Anda di halaman 1dari 34

BAB IV

EVALUASI KEGIATAN TAHUN 2017

4.1 Pelaksanaan Kegiatan


Kegiatan yang dilaksanakan di Puskesmas pada tahun 2017 diantaranya adalah
Program-Program Kegiatan Wajib Puskesmas, seperti Promosi Kesehatan,
Posbindu, Posyandu, Kesehatan lingkungan, Kesehatan Ibu, Anak dan Keluarga
Berencana, Program Gizi, Pemberantasan Penyakit Menular, dan program wajib
lainnya
4.1.1 Program Promosi Kesehatan
Pelaksanaan kegiatan pembangunan dibidang kesehatan sangat membutuhkan
peran serta aktif masyarakat. Peran serta masyarakat ini diwujudkan dalam bentuk
UKBM (Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat) yang bentuknya antara
lain, Posyandu, dan Posbindu.
a) Posyandu dan Posbindu
Puskesmas Kampung Sawah mempunyai 25 Posyandu dan 6 posbindu
dalamsatu kelurahan. Dalam melaksanakan upaya promosi kesehatan peran serta
Posyandu sangat penting karena Posyandu merupakan salah satu UKBM yang
paling memasyarakat dalam pelayanan.
b) PHBS
Program Promosi kesehatan meliputi beberapa kegiatan, yang salah satu
tujuannya adalah mengkaji perilaku masyarakat yang berpengaruh terhadap
derajat kesehatan. Indikator PHBS menggambarkan berbagai permasalahan
perilaku kesehatan pada masyarakat. PHBS adalah segala perilaku untuk
menerapkan kebiasaan yang baik dalam menciptakan hidup yang bersih dan sehat
serta menghindarkan kebiasaan buruk yang dapat mengganggu kesehatan, dengan
menggunakan pendekatan paradigma sehat yang memberi prioritas pada
usaha-usaha promotif, kuratif, dan rehabilitatif. Puskesmas sebagai pusat
pelayanan masyarakat terdepan harus menekankan kepada usaha promotif dan
preventif. Upaya peningkatan kesehatan masyarakat harus sejajar dengan
peningkatan kesehatan lingkungan demi untuk terwujudnya kesehatan yang
optimal yang bebas dari resiko-resiko yang menurukan derajat kesehatan tersebut.

Laporan Tahunan Puskesmas Kampung Sawah 2017


Program PHBS ini meliputi lima tatanan yaitu: tatanan rumah tangga, tatanan
institusi pendidikan, tatanan institusi kesehatan, tatanan tempat kerja, tatanan
tempat-tempat umum (tempat ibadah). Pengkajian dilakukan di Kelurahan
Kampung Sawah yang ada di kecamatan Ciputat.

Adapun tujuan dari pelaksanaan PHBS secara umum adalah melalui


pembinaan desa sehat diharapakan masyarakat dimasa yang akan datang adalah
masayarakat, keluarga, dan individu yang hidup dalam lingkungan yang sehat
dan perilaku individu yang menunjang kesehatan. Selain itu untuk meningkatkan
pengetahuan sikap dan perilaku masayarakat untuk hidup bersih dan sehat,
mendapatkan gambaran PHBS dari masayarakat yang ada di wilayah Puskesmas
Kampung Sawah, memperoleh rumusan masalah PHBS yang masih kurang serta
langkah-langkah apa yang harus dilakukan agar PHBS dapat dilaksanakan oleh
masyarakat wilayah Puskesmas Kampung Sawah sehingga tercapainya derajat
kesehatan yang optimal.

4.1.2 Program Penyehatan Lingkungan


Program penyehatan lingkungan bertujuan untuk menilai keadaan lingkungan
dan upaya yang dilakukan untuk menciptakan lingkungan sehat dengan melihat
empat indikator yaitu; persentase keluarga yang memiliki akses air bersih,
persentase rumah sehat, keluarga dengan kepemilikan sarana sanitasi dasar,
tempat umum dan pembinaan tempat pengisian air minum isi ulang.

4.1.3 Program Kesehatan Ibu dan Anak


Kegiatan dilaksanakan dalam program KIA dan KB adalah :
1. Pelayanan pemeriksaan ibu hamil di dalam gedung, Posyandu, rumah
bidan dan kunjungan rumah.
2. Pembinaan terhadap kader yang ada di Puskesmas Kampung Sawah
dilaksanakan dalam bentukrapat koordinasi kelurahan dan kecamatan.
3. Pembinaan bidan swasta tiap bulan bersamaan dengan pertemuan IBI
ranting tempat secara bergiliran.

Sedangakn kegiatan yang dilaksanakan program kesehatan anak adalah :


1. Kegiatan DITK dilaksanakan di Puskesmas, Posyandu dan TK

Laporan Tahunan Puskesmas Kampung Sawah 2017

23
2. Penjaringan anak pra sekolah (TK) dilaksanakan setiap satu tahun dua
kali dan satu kali untuk murid kelas satu Sekolah Dasar (SD)
3. Pelaksanaan imunisasi BIAS
4. Pelayanan pemeriksaan neonatal bayi dan balita di Puskesmas dan
Posyandu.

4.1.4 Program Perbaikan Gizi Masyarakat


Untuk mendata status gizi balita dilaksanakan bulan penimbangan balita satu
tahun dua kali pada bulan Februari dan Agustus. Upaya-upaya yang telah
dilaksanakan dalam program perbaikan gizi adalah sebagai berikut :
a. Upaya penanggulangan gizi kurang Intervensi gizi dilaksanakan dalam
bentuk
 PMT Penyuluhan di Posyandu dilaksanakan satu bulan satu
kali
 PMT Pemulihan untuk gizi buruk gakin berupa :
Formula 75 dan formula 100 dari dana BOK
MP ASI Biskuit dari APBD Dinkes Propinsi Banten.
MP ASI ini diberikan selama 90 hari untuk balita gakin

b. Pemberian Vitamin A
Pemberian Vitamin A untuk bayi dan balita dilaksanakan dua kali setahun
pada bulan Februari dan Agustus.
c. Penanggulangan GAKY (Gangguan Akibat Kekurangan Garam
Yodium)Kegiatanuntuk GAKY dilaksanakan dengan Penyuluhan garam
beryodium di Posyandu dan di kelurahan dan SD.
d. Penanggulangan Anemia Gizi Ibu Hamil
Kegiatan untuk penanggulangan anemia telah dilaksanakan
 Penyuluhan tentang manfaat zat besi pada ibu hamil
dilaksanakan di dalam gedung pada saat pelaksanaan KIA dan
Posyandu
 Pemberian tabel Fe pada ibu hamil

4.1.5 Program Pemberantasan Penyakit Menular


Laporan Tahunan Puskesmas Kampung Sawah 2017

24
a. Program P2 ISPA dan Diare
Upaya-upaya yang telah dilaksanakan dalam program P2 ISPA dan Diare di
Puskesmas Kampung Sawah tahun 2016 adalah :
1. Pengobatan di Puskesmas
a) Pengobatan penderita diare rawat jalanuntuk balita dan semua umur
b) Pemeriksaan dan pengobatan balita Pneumonia ( Pneumonia,
Pneumonia berat dan non Pneumonia)
2. Pojok Uro (Upaya Rehidrasi Oral)
Dilakukan bila terdapat penderita dehidrasi (ringan s/d berat), dengan
kegiatanpromosi uro, pemeriksaan dan pengobatan kasus.
3. Penyuluhan/Pelatihan
Penyuluhan pada pengunjung Puskesmas yang dilakukan dua kali
perbulan setiap hari senin minggu pertama dan kedua
4. Pelatihan terhadap kader
5. Desiminasi informasi secara lintas sektor
6. Penyuluhan di Posyandu oleh pembina kelurahan

b. P2 Kusta
Kegiatan P2 Kusta di Puskesmas Kampung Sawah meliputi :
1) Kontak Survey
2) School survey
3) Pengobatan

c. Program P2 TB Paru
Dilakukan dengan strategi DOTS dengan obat TB, serta penemuan kasus
dilakukan dengan 2x pemeriksaan dahak BTA, penderita dipantau minum
obatnya oleh bidan desa atau seorang yang dapat dipercaya dan bisa
memotivasi penderita untuk minum obat.
d. Program Imunisasi
Salah satu upaya untuk peningkatkan kualitas sumber daya manusia
khususnya untuk anak adalah dengan cara memberikan kekebalan dan
pencegahan terhadap penyakit-penyakit tertentu yang masih menjadi
penyebab kesakitan dan kematian pada anak yang tinggi. Kegiatan
Laporan Tahunan Puskesmas Kampung Sawah 2017

25
pencegahan penyakit yang dilaksanakan di Puskesmas Kampung Sawah
dengan program imunisasi meliputi kegiatan sebagai berikut :
1. Imunisasi Rutin
Pelayanan imunisasi rutin untuk bayi, bumil dan CPW (calon pengantin
Wanita) dilaksanakan didalam gedung setiap hari, sedangkan pelayanan diluar
gedung dilaksanakan melalui kegiatan Posyandu dengan waktu yang sudah
terjadwal setiap bulan. Tahapan imunisasi dasar tahun 2017 semua kelurahan
sudah UCI.

2. BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah)


BIAS telah dilaksanakan disekolah-sekolah SD/MI negeri dan swasta.
Pada tahun 2017. BIAS vaksin Campak dan DT diberikan pada murid SD/MI
negeri dan swasta kelas I, BIAS vaksin DT diberikan pada murid SD/MI
negeri dan swasta kelas II dan III.
3. Penanggulangan KIPI
Untuk pencegahan dan penanggulangan KIPI Puskesmas Kampung
Sawah telah berupaya menyiapkan alat-alat dan obat-obatan anaphilactic
shock dan segera merujuk ke tingkat yang lebih tinggi bila ada kasus yang
tidak bisa ditangani di Puskesmas.
.
e. Program Kesehatan
a) Usaha Kesehatan Sekolah
Dalam wilayah kerja Puskesmas Kampung Sawah terdapat empat tingkatan sarana
pendidikan dengan jumlah murid sebagai berikut :
 SD/MI ada 9 sekolah
 SLTP/MTs ada 7 sekolah
 SMU/Aliyah ada 2 sekolah
 SLB ada 1 sekolah
 TK ada 20 sekolah

b) TRIAS UKS:

1) Penyuluhan Kesehatan

Laporan Tahunan Puskesmas Kampung Sawah 2017

26
a. Penyuluhan guru UKS SD/MI Kampung Sawah dikuti 20 orang
b. Pelatihan dokcil SD/MI
c. Mengirim Peserta lomba cerdas cermat dokter kecil tingkat Kota
Tangerang Selatan
d. Penyuluhan DBD di SD/MI sebanyak 10 sekolah bulan Mei 2017
e. Mengirim kader sebanyak 6 orang dari masing – masing kelurahan
dipilih 1 orang kader dan 2 orang guru SD Kampung Sawah untuk
dilatih menjadi kader kesehatan gigi
f. Mengirim 2 orang guru SD untuk mengikuti pelatihan kader kesehatan
gigi
g. Melatih Jumantik (Juru Pemantau Jentik)
h. Sikat gigi massal murid kelas 1 SD Kampung Sawah
i. Penyuluhan PKPR, NAPZA tingkat SLTP dan SLTA
j. Pembentukan Kader Konseling Remaja tingkat SLTP bekerjasama
dengan Dinkes
2) Pelayanan Kesehatan
a. Penjaringan anak kelas 1 baru SD/MI wilayah Kampung Sawah bulan
Agustus 2017
b. Penjaringan anak TK sewilayah kerja Puskesmas Kampung Sawah
c. Pelaksanaan UKGS SD/MI
d. Pelaksanaan Bias Campak kelas 1 SD bulan Juli – September 2017
e. Pengkajian PHBS tingkat SD bulan Januari 2017
f. Pengkajian PHBS tingkat SLTP
g. Pemberian garam yodium di sekolah-sekolah bekerjasama dengan Dinkes
h. Pemeriksaan golongan darah murid TK
3) Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat
a. Pembinaan Lomba Sekolah Sehat (LSS) TK
b. Pembinaan Lomba Sekolah Sehat (LSS) SLTP
c. Monitoring PSN, pemeriksaan jentik di SDN sewilayah Puskesmas
Kampung Sawah dan masyarakat oleh dokter, guru-guru
d. Monitoring PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk), pemeriksaan jentik
tingkat SLTP dan masyarakat sekitar oleh anggota PMR, SBH serta
guru-guru
Laporan Tahunan Puskesmas Kampung Sawah 2017

27
e. Pembinaan dan monitoring kebersihan kelas disekolah SD/MI dan SLTP
f. Pembinaan, monitoring kebersihan kelas disekolah TK, SD/MI dan SLTP
g. Pembinaan, monitoring kebersihan halaman, TOGA, kebun sekolah dan
sekitarnya di tingkat SD/MI, SLTP dan SLTA
h. Pembinaan kantin/warung sekolah ditingkat SD/MI, SLTP dan SLTA
i. Pembinaan penjaga kantin/warung sekolah ditingkat SD/MI, SLTP dan
SLTA
j. Memonitoring PSN (pemberantasan sarang nyamuk) dan pemeriksaan
jentik oleh anak SBH (tim jumantik)

f. Program Kesehatan Lanjut Usia


Kegiatan program usia lanjut di Puskesmas Kampung Sawah yang
dilaksanakan selama tahun 2017 adalah sebagai berikut :
 Pemeriksaan kesehatan usia lanjut dilaksanakan 1 bulan sekali di
Posbindu dengan jadwal yang telah dibuat sebelumnya dan diadakan
pengobatan umum yang dilaksanakan oleh dokter umum Puskesmas,
pemegang program lansia, bidan desa, dan kader.
 Pendataan Lansia yang berusia 45 sampai dengan 70 tahun keatas
dilakukan pada bulan Januari sampai dengan februari 2017,
berkoordinasi antara Kordinator Program Lansia dengan kader
lansia.
 Penjaringan Lansia resti disemua Posbindu di wilayah kerja
Kampung Sawah.
 Rujukan Lansia
g. Program Penanggulangan Penyalahgunaan Napza
Program penanggulangan penyalahgunaan Napza (narkotik
Psycotropica dan zat aditif lainnya) merupakan program pengembangan yang
wajib dilaksanakan di Kota Tangerang Selatan. Pelaksanaan kegiatan ini
berjalan dengan adanya kerjasama antar Puskesmas dengan Polsek, Koramil,
Kecamatan, KUA dan instansi terkait lainnya. Kegiatan-kegiatan dalam
program penanggulangan Napza yang telah dilaksanakan oleh Puskesmas
Kampung Sawah adalah :
 Penyuluhan-penyuluhan kader
Laporan Tahunan Puskesmas Kampung Sawah 2017

28
 Penyuluhan ke masyarakat dan karang taruna
 Penyuluhan ke sekolah-sekolah
 Pengembangan kelompok sebaya

4.1.6 Pelaksanaan Kegiatan Program Pengembangan Pilihan


a. UKGMD (Usaha Kesehatan Gigi Masyarakat Desa)
Kegiatan UKGMD dilaksanakan di 2 kelurahan dengan 64 Posyandu dengan
jadwal rutin 8 posyandu dalam 1 bulan. Kegiatan yang telah dilaksanakan
dalam UKGMD ini adalah :
 Penyuluhan
 Pemeriksaan kesehatan gigi
 Rujukan
 Pelatihan kader tentang UKGMD
Penyuluhan dan pemeriksaan gigi sederhana dilakukan oleh petugas
Puskesmas. Untuk selanjutnya diberikan pelatihan kepada kader dan
dikembangkan kesemua Posyandu diseluruh wilayah Puskesmas Kampung
Sawah

b. Program Kesehatan Remaja


Penjaringan dan pemeriksaan kesehatan anak remaja tingkat SMP, SMA dan
yang sederajat, Penyuluhan tentang reproduksi remaja dan Napza.

4.2. Cakupan dan Hasil Kegiatan

4.2.1. Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil


Pelayanan/pemeriksaan kesehatan bagi ibu hamil sesuai standar pada masa
kehamilan oleh tenaga kesehatan terampil (Dokter, Bidan atau Perawat) 4 kali dengan
interval 1 kali pada trimester pertama, 1 kali pada trimester kedua, dan 2 kali pada
trimester ketiga, akan menggambarkan cakupan pelayanan antenatal ibu hamil yang
dapat dipantau melalui pelayanan kunjungan ibu hamil K1 dan K4.
Pemeriksaan kesehatan ibu hamil oleh tenaga kesehatan selama masa
kehamilan mencakup (10 T) adapun pelayanan tersebut adalah ukur tekanan darah,
timbang berat badan, tentukan status gizi, ukur tinggi fundus uteri, tentukan
Laporan Tahunan Puskesmas Kampung Sawah 2017

29
presentasi dan djj, skrining imunisasi TT, pemberian tablet Fe minimal 90 tablet ,
pemeriksaanLaboratorium, tatalaksana kasus dan temu wicara.
Pelayanan kesehatan ibu hamil di puskesmas kampung sawah meliputi
pelayanan ibu hamil K1, K4, Tablet FE, Penanganan ibu hamil komplikasi, dan TT
ibu hamil. Adapun penjelasan sebagai berikut:
 Pelayanan ibu hamil K1 yaitu kontak ibu hamil yang pertama kali dengan
petugas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan seorang ibu hamil
sesuai standar.

 Pelayanan ibu hamil K4 yaitu kontak ibu hamil dengan tenaga kesehatan
yang ke empat atau lebih untuk mendapatkan pelayanan Ante Natal Care (ANC)
sesuai standar yaitu satu kali dalam trimester pertama (sebelum 12 minggu), satu kali
dalam trimester kedua (antara minggu 13-28), dua kali dalam trimester ketiga (antara
minggu 29-40).
 Pemberian Tablet FE Untuk meningkatkan kadar hemoglobin ibu hamil
sehingga dapat menghindari terjadinya anemia ibu hamil dan pencegahan pendarahan
pada saat melahirkan, maka ibu hamil diberikan Tablet Tambah Darah (Fe) minimal
sebanyak 90 tablet (Fe3) selama kehamilan.
 Ibu hamil dengan risiko tinggi adalah keadaan ibu hamil yang mengancam
kehidupannya maupun janinnya, misalnya umur, paritas, interval, dan tinggi badan.
Sedang komplikasi pada proses persalinan adalah keadaan dalam proses persalinan
yang mengancam kehidupan kehidupan ibu maupun janinnya, misalnya perdarahan,
preeklamsia, infeksi jalan lahir, letak lintang, partus lama, dan lain-lain. Ibu hamil
risiko tinggi dan komplikasi ditangani adalah ibu hamil dengan risiko tinggi dan
komplikasi yang ditemukan untuk mendapat pertolongan pertama dan rujukan oleh
tenaga kesehatan
 Sedangkan TT ibu hamil adalah proses untuk membangun kekebalan sebagai
upaya pencegahan terhadap infeksi tetanus untuk melindungi bayi baru lahir dan
melindungi ibu terhadap kemungkinan tetanus apabila terluka.

Grafik 4.1 Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil Tahun 2017

Laporan Tahunan Puskesmas Kampung Sawah 2017

30
GRAFIK PELAYANAN KESEHATAN IBU HAMIL
160% 142%
140%
120%
99% 100% 95% 100% 95% 100% 100% 100%
100%
80%
80%
60%
40%
20%
0%
K1 K4 TABLET FE PENANGANAN TT ibu hamil
BUMIL RESTI

target pencapaian

Berdasakan grafik di atas semua pencapainan terget pelayanan kesehatan ibu


hamil mencapai target, dimana pencapai terget K1 sebanyak 805 ibu hamil dengan
presentase sebesar 100%, Pencapaian K4 sebanyak 802 dengan presentase sebesar
99,6%, pencapaian Tablet FE sebanyak 802 ibu hamil dengan presentase sebesar
99,6%, pencapaian penanganan bumil resti sebanyak 161 ibu hamil dengan
presentase sebesar 100%, pencapaian TT ibu hamil sebanyak 1269 orang dengan
presentase sebesar 142,1%. Hal ini dikarenakan adanya kerjasama yang baik antara
puskesmas kampung sawah dengan bidan praktek mandiri dan rumah sakit di
wilayah kerja puskesmas kampung sawah yaitu dengan selalu memberikan laporan
bulanan ke puskesmas kampung sawah yang mempermudah dalam proses
pemantauan dan pendataan.

4.2.2 Pelayanan Kesehatan Ibu Bersalin dan Ibu Nifas

Pertolongan persalinan oleh bidan atau tenaga kesehatan adalah ibu bersalin
yang mendapat pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki
kompetensi kebidanan. Cakupan pelayanan kesehatan ibu bersalin dan ibu nifas di
puskesmas kampung sawah meliputi: persalinan ditolong tenaga kesehatan,
pemberian vit A pada ibu nifas, dan kunjungan ibu nifas.

Grafik 4.2 pelayanan kesehatan ibu bersalin dan nifas di puskesmas kampung
sawah tahun 2017

Laporan Tahunan Puskesmas Kampung Sawah 2017

31
GRAFIK PELAYANAN KESEHATAN IBU
BERSALIN DAN NIFAS
TARGET PENCAPAIAN

100%

100%

100%
92%

92%
PERSALINAN DITOLONG 90%
PEMBERIAN VIT A PADA KUNJUNGAN IBU NIFAS
NAKES IBU NIFAS

Berdasarkan grafik di atas didapatkan bahwa persalinan ditolong oleh tenaga


kesehatan sudah mencapai target yaitu sebayak 768 orang dengan presentase sebesar
100% dari target 92%. Pada pemberian VIT A pada ibu nifas sudah mencapai
target yaitu sebanyak 768 orang dengan presentase sebesar 100% dari target 90%.
Selain itu target kunjungan ibu nifas sudah mencapai target yaitu sebayak 768 orang
dengan presentase sebesar 100% dari target 92%. Dari hasil grafik di atas
menunjukan bahwa pelayana kesehatan ibu bersalin dan nifas telah mencapai target
hal ini menunjukkan bahwa masyarakat khususnya ibu hamil di wilayah kerja
puskesmas kampung sawah telah menyadari pentingnya pelayanan kesehatan di
tennaga kesehatan demi kesehatan dan keselamatan ibu dan bayi. Selain itu
mudahnya akses untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di wilayah kerja
puskesmas kampung sawah menjadi salah satu faktor yang mendukung mencapainya
target tersebut.

4.2.3 Pelayanan Kesehatan Bayi dan Balita


Upaya meningkatkan pertumbuhan bayi dan balita serta penurunan angka
kesakitan dan kematian di Puskesmas Kampung Sawah dilakukan dengan tindakan
preventif berupa kunjungan neonatus oleh tenaga kesehatan, pemberian imunisasi,
pemberian vitamin A, peningkatan penggunaan ASI Eksklusif dan pemberian
makanan pendamping ASI (MP-ASI) bagi bayi keluarga miskindan balita dengan

Laporan Tahunan Puskesmas Kampung Sawah 2017

32
gizi kurang maupun gizi buruk . Pencapaian pelayanan kesehatan bayi di Puskesmas
Kampung Sawah tahun 2017 tergambar dibawah ini

Grafik 4.3 pelayanan kesehatan bayi dan balita puskesmas kampung sawah
tahun 2017

GRAFIK PELAYANAN KESEHATAN BAYI DAN BALITA


PUSKESMAS KAMPUNG SAWAH TAHUN 201 7
TARGET PENCAPAIAN
99.70%

98.90%
100%
100%
100%

100%
100%

100%
100%
92%

91%
90%

90%

90%
56.20%
48%

Berdasarkan grafik diatas semua pencapaian pelayanan kesehatan bayi dan


balita di puskesmas kampung sawah sudah mencapai target yaitu KN1 yaitu
sebanyak 770 bayi dengan presentase sebesar 99,70 % dari target 92%, pencapaian
penaganan neonatus yaitu sebanyak 130 bayi dengan presentase sebesar 100 % dari
target 100%, pencapaian kunjungan bayi yaitu sebanyak 772 bayi dengan presentase
sebesar 100% dari target 90%, pencapaian kunjungan balita yaitu sebayak 2390 balita
dengan presentase sebesar 100% dari target 90%, pencapaian asi ekslusif yaitu
sebanyak 9 bayi dengan persentasi 56,2% dari target 48% , pencapaian pemberian
VIT A bayi 6-11 bulan yaitu sebanyak 433 bayi dengan presentase 100% dari target
100%, pencapaian pemberian VIT A balita 12-59 Bulan yaitu sebayak 2977 balita
dengan presentase 98,90% dari target 90%, pencapaian kasus BGM yang di tangani
yaitu sebanyak 5 balita dengan presentase sebesar 100%. Hal ini dikarenakan adanya
kerjasama yang baik antara puskesmas kampung sawah dengan bidan praktek
mandiri dan rumah sakit di wilayah kerja puskesmas kampung sawah yaitu dengan
selalu memberikan laporan setiap bulan ke puskesmas kampung sawah yang
mempermudah dalam proses pemantauan dan pendataan.

4.2.4 Pelayanan KB
Laporan Tahunan Puskesmas Kampung Sawah 2017

33
Keluarga berencana adalah gerakan untuk membentuk keluarga yang sehat dan
sejahtera dengan membatasi kelahiran. Dalam pencapaian program KB bisa dilihat
dari KB aktif berikut pencapainan program KB
Grafik 4.4 pencapaian peserta KB aktif dan KB baru di puskesmas kampung
sawah tahun 2017

PENCAPAIAN PESERTA KB AKTIF &


KB BARU
81.78% TARGET PENCAPAIAN
70%

36.50%
0%
KB AKTIF KB BARU

Berdasarkan grafik diatas didapatkan jumlah KB aktif sudah mencapai target


yaitu dengan jumlah 7914 Pasangan Usia Subur (PUS) dengan persentase sebesar
143,5% dari target 70%. Akan tetapi untuk peseta KB baru berjumlah 2011 Pasangan
Usia Subur dengan presentase 36,50% dan tidak ada target untuk KB Baru.
Pencapain kb aktif yang mencapai target dikarenakan adanya kerjasama yang baik
antara puskesmas kampung sawah dengan bidan praktek mandiri dan rumah sakit di
wilayah kerja puskesmas kampung sawah yaitu dengan selalu memberikan laporan
setiap bulan ke puskesmas kampung sawah yang mempermudah dalam proses
pemantauan dan pendataan.

4.2.5 Pelayanan kesehatan anak sekolah


Pelayanan kesehatan di sekolah diutamakan pada upaya meningkatkan
kesehatan (promotif) dan upaya meningkatkan pencegahan penyakit (preventif). Salah
satu upaya preventif yang dilaksanakan di sekolah adalah kegiatan penjaringan
kesehatan anak sekolah (Health Screening), sebagai prosedur pemeriksaan kesehatan
yang bertujuan untuk mengelompokkan anak sekolah dalam berbagai kategori sehat
dan sakit yang memerlukan tindakan lebih lanjut, serta mendapatkan gambaran
kesehatan anak sekolah dan mengikuti perkembangan serta pertumbuhan anak sekolah
sebagai pertimbangan dalam menyusun program pembinaan kesehatan sekolah.
Laporan Tahunan Puskesmas Kampung Sawah 2017

34
Grafik 4.5 cakupan pelayanan kesehatan siswa SD & Setingkat

GRAFIK CAKUPAN PELAYAN


KESEHATAN SISWA SD & SETINGKAT
TARGET PENCAPAIAN

100%

100%
MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN (PENJARINGAN)

berdasarkan grafik diatas didapatkan bahwa pemeriksaan kesehatan atau


penjaringan siswa di SD/MI oleh tenaga kesehatan yaitu sebayak 899 siswa dengan
persentase sebesar 100% dari target 100%.

4.2.6 Pelayanan Kesehatan Remaja


Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa
dan terjadi perubahan fisik yang cepat menyamai orang dewasa, tetapi emosinya
belum dapat mengikuti perkembangan jasmaninya, hal ini sering menimbulkan
gejolak sehingga masa ini perlu mendapat perhatian. Salah satunya adalah pendidikan
dan perhatian agar anak berperilaku hidup sehat, baik secara fisik maupun mental.
Pada tahun 2011 tepatnya di bulan Juni, puskesmas kampung sawah mendirikan
klinik remaja tempat pelayanan kesehatan remaja. Pada tahun 2012 ini pemanfaatan
klinik remaja sudah berjalan dengan baik, tiap harinya. Berikut data kunjungan
remaja dan remaja yang mendapat konseling pada tahun 2016.

Grafik 4.6 kunjungan remaja dan konseling remaja puskesmas kampung sawah
tahun 2017

Laporan Tahunan Puskesmas Kampung Sawah 2017

35
GRAFIK KUNJUNGAN REMAJA & KONSELIG REMAJA
PUSKESMAS KAMPUNG SAWAH TAHUN 2017
TARGET PENCAPAIAN

80%

80%

80%

80%
KUNJUNGAN REMAJA KONSELING

Berdasarkan grafik diatas didapatkan bahwa kunjungan remaja ke klinik remaja


yaitu sebanyak 1356 remaja dengan persentase sebesar 80% dari target 80%. pada
pencapaian konseling remaja yaitu jumlahnya sebanyak 1356 remaja dengan
persentase sebesar 80% dari target 80%.
4.2.7 Pelayanan Kesehatan usila
Usia lanjut akan menimbulkan permasalahan yang komplek baik untuk diri
sendiri, keluarga maupun masyarakat. Puskesmas sebagai unit pelayanan terkecil yang
memberikan pelayanan kesehatan ke masyarakat khususnya ke usia lanjut berikut
capaian usia lanjut yang mendapatkan pelayanan kesehatan

Grafik 4.7 grafik usia lanjut yang mendapat pelayanan kesehatan tahun 2017

Laporan Tahunan Puskesmas Kampung Sawah 2017

36
GRAFIK USILA YANG MENDAPAT PELAYANAN
KESEHATAN TAHUN 2017
90% 80% 80%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
0%
USIA LANJUT YANG MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN

TARGET PENCAPAIAN

berdasarkan grafik diatas didapatkan bahwa usia lanjut yang medapatkan


pelayanan kesehatan di puskesmas kampung sawah yaitu sebanyak 1488 orang dari
jumlah lansia sebanyak 1852 orang, dengan persentase sebesar 80% dari target 80%.
Untuk mencapai target keseahatn usia lanjut puskesmas secara rutin melakukan
posbindu di setiap RW dan mengadakan senam lansia setiap bulan di puskesmas agar
para lansia mau memeriksakan kesehatan dan menjaga kesehatannya setiap bulan

4.3 PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN PENYAKIT

Upaya pemberantasan penyakit menular lebih ditekankan pada pelaksaaan


surveilans dengan upaya penemuan penderita secara dini yang ditindak lanjuti
dengan penanganan secara cepat melalui pengobatan pada penderita. Disamping itu
pelayanan lain yang diberikan adalah upaya pencegahan, upaya penggurangan factor
resiko melalui kegiatan untuk meningkatkan kualitas lingkungan serta peningkatan
peran serta masyarakat dalam upaya pemberantasan penyakit menular yang
dilaksanakan melalui berbagai kegiatan.

4.3.1. Imunisasi Bayi


Imunisasi merupakan suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang
secara aktif terhadap suatu penyakit. Upaya yang dilakukan untuk menurunkan
angka kesakitan, kecacatan, dan kematian bayi dilaksanakan program imunisasi

Laporan Tahunan Puskesmas Kampung Sawah 2017

37
untuk penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).Imunisasi yang
diberikan pada bayi antara lain imunisasi BCG, DPT, Polio, Campak dan Hepatitis.

Grafik 4.8 cakupan imunisasi puskesmas kampung sawah tahun 2017

GRAFIK IMUNISASI
TARGET PENCAPAIAN

103.40%
102.10%
101.00%

99.30%

95.80%

95.60%

100%
100%
95%

95%

95%

95%

93%

80%
HB0 BCG POLIO DPT HB CAMPAK IMUNISASI UCI
DASAR
LENGKAP

Berdasarkan grafik diatas didapatkan bahwa seluruh pencapaian program


imunisasai mencapai target dimana pencapaian HB0 101% dari target 95%,
pencapaian targer BCG yaitu sebesar 99,3% dari target 95%, pencapaian imunisasi
polio yaitu sebesar 95,8% dari target 95%, pencapaian DPT HB yaitu sebesar 95,6%
dari target 95%, pencapaian imunisasi campak yaitu sebesar 102,1% dari target 93%,
pencapaian imunisasi dasar lengkap yaitu sebesar 103,4% dari target 80%,
pencapaian UCI yaitu sebesar 100% dari target 100%.
Selain itu pada tahun 2017 terdapat kampanye imunisasi nasional yaitu imunisasi
MR (Measles & Rubella).Vaksin MR ini adalah kombinasi vaksin Campak/Measles
(M) dan Rubella (R) untuk perlindungan terhadap kedua penyakit tersebut. Campak
dan rubella merupakan jenis penyakit yang tidak dapat diobati (virus penyebab
penyakit tidak dapat dibunuh), maka Imunisasi MR ini adalah pencegahan terbaik
bagi keduanya. Vaksin yang digunakan pada program imunisasi dari pemerintah ini
telah mendapatkan rekomendasi dari WHO dan izin edar dari Badan POM.
Pelaksannann kampanye imunisasi MR sendiri dilaksankan pada bulan agustus dan
september dan hanya untuk usia 9 bulan – 15 tahun.

Laporan Tahunan Puskesmas Kampung Sawah 2017

38
Pada akhir tahun 2017 Kementerian Kesehatan RI akan menggelar Outbreak
Response Imunization (ORI) secara masal. Tindakan ini dilakukan untuk
menghentikan penyeberan penyakit difteri yang sudah digolongkan sebagai penyakit
luar biasa. Karena tingkat penularan difteri, sangat tinggi karena penularan
bakterinya melalui percikan ludah saat bersin atau batuk, dan sangat mudah
menular. Karena itu, pihak puskesmas kampung sawah menekankan untuk
melakukan ORI, artinya pemberian imunisasi ulang secara massal kepada seluruh
wilayah kerja puskesmas kampung sawah usia 1-19 tahun. Berikut pencapaian kedua
imunisasi nasional yang dilaksanakan oleh puskesmas kampung sawah
Grafik 4.9 cakupan imunisasi MR dan Difteri puskesmas kampung sawah tahun
2017

GRAFIK CAKUPAN IMUNISASI MR DAN DIFTERI


TAHUN 2017
96.50%

target pencapaian
95%

95%

92.39%

IMUNIASA MR IMUNISASI DIFTERI

Berdasarkan grafik diatas didapatkan bahwa pencapaian imunisasai MR yaitu


sebesar 96,5% atau sebanyak 6687 orang dari target 95% dari jumlah sasaran
sebanyak 7228 orang. Sedangkan untuk pencapaian imunisasi difteri yaitu sebesar
92,39% atau sebanyak 7749 orang dari target 95% dari jumlah sasaran sebesar 8388.
Untuk pencapain imunisasi difteri tidak mencapai target dikarenakan pelaksanaan
ORI dari kementrian kesehatannya di mulai dari 11 desember 2017 dan
pelaksanaannya pun masih berjalan sampai pertengahan tahun 2018.

4.3.2 Pengendaliaan penyakit DBD

Laporan Tahunan Puskesmas Kampung Sawah 2017

39
Upaya pemberantasan penyakit DBD dititikberatkan pada kegiatan pemeriksaan
jentik berkala serta penggerakan pada masyarakat untuk berperan dalam
pemberantasan sarang nyamuk dengan gerakan 3M plus (menguras, Menutup, dan
Mengubur) plus menaburkan larvasida, atau menggunakan lotion anti nyamuk serta
kegiatan lain yang mencegah atau membrantas nyamuk aedes aigypti berkembang
biak. Akan tetapai kasus penyakit demam berdarah dengue selalu ada berikut kasus
penyakit demam berdarah dengue tahun 2017

Grafik 4.10 kasus penyakit DBD puskesmas kampung sawaha tahun 2017

GRAFIK KASUS DBD PUSKESMAS KAMPUNG


SAWAH TAHUN 2017
JUMLAH KASUS DBD MENINGGAL
4

KASUS DBD

Berdasarkan grafik di atas jumlah kasus demam berdarah dengue yaitu sebayak 4
orang dan tidak ada kasus yang meningal dunia akibat penyakit demam berdarah
dengue. Kurang kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan lingkungan
menjadi penyebab kasus demam berdarah dengue masih endemi di wilayah
puskesmas kampung sawah. Tetapi terjadi penurunan kasus di bandingkan tahun lalu
yang mempunyai 12 kasus dan yang meninggal dunia 1 orang. Penurunan kasus
dikarenakan telah di bentuknya program satu rumah satu jumantik di wilayah
puskesmas kampung sawah.

4.3.3. Pengendaliaan penyakit Pneumonia

Laporan Tahunan Puskesmas Kampung Sawah 2017

40
Pneumonia adalah suatu penyakit infeksi atau peradangan pada organ paru-paru
yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur ataupun parasit di mana pulmonary
alveolus (alveoli) yang bertanggung jawab menyerap oksigen dari atmosfer menjadi
“inflame” dan terisi oleh cairan. Penyakit Pneumoniadapat juga disebabkan oleh
iritasi kimia atau fisik dari paru-paru atau sebagai akibat dari penyakit lainnya.
Namun penyebab yang paling sering ialah serangan bakteria streptococcus
pneumonia, atau pneumokokus. Untuk menurunkan angka kesakitan pnemonia
puskesmas kampung sawah melaksanakan kegiatan pengendaliaan penyakit
pneumonia dengan pelaksanaan MTBS di Puskesmas kampung sawah untuk
menjaring kasus pneumonia maupun bukan pneumonia berikut kasus pnemonia di
puskesmas kampung sawah :

Grafik 4.11 penjaringan pnemonia di puskesmas kampung sawah tahun 2017

GARFIK PENJARINGAN PNEMONIA DI


PUSKESMAS KAMPUNG SAWAH TAHUN 201 7
TARGET PENCAPAIAN
81%
80%

KASUS PNEMONIA

Berdasarkan grafik diatas penjaringan pnemonia di puskesmas yaitu sebesar 81,3


% dari target 80%. Pelaksanaan MTBS di Puskesmas Kampung Sawah sudah mulai
berjalan dengan baik, sehingga kasus pneumonia dapat dideteksi secara dini dan
diberikan penanganan sesuai standar.

4.3.4 Pengendalian Penyakit diare

Laporan Tahunan Puskesmas Kampung Sawah 2017

41
Diare adalah sebuah penyakit di saat tinja atau feses berubah menjadi lembek
atau cair yang biasanya terjadi paling sedikit tiga kali dalam 24 jam. Pada kasus
penyakit diare target yang dilihat adalah kasus diare yang di tangani oleh petugas
kesehatan, berikut adalah grafik pencapaiannya.

Grafik 4.12 penanganan kasus diare di puskesmas kampung sawah tahun 2017

GRAFIK PENANGANAN KASUS DIARE


PENEMUAN KASUS DIARE PENANGANAN KASUS DIARE

78.96%
75%

KASUS DIARE

Berdasarkan grafik di atas kasus penaganan diare di puskesmas kampung sawah


target yang di tentukan adalah 75% dan pencapaiaannya memenuhi target yaitu
sebanyak 458 orang dengan presentase sebesar 78,96%. Hal ini dikarenakan adanya
buku register pencatatan dan penanganan pada setiap pasien di setiap poli, sehingga
data penderita diare di wilayah kerja puskesmas kampung sawah dapat terdata
dengan baik.

4.3.5 Pengendaliaan penyakit TB – Paru


Tuberkulosis (TBC atau TB) adalah penyakit infeksi pada saluran pernafasan
yang disebabkan oleh bakterimycobacterium tuberculosis. Bakteri ini merupakan
bakteri basil yang sangat kuat sehingga memerlukan waktu lama untuk
mengobatinya. Bakteri ini lebih sering menginfeksi organ paru-paru (90%)
dibandingkan bagian lain tubuh manusia.Tuberculosis (TBC) merupakan penyakit

Laporan Tahunan Puskesmas Kampung Sawah 2017

42
menular yang masih menjadi perhatian dunia. Hingga saat ini, belum ada satu negara
pun yang bebas TBC.
Upaya pencegahan dan pemberantasan TB- Paru dilakukan dengan pendekatan
DOTS (Directly Observed Treatment Shortcouse Chemotherapy) atau pengobatan
TB- Paru dengan pengawasan langsung oleh pengawas menelan obat (PMO), namun
kegiatan ini belum berjalan secara optimal, ini disebabkan karena kurangnya
kesadaran warga untuk berobat secara rutin selama 6 bulan. Akan tetapi untuk
wilayah kerja puskesmas kampung sawah sudah mencapai target yaitu angka
kesebuhan dan angka keberhasilan pengobatan TB. Berikut grafik angka kesembuhan
dan angka keberhasilan pengobatan TB:

Grafik 4.13 pencapaian kasus penyakit TB di puskesmas kampung sawah tahun


2017

TARGET PENCAPAIAN
86%

86%
85%

85%

ANGKA KESEMBUHAN ANGKA KEBERHASILAN TB

Berdasarkan grafik diatas dikethaui bahwa angka kesembuhan dan keberhasilan


TB paru di puskesmas kampung sawah pada tahun 2017 Mencapai target yaitu 85%.
Adapun angka kesembuhan yang diperoleh di Puskesmas Kampung Sawah sebesar
86%, dan angka keberhasilan pengobatan sebesar 86%. Hal ini dikarenakan pada
tahun 2017 pasien TB BTA (+) yang menjalani pengobatan rutin dan tidak boleh
terputus selain itu kepatuhan meminum obatnya baik jadi angka kesembuhan TB
tercapai.

Laporan Tahunan Puskesmas Kampung Sawah 2017

43
4.3.6 HIV/AIDS
HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus ini
menyerang sistem kekebalan tubuh dan melemahkan kemampuan tubuh untuk
melawan infeksi dan penyakit. HIV belum bisa disembuhkan, tapi ada pengobatan
yang bisa digunakan untuk memperlambat perkembangan penyakit. Pengobatan ini
juga akan membuat penderitanya hidup lebih lama, sehingga bisa menjalani hidup
dengan normal. Berikut grafik kasus HIV di puskesmas kampung sawah tahun 2017.

Grafik4.14 pencapaian kasus HIV puskesmas kampung sawah tahun 2107

GRAFIK KASUS HIV PUSKESMAS KAMPUNG


SAWAH TAHUN 2017
kasus HIV kasus kematian
3

2
1

LAKI-LAKI PEREMPUAN

Berdasarkan grafik di atas kasus HIV di wilayah kerja puskesmas kampung


sawah terdapat 3 kasus yang di derita laki-laki dan 2 kasus yang di derita oleh
perempuan dan terdapat 1 kasus kematian terhadap penderita laki-laki. Usia para
penderita kasus HIV diatas berkisar usia 30-40 tahun. Untuk penyebab kasus pada
penderita laki-laki yaitu akibat sering jajan sembarangan karena wilayak kerja
puskesmas kampung sawah banyak spot untuk penyebaran HIV dan untuk penyebab
kasus di derita oleh perempuan akibat tertular dari suaminya sendiri. Kegiatan yang
dilakukan pada kasus HIV ini yaitu dengan kunjungan rumah sebayak 6 kali dalam
setahun.

Laporan Tahunan Puskesmas Kampung Sawah 2017

44
4.3.7 KUSTA
Kusta adalah penyakit kronis yang sebabkan oleh bakteri yang menyerang kulit
dan syaraf tepi. Pada penderita kusta dengan tipe lepromatosa dapat menyerang
saluran pernapasan bagian atas. Awal mula dari kusta ditandai dengan munculnya
bintik putih dan pinggir-pinggirnya terdapat batas hitam yang mengelilingi bintik
putih tersebut
Kusta bukanlah suatu penyakit keturunan atau penyakit kutukan dari tuhan,
melainkan penyakit yang menyerang kulit yang disebabkan oleh serangan bakteri
Mycobacterium leprae. Penularan kusta sampai saat ini belum diketahui secara pasti,
namun dijelaskan bahwa penularan di dalam rumah tangga dan hubungan dekat
dengan penderita dalam jangka waktu yang lama akan lebih beresiko untuk tertular.
Penularan kusta melaui bakteri yang biasanya terdapat di sekret hidung dan
berulang-ulang kontak dengan kulit yang keadaan terluka. Pada kasus anak-anak di
bawah umur satu tahun, penularannya melalui plasenta.
Masa inkubasi penyakit kusta berkisar antara 9 bulan sampai 20 tahun dengan
rata-rata penularan adalah 4 tahun. Seseorang dapat terhindar dari penularan kusta
apabila tubuhnya memiliki kemampuan untuk membentuk kekebalan yang efektif.
Pada kasus kusta di puskesmas kampung sawah terdapat 1 kasus yaitu seorang
perempuan berusia 50 tahun dan kegiatan yang dilakukannya yaitu melakukan
kunjungan rumah sebayak 3 kali dalam setahun.

Kasus Kusta Yang ditangani Persentasi


1 1 100%
Tabel 1. Grafik

4.3.8 KESEHATAN LINGKUNGAN DAN SANITASI DASAR

Faktor lingkungan mempunyai peran yang sangat besar dalam proses timbulnya
gangguan kesehatan baik individual maupun masyarakat umum. Upaya pembinaan
kesehatan lingkungan dan sanitasi dasar pada prinsipnya dimaksudkan untuk
memperkecil atau meniadakan faktor resiko terjadinya penyakit atau gangguan
kesehatan akibat dari lingkungan yang kurang sehat. Bentuk upaya yang dilakukan
dalam peningkatan kualitas lingkungan antara lain melakukan pembinaan kesehatan

Laporan Tahunan Puskesmas Kampung Sawah 2017

45
lingkungan pada masyarakat dan institusi, serta tempat – tempat umum. Adapun
rincian dapat dilihat di bawah ini:

grafik 4.15 pencapaian program kesehatan lingkungan tahun 2017

GRAFIK KESLING TAHUN 2017


periksa sehat tidak sehat

4851
4826
4780

4780
5020
5020

5020

5020
240

240
194

169
RUMAH SEHAT SARANA AIR JAMBAN SEHAT SPAL
BERSIH

Berdasarkan grafik di atas dari 8267 jumlah keluarga yang ada di wilayah kerja
puskesmas Kampung Sawah, yang memiliki rumah sebanyak 6850 rumah, sedangkan
yang dilakukan pemeriksaan rumah sehat sebanyak 5020 rumah 73,28%. Dari hasil
pemeriksaan didapatkan jumlah rumah dengan kepemilikan air bersih sebanyak 5020
dengan jumlah sumber air bersih yang memenuhi syarat sebanyak 4565 dengan
presentase sebesar 94,59%. Untuk kepemilikan jamban diperoleh 5020 rumah tangga
yang memiliki jamban, namun jumlah jamban yang memenuhi syarat hanya sebesar
4522 dengan presentase sebesar 90,08%. Untuk kepemilikan SPAL sebanyak 5020
rumah tangga, yang memenuhi syarat sehat sebanyak 4780 dengan presentase sebesar
95,22%. Jika dilihat secara keseluruhan dari 5020rumah yang diperiksa yang
memenuhi syarat rumah sehat hanya sebanyak 4780 dengan presentase sebesar
(95,21%).
4.3.9 PROMOSI KESEHATAN
Promosi kesehatan bertujuan mewujudkan lingkungan sehat dengan
meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berperilaku hidup bersih dan sehat
(PHBS).Tujuan PHBS sendiri adalah untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran,
kemauan dan kemampuan masyarakat agar hidup bersih dan sehat serta masyarakat

Laporan Tahunan Puskesmas Kampung Sawah 2017

46
termasuk swasta dan dunia usaha berperan serta aktif mewujudkan derajat kesehatan
yang optimal. PHBS berada di lima tatanan yakni:
1. Tatanan rumah tangga
2. Tatanan sekolah
3. Tatanan tempat kerja
4. Tatanan tempat umum
5. Tatanan institusi kesehatan
Berikut pencapaian program promosi kesehatan puskemsas kampung sawah :

Grafik 4.16 pencapaian PHBS di 5 tatanan puskesmas kampung sawah tahun


2017

GRAFIK PHBS DI 5 TATANAN PUSKESMAS KAMPUNG SAWAH TAHUN 2017


92 90.9
90.1 90
90
88
86 85
84 83.3

82
80 80 80 80 80
80
78
76
74
PHBS TATANAN PHBS TATANAN PHBS TATANAN PHBS TATANAN PHBS TATANAN
RUMAH TANGGA SEKOLAH INSTITUSI TEMPAT KERJA TEMPAT UMUM
KESEHATAN

TARGET PENCAPAIAN

Berdasarkan grafik diatas didapatkan bahwa kegiatan perilaku hidup bersih


dan sehat di 5 tatanan di wilayah kerja puskesmas kampung sawah semuanya
mencapai target. Untuk PHBS di tatanan rumah tanngga yaitu pencapainnya
sebanyak 7210 kepala keluarga yang ber PHBS dengan presentase sebesar
90,1%.pencapaian PHBS tatanan sekolah yaitu sebanyak 20 sekolah yang ber PHBS
dengan presentase sebesar 90,9%. Pencapaian PHBS tatanan institusi kesehatan yaitu
sebanyak 9 pelayanan kesehatan yang ber PHBS dengan presentase sebesar 90%.
Pencapaian PHBS tatanan tempat kerja yaitu sebanyak 5 yang ber PHBS dengan
presentase sebesar 83,3% dan untuk pencapaian PHBS tatanan tempat umum yaitu

Laporan Tahunan Puskesmas Kampung Sawah 2017

47
sebayak 17 tempat-tempat umum yang ber PHBS dengan presentase sebesar 85%.
Pencapaian ini dikarenakan pencatatan dan pelaporan PHBS di bantu oleh kader
kesehatan setiap bulannya rutin dilakukan.

4.3.9.1 Data Dasar Posyandu & Posbindu Puskesmas Kampung Sawah

Puskesmas Kampung Sawah memiliki 25 Posyandu, 6 posbindu dan memiliki


177 kader. Untuk strata Posyandu wilayah kerja Puskesmas Kampung Sawah dibagi
menjadi 4 strata yaitu starata Pratama, Madya, Purnama, Mandiri. Untuk wilayah
puskesmas kampung sawah sudah memiliki 5 posyandu starata Madya, 18 posyandu
starata Purnama, 2 posyandu strata mandiri dan untuk posbindu memiliki 6 strata
purnama. Untuk lebih jelasnya berikut penjelasan penentuan strata untuk posyandu
dan posbindu :

a. Posyandu/posbindu Pratama

Posyandu/posbindu yang belum mampu melaksanaka kegiatan lebih dari 8


kali/tahun. Jumlah kader kurang dari 5, cakupan kelima kegiatan masih kurang dari
50%, belum mampu menyelengarakan program tambahan.

b. Posyandu/posbindu Madya

Posyandu/posbindu yang sudah mampu melaksanakan kegiatan lebih dari 8


kali/tahun, dengan jumlah rata-rata kadr sebanyak 5 orang/lebih, cakupan kelima
kegiatan belum mencapai 50%, belum mampu menyelenggarakan program
tambahan.

c. Posyandu/posbindu Purnama

Merupakan Posyandu/posbindu yang sudah dapat melaksanakan kegiatan lebih


dari 8 kali/tahun, dengan rata-rata jumlah kader sebanyak lima orang atau lebih,
cakupan kelima kegiatan utamanya lebih dari 50% mampu menyelenggarakan
program tambahan, serta telah memperoleh sumber pembiayaan dari dana sehat yang
dikelola oleh masyarakat yang pesertanya masih terbatas yakni kurang dari 50% KK
di wilayah kerja Posyandu/posbindu.

d. Posyandu/posbindu Mandiri

Laporan Tahunan Puskesmas Kampung Sawah 2017

48
Merupakan Posyandu/posbindu sudah dapat melaksanakan kegiatan lebih dari 8
kali/tahun, dengan rata-rata jumlah kader sebanyak lima orang atau lebih, cakupan
kelima kegiatan utamanya lebih dari 50%, mampu menyelenggarakan program
tambahan, serta telah memperoleh sumber pembiayaan dari dana sehat yang dikelola
oleh masyarakat yang pesertanya lebih dari 50% KK di wilayah kerja
Posyandu/posbindu.

4.3.9.2 UKS DAN UKGS


Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan bagian dari program Kesehatan
Anak usia Sekolah. Pelayanan kesehatan pada UKS adalah pemeriksaan kesehatan
umum, kesehatan gigi, dan mulut siswa SD dan setingkat melalui penjaringan
kesehatan yang dilaksanakan oleh petugas kesehatan bersama dengan guru UKS
terlatih dan dokter kecil.
Program UKS adalah upaya terpadu dalam rangka meningkatkan derajat
kesehatan serta membentuk perilaku hidup bersih dan sehat anak usia sekolah yang
berada di sekolah dan dilakukan penjaringan kesehatan. Pada tahun 2017 pencapaian
penjaringan siswa SD dan setingkat yaitu sebayak 899 siswa dengan persentase
sebesar 100% dari target 100%. Selain kegiatan UKS itu ada pula kegiatan UKGS.
Kegiatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut lainnya adalah Upaya Kesehatan
Gigi Sekolah yang merupakan upaya promotif dan preventif kesehatan gigi
khususnya untuk anak sekolah. Kegiatan UKGS meliputi pemeriksaan gigi pada
seluruh murid untuk mendapatkan murid yang perlu perawatan gigi kemudian
memberikan perawatan pada murid yang memerlukan.
Grafik 4.17 pencapaian program UKS dan UKGS puskesmas kampung sawah
tahun 2017

GRAFIK PENCAPAIAN UKS DAN UKGS


murid yang di periksa murid yg perlu perawatan murid yg dapat perawatan
100%

80.10%
75.30%

PENCAPAIAN

Laporan Tahunan Puskesmas Kampung Sawah 2017

49
Berdasarkan grafik diatas di dapatkan Persentase murid yang diperiksa untuk
tahun 2017ini adalah 899 murid dengan persentase sebesar 100%, Untuk murid yang
perlu mendapatkan perawatan sebayak677 murid dengan presentase sebesar 75,3%,
tetapi yang mendapatkan perawatan sebesar 542 murid dengan persentase sebesar
80,1%.

4.4 PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT

Pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Puskesmas meliputi kegiatan pelayanan


dasar gigi dan upaya kesehatan gigi sekolah. Kegiatan pelayanan dasar gigi adalah
tumpatan (penambalan) gigi tetap dan pencabutan gigi tetap. Indikasi dari perhatian
masyarakat bila tumpatan gigi tetap semakin bertambah banyak berarti masyarakat
lebih memperhatikan kesehatan gigi yang merupakan tindakan preventif sebelum gigi
tetap betul betul rusak dan harus dicabut, sedang pencabutan gigi tetap adalah tindakan
kuratif dan rehabilitatif karena sudah tidak ada alternatif lainnya.

Untuk kunjungan pelayanan dasar kesehatan gigi dan mulut di wilayah kerja
puskesmas kampung sawah pada tahun 2017 yaitu yang mendapat tumpatan gigi tetap
yaitu sebayak 1530 orang, pencabutan gigi tetap sebanyak 295 orang dan rasio
tumpatan dengan pencabutan yaitu 1: 5.

4.4.1 PROGRAM KESEHATAN JIWA.

Kesehatan jiwa merupakan suatu kondisi yang memungkinkan, perkembangan


fisik, intelektual, emosional yang optimal dari seseorang.Pelayanan gangguan jiwa
adalah pelayanan pada pasien yang mengalami gangguan kejiwaan, yang meliputi
gangguan pada perasaan, proses pikir, dan perilaku yang menimbulkan penderitaan
pada individu dan atau hambatan dalam melaksanakan peran
sosialnya.Pelayanankesehatan jiwa oleh tenaga kesehatan meliputi pemberian
obat–obatan psikofarmaka, bila dibutuhkan, rujukan maupun pemecahan masalah
yang dihadapi pasien maupun keluarganya. Pada tahun 2017, program kesehatan jiwa
sudah berjalan dengan baik hal ini dapat dilihat dari jumlah temuan kasus yang ada
sebanyak 24 kasus, yang ditangani 24kasus. 24 orang tersebut menderita gangguan
mental, dan dirujuk ke Rumah SakitJiwa untuk mendapatkan penanganan kesehatan
lebih lanjut.

Laporan Tahunan Puskesmas Kampung Sawah 2017

50
Grafik 4.18 pencapain program kesehatan jiwa puskesmas kampung sawah tahun
2017

GRAFIK PENCAPAIAN PROGRAM


KESEHATAN JIWA
kasus ditangani

25

25
PENCAPAIAN

4.4.2 PELAYANAN ASURANSI JAMINAN KESEHATAN

Kunjungan pasien ke Puskesmas Kampung Sawah pada tahun 2017 mengalami


peningkatan dibanding tahun sebelumnya yaitu mencapai 15241 orang. Jumlah
peserta BPJS yang berkunjung sebanyak 12964 orang, ini meliputi pasien yang
mendapat pelayanan kesehatan di puskesmasataupun meminta surat rujukan ke
rumah sakit, baik untuk berobat maupun nantinya dirujuk atau memang untuk
meminta surat rujukan.

4.4.3 KUNJUNGAN RAWAT JALAN DAN RAWAT INAP

Puskesmas Kampung Sawah memberikan pelayanan dan perawatan dengan


fasilitas tambahan pelayanan unit gawat darurat (UGD) 24 jam. Jumlah kunjungan
pasien rawat jalan di Puskesmas Kampung Sawah tahun 2017 mencapai 47330 orang.
Kunjungan rawat jalan ini dibagi menjadi 3 yaitu yang mengunakan e-ktp Tangerang
Selatan sebanyak 33827, menggunakan BPJS sebanyak 12964 dan kunjungan non
ktp tangsel dan tidak mempunyai bpjs sebanyak 539. Untuk jumlah pasien rawat inap
tahun 2017 yang ada di Puskesmas Kampung Sawah adalah sebanyak 383 orang.

Laporan Tahunan Puskesmas Kampung Sawah 2017

51
Diagram Kunjungan Rawat Jalan dan Rawat Inap Puskesmas kampung Sawah
Tahun 2017

kunjungan rawat inap


kunjungan rawat jalan menggunakan e-ktp tangsel
kunjungan rawat jalan menggunakan bpjs
kunjungan rawat jalan non e-ktp tangsel dan tdk punya bpjs

383
539
12964

33827

4.4.4 PEMAKAIAN OBAT

Selama tahun 2017 Pemakaian obat terbesar di Puskesmas Kampung Sawah


adalah :

- Parasetamol 500 g
- Vit B komplek
- Deksametason 0,5 mg
- Gliseril guaiakolat tablet 100 mg
- Obat antianemia
- Asam mefenamat tablet 500mg
- Kalsium laktat (kalk) tablet 500 mg
- Klorfeniramin maleat tablet 4 mg
- Amoksilin taplet 500 mg
- Ranitidin tablet 150 mg

Grafik 4.20 Pemakaian obat terbanyak puskesmas Kampung Sawah tahun 2017

Laporan Tahunan Puskesmas Kampung Sawah 2017

52
10 Pemakaian Obat Terbesar PKM Kp. Sawah
120000
100000 95610
80000 73738
60000 48300
40000 31342 29228 29035
28762 26632 24088 22580
20000
0

4.4.5 KASUS 10 PENYAKIT TERTINGGI

Grafik 4.21 Penyakit tertinggi di puskesmas kampung sawah tahun 2017

G RA FI K 1 0 PE NYA K I T T E RT I NG G I DI PUSK ESMA S


K A MPUN G SAWA H TA HUN 2 0 17
KASUS
3274

1500

1493

863

817

724

715

664

636

507

Berdasarkan grafik diatas didapatkan bahwa 10 penyakit terbayak yaitu pertama


ISPA sebayak 3274 kasus, kedua pemeriksa kehamilan sebanyak 1500 kasus, ketiga
hipertensi sebanyak 1493 kasus, keempat faringitis yaitu sebanyak 863 kasus, kelima
dyspesia sebanyak 817 kasus, keenam penyakit gusi & jaringan periodental yauitu
sebanyak 724 kasus, ketujuh pulpa yaitu sebanyak 715 kasus, kedelapan dermatitis
yaitu sebanyak 664 kasus, kesembilan artritis sebanyak 636, kesepuluh sakit kepala
yaitu sebanyak 507 kasus.
Laporan Tahunan Puskesmas Kampung Sawah 2017

53
4.4.6 KETENAGAAN

Grafik 4.22 Ketenagaan Puskesmas Kampung Sawah

GRAFIK KETENAGAAN PUSKESMAS


KAMPUNG SAWAH TAHUN 2017

10
7
4

4
2

2
1
1

1
Berdasarkan grafik di atas Sumber daya manusia di puskesmas kampung sawah
sebayak 49 orang yaitu terdiri dari 4 dokter umum, 2 dokter gigi, 1 CPR, 7 Perawat,
10 Bidan, 1 Apoteker, 1 asisten apoteker, 1 Nutrisionis, 1 SKM promosi kesehatan, 1
kesling, 1 rekam medis, 1 analis, 1 apoteker, 1 asisten apoteker, 1 ahli gizi, 1 sopir, 4
satpam, 4 administrasi, 4 Office Boy, 2 juru masak.

Laporan Tahunan Puskesmas Kampung Sawah 2017

54
.

Laporan Tahunan Puskesmas Kampung Sawah 2017

55