Anda di halaman 1dari 13

TUGAS UO 2

FILTRASI

Disusun oleh :
Wina Lestari Asih NIM. 21030117120066
Arin Widya Saputri NIM 21030117130148
Asiyah Fakhrunnisa NIM 21030117130164
Yura Amalia Diamantini NIM 21030117140010
Nurul Latifah NIM 21030117130095
Muhammad Fahmi Zakaria NIM 21030117130097
Khoirul Ma’arif NIM 21030117130099
Rifqi Maulana Adiasa NIM 21030117140021

DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang hingga saat ini masih memberikan
nikmat iman dan kesehatan, sehingga dapat menyelesaikan Makalah Filtrasi ini
dengan tepat waktu.
Dalam menyusun makalah ini, tentunya banyak sekali hambatan yang telah
dirasakan, oleh sebab itu diucapkan terimakasih kepada Bapak Ir. Slamet
Priyanto, M.T selaku dosen pengampu materi kuliah UO 2 : Mekanika Fluida dan
teman-teman yang telah membantu baik dalam segi waktu maupun motivasi.
Makalah Filtrasi ini merupakan salah satu tugas mata kuliah UO 2 :
Mekanika Fluida di program studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas
Diponegoro.
Disadari bahwa pada makalah ini dapat ditemukan banyak sekali
kekurangan serta jauh dari kesempurnaan. Oleh sebab itu, diharapkan kritik dan
saran yang membangun.
Semoga makalah ini turut memperkaya wawasan mengenai filtrasi serta bisa
menambah pengetahuan dan pengalaman para pembaca.

Semarang, 12 Maret 2019

Penulis

ii
DAFTAR ISI

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Filtrasi adalah pembersihan partikel padat dari suatu fluida dengan
melewatkannya pada medium penyaringan, atau septum, yang di atasnya
padatan akan terendapkan. Filtrasi adalah suatu operasi atau proses dimana
campuran heterogen antara fluida dan partikel-partikel padatan dipisahkan
oleh media filter yang meloloskan fluida tetapi menahan partikel padatan.
Filtrasi adalah pemisahan koloid atau partikel padat dari fluida dengan
menggunakan media penyaringan atau saringan. (Indrawati, 2016)
Penggunaan filtrasi sangat luas di dunia industri antara lain di indrustri
pengolahan air, menjernihkan preparat kimia di laboratorium, menghilangkan
pirogen dan pengotor pada air suntik injeksi dan obat obat injeksi, dan
membersihkan sirup dari kotoran yang ada pada industri gula dan untuk
memurnikan bahan-bahan obat dari partikel dan bahan yang tidak diinginkan
sehingga dapat menjamin hasil akhir dari suatu produk obat yang berkualitas
dan sesuai syarat yang ditentukan.
Karena banyak digunakan dalam industri kimia, tentu terdapat
permasalahan yang dihadapi yang berhubungan dengan filtrasi. Oleh karena
itu permasalahan tersebut harus memiliki penyelesaian yang tepat sehingga
industri kimia menjadi tidak terganggu.

1.2 Rumusan Masalah


Melalui makalah ini akan dicari permasalahan dalam industri kimia dan
penyelesaiannya mengenai filtrasi.

1.3 Tujuan Makalah


1. Mengetahui permasalahan dalam industri kimia yang berhubungan dengan
filtrasi.
2. Mengetahui cara penyelesaian dari permasalahan dalam industri kimia
yang berhubungan dengan filtrasi.

4
1.4 Manfaat Makalah
1. Mahasiswa dapat mengetahui permasalahan dalam industri kimia yang
berhubungan dengan filtrasi.
2 Mahasiswa dapat mengetahui cara penyelesaian dari permasalahan dalam
industri kimia yang berhubungan dengan filtrasi.

5
BAB II
PERMASALAHAN FILTRASI DALAM INDUSTRI KIMIA

2.1 Pemilihan Jenis Alat Filtrasi


Di dunia ini, ada berbagai macam alat filtrasi. Alat filtrasi tersebut
diciptakan untuk memenuhi kebutuhan masing masing pabrik dalam industri
kimia. Kesalahan pemilihan alat filtrasi akan mengakibatkan membeludaknya
biaya produksi serta produk yang dihasilkan berkurang kualitasnya.

2.2 Debit Filtrasi


Saat proses Filtrasi, debit yang terlalu besar akan menyebabkan tidak
berfungsinya filter secara efisien. Selain itu, pada unit filtrasi yang
menggunakan bakteri untuk memisahkan patogen, debit air yang cepat
menyebabkan lapisan bakteri yang berguna untuk menghilangkan patogen
terrsebut tidak akan terbentuk sebaik apa yang terjadi saat debitnya lambat.
sehingga membutuhkan proses desinfeksi yang lebih intensif.
Sementara itu, jika debit filtrasi yang digunakan terlalu lambat, maka
diperlukan ruang / wadah penampung yang cukup luas dan proses yang
diperlukan menjadi lebih lama.

2.3 Proses Perawatan dan Pembuangan Limbah Hasil Filtrasi


Perawatan filtrasi harus dirawat secara kontinu agar umur pakai
peralatan menjadi lebih panjang. Selain itu, unit filtrasi yang tidak
dibersihkan akan menyumbat pori pori media sehingga proses filtrasi menjadi
tidak berjalan secara lancar. Namun, perawatan yang terlalu sering
mengakibatkan biaya yang dikeluarkan akan semakin besar.
Dalam proses filtrasi, perawatan yang dilakukan tidak boleh secara
sembarangan. Karena hal hal tersebut akan mengakibatkan alat filtrasi
menjadi rusak atau kehilangan performanya.
Pembuangan limbah yang tersaring pada proses filtrasi pun tidak boleh
sembarangan. Pembuangan tersebut diperhatikan berdasarkan jenis limbah
yang ada di alat filtrasi.

6
2.4 Hidrolika Filtrasi
Pada prinsipnya aliran pada media berbutir (filter pasir) dianggap
sebagai aliran dalam pipa berjumlah banyak. Kehilangan tekanan dalam pipa
akibat gesekan aliran mengikuti persamaan Darcy – Weisbach berikut :

7
BAB III
SOLUSI TERHADAP PERMASALAHAN YANG ADA

3.1 Jenis Alat Filtrasi Sesuai Kebutuhan


Berdasarkan gaya pendorong aliran, penyaringan dapat di klasifikasikan
sebagai berikut:
1. Penyaring gaya berat (gravity filters)
Gravitasi adalah sistem pengaliran air dari sumber ke
tempat reservoir dengan cara memanfaatkan energi potensial gravitasi
yang dimiliki air akibat perbedaan ketinggian lokasi sumber dengan
lokasi reservoir.

Gambar 3.1 Penyaring Gaya Berat


2. Penyaring tekanan (pressure filters)
Suatu mesin pres bersaringan berisi satu set plat yang didesain untuk
menyediakan serangkaian ruang atau kompartemen yang didalamnya
padatan dikumpulkan. Plat-plat tersebut dilingkupi medium penyaring
seperti kanvas. Lumpur dapat mencapai tiap-tiap kompartemen dengan
tekanan tertentu; cairan melalui kanvas dan keluar ke pipa pembuangan,
meninggalkan padatan kue basah dibelakangnya.

8
Gambar 3.2 Penyaring Tekanan
3. Penyaring vakum (vacuum filters)
Filtrasi Vakum dilakukan dengan cara campuran padat-cair dilewatkan
melalui sebuah filter. Sementara itu, cairan ditarik menggunakan sebuah
vakum melalui sebuah saluran.

Gambar 3.3 Penyaring Vakum


4. Penyaring sentrifugal (centrifugal filters)

Gambar 3.4 Penyaring Sentrifugal

9
Padatan yang membentuk kue berpori dapat dipisahkan dari cairan
dengan penyaringan yang berputar. Umpan dimasukkan ke dalam
keranjang berputar yang memiliki dinding bercelah atau berlubang yang
disampuli suatu medium penyaring seperti kanvas atau kain logam.
Tekanan yang dihasilkan dari gaya sentrifugal memaksa cairan melewati
medium penyaring, meninggalkan padatannya. Jika umpan yang masuk
keranjang dihentikan dan padatan kue diputar untuk waktu yang singkat,
kebanyakan cairan residu di dalam kue mengalirkan partikel sehingga
padatan lebih kering daripada hal yang sama untuk mesin pres
bersaringan (filter press) atau penyaring vakum (vacuum filter).

3.2 Debit filtrasi


Untuk mengatasi masalah debit filtrasi, industri biasanya menggunakan
unit filtrasi sesuai dengan kebutuhan masing masing. Ada 2 jenis alat filtrasi
berdasarkan cepat lambatnya proses filtrasi bekerja.
1. Filter Pasir Cepat
Filter Pasir Cepat memiliki kecepatan filtrasi antara 4 sampai 21
m/jam. Metode filtrasi dengan filter air cepat harus didahului dengan
pengolahan pendahuluan berupa koagulasi-flokulasi untuk menurunkan
tingkat kekeruhan. Efisiensi pada filtrasi ini mecapai 90-98%. Media
pasir yang digunakan berukuran >0,55 mm, dengan ketebalan lapisan
pasir 60-70 cm. Ukuran bed filter (wadah media filter) kecil sekitar 40-
400 m2.
Metoda pemberihan filter ini dengan cara backwash yaitu dengan
mengalirkan air bersih (yang sudah tersaring) secara berbalik dari arah
produksinya. Sedimentasi yang terjadi akan menutupi pori media
sehingga menimbulkan kondisi clogging atau tersumbat.
Dengan backwash, sedimentasi akan terangkat ke permukaan filter dan
terbuang.
Berdasarkan alirannya, filter dibedakan menjadi:
a. aliran downflow (ke bawah),
b. aliran upflow (ke atas),

10
c. aliran horizontal.
Berdasarkan sistem pengalirannya, dibedakan menjadi:
a. Pengaliran dengan gravitasi (gravity filter)
b. Pengaliran dengan tekanan (pressure filter)

2. Filter Pasir Lambat


Filter pasir lambat yaitu filter pasir yang mempunyai kecepatan
lambat sekitar 0,1-0,4 m/jam karena kerapatan pori media yang lebih
rapat. Ukuran media yang digunakan adalah 0,15-0,35 mm dengan
ketebalan media pasir 90-110 cm. Ukuran bed besar sekitar 2000 m2.
Tidak memerlukan pengolahan pendahuluan untuk jenis filter ini.
Pencucian dilakukan dengan cara mengambil lapisan teratas filter
dan dilakukan pencucian. Filter run-nya adalah 20-60 hari. Metode pasir
lambat adalah metode yang efektif untuk mengurangi kekeruhan dibawah
50 NTU, bahan organik dan organisme patogen.
Pemilihan kedua filtrasi diatas berdasarkan kebutuhan masing
masing. Apalagi filtrasi yang diinginkan tersebut.

3.3 Perawatan Alat Filtrasi


Perawatan alat filtrasi harus dirawat secara kontinyu agar umur pakai
peralatan menjadi lebih panjang. Langkah-langkah perawatan sebagai berikut
:
1. Media penyaring dibersihkan dengan diblower menggunakan udara
sehingga partikel-partikel yang ada di pori-pori penyaring tidak menempel
lagi.
2. Kantong penyaring untuk pembersih gas juga dibersihkan dari media
padatan atau partikel.
3. Penyaring bercangkang dan berdaun juga dibersihkan dari debu dan karat
sehingga media penyaringan tersebut akan bekerja secara optimum.
Pada proses filtrasi yang memisahkan padatan, Padatan dalam suspensi
akan berakumulasi dalam filter. Setelah beberapa waktu, padatan tersebut
harus dicuci dan dibuang agar tidak menutup pori pori filter. Waktu

11
pencucian dan metode pencucian disesuaikan dengan jenis filter yang
digunakan. Saat proses pencucian, umpan harus dimatikan sementara.

12
BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
1. Permasalahan yang terjadi dalam industri kimia yang berhubungan dengan
filtrasi adalah pemilihan jenis alat filtrasi, debit filtrasi, dan proses
perawatan dan pembuangan limbah hasil filtrasi.
2. Cara penyelesaian masalah tersebut adalah penyesuaian jenis alat filtrasi
dengan kebutuhan, penggunaan alat filtrasi berdasarkan cepat lambatnya
proses filtrasi bekerja, dan perawatan alat filtrasi.

4.2 Saran

13