Anda di halaman 1dari 32

ASKEP LAKTASI

DATA FOKUS

Data Subjektif Data Objektif


1. Ibu mengatakan bayinya sering 1. Bayi tampak mencari puting susu
menangis 2. Tampak ASI keluar sedikit saat di
2. Ibu mengatakan waktu menyusu perah
bayinya lama namun setelah menyusu 3. Bayi tampak tidak mampu latch on
bayinya tampak belum puas dengan tepat pada payudara
3. Ibu mengatakan bayinya buang air 4. Tampak luka pada puting payudara
besar sedikit ibu
4. Ibu mengatakan putingnya sakit saat 5. Ibu tampak bingung dengan keadaan
menyusui bayinya
5. Ibu mengatakan tidak tahu mengapa 6. Ibu menyusui bayinya dengan posisi
anaknya sering menangis tidak tepat
6. Ibu mengatakan tidak mengapa ASI 7. Ibu tampak penuh perhatian dengan
keluar sedikit penjelasan perawat
7. Ibu mengatakan tidak tahu cara
perawatan payudara dan pijat
oksitosin
8. Ibu mengatakan ingin memiliki
kemampuan untuk memberikan ASI
pada bayinya
9. Ibu mengatakan ingin meningkatkan
kemampuan memberikan ASI
eksklusif

ANALISA DATA
DATA FOKUS MASALAH ETIOLOGI
DS : Ketidakcukupan ASI(00216) Infan: latching on tidak
1. Ibu mengatakan efektif
bayinya sering
menangis
2. Ibu mengatakan
waktu menyusu
bayinya lama namun
setelah menyusu
bayinya tampak
belum puas
3. Ibu mengatakan
bayinya buang air
besar sedikit
DO:
1. Bayi tampak mencari
puting susu
2. Tampak ASI keluar
sedikit saat di perah
3. Bayi tampak tidak
mampu latch on
dengan tepat pada
payudara

DS : Ketidakefektifan pemberian Kurang pengetahuan orang


1. Ibu mengatakan ASI (00104) tua tentang teknik menyusui/
waktu menyusu Nyeri ibu/ Suplai ASI tidak
bayinya lama namun cukup
setelah menyusu
bayinya tampak
belum puas
2. Ibu mengatakan
bayinya buang air
besar sedikit
3. Ibu mengatakan
putingnya sakit saat
menyusui
4. Ibu mengatakan tidak
tahu mengapa ASI
keluar sedikit

DO :
1. Bayi tampak mencari
puting susu
2. Bayi tampak tidak
mampu latch on
dengan tepat pada
payudara
3. Tampak luka pada
puting payudara ibu
4. Ibu menyusui bayinya
dengan posisi tidak
tepat

DS : Kesiapan meningkatkan
1. Ibu mengatakan ingin pemberian ASI(00106)
memiliki kemampuan
untuk memberikan
ASI pada bayinya
2. Ibu mengatakan ingin
meningkatkan
kemampuan
memberikan ASI
eksklusif
DO:
1. Ibu tampak penuh
perhatian dengan
penjelasan perawat

DS : Defisiensi Pengetahuan Kurang sumber pengetahuan


1. Ibu mengatakan tidak (00216)
tahu mengapa
anaknya sering
menangis
2. Ibu mengatakan tidak
mengapa ASI keluar
sedikit
3. Ibu mengatakan tidak
tahu cara perawatan
payudara dan pijat
oksitosin

DO :
1. Ibu tampak bingung
dengan keadaan
bayinya
2. Ibu menyusui bayinya
dengan posisi tidak
tepat

DIAGNOSA KEPERAWATAN
NO DIAGNOSA
1 Ketidakcukupan ASI bd infan:latching on tidak efektif
2 Ketidakefektifan pemberian ASI bd produksi ASI sedikit
3 Kesiapan meningkatkan pemberian ASI
4 Defisiensi pengetahuan bd kurang sumber pengetahuan

N DIAGNOSA TUJUAN DAN INTERVENSI RASION


O KRITERIA HASIL AL
1 Ketidakcukupan Setelah dilakukan 1. Tingkatkan frekuensi
ASI bd tindakan keperawatan pemberian susu untuk
infan:latching on selama 1x24 jam meningkatkan suplai.
tidak efektif masalah 2. Perhatikan frekuensi berkemih
ketidakcukupan ASI dan defekasi bayi (enam-
delapan kali berkemih dan
dapat diatasi dengan
1 kali defekasi selama 24
criteria hasil: jam adalah cukup.
1. Produktifitas asi 3. Peningkatan berat badan
menjadi efektif sebesar 3/4 sampai
2. Tidak terjadi 1ons/hari menandakan bayi
penurunan berat cukup makan.
badan khususnya 4. Beri tahu ibu, jika bayi
selama masa kelihatan puas dan berat
menyusui badannya meningkat.
5.Anjurkan pemberian
makanan/nutrisi dengan
porsi kecil tapi sering
6.Jelaskan pentingnya nutrisi
khususnya pada masa
menyusui
7.Jika perlu berikan tambahan
multi vitamin

2 Ketidakefektifan Setelah dilakukan 1. Pemijatan mamae


pemberian ASI bd tindakan keperawatan sebelum menyusui.
produksi ASI 1x24 jam masalah 2. Menyusui pada tempat
sedikit teratasi, dengan kriteria yang tenang tersendiri,
hasil : jauh dari kebisingan.
3. Mandi air hangat sebelum
1. produksi ASI menyusui untuk
keluar lebih mendapatkan perasaan
lancar relaksasi dan
menstimulasi
pengeluaran susu.
4. Berikan kompres hangat
selama 20 menit
sebelum menyusui.
5. Gunakan teknik relaksasi
dan anjurkan ibu untuk
memfokuskan diri pada
pengeluaran ASI.
6. Minum air, jus atau
minuman non cafein
sebelum dan selama
menyusui.
7. Hindari kelelahan yang
berlebihan dengan cara
beristirahat ketika bayi
tidur, menyusui sembari
tiduran, dan mempunyai
waktu yang cukup untuk
menyendiri.
8. Kembangkan suatu
respons yang
dikondisikan, dengan
cara merancang rutinitas
untuk memulai
menyusui.
9. Menyediakan waktu yang
cukup bagi bayi
(sedikitnya 10-15 menit/
bagian), untuk
mencetuskan refleks
pengeluaran.
10. Gunakan metode
alternatif pemilihan sisi
mamae (baik dengan
cara memakai kedua
puting bergantian setiap
kali menyusui atau
menukar posisi mamae
berulang-ulang selama 1
kali menyusui)
11. Jika semua cara gagal,
ambil resep untuk
pemberian oksitosin
melalui semprotan
hidung dari perawat.
3 Kesiapan Setelah dilakukan 3. Berikan informasi
meningkatkan tindakan keperawatan mengenai manfaat
pemberian ASI 1x24 jam masalah menyusui baik fisiologis
teratasi, dengan kriteria maupun psikologis
hasil : 4. Kaji motivasi serta
1. Ibu menyatakan persepsi ibu
keiginan untuk tentang menyusui
memiliki 5. Jelaskan tanda bayi
kemampuan membutuhkan makanan
untuk memberi (misalnya refleks
ASI untuk rooting, menghisap serta
kebutuhan nutrisi diam dan terjaga/quiet
bayinya alertness)
2. Ibu menyatakan 6. Ajari ibu tentang teknik
keinginan untuk menyusui yang benar
meningkatkan 7. Informasikan mengenai
kemampuan perbedaan antara hisapan
memberi ASI yang memberikan nutrisi
eksklusif dan yang tidak
memberikan nutrisi
8. Ajari ibu tentang
perawatan payudara dan
manfaatnya
9. Monitor adanya nyeri
pada puting susu dan
gangguan integritas kulit
pada puting susu ibu
10. Diskusikan kebutuhan
untuk istirahat yang
cukup, hidrasi, dan diet
yang seimbang
11. Diskusikan strategi yang
bertujuan untuk
mengotimalkan suplai
ASI ibu (misalnya
pijatan payudara, sering
mengeluarkan ASI,
mengosongkan ASI,
perawatan kanguru dan
pengobatan)
12. Dukung ibu untuk
memakai pakaian yang
nyaman dan BH yang
mendukung

4 Defisiensi Setelah dilakukan 1. 1.Sediakan informasi tentang


pengetahuan bd tindakan keperawatan keuntungan dan kerugian
kurang sumber 1x24 jam masalah menyusui ;
pengetahuan teratasi, dengan kriteria2. 2.Diskusikan metode alternative
hasil : menyusui ;
1. Ibu dan bayi akan 3. 3. Perbaiki
miskonsepsi,misinformasi,
mengalami
dan ketidak akuratan tentang
Pemberian ASI
menyusui ;
Efektif yang
ditunjukan dengan 4. 4. Demonstrasikan latihan
menghisap sesuai dengan
pengetahuan :
menyusui; kebutuhan;
pemantapan 5. 5.Instruksikan tentang pola
BAB dan berkemih bayi,
menyusui: bayi/ibu;
mempertahankan sesuai dengan kebutuhan ;
menyusui; dan 6. 6. Rekomendasikan perawatan
penyapihan payudara, sesuai dengan
menyusui kebutuhan;
7. 7. Beritahu tanda masalah untuk
dilaporkan pada praktisi
perawatan kesehatan;
8. 8. Diskusikan tanda-tanda
kesiapan penyapihan.
ASKEP 4 JAM POST PARTUM

DATA FOKUS
D a t a S u b j e k t i f D a t a O b j e k t i f
1. Ibu mengatakan nyeri pada daerah kemaluan terutama jika untuk bergerak dan duduk, nyeri tajam, perih, lokasi pada daerah perineum, nyeri sedang skala 6. 1. Tampak berhati-hati ketika bergerak di tempat tidur.
2. Ibu mengatakan perut terasa mual-mual dan seperti dipelintir 2. Ekspresi wajah merintih ketika bergerak atau duduk.
3. Ibu mengatakan belum ada keinginan minum dan makan 3. Tanda-tanda vital : TD: 110/80 mmHg , N: 84 kali/menit, R: 24 kali/menit, S: 36,5 oC.
4. Ibu mengatakan kesulitan saat ingin buang air kecil ke kamar mandi 4. Terdapat ruptur perineum derajat I dengan jahitan luar 1 Zide.
5. Ibu mengatakan merasa ngilu saat buang air kecil 5. L u k a t a m p a k b a s a h .
6. Ibu mengatakan terdapat luka di kemaluannya dan rasanya sakit 6. L b . D a r a h :
7. Ibu mengatakan merasa lelah dan ingin tidur H B : 9 , 9
8. Ibu mengatakan ini kehamilan pertam a A L : 1 3 , 3
9. Ibu mengatakan awalnya ingin mempunyai anak laki-laki tapi yang dilahirkan anak perempuan H C T : 3 0
10. Ibu mengatakan belum terlalu paham merawat anak bayi karna baru anak pertama 7. Ibu tidak mampu masuk dan keluar dari kamar mandi sendiri.
11. Ibu mengatakan dirumah hanya tinggal dengan suami dan semua keluarga ada di kampung 8. Kebutuhan eliminasi ibu terlihat dibantu oleh sang suami
9. T a m p a k l e m a h .
10. Aktivitas kebersihan diri dibantu oleh keluarga.
11. B i b i r t a m p a k p u c a t d a n k e r i n g
12. T u r g o r k u l i t k e r i n g

N o D a t a F o k u s M a s a l a h E t i o l o g i
1 D a t a s u b j e k t i f : N y e r i a k u t Agen cidera fisik
1. Ibu mengatakan nyeri pada daerah kemaluan terutama jika untuk bergerak dan duduk, nyeri tajam, perih, lokasi pada daerah peri neum, nyeri sedang skala 6.
2. Ibu mengatakan perut terasa mual-mual dan seperti dipelintir

D a t a O b j e k t i f :
1. Tampak berhati-hati ketika bergerak di tempat tidur.
2. Ekspresi wajah merintih ketika bergerak atau duduk
3. Tanda-tanda vital : TD: 110/80 mmHg ,N: 84 kali/menit, R: 24 kali/menit, S: 36,5 oC.
4. Terdapat ruptur perineum derajat I dengan jahitan luar 1 Zide.
5. L u k a t a m p a k b a s a h

2 D a t a S u b j e k t i f : R esi ko i nfeks i
1. Ibu mengatakan terdapat luka di kemaluannya dan rasanya sakit

D a t a O b j e k t i f :
1. Terdapat ruptur perineum derajat I dengan jahitan luar 1 Zide.
2. L u k a t a m p a k b a s a h .
3. L b . D a r a h :
H B : 9 , 9
3 D a t a S u b j e k t i f : Resiko Kekurangan volume cairan
1. Ibu mengatakan belum ada keinginan minum dan makan
D a t a O b j e k t i f :
1. B i b i r t a m p a k p u c a t d a n k e r i n g
2. T u r g o r k u l i t k e r i n g
4 D a t a S u b j e k t i f : Defisit perawatan diri: eliminasi Nyeri / keletihan / kelemahan
1. Ibu mengatakan kesulitan saat ingin buang air kecil ke kamar mandi
2. Ibu mengatakan merasa ngilu saat buang air kecil
3. Ibu mengatakan merasa lelah dan ingin tidur

D a t a O b j e k t i f :
1. Ibu tidak mampu masuk dan keluar dari kamar mandi sendiri.
2. Kebutuhan eliminasi ibu terlihat dibantu oleh sang suami
3. T a m p a k l e m a h .
4. Aktivitas kebersihan diri dibantu oleh keluarga.

D i a g n o s a k e p e r a w a t a n
1. n y e r i a k u t b . d a g e n s c e d e r a f i s i k ( r u p t u r p e r i n i u m ) [ 0 0 1 3 2 ]
2. R e s i k o i n f e k s i b . d e p i s i o t o m i [ 0 0 0 4 ]
3. Resiko kekurangan Volume cairan b.d kehilangan volume cairan aktif (perdarahan) [00028]

No D i a g n o s a T u j u a n & k r i t e r i a H a s i l I n t e r v e n s i
1 nyeri akut b.d agens cedera fisik (ruptur perinium) Setelah dilakukan intervensi keperawatan 2x24 jam diagnosa keperawatan teratasi dengan kriteria hasil : M a n d i r i :
1. s k a l a n y e r i : 0 ( t i d a k n y e r i1. ) p a n t a u T T V k l i e n
2. ibu tidak mengatakan merasa nyeri 2. lakukan pengkajian nyeri komprehensif (PQRST)
3. kendalikan faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi respon pasien terhadap ketidaknyamanan (suhu ruangan, suara bising)
4. ajarkan managemen nyeri non farmakologi ( teknik tarik nafas dalam dan imaginasi terbimbing)

K o l a b o r a s i :
1. Kolaborasi dengan dokter pemberian obat analgesik jika perlu
2 Resiko Infeksi Setelah dilakukan intervensi keperawatan 2x24 jam masalah keperawatan dapat teratasi dengan kriteria hasil : M a n d i r i :
1. Klien menyertakan perawatan bagi dirinya1. P a n t a u v i t a l s i g n
2. Klien bisa membersihkan vagina dan perineumnya secara mandiri2. Kaji daerah perineum dan vulva
3. Perawatan pervagina berkurang d. Vulva bersih dan tidak inveksi3. Kaji pengetahuan pasien mengenai cara perawatan ibu post partum
4. Ajarkan perawatan vulva bagi pasien
5. Anjurkan pasien mencuci tangan sebelum memegang daerah vulvanya
6. Lakukan perawatan vulva

K o l a b o r a s i :
1. Kolaborasi dengan dokter pemberian antibiotok
3 Resiko kekurangan volume cairan Setelah dilakukan intervensi keperawatan 2x24 jam masalah keperawatan dapat teratasi dengan kriteria hasil : M a n d i r i :
1. Menunjukkan perubahan keseimbangan cairan, dibuktikan oleh haluaran urine adekuat, tanda-tanda vital stabil, membran mukosa lembab, turgor kulit1.
baik pantau status hidrasi (mukosa mulut, bibir, turgor kulit)
2. monitor tanda-tanda vital klien
3. monitor intake dan output cairian
4. anjurkan klien minum 2 liter perhari
K o l a b o r a s i :
1. kolaborasi dengan dokter pemberian cairan infuse
4 Defisit perawatan diri : eliminasi b.d nyeri/ keletihan/ kelemahan Setelah dilakukan intervensi keperawatan 2x24 jam masalah keperawatan dapat teratasi dengan kriteria hasil : M a n d i r i :
1. Ibu dapat melakukan eliminasi dengan mandiri 1. Bantu pasien ke toilet atau tempat lain untuk eliminasi pada interval waktu tertentu
2. Ibu tidak mengeluh kesulitan dalam eliminasi2. Beri privasi saat pasien eliminasi
3. Fasilitasi kebersihan toilet sete;ah menyelesaikan eliminasi
4. Sediakan alat bantu ( kateter eksternal/urinal) dengan tepat
5. Buatlah jadwal aktivitas terkait eliminasi dengan tepat
ASKEP POST PARTUM NORMAL 24 JAM-3 HARI SETELAH POST
PARTUM

Data Fokus
Data Subjektif Data Objektif
1. Klien mengatakan nyeri pada 1. Klien tampak lemah
daerahperineum sejak selesai persalinan 2. Ekspresi wajah nampak meringis bila
hingga kini sudah dirawat 2 hari bergerak
2. Klien mengatakan nyeri saat bergerak 3. Klien mengatakan skala nyeri 5
3. Nyeri : 4. Tampak hecting perinium grade II HP
P : nyeri saat bergerak L/D jelujur
Q : nyeri seperti tertusuk-tusuk 5. Lochia tampak berwarna merah dan
R : nyeri pada daerah perinium bau amis.
S : skala nyeri 5 6. Klien memakai pembalut, ganti 2-3x
T : hilang timbul sehari
4. Klien mengatakan sudah dapat melakukan 7. TTV : TD : 110/80 mmHg
aktivitas secara perlahan dan bertahap HR : 88x/menit
walaupun masih dibantu RR : 20 x/menit
5. Klien mengatakan belum mengetahui Suhu : 37°C
mengenai perawatan payudara dan teknik 8. Colostrum sedikit
menyusui yang benar 9. payudara tampak membesar dan
6. Klien mengatakan belum BAB sejak setelah bengkak
melahirkan dan takut kesakitan saat BAB 10. TFU : 2 jari dibawah umbilicus
nanti karena ada luka jahitan
7. Klien mengatakan sejak melahirkan ASI
keluar sedikit
8. Klien mengatakan payudara bengkak
9. Klien mengatakan payudara terasa keras
dan sakit
10. Klien mengatakan cemas karena ASI sedikit
11. Klien mengatakan takut bayinya harus
diberi susu formula

Analisa Data

No Data Fokus Masalah Etiologi


1 DS : Nyeri Akut Agens Cedera
1. Klien mengatakan nyeri pada biologis (mastitis),
daerahperineum sejak selesai Fisik (episiotomi)
persalinan hingga kini sudah
dirawat 2 hari
2. Klien mengatakan nyeri saat
bergerak
3. Nyeri :
P : nyeri saat bergerak
Q : nyeri seperti tertusuk-tusuk
R : nyeri pada daerah perinium
S : skala nyeri 5
T : hilang timbul
DO :
1. Klien tampak lemah
2. Ekspresi wajah nampak meringis
bila bergerak
3. Klien mengatakan skala nyeri 5
4. Tampak hecting perinium grade II
HP L/D jelujur
5. TTV : TD : 110/80 mmHg
HR : 88x/menit
RR : 20 x/menit
Suhu : 37°C
2 DS : Ansietas Kebutuhan yang
1. Klien mengatakan cemas karena ASI tidak dipenuhi
sedikit
2. Klien mengatakan takut bayinya
harus diberi susu formula
3. Klien mengatakan belum
mengetahui mengenai perawatan
payudara dan teknik menyusui yang
benar
4. Klien mengatakan sejak melahirkan
ASI keluar sedikit
5. Klien mengatakan payudara
bengkak
6. Klien mengatakan payudara terasa
keras dan sakit

DO :
1. Colostrum sedikit
2. payudara tampak membesar dan
bengkak

3 DS : Ketidakcukupan ASI Ibu : Kekurangan


1. Klien mengatakan payudara masih Volume Cairan
lembek
2. Klien mengatakan sejak
melahirkan ASI keluar sedikit
3. Klien mengatakan belum
mengetahui mengenai perawatan
payudara dan teknik menyusui
yang benar
DO :
1. Colostrum sedikit
2. Teraba payudara masih lembek
4 DS : Resiko Infeksi mastitis, episiotomi
DO :
1. Tampak hecting perinium grade
II HP L/D jelujur
2. TTV : TD : 110/80 mmHg
HR : 88x/menit
RR : 20 x/menit
Suhu : 37°C
5 DS : Konstipasi Penurunan motilitas
1. Klien mengatakan belum BAB traktus
sejak setelah melahirkan dan takut gastrointestinal,
kesakitan saat BAB nanti karena perubahan
ada luka jahitan lingkungan saat ini
2. Klien mengatakan sudah dapat
melakukan aktivitas secara
perlahan dan bertahap walaupun
masih dibantu
DO :
1. Klien tampak lemah
2. Tampak hecting perinium grade II
HP L/D jelujur

Diagnosa Keperawatan

1. Nyeri Akut b.d Agens Cedera biologis (mastitis), Fisik (episiotomi) (00132)
2. Anietas b.d Kebutuhan yang tidak dipenuhi (00146)
3. Ketidakcukupan ASI b.d ibu : Kekurangan Volume Cairan (00216)
4. Resiko Infeksi b.d mastitis, episiotomi (00004)
5. Konstipasi b.dPenurunan motilitas traktus gastrointestinal,perubahan lingkungan saat
ini (00011)
Intervensi

Hari/ Diagnosa Tujuan dan kriteria hasil Intervensi


Tanggal
Nyeri Akut Setelah dilakukan asuhanMandiri :
b.d Agens keperawatan 1x24 jam 1. PantauTTV klien
Cedera nyeri akut dapat teratasi
2. lakukan pengkajian nyeri
biologis dengan kriteria hasil : komprehensif
(mastitis), 1. Skala nyeri 0 3. ajarkan prinsip-prinsip
Fisik 2. Klien tidak manajemen nyeri
(episiotomi) mengatakan nyeri4. ajarkan penggunaan teknik non-
3. Klien tidak farmakologi (relaksasi, nafas
meringis kesakitan dalam, dll)
saat bergerak 5. kendalikan faktor lingkungan
kolaborasi :
kolaborasi dengan dokter
pemberian analgesik
Ketidakcuk Setelah dilakukan asuhan 1. Kaji pengetahuan dan
upan ASI keperawatan 1x24 jam pengalaman ibu dalam
b.d ibu : ketidakcukupan ASI dapat pemberan ASI
Kekurangan teratasi dengan kriteria 2. Kaji pada periode awal
Volume hasil : prenatal untuk adanya faktor
Cairan 1. Payudara tidak risiko ketidakefektifan
(00216) bengkak pemberian ASI
2. ASI yang 3. Diskusikan kebutuhan untuk
dikeluarkan banyak istirahat yang cukup, hidrasi,
dan diet yang seimbang.
4. Rekomendasikan perawatan
payudara jika perlu
5. Ajarkan teknik pijat payudara
Anietas b.d Setelah dilakukan asuhan 1. Dorong keluarga untuk
Kebutuhan keperawatan 1x24 jam mendampingi klien dengan
yang tidak ansietas dapat teratasi cara yang tepat
dipenuhi dengan kriteria hasil : 2. Bantu klien mengidentifikasi
(00146) 1. Klien tidak cemas situasi yang memicu
2. Klien tidak takut kecemasan
3. Pertimbangkan kemampuan
klien dalam menfambil
keputusan
4. Dukung penggunaan
mekanisme koping
5. Berikan informasi faktual
terkait diagnosis, perawatan
dan prognosis
Resiko Setelah dilakukan asuhan 1. Pantau TTV
Infeksi keperawatan 1x24 jam 2. Kaji pengetahuan klien
(00004) resiko infeksi dapat mengenai perwatan ibu post
terhindari dengan kriteria partum
hasil : 3. Kaji daerah perinium dan
1. Klien dapat vulva klien
membersihkan 4. Ajarkan perawatan vulva bagi
vagina, vulva dan pasien
perineumnya 5. Lakukan perawatan vulva
2. Tidak ada tnda- Kolaborasi :
tanda infeksi Kolaborasi dengan dokter untuk
pemberian antibiotic
Konstipasi Setelah dilakukan asuhan 1. Monitor tanda dan gejala
b.d keperawatan 1x24 jam konstipasi
Penurunan konstipasi dapat teratasi 2. Monitor bising usus
motilitas dengan kriteria hasil : 3. Identifikasi faktor-faktor yang
traktus 1. Klien dapat BAB menyebabkan konstipasi
gastrointest 2. Klien tidak takut 4. Dukung peningkatan asupan
inal, BAB cairan, jika tidak ada
perubahan kontraindikasi
lingkungan 5. Intruksikan klien dan keluarga
saat ini mengenai hubungan antara
(00011) diet, latihan dan asupan
cairan terhadap kejadian
konstipasi.
1. Data Fokus
Data Subjektif Data Objektif
1. Ny. A mengatakan berusia 25 tahun 1. Ny. A tampak meringis kesakitan
2. NY. A mengatakan telah melahirkan 1 2. Skala nyeri 6
anak pertamanya 1 hari yang lalu atau 3. Ny. A tampak lesu,letih,wajah kurang
sekitar 24 jam. segar
3. Ny. A mengatakan persalinan secara 4. Payudara Ny. A tampak bengkak
normal 5. ASI Ny. A keluar sedikit
4. Ny. A mengatakan dia mendapatkan 6. TTV :
jahitan TD : 110/80 mmHg
5. Ny. A mengatakan nyeri pada luka S : 380 C
bekas jahitan RR : 20 x/menit
6. Ny. A mengatakan lemas, dan letih N : 110 X/menit
7. Ny. A mengatakan nyeri pada 7. Terdapat mata panda dan kantung mata
payudaranya pada mata Ny. A
8. Ny. A mengatakan ASI yang keluar
hanya sedikit
9. Ny. A mengatakan bayinya menangis
terus
10. Ny. A mengatakan tidak tahu
bagaimana cara mengatasi kondisi
seperti ini
11. Ny. A mengatakan sulit tidur karena
bayinya yang rewel
12. Ny. A mengatakan vaginanya masih
mengeluarkan darah
13. Ny. A mengatakan ingin dapat
merawat anaknya lebih mandiri

2. Analisa data
Data fokus Problem Etiologi
Ds:
1. Ny. A mengatakan
berusia 25 tahun
2. NY. A mengatakan
telah melahirkan 1
anak pertamanya 1
hari yang lalu atau
sekitar 24 jam.
3. Ny. A mengatakan
persalinan secara
normal
4. Ny. A mengatakan dia
mendapatkan jahitan
5. Ny. A mengatakan
vaginanya masih
mengeluarkan darah
Do :
1. Ny. A tampak
lesu,letih,wajah
kurang segar
2. TTV :
TD : 110/80 mmHg
S : 380 C
RR : 20 x/menit
N : 110 X/menit
3.

ds: Nyeri akut Agen cedera fisik


1. Ny. A mengatakan
berusia 25 tahun
2. NY. A mengatakan
telah melahirkan 1
anak pertamanya 1
hari yang lalu atau
sekitar 24 jam.
3. Ny. A mengatakan
persalinan secara
normal
4. Ny. A mengatakan dia
mendapatkan jahitan
5. Ny. A mengatakan
nyeri pada luka bekas
jahitan
6. Ny. A mengatakan
nyeri pada
payudaranya
Do:
1. Ny. A tampak
meringis kesakitan
2. Skala nyeri 6
3. Payudara Ny. A
tampak bengkak
4. TTV :
TD : 110/80 mmHg
S : 380 C
RR : 20 x/menit
N : 110 X/menit

DS: Risiko infeksi


1. Ny. A mengatakan
berusia 25 tahun
2. NY. A mengatakan
telah melahirkan 1
anak pertamanya 1
hari yang lalu atau
sekitar 24 jam.
3. Ny. A mengatakan
persalinan secara
normal
4. Ny. A mengatakan dia
mendapatkan jahitan
DO :
1. TTV :
TD : 110/80 mmHg
S : 380 C
RR : 20 x/menit
N : 110 X/menit

Ds : Ketiakefektifan pemberian suplai ASI tidak cukup


1. Ny. A mengatakan ASI
ASI yang keluar
hanya sedikit
2. Ny. A mengatakan
bayinya menangis
terus
Do :
1. Payudara Ny. A
tampak bengkak
2. ASI Ny. A keluar
sedikit
3. TTV :
TD : 110/80 mmHg
S : 380 C
RR : 20 x/menit
N : 110 X/menit

DS : Gangguan pola tidur pola tidur menyehatkan


1. Ny. A mengatakan (menjadi orang tua)
berusia 25 tahun
2. NY. A mengatakan
telah melahirkan 1
anak pertamanya 1
hari yang lalu atau
sekitar 24 jam.
3. Ny. A mengatakan
sulit tidur karena
bayinya yang rewel
DO :
1. Ny. A tampak
lesu,letih,wajah
kurang segar
2. TTV :
TD : 110/80 mmHg
S : 380 C
RR : 20 x/menit
N : 110 X/menit
3. Terdapat mata
panda dan
kantung mata
pada mata Ny. A

DS : keletihan Gangguan tidur


1. Ny. A mengatakan
berusia 25 tahun
2. NY. A mengatakan
telah melahirkan 1
anak pertamanya 1
hari yang lalu atau
sekitar 24 jam.
3. Ny. A mengatakan
persalinan secara
normal
4. Ny. A mengatakan
lemas, dan letih
DO :
1. Ny. A tampak
lesu,letih,wajah
kurang segar
2. TTV :
TD : 110/80 mmHg
S : 380 C
RR : 20 x/menit
N : 110 X/menit

DS : Intoleransi aktivitas imobilitas


5. Ny. A mengatakan
berusia 25 tahun
6. NY. A mengatakan
telah melahirkan 1
anak pertamanya 1
hari yang lalu atau
sekitar 24 jam.
7. Ny. A mengatakan
persalinan secara
normal
8. Ny. A mengatakan
lemas, dan letih
DO :
3. Ny. A tampak
lesu,letih,wajah
kurang segar
4. TTV :
TD : 110/80 mmHg
S : 380 C
RR : 20 x/menit
N : 110 X/menit
DS : Kesiapan meningkatkan
1. Ny. A mengatakan menjadi orang tua
ingin dapat merawat
anaknya lebih mandiri
DO :
-
DS : Defisiensi pengetahuan Kurang sumber
1. Ny. A mengatakan pengetahuan
tidak tahu bagaimana
cara mengatasi
kondisi seperti ini
DO :
-

3. Diagnosa
a. Nyeri akut b/d agenCedera bio (mastitis)
b. Risiko infeksi(mastitis, episiotomi)
c. Ketiakefektifan pemberian ASI b/d suplai ASI tidak cukup
d. Gangguan pola tidur b/d pola tidurtdk menyehatkan (menjadi orang tua)
e. Keletihan b/d
f. Kesiapan meningkatkan menjadi orang tua
g. Perubahanperanmenjadi orang tu a(cari di nandayaaaa)
h. Defisiensi pengetahuan b/d kurang sumber pengetahuan (perawatanbayi, asi, nutrisi)

4. Intervensi
Hari/tgl/ DIAGNOSA TUJUAN & INTERVENSI
jam KRITERIA HASIL
Risiko Setelah dilakukan Mandiri:
perdarahan tindakan Pencegahan perdarahan
keperawatan selama a. Monitor denga ketat
3x24 jam masalah resiko terjadinya
resiko perdarahan perdarahan pada
dapat dihindari. pasien
b. Catat nilai
hemoglobin dan
hematokrit sebelum
dan setelah pasien
kehilangan darah
sesuai indikasi
c. Monitor tanda-tanda
vital ortostatik,
termasuk tekanan
darah
Kolaborasi :
1. Kolaborasikan dengan
dokter untuk pemberian
produk-produk penggantian
darah (misalnya, trombosit
dan Plasma Beku Segar
(FFP) dengan cara yang
tepat

Nyeri akut b/d Manajemen nyeri (1400)


agen cedera 1. Lakukan pengkajian nyeri
fisik secara komprehensif
2. Gali bersama pasien
mengenai faktor-faktor yang
dapat meringankan atau
memperberat nyeri
3. Kendalikan faktor
lingkungan yang dapat
mempengaruhi respon
pasien terhadap
ketidaknyamanan
4. Ajarkan penggunaan teknik
non farmakologi (seperti
relaksasi, terapi musik,
terapi aktivitas
5. Dukung istirahat/tidur yang
adekuat untuk membantu
penurunan nyeri

Kolaborasi :
Kolaborasi dengan dokter dalam
pemberian analgesik
Risiko infeksi Setelah dilakukan MANDIRI
tindakan 1. Monitor
keperawatan 1×24 adanyatandadangejalainfeksi
jam masalah sistemikdanlokal
keperawatan dapat 2. Monitor
dicegah, dengan kerentananterhadapinfeksi
kriteria hasil : 3. Pertahankan asepsis
untukpasienberesiko
4. Dapatkankultur yang
diperlukan
5. Ajarkanpasiendananggotakel
uargabagaimanacaramenghi
ndariinfeksi
6. Catatriwayatkesehatandanri
wayatalergipasien
7. Ajarkandan monitor
pasiencarapemberianobat
yang tepatsecaramandiri
8. Dokumentasikanpemberiano
batdanresponpasiensesuaide
nganprosedur

KOLABORASI
Kolaborasidengandokteruntukpembe
rianantibiotik spectrum luas

Keletihan Mandiri :
1. Kaji status
fisiologispasienyang
menyebabkankelelahansesu
aidengankonteksusiadanper
kembangan
2. Kaji TTV klien
3. Batasi aktivitas secara
adekuat
4. Anjurkan klien untuk
beraktivitas ringan terlebih
dahulu
5. Beriedukasikepadaklien/kel
uarga
kliendenganmenjelaskanhu
bunganantarakeletihandan
proses/kondisipenyakit

Kolaborasi :

1. Kolaborasi dengan ahli gizi


dalam pemberian asupan
makanan yang cukup sesuai
diet klien
Intoleransi Setelah dilakukan Terapi aktivitas (4310)
aktivitas tindakan 1. Pertimbangkan kemampuan
keperawatan selama klien dalam berpartisipasi
2x24 jam, masalah melalui aktivitas spesifik
intoleransi aktivitas 2. Bantu klien untuk memilih
teratasi. Dengan aktivitas dan pencapaian
kriteria hasil : tujuan melalui aktivitas yang
konsisten ddengan
kemampuan fisik, fisiologis
dan sosial
3. Dorong aktivitas kreatif
yang tepat
4. Bantu klien untuk
mengidentifikasi aktivitas
yang diinginkan
5. Instruksikan pasien dan
keluarga untuk
melaksanakan aktivitas yang
diinginkan maupun yang
telah diresepkan
6. Ciptakan lingkungan yang
aman untuk dapat
melakukan pergerakan otot
secara berkala sesuai
dengan indikasi
7. Monitor respon emosi, fisik,
sosial dan spiritual terhadap
aktivitas
Kolaborasi :
1. Kolaborasikan dengan ahli
terapis fisik, okupasi, dan
terapis rekreasional dalam
perencanaan dan
pemantauan program
aktivitas
Defisiensi Setelah dilakukan Pengajaran proses penyakit (5602)
pengetahuan tindakan 1. Kaji tingkat pengetahuan
keperawatan selama pasien terkait dengan
1x24 jam, masalah proses penyakit yang
defisiensi spesifik
pengetahuan 2. Jelaskan patofisiologi
teratasi. Dengan penyakit dan bagaimana
kriteria hasil : hubungannya dengan
anatomi dan fisilogi, sesuai
kebutuhan
3. Jelaskan tanda dan gejala
yang umum dari penyakit
4. Ber ketenangan terhadap
kondisi pasien
5. Berikan informasi mengenai
pemeriksaan diagnostik
yang tersedia, sesuai
kebutuhan
6. Diskusikan perubahan gaya
hidup yang mungkin
diperlukan untuk mencegah
komplikasi di masa yang
akan datang dan/atau
mengontrol proses penyakit
7. Edukasi pasien mengenai
tindakan untuk
mengontrol/meminimalkan
gejala.

Kolaborasi :
1. Klaborasikan dengan
kelompok pendukung/agen
komunitas lokal
ASKEP 1 MINGGU SETELAH PULANG

DATA SUBKEKTIF DATA OBJEKTIF


1. Ibu mengatakan berusia 28 tahun 1. Pada payudara terlihat puting susu lecet
2. Ibu mengatakan pernah melahirkan 2 kali 2. TD : 120/80 mmHg Nadi :
dan tidak pernah mengalami keguguran 88x/menit
3. Ibu megatakan mempunyai 2 orang anak. R : 20x/menit Suhu :
4. Ibu mengatakan melahirkan 6 hari yang 36,50C
lalu 3. TFU : 3 jari di bawah pusat
5. Ibu mengatakan puting susunya lecet dan 4. Masih terdapat luka jahitan di vagina
sakit pada saat menyusui 5. Mata ibu tampak merah
6. Ibu mengatakan sulit untuk buang air 6. Terdapat lingkaran hitam dibawah mata
besar
7. Ibu mengatakan takut bab dan bak
8. Ibu mengatakan tidak mengerti
bagaimana cara merawat bayinya
9. Ibu mengatakan sulit tidur, karena setiap
malam bayinya selalu menangis
10. Ibu mangatakan tidur hanya 2 jam dalam
sehari
11. Ibu mengatakan bingung bagaimana cara
merawat bayinya
12. Ibu mengatakan belum sepenuhnya siap
menjadi orang tua

DATA FOKUS MASALAH ETIOLOGI


DS : konstipasi kurangnya mobilisasi; diet yang
1. Ibu mengatakan sulit tidak seimbang; trauma
untuk buang air besar persalinan.
2. Ibu mengatakan takut
saat bab

DO:
DS : Risiko infeksi. Prosedur invasive, trauma jalan
1. Ibu mengatakan takut lahir
bab dan bak
2.
DO :
1. TD : 120/80 mmHg
Nadi : 88x/menit
R : 20x/menit
Suhu : 36,50C
2. Masih terdapat luka
jahitan di vagina

DS : Defisiensi pengetahuan kurangnya pengetahuan


1. Ibu mengatakan puting tentang cara merawat bayi,
susunya lecet dan sakit kurang sumber pengetahuan
pada saat menyusui
2. Ibu mengatakan tidak
mengerti bagaimana
cara merawat bayinya

DO :
3. Ibu mengatakan puting
susunya lecet dan sakit
pada saat menyusui

DS : Gangguan pola tidur respon hormonal dan


1. Ibu mengatakan sulit psikologis, nyeri atau
tidur, karena setiap ketidaknyamanan, proses
malam bayinya selalu persalinan dan kelahiran
menangis melahirkan
2. Ibu mangatakan tidur
hanya 2 jam dalam
sehari

DO :
1. Mata ibu tampak merah
2. Terdapat lingkaran
hitam di bawah mata

DS : Risiko ketidakmampuan defisiensi pengetahuan tentang


1. Ibu mengatakan menjadi orang tua keterampilan menjadi orang tua
bingung bagaimana
cara merawat bayinya
2. Ibu mengatakan belum
sepenuhnya siap
menjadi orang tua

DO :

NO DIAGNOSA
1 konstipasi b/d kurangnya mobilisasi; diet yang tidak seimbang; trauma persalinan.
2 Risiko infeksi d/d prosedur invasive,trauma jalan lahir.
3 Defisiensi pengetahuan b/d kurangnya pengetahuan tentang cara merawat bayi, kurang sumber
pengetahuan
4 Gangguan pola tidur b/d respon hormonal dan psikologis, nyeri atau ketidaknyamanan, proses
persalinan dan kelahiran melahirkan
5 Risiko ketidakmampuan menjadi orang tua d/d defisiensi pengetahuan tentang keterampilan
menjadi orang tua

NO DIAGNOSA SEJAHTERA
4 Memberikan konseling tentang gizi Ibu nifas
5 Memberikan konseling kepada Ibu mengenai seluruh asuhan pada bayi, tali pusat, menjaga bayi
tetap hangat, dan merawat bayi sehari-hari.
6 Mengajarkan Ibu teknik menyusui yang benar
7 Mengajarkan Ibu untuk senam nifas hari ke 6 – 10

DIAGNOSA TUJUAN DAN KRITERIA HASIL INTERVENSI


konstipasi b/d kurangnya Setelah dilakukan tindakan  Kaji pola BAB, kesulitan
mobilisasi; diet yang tidak keperawatan selama 1 x 24 jam, BAB, warna, bau,
seimbang; trauma persalinan. Pola eleminasi (BAB) teratur. konsistensi dan jumlah.
Kriteria hasil:  Anjurkan ambulasi dini.
 pola eleminasi teratur,  Anjurkan pasien untuk
 feses lunak dan warna minum banyak 2500-
khas feses, 3000 ml/24 jam.
 bau khas feses,  Kaji bising usus setiap 8
 tidak ada kesulitan BAB, jam.
 tidak ada feses  Pantau berat badan
bercampur darah dan setiap hari.
lendir,  Anjurkan pasien makan
 konstipasi tidak ada. banyak serat seperti
buah-buahan dan sayur-
sayuran hijau.
Resiko infeksi d/d prosedur Setelah dilakukan tindakan  Pantau: vital sign, tanda
invasive, trauma jalan lahir. selama 1x 24 jam, Infeksi tidak infeksi.
terjadi.  Kaji pengeluaran
Kriteria hasil: lochea, warna, bau dan
 tanda infeksi tidak ada, jumlah.
 luka episiotomi kering  Kaji luka perineum,
dan bersih, keadaan jahitan.
 takut berkemih dan BAB  Anjurkan pasien
tidak ada. membasuh vulva setiap
habis berkemih dengan
cara yang benar dan
mengganti PAD setiap 3
kali perhari atau setiap
kali pengeluaran lochea
banyak.
 Pertahnakan teknik
septik aseptik dalam
merawat pasien
(merawat luka
perineum, merawat
payudara, merawat
bayi).

Defisiensi pengetahuan b/d Setelah dilakukan tindakan  Beri kesempatan ibu


kurangnya pengetahuan keperawatan selama 1x 24 untuk melakuakn
tentang cara merawat bayi, jam,Defisiensi pengetahuan perawatan bayi secara
kurang sumber pengetahuan teratasi, dengan mandiri.
Kriteria hasil:  Libatkan suami dalam
 ibu dapat merawat bayi perawatan bayi.
secara mandiri  Latih ibu untuk
(memandikan, perawatan payudara
menyusui). secara mandiri dan
teratur.
 Motivasi ibu untuk
meningkatkan intake
cairan dan diet TKTP.
 Lakukan rawat gabung
sesegera mungkin bila
tidak terdapat
komplikasi pada ibu
atau bayi.

Gangguan pola tidur b/d respon Setelah dilakukan tindakan  Kaji tingkat keleahan
hormonal dan psikologis, nyeri keperawatan selama 1x 24 jam, dan kebutuhan untuk
atau ketidaknyamanan, proses gangguan pola tidur teratasi, istirahat, catat lama
persalinan dan kelahiran dengan kriteria hasil : persalinan dan jenis
melahirkan  Ibu dapat tidur dengan kelahiran.
tenang  Kaji factor-faktor,bila
ada yang
mempengaruhi
istirahat, minimalkan
gangguan dan beri
istirahat serta periode
tidur yang eksatra,
berikan lingkungan yang
tenang.
 Berikan informasi
tentang efek-efek
kelelahan dan ansietas
pada suplai ASI
 Berikan obat-obatan
(analgetik)
Risiko ketidakmampuan Setelah dilakukan tindakan  Kaji kekuatan,
menjadi orang tua d/d defisiensi keperawatan selama 1x 24 jam, kelemahan, usia, status
pengetahuan tentang risiko ketidakmampuan menjadi perkawinan,
keterampilan menjadi orang tua orang tua teratasi, dengan ketersediaan sumber
kriteria hasil : pendukung dan latar
 Ibu mampu menjadi belakang budaya.
orang tua bagi bayinya  Perhatikan respons
klien/pasangan
terhadap keahlian dan
peran menjadi orang
tua.
 Kaji ketrampilan
komunikasi
interpersonal pasangan
dan hubungan mereka
satu sama lain
 Berikan ‘rawat
bersama’/ruang fisik
dan privasi untuk
kontak diantara ibu,
ayah dan bayi
Memberikan konseling tentang Setelah dilakukan tindakan  Mengkonsumsi
gizi Ibu nifas keperawatan selama 1x 24 jam, tambahan 500 kalori
ibu mengerti tetang gizi untuk tiap hari
ibu nifas  Makan dengan diet
berimbang untuk
mendapatkan protein,
mineral dan vitamin
yang cukup.
 Minum sedikitnya 3 liter
air setiap hari (anjurkan
ibu untuk minum setiap
kali menyusui)
 Tablet zat besi harus
diminum untuk
menambahkan zat gizi
setidaknya selama 40
hari pasca postpartum
 Minum kapsul vit A
(200.000) agar bisa
memberikan vitamin A
kepada bayinya melalui
ASI.
Memberikan konseling kepada Setelah dilakukan tindakan  Tali pusat tetap dijaga
Ibu mengenai seluruh asuhan keperawatan selama 1x 24 jam, kebersihannya. Biarkan
pada bayi, tali pusat, menjaga ibu mengerti mengenai seluruh tali pusat dalam kedaan
bayi tetap hangat, dan merawat asuhan pada bayi, tali pusat, terbuka atau tidak perlu
bayi sehari-hari. menjaga bayi tetap hangat, dan diisi kasa, alkohol atau
merawat bayi sehari-hari. apapun. Ikat popok
dibawah tali pusat,
untuk menghindari tali
pusat terkena kotoran
bayi.
 Jaga kehangatan bayi
dengan cara, jangan
membiarkan bayi
bersentuhan langsung
dengan benda dingin,
misalnya lantai, atau
tangan yang dingin.
Jangan letakkan bayi
dekat jendela, atau
kipas angin. Segera
keringkan bayi setelah
mandi atau saat bayi
basah, untuk
mengurangi penguapan,
dan jaga lingkungan
sekitar bayi tetap
hangat.
 Perawatan bayi sehari-
hari seperti: hanya
berikan ASI saja kepada
bayi sampai usia 6
bulan. Segera ganti
popok bayi setelah BAK
atau BAB. Keringkan
bayi segera setelah
mandi. Jangan
menggunakan bedak
pada badan bayi untuk
mencegah iritasi.
Mengajarkan Ibu teknik Setelah dilakukan tindakan  Cuci tangan sebelum
menyusui yang benar keperawatan selama 1x 24 jam, menyusui,
ibu mengerti bagaimana teknik  Posisikan kepala bayi di
menyusui yang benar siku ibu, lengan
menyangga punggung
dan telapak tangan
menyangga bokong.
 Kepala dan tubuh bayi
lurus, tubuh bayi
menghadap kedada ibu
sehingga mulut bayi
tepat berada di depan
puting susu ibu.
 Perut bayi menempel
pada perut ibu.
 Pencet payudara
sampai keluar beberapa
tetes lalu oleskan ke
puting dan sekitarnya
(aerola mamae),
memegang payudara
dengan ibu jari di atas
dan empat jari
menyangga bagian
bawah payudara lalu
tempelkan puting susu
pada pipi maupun bibir
bayi setelah mulut bayi
membuka masukan
puting susu dan
sebagian besar areola
mamae masuk kedalam
mulut bayi.
 Lalu menyendawakan
bayi agar tidak muntah
dengan cara
meletakkan bayi di
pundak ibu lalu
punggung bayi ditepuk
halus sampai
bersendawa atau
meletakkan bayi di
pangkuan ibu secara
tengkurap lalu
punggung bayi ditepuk
halus sampai
bersendawa.
Mengajarkan Ibu untuk senam  Hari ke-6: posisi tidur
nifas hari ke 6 – 10 terlentang , kaki lurus
dan kedua tangan
disamping badan.
Kemudian lutut ditekuk
kearah perut 90 derajat
secara bergantian kaki
kiri dan kanan , jangan
menghentakan ketika
menurunkan kaki
lakukan perlahan tetapi
bertenaga dan ulangi
sebanyak 8 kali.
 Hari ke-7: Tidur
terlentang kaki lurus
kedua tangan di
samping badan. Angkat
kedua kaki secara
bersamaan dalam
keadaan lurus sambil
mengkontraksikan
perut. Turunkan kaki
perlahan. Atur
pernafasan. Lakukan
sesuai kemampuan,
tidak usah
memaksakan. Ulangi
sebanyak 8 x.
 Hari ke-8: Posisi
menungging, nafas
melalui pernafasan
perut, kerutkan anus
dan tahan 5-10 detik.
Saat anus dikerutkan
ambil nafas kemudian
keluarkan nafas pelan-
pelan sambil
mengendurkan anus,
ulangi sebanyak 8 kali.
 Hari ke-9: posisi
berbaring kaki lurus
kedua tangan di
samping badan, angkat
kedua kaki dalam
keadaan lurus sampai
90o, turunkan kembali
pelan-pelan, jangan
menghentak ketika
menurunkan kaki, atur
nafas saat menggangkat
dan menurunkan kaki,
ulangi sebanyak 8 kali
 Hari ke-10: tidur
terlentang, kaki lurus
kedua telapak tangan
diletakkan di belakang
kepala. Bangun sampai
posisi duduk. Perlahan-
lahan posisi tidur
kembali (sit up) ulangi
sebanyak 8 kali.