Anda di halaman 1dari 7

HM SAMPOERNA

Saham emiten berkode HMSP tersebut memberikan imbal hasil mencapai 12,45%
year-to-date dan 69,03% selama setahun. Pergerakan harga saham selama 52
pekan terakhir berada pada kisaran Rp64.429,70-Rp112.125,00 per lembar.

Bahkan, saham HMSP mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada 9 Februari
2016 di level Rp112.125 per lembar. Kapitalisasi pasar hingga akhir pekan lalu pun
meroket menyentuh Rp492,79 triliun.

Margin laba bersih atau net profit margin mengalami peningkatan sebesar 1.73%
dari tahun sebelumnya. Semakin besar NPM, maka kinerja perusahaan akan
semakin produktif, sehingga akan meningkatkan kepercayaan investor untuk
menanamkan modalnya pada perusahaan tersebut. Rasio ini menunjukkan berapa
besar persentase laba bersih yang diperoleh dari setiap penjualan. Semakin besar
rasio ini, maka dianggap semakin baik kemampuan perusahaan untuk mendapatkan
laba yang tinggi.

Perusahaan rokok memiliki perputaran persediaan yang lebih efisien jika


dibandingkan dengan perusahaan alat tulis dan lain-lain.

Jumlah perokok di Indonesia saat ini mencapai lebih dari sepertiga jumlah penduduk
atau 36,4 persen menurut Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian
Penyakit Kementerian Kesehatan M. Subuh saat membuka The 3rd Indonesian
Conference on Tobacco or Health di Yogyakarta, Sabtu, 26 November 2016.

Selain jumlah perokok yang mencapai lebih dari sepertiga, saat ini jumlah perokok
pemula di Indonesia pun melonjak tinggi. Hasil survei indikator kesehatan nasional,
prevalensi perokok di bawah usia 18 tahun pada 2015, meningkat dari 7,2 persen
menjadi 8,8 persen.

Pangsa pasar produk rokok HMSP sepanjang tahun lalu justru meningkat menjadi
35% dari sebelumnya 34,9%. Lonjakan market share terbesar terjadi pada produk
Dji Sam Soe menjadi 7% dari tahun sebelumnya 6,3%.

Kementerian Perindustrian memproyeksi pada 2020 mendatang, produksi rokok dari


Indonesia mencapai 524 miliar batang. Angka itu melonjak 48% dari produksi 2016
sebanyak 352 miliar batang.

Adapun, sejak saham HMSP masuk ke dalam saham-saham paling liquid pada
Indeks LQ45 dan Morgan Stanley Capital International (MSCI) Index, saham
produsen rokok ini terus diburu. Saham HMSP menjadi pemberat Indeks harga
saham gabungan (IHSG) dan terus menempati jajaran top leaders.
PT GUDANG GARAM Tbk
BALANCE SHEET Dec-12 Dec-13 Dec-14 Dec-15 Sep-16
(Million Rp except Par Value)
Cash & Cash Equivalents 1,285,799 1,404,108 1,588,110 2,725,891 1,586,837
Receivables 1,382,539 2,196,086 1,532,275 1,568,098 1,959,263
Inventories 26,649,777 30,241,368 34,739,327 37,255,928 37,448,980
Current Assets 29,954,021 34,604,461 38,532,600 42,568,431 41,752,219
Fixed Assets 10,389,326 14,788,915 18,973,272 20,106,488 20,546,986
Other Assets 1,122,077 1,318,730 604,404 639,170 401,098
Total Assets 41,509,325 50,770,251 58,220,600 63,505,413 62,817,278
Growth (%) 22.31% 14.67% 9.08% -1.08%

Current Liabilities 13,802,317 20,094,580 23,783,134 24,045,086 23,634,152


Long Term Liabilities 1,101,295 1,259,400 1,208,746 1,452,418 1,598,838
Total Liabilities 14,903,612 21,353,980 24,991,880 25,497,504 25,232,990
Growth (%) 43.28% 17.04% 2.02% -1.04%

Authorized Capital 1,158,000 1,158,000 1,158,000 1,158,000 1,158,000


Paid up Capital 962,044 962,044 962,044 962,044 962,044
Paid up Capital (Shares) 1,924 1,924 1,924 1,924 1,924
Par Value 500 500 500 500 500
Retained Earnings 25,471,948 28,261,414 32,090,712 36,899,588 36,498,350
Total Equity 26,605,713 29,416,271 33,228,720 38,007,909 37,584,288
Growth (%) 10.56% 12.96% 14.38% -1.11%

INCOME STATEMENTS Dec-12 Dec-13 Dec-14 Dec-15 Sep-16


Total Revenues 49,028,696 55,436,954 65,185,850 70,365,573 56,211,870
Growth (%) 13.07% 17.59% 7.95%

Cost of Revenues 39,843,974 44,563,096 51,806,284 54,879,962 44,174,787


Gross Profit 9,184,722 10,873,858 13,379,566 15,485,611 12,037,083
Expenses (Income) 3,159,041 418,214 4,801,910 5,420,744 4,952,754
Operating Profit 6,025,681 6,691,722 8,577,656 10,064,867 7,084,329
Growth (%) 11.05% 28.18% 17.34%

Other Income (Expenses) -495,035 -755,518 -1,371,811 -1,429,592 -933,528


Income before Tax 5,530,646 5,936,204 7,205,845 8,635,275 6,150,801
Tax 1,461,935 1,552,272 1,810,552 2,182,441 1,553,050
Profit for the period 4,068,711 4,383,932 5,395,293 6,452,834 4,597,751
Growth (%) 7.75% 23.07% 19.60%

Period Attributable 4,013,758 4,328,736 5,368,568 6,435,654 4,601,391


Comprehensive Income 4,068,711 4,383,932 5,395,293 6,458,516 4,597,751
Comprehensive Attributable 4,013,758 4,328,736 5,368,568 6,441,336 4,601,391

RATIOS Dec-12 Dec-13 Dec-14 Dec-15 Sep-16


Current Ratio (%) 217.02 172.21 162.02 177.04 176.66
Dividend (Rp) 800.00 800.00 800.00 2,600.00 -
EPS (Rp) 2,086.06 2,249.76 2,790.19 3,344.78 2,391.47
BV (Rp) 13,827.70 15,288.42 17,269.85 19,753.73 19,533.56
DAR (X) 0.36 0.42 0.43 0.40 0.40
DER(X) 0.56 0.73 0.75 0.67 0.67
ROA (%) 9.80 8.63 9.27 10.16 7.32
ROE (%) 15.29 14.90 16.24 16.98 12.23
GPM (%) 18.73 19.61 20.53 22.01 21.41
OPM (%) 12.29 12.07 13.16 14.30 12.60
NPM (%) 8.30 7.91 8.28 9.17 8.18
Payout Ratio (%) 38.35 35.56 28.67 77.73 -
Yield (%) 1.42 1.90 1.32 4.73 -
Emiten rokok, PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) berhasil menorehkan pertumbuhan
laba bersih sebesar 11,92% per September 2016 dibandingkan dengan periode
yang sama tahun lalu.

Berdasarkan laporan keuangan per September 2016 yang dipublikasikan Senin


(31/10/2016) mencatat laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk
sebesar Rp4,60 triliun atau tumbuh 11,92% dibandingkan dengan periode yang
sama tahun lalu sebesar Rp4,11 triliun.

Pertumbuhan laba bersih tersebut seiring dengan naiknya penjualan rokok


perseroan. Per September 2016, perseroan berhasil mencatat penjualan Rp56,21
triliun atau naik 10,19% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yakni
sebesar Rp51,01 triliun.

Adapun, penjualan rokok lokal masih mendominasi dengan Rp53,84 triliun atau naik
10,26% dari penjualan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp48,83 triliun.
Penyumbang terbesar penjualan lokal adalah sigaret kretek mesin (SKM) dengan
penjualan Rp48,33 triliun, sedangkan pada periode sebelumnya hanya Rp44,06
triliun.

Sementara itu, penjualan rokok ekspor perseroan juga masih mengalami


peningkatan menjadi Rp2,37 triliun, sedangkan periode yang sama tahun lalu adalah
sebesar Rp2,18 triliun.

Dari ekspor, kontribusi terhadap penjualan secara total hanya sebesar 4%, atau
pendapatan total perusahaan dari ekspor sebesar 2 triliun. Sisanya, atau sebanyak
96% hasil pendapatan penjualan perseroan didapatkan dari pasar domestik. Jika
dilihat dari besarnya jumlah penduduk Indonesia, dan jumlah perokok laki-laki
dewasa yang mencapai 67%, maka wajar saja jika pundi-pundi Gudang Garam
didapat dari pasar domestik. Jika dilihat dari pangsa pasar domestik, Gudang Garam
menguasai hampir sekitar 20.6%.

Pertumbuhan Pendapatan, Laba Bersih Tertinggi Di Kelasnya

Di pasar dalam negeri, produk Gudang Garam dipasarkan hampir ke seluruh wilayah
Indonesia. Dari mulai Sumatera, Gudang Garam membentuk perusahaan PT Surya
Sriwijaya Perkasa dan PT Surya Lampung Perkasa sebagai distributor untuk wilayah
Sumatera. Untuk wilayah Sulawesi, pemasaran produk Gudang Garam melalui PT
Surya Minahasa Perkasa. Dan melalui PT Surya Papua Perkasa, produk – produk
Gudang Garam dipasarkan untuk kawasan Papua. Kawasan Kalimantan dan Nusa
Tenggara juga ada anak usaha yang mendistribusikan produk Gudang Garam.
Sedangkan pasar Jawa, perseroan langsung mengambil alih distribusi melalui kantor
pusat PT. Surya Madistrindo.

Kuatnya pertumbuhan pasar domestik membuat pendapatan dari kinerja penjualan


Gudang Garam selalu mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Pendapatan Gudang Garam diperoleh dari hasil penjualan produk Gudang Garam
yang diantaranya Sigaret Kretek Mesin, Sigaret Kretek Tangan, Rokok Klobot,
Kertas Karton dan lainnya. Hingga akhir tahun 2016, pendapatan Gudang Garam
paling banyak diperoleh dari Sigaret Kretek Mesin, dengan sumbangan 88%
terhadap total pendapatan penjualan Gudang Garam. Sedangkan produk sigaret
kretek tangan hanya menyumbangkan sebanyak 9% dari total pendapatan penjualan
Gudang Garam. Pertumbuhan pedapatan penjualan dari sigaret kretek mesin rata-
rata tiap tahunnya lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan sigaret kretek tangan. Dari
tahun 2016, sigaret kretek mesin mampu tumbuh 14% setiap tahunnya, sedangkan
sigaret kretek tangan hanya tumbuh sebesar 12%.

Pendapatan penjualan Gudang Garam hingga kuartal 3 2015 mencapai 48 triliun.


Pendapatan tersebut masih paling banyak ditopang oleh sigaret kretek mesin,
dengan kontribusi sebesar 90%. Sedangkan sigaret kretek tangan hanya
berkontribusi sebanyak 7%. Sehingga, dengan rata-rata pertumbuhan sigaret kretek
mesin yang lebih tinggi pertahunnya, dalam beberapa tahun kedepan pendapatan
penjualan Gudang Garam hampir semuanya diperoleh dari produk tersebut.
MATAHARI DEPARTMENT STORE

Matahari berhasil mempertahankan posisinya yang unggul dalam segmen


department store di Indonesia, dengan pangsa pasar yang tumbuh menjadi 42,8% di
tahun 2015 berdasarkan nilai penjualan ritel (Euromonitor).

Antara 2009 dan 2015, pangsa pasar kolektif dari lima besar peritel department store
meningkat dari 61,1% menjadi 73,3% dari segmen department store, berdasarkan
nilai penjualan ritel. Kiprah Matahari di sektor ritel Indonesia selama 57 tahun telah
mengukuhkan Matahari sebagai merek department store yang paling dipercaya di
Indonesia.

Menurut survei oleh MarkPlus Insight pada Desember 2012, Matahari adalah
department store yang paling sering dikunjungi di Indonesia selama lima tahun
terakhir.

Sejumlah merek eksklusif Matahari pun telah berulang kali melampaui merek-merek
besar internasional dalam hal kesadaran merek, sedangkan program loyalitasnya,
Matahari Club Card (MCC), merupakan salah satu program loyalitas terbesar di
Indonesia, dengan basis keanggotaan yang mencapai 3,2 juta di akhir tahun 2015.

Analisa Fundamental:

Di tahun 2016 LPPF memiliki Aset Total sebesar Rp 3,88 triliun meningkat 12%
dalam setahun. LPPF dalam 3 tahun terakhir mengalami perbaikan kinerja sehingga
ekuitasnya tercatat naik menjadi Rp 1,1 triliun. Return On Asset (ROA) dan Return
On Equity (ROE) tercatat 46% dan 161%. Itu artinya LPPF mampu memaksimalkan
asetnya dengan baik. Net Profit Marginnya (NPM) meningkat sebesar 1,8% dari
yang tadinya 17,9% di tahun 2015 menjadi 19,7%. Dari data-data tersebut
menunjukkan bahwa kinerja LPPF mengalami peningkatan di tahun 2016.

Saham LPPF di harga 17.000 mencerminkan PER 27,8 dengan menggunakan


LBPS di tahun 2015 sebesar 611. Itu berarti saat ini saham LPPF dalam kategori
wajar dengan Price to Earning Growth (PEG) ratio sebesar 1,0. Namun jika dilihat
dari book value LPPF sangat mahal karena PBV nya mencapai 44 kali. Namun
saham ini adalah termasuk growth stock sehingga book valuenya bisa diabaikan.
Yang terpenting adalah rasio antara harga dengan laba dan pertumbuhan penjualan
serta labanya. Selama 5 tahun terakhir labanya naik 384% dengan kenaikan rata-
rata 39,8% pertahun. Itu berarti pertumbuhan laba bersih LPPF menunjukkan
perlambatan karena membesarnya bisnis LPPF. Oleh karena itu ekspektasi
pertumbuhan laba di tahun 2017 akan dibawah 25%.

Ekspektasi tersebut sejalan dengan informasi dari LPPF yang berencana


berekspansi secara konservatif dengan hanya membuka 6-8 gerai baru
dibandingkan pembukaan 11 gerai di tahun 2015. Total gerai Matahari di Indonesia
berjumlah 142 gerai yang tersebar di 66 kota. Dengan pertumbuhan 6-8 gerai laba
LPPF diestimasi naik antara 10-20% sehingga secara wajar sahamnya juga akan
mengikuti kenaikan sebesar itu. Namun LPPF dihargai dengan PER yang besar dan
kinerjanya melambat seiring tahun sehingga memiliki koreksi yang sangat dalam.
Selama ini brand Mataharinya yang terkenal yang membuat saham LPPF dihargai
pada harga yang premium.
MANAJEMEN INVESTASI
“ANALISIS FUNDAMENTAL “

Disusun Oleh :
M Deni Yoga Iswara (141150471)

PROGRAM STUDI MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “
VETERAN“
YOGYAKARTA
MEI ,2017