Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN OUTSOURCING

PENILIK JALAN
PPK PULAU WETAR

DISUSUN SEBAGAI PERTANGGUNGJAWABAN KEGIATAN DAN EVALUASI


OUTSOURCING PENILIK JALAN

Disusun Oleh
JHONY MAURUAK
(Ruas Jalan Ilwaki - Lurang)

SATUAN KERJA PJN WILAYAH III PROVINSI MALUKU


BALAI PELAKSANAAN JALAN NASIONAL IX AMBON
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA
KEMENTRIAN PEKERJAAN UMUM
2015
LEMBAR PENGESAHAN
Uraian Disusun Oleh Diperiksa Oleh Disahkan Oleh

Nama Jhony Mauruak Salmon Saapang ST., MT Ir. Anthon Tolla

PPK Pelaksana Jalan Kepala Satker PJN


Jabatan Penilik Jalan
Pulau Wetar Wilayah III Prov. Maluku

Tanda Tangan

Tanggal

i
LAPORAN TAHUNAN

Unit Penerima
PPK PELAKSANA JALAN SATKER PJN WILAYAH III PROVINSI
PULAU WETAR MALUKU

STATUS DOKUMEN

Status Dokumen

Status ASLI

Tanggal 2015

ii
SEJARAH DOKUMEN
Tanggal Catatan Perubahan Keterangan

2015 TERBIT PERTAMA

iii
DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN.......................................................................................................................................... I
SEJARAH DOKUMEN ............................................................................................................................................III
DAFTAR ISI ..............................................................................................................................................................IV
BAB 1 PENDAHULUAN ........................................................................................................................................ 1
1.1 LATAR BELAKANG ..................................................................................................................................................... 1
1.2 ACUAN NORMATIF .................................................................................................................................................. 1
1.3 RUANG LINGKUP ..................................................................................................................................................... 1
BAB 2 KATEGORI KERUSAKAN DAN KLASIFIKASI JALAN .................................................................... 3
2.1 KATEGORI KERUSAKAN 900 ....................................................................................................................................... 3
2.2 KATEGORI KERUSAKAN 1000 ..................................................................................................................................... 3
2.3 KATEGORI KERUSAKAN 1100 ..................................................................................................................................... 3
2.4 TYPICAL BAGIAN-BAGIAN JALAN .................................................................................................................................. 4
2.5 BENTUK KONKRIT USULAN & TINDAKAN ............................................................................................................. 5
BAB 3 DATA PENILIKAN JALAN........................................................................................................................ 6
3.1 WILAYAH PENILIKAN ................................................................................................................................................. 6

iv
BAB 1
PENDAHULUAN
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Laporan Ini merupakan Laporan hasil dari kegiatan penilikan jalan yang mencakup
ketentuan umum dan keterntuan teknis, dimana di dalam ketentuan umum memuat
tugas dan persyaratan sebagai penilik jalan, serta ketentuan teknis memuat metoda
atau cara melakukan penilikan dari mulai persiapan, pelaksanaan penilikan,
pelaporan mekanisme menerima keluhan, masukan, dan atau informasi dari
masyarakat pengguna jalan, serta dilengkapi dengan formulir penilikan jalan.

Ketentuan umum penilik jalan disini meliputi frekuensi penilikan atas pemanfaatan
dan kondisi bagian – bagian jalan ini dilakukan setiap hari pada saat sebelum dan
sesudah musim hujan. Hal ini didasarkan atas pertimbangan bahwa kerusakan kecil
akan meningkat dengan cepat menjadi besar dengan cepat pada saat musim hujan.
Kegiatan penilikan kondisi jalan dilakukan dengan kendaraan bermotor, agar
identifikasi setiap atas pemanfaatan dan kondisi bagian – bagian jalan akan
terdeteksi secara utuh (lengkap)

1.2 Acuan Normatif


Pengangkatan tenaga outsourcing penilik jalan ini dilakukan sesuai dengan
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia nomor 13/PRT/M/2011
pasal 20 ayat 2 dimana dapat dilakukan oleh penyelenggara jalan atau penunjukan
terhadap instansi yang berwenang.

1.3 Ruang Lingkup


Penilikan jalan ini dilakukan pada bagian – bagian jalan setiap hari dimana meliputi:
a. Pengamatan atas pemanfaatan dan kondisi bagian – bagian jalan
b. Pelaporan hasil pengamatan
c. Pengusulan tindakan yang diperlukan terhadap hasil pengamatan
d. Menerima keluhan/masukan/informasi dari masyarakat/pengguna jalan
Apabila terjadi suatu kejadian yang mengakibatkan gangguan terhadap
keselamatan pengguna jalan dan keamanan konstruksi jalan, paling lambat dalam
waktu 1 (satu) hari sejak terjadinya gangguan tersebut, penilik jalan harus
melakukan hal – hal seperti melaporkan kepada penyelenggara jalan atau instansi

1
yang berwenang, memasang rambu peringatan sementara sesuai pedoman yang
berlaku di lokasi adanya gangguan tersebut sebelum penanganan perambuan
selengkapnya dilakukan oleh satuan kerja penanganan jalan atau satuan kerja lain
yang ditetapkan oleh penyelenggara jalan sesuai wilayah kerjanya dan juga
mengusulkan tindakan yang perlu diambil atas pelaporan dari hasil pengamatan
kepada penyelenggara jalan atau instansi yang berwenang.
Gangguan yang harus diperhatikan adalah gangguan ini memberi pengaruh yang
besar terhadap keselamatan pengguna jalan dan keamanan konstruksi jalan
misalnya:
a. Kerusakan jalan, bangunan pelengkap, & perlengkapan jalan.
b. Kejadian alam seperti longsoran, pohon tumbang, kebakaran.
c. Kegiatan manusia seperti pendirian banguanan dan atribut, antara lain tugu,
gapura, gardu, rumah, pasar, tiang, papan reklame, bendera & umbul-umbul

2
BAB 2
KATEGORI KERUSAKAN DAN KLASIFIKASI JALAN
BAB 2 KATEGORI KERUSAKAN DAN KLASIFIKASI JALAN
2.1 Kategori Kerusakan 900
Kategori ini adalah untuk penilikan pemanfaatan bagian-bagian jalan pada ruang
mafaat jalan (rumaja) seperti yang terjadi di kota-kota besar yaitu:
a. Pemasangan iklan/billboard/spanduk pada daerah badan jalan
b. Pemasangan utilitas pada daerah badan jalan baik di atas permukaan maupun
dibawah permukaan
c. Pemasangan jembatan penyebrangan
d. Data penilikan jalan pada ruang manfaat jalan dicatat dengan kategori 910 untuk
iklan/billboard/spanduk, 920 untuk utilitas, 930 untuk jembatan penyebrangan

2.2 Kategori Kerusakan 1000


Kategori ini adalah untuk penilikan pemanfaatan bagian-bagian jalan pada ruang
milik jalan (rumija), dan ini tidak hanya terjadi di kota-kota besar saja bahkan hingga
jalan pedesaan pun bisa terjadi seperti:
a. Pemasangan iklan/billboard/spanduk pada daerah milik jalan
b. Pemasangan utilitas pada daerah milik jalan baik di atas permukaan maupun
dibawah permukaan
c. Mendirikan bangunan pada daerah milik jalan.
d. Data penilikan jalan pada ruang milik jalan dicatat dengan kategori 1010 untuk
iklan/billboard/spanduk, 1020 untuk utilitas, 1030 untuk mendirikan bangunan,
1040 untuk pemanfaatan lainnya.

2.3 Kategori Kerusakan 1100


Kategori ini adalah untuk penilikan pemanfaatan bagian-bagian jalan pada ruang
pengawasan jalan (ruwasja), dan ini terjadi di kota-kota besar bahkan hingga jalan
pedesaan pun terjadi seperti:
a. Pemasangan iklan/billboard/spanduk pada daerah milik jalan
b. Pemasangan utilitas pada daerah milik jalan baik di atas permukaan maupun
dibawah permukaan
c. Mendirikan bangunan pada daerah milik jalan.
d. Data penilikan jalan pada ruang milik jalan dicatat dengan kategori 1110 untuk
iklan/billboard/spanduk, 1120 untuk utilitas, 1130 untuk mendirikan bangunan,

3
1140 untuk pemanfaatan lainnya.
2.4 Typical Bagian-bagian Jalan
Jalan dibagi menjadi beberapa bagian berdasarkan fungsinya jalan dibagi menjadi
4 (empat) bagian yaitu:
a. Badan Jalan / Jalur lalu – lintas
b. Bahu Jalan
c. Saluran Drainase
d. Ambang Pengaman
Namun berdasarkan ruang, jalan dibagi menjadi:
a. RUMAJA = Ruang Manfaat Jalan
b. RUMIJA = Ruang Milik Jalan
c. RUWASJA = Ruang Pengawasan jalan
d. DAERAH BANGUNAN
5M

d 2% a 2%
b
c
1M 1M 4,5 M 1M 1M
8,5 M

Ruang Manfaat Jalan (Rumaja) Ruang Pengawasan Jalan (Ruwasja)


Ruang Milik Jalan (Rumija) Bangunan
a = Jalur Lalu - Lintas c = Saluran Tepi
b = Bahu Jalan d = Ambang Pengaman

Gambar 2.1 Sketsa Penampang Badan Jalan

4
2.5 BENTUK KONKRIT USULAN & TINDAKAN
Dalam penilikan jalan seorang penilik harus bisa memberikan usulan dari bentuk
gangguan yang dia temui di jalan, gangguan tersebut terdapat banyak macamnya
dan di klasifikasikan dalam bentuk konkrit usulan tindakan yaitu seperti:
Kode Jenis Kerusakan Usulan Konkrit
Kerusakan
111 Lubang yang diindikasikan Lubang sebaiknya ditambal karena menimbulkan
berbahaya genangan air, dan berbahaya umumnya bagi
kendaraan bermotor khususnya kendaraan roda dua
saat malam hari
711 Longsor, jalan tertutup Mendatangkan alat berat untuk mempercepat
pengangkatan/pembersihan tanah lonsor/pohon
tumbang agar lalulintas tidak terganggu,
Pemasangan rambu-rambu
721 Kecelakaan Lalulintas Diminta petugas untuk segera meninjau kondisi
kecelakaan, dan melakukan pemasangan rambu
kalau jalan dan perlengkapannya mengalami
kerusakan
813 Oprit Jalan Turun yang Oprit diperbaiki agar tidak menimbulkan macet
diindikasikan adanya (karena kecepatan kendaraan menurun drastis)
perbedaan elevasi yang
tinggi
620 Talud pasangan batu Talud pasangan batu sebaiknya diperbaiki karena
retak-retak ditakutkan akan semakin lemah parah retaknya dan
ambruk

Tabel 2.1. Daftar Kerusakan Badan Jalan

5
BAB III
DATA PENILIKAN JALAN
BAB 3 DATA PENILIKAN JALAN
3.1 Wilayah Penilikan
Wilayah yang dijadikan penilikan jalan sekarang ini adalah wilayah PPK PJN Pulau
Wetar. Cakupan wilayah penilik jalan di PPK PJN P. Wetar adalah jalan nasional
dengan ruas Ilwaki – Lurang. Dalam ruas ini terdapat badan jalan yang masih dalam
tahap pengerjaan pengaspalan. Pekerjaan ini didanai oleh APBN dari tahun 2009
hingga saat ini, pekerjaan pengaspalan ini sangat dinanti oleh warga pulau wetar
agar perjalanan dari Ilwaki – Lurang ataupun sebaliknya dapat ditempuh tidak
dengan jalan putar, melainkan dapat ditempuh langsung. Sebelum Jalan Ilwaki –
Lurang ini dirintis masyarakat di haruskan menempuh jarak putar yang sangat jauh
yaitu ± 150 Km atau 8 jam perjalanan menggunakan kendaraan roda 4. Dengan
adanya perintisan jalan ini maka jarak tempuh yang sangat lama dan jauh itu bisa
dipangkas menjadi 50 Km atau 1 jam perjalanan menggunakan roda 4.

Gambar 3.1. Jalan Masih Dalam Tahap Pengaspalan

Dari foto di atas dapat kita lihat bahwa jalan masih dalam tahap pengaspalan,

6
3.2 Lampiran
Kedua ruas jalan nasional diatas adalah daerah penilikan kami selaku penilik jalan
dimana terdapat foto-foto dan formulir pendukung penilikan jalan terlampir.