Anda di halaman 1dari 27

MODUL

PRAKTIKUM
TEKNIK MESIN IRIGASI DAN
DRAINASE

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN


FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI
2019
Lab Teknik Tanah dan Airi
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JAMBI
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Jl. Tri Bhrata, Desa Pondok Meja Km. 11, Mestong Muaro Jambi 36364

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji dan syukur kami ucapkan kepada Allah SWT, karena berkat rahmat
dan karunia-Nya telah dapat diselesaikan penyusunan modul petunjuk praktikum Teknik
Mesin Irigasi dan Drainase ini.
Modul petunjuk praktikum Teknik Mesin Irigasi dan Drainase ini dimaksudkan sebagai
pegangan dan pedoman bagi asisten dan praktikan dalam melaksanakan kegiatan praktikum
Teknik Mesin Irigasi dan Drainase. Diharapkan dengan adanya modul ini, kegiatan
praktikum yang dilaksanakan dapat berjalan dengan lancar dan mencapai hasil sesuai dengan
apa yang diharapkan.
Akhirnya kami mengharapkan semoga modul petunjuk praktikum Teknik Mesin Irigasi
dan Drainase ini dapat dibaca dan digunakan dengan sebaik-baiknya. Semoga kita semua
mendapat berkah dari Allah SWT. Aamiin.

Jambi, Februari 2019

Tim Dosen

Lab Teknik Tanah dan Airi


KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JAMBI
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Jl. Tri Bhrata, Desa Pondok Meja Km. 11, Mestong Muaro Jambi 36364

DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR .................................................................................................................. i
DAFTAR ISI............................................................................................................................... ii
DAFTAR GAMBAR...................................................................................................................iii
OBJEK I PERENCANAAN IRIGASI CURAH .......................................................................... 1
A. Tujuan ............................................................................................................................. 1
B. Teori ................................................................................................................................ 1
C. Alat dan Bahan ................................................................................................................ 3
D. Cara Kerja....................................................................................................................... 3
OBJEK II PERENCANAAN IRIGASI CINCIN ........................................................................ 7
A. Tujuan ............................................................................................................................. 7
B. Teori ................................................................................................................................ 7
C. Alat dan Bahan ................................................................................................................ 7
D. Cara Kerja....................................................................................................................... 8

ii
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JAMBI
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Jl. Tri Bhrata, Desa Pondok Meja Km. 11, Mestong Muaro Jambi 36364

DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 1. Pengertian jarak miring dan mendatar ..............................Error! Bookmark not defined.
Gambar 2. Meteran .........................................................................Error! Bookmark not defined.
Gambar 3. Kompas .........................................................................Error! Bookmark not defined.
Gambar 4. Jangka Sorong...............................................................Error! Bookmark not defined.
Gambar 5. Abney Level ...................................................................Error! Bookmark not defined.
Gambar 6. Poligon tertutup .............................................................Error! Bookmark not defined.
Gambar 7. Poligon Terbuka Terikat Sempurna .................................Error! Bookmark not defined.
Gambar 8. Poligon Lepas ................................................................Error! Bookmark not defined.
Gambar 9. Statip ...........................................................................Error! Bookmark not defined.
Gambar 10. Theodolite ...................................................................Error! Bookmark not defined.
Gambar 10. Rambu Ukur dan unting-unting ................................................................................... 8
Gambar 12. Metode Tachymetri......................................................Error! Bookmark not defined.
Gambar 13. Metoda Trigonometry .................................................Error! Bookmark not defined.
Gambar 14. Tampilan ArcGIS 3.3 saat pertama kali dibuka ..............Error! Bookmark not defined.

iii
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JAMBI
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Jl. Tri Bhrata, Desa Pondok Meja Km. 11, Mestong Muaro Jambi 36364

OBJEK I
PERENCANAAN IRIGASI CURAH
A. Tujuan
1. Melakukan pemasangan (instalasi) komponen jaringan irigasi curah
2. Mengoperasikan jaringan irigasi curah
3. Melakukan pengukuran dan perhitungan CU, jangkauan air dan debit
B. Teori
Menurut Kiik, Nasdjono, dan Udiana (2011) irigasi sprinkler adalah cara
pemberian air pada tanaman yang dilakukan dari atas tanaman berupa pemencaran
dimana pemencaran itu menggunakan tenaga penggerak berupa pompa air. Prinsip
yang digunakan sistem ini adalah memberi tekanan pada air dalam pipa dan
memancarkan ke udara sehingga menyerupai hujan selanjutnya jatuh pada
permukaan tanah (Sudjarwadi, 1987). Irigasi sprinkler disebut juga overhead
irrigation karena pemberian air dilakukan dari bagian atas tanaman terpancar
menyerupai hujan. Air disemprotkan dengan cara mengalirkan air bertekanan
melalui nozzle. Tekanan biasanya diperoleh dari pemompaan (Syelvia, 2009).
Parameter utama dari irigasi sprinkler pada kinerja lapangan koefisien
keseragaman (coefficient uniformity) dan mengalir dari kepala sprinkler. Koefisien
keseragaman diukur di lapangan dengan menempatkan wadah pengumpulan air
dengan jarak tertentu. Selama waktu operasi tertentu, jumlah air yang ditampung
dalam wadah diukur dengan gelas ukur, maka kedalaman air dihitung dengan
membagi volume air dengan luas mulut wadah. Efisiensi sprinkler tergolong
tinggi (keseragaman tergolong baik) apabila persentasenya lebih besar dari 85%
(Departemen Pertanian, 2008).
Adapun komponen penyusun irigai sprinkler menurut Prastowo (2002)
adalah:
1. Sumber air irigasi, dapat berasal dari mata air, sumber air yang permanen
(sungai, danau, dan sebagainya), sumur, atau suatu sistem suplai regional.

Lab Teknik Tanah dan Air 1


KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JAMBI
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Jl. Tri Bhrata, Desa Pondok Meja Km. 11, Mestong Muaro Jambi 36364

2. Sumber energi untuk pengairan, dapat berasal dari gravitasi, pemompaan


pada sumber air, atau penguatan tekanan dengan menggunakan pompa
penguat tekanan (booster pump).
3. Jaringan pipa, terdiri dari:
a. Lateral, yaitu pipa yang merupakan tempat diletakannya pencurah. Pipa
lateral biasanya tersedia di pasaran dengan ukuran panjang 5, 6 atau 12
meter setiap potongnya. Setiap potongan pipa dilengkapi dengan quick
coupling untuk mempermudah dan mempercepat proses menyambung dan
melepas pipa.
b. Manifold, yaitu pipa yang merupakan tempat dihubungkannya pipa lateral.
c. Valve line, yaitu pipa yang merupakan tempat diletakannya katup air.
d. Supply line, yaitu pipa yang menyalurkan air dari sumber air.
4. Kepala Sprinkler, terdapat dua tipe kepala sprinkler untuk mendapatkan
semprotan yang baik yaitu:
a. Kepala sprinkler berputar (rotating head sprinkle). Kepala sprinkler
berputar mempunyai satu atau dua nozzle dengan berbagai ukuran
tergantung pada debit dan diameter lingkaran basah yang diinginkan.
b. Pipa dengan lubang-lubang sepanjang atas dan sampingnya (sprayline).
Keller (1990) menyebutkan sub unit adalah area yang dialiri dari setiap
tekanan atau titik aliran yang telah diatur. Suatu area irigasi dapat terdiri atas
beberapa sub unit, bergantung pada desain tata letak area irigasi tersebut. Contoh
skema tata letak pipa sub unit irigasi sprinkler diperlihatkan pada Gambar 1
berikut.

Lab Teknik Tanah dan Air 2


KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JAMBI
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Jl. Tri Bhrata, Desa Pondok Meja Km. 11, Mestong Muaro Jambi 36364

Gambar 1. Skema irigasi sprinkler (L= Lateral; P= Pencurah)

C. Alat dan Bahan


Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah :
1. Sumber air
2. Jaringan irigasi curah tipe portable yang terdiri dari:
a. Pompa air
b. Pipa utama PVC 1,5”, Panjang sesuai kondisi lapangan
c. Pipa manifold PVC 1”, Panjang sesuai kondisi lapangan dilengkapi
sambungan
d. Pipa lateral PVC 3/4”, Panjang sesuai kondisi lapangan dilengkapi
sambungan
e. Pipa riser PVC 1/2”, dilengkapi sambungan. Panjang pipa riset
sesuai masing- masing ketinggian yaitu :
 0,5 meter
 0,75 meter
 1 meter
 1,25 meter
f. Sprinkler 1 buah
g. Katup (gate valve) 1,5”
h. Dop ¾”
i. Mangkuk penampung air
j. Stop watch
k. Gelas ukur
3. Alat tulis dan alat hitung

D. Cara Kerja
1. Persiapan
a. Lakukan inventarisasi bahan dan alat yang akan digunakan.
b. Pastikan kelengkapan peralatan sebelum pratikum dilakukan

Lab Teknik Tanah dan Air 3


KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JAMBI
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Jl. Tri Bhrata, Desa Pondok Meja Km. 11, Mestong Muaro Jambi 36364

2. Pemasangan instalasi jaringan


a. Tentukan lokasi penempatan komponen jaringan: unit ompa air, pipa
utama, manifold, latertal dan pipa riser
b. Lakukan instalasi komponen pipa dengan urutan: pipa utama, pipa
manifold, pipa lateral, dan pipa riser
c. Pipa riser ditopang dengan patok (tinggi = 1,5 m) dan tali pengikat.
Posisinya harus vertikal
d. Lakukan instalasi pompa dan jaringan pipa air dengan urutan:
- Pasang pompa air pada sumber air
- Sambungkan pipa utama (1,5”) dengan pompa air. Pasang katup
(valve) pada pipa utama.
- Sambungkan pipa manipolt (1” )ke pipa utama
- Kemudian pipa lateral (3/4”) dihubungan pada pipa manifold.
- Pipa lateral dihubungkan ke pipa riser. Pipa riser dibuat tegak, dengan
empat tipe ketinggian yaitu 0,5 m, 0,75 m, 1 m dan 1,25 m.
e. Lakukan pencucian jaringan pipa (flushing) dengan cara:
- Hidupkan pompa air
- Buka penutup ujung pipa (Dop) lateral
- Pencucian selesai bila aliran air sudah terlihat lancar
- Selesai pencucian jaringan pipa, pasang kembali dop
f. Pasang sprinkler
g. Jaringan siap dioperasikan
3. Pengoperasian Jaringan
a. Sebelum melakukan pengoperasian jaringan lakukan pemeriksaan
terhadap:
b. Kesiapan pompa air dan sumber air
c. Kebocoran pada jaringan pipa
d. Kondisi sprinkler (penyumbatan nozzle dan kelancaran gerakan)
e. Setelah pemeriksaan komponen jaringan selesai, hidupkan pompa air

Lab Teknik Tanah dan Air 4


KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JAMBI
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Jl. Tri Bhrata, Desa Pondok Meja Km. 11, Mestong Muaro Jambi 36364

f. Setelah terjadi pemompaan, buka katup secara bertahap sampai


maksimum,
g. Amati kelancaran penyebaran air dari nozzle sprinkler dan perputaran
sprinkler serta radius penyiramannya.
4. Pengukuran
a. Pengukuran CU
- Springkler dipasang pada ketinggian 0,5 m
- Buat grid pada pipa lateral
- Letakkan wadah (mangkuk plastik) di titik grid. Jumlah wadah 20
buah
- Ukur volume wadah
- Beri notasi pada wadah (titik grid) se arah pipa manifold diberi notasi
abjad (A, B, C,..dst) dan searah pipa lateral diberi notasi angka (1, 2,
3, .... dst)
- Posisi permukaan wadah harus datar
- Arahkan sprinkler sedemikian rupa agar pancaran air pertama tidak
masuk ke wadah
- Setelah persiapan selesai, selanjutnya mesin pompa air dihidupkan
- Lama pengamatan minimal 30 menit
- Setelah mencapai waktu yang sudah ditentukan matikan pompa air
dan tutup katup.
- Lakukan pengukuran volume air yang tertampung dalam setiap wadah
dengan gelas ukur. Catat dalam tabel data
- Selanjutnya lakukan langkah- langkah tersebut diatas pada ketinggian
lainnya yaitu 0,75 m, 1 m dan 1,25 m
- Lakukan perhitungan CU dengan persamaan
( Xi  X )
CU  100(1 
Xn
Dimana :
CU = koefisien keseragaman (%)
X = nilai rata-rata pengamatan (mm)

Lab Teknik Tanah dan Air 5


KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JAMBI
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Jl. Tri Bhrata, Desa Pondok Meja Km. 11, Mestong Muaro Jambi 36364

n = jumlah total wadah pengamatan


Xi = nilai masing- masing pengamatan (mm)

b. Jangkauan Air
- Jangkauan air merupakan tingkat seberapa jauh pancaran air dari
rangkaian sprinkler
- Pengukuran jangkauan air bersamaan dengan pengukuran CU.
- Pengukuran jangkauan air dilakukan dengan menghidupkan pompa air
selama 30 menit.
- Selanjutnya ukur jauh pancaran air dengan menggunakan meteran.
Catat dalam tabel data
- Pengukuran dilakukan pada ketinggian lainnya yaitu 0,75 m, 1 m dan
1,25 m

c. Debit Aliran
- Pengukuran debit dilakukan dengan menggunakan selang karet yang
dihubungkan ke springkler dan ditampung dalam ember.
- Hitung berapa volume air yang tertampir setiap satuan waktu
(Liter/menit). Catat data dalam tabel
- Perhitungan debit dilakukan pada semua ketinggian.
- Lakukan perhitungan debit dengan persamaan berikut:
V
Q
t
Dimana:
Q = debit air dari sprinkler (L/menit)
V = volume tampungan (L)
t = waktu operasi (menit)

Lab Teknik Tanah dan Air 6


KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JAMBI
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Jl. Tri Bhrata, Desa Pondok Meja Km. 11, Mestong Muaro Jambi 36364

OBJEK II
PERENCANAAN IRIGASI CINCIN
A. Tujuan
1. Melakukan pemasangan (instalasi) komponen jaringan irigasi cincin
2. Mengoperasikan jaringan irigasi cincin
3. Melakukan pengukuran dan perhitungan pola pembasahan emitter, debit

B. Teori
Menurut Reskiana (2014), menyatakan bahwa pemberian air dengan sistem
irigasi cincin merupakan penggabungan dua prinsip kerja dari irigasi tetes dan
irigasi kendi di mana sistem tetes mampu menyediakan air sesuai kebutuhan
tanaman di daerah perakaran sehingga mengurangi kehilangan air irigasi berupa
perkolasi dan limpasan (run-off). Prinsip kerja sistem irigasi cincin ini adalah
media yang berbentuk cincin sebagai emitter ditanam di bawah permukaan tanah
yang melingkari area perakaran tanaman dengan mengaliri air pada tanaman
dengan debit yang kecil pada daerah perakaran tanaman dan menjaga kelembaban
tanah.
Kelebihan dari sistem irigasi bawah permukaan tanah yang menggunakan
emitter dengan konduktivitas bahan porus sebagai penetes adalah: 1) dapat
meningkatkan efisien penggunaan air, 2) bahan emitter porus mudah diperoleh
dan dibuat, 3) menghemat tenaga, 4) bersifat mengurangi irigasi berlebihan, 5)
memberikan keseragaman pembahasan tanah pada perakaran tanaman, 6)
sederhana dan mudah dipelajari dan 8) satu instalasi/rangkaian dapat digunakan
untuk beberapa musim tanam. Kekurangan sistem ini adalah diperlukan keahlian
khusus dalam proses pembuatan dan instalasi awal.
Menurut Keller dan Bliesner (1990), emitter merupakan alat pengeluaran
air, yang dipasang di dekat tanaman dan tanah. Semakin dekat ke tanah semakin
efisien air yang diterima tanah dan tanaman karena semakin besar daerah yang
terbasahi semakin tinggi kelembaban tanah. Semakin dekat jarak emitter maka
semakin banyak daerah yang terbasahi. Emitter mengeluarkan air hanya beberapa

Lab Teknik Tanah dan Air 7


KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JAMBI
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Jl. Tri Bhrata, Desa Pondok Meja Km. 11, Mestong Muaro Jambi 36364

liter per jam. Dari emitter air keluar menyebar secara menyamping dan tegak oleh
gaya kapiler tanah yang diperbesar pada arah gerakan vertikal oleh gravitasi.
Daerah yang dibasahi emitter tergantung pada jenis tanah, kelembaban tanah,
permeabilitas tanah. Penampang aliran perlu relatif lebar untuk mengurangi
tersumbatnya emitter. Emitter harus menghasilkan aliran yang relatif kecil
menghasilkan debit yang mendekati konstan.
Keseragaman pemberian air ditentukan berdasarkan variasi debit yang
dihasilkan emitter. Karena debit merupakan fungsi dari tekanan operasi maka
variasi tekanan operasi merupakan faktor keseragaman aliran. Oleh karena
tekanan berpengaruh pada debit emitter maka semakin besar tinggi air tangki
penampungan akan semakin tinggi pula tekanan sehingga debit akan semakin
besar. Alat aplikasi yang baik harus mempunyai karakteristik debit yang rendah
dan konstan, toleransi yang tinggi terhadap tekanan operasi, tidak dipengaruhi
oleh perubahan suhu, dan umur pemakaian cukup lama (Prastowo, 2010).

C. Alat dan Bahan


Alat dan Bahan yang digunakan dalam pratikum ini yaitu media tanam
dengan perbandingan tanah dan pupuk kandang 2:1, emitter dengan 5 jenis bahan
porus yang berbeda, pipa 3/4 “, selang bening untuk emitter cincin, kran air, drum
dan polybag 5 buah, stopwatch dan meteran, gelas ukur.

D. Cara Kerja
1. Konduktivitas Material Emitter Cincin
a. Pengukuran dilakukan dengan cara material cincin atau bahan kain
dimasukkan ke tabung/ring dengan diameter 5 cm.
b. Tabung/ring diisi air sampai batas atas penuh
c. Kemudian air yang menetes dari bahan kain atau material porus emitter
ditampung ke wadah penampung.
d. Air yang tertampung dialirkan oleh selang kecil ke gelas ukur kemudian
mengukur penurunan muka air pada pipet ukur pada waktu (t),

Lab Teknik Tanah dan Air 8


KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JAMBI
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Jl. Tri Bhrata, Desa Pondok Meja Km. 11, Mestong Muaro Jambi 36364

e. Catat data dalam tabel data


f. Pengukuran dilakukan dengan 5 kali pengulangan.
g. Hitung konduktivitas material emitter menggunakan persamaan berikut:
K(θs) = 2,3 (a*I)/(A*t) * LOG h1/h2
Dimana:
K(θs) = Konduktivitas hidrolik jenuh (cm/detik)
a = Luas permukaan buret (cm2)
l = Tinggi/tebal sampel tanah (cm)
A = Luas permukaan sampel tanah (cm2)
t = Waktu (detik)
h1 = Tinggi muka air awal pengukuran (t=0) (cm)
h2 = Tinggi muka air akhir pengukuran (t=t) (cm)

2. Pola Pembasahan Emitter


- Pengukuran pola pembasahan emitter dilakukan dengan melihat media
tanam yang basah di dalam polybag dari arah vertikal dan horizontal.
Pengukuran jarak pembasahan dilakukan dengan cara mengukur jarak
tanah yang basah terhadap emitter dengan mistar pada waktu (30
menit, 1 jam, 2 jam, 3 jam, 4 jam, 5 jam dan 1 hari) (Reskiana, 2014).

3. Debit Aliran
Pengukuran debit air dilakukan dengan menghitung penurunan air pada
drum yang dipasang selang untuk melihat ketinggian air yag berada didalam
drum. Sehingga ketinggian air diselang sama dengan ketinggian air di dalam
drum. Ketinggian air dicatat setiap hari pada jam 08.00 WIB. Menurut Murtiono
(2009) menghitung debit air dapat dilakukan dengan persamaan berikut.
4. Q = V/T (3)
5.
6. Keterangan:
7. Q = Debit air (m3/detik)

Lab Teknik Tanah dan Air 9


KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JAMBI
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Jl. Tri Bhrata, Desa Pondok Meja Km. 11, Mestong Muaro Jambi 36364

8. V = Volume (m3)
9. T = Waktu (detik)

Lab Teknik Tanah dan Air 10


KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JAMBI
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Jl. Tri Bhrata, Desa Pondok Meja Km. 11, Mestong Muaro Jambi 36364

LAMPIRAN

Lab Teknik Tanah dan Air 11


KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JAMBI
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Jl. Tri Bhrata, Desa Pondok Meja Km. 11, Mestong Muaro Jambi 36364

ATURAN PRAKTIKUM TEKNIK MESIN IRIGASI DAN


DRAINASE 2018/2019
1. Pelaksanaan pratikum
a. Praktikum dilaksanakan pada semester enam.
b. Pratikum dilaksanakan sesuai dengan jadwal.
c. Ujian praktikum dilaksanakan setelah semua objek selesai dipraktikumkan.
2. Kelompok dan jadwal praktikum
a. Penyusunan kelompok praktikan akan dilaksanakan oleh asisten
praktikum.
b. Jadwal praktikum ditentukan oleh koordinator beserta asisten praktikum.
3. Tata tertib pelaksanaan pratikum
a. Kehadiran praktikum 100%.
b. Praktikan yang terlambat tidak diizinkan untuk mengikuti praktikum pada
hari itu.
c. Praktikan wajib mengenakan pakaian lapangan (kemeja atau kaus kerah)
dianjurkan lengan panjang dan wajib menggunakan sepatu.
d. Praktikan diperbolehkan tidak hadir jika menyangkut urusan akademik dan
kesehatan dengan menyerahkan bukti tertulis (dipertimbangkan).
e. Setiap aktivitas praktikan selama praktikum berlangsung harus seizin
asisten praktikum.
f. Praktikan harus membawa semua alat dan bahan yang ditentukan assisten,
jika tidak membawa alat dan bahan ataupun tidak lengkap, praktikan tidak
diperbolehkan mengikuti praktikum.
g. Praktikan membawa modul penuntun praktikum sebagai bukti fisik
kehadiran praktikan, dan akan ditandatangani oleh asisten penanggung
jawab kelompok pada lembar kehadiran praktikan di bagian belakang
modul.
h. Praktikan DILARANG MEROKOK selama praktikum berlangsung.
i. Praktikan tidak dibenarkan melakukan tindakan yang dapat menggangu
jalannya kegiatan praktikum.

Lab Teknik Tanah dan Air 12


KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JAMBI
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Jl. Tri Bhrata, Desa Pondok Meja Km. 11, Mestong Muaro Jambi 36364

j. Praktikan harus membuat laporan awal berisi materi praktikum yang akan
dilakukan, praktikan yang tidak membuat laporan awal tidak
diperkenankan melakukan kegiatan praktikum pada hari tersebut.
k. Assisten berhak membatalkan praktikum bagi praktikan atau kelompok
yang tidak mematuhi peraturan praktikum.
4. Pelaksanaan Responsi
a. Responsi dilaksanakan akhir praktikum
b. Responsi memuat bahasan materi yang dipraktikumkan
5. Laporan
a. Laporan dibuat di atas kertas HVS A4 pada satu sisinya (tidak timbal
balik).
b. Laporan terdiri dari laporan awal dan laporan akhir yang dibuat oleh
masing- masing praktikan.
c. Laporan yang tidak lengkap berdasarkan format yang ditentukan maka
asisten berhak mengurangi nilainya sesuai dengan standard yang berlaku.
d. Tidak dibenarkan Copy Paste dalam pembuatan laporan.
e. Laporan akan dikembalikan jika tidak sesuai dengan format dan aturan
yang telah ditentukan asisten.
f. Laporan awal (Format Terlampir)
1. Laporan awal diketik komputer
2. Laporan awal dikumpulkan sebelum pelaksanaan praktikum
3. Laporan awal dibuat berdasarkan format yang telah diberikan.
4. Laporan awal dikembalikan oleh asisten pada praktikum selanjutnya
g. Laporan Akhir (Format Terlampir)
1. Laporan akhir diserahkan ke asisten selambat-lambatnya pada saat ujian
akhir praktikum.
2. Laporan akhir harus diasistensi terlebih dahulu kepada asisten
kelompok masing- masing sebelum dicetak.
3. Laporan akhir harus sesuai dengan format yang telah ditetapkan.
4. Laporan akhir dijilid dengan warna sampul hijau toska.

Lab Teknik Tanah dan Air 13


KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JAMBI
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Jl. Tri Bhrata, Desa Pondok Meja Km. 11, Mestong Muaro Jambi 36364

5. Laporan akhir diketik komputer


6. Ujian Akhir Praktikum
a. Ujian akhir praktikum dilaksanakan setelah semua objek praktikum
diselesaikan untuk semua kelompok praktikum.
b. Ujian akhir praktikum terdiri atas ujian tulis dan ujian praktek.
c. Materi ujian berhubungan dengan semua objek yang telah di praktikumkan
dan disiapkan oleh asisten praktikum.
7. Penilaian
a. Penilaian dilakukan secara objektif oleh setiap asisten kelompok
praktikum.
b. Nilai akhir untuk setiap praktikan ditentukan berdasarkan format penilaian
yang telah dibuat dan ditetapkan dosen penanggungjawab dan tim asisten.
c. Nilai akhir setiap praktikan akan diserahkan ke program studi Teknik
Pertanian melalui Koordinator asisten setelah praktikum selesai
dilaksanakan.
d. Praktikan yang gagal dalam praktikum harus mengulang praktikum untuk
semua objek pada tahun berikutnya.
8. Objek Praktikum
a. Objek yang akan dipraktikumkan terdiri dari 6 objek.
b. Setiap kelompok praktikum harus menguasai semua objek.
c. Objek- objek yang akan dipraktikumkan adalah:
1. Perencanaan Irigasi Curah
2. Perencanaan Irigasi Cincin
3. Perencanaan Irigasi Tetes

Lab Teknik Tanah dan Air 14


KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JAMBI
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Jl. Tri Bhrata, Desa Pondok Meja Km. 11, Mestong Muaro Jambi 36364

Format Laporan

LEMBAR PENGESAHAN

LEMBAR ASISTENSI AKHIR

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

DAFTAR GAMBAR

DAFTAR TABEL

BAB I. PENDAHULUAN ( KESELURUHAN)

1.1 Latar belakang


1.2 Tujuan
1.3 Manfaat

BAB II. PELAKSANAAN PRAKTIKUM

2.1 Objek 1 (Nama Objek)

2.1.1 Latar Belakang

2.1.2 Tujuan

2.1.3 Manfaat

2.1.4 Tinjauan Pustaka

2.1.5 Metoda Praktikum

2.1.5.1 Alat dan Bahan

2.1.5.2 Prosedur Kerja

2.1.6 Hasil dan Pembahasan

2.1.6.1 Hasil

2.1.6.2 Pembahasan

2.1.7 Kesimpulan dan Saran

2.1.7.1 Kesimpulan

Lab Teknik Tanah dan Air 15


KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JAMBI
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Jl. Tri Bhrata, Desa Pondok Meja Km. 11, Mestong Muaro Jambi 36364

2.1.7.2 Saran

2.2 Objek 2 (Nama Objek)

2.2.1 Latar Belakang

2.2.2 Tujuan

2.2.3 Manfaat

2.2.4 Tinjauan Pustaka

2.2.5 Metoda Praktikum

2.2.5.1 Alat dan Bahan

2.2.5.2 Prosedur Kerja

2.2.6 Hasil dan Pembahasan

2.2.6.1 Hasil

2.2.6.2 Pembahasan

2.2.7 Kesimpulan dan Saran

2.2.7.1 Kesimpulan

2.2.7.2 Saran

2.3 Objek 3 (Nama Objek)

2.3.1 Latar Belakang

2.3.2 Tujuan

2.3.3 Manfaat

2.3.4 Tinjauan Pustaka

2.3.5 Metoda Praktikum

2.3.5.1 Alat dan Bahan

2.3.5.2 Prosedur Kerja

2.3.6 Hasil dan Pembahasan

Lab Teknik Tanah dan Air 16


KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JAMBI
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Jl. Tri Bhrata, Desa Pondok Meja Km. 11, Mestong Muaro Jambi 36364

2.3.6.1 Hasil

2.3.6.2 Pembahasan

2.3.7 Kesimpulan dan Saran

2.3.7.1 Kesimpulan

2.3.7.2 Saran

2.4 Objek 4 (Nama Objek)

2.4.1 Latar Belakang

2.4.2 Tujuan

2.4.3 Manfaat

2.4.4 Tinjauan Pustaka

2.4.5 Metoda Praktikum

2.4.5.1 Alat dan Bahan

2.4.5.2 Prosedur Kerja

2.4.6 Hasil dan Pembahasan

2.4.6.1 Hasil

2.4.6.2 Pembahasan

2.4.7 Kesimpulan dan Saran

2.4.7.1 Kesimpulan

2.4.7.2 Saran

2.5 Objek 5 (Nama Objek)

2.5.1 Latar Belakang

2.5.2 Tujuan

2.5.3 Manfaat

2.5.4 Tinjauan Pustaka

Lab Teknik Tanah dan Air 17


KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JAMBI
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Jl. Tri Bhrata, Desa Pondok Meja Km. 11, Mestong Muaro Jambi 36364

2.5.5 Metoda Praktikum

2.5.5.1 Alat dan Bahan

2.5.5.2 Prosedur Kerja

2.5.6 Hasil dan Pembahasan

2.5.6.1 Hasil

2.5.6.2 Pembahasan

2.5.7 Kesimpulan dan Saran

2.5.7.1 Kesimpulan

2.5.7.2 Saran

2.6 Objek 6 (Nama Objek)

2.6.1 Latar Belakang

2.6.2 Tujuan

2.6.3 Manfaat

2.6.4 Tinjauan Pustaka

2.6.5 Metoda Praktikum

2.6.5.1 Alat dan Bahan

2.6.5.2 Prosedur Kerja

2.6.6 Hasil dan Pembahasan

2.6.6.1 Hasil

2.6.6.2 Pembahasan

2.6.7 Kesimpulan dan Saran

2.6.7.1 Kesimpulan

2.6.7.2 Saran

BAB III PENUTUP

Lab Teknik Tanah dan Air 18


KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JAMBI
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Jl. Tri Bhrata, Desa Pondok Meja Km. 11, Mestong Muaro Jambi 36364

3.1 Kesimpulan

3.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

DOKUMENTASI

Lab Teknik Tanah dan Air 19


KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JAMBI
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Jl. Tri Bhrata, Desa Pondok Meja Km. 11, Mestong Muaro Jambi 36364

FORMAT LAPORAN AWAL (PRIBADI)

BAB II

PELAKSANAAN PRAKTIKUM

2.1 Objek 1 (Nama Objek)

2.1.1 Latar Belakang

2.1.2 Tujuan

2.1.3 Manfaat

2.1.4 Tinjauan Pustaka

2.1.5 Metoda Praktikum

2.1.5.1 Alat dan Bahan

2.1.5.2 Prosedur Kerja

Daftar Pustaka ( minimal 5 sumber ; 3 buku dan 2 jurnal)

2.2 Objek 2 (Nama Objek)

2.2.1 Latar Belakang

2.2.2 Tujuan

2.2.3 Manfaat

2.2.4 Tinjauan Pustaka

2.2.5 Metoda Praktikum

2.2.5.1 Alat dan Bahan

2.2.5.2 Prosedur Kerja

Daftar Pustaka ( minimal 5 sumber ; 3 buku dan 2 jurnal)

Lab Teknik Tanah dan Air 20


KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JAMBI
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Jl. Tri Bhrata, Desa Pondok Meja Km. 11, Mestong Muaro Jambi 36364

2.3 Objek 3 (Nama Objek )

2.3.1 Latar Belakang

2.3.2 Tujuan

2.3.3 Manfaat

2.3.4 Tinjauan Pustaka

2.3.5 Metoda Praktikum

2.3.5.1 Alat dan Bahan

2.3.5.2 Prosedur Kerja

Daftar Pustaka ( minimal 5 sumber ; 3 buku dan 2 jurnal)

2.4 Objek 4 (Nama Objek )

2.4.1 Latar Belakang

2.4.2 Tujuan

2.4.3 Manfaat

2.4.4 Tinjauan Pustaka

2.4.5 Metoda Praktikum

2.4.5.1 Alat dan Bahan

2.4.5.2 Prosedur Kerja

Daftar Pustaka ( minimal 5 sumber ; 3 buku dan 2 jurnal)

2.5 Objek 5 (Nama Objek)

2.5.1 Latar Belakang

2.5.2 Tujuan

2.5.3 Manfaat

Lab Teknik Tanah dan Air 21


KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JAMBI
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Jl. Tri Bhrata, Desa Pondok Meja Km. 11, Mestong Muaro Jambi 36364

2.5.4 Tinjauan Pustaka

2.5.5 Metoda Praktikum

2.5.5.1 Alat dan Bahan

2.5.5.2 Prosedur Kerja

Daftar Pustaka ( minimal 5 sumber ; 3 buku dan 2 jurnal)

2.6 Objek 6 (Nama Objek)

2.6.1 Latar Belakang

2.6.2 Tujuan

2.6.3 Manfaat

2.6.4 Tinjauan Pustaka

2.6.5 Metoda Praktikum

2.6.5.1 Alat dan Bahan

2.6.5.2 Prosedur Kerja

Daftar Pustaka ( minimal 5 sumber ; 3 buku dan 2 jurnal)

Lab Teknik Tanah dan Air 22


KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JAMBI
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Jl. Tri Bhrata, Desa Pondok Meja Km. 11, Mestong Muaro Jambi 36364

ABSENSI PRIBADI

PRAKTIKUM ILMU UKUR WILAYAH

NAMA :

NIM :

KELOMPOK :

Responsi Laporan Laporan TTD


No Objek Kehadiran
Awal Akhir Asisten

Lab Teknik Tanah dan Air 23