Anda di halaman 1dari 3

yang berasal dari TurkKebab berasal dari Turki, dalam bahasa Arab lebih dikenal

sebagai kabbeh. Konon, kebab mulai hadir di abad ke-18. Waktu itu
pedagang Turki banyak yang berhubungan dengan pedagang di Berlin, Jerman,
sehingga sempat terjadi perubahan pada kebab, karena menyesuaikan dengan selera
orang Jerman.

Awalnya, daging kebab akan dipanggang manual, kemudian disajikan dengan paprika,
saus, dan dibungkus roti Tortila khas Meksiko. Ketika masuk Jerman, teknik
pembuatan kebab mulai berkembang. Pemanggangan dagingnya mulai menggunakan
panggangan listrik dan gas, meski isi kebab kurang lebih masih sama, yaitu roti dan
sayuran/salad.

Daging yang biasa digunakan dalam pembuatan kebab adalah daging sapi, domba,
maupun ayam. Semuanya bisa digunakan sesuai selera pembeli, teman-teman.
Setelah semua isi kebab dicampurkan menjadi satu dalam Tortila, kebab akan digulung
untuk kemudian dipanggang kembali dalam durasi waktu yang tak terlalu lama, agar
kematangannya lebih baik dan lebih terasa enak ketika disantap.

Tentara Turki di abad 16 kemudian mempopulerkan hidangan ini ke seluruh dunia.


Daging dipotong-potong, lalu dibakar dengan pedang. Di era Kesultanan Ottoman,
muncul istilah sis, yang artinya pedang. "Kenapa pakai pedang, karena di kawasan
padang rumput Eurasia dengan pohon yang jarang, batang kayu itu langka pun mahal.
Karena itu shish kebab dipanggang dengan ditusuk ke pedang atau belati," tulis Felipe.

Dari sana lahirlah istilah shish kebab, untuk menyebut potongan daging bentuk kubus
dan sayur yang ditusuk lalu dipanggang. Setelah menyebar ke seluruh dunia, ada
banyak jenis masakan serupa tapi beda nama.

Di Indonesia, ada sate. Di Iran ada chelow kabab yang juga dinobatkan sebagai
makanan nasional. Dari Afrika Barat, ada suya. Di kawasan Suriah dan Lebanon ada
halab. Di Jepang ada yakitori. Semua punya akar sama: daging ditusuk dan
dipanggang atau dibakar.

Baca juga:

 Olahan Daging dalam Jagat Kuliner Dunia


 Mengenal Tharid, Hidangan Favorit Nabi Muhammad SAW

Ada beberapa jenis kebab yang dikenal dunia. Selain shish kebab, ada pula doner
kebab. Doner kebab juga punya sejarah menarik. Dunia Arab mengenal doner kebab
sebagai shawarma. Merujuk Food Culture in the Near East, Middle East, and North
Africa(2004), makanan ini diciptakan sekitar 170 tahun lalu di kawasan Anatolia.

Doner dalam bahasa Turki dapat diartikan sebagai memutar. Ini untuk merujuk proses
memasak daging yang sedikit berbeda dengan shish. Di doner, daging yang sudah
dimarinasi akan ditumpuk vertikal hingga membentuk seperti gulungan benang, lalu
dipanggang memutar. Setelah matang, daging akan diiris dan digulung di dalam roti pita
berisi sayuran dan saus. Ini adalah kebab yang dikenal di Indonesia.

Doner kebab mulai populer di Indonesia sejak kemunculan Baba Rafi. Didirikan pada
2005, Baba Rafi menjual kebab di gerobak dan dijajakan di pinggir jalan. Konsep ini
disukai banyak orang yang sebelumnya tak kenal apa itu kebab.

Kini, Baba Rafi menjelma jadi salah satu gerai makanan waralaba terbesar di dunia.
Dalam waktu 13 tahun, Baba Rafi sudah punya 1.500 gerai di 9 negara. Kesuksesan
Baba Rafi kemudian membuat banyak lahirnya merek-merek kebab baru. Sekarang,
mencari penjual kebab sama mudahnya dengan mencari penjual sate ayam. Tak hanya
itu, sekarang di berbagai toko online, banyak yang menjual doner kebab beku.

Doner kebab juga punya akar sejarah panjang di Jerman. Negara yang terkenal dengan
bratwurst-nya ini mulai mengenal doner kebab sekitar setengah abad lalu. Dua imigran
Turki, Kadir Nurman dan Mehmet Aygun datang ke Berlin dan membuka kedai doner
kebab.

Sekarang doner kebab menjadi salah satu makanan yang paling banyak disantap orang
Jerman. Selain harganya murah, porsi kebab yang besar juga memuaskan. Setiap
harinya, warga di Jerman mengonsumsi dua juta kebab.

Dari data Association of Turkish Döner Producers in Europe (ATDiD) yang dikutip BBC,
saat ini ada 40.000 gerai kebab di seluruh Jerman. Kedai-kedai ini menghabiskan 400
ton daging setiap hari, dan membuat perdagangan kebab di Jerman bernilai 4 miliar
Euro per tahun.

Di Jerman, doner kebab tidak hanya makanan. Ia juga melambangkan keberhasilan


karena kerja keras para perantau. Selain itu, kebab juga bisa merekatkan hubungan
dua negara yang berbeda kultur. Maka tak salah kalau ada idiom: makanan bisa
membuat orang asing jadi saudara. Kebab telah membuktikannya.

urki cukup mendapat tempat di hati orang Indonesia. Makanan berbahan daging yang
dinikmati bersama roti khas Arab atau tortilla ini disukai karena kelezatan rasanya.

Makanan khas Timur Tengah ini memiliki cita rasa khas dengan aroma rempah-rempat
yang kuat. Apalagi ditambah dengan bermacam topping dan daging yang makin menambah
kenikmatannya.

Namun, tahukah Anda jika kebab original dari negara asalnya mempunyai banyak jenis?
Kebab Turki yang sering Anda makan termasuk dalam kategori yang mana?
Shish Kebab
Jenis kebab yang satu ini adalah satu yang paling terkenal. Shish Kebab di sajikan dengan tusukan ala sate.
Shish berarti tusuk sate dalam Bahasa Turki dan Kebab yang berarti daging. Dalam 1 tusukan shish kebab
terdapat sayuran sepertu tomat, timun dan paprika. Mirip dengan barbeque, shish kebab ini sangat sehat
karena dipadu dengan daging.

Doner Kebab
Doner Kebab memiliki arti yaitu daging kebab yang berputar. Shawarma adalah salah satu
makanan yang terkenal karena menggunakan panggangan yang berputar ini. Kini, hampir
setiap kebab Turki di Jakarta menggunakan panggangan daging vertikal yang berputar.

Kathi Kebab
Kebab jenis ini dibuat menggunakan tandoor. Tandoor adalah alat panggang yang biasa
digunakan orang India untuk tandoori chicken. Daging ini dipanggang dengan cara di lilitkan
pada tusukan tandoor yang panjang terbuat dari besi, lalu di panggang di atas bara panas.
Aroma dan rasa kebab ini sangat berbeda dari jenis kebab lainnya.

Kakori Kebab
Kebab yang namanya didapat dari tempat di India ini terbuat dari daging cincang. Daging
cincang tersebut di buat menjadi sate lalu dibakar hingga matang. Kebab ini memiliki
bentuk seperti sosis yang panjang.

Chapli Kebab
Kebab yang satu ini mirip seperti daging burger. Daging cincang pada kebab dibentuk
menyerupai patty sehingga banyak orang mengira ini adalah daging burger.

Berbagai jenis kebab di atas dibuat dengan rempah-rempah khas dari setiap negaranya.
Nah, untuk Anda yang ingin mencicipi kebab Turki tanpa harus jauh ke Timur Tengah,
cobain, deh, Mister Khu Kebab.