karena pemberian hak cipta
dan hak paten

4 Keburukan 1.Perusahaan lain sulit 1.Masih terdapat kemungkinan 1.Pembeli bisa seenaknya 1.Menciptakan 1. Persaingan sempurna tidak
memasuki pasar terjadi pemborosan biaya menekan penjual ketimpangan distribusi mendorong inovasi
2.Menciptakan produksi bila dibandingkan 2. Produk yang tidak pendapatan 2.Persaingan sempurna
ketimpangan distribusi dengan pasar persaingan sesuai keinginan pembeli 2.Harga yang stabil dan adakalanya menimbulkan
pendapatan sempurna tidak akan dibeli dan bisa terlalu tinggi bisa biaya sosial
3.Jumlah produk 2.Bagi perusahaan yang kecil, terbuang mendorong timbulnya 3. Membatasi pilihan
tergantung monopolis tingkat efisiensinya relatif inflasi konsumen
4.Monopolis umumnya rendah 3.Bisa timbul pemborosan 4.Biaya dalam pasar
bertindak boros 3.Kurang efisiennya biaya produksi apabila ada persaingan sempurna mungkin
5.Timbul eksploitasi perusahaan kecil kerjasama antar oligopolis lebih tinggi
terhadap pemilik faktor menyebabkan harga barang karena semangat bersaing 5. Distribusi pendapatan tidak
produksi dan yang dibayar konsumen masih kurang selalu rata
pembeli/konsumen kecil 4.Bisa timbul eksploitasi
terhadap pembeli dan
pemilik faktor produksi
5.Sulit ditembus/dimasuki
perusahaan baru
6.Bisa berkembang ke arah
monopoli
5 Contoh microsoft windows, makanan ringan (snack), nasi pabrik susu Nestle. industri semen diIndonesia, beras, gandum, batubara,
Produk perusahaan listrik negara goreng, pulpen, buku industri mobil di Amerika kentang
(PLN), perusahaan kereta Serikat
api (PT.KAI)

KARAKTERISTIK KARAKTERISTIK PASAR PERSAINGAN SEMPURNA, MONOPOLI, OLIGOPOLI,MONOLISTIK

A. Karakteristik Pasar Persaingan Sempurna

Dalam pasar persaingan sampurna memiliki karateristik sebagai berikut:


1. Semua perusahaan memproduksi barang yang homogen (homogeneous product).
2. Produsen dan konsumen memiliki pengetahuan/informasi sempurna (perfect knowledge).
3. Output sebuah perusahaan relatif kecil dibanding output pasar (small relatively output.
4. Perusahaan menerima harga yang ditentukan pasar (price taker)
5. Semua perusahaan bebas masuk dan keluar pasar (free entry and exit)

a. Homogenitas produk (homogeneus product)


Adalah produk yang mampu memberikan kepuasan (utilitas) kepada konsumen tanpa perlu mengetahui siapa produsennya. Konsumen tidak membeli merek barang tetapi
kegunaan barang. Karena itu semua perusahaan dianggap mampu memproduksi barang dan jasa dengan kualitas dan karakteristik yang sama.

b. Pengetahuan sempurna (perfect knowledge)


Para pelaku ekonomi (konsumen dan produsen) memiliki pengetahuan sempurna tentang harga produk dan input yang dijual. Dengan demikian, konsumen tidak akan
mengalami perlakuan harga jual yang berbeda dari satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Dari siapa pun produk dibeli, harga yang berlaku tetap sama. Demikian halnya
dengan perusahaan, hanya akan menghadapi satu harga yang sama dari berbagai pemilik faktor produksi.

c. Output perusahaan relatif kecil (small relatively output)


Semua perusahaan dalam industri (pasar) dianggap berproduksi efesien (biaya rata-rata rendah), baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Kendatipun demikian
jumlah output setiap perusahaan secara individu dianggap relatif kecil dibanding jumlah output seluruh perusahaan industri.

d. Perusahaan menerima harga yang ditentukan pasar (price taker)


Konsekuensi dari asumsi ketiga (butir c) adalah bahwa perusahaan menjual produknya dengan berpatokan pada harga yang ditetapkan pasar (price taker), karena secara
individu perusahaan tidak mampu memengaruhi harga pasar. Yang dapat dilakukan perusahaan adalah menyesuaikan jumlah output untuk mencapai laba maksimum.
e. Keleluasan masuk-keluar pasar (free entry and exit)
Pemikiran yang mendasari asumsi adalah dalam pasar persaingan sempurna faktor produksi mobilitasnya tidak terbatas dan tidak ada biaya yang harus dikeluarkan untuk
memindahkan faktor produksi. Pengertian mobilitas mencakup pengertian geografis dan antar pekerjaan. Maksudnya, faktor produksi seperti tenaga kerja mudah dipindahkan
dari satu tempat ke tempat lainnya atau dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya tanpa biaya.

Hal tersebut menyebabkan perusahaan leluasa untuk masuk keluar pasar. Jika perusahaan tertarik di satu industri (dalam industri masih memberikan laba) dengan segera
dapat masuk. Bila tidak tertarik lagi atau gagal, dengan segera dapat keluar.

A. Kebaikan Pasar Persaingan Sempurna antara lain :

1. Harga yang terjadi adalah harga yang benar-benar ditentukan oleh kekuatan tarik-menarik antara permintaan dan penawaran. Harga pasar yang terbentuk merupakan harga
yang bebas dari campur tangan pemerintah maupun asosiasi produsen.

2. Dalam jangka panjang, akan menjamin posisi di mana setiap perusahaan akan berproduksi pada biaya rata-rata yang minimum, sehingga pasar persaingan sempurna
menjamin diproduksinya produk/barang dengan biaya serendah- rendahnya.

3. Dalam persaingan sempurna tidak perlu adanya iklan/advertensi.

4. Perusahaan bisa menjual berapapun barang yang diinginkan tanpa perlu kekawatiran terjadinya penurunan harga, karena jumlah berapapun yang diproduksi oleh suatu
perusahaan sebenarnya masih terlalu kecil dibandingkan jumlah keseluruhan yang ditawarkan di pasar.

5. Konflik antara kepentingan individu dan masyarakat tidak ada.

b. Keburukan Pasar Persaingan Sempurna antara lain:

1. Dalam jangka panjang perusahaan-perusahaan yang ada dalam persaingan sempurna hanya akan memperoleh keuntungan normal saja, sehingga sulit bagi perusahaan untuk
menyediakan dana bagi penelitian dan pengembangan. Akibatnya sulit bagi perusahaan untuk berkembang.

2. Produk/barang pada pasar persaingan sempurna adalah produk/ barang-barang yang homogen. Barang-barang yang homogen atau sama sebenarnya kurang disukai oleh
konsumen/ masyarakat, karena konsumen akan cepat bosan.

Mengingat persaingan yang ketat pada pasar persaingan sempurna, seringkali perusahaan/produsen kecil yang biasanya kurang efisien dan tidak mampu bersaing dengan
perusahaan/produsen besar.

Jika dibiarkan saja tanpa ada campur tangan dari pemerintah maka perusahaan/produsen kecil akan gulung tikar karena tidak mampu bersaing dengan perusahaan/ produsen
besar, lebih-lebih dengan produsen dari luar negeri.

Oleh karena itu pada pasar persaingan sempurna inipun tetap perlu campur tangan pemerintah misal dalam bentuk subsidi atau kemudahan-kemudahan fasilitas lain sehingga
perusahaan/produsen kecil bisa tetap eksis.
beberapa industri yang mendekati bentuk pasar persaingan sempurna:
- seperti
- industri tempe.
- industri tahu.
- kerupuk putih.
- dan jasa fotocopy.

B. Pasar monopoli memiliki karakteristik

Pasar monopoli memiliki karakteristik berikut ini:


1. Jumlah penjual hanya ada satu, dan satu penjual ini memiliki pangsa pasar yang substansial.
2. Penjual lain tidak bisa masuk.
3. Produsen bebas menentukan harga
4. Adanya hambatan bagi perusahaan lain untuk masuk ke dalam pasar monopoli.
5. Output yang besar karena permintaannya banyak 6. Biaya marginal semakin lama semakin menurun, sehingga biaya produksi (AC) makin rendah (decreasing MC dan AC).

a. Kelebihan Pasar Monopoli


- Mampu mengakumulasi laba super normal dalam jangka panjang.
- Menghasilkan output yang besar melalui peningkatan efisiensi
- Mampu meningkatkan investasi ekonomi
- Meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pengaturan harga dua tingkat ( two tier pricing)
- Keuntungan penjual yang cukup tinggi
- Untuk produk yang menguasai hajat hidup orang biasanya diatur pemerintah

b. Kelemahan Pasar Monopoli


- Hilang atau berkurangnya tingkat kesejahteraan konsumen
- Menimbulkan eksploitasi terhadap konsumen dan pekerja-
- Memburuknya kondisi makroekonomi nasional
- Membruknya kondisi perekonomian Internasional
- Pembeli tidak punya pilihan lain untuk membeli barang
- Keuntungan hanya terpusat pada 1 perusahaan

Ada beberapa contoh produk pasar monopoli sebagai berikut:


- Microsoft windows
- Perusahaan listrik Negara (PLN)
- Perusahaan kerata api (PT.KAI)
C. Karakteristik Pasar Oligopoli
1. Hanya Sedikit perusahaan dalam industri ( Few number of Firm )
Secara teoritis sulit sekali menetapkan berpa jumlah perusahaan didalam pasar, agar dapat dikatakan oligopoly. Namun untuk dasar analisis, biasanya jumlah perusahaan
diasumsikan kurang dari sepuluh.

2. Produk Homogen atau terdiferensiasi. Dilihat dari sifat output yang dihasilkan, pasar oligopoly merupaka peralihan anatara persaingan sempurna dengan monopoli. Dalam
pasar oligopoly bentuk persaingan antar perusahaan adalah persaingan harga dan non harga.

3. Pengambilan keputusan yang saling mempengaruhi. Keputusan perusahaan dalam menentukan harga dan jumnlah output akan mempengaruhi perusahaan lainnya, baik yang
sudah ada maupun maupun yang masih di luar industri.

4. Kompetisi non harga. Dalam upaya mencapai kondisi optimal, perusahaan tidak hanya bersaing dalam harga maupun non harga. Bentuk-bentuk kompetisi non harga antara
lain adalah pelayanan purna jual serta iklan untuk meberikan informasi, membentuk citra yang baik tentang perusahaan dan merek serta mempengaruhi prilaku konsumen.
Kelebihan Dan Kelemahan Pasar Oligopoli
A. Kelebihan pasar oligopoli
1. Memberi kebebasan memilih bagi pembeli.
2. Mampu melakukan penelitian dan pengembangan produk
3. Lebih memperhatikan kepuasan konsumen karena adanya persaingan penjual.

B. Kelemahan pasar oligopoli


1. Menciptakan ketimpangan distribusi pendapatan
2. Harga yang stabil dan terlalu tinggi bisa mendorong timbulnya inflasi
3. Sulit ditembus / dimasuki perusahaan baru Macam – Macam Pasar Oligopoli

Contoh Pasar Oligopoli


Contoh Produk industri semen di Indonesia, industri mobil di Amerika Serikat.

D.Karakteristik Pasar Monopolistik


A. Terdapat banyak penjual, oleh karena itu suatu produsen hanya memiliki pengaruh yang kecil dalam penentuan harga barang.
B. Barang yang dihasilkan berbeda corak, ini adalah faktor terpenting uang membedakan pasar persaingan monopolistik dengan pasar persaingan sempurna.
Secara fisik mudah membedakan produksi suatu perusahaan dengan produksi perusahaan lainnya.
C. Masuk ke dalam industri sangat mudah, hambatan untuk masuk ke dalam pasar ini tidak sesulit dalam pasar monopoli atau oligopoli, tetapi juga tidak semudah
dalam pasar persaingan bebas karena butuh modal yang besar untuk menghasilkan barang yang berbeda corak dengan yang sudah tersedia di pasar.
Kelebihan Pasar Monopolistik
- Daya monopoli yang relatif kecil menyebabkan kesejahteraan yang hilang relatif kecil.
- Kelebihan kapasitas produksi relatif kecil
Kenikmatan konsumen yang tinggi karena beragamnya produk, peningkatan kualias, dan meningkatnya kebebasan konsumen dalam memilih output
Kelemahan Pasar Monopolistik
- Permintaan yang sangat elastic
- Harga jual masih lebih besar daripada biaya marjinal
- Kapasitas berlebih
- Jika output ditambah melebihi output keseimbangan, maka akan terjadi kerugian.

Contoh Pasar Monopolistik


Contoh Produk

makanan ringan (snack), nasi goreng, pulpen, buku, shampoo, pasta gigi, dll. Meskipun fungsi semua produknya sama , tetapi setiap produk yang dihasilkan produsen yang
berbeda memiliki ciri khusus, misalnya perbedaan aroma, perbedaan warna, kemasan, dan lain-lain.
Perbedaan Pasar Persaingan Sempurna, Oligopoli, Monopoli dan Monopolistik
November 25, 2014http://lenterakreasi.blogspot.com/2014/11/perbedaan-pasar-persaingan-sempurna.html

Perbedaan Pasar Persaingan Sempurna, Oligopoli, Monopoli dan Monopolistik

Tempat bertemunya pembeli dan penjual untuk bertransaksi pada waktu dan kesepakatan harga tertentu disebut pasar. Pasar sendiri dalam teori ekonomi terdiri dari
dari dua jenis, yaitu pasar persaingan sempurna dan pasar persaingan tidak sempurna. Sedangkan pasar persaingan tidak sempurna sendiri dibagi menjadi pasar oligopoli,
monopoli dan monopolistik. Berikut akan dijelaskan perbedaan pasar persaingan sempurna, oligopoli, monopoli dan monopolistik menurut pengertian, dan ciri - ciri yang
dilihat dari banyaknya perusahaan, jenis produksi, kebebasan menentukan harga, kemungkinan produsen masuk dan keluar pasar, persaingan di luar harga serta contoh.

1. Pasar persaingan sempurna


- dilihat dari pengertian
adalah suatu pasar dimana terdapat banyak penjual dan pembeli, barang yang didagangkan adalah barang homogen atau barang yang sama dan penjual tidak memiliki
kebebasan dalam menentukan harga.
- dilihat dari banyaknya perusahaan, pasar persaingan sempurna memiliki perusahaan atau produsen yang sangat banyak.
- dilihat dari jenis produksinya, pasar persaingan sempurna menghaslkan barang standar yang sejenis(homogen).
- dilihat dari kebebasan menentukan harga, produsen dalam pasar persaingan sempurna tidak memiliki kebebasan dalam menentukan harga.
- dilihat dari kemungkinan produsen masuk dan keluar pasar, dalam pasar persaingan persaingan sempurna produsen bisa keluar dan masuk pasar dengan sangat mudah.
- dilihat dari persaingan diuar harga, pasar persaingan sempurna tidak memiiki persaingan di luar harga.
- contoh: Kegiatan pertanian.

2. Pasar oligopoli
- dilihat dari pengertian, pasar oligopoli yaitu pasar yang hanya terdapat beberapa produsen di dalamnya yang saling mempengaruhi dan bersaing dalam kualitas barang.
- dilihat dari banyaknya perusahaan, pasar oligopoli memiliki sedikit perusahaan atau produsen.
- dilihat dari jenis produksinya, pasar oligopoli menghasilkan barang standar atau berbeda corak.
- dilihat dari kebebasan menentukan harga, dalam pasar oligopoli adakalanya produsen tangguh dan adakalanya lemah dalam memengaruhi harga.
- dilihat dari kemungkinan produsen masuk dan keluar pasar, dalam pasar oligopoli cukup sulit bagi produsen untuk keluar masuk pasar.
- dilihat dari persaingan diuar harga, pasar oligopoli memiliki persaingan yang cukup besar dalam promosi dan kualitas
- contoh: Perusahaan baja, perusahaan mobil, perusahaan alat – alat listrik.

3. Pasar Monopoli
- dilihat dari pengertian, pasar monopoli merupakan suatu pasar yang hanya memiliki satu penjual saja sehingga pembeli tidak punya pilihan dan penjual memiliki pengaruh
besar dalam perubahan harga.
- dilihat dari banyaknya perusahaan, dalam pasar monopoli hanya terdapat satu perusahaan atau penjual.
- dilihat dari jenis produksinya, barang yang didagangkan pada pasar monopoli adalah barang yang unik atau langka.
- dilihat dari kebebasan menentukan harga, dalam pasar monopoli penjual memiliki pengaruh besar dalam merubah harga sedangkan pembeli tidak bisa merubah harga.
- dilihat dari kemungkinan produsen masuk dan keluar pasar, pasar monopoli tidak memungkinkan produsen baru memasuki pasar.
- dilihat dari persaingan diuar harga, pasar monopoli tidak memerlukan promosi iklan
- contoh: perusahaan berlian, emas, minyak bumi.

4. Pasar Monopolistik
- dilihat dari pengertian, pasar monopolistik adalah suatu pasar yang memiiki banyak produsen yang menjual barang sejenis akan tetapi barang produksi mereka memeliki
corak ciri khas yang membedakannya satu sama lain.
- dilihat dari banyaknya perusahaan, pasar monopolistik memiiki banyak produsen.
- dilihat dari jenis produksinya, barang yang didagangkan pada pasar monopolistik memiliki karakteristik sendiri antar perusahaan walaupun barang itu sejenis.
- dilihat dari kebebasan menentukan harga, pada pasar onopolistik pedagang atau perusahaan bisa mempengaruhi harga walaupun lebih sedikit pengaruhnya bila dibandingkan
pasar monopoli dan oligopoli
- dilihat dari kemungkinan produsen masuk dan keluar pasar, produsen cukup mudah keluar masuk pasar pada pasar persaingan monopolistik
- dilihat dari persaingan diuar harga, karena perubahan harga oleh perusahaan tidak begitu berpengaruh dalam pasar monopolistik maka produsen harus giat mempromosikan
barang dan bersaing dalam hal kualitas barang.
- contoh: perusahaan sampo, motor, sabun.
Sabtu, 20 November 2010

Pasar Persaingan Sempurna,Pasar Monopoli,Oligopoli dan Persaingan Monopolistik


( BAB 8 )
STRUKTUR PASAR
PASAR PERSAINGAN SEMPURNA

 Karakteristik Pasar Persaingan Sempurna

Pasar persaingan sempurna dapat di definisikan sebagai sruktur pasar atau industri di mana terdapat banyak pehjual dan pembeli dan setiap penjual
ataupun pembeli tidak dapat memengaruhi keadaan di pasar. Karakteristik dari pasar persaingan sempurna yaitu :
- Perusahaan adalah pengambilan harga
- Setiap perusahaan mudah ke luar atau masuk
- Menghasilkan barang serupa
- Terdapat banyak perusahaan di pasar
- Pembeli mempunyai pengetahuan sempurna mengenai pasar

 Permintaan Dan Penawaran Dalam Persaingan Sempurna

Interaksi seluruh produsen dan seluruh pembeli di pasar yang akan menentukan harga pasar dan seorang produsen hanya “menerima” saja harga yang
sudah di tentukan tersebut. Ini berarti berapa banyak pun barang yang di produksikan dan di jual oleh produsen,ia tidak akan dapat mengubah harga
yang di tentukan di pasar,karena jumlah yang di produksikan itu hanya sebagian kecil saja dari jumlah yang di perjual belikan di pasar.

 Mamaksimumkan Keuntungan Dalam Jangka Pendek Dan Jangka Panjang Di Pasar Persaingan Sempurna

Dalam bagian ini secara serentak akan di tunjukan contoh angka tentang biaya produksi,hasil penjualan dan penentuan keuntungan.
Syarat memaksimumkan keuntungan,di dalam jangka pendek pemaksimumkan untung oleh suatu perusahaan dapat di terangkan dengan dua cara
berikut :
- Membandingkan hasil penjualan total dengan biaya total.
- Menunjukan keadaan di mana hasil penjualan marjinal sama dengan biaya marjinal.

 Biaya Marginal Dan Kurva Penawaran

Masih ingatkah anda dengan definisi kurva penawaran ? untuk mengingatkan kembali baiklah dinyatakan sekali lagi definisi tersebut. Kurva penawaran
adalah suatu kurva yang menunjukan perkaitan d antara harga suatu barang tertentu dan jumlah barang tersebut yang di tawarkan. Dalam bagian ini
akan di terangkan bahwa semenjak ia memotong kurva AVC,kurva biaya marjinal (MC) dari suatu perushaan dalam pasar persaingan sempurna adalah
merupakan kurva penawaran dari perusahaan tersebut. Kurva MC perusahaan tersebut mempunyai sifat yang sama dengan kurva penawaran yaitu ia
menggambarkan bagaimana perubahan harga akan mempengaruhi produksi (barang yang di tawarkan) perusahaan tersebut.

 Operasi perusahaan dan industri dalam jangka panjang

Dalam jangka panjang perusahaan dan industri dapat membuat beberapa perubahan tertentu yang di dalam jangka pendek tidak dapat di lakukan.
Perusahaan dapat menambah faktor-faktor produksi yang di dalam jangka pendek adalah tetap jumlahnya. Kemungkina ini menyebabkan perusahaan
tidak lagi mengeluarkan biaya tetap. Semuanya adalah biaya berubah. Seterusnya keadaan dalam industri juga mengalami perubahan,yaitu perusahaan –
perusahaan baru akan memasuki biaya indusrti dan beberapa perusahaan lama yang tidak efisien akan gulung tikar dan meninggalkan industri.
Perusahaan ini tidak berlaku dalam jangka waktu pendek. Perubahan lain yang mungkin berlau dalam jangka panjang adalah kemajuan
tekhnologi,kenaikan upah tenaga kerja dan kenaikan harga-harga umum(inflasi). Perubahan ini akan mempengaruhi biaya produksi di setiap
perusahaan.
Dengan adanya kemungkinan untuk membuat penyesuaian-penyesuaian tersebut keadaan dalam perusahaan dan dalam industri akan mengalami
perubahan.
Analisis dalam bagian ini bertujaun untuk melihat bagaimana penyesuaian-penyesuaian yang berlaku menimbulkan perubahan dalam keadaan pasar.
Dua keadaan berikut akan di perhatikan :
- Keadaan yang wujud apabila permintaan bertambah
- Keadaan yang wujud apabila permintaan berkurang

 Kurva Penawaran Industri Dalam Jangka Panjang

 Kebaikan Dan Keburukan Pasar Persaingan Sempurna

Keadaan pasar yang bersifat persaingan sempurna banyak yang di gunakan sebagai pemisalan di dalam analisis ekonomi. Kebanyakan analisis ekonomi
menganggap bahwa persaingan sempurna adalah struktur pasar yang lebih ideal dari jenis pasar lainnya. Ini di sebabkan oleh beberapa kebaikan dari
pasar persaingan sempurna. Namun demikian ia juga mempunyai beberapa keburukan. Sebagai penutup kepada uraian mengenai pasar persaingan
sempurna, dalam bagian ini akan di perhatikan kebaikan dan keburukan dari pasar tersebut.
Kebaikan dari pasar persaingan sempurna adalah :
- Persaingan sempurna memaksimumkan efisiensi
- Kebebasan bertindak dan memilih

Keburukan dari pasar persaingan sempurna adalah :


- Persaingan sempurna tidak mendorong inovasi
- Persaingan sempurna adakalanya menimbulkan biaya sosial
- Membatasi pilihan konsumen
- Biaya produksi dalam persaingan sempurna mungkin lebih tinggi
- Distribusi pendapatan tidak selalu merata

( BAB 9 & 10 )

PASAR MONOPOLI,OLIGOPOLI DAN PERSAINGAN MONOPOLISTIK

1. Pasar Persaingan Monopoli

 Karakteristik Pasar Persaingan Monopoli

Karakteristik pasar monopoli sangat berbeda dengan pasar persaingan sempurna. Uraian berikut menerangkan ciri – ciri monopoli :
- Pasar monopoli adalah industri satu perusahaan
- Tidak mempunyai barang pengganti yang mirip
- Tidak terdapat kemungkinan untuk masuk ke dalam industri
- Dapat mempengaruhi penentuan harga
- Promosi iklan kurang di perlukan

 Faktor-Faktor Yang Menimbulkan Pasar Persaingan Monopoli

Terdapat tiga faktor yang dapat menimbulkan pasar monolpoli. Ketiga faktor tersebut adalah:
1. Perusahaan monopoli mempunyai suatu sumber daya tertentu yang unik dan tidak dimiliki oleh perusahaan lain.
2. Perusahaan monopoli pada umumnya dapat menikmati skala ekonomi hingga ke tingkat produksi yang sangta tinggi.
3. Monopoli wujud dan berkembang melalui undang-undang,yaitu pemerintah memberi hak monopoli kepada perusahaan tersebut.

 Pemaksimuman Keuntungan Pasar Monopoli


Dalam menggambarkan prinsip penentuan pemaksimuman keuntungan dalam monopoli dua cara akan di gunakan,yaitu dengan menggunakan angka
dan secara grafik. Untuk masing-masing cara ini akan di tunjukanprinsip penentuan pemaksimuman keuntungan berdasarkan pendekatan : i. Biaya total
dan hasil penjualan total
ii. Biaya marginal dan hasil penjualan marginal
Produksi, Harga Dan Penjualan
Telah dinyatakan bahwa dalam monopoli hanya ada satu perusahaan dalam pasar. Oleh karenanya permintaan dalam industri adalah juga permintaan ke
atas produksi perusahaan monopoli tersebut.
Dalam menerangkan mengenai persaingan sempurna telah di jelaskan bahwa permintaan bersifat elastis sempurna (yaitu kurva permintaan adalah
sejajar dengan sumbu datar) dan sebabnya adalah karena berapapun produksi yang di jual prusahaan,harga tidak berubah. Sebagai akibatnya harga =
penjualan marginal – yaitu P = MR . Permintaan yang dihadapi oleh monopoli adalah berbeda dengan yang di hadapi oleh suatu perusahaan dalam
persaingan sempurna. Sebagai akibatnya dalam monopoli harga selalu lebih tinggi dan hasil penjualan marginal.
Apabila harga barang menjadi semakin menurun pada waktu jumlah produksi semakin meningkat,maka :
• Hasil penjualan total akan mengalami pertambahan,tetapi pertambahan itu semakin berkurang apabila produksi bertambah banyak. Setelah mencapai
satu tingkat produksi tertentu pertambahanya akan menjadi negatif.
• Pada umumnya hasil penjualan marginal nilainya adalah lebih rendah dari pada harga. Hanya pada waktu produksi mencapai satu unit hasil penjualan
marjinal = harga.

 Monopoli Alamiah Dan Pengendalian Harga

Arti dari monopoli alamiah adalah perusahaan yang terus menerus menikmati skala ekonomi hingga pada tingkat produksi yang sangat banyak
jumlahnya,berarti AC terus menerus turun hingga ke tingkat produksi yang sangat tinggi.

Apabila kegiatan monopoli alamiah didasarkan kepada tujuan memaksimumkan keuntungan,kegiatan yang seperti itu akan menimbulkan kerugian yang
besar kepada masyarakat. Mereka harus menbayar barang dan jasa yang di hasilkan perusahaan itu pada harga yang relatif tinggi. Di samping itu jumlah
barang dan jasa yang di tawarkan adalah lebih rendah dari jumlah barang yang dapat di produksikanya secara optimal.

Untuk memaksimumkan manfaat dari kegiatan perusahaan seperti itu,campur tangan pemerintah yang menjamin agar kegiatan perusahaan tersebut
akan menguntungkan masyarakat sangat di perlukan. Campur tangan tersebut biasanya di lakukan dengan mengendalikan dan menetapkan harga
barang dan jasa yang di hasilkan perusahaan monopoli. Adakalanya yaitu apabila harga yang di tetapkan terlalu rendah ,pemerintah memberikan subsidi
kepada perusahaan monopoli alamiah

2. Pasar Oligopoli
Pasar oligopoli adalah suatu bentuk persaingan pasar yang didominasi oleh beberapa produsen atau penjual dalam satu wilayah area. Contoh industri
yang termasuk oligopoli adalah industri semen di Indonesia, industri mobil di Amerika Serikat, dan sebagainya.
Sifat-sifat pasar oligopoli :
- Harga produk yang dijual relatif sama
- Pembedaan produk yang unggul merupakan kunci sukses
- Sulit masuk ke pasar karena butuh sumber daya yang besar
- Perubahan harga akan diikuti perusahaan lain
Macam-macam pasar oligopoli :
• Pasar oligopoli murni (pure oligopoly). Ini merupakan praktek oligopoli dimana barang yang diperdagangkan merupakan barang yang bersifat
identik.contohnya : praktek pasar oligopoli dalam produk sabun mandi.
• Pasar oligopoli dengan pembedaan (differentiated oligopoly)
Pasar ini merupakan suatu bentuk praktek oligopoli dimana barang yang diperdagangkan dapat dibedakan.contohnya : praktek pasar oligopoli dalam
produk mobil.
pasar oligopoli memiliki KELEBIHAN sebagai berikut :
1. Adanya efisiensi dalam menjalankan kegiatan produksi
2. Persaingan di antara perusahaan akan memberikan keuntungan bagi konsumen dalam hal harga dan kualitas barang.
Pasar oligopoli juga memiliki KELEMAHAN, yaitu :
1. Dibutuhkan investasi dan modal yang besar untuk memasuki pasar, karena adanya skala ekonomis yang telah diciptakan perusahaan sehingga sulit
bagi pesaing baru untuk masuk ke dalam pasar.
2. Apabila terdapat perusahaan yang memiliki hak paten atas sebuah produk, maka tidak memungkinkan bagi perusahaan lain untuk memproduksi
barang sejenis.
3. Perusahaan yang telah memiliki pelanggan setia akan menyulitkan perusahaan lain untuk menyainginya

3. Pasar Monopolistik
Struktur pasar monopolistik terjadi manakala jumlah produsen atau penjual banyak dengan produk yang serupa/sejenis, namun di mana konsumen
produk tersebut berbeda-beda antara produsen yang satu dengan yang lain. Contoh produknya adalah seperti makanan ringan (snack), nasi goreng,
pulpen, buku, dan sebagainya
Sifat-sifat pasar monopolistik :
• Adanya differensiasi produk(produk yang dijual mungkin sama namun memiliki perbedaansatu sama lain)
• Mirip dengan pasar persaingan sempurna
• Brand yang menjadi ciri khas produk berbeda-beda
• Produsen atau penjual hanya memiliki sedikit kekuatan merubah harga
• Relatif mudah keluar masuk pasar
• Promosi penjualan harus aktif. Pada pasar ini harga bukan merupakan pendongkrak jumlah konsumen, melainkan kemampuan perusahaan
menciptakan citra baik dimata konsumen, sehingga dapat menimbulkan fanatisme terhadap produk.
Pasar Monopolistik memiliki KEBAIKAN sebagai berikut :
1. Banyaknya produsen di pasar memberikan keuntungan bagi konsumen untuk dapat memilih produk yang terbaik baginya.
2. Kebebasan keluar masuk bagi produsen, mendorong produsen untuk selalu melakukan inovasi dalam menghasilkan produknya.
3. Diferensiasi produk mendorong konsumen untuk selektif dalam menentukan produk yang akan dibelinya, dan dapat membuat konsumen loyal
terhadap produk yang dipilihnya.
Pasar Monopolistik juga memiliki KELEMAHAN sebagai berikut :
1. Pasar monopolistik memiliki tingkat persaingan yang tinggi, baik dari segi harga, kualitas maupun pelayanan. Sehingga produsen yang tidak memiliki
modal dan pengalaman yang cukup akan cepat keluar dari pasar.
2. Dibutuhkan modal yang cukup besar untuk masuk ke dalam pasar monopolistik, karena pemain pasar di dalamnya memiliki skala ekonomis yang
cukup tinggi.
3. Pasar ini mendorong produsen untuk selalu berinovasi, sehingga akan meningkatkan biaya produksi yang akan berimbas pada harga produk yang
harus dibayar oleh konsumen
Pengertian Persaingan Sempurna, Monopoli, Oligopoli
Pengertian Persaingan Sempurna, Monopoli, Oligopol
1. Pasar persaingan sempurna
– dilihat dari pengertian
adalah suatu pasar dimana terdapat banyak penjual dan pembeli, barang yang didagangkan adalah barang homogen atau barang yang sama dan penjual tidak memiliki kebebasan dalam
menentukan harga.
– dilihat dari banyaknya perusahaan, pasar persaingan sempurna memiliki perusahaan atau produsen yang sangat banyak.
– dilihat dari jenis produksinya, pasar persaingan sempurna menghaslkan barang standar yang sejenis(homogen).
– dilihat dari kebebasan menentukan harga, produsen dalam pasar persaingan sempurna tidak memiliki kebebasan dalam menentukan harga.
– dilihat dari kemungkinan produsen masuk dan keluar pasar, dalam pasar persaingan persaingan sempurna produsen bisa keluar dan masuk pasar dengan sangat mudah.
– dilihat dari persaingan diuar harga, pasar persaingan sempurna tidak memiiki persaingan di luar harga.
– contoh: Kegiatan pertanian.
2. Pasar oligopoli
– dilihat dari pengertian, pasar oligopoli yaitu pasar yang hanya terdapat beberapa produsen di dalamnya yang saling mempengaruhi dan bersaing dalam kualitas barang.
– dilihat dari banyaknya perusahaan, pasar oligopoli memiliki sedikit perusahaan atau produsen.
– dilihat dari jenis produksinya, pasar oligopoli menghasilkan barang standar atau berbeda corak.
– dilihat dari kebebasan menentukan harga, dalam pasar oligopoli adakalanya produsen tangguh dan adakalanya lemah dalam memengaruhi harga.
– dilihat dari kemungkinan produsen masuk dan keluar pasar, dalam pasar oligopoli cukup sulit bagi produsen untuk keluar masuk pasar.
– dilihat dari persaingan diuar harga, pasar oligopoli memiliki persaingan yang cukup besar dalam promosi dan kualitas
– contoh: Perusahaan baja, perusahaan mobil, perusahaan alat – alat listrik.
3. Pasar Monopoli
– dilihat dari pengertian, pasar monopoli merupakan suatu pasar yang hanya memiliki satu penjual saja sehingga pembeli tidak punya pilihan dan penjual memiliki pengaruh besar dalam
perubahan harga.
– dilihat dari banyaknya perusahaan, dalam pasar monopoli hanya terdapat satu perusahaan atau penjual.
– dilihat dari jenis produksinya, barang yang didagangkan pada pasar monopoli adalah barang yang unik atau langka.
– dilihat dari kebebasan menentukan harga, dalam pasar monopoli penjual memiliki pengaruh besar dalam merubah harga sedangkan pembeli tidak bisa merubah harga.
– dilihat dari kemungkinan produsen masuk dan keluar pasar, pasar monopoli tidak memungkinkan produsen baru memasuki pasar.
– dilihat dari persaingan diuar harga, pasar monopoli tidak memerlukan promosi iklan
– contoh: perusahaan berlian, emas, minyak bumi.
4. Pasar Monopolistik
– dilihat dari pengertian, pasar monopolistik adalah suatu pasar yang memiiki banyak produsen yang menjual barang sejenis akan tetapi barang produksi mereka memeliki corak ciri khas yang
membedakannya satu sama lain.
– dilihat dari banyaknya perusahaan, pasar monopolistik memiiki banyak produsen.
– dilihat dari jenis produksinya, barang yang didagangkan pada pasar monopolistik memiliki karakteristik sendiri antar perusahaan walaupun barang itu sejenis.
– dilihat dari kebebasan menentukan harga, pada pasar onopolistik pedagang atau perusahaan bisa mempengaruhi harga walaupun lebih sedikit pengaruhnya bila dibandingkan pasar monopoli
dan oligopoli
– dilihat dari kemungkinan produsen masuk dan keluar pasar, produsen cukup mudah keluar masuk pasar pada pasar persaingan monopolistik
– dilihat dari persaingan diuar harga, karena perubahan harga oleh perusahaan tidak begitu berpengaruh dalam pasar monopolistik maka produsen harus giat mempromosikan barang dan
bersaing dalam hal kualitas barang.
– contoh: perusahaan sampo, motor, sabun.

Monopoli dan Dimensi Etika Bisnis

Pengertian Monopoli :
Secara etimologi, kata “monopoli” berasal dari kata Yunani ‘Monos’ yang berarti sendiri dan ‘Polein’ yang berarti penjual. Dari akar kata tersebut secara
sederhana orang lantas memberi pengertian monopli sebagai suatu kondisi dimana hanya ada satu penjual yang menawarkan (supply) suatu barang atau
jasa tertentu.
Jadi Monopoli adalah suatu situasi dalam pasar dimana hanya ada satu atau segelintir perusahaan yang menjual produk atau komoditas tertentu yang tidak
punya pengganti yang mirip dan ada hambatan bagi perusahaan atau pengusaha lain untuk masuk dalam bidan industri atau bisnis tersebut. Dengan kata
lain, pasar dikuasai oleh satu atau segelintir perusahaan, sementara pihak lain sulit masuk didalamnya. Karena itu, hampir tidak ada persaingan berarti.

Menurut Etika Bisnis


Contoh kasus monopoli yang dilakukan oleh PT. PLN adalah:
Fungsi PT. PLN sebagai pembangkit, distribusi, dan transmisi listrik mulai dipecah. Swasta diizinkan berpartisipasi dalam upaya pembangkitan tenaga listrik.
Sementara untuk distribusi dan transmisi tetap ditangani PT. PLN. Saat ini telah ada 27 Independent Power Producer di Indonesia. Mereka termasuk
Siemens, General Electric, Enron, Mitsubishi, Californian Energy, Edison Mission Energy, Mitsui & Co, Black & Veath Internasional, Duke Energy, Hoppwell
Holding, dan masih banyak lagi.

Tetapi dalam menentukan harga listrik yang harus dibayar masyarakat tetap ditentukan oleh PT. PLN sendiri.

Krisis listrik memuncak saat PT. Perusahaan Listrik Negara (PT. PLN) memberlakukan pemadaman listrik secara bergiliran di berbagai wilayah termasuk
Jakarta dan sekitarnya, selama periode 11-25 Juli 2008. Hal ini diperparah oleh pengalihan jam operasional kerja industri ke hari Sabtu dan Minggu, sekali
sebulan. Semua industri di Jawa-Bali wajib menaati, dan sanksi bakal dikenakan bagi industri yang membandel. Dengan alasan klasik, PLN berdalih
pemadaman dilakukan akibat defisit daya listrik yang semakin parah karena adanya gangguan pasokan batubara pembangkit utama di sistem kelistrikan
Jawa-Bali, yaitu di pembangkit Tanjung Jati, Paiton Unit 1 dan 2, serta Cilacap.

Namun, di saat yang bersamaan terjadi juga permasalahan serupa untuk pembangkit berbahan bakar minyak (BBM) PLTGU Muara Tawar dan PLTGU Muara
Karang.

Dikarenakan PT. PLN memonopoli kelistrikan nasional, kebutuhan listrik masyarakat sangat bergantung pada PT. PLN, tetapi mereka sendiri tidak mampu
secara merata dan adil memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya daerah-daerah yang kebutuhan listriknya belum
terpenuhi dan juga sering terjadi pemadaman listrik secara sepihak sebagaimana contoh diatas. Kejadian ini menyebabkan kerugian yang tidak sedikit bagi
masyarakat, dan investor menjadi enggan untuk berinvestasi.
Pengertian Oligopoli :
Oligopoli adalah suatu bentuk pasar dimana terdapat dominasi sejumlah pemasok dan penjual. Pada kenyataannya, Sistem oligopoli yang ada, memiliki
konsentrasi pasar yang tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa persentase yang besar dari pasar Oligopoli ditempati oleh perusahaan-perusahaan komersial
negara terkemuka. Perusahaan-perusahaan ini membutuhkan perencanaan strategis untuk mempertimbangkan reaksi dari pesaing lain yang ada di pasar.
Oligopoli dalam praktek pasar bebas, sangat menguntungkan para pemilik modal yang banyak.
Pasar oligopoli adalah suatu bentuk interaksi permintaan dengan penawaran dimana terdapat penjual/produsen yang menguasai permintaan pasar.
Pengertian Suap :
Suap adalah suatu tindakan dengan memberikan sejumlah uang atau barang atau perjanjian khusus kepada seseorang yang mempunyai otoritas atau yang
dipercaya, contoh, para pejabat, dan membujuknya untuk merubah otoritasnya demi keuntungan orang yang memberikan uang atau barang atau
perjanjian lainnya sebagai kompensasi sesuatu yang dia inginkan untuk menutupi tuntutan lainnya yang masih kurang.

UU ANTI MONOPOLI DAN OLIGOPOLI


MONOPOLI
Pengertian Praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat menurut UU no.5 Tahun 1999 tentang Praktek monopoli adalah pemusatan kekuatan
ekonomi oleh satu atau lebih pelaku usaha yang mengakibatkan dikuasainya produksi dan atau pemasaran atas barang dan atau jasa tertentu sehingga
menimbulkan persaingan usaha tidak sehat dan dapat merugikankepentingan umum.
Undang-Undang Anti Monopoli No 5 Tahun 1999 memberi arti kepada monopolis sebagai suatu penguasaan atas produksi dan atau pemasaran barang dan
atau atas penggunaan jasa tertentu oleh satu pelaku usaha atau kelompok pelaku usaha (pasal 1 ayat (1) Undang-undagn Anti Monopoli .
Sementara yang dimaksud dengan “praktek monopoli” adalah suatu pemusatan kekuatan ekonomi oleh salah satu atau lebih pelaku yang mengakibatkan
dikuasainya produksi dan atau pemasaran atas barang dan atau jasa tertentu sehingga menimbulkan suatu persaingan usaha secara tidak sehat dan dapat
merugikan kepentingan umum Sesuai dalam Pasal 1 ayat (2) Undang-Undang Anti Monopoli.

1.1 Asas dan Tujuan Antimonopoli dan Persaingan Usaha


Pelaku usaha di Indonesia dalam menjalankan kegiatan usahanya berasaskan demokrasi ekonomi dengan memperhatikan keseimbangan antara
kepentingan pelaku usaha dan kepentingan umum.

1.2 Tujuan
Undang-Undang (UU) persaingan usaha adalah Undang-undang No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat
(UU No.5/1999) yang bertujuan untuk memelihara pasar kompetitif dari pengaruh kesepakatan dan konspirasi yang cenderung mengurangi dan atau
menghilangkan persaingan. Kepedulian utama dari UU persaingan usaha adalah promoting competition dan memperkuat kedaulatan konsumen.

1.3 Kegiatan yang dilarang dalan antimonopoly


Kegiatan yang dilarang berposisi dominan menurut pasal 33 ayat 2 adalah :
 Posisi dominan adalah keadaan di mana pelaku usaha tidak mempunyai pesaing yang berarti di pasar bersangkutan dalam kaitan dengan pangsa pasar yang dikuasai, atau pelaku usaha
mempunyai posisi tertinggi di antara pesaingnya di pasar bersangkutan dalam kaitan dengan kemampuan keuangan, kemampuan akses pada pasokan atau penjualan, serta kemampuan untuk
menyesuaikan pasokan atau permintaan barang atau jasa tertentu.
 Menurut pasal 33 ayat 2 “ Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.” Jadi, sektor-sektor ekonomi seperti air, listrik,
telekomunikasi, kekayaan alam dikuasai negara tidak boleh dikuasai swasta sepenuhnya
1.4 Perjanjian yang dilarang dalam Antimonopoli dan Persaingan Usaha
Jika dibandingkan dengan pasal 1313 KUH Perdata, UU No.5/199 lebih menyebutkan secara tegas pelaku usaha sebagai subyek hukumnya, dalam undang-
undang tersebut, perjanjian didefinisikan sebagai suatu perbuatan satu atau lebih pelaku usaha untuk mengikatkan diri terhadap satu atau lebih pelaku
usaha lain dengan nama apapun, baik tertulis maupun tidak tertulis . Hal ini namun masih menimbulkan kerancuan. Perjanjian dengan ”understanding”
apakah dapat disebut sebagai perjanjian. Perjanjian yang lebih sering disebut sebagai tacit agreement ini sudah dapat diterima oleh UU Anti Monopoli di
beberapa negara, namun dalam pelaksanaannya di UU No.5/1999 masih belum dapat menerima adanya ”perjanjian dalam anggapan” tersebut.

Perjanjian yang dilarang dalam UU No.5/1999 tersebut adalah perjanjian dalam bentuk sebgai berikut :

 Oligopoli
 Penetapan harga
 Pembagian wilayah
 Pemboikotan
 Kartel
 Trust
 Oligopsoni
 Integrasi vertical
 Perjanjian tertutup
 Perjanjian dengan pihak luar negeri
1.5 Perjanjian yang dilarang penggabungan, peleburan, dan pengambil-alihan
 Penggabungan adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh satu Perseroan/Badan Usaha atau lebih untuk menggabungkan diri dengan Perseroan/Badan Usaha lain yang telah ada yang
mengakibatkan aktiva dan pasivadari Perseroan/Badan Usaha yang menggabungkan beralih karena hukum kepadaPerseroan/Badan Usaha yang menerima Penggabungan dan selanjutnya
Perseroan/Badan Usaha yang menggabungkan diri berakhir karena hukum.
 Peleburan adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh satu Perseroan/Badan Usaha atau lebih untuk meleburkan diri dengan cara mendirikan satu Perseroan/Badan Usaha baru yang karena
hukum memperoleh aktiva dan pasiva dari Perseroan/Badan Usaha yang meleburkan diri dan Perseroan/Badan Usaha yang meleburkan diri berakhir karena hukum.
 Pengambilalihan adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh pelaku usaha untuk memperoleh atau mendapatkan baik seluruh atau sebagian saham dan atau aset Perseroan/Badan Usaha. yang
dapat mengakibatkan beralihnya pengendalian terhadap Perseroan/Badan Usaha tersebut
1.6 Kegiatan-kegiatan tertentu yang berdampak tidak baik untuk persaingan pasar.
 Monopoli
 Monopsoni
 Penguasaan pasar
 Persekongkolan
OLIGOPOLI
pasar di mana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan. Umumnya jumlah perusahaanlebihdariduatetapikurangdarisepuluh.
Dalam pasar oligopoli, setiap perusahaan memposisikan dirinya sebagai bagian yang terikat dengan permainan pasar, di mana keuntungan yang mereka
dapatkan tergantung dari tindak-tanduk pesaing mereka. Sehingga semua usaha promosi, pengenalan produk baru, perubahan harga, dan sebagainya
dilakukan dengan tujuan untuk menjauhkan konsumen dari pesaing mereka.

Dalam Undang-undang No. 5 Tahun 1999, oligopoli dikelompokkan ke dalam kategori perjanjian yang dilarang, padahal umumnya oligopoli terjadi melalui
keterkaitan reaksi, khususnya pada barang-barang yang bersifat homogen atau identik dengan kartel, sehingga ketentuan yang mengatur mengenai
oligopoli ini sebagiknya digabung dengan ketentuan yang mengatur mengenai kartel

Sifat-sifat pasar oligopoli :


-Harga produk yang dijual relatif sama
– Pembedaan produk yang unggul merupakan kunci sukses
– Sulit masuk ke pasar karena butuh sumber daya yang besar
– Perubahan harga akan diikuti perusahaan lainMacam-macam oligopoli
Oligopoli murni yang ditandai beberapa perusahaan yang menjual produk homogen.
Oligopoli dengan perbedaan yang ditandai beberapa perusahaan menjual produk yang dapat dibedakan.Dampak negatif oligopi terhadap perekonomian:

 Keuntungan yang yang terlalu besar bagi produsen dalam jangka panjang
 Timbul inifisiensi produksi
 Eksploitasi terhadap konsumen dan karyawan perusahaan
 Harga tinggi yang relatif stabil (sulit turun) menunjang inflasi yang kronis
 Kebijakan pemerintah dalam mengatasi oligopoli
 Pemerintah mempermudah masuknya perusahaan baru untuk masuk kepasar untuk menciptakan persaingan
 Diberlakukannya undang-undang anti kerja sama antar produsen.
Praktek oligopoli umumnya dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menahan perusahaan-perusahaan potensial untuk masuk kedalam pasar, dan juga
perusahaan-perusahaan melakukan oligopoli sebagai salah satu usaha untuk menikmati laba normal di bawah tingkat maksimum dengan menetapkan
harga jual terbatas, sehingga menyebabkan kompetisi harga diantara pelaku usaha yang melakukan praktek oligopoli menjadi tidak ada. Struktur pasar
oligopoli umumnya terbentuk pada industri-industri yang memiliki capital intensive yang tinggi, seperti, industri semen, industri mobil, dan industri kertas.
Asumsi yang mendasari kondisi di pasar oligopoli adalah pertama, penjual sebagai price maker. Penjual bukan hanya sebagai price maker, tetapi setiap
perusahaan juga mengakui bahwa aksinya akan mempengaruhi harga dan output perusahaan lain, dan sebaliknya. Kedua, penjual bertindak secara
strategik. Asumsi ketiga, kemungkinan masuk pasar bervariasi dari mudah (free entry) sampai tidak mungkin masuk pasar (blockade), dan asumsi
keempat pembeli sebagai price taker. Setiap pembeli tidak bisa mempengaruhi harga pasar.

ETIKA DALAM PASAR KOMPETITIF


Pasar persaingan sempurna terjadi ketika jumlah produsen sangat banyak sekali dengan memproduksi produk yang sejenis dan mirip dengan jumlah
konsumen yang banyak.
Pada pasar persaingan sempurna terdapat persaingan yang ketat karena setiap penjual dalam satu wilayah menjual barang dagangannya yang sifatnya
homogen. Harga pada pasar persaingan sempurna relatif sama dengan para pesaing usaha lainnya. Konsumen tentu akan memilih produsen yang dinilai
mampu memberikan kepuasan. Adapun hal yang menjadi faktor kepuasan itu adalah tingkat pelayanan dan fasilitas-fasilitas penunjang.
Sifat-sifat pasar persaingan sempurna :
1. Mudah untuk masuk dan keluar dari pasar
2. Sulit memperoleh keuntungan di atas rata-rata
3. Barang yang dijual sejenis, serupa dan mirip satu sama lain
4. Jumlah penjual dan pembeli banyak
5. Posisi tawar konsumen kuat
6. Penjual bersifat pengambil harga
7. Harga ditentukan mekanisme pasar permintaan dan penawaran
Ada dua etika yang harus di pegang oleh para pelaku pasar agar pasar selalu dalam kondisi ideal dan fairness, yaitu:

1. Adanya optimasi manfaat barang oleh pembeli dan penjual. Dapat diartikan sebagai pertemuan antara kebutuhan pembeli dengan penawaran barang
oleh penjual. Bertemunya dua hal ini, menjadikan barang yang ditransaksikan membawa manfaat, dan menghilangkan kemubadziran dan kesia-siaan.

2. Pasar harus dalam kondisi ekuiblirium. Teori ekonomi mengenal ekuiblirium sebagai titik pertemuan antara demand dan supply. ekuiblirium diartikan
sebagai titik pertemuan persamaan hak antara pembeli dan penjual. Hak yang seperti apa Hak pembeli untuk mendapatkan barang dan hak penjual untuk
mendapatkan uang yang sepantasnya dari barang yang dijualnya. Dalam konteks hak ini, kewajiban-kewajiban masing-masing pihak harus terpenuhi
terlebih dahulu, kewajiban bagi penjual untuk membuat produk yang berkualitas dan bermanfaat dan bagi pembeli untuk membayar uang yang
sepantasnya sebagai pengganti harga barang yang dibelinya.

Etika-etika bisnis harus dipegang dan diaplikasikan secara nyata oleh pelaku pasar. Selain itu, setiap negara telah mempersiapkan SDM yang berkualitas
yang siap berkompetisi. Mereka bisa menjalin kemitraan guna meningkatkan jumlah produksi dan memenuhi satu sama lain sehingga konsumen akan
tertarik untuk mengkonsumsi produk tersebut.

Kompetisi Pada Pasar Ekonomi Global


Alfred Marshall (1842-1924) merupakan salah satu tokoh utama ekonomi neo-klasik dengan salah satu bukunya yang terkenal yaitu Principles of Economics.
Kaum klasik mengemukakan bahwa harga ditentukan oleh biaya pengorbanan untuk menghasilkan barang tersebut dari sisi penjual, sedangkan teori neo-
klasik melihat harga ditentukan oleh utilitas barang dari sisi pembeli (Delliarnov, 2014: 112-3). Walaupun Marshall merupakan salah satu tokoh neo klasik
namun ia tidak menyalahkan kedua perpektif tersebut. Marshall berpendapat bahwa selain kedua faktor tersebut terdapat faktor subjektif dari sisi penjual
maupun pembeli seperti pendapatan, keadaan keuangan perusahaan dsb, sehingga harga ditentukan oleh integrasi dua kekuatan dalam pasar yaitu
penawaran dan permintaan. Penawaran dan permintaan menurut Marshall bagaikan mata gunting yang saling beriringan satu sama lain dalam menentukan
harga pasar. Menurut Marshall (dalam Delliarnov, 2014: 114-5) jika harga di pasar lebih tinggi daripada biaya produksi maka dalam jangka pendek penjual
akan mendapat keuntungan, hal ini akan menarik penjual baru untuk turut memproduksi output serupa sehingga semakin banyak penjual yang bersaing
dalam pasar dengan produk yang sama dalam jangka panjang menyebabkan harga kembali normal.
Marshall sebagai salah satu ekonom neo-klasik mempercayai bahwa bentuk pasar persaingan sempurna merupakan bentuk pasar yang efisien dan
menguntungkan semua pihak (Delliarnov, 2014: 115). Memasuki perekonomian modern yang dicirikan dengan munculnya industri menjadikan kompetisi
dalam pasar menjadi semakin sengit. Kompetisi dalam persaingan pasar merupakan salah satu karakteristik industri modern (Marshall, 1920: 145). Dengan
adanya kompetisi dalam pasar menyebabkan semakin terbukanya free choice entah dari sisi penawaran maupun permintaan. Sehingga pada kompetisi
pasar berkembanglah konsep individualisme, maksudnya bebasnya penawaran dan permintaan dipercaya akan semakin meningkatnya kemakmuran. Pasar
persaingan sempurna merupakan pasar dimana penjual dan pembeli bisa keluar dan masuk dengan bebas. Dengan demikian penjual akan mendapatkan
keuntungan normal dan pembeli dapat bebas memilih barang dengan harga yang diinginkan serta sumber daya mampu dikelola secara optimal. Menurut
Delliarnov (2014: 118) pasar persaingan sempurna memiliki beberapa asumsi yaitu terdapat banyak pembeli dan penjual, barang relatif homogen, free entry-
exit, price takers harga ditentukan oleh pasar, tersedianya informasi yang luas antara penjual dan pembeli serta tidak ada perbedaan biaya transport diantara
penjual. Dengan tersedianya informasi dalam pasar antara penjual dan pembeli maka terjadi spesialisasi barang yang cenderung memperhatikan utilitas
pembeli demi menciptakan keuntungan dan pasar baru. Namun hal ini seperti yang diungkapkan sebelumnya menyebabkan timbulnya pesaing baru
sehingga penjual akan menurunkan harga barang demi mendapatkan normal profit.
Friedrich August von Hayek (1899-1992) merupakan ekonom Inggris kelahiran Austria merupakan Direktur lembaga peneliti ekonomi di Universitas Wina
dan penerima hadiah Nobel pada tahun 1974. Salah satu teorinya yang terkenal adalah teori siklus perdagangan (Theory of Trade Cycle). Menurut Hayek
(dalam Wandel, 2005: 315) asumsi pasar persaingan sempurna yang telah dijelaskan sebelumnya menghasilkan kondisi yang tidak bias menentukan harga
pasar namun kompetisi untuk meningkatkan keuntungan menyerupai biaya marjinal. Model pasar persaingan sempurna dikritik oleh Hayek karena tidak
menggambarkan realita pasar namun mencoba menggambarkan pasar secara idealis atau yang diharapkan bukan yang seharusnya. Kritik selanjutnya,
model tersebut menghapus dinamika kompetisi dengan melupakan beberapa parameter seperti aspek kewirausahaan, keadaan harga, inovasi produk,
peningkatan kualitas (Moschel. 1984: 158 dalam Wandel, 2005: 315). Kritik Hayek terhadap ekonom neo klasik seperti Marshall bahwa dalam struktur
pasar persaingan sempurna tidak ada pembeli dan penjual mampu mempengaruhi harga karena mereka hanyalah price takers artinya penjual dan pembeli
mengikuti harga yang ditentukan oleh pasar. Harga tersebut secara instan akan mencapai titik equilibrium, yang dapat diindikasikan terdapat intervensi
pemerintah dalam penentuan harga yang bertentangan dengan prinsip kaum neo-klasik.
Selain pasar persaingan sempurna terdapat pasar persaingan tidak sempurna meliputi pasar monopoli, pasar monopolistik dan pasar oligopoli. Menurut
seorang professor ekonomi dari Harvard, Chamberlin (1933, dalam Delliarnov, 2014: 118-9) banyaknya asumsi pasar persaingan sempurna tidaklah
realistis terutama dalam hal produk homogen. Faktanya penjual kerap melakukan diferensiasi produk untuk mendapatkan keuntungan dalam pasar
sehingga penjual mampu berperan sebagai penentu harga atau price setter. Differensiasi ini salah satunya dengan menunjukkan keunikan atau keunggulan
produk dalam pemasaran atau iklan contohnya diferensiasi dalam produk shampo terdapat shampoo anti ketombe, anti rontok, anti rambut bercabang atau
shampo untuk pria, shampoo muslimah (berkerudung) dsb. Diferensiasi produk dalam jenis yang sama merupakan karakteristik dari pasar monopolistik
(www. Academia. Edu diakses pada 15 Oktober 2014). Sedangkan dalam pasar monopoli produk yang diproduksi merupakan produk kebutuhan pembeli
walaupun terdapat barang substitusi yang diproduksi perusahaan lain (Delliarnov, 2014: 120). Namun di Indonesia produk yang termasuk consumer
preferencedilindungi atau diprivatisasi oleh pemerintah dan dikelola oleh BUMN sehingga menciptakan pasar monopoli. Produk tersebut dianggap barang vital
seperti listrik dikelola PLN, bensin, minyak dsb dikelola Pertamina dll. Pasar oligopoli merupakan pasar dengan beberapa penjual atau penjual yang menjual
barang sejenis bahkan hanya dua penjual saja (www. Academia. Edu diakses pada 15 Oktober 2014). Dengan demikian dalam pasar oligopoli akan
membuat semakin ketatnya persaingan antar penjual sehingga dalam menarik minat pembeli penjual akan semakin menggencarkan iklan bahkan
menurunkan harga. Ketatnya persaingan menimbulkan penjual memutuskan untuk bekerjasama sehingga persaingan tidak lagi bersifat harga namun juga
non harga. Sikap kooperatif menyebabkan keputusan penjual akan mempengaruhi keputusan penjual lain dalam pasar oligopoli (www. Academia. Edu
diakses pada 15 Oktober 2014). Pasar oligopoli cenderung terjadi pada penjual barng mentah seperti besi, baja, aluminium dsb.

Sumber : http://lenterakreasi.blogspot.co.id/2014/11/perbedaan-pasar-persaingan-sempurna.html
http://auiaelda.blogspot.co.id/2015/11/monopoli-dan-dimensi-etika-bisnis.html
http://indradesmanto93.blogspot.co.id/2015/11/etika-dalam-pasar-kompetitif.html
http://rizki-diana-fisip13.web.unair.ac.id/artikel_detail-119458-Prinsip%20Ilmu%20Ekonomi-KOMPETISI%20PASAR%20EKONOMI.html

https://sleekr.co/blog/pasar-persaingan-sempurna-dan-contohnya/

Karakteristik Pasar Persaingan Sempurna dan Contohnya

Sleekr March 6, 2018 Accounting

Dalam mendirikan bisnis, Anda dituntut untuk mengetahui kondisi pasar persaingan. Nah, dalam dunia ekonomi, ada yang disebut dengan pasar
persaingan sempurna. Pasar persaingan sempurna adalah suatu kondisi pasar di mana terdapat banyak penjual/perusahaan dan pembeli, dengan
barang yang diperdagangkan bersifat homogen (sama) dan penjual/perusahaan tidak memiliki kebebasan dalam menentukan harga.

Karena kondisi tersebut, pihak penjual dan pembeli dalam pasar persaingan sempurna tidak mempunyai kemampuan untuk memengaruhi harga
pasar. Harga produk yang muncul merupakan hasil kesepakatan dan interaksi antara permintaan dan penawaran. Lalu, bagaimana pasar
persaingan sempurna bisa tetap berjalan dengan baik di tengah era globalisasi yang kebanyakan para pelaku bisnis memegang kontrol penuh
terhadap produk mereka?
Dalam dunia ekonomi, ada yang disebut dengan pasar persaingan sempurna. Apa maksudnya? (Source: Pexels)

1. Ciri-ciri Pasar Persaingan Sempurna

Sebelum masuk ke pembahasan yang lebih jauh, sebaiknya Anda mengetahui lebih dulu tentang ciri pasar persaingan sempurna sehingga bisa
betul-betul memahaminya. Berikut beberapa ciri-ciri tersebut.

Banyaknya jumlah penjual dan pembeli

Salah satu ciri utama dari pasar persaingan sempurna adalah banyaknya jumlah penjual dan pembeli. Meski begitu, interaksi yang terjadi di antara
penjual dan pembeli hanya dianggap sebagai pengikut harga. Akibatnya, harga produk yang ada di pasar persaingan sempurna pun bersifat tetap
berapa pun jumlah produk yang dijual. Mekanisme kegiatan ekonomi pasar menentukan harga produk melalui interaksi antara permintaan dan
penawaran di masyarakat.

Selain itu, karena ada banyak jumlah penjual, produksi barang pun dibatasi menjadi lebih sedikit. Jika misalnya ada satu penjual atau perusahaan
berusaha menaikkan harga produk, hal tersebut tidak akan berpengaruh pada harga pasar. Pasalnya, ketika satu penjual atau perusahaan
bermasalah, maka akan sangat mudah untuk digantikan dengan penjual lain.

2. Produk yang diperjualbelikan bersifat homogen

Produk yang dijual perusahaan-perusahaan dalam pasar persaingan sempurna idealnya punya banyak kesamaan atau identik. Ketika kondisi ini
terjadi, kemungkinan masyarakat akan kesusahan untuk membedakan produk perusahaan yang satu dengan yang lain. Hal ini bisa cukup
menguntungkan karena akan sangat mudah untuk mengganti produk dari perusahaan satu dengan produk dari perusahaan lain. Di sisi lain, produk
yang seragam dapat menghambat inovasi perusahaan sehingga berimbas kurang baik pada keuntungan.

3. Penjual tidak bisa mengendalikan harga produk

Produk yang homogen ternyata memiliki pengaruh sendiri terhadap terbatasnya kontrol penjual atau perusahaan terhadap harga produk mereka.
Saat ada banyak penjual yang terlibat dalam kegiatan pasar, jumlah produk homogen akan mengalami peningkatan volume. Kondisi ini
dikhawatirkan menimbulkan kecurangan oleh penjual untuk mengatur ketersediaan produksi barang yang berimbas pada harga di pasar.
Nah, demi menghindari hal tersebut, dalam sistem ekonomi pasar persaingan sempurna, pasar lah yang memegang kendali untuk menentukan
harga. Caranya adalah dengan menggunakan jumlah interaksi permintaan dan penawaran yang ada di pasar sebagai dasar mereka. Alhasil, penjual
harus mengikuti harga yang ditetapkan pasar.

4. Kebebasan membuka dan menutup pasar

Maksud dari ciri pasar persaingan sempurna satu ini adalah jika penjual atau perusahaan ingin membuka bisnis baru yang dianggap
menguntungkan karena usaha lamanya merugikan, maka ia bisa melakukannya secara bebas. Pasar persaingan sempurna tidak memberlakukan
keterikatan dalam membuka dan menutup pasar, misalnya dengan menggunakan surat perjanjian.

5. Baik penjual dan pembeli memiliki pengetahuan tentang pasar

Informasi yang beredar dalam pasar persaingan sempurna sangat mudah mengalami perubahan. Karenanya, dibutuhkan kemudahan akses agar
seluruh pihak, baik penjual dan pembeli, dapat mengetahui setiap perubahan informasi tersebut. Itulah mengapa penjual dan pembeli di pasar
persaingan sempurna memiliki pengetahuan yang baik tentang kondisi pasar serta hal-hal lain yang terkait dengan transaksi dan interaksi.
Salah satu ciri pasar persaingan sempurna adalah banyaknya penjual dan pembeli. (Source: Pexels)

1.
1.
1. Kelebihan dan Kekurangan Pasar Persaingan Sempurna

Sama seperti pasar-pasar lain yang bisa ditemukan dalam kegiatan ekonomi, pasar persaingan sempurna juga memiliki beberapa kelebihan dan
kekurangan tersendiri. Anda bisa mengetahuinya di bawah ini:

Kelebihan:

– Penggunaan sumber daya dimanfaatkan secara efisien

– Meminimalisir risiko persaingan bisnis yang tidak sehat

– Mencegah adanya permainan harga pasar karena penjual dan pembeli tidak memiliki kontrol terhadap harga produk

– Harga produk di pasar cenderung stabil

– Informasi pasar jelas sehingga mencegah terjadinya praktik-praktik yang berpotensi menimbulkan kecurangan

Kekurangan:

– Level kreativitas dan inovasi yang relatif kecil oleh penjual atau perusahaan

– Keterbatasan dalam memilih produk karena sifatnya yang homogen

– Kemungkinan masyarakat tidak puas dengan produk yang ada di pasaran

– Karena tak punya kendali terhadap harga, penjual atau perusahaan tak bisa mengambil terlalu banyak keuntungan
– Tidak adanya pemerataan pendapatan dapat mengakibatkan golongan tertentu yang punya modal besar memanfaatkan sumber daya

2. </ol
1.
1.
1. Contoh dari Pasar Persaingan Sempurna

Di Indonesia, tidak mudah untuk menemukan pasar yang benar-benar menerapkan sistem pasar persaingan sempurna ini. Pada umumnya,
beberapa pasar hanya memiliki kecenderungan yang mendekati karakteristik pasar persaingan sempurna. Salah satunya adalah pasar yang di
dalamnya menjual produk-produk kebutuhan pokok, misalnya seperti pasar beras.

Penentuan harga yang terjadi di pasar beras didasarkan pada kondisi tarik menarik antara permintaan dan penawaran beras. Meski begitu, pada
kenyataannya, pemerintah Indonesia masih turut campur tangan dalam menstabilkan harga beras. Namun, yang jelas peran penjual dan pembeli
secara individual tak akan berpengaruh terhadap harga beras tersebut.

Selain itu, produknya pun cenderung bersifat homogen. Jika ada perbedaan pun biasanya bisa ditemukan pada rasa dan kualitasnya. Itulah kenapa
pasar komoditi beras disebut memiliki karakteristik pasar persaingan sempurna, tetapi tidak sepenuhnya tepat jika disebut sebagai pasar
persaingan sempurna.
Di Indonesia, tidak ada pasar yang benar-benar merupakan pasar persaingan sempurna, hanya ada yang mendekati. (Source: Pexels)
1.
1.
1. Ada Pula Pasar Persaingan Tidak Sempurna

Dalam sistem ekonomi, dikenal pula pasar persaingan tidak sempurna yang merupakan kebalikan dari pasar persaingan sempurna.
Karakteristiknya berbanding terbalik dari satu sama lain. Umumnya, pasar persaingan tidak sempurna tidak memiliki jumlah penjual dan pembeli
yang seimbang, di mana jumlah pembeli biasanya lebih banyak dari penjual.

Namun, keduanya sama-sama menjual produk bersifat homogen. Hanya saja, dalam pasar persaingan tidak sempurna terdapat pihak yang
memiliki kuasa lebih tinggi dalam memainkan harga produk sehingga pihak lain hanya bisa mengikuti. Nah, pasar persaingan tidak sempurna
terbagi lagi menjadi beberapa jenis pasar, antara lain?

Monopoli – kondisi pasar di mana hanya ada satu penjual atau perusahaan yang berkuasa sebagai penentu harga dan penjual lain tidak dapat
menyainginya.

Monopolistik – di dalam pasar monopolistik terdapat banyak penjual dengan produk yang memiliki diferensiasi, jadi mirip seperti pasar
persaingan sempurna tetapi produknya bersifat heterogen.

Oligopoli – di pasar oligopoli hanya terdapat beberapa penjual atau perusahaan yang juga berperan sebagai pemilik saham atau penguasa pasar
terbesar, contohnya seperti pada industri motor atau rokok.

Monopsoni – kondisi pasar di mana ada banyak penjual, tetapi hanya terdapat satu pihak pembeli.

Oligopsoni – terdapat banyak pembeli di dalamnya, di mana kebanyakan produknya berupakan bahan setengah jadi dengan harga relatif stabil.
https://www.cekkembali.com/pengertian-pasar-lengkap/

Pasar
Pengertian pasar
Pasar dapat di defenisikan secara sempit maupun luas. Pasar dalam arti sempit adalah tempat berlangsungnya kegiatan jual-beli dengan berbagai
macam barang maupun jasa untuk keperluan sehari-hari.
Sementara dalam arti luas pasar adalah proses berlangsungnya transaksi permintaan dan penawaran terhadap barang dan jasa. Di pasar, terdapat
penawaran dan permintaan atas barang maupun jasa yang diperdagangkan. Penjual melakukan penawaran dengan melihatkan/menunjukkan
barang yang diperdagangkan, dengan tujuan agar calon pembeli/konsumen tertarik untuk membeli. Dalam Ilmu ekonomi hal ini biasa disebut
dengan istilah permintaan. Konsumen dan produsen terkadang dapat dengan mudah berhubungan dengan mudah. Akan tetapi, kadang justru
mengalami kesulitan. Hal ini dapat dilihat ketika konsumen tidak bisa berhadapan langsung dengan produsen penghasil barang dikarenakan faktor
wilayah. Maka dibutuhkan badan/perusahaan distribusi yang berfungsi menyalurkan, meyampaikan atau menyebarkan barang maupun jasa dari
produsen ke pihak konsumen.

Fungsi Pasar
Secara umum fungsi pasar dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu

1. Pasar distribusi :yaitu pasar yang kegiatannya sebagai penyalur barang dan jasa dari produsen ke konsumen dengan melalui transaksi
jual-beli. Pihak produsen menyalurkan hasil produksinya melalui perantara atau parang pedagang dipasar
2. Sebagai pembentukan harga : produsen yang melakukan penawaran barang dan konsumen yang melakukan permintaan terhadap barang
barang yang dibutuhkannya bertemu melalui transaksi jual beli melalui harga yang telah disepakati, biasanya harga yang diinginkan
penjual lebih tinggi daripada yang diiginkan pembeli. Akan tetapi akhirnya harus ada harga yang disepakati bersama agar terjadi jual beli
antar kedua belah pihak
3. fungsi promosi : selain kedua fungsi diatas pasar juga berfungsi sebagai ajang promosi untuk memperkenalkan produk baru dari produsen
kepada calon pembeli/konsumen. Dengan berbagai media, pasar melakukan promosi agar calon pembeli tertarik dengan barang yang
ditawarkan.
Jenis jenis pasar
pasar dapat dikelompokkan berdasarkan jenis, wujud, barang yang dijual, hari, tempat maupun dari segi luas jangkauan pasar. Berikut dijelaskan
jenis jenis pasar:
berdasarkan jenisnya

1. Pasar barang konsumsi: adalah jenis pasar yang memperjualbelikan barang2 untuk keperluan/ kebutuhan rumah tangga konsumen, mulai
dari sandang, papan, maupun kebutuhan akan barang mewah seperti mobil .
2. Pasar faktor produksi: adalah pasar yang memperjualbelikan faktor – faktor produksi yg biasa digunakan produsen, seperti sebidang
tanah, tenaga kerja, mesin produksi, dan tenaga ahli

Berdasarkan wujudnya:

1. Pasar konkret atau pasar nyata: merupakan pasar dimana semua barang maupun jasa dapat ditemukan/dibeli pembeli contoh; pasar
tradisional, pasar induk dll
2. Pasar abstrak: merupakan pasar yang pedagang/produsen tidak menawarkan barang barang yang dijual secara langsung melainkan
menggunakan dengan surat dagangannya: pasar online, pasar saham, Pasar Modal, valas dll

Berdasarkan luas jangkauan pasar:

1. Pasar lokal: dimana transaksi jual – beli terjadi di tempat/lokasi barang tersebut dihasilkan
2. Pasar daerah: transaksi yang jual-beli terjadi pada daerah atau wilayah pada barang tersebut dihasilkan
3. Pasar nasional: transaskis yang jual belinya terjadi pada satu negara saja, misalnya indonesia, dll
4. Pasar iternasional: yakni transaksi jual beli telah terjadi di beberapa negara (mancanegara)

Berdasarkan cara transaksinya:

1. Pasar tradisional
2. Pasar modren
Menurut Bentuk dan strukturnya

1. Pasar Persaingan sempurna


2. pasar Monopoli
3. pasar Monoplistik
4. pasar Oligopoli

Pasar persaingan sempurna


Secara teoritis ada dua kondisi ekstrim pisisi perusahaan dalam pasar. Ekstrim pertama, perusahaan berada dalam pasar persaingan sempurna
(ferfect competition), dimana jumlah perusahaan begitu banyak dan kemampuan setiap perusahaan sangat kecil untuk mempengaruhi harga
pasar, perusahaan ibarat setitik air di tengah samudera. Yang dapat dilakukan perusahaan adalah menyesuaikan jumlah output agar mencapai laba
maksimum. Ekstrim yang kedua adalah perusahaan hanya satu-satunya produsen (monopoli). Dalam posisi ini perusahaan mampu mempengaruhi
harga dan jumlah output dipasar.
Namun kedua kondisi ekstrim tersebut jarak sekali terjadi. Yang ada umumnya adalah dua kondisi peralihan antara ekstrim pasar persaingan
sempurna dan monopoli. Kondisi pertama adalah perusahaan bersaing, tetapi masing masing mempunyai daya monopoli (terbatas). Kondisi ini
disebut persaingan monopolistik (monopolistic cempetition). Kondisi kedua adalah dalam pasar hnya ada beberapa produsen yang jika bekerja
sama mampu menghasilkan daya monopoli. Kondisi tersebut dikenal sebagai oligopoli (oligopoly)
Karakteristik persaingan pasar sempurna
Di atas telah dijelaskan bahwa dalam pasar persaingan sempurna, jumlah perusahaan sangat banyak dan kemampuan setiap perusahaan dianggap
sedemikian kecilnya, sehingga tidak mampu mempengaruhi pasar. Tetapi hal itu belum lengkap, masih diperlukan beberapa karakteristik (syarat)
agar sebuah pasar dapat dikatakan persaingan sempurna:

 Semua perusahaan memproduksi barang yang homogen (homogeneous product)


 Produsen dan konsumen memiliki pnegetahuan/informasi, sempurna (perfect knowledge)
 Otuput sebuah perusahaan relatif kecil dibanding output pasar (small relatively output)
 Perusaan menerima harga yang ditentukan pasar (price traker)
 Semua perusahaan bebas masuk dan keluar pasar (free entry and exit)

Homogenitas peroduk (Homogenueous product)


Yang dimaksud dengan produk yang homogen adalah produk yang mampu memberikan kepuasan (utilitas) kepada konsumen tanpa perlu
mengetahui siapa produsennya. Konsumen tidak membeli merek barang tetapi kegunaan barang. Karena itu semua perusahaan dianggap mampu
memproduksi barang dan jasa dengan kualitas dan karakteristik yang sama.
Pengetahuan sempurna (perfect knowledge)
Para pelaku ekonomi (konsumen dan produsen) memiliki pengetahuan sempurna tentang harga produk dan input yang dijual. Dengan demikian
konsumen tidak akan mengalami perlakukan harga jual yang berbeda dari satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Dari siapa pun produk
dibeli, harga yang berlaku adalah sama. Demikian halnya dengan perusahaan, hanya akan menghadapi satu harga yang sama dari berbagai
pemiliki faktor produksi
Output perusahaan relatif kecil (Small Relatively Output)
Semua perusahaan dalam industri (pasar) dianggap berproduksi efisien (biaya rata – rata terendah), baik dalam jangka waktu panjang maupun
jangka pendek. Kendati demikian jumlah output setiap setiap perusahaan secara individu dianggap relativ kecil dibanding output seluruh
perusahaan dalam industri.
Pasar Monopoli
Suaut industri dikatakan berstruktur monopoli (monopoly) bila hanya ada satu produsen atau menjadi penjual (single form) tanpa pesaing
langsung atau tidak langsung, baik nyata maupun potensial. Output yang dihasilkan tidak mempunyai substitusi (closed substitution).
Faktor faktor penyebab terbentuknya monopoli
Perusahaan tidak memiliki pesaing karena adanya hambatan (barriers to entry) bagi perusahaan lain untuk memasuki industri yang bersangkutan.
Dilihat dari penyebabnya, hamabatan masuk dikelompokkan menjadi hambatan teknis, (technical barriers to entry) dan hambatan legalitas (legal
bariers to entry)
 Hambatan teknis (Technical Barriers to Entry)

Ketidakmampuan bersaing secara teknis menyebabkan perusahaan lain sulit bersaing dengan perusahaan yang sudah ada (existing firm).
Keunggulan secara teknis ini disebabkan oleh beberapa hal:

 Tingginya tingkat efisien memungkinkan perusahaan monopolis mempunyai kurva biaya (MC dan AC) yang menurun. Makin besar skala
produksi, biaya marjinal makin menurun, sehingga biaya produksi per unit (AC) makin rendah (decreasing MC and AC)
 Perusahaan memiliki kemampuan kontrol sumber faktor produksi, baik berupa sumber daya alam, sumber daya manusia maupun lokasi
produksi. Kelompok konglomerat di Indonesia mempunyai kemampuan monopoli secara teknis, karena mampu mengontrol faktor
produksi berupa bahan baku (misalnya batu kapur untuk pabrik semen). Selain bahan baku, faktor produksi yang dimonopoli
konglomerat adalah SDM berkualitas, dimana lulusan-lulusan universitas top indonesia kebanyakan bekerja diperusahaan konglomerat
dibanding perusahaan kecil. Lokasi produksi yang khusus juga menyebabkan perusahaan memiliki kemampuan teknis (biaya transportasi
sangat rendah) yang menyebabkan daya monopoli)

Perusahaan – perusahaan yang mempunyai daya monopoli karena kemampuan teknis disebut perusahaan monopolis alamiah (natural monopolist)
Hambatan legalitas (Legal Barriers to Entry)

 Undang undang dan hak khusus

Tidak semua perusahaan mempunyai daya monopoli karena kemampuan teknis. Dalam kehidupan sehari-sehari kita menemukan perusahaan –
perusahaan yang tidak efisien tetapi memiliki daya monopoli. Hal itu dimungkinkan karena secara hukum mereka diberi hak monopoli (legal
monopoly). Di Indonesia, badan – badan usaha miliki negara (BUMN _BUMN) banyak yang memiliki daya monopoli karena undang – undang.
Berdasarkan udang – udang tersebut mereka memiliki hak khusus (special franchise) untuk mengelola tertentu.
Hak khusus tidak hanya diberikan oleh pemerintah, tetapi juga satu perusahaan kepada perusahaan lainnya. Di Indonesia beberapa bentuk
konkritnya adalah agen tunggal, importir tunggal, lisensi dan bisnis waralaba (frichise)

 Hak Paten (Paten Right) atau Hak Cipta (Copyright)


Tidak semua monopoli berdasarkan hukum (undang – undang) mengakibatkan inefisiensi. Hak Paten (Paten Right) atau Hak Cipta adalah
monopoli berdasarkan hukum karena pengetahuan-kemampuan khusus (speciali knowledge) yang menciptakan daya monopoli secara teknik.
Seorang yang mempunyai kemampuan menulis yang baik, memiliki hak monopoli atas bukunya bila mengurus hak cipta. Seorang yang
menemukan resep masakan atau ramuan obat, memiliki hak monopoli atas penemuannya bila mengurus Hak Paten.
Berdasarkan uraian – uraian diatas, industri penyedia tenaga listrik (industri listrik) di Indonesia dikatakan berstruktur pasar monopoli, karena

1. Hanya ada satu produsen, yaitu Perusahaan Listrik Negara (PLN)


2. Listrik yang dihasilkan PLN tidak mempunyai subsitusi, walaupun sumber tenaga listriknya memiliki beberapa altenatif (disel, tenaga air,
tanaga uap, dan nuklir)
3. Perusahaan – perusahaan lain tidak dapat memasuki industri listrik karena ada hambatan (barriers entry), yaitu hak monopoli PLN
berdasarkan undang-undang

Pasar Persaingan Monopolistik


Teori pasar persaingan monopolistik (monopolistic cempetition) dikembangkan karena ketidakpuasan terhadap daya analisis model persaingan
sempurna (perfect competition) maupun monopoli (monopoly). Ekonom yang pertamakali mengajukan ketidakpuasan terhadap dua model diatas
adalah Peirro Sraffa (Universtas Cambridge), kemudian diikuti oleh Hotelling dan Zeothen. Pada akhir dasawarsa 1920-an dan awal dasawarsa
1930-an, model persaingan monopolistik dikembangkan secara intensif terutama oleh Joan Robinson (Ekonom Inggris) dan Edward Chamberlain
(Ekonom Amerika Serikat)
Struktur pasar monopolistik hampir tidak sama dengan persaingan pasar sempurna. Di dalam industri terdapat banyak perusahaan yang bebas
masuk kelur-masuk. Namun produk yang dihasilkan tidak homogen, melainkan terdiferensiasi (differentialed product). Namun perbedaan barang
antara satu produk (merek) dengan produk (merek) yang lain tidak terlalu besar. Diferensiasi ini mendorong perusahaan untuk melakukan
persaingan nonharga. Walaupun demikian ouput yang dihasilkan sangt mungkin saling menjadi substitusi. Perusahaan memiliki kemampuan
monopoli yang relatif terbatas/kecil.
Karakteristik Pasar Persaingan monopolistik
Tiga asumsi dasar pasar persaingan pasar monopolistik adalah:
 Produk yang terdiferensiasi (differentialed product)
 Jumlah perusahaan banyak dalam industri (large member of firms)
 Bebas masuk dan keluar pasar (free entry and exit)

Produk yang terdiferensiasi (differentialed product)


Yang dimaksud dengan produk yang terdiferensiasi adalah produk dapat dibedakan oleh konsumen dengan melihat siapa produsennya. Jika dalam
pasar persaingan sempurna membeli barang tanpa perlu membedakan siapa produsen, dalam persaingan pasar monopolistik yang menjadi
pertimbangan adalah siapa produsennya. Barang barang tersebut dapat diperbedakan oleh kualitas barangnya, model, bentuk, warna, bahkan oleh
kemasan, merek, dan pelayanannya
Dalam kehidupan sehari-hari, kita selalu memiliki pilihan yang tetap untuk produk – produk sabun mandi, pakaian jadi, sepatu, dan lain – lain.
Seorang gadis yang biasa menggunakan sabun mandi bermerek “sutera”, sulit pindah ke merek lain. Dia dapat membedakan produk sabun
kesukaannnya dari perusahaan yang lain. Hal ini menyebabkan perusahaan memiliki daya monopoli, walau terbatas.
Namun demikian di antara produk – produk tersebut sebenarnya dapat saling menjadi substitusi. Misalnya, dalam keadaan tertentu (sedang berada
di desa), sabun bermerek kesayangan tidak ada maka merek lain dapat menggantikan tanpa menimbulkan dampak negatif secara teknis (kesehatan
terganggu). Karena itu, persaingan monopolistik berada diantara pasar persaingan sempurna dan monopoli.
Jumlah produsen banyak dalam industri (large number of firms)
Jumlah perusahaan (produsen) dalam pasar persaingan monopolistik banyak. Di Indonesia, dapat dilihat dari begitu banyaknya merek pakaian,
dan sepatu. Banyaknya perusahaan menyebabkan keputusan perusahaan tentang harga dan output tidak perlu harus memperhitungkan reaksi
perusahaan lain dalam industri (independence decision of price and output), karena setiap perusahaan menghadapi kurva permintaannya masing
masing
Bebas masuk dan kelaur (free Entry and Exit)
Laba super normal yang dinikmati perusahaan (existing firm) mengundang perusahaan pendatang untuk memasuki industri. Jika mereka mampu
bertahan, dalam jangka panjang dapat mengalahkan perusahaan yang lain. Tetapi jika kalah mereka harus keluar, agar kerugian tidak menjadi
lebih besar. Sama halnya dalam persaingan pasar sempurna, dalam pasar persaingan monopolistik proses keluar masuk akan terhenti bila semua
perusahaan hanya memperoleh laba normal.
Pasar Oligopoli
Sturuktur pasar atau industri oligopoli (oligopoly) adalah pasar (industri) yang terdiri hanya sedikit perusahaan (prudusen). Setipa perusahaan
memiliki kekuatan (cukup) besar untuk mempengaruhi harga pasar. Produk dapat homogen atau terdeferensiasi. Perilaku setiap perusahaan akan
mempengaruhi perilaku perusahaan lainnya dalam industri. Dari defenisi tersebut, kondisi pasar oligopoli mendekati kondisi pasar monopoli.
Karakterisitik pasar oligopoli
Dari definis diatas dapat diketahui beberapa unsur penting (karakter) pasar oligopoli

 Hanya sedikit perusahaan dalam industri (few number of firms)


 Produknya homogen atau terdeferensiasi (homogen or differentiated product)
 Pengambilan keputusan yang saling mempengaruhi (interdependence decisions)
 Kompetisi nonharga (non pricing competition)

Faktor – faktor penyebab terbentuknya pasar Oligopoli

 Efisiensi skala besar

Dalam dunia nyata, perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam industri mobil, kertas, pupuk, dan peralatan mesin, umumnya berstruktur
oligopoli. Teknologi pada modal (capital intensive) yang dibutuhkan dalam proses produksi menyebabkan efisiensi (biaya rata – rata minimum)
baru tercapai bila output diproduksi skala sangat besar. Dalam industri mobil minimal 50.000 sampai 100.000 unit per tahun. Bila perusahaan
memproduksi tiga jenis mobil saja, output minimal seluruhnya antara 200.000 – 300.000 unit per tahun. Selanjutnya bila biaya produksi per mobil
puluhan juta rupiah, dana yang dibutuhkan untuk berproduksi ratusan meliar rupiah per tahun. Jika dihitung dengan biaya instasi awal, maka
perusahaan yang ingin memasuki mobil harus menyiapkan dana triliunan rupiah.
Keadaan diatas merupakan hambatan untuk masuk (barriers to entry) bagi perusahaan – perusahaan pesaing. tidak mengherankan jika dalam pasar
oligopoli hanya terdapat sedikit perudusen.
 Kompleksitas manajemen

Berbeda dengan tiga struktur (persaingan sempurna, monopoli, dan persaingan monopolistik), sturuktur pasar oligopoli ditandai dengan kompetisi
harga dan nonharga. Perusahaan juga harus cermat memperhitungkan setiap keputusan agar tidak menimbulkan reaksi yang merugikan dari
perusahaan asing. Karena itu dalam industri oligopoli, kemampuan keuangan yang besar saja tidak cukup sebagai modal untuk bertahan dalam
industri. Perusahaan juga harus memiliki kemampuan Manajemen yang sangat baik agar mampu bertahan dalam struktur industri yang
persaingannya begitu kompleks. Tidak banyak perusahaan yang memiliki kemampuan tersebut, sehingga dalam pasar oligopoli akhirnya hanya
terdapat sedikit produsen.

Anda mungkin juga menyukai