Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Galuh (2010) Tumbuhan merupakan salah satu kekayaan sumber daya alam
hayati di Indonesia dan memiliki kandungan zat kimia aktif. Tumbuhan tersebut
sangat berpotensi menjadi bahan baku obat tradisional. Salah satunya adalah
tanaman sirih. Daun sirih merupakan salah satu bentuk ramuan tradisional yang
tepat dalam pengobatan ini karena telah diketahui beberapa kandungan yang
dimiliki oleh tanaman sirih. Dua varietas sirih yang berbeda yaitu sirih hijau dan
sirih merah memiliki kandungan kimia yang berbeda, dan sangat mampu sebagai
antifungi maupun sebagai antibakteri. Pada penelitian ini peneliti ingin
menggunakan ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L) sebagai studi literatur.
Sirih merupakan tanaman asli Indonesia yang tumbuh merambat, yang
dalam masyarakat Indonesia, identik dengan budaya. Penggunaan daun Sirih,
khususnya di Jawa, umumnya disertai syarat atau kriteria khusus, yaitu: daun sirih
yang ’temu ros-e’. ’Ros’ berasal dari bahasa Jawa yang berarti urat, dalam hal ini
adalah urat daun. Fenomena pemanfaatan sirih yang disertai syarat memakai daun
yang tulang daunnya simetris atau ‘temu rose’. Tradisi jawa yang disandingkan
dengan tasawuf, maka konsep tasawuf memandang bahwasannya hati adalah pokok
pembahasan di mana gerak lahir ditentukan oleh gerak batin. Jika seseorang hatinya
bersih maka akan melahirkan perilaku yang mulia. Bagi hati, yang dipenuhi oleh
keagungan Allah, dunia bukan barang yang istimewa. Dengan demikian, manusia
akan menemukan rasa yang sejati kepada Allah. Untuk itu dalam penelitian ini,
peneliti ingin mengangkat judul, “Eksistensi Daun Sirih dalam Pandangan
Tasawuf”.

B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah di atas dapat diambil rumusan masalah sebagai
berikut:
1. Apakah dalam pelaksanaan tasawuf menggunakan daun sirih yang “temu
rose”?

1
2. Bagaimana peranan eksistensi tanaman daun sirih dalam pandangan tasawuf?
3. Mengapa eksistensi daun sirih memiliki peranan penting dalam pandangan
tasawuf?

C. Tujuan Penelitian
1. Mengetahui pelaksanaan tasawuf menggunakan daun sirih yang “temu rose”.
2. Mengetahui peranan eksistensi tanaman daun sirih dalam pandangan tasawuf.
3. Mengetahui eksistensi daun sirih memiliki peranan penting dalam pandangan
tasawuf