Anda di halaman 1dari 56

LAPORAN HASIL AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI ASN

BIDANG PENDARATAN DAN IZIN MASUK PADA KANTOR IMIGRASI


KELAS I KHUSUS SOEKARNO HATTA DI TEMPAT PEMERIKSAAN
IMIGRASI BANDARA INTERNASIONAL SOEKARNO HATTA
TENTANG
OPTIMASILISASI PEMAHAMAN PUBLIK MENGENAI AREA IMIGRASI
BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2011

Disusun Sebagai Prasyarat Memenuhi Kelulusan


Pendidikan dan Pelatihan Dasar CPNS Golongan III

Oleh :
NAMA : PAROY BUKI, S.H.
NIP : 198712052017121001
JABATAN : ANALIS KEIMIGRASIAN PERTAMA
UNIT KERJA : KANIM KELAS 1 KHUSUS SOEKARNO- HATTA
MENTOR / ATASAN : RONNI FAJAR PURBA, S.H., M.H.
COACH : SYARIFAH HERLINA, S.H., M.H.
KELAS / No. Absen : IV / 27

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA HUKUM DAN HAM


KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA RI
2018
LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN HASIL AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI ASN


BIDANG PENDARATAN DAN IZIN MASUK PADA KANTOR IMIGRASI
KELAS I KHUSUS SOEKARNO HATTA DI TEMPAT PEMERIKSAAN
IMIGRASI BANDARA INTERNASIONAL SOEKARNO HATTA
TENTANG
OPTIMASILISASI PEMAHAMAN PUBLIK MENGENAI AREA
IMIGRASI BERDASARKAN UNDANG-UNDANG
NOMOR 6 TAHUN 2011

OLEH :

PAROY BUKI, S.H.


Peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan II
NIP. 19871205 201712 1 001

Telah diseminarkan pada tanggal 2 Oktober 2018


Di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta

PENGUJI, MENTOR,

Drs. Arpan, Bc.IP., M.H. Ronni Fajar Purba, S.H.,M.H.


NIP. 19590201 1983031 003 NIP. 19730121 199403 1 010

COACH, An. Kepala Badan Pengembangan


Sumber Daya Manusia Hukum dan
HAM,
Kepala Bidang Evaluasi,

Syarifah Herlina, S.H.,M.H.


NIP. 19630616 1983033 2 002 NIP.

1
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas karunia dan
hidayah-Nya sehingga penulis mampu menyelesaikan Laporan Aktualisasi yang
dilaksanakan di tempat penulis bertugas yakni di Unit Charlie Bidang Pendaratan
dan Izin Masuk Kantor Imigrasi Soekarno Hatta. Rancangan Aktualisasi ini
disusun untuk memenuhi syarat kelulusan pada Pendidikan dan Latihan Dasar
(DIKLATSAR) Golongan III Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan Hak Asasi
Manusia DKI Jakarta.
Pelaksanaan penyusunan Rancangan Aktualisasi oleh penulis tidak
terlepas dari bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu,
kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. Kedua orangtua penulis yang telah memberikan semangat, dukungan, serta
doanya sehingga karya akhirnya ini dapat diselesaikan dengan baik.
2. Ibu Syarifah Herlina, S.H.,M.H selaku Coach / Pembimbing yang telah
membimbing, berbagi ilmu dan pengalamannya dalam penyusunan
Rancangan Aktualisasi.
3. Bapak Ronni Fajar Purba, S.H.,M.H. selaku mentor atas masukan, bimbingan
dan arahannya.
4. Segenap Widyaiswara selaku Tenaga Pengajar dan Panitia Penyelenggara
Pendidikan dan Latihan Dasar (DIKLATSAR) Golongan III CPNS
5. Para Pelatih dari Batalyon Komando 467 Paskhas yang selalu memberikan
pendidikan disiplin, bimbingan dan bantuan kepada penulis.
6. Seluruh rekan-rekan peserta Diklat Latsar Golongan III Tahun 2018, terutama
pada rekan-rekan kelas 4 atas kebersamaan dan kerjasamanya selama masa
pendidikan latsar.
7. Segenap keluarga besar Sub Unit Charlie 1 pada TPI Bandara Soekarno Hatta
yang telah mengarahkan dan membantu dalam aktualisasi nilai ANEKA.
Penulis menyadari Rancangan Aktualisasi tidak terlepas dari kekurangan,
maka penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun, demi perbaikan
agar Rancangan Aktualisasi ini dapat memberi manfaat kepada pembacanya
dalam bidang pekerjaan dan penerapannya di lapangan serta untuk pengembangan
lebih lanjut.

Jakarta, 2 Oktober 2018

Paroy Buki, S.H.


NIP.198712052017121001

2
DAFTAR ISI
Lembar Pengesahan ..............................................................................................1
Kata Pengantar .....................................................................................................2
Daftar Isi .................................................................................................................3
Bab I Pendahuluan ................................................................................................4
1.1. LATAR BELAKANG ........................................................................................4
1.2. IDENTIFIKASI ISU D AN PROBLEM SOLVING ...............................................11
1.3. TUJUAN D AN MANFAAT .............................................................................13
1.4. RUANG LINGKUP AKTUALISASI..................................................................14
1.5. DATA DIRI PESERTA ...................................................................................16
Bab II Profil Organisasi .....................................................................................17
2.1. GAMBARAN UMUM ORGANISASI DAN D ASAR H UKUM ............................17
2.2. STRUKTUR O RGANISASI .............................................................................18
2.3. VISI D AN MISI ORGANISASI .......................................................................19
Bab III Tinjauan Pustaka Kegiatan Aktualisasi……………………….......20
3.1. NILAI-NILAI D ASAR ANEKA .......................................................................20
Bab IV Rancangan Aktualisasi .........................................................................26
4.1. RANCANGAN KEGIATAN .............................................................................26
4.2. REALISASI D AN CAPAIAN AKTUALISASI ....................................................33
Bab V Laporan Hasil Aktualisasi .....................................................................36
BAB VI PENUTUP ..................................................................................................52
6.1. Kesimpulan................................................................................................52
6.2. Saran ..........................................................................................................52
Daftar Pustaka .....................................................................................................54
Daftar Tabel
Tabel 1.1 Isu Permasalahan...................................................................12
Tabel 4.1 Rancangan Kegiatan Aktualisasi…………………………...28
Tabel 5.1. Tabel Kegiatan 1…………………………………………..34
Tabel 5.2. Tabel Kegiatan 2…………………………………………..36
Tabel 5.3. Tabel Kegiatan 3…………………………………………..38
Tabel 5.4. Tabel Kegiatan 4…………………………………………..41
Tabel 5.5. Tabel Kegiatan 5…………………………………………..45
Tabel 5.6. Tabel Kegiatan 6…………………………………………..49

3
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Kemajuan teknologi dan informasi yang terus berkembang pesat salah
satunya dengan diberlakukannya perdagangan bebas serta kebijakan bebas visa
kunjungan yang diterapkan oleh pemerintah merupakan pintu gerbang bagi warga
dari seluruh belahan dunia untuk dapat masuk ke wilayah Indonesia. Hal ini tentu
saja mendatangkan dampak bagi negara Indonesia, baik dampak positif berupa
meningkatkan pendapatan negara dari berbagai sektor, maupun dampak negatif
salah satunya adalah pelanggaran yang dilakukan oleh warga negara asing ketika
memasuki wilayah Indonesia. Kedatangan warga negara asing ke Indonesia antara
lain untuk kebutuhan baik untuk bisnis maupun wisata.
Berkaitan dengan dampak yang ditimbulkan maka untuk dapat menjaga
kedaulatan negara. stabilitas dalam negeri, menegakkan supremasi hukum yang
berkeadilan, kemanfaatan dan kepastian, maka dibentuklah Undang-Undang
Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian (UU Keimigrasian). Keimigrasian
telah diatur pengertiannya di dalam Pasal 1 angka (1) Undang-Undang Nomor 6
Tahun 2011 Tentang Keimigrasian adalah hal ihwal lalu lintas orang yang masuk
atau keluar wilayah Republik Indonesia dan pengawasan orang asing di
Indonesia.1
Fungsi keimigrasian pada intinya adalah untuk dapat memberikan pelayanan
terbaik kepada masyarakat dan menegakkan supremasi hukum, sebagaimana
termaktub dalam Pasal 1 Angka 3 tentang fungsi keimigrasian adalah untuk
memberikan pelayanan keimigrasian, penegakan hukum, keamanan negara dan
fasilitator pembangunan kesejahteraan masyarakat.
Pelayanan keimigrasian dilaksanakan di setiap Tempat Pemeriksaan
Imigrasi (TPI) yang sudah ditetapkan suatu area tertentu untuk melakukan
pemeriksaan keimigrasian yang disebut dengan area imigrasi, sebagaimana
tertuang dalam UU Keimigrasian. Area imigrasi merupakan area terbatas yang

1
Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian Pasal 1 Angka 1.

4
hanya dapat dilalui oleh penumpang atau awak alat angkut yang akan keluar atau
masuk Wilayah Indonesia atau pejabat dan petugas yang berwenang. 2
Terdapat pada Pasal 22 ayat (3) Undang-Undang Imigrasi, berbunyi :
“Kepala Kantor Imigrasi bersama-sama dengan penyelenggara bandar
udara, pelabuhan laut, dan pos lintas batas menetapkan area imigrasi
sebagaimana dimaksud pada ayat (1)”.3
Mengacu kepada ayat selanjutnya pada Pasal yang sama, berbunyi :
“Penyelenggara bandar udara, pelabuhan laut, dan pos lintas batas dapat
mengeluarkan tanda untuk memasuki area imigrasi setelah mendapat
persetujuan kepala Kantor Imigrasi”. 4
Ketentuan peraturan lainnya secara lebih luas juga telah mengatur mengenai
pengkhususan area yang ada dalam Bandar udara terkait dengan aspek keamanan
penerbangan, yakni terdapat pada Undang-Undang tentang Penerbangan Nomor 1
Tahun 2009 terdapat pada Pasal 334 ayat (1) yang berisi sebagai berikut
“Orang perseorangan, kendaraan, kargo dan pos yang akan memasuki
daerah keamanan terbatas wajib memiliki izin masuk daerah terbatas atau
tiket pesawat udara bagi penumpang pesawat udara, dan dilakukan
pemeriksaan keamanan”. 5
Terdapat pada Pasal 421 mengenai ketentuan pidana yang berbunyi :
“Setiap orang berada di daerah tertentu di bandara tanpa memperolah ijin
dari otoritas bandara dipidana dengan pidana penjara paling lama 1(satu)
tahun atau denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah)”. 6
Berdasarkan ketentuan tersebut, dapat dibedakan dengan suatu sistem
identifikasi yang efektif yakni menggunakan Pas / ID Card pada Area Bandara.
Pas Bandara adalah ijin (tanda ijin) berupa sebentuk kartu, yg berisikan nama
pemilik Pas Bandara, Lokasi atau area yg diijinkan, foto yg bersangkutan, nama
perusahaan, dan pengesahan dari pembuat Pas Bandara tersebut, yg merupakan
ijin untuk masuk ke daerah terbatas di Bandara Udara.

2
. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian Pasal 22 Ayat (2).
3
. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian Pasal 22 Ayat (3).
4
. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian Pasal 22 Ayat (4).
5
. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 Tentang Penerbangan Pasal 334 ayat (1).
6
. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 Tentang Penerbangan Pasal 421.

5
Pas Bandara memberikan izin / akses bagi pemakainya (orang / kendaraan)
berada di kawasan keamanan terbatas yg dikontrol / dikendalikan serta dilakukan
pemeriksaan. Penerbitan Pas Bandara ini dilaksanakan oleh Kantor Bandar Udara
(Otoritas Bandara) dalam rangka meningkatkan keamanan secara keseluruhan di
Bandar Udara, berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 167
Tahun 2015 yang merupakan perubahan atas Peraturan Menteri Perhubungan
Nomor PM 33 Tahun 2015 tentang Pengendalian Jalan Masuk (Access Control)
ke Daerah Keamanan Terbatas di Bandar Udara.
Berdasarkan PM 167 tahun 2015 tersebut, penggunaan Pas Bandara harus
sesuai dengan wilayah kerja dari para pengguna dan dibedakan menjadi tiga latar
belakang warna Pas sesuai dengan wilayah kerja pengguna Pas Bandara dan
hanya dapat digunakan di Bandar udara tersebut, tidak dapat digunakan di Bandar
udara yang lain.
Pas bandara dengan latar belakang warna dasar merah diperuntukkan bagi
personel yang melaksanakan tugas sehari-harinya di dominan sisi udara bandar
udara, sedangkan latar belakang warna dasar kuning diperuntukkan bagi personel
yang melaksanakan tugas sehari-harinya dominan di terminal penumpang bandar
udara dan latar belakang warna dasar biru diperuntukkan bagi personel dari
instansi/institusi yang melaksanakan tugas sehari-harinya dominan di luar daerah
keamanan terbatas bandar udara. Berikut rincian yang dapat menggunakan Pas
Bandara :
1. Orang.
a. Pemerintah.
1. Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bea Cukai;
2. Unit Pelaksana Teknis (UPT) Imigrasi;
3. Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kesehatan Pelabuhan;
4. Unit Pelaksana Teknis (UPT) Karantina (Hewan, Tumbuhan dan Ikan);
5. Unit Pelaksana Teknis (UPT) Meteorologi dan Geofisika;
6. Instansi Pemerintah yang tidak berkantor di bandar udara namun mempunyai
kepentingan di bidang penerbangan

6
b. Organisasi yang ditetapkan oleh Pemerintah yang mempunyai kepentingan
di bidang penerbangan (KNKT, KNKP, Tim Audit yang dibentuk khusus
oleh Menteri Perhubungan/Dirjen Hubud, dll).
c. Penyelenggara Bandar Udara.
d. Perusahaan Angkutan Udara / Airlines.
e. Perusahaan atau perorangan yang melakukan kegiatan usaha penunjang
kegiatan penerbangan.
f. Perusahaan atau perorangan yang melakukan kegiatan usaha penunjang
kegiatan bandar udara.
g. Protokoler Kedutaan Besar Negara Sahabat
h. Protokoler Pejabat Pemerintah minimal Eselon II maksimal 2 orang.
i. Pekerja kontraktor yang melakukan pekerjaan pembangunan atau perbaikan
bangunan di daerah keamanan terbatas di bandar udara.
j. Peserta Pendidikan & Pelatihan atau Karya Wisata dibidang Pendidikan.

Adapun jenis Pas berdasarkan Wilayah/Area Kerja terdiri dari :


1. A : Apron
2. B : Ruang tunggu Keberangkatan (Departure Room)
3. C : Ruang Check In (Check-in Counter)
4. D : Ruang Kedatangan (Arrival Room)
5. G : Gudang Cargo
6. R : Landas pacu (Runway)
7. V : Bangunan / Obyek Vital (Tower, Main Power Station, DVOR,
Bangunan PKP-PK, Bangunan Telnav)
8. X : Semua Area di Bandara
9. Y : Semua Area di Terminal Bandara meliputi : Ruang Check In, Ruang
Tunggu Keberangkatan, Ruang Kedatangan.
10. Z : Airside tanpa Apron, taxiway dan landasan

Pelaksanaan pelayanan keimigrasian di area imigrasi Bandar udara


dilakukan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dibawah Direktorat Jenderal Imigrasi
dalam naungan Kementerian Hukum dan HAM, sebagai garis depan dalam
melaksanakan tugas keimigrasian. Tertuang dalam Undang-undang Nomor 5

7
Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mana merupakan dasar
hukum yang mengatur penyelenggaraan dan kinerja ASN.
Definisi ASN menurut Pasal 1 Ayat (1) Undang-undang Nomor 5 Tahun
2014 disebutkan bahwa Aparatur Sipil Negara adalah profesi bagi Pegawai Negeri
Sipil dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja yang bekerja pada instansi
pemerintah.7 Dari pengertian tersebut dapat diketahui bahwa ASN terbagi menjadi
2 (dua) jenis yaitu Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Pemerintah dengan
Perjanjian Kerja.
Fungsi ASN tercantum dalam Pasal 10 Undang-Undang Nomor 5 Tahun
2014 adalah sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, serta perekat dan
pemersatu bangsa. Dengan demikian ASN memiliki peran yang vital sebagai
perencana, pelaksana, dan pengawas penyelenggaraan tugas umum pemerintahan
dan pembangunan nasional melalui pelaksanaan kebijakan dan pelayanan publik
yang profesional, bebas dari intervensi politik, serta bersih dari praktik korupsi,
kolusi, dan nepotisme sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 12 Undang-Undang
ASN.
Setiap pelaksanaan tugas ASN harus selalu mengamalkan nilai-nilai dasar
profesi ASN yang akan menjadi modal dasar untuk membentuk pribadi ASN yang
transparan, akuntabel, bermoral, berkualitas, handal, profesional, pelayanan
prima kepada masyarakat, berdaya saing, dan selaras dalam dinamika politik,
sosial, ekonomi, dalam bingkai reformasi birokrasi pemerintahan. Nilai-nilai dasar
profesi ASN terdiri dari 5 (lima) nilai yang terus digelorakan. Kelima nilai dasar
profesi ASN tersebut dikenal dengan istilah ANEKA yang merupakan akronim
dari Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, Anti Korupsi,
adapun penjabaran dari nilai-nilai aneka adalah sebagai berikut :
1. Akuntabilitas : yang merupakan kewajiban pertanggungjawaban yang harus
dicapai.
2. Nasionalisme : merupakan pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap
bangsa dan negara dan sekaligus menghormati bangsa lain.
3. Etika Publik : merupakan refleksi tentang standart/ norma yang menentukan
baik/ buruk, benar/ salah perilaku, tindakan dan keputusan untuk

7
. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara Pasal 1 Angka 1.

8
mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab
pelayanan publik.
4. Komitmen Mutu : yang merupakan kesadaran untuk memberikan pelayanan
publik yang berkualitas.
5. Anti Korupsi : merupakan sikap dan perilaku untuk tidak mendukung adanya
upaya untuk merugikan keuangan dan perekonomian negara.

Pelaksanaan fungsi ASN yang strategis ini membutuhkan adanya kegiatan-


kegiatan yang mendukung untuk dapat menanamkan nilai-nilai dasar profesi
ASN, dalam hal ini pemerintah telah mengatur dalam Undang-undang Nomor 5
Tahun 2014 tentang ASN dalam Pasal 63 Ayat (3) dan (4) yaitu Calon PNS wajib
menjalani masa percobaan. Selama masa percobaan ini, Calon PNS diwajibkan
mengikuti sejumlah pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan oleh Instansi
Pemerintah. Pendidikan dan pelatihan tersebut dilaksanakan melalui proses
pendidikan dan pelatihan yang terintegrasi untuk membangun Calon PNS yang
mempunyai integritas moral, kejujuran, semangat, berjiwa nasionalis, cinta tanah
air, tanggung jawab, profesionalisme serta kompeten dalam bidangnya, yakni
melalui kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Dasar Aparatur Sipil Negara
(DIKLATSAR ASN). Secara makro terdapat 5 kegiatan dalam proses
pembelajaran DIKLATSAR ASN, yaitu :
1. Merancang aktualisasi nilai-nilai dasar profesi ASN;
2. Mempresentasikan rancangan aktualisasi nilai-nilai dasar profesi ASN;
3. Mengaktualisasikan nilai-nilai dasar ditempat tugas atau tempat magang;
4. Melaporkan dan mempresentasikan pelaksanaan aktualisasi nilai dasar;
5. Menyusun aksi penyempurnaan aktualisasi nilai dasar.

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui


Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM RI mengadakan
Pendidikan dan Pelatihan Dasar CPNS Golongan III yang dilaksanakan dalam tiga
tahap pembelajaran, yaitu:
1. Tahap Internalisasi Nilai-Nilai Dasar PNS serta pengetahuan kedudukan
dan peran PNS dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia
(NKRI) dengan pembelajaran mengenai nilai-nilai ANEKA, manajemen

9
ASN, pelayanan publik, serta Whole of Government dan evaluasi
pemahaman tersebut dalam bentuk ujian tertulis untuk menguji
pemahaman internalisasi nilai-nilai ANEKA;
2. Tahap Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar PNS dengan mengaktualisasikan nilai
ANEKA serta nilai-nilai manajemen ASN, pelayanan publik, dan Whole of
Government di tempat kerja sesuai dengan rancangan aktualisasi yang
telah disusun serta melaporkan pelaksanaan aktualisasi dan
mempresentasikan laporan tersebut di hadapan coach, mentor, dan
penguji;
3. Tahapan Habituasi dengan melakukan pembiasaan diri terhadap kompetensi
yang telah diperoleh peserta diklatsar melalui berbagai mata Pelatihan
yang telah dipelajari sehingga menciptakan ASN yang berkarakter sesuai
nilai ANEKA, manajemen ASN, pelayanan publik, dan Whole of
Government.

Peserta melaksanakan diklatsar dengan menggunakan sistem on-off campus.


Materi on campus yaitu peserta mendapatkan materi mengenai nilai-nilai dasar
profesi ASN, diharapkan setelah mendapatkan pembelajaran tersebut peserta bisa
merancang rencana aktualisasi di lapangan pada saat kembali ke tempat kerja (off-
campus) serta nanti menginformasikan hasil aktualisasinya melalui Laporan
Aktualisasi.
Peserta Pendidikan dan Latihan Dasar (DIKLATSAR) Golongan III
ditugaskan di Kantor Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia
DKI Jakarta. Dalam pelaksanaannya, penulis menjadi Analis Keimigrasian pada
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Soekarno Hatta di Tempat Pemeriksaan Imigrasi,
merupakan tempat untuk melaksanakan kegiatan pemeriksaan keimigrasian.
Dengan disusunnya laporan kegiatan aktualisasi nilai-nilai dasar profesi yang
telah dilaksanakan pada Unit Charlie I Soekarno Hatta pada 80 hari kerja, maka
para Calon Aparatur Sipil Negara dapat lebih memahami, mengaktualisasikan dan
mengimplementasikan nilai-nilai profesi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam
pelaksanaan kegiatan-kegiatan di lingkungan instansi pemerintah sesuai dengan
Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) sehingga mampu memberikan pelayanan yang
prima kepada masyarakat.

10
1.2. Identifikasi Isu dan Problem Solving
A. Identifikasi Isu
Calon Pegawai Negeri Sipil dalam melaksanakan tugas selama kurang
lebih 3 bulan terakhir di UPT Kanim Kelas I Khusus Soekarno-Hatta
khususnya pada Tempat Pemeriksaan Imigrasi, ada beberapa isu
permasalahan yang ditemukan dan dapat diperbaiki sehingga dapat
meningkatkan kualitas mutu pelayanan serta kinerja pegawai, diantaranya :
1. Kurangnya pemahaman publik mengenai area imigrasi yang terbatas
berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011.
2. Kurang diperhatikannya kebersihan pada ruang konter, makan / pantry
dan ruang deteni.
3. Kurangnya efisiensi lokasi konter Visa On Arrival (VOA) di Terminal 2
kedatangan.
Beberapa isu permasalahan di atas dianalisa lebih lanjut dengan metode
USG dan problem solving sehingga dapat diprioritaskan isu utama serta
dapat ditemukan pula cara cara terbaik untuk menanggulanginya.
Metode Urgency, Seriousness, Growth (USG) adalah salah satu indikator
untuk menyusun urutan prioritas isu yang harus diselesaikan. Caranya
dengan menentukan tingkat urgensi, keseriusan, dan perkembangan isu
dengan menentukan skala nilai 1 – 5. Isu yang memiliki total skor tertinggi
merupakan isu prioritas. Untuk lebih jelasnya, pengertian urgency,
seriousness, dan growth dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Urgency
Seberapa mendesak isu tersebut harus dibahas dikaitkan dengan waktu
yang tersedia serta seberapa keras tekanan waktu tersebut untuk
memecahkan masalah yang menyebabkan isu tadi.
2. Seriousness
Seberapa serius isu tersebut perlu dibahas dikaitkan dengan akibat
yang timbul dengan penundaan pemecahan masalah yang
menimbulkan isu tersebut atau akibat yang menimbulkan masalah-
masalah lain kalau masalah penyebab isu tidak dipecahkan. Perlu
dimengerti bahwa dalam keadaan yang sama, suatu masalah yang
dapat menimbulkan masalah lain adalah lebih serius bila dibandingkan
dengan suatu masalah lain yang berdiri sendiri.
3. Growth

11
Seberapa kemungkinannya isu tersebut menjadi berkembang dikaitkan
kemungkinan masalah penyebab isu akan makin memburuk apabila
dibiarkan.

Kriteria
No. Isu Permasalahan Total
Urgency Seriousness Growth
Optimalisasi
pemahaman publik
mengenai area imigrasi
1 yang terbatas 5 5 5 15
berdasarkan Undang-
Undang Nomor 6
Tahun 2011.
Kurang diperhatikannya
kebersihan pada ruang
2 3 3 3 9
konter, makan / pantry,
dan ruang deteni.
Kurangnya efisiensi
lokasi konter Visa On
3 3 2 3 8
Arrival (VOA) di
Terminal 2 kedatangan.
Tabel 1.1 Isu Permasalahan

Sesuai dengan hasil analisa metode USG di atas, maka isu yang menjadi
prioritas utama adalah “Optimalisasi pemahaman publik mengenai area imigrasi
yang terbatas berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011”.

B. Problem Solving
Adapun rencana yang akan dilaksanakan untuk menyelesaikan permasalahan dari
isu yang menjadi prioritas utama sebagai berikut :
1. Mempelajari permasalahan yang terjadi secara lebih mendalam
2. Memberitahukan kepada pimpinan terkait permasalahan ini
3. Mengusulkan agar dapat dibentuk forum / rapat internal dengan Supervisor,
Kepala Unit, Kepala Bidang Pendaratan dan Izin Masuk, hingga Kepala
Kantor Imigrasi Soekarno Hatta
4. Mengusulkan diadakannya forum bersama komunitas bandara yang
mengupas permasalahan yang terjadi secara komprehensif dan juga
solusinya.
5. Mencapai kesepahaman bersama lintas instansi agar dapat menjaga
sterilisasi area imigrasi dan melaksanakan peraturan perundang-undangan.

12
6. Mengoptimalkan peran CASN khususnya sub Unit Charlie 1 dibawah
arahan Supervisor agar selalu memberikan pemahaman kepada petugas lain
lintas instansi mengenai area imigrasi yang terbatas sesuai peraturan
perundang-undangan.

C. Analisis Dampak
Bandara sebagai pintu gerbang utama negara Indonesia, maka keamanan
dan kenyamanan Bandara merupakan aspek yang utama. Keamanan dalam hal
ini termasuk pada Area Imigrasi yang terdapat di dalamnya, yang mempunyai
fungsi selain untuk melaksanakan kegiatan pemeriksaan keimigrasian juga
menjadi salah satu tolak ukur standar kualitas pelayanan di Indonesia. Bagi
penumpang warga negara asing area imigrasi merupakan area pertama yang
dilintasi ketika baru mendarat di Indonesia. Maka penumpang akan menilai
kualitas standar dan integritas berdasarkan apa yang mereka lihat dan mereka
alami sendiri pertama kali (first impression).
Begitu pentingnya membangun paradigma yang baik penumpang WNA
mengenai keadaan area imigrasi, namun tidak sejalan dengan apa yang terjadi
pada kenyataannya. Area imigrasi masih sering dilintasi oleh orang yang tidak
berkepentingan dengan pemeriksaan imigrasi. Sehingga seolah area imigrasi
bukan merupakan area yang khusus / restricted area. Padahal Undang-Undang
Keimigrasian telah mengatur ketentuan mengenai area imigrasi merupakan
area yang khusus yang sudah disepakati bersama dengan otoritas bandara.
Keadaan yang demikian harus segera diperbaiki demi membangun citra
Imigrasi yang berwibawa, bermartabat dan berintegritas, yang juga akan
berimbas pada citra negara Indonesia. Apabila keadaan ini tidak segera
ditindaklanjuti, dikhawatirkan citra Imigrasi yang sudah terbangun dengan baik
selama ini dapat tercoreng dan bahkan hilang kewibawaan, martabat dan
integritas dari imigrasi itu sendiri. Mengingat tugas fungsi dan kewenangan
dari imigrasi yang sangat berat, tentu hal ini harus dibenahi sesuai ketentuan
undang-undang.

1.3. Tujuan dan Manfaat


A. Tujuan Aktualisasi nilai dasar profesi ASN ini bagi peserta adalah :

13
- Salah satu persyaratan kelulusan latihan dasar CPNS
- Membentuk diri peserta CPNS yang professional dan berkarakter sesuai
nilai nilai dasar profesi PNS

B. Manfaat Aktualisasi nilai dasar profesi ASN ini bagi peserta adalah :
- Memahami dengan baik mengenai nilai-nilai ANEKA
- Mendapatkan pengalaman tentang penerapan nilai-nilai ANEKA dalam
bersikap dan berperilaku, disiplin, dalam peranan sebagai CASN yang
akan diterapkan dalam tempat bekerja
- Mampu mengaktualisasikan nilai ANEKA dalam melaksanakan tugas.

C. Tujuan Bagi Organisasi


- Untuk menciptakan lingkungan kerja yang mencerminkan nilai-nilai
ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu
dan Anti Korupsi)
- Untuk menjadikan organisasi yang dapat memberikan pelayanan yang
menjunjung tinggi nilai-nilai organisasi yaitu Taqwa, Menjunjung Tinggi
Kehormatan, Cendikia, Integritas Pribadi dan Inovasi.

D. Manfaat Aktualisasi nilai dasar profesi ASN ini bagi organisasi :


- Terwujudnya ASN di lingkungan kerja yang dapat menerapkan nilai-nilai
dasar CASN yakni ANEKA.
- Terwujudnya nilai-nilai organisasi Kemenkumham yakni PASTI
(Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan, dan Inovatif)

1.4. Ruang Lingkup Aktualisasi


Rancangan aktualisasi ini dibatasi pada pelaksanaan kegiatan sesuai
dengan SKP, Perintah Atasan dan Inisiatif sendiri atas seizin atasan di tempat
kerja yaitu di Kanim Kelas 1 Khusus Soekarno-Hatta pada bagian Pendaratan dan
Izin Masuk. Berdasarkan pada kegiatan yang bersumber dari Sasaran Kinerja
Pegawai (SKP) dan perintah atasan.

1.4.1. Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) :


1. Menyiapkan bahan perlengkapan yang diperlukan untuk
melancarkan kegiatan Pemeriksaan Keimigrasian di Tempat
Pemeriksaan Imigrasi.
2. Mencatat kebutuhan bahan dalam kegiatan Pemeriksaan
Keimigrasian di Tempat Pemeriksaan Imigrasi.

14
3. Mencatat permasalahan dalam kegiatan Pemeriksaan Keimigrasian
di Tempat Pemeriksaan Imigrasi.
4. Mencatat kegiatan Pemeriksaan Keimigrasian di Tempat
Pemeriksaan Imigrasi yang telah selesai dilaksanakan.
5. Mencatat pengaduan dalam Pemeriksaan Keimigrasian di Tempat
Pemeriksaan Imigrasi.
6. Melaksanakan penertiban antrean Pemeriksaan Keimigrasian di
Tempat Pemeriksaan Imigrasi dan/atau Area Imigrasi
7. Menyiapkan bahan laporan keberangkatan dan/atau kedatangan
penumpang di Tempat Pemeriksaan Imigrasi
8. Menyiapkan bahan Tindakan Keimigrasian pada Tempat
Pemeriksaan Imigrasi
9. Membuat laporan pelaksanaan tugas harian

1.4.2. Perintah Atasan :


1) Melakukan identifikasi untuk memastikan kesesuaian identitas
setiap orang yang akan masuk atau keluar wilayah Indonesia
berdasarkan dokumen perjalanannya
2) Melakukan pemeriksaan keabsahan dan masa berlaku dokumen
perjalanan, visa serta persyaratan tertentu bagi setiap orang asing
yang akan melakukan perjalanan keluar atau masuk wilayah
Indonesia sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
3) Melakukan wawancara singkat kepada setiap orang yang akan
masuk atau keluar wilayah Indonesia.
4) Memeriksa dokumen perjalanan setiap orang yang akan keluar atau
masuk wilayah Indonesia untuk menemukan kejanggalan pada
dokumen, visa atau tidak memenuhi persyaratan sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.
5) Melakukan pemindaian dokumen perjalanan serta perekaman data
perlintasan bagi setiap orang yang akan keluar atau masuk wilayah
Indonesia.
6) Menerakan Tanda Keluar atau Tanda Masuk pada dokumen
perjalanan sebagai tanda pemberian persetujuan bagi setiap orang

15
yang akan keluar atau masuk wilayah Indonesia sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.
1.5. Data Diri Peserta
1. Mentor/Atasan
Nama : Ronni Fajar Purba, S.H.,M.H.
NIP : 19730121 199403 1 010
Pangkat/Gol.Ruang : Pembina Tk.I / IIID
Jabatan : Kepala Bidang Pendaratan dan Izin Masuk
Unit Kerja : Kanim Kelas 1 Khusus Soekarno-Hatta

2. Coach/Pembimbing
Nama : Syarifah Herlina, S.H., M.H.
NIP : 196306161983032002
Pangkat/Gol.Ruang : Pembina Tk.I / IV B
Jabatan : Widyaiswara Madya
Unit Kerja : BPSDM Hukum dan HAM RI

3. Peserta
Nama : Paroy Buki, S.H.
NIP : 19871205 201712 1 001
Pangkat/Gol.Ruang : Penata Muda / III a
Jabatan : Analis Keimigrasian Pertama
Unit Kerja : Kanim Kelas 1 Khusus Soekarno-Hatta
Lembar Konfirmasi
Lembar Konfirmasi Persetujuan Coach dan Mentor
Coach, Mentor,

Syarifah Herlina, S.H., M.H. Ronni Fajar Purba, S.H.,M.H.


19630616 198303 2 002 NIP. 19730121 199403 1 010
Tgl. Tgl.

4. Judul
“Laporan Hasil Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi Asn Bidang Pendaratan
Dan Izin Masuk Pada Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Soekarno Hatta Di
Tempat Pemeriksaan Imigrasi Bandara Internasional Soekarno Hatta
Tentang Optimasilisasi Pemahaman Publik Mengenai Area Imigrasi
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011”

16
BAB II
PROFIL ORGANISASI

2.1. Gambaran Umum Organisasi dan Dasar Hukum


Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Soetta merupakan Unit Pelaksana Teknis di
bidang Keimigrasian, bertanggung jawab langsung kepada Kepala Kantor
Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia DKI Jakarta. Tugas pokok
dan fungsinya adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat serta
melaksanakan pengawasan perlintasan & penegakan hukum di bidang
keimigrasian.
Kantor Imigrasi Soekarno Hatta membawahi Tempat Pemeriksaan Imigrasi
(TPI) Bandar Udara tersibuk seluruh Indonesia, sekaligus menjadi pintu gerbang
utama penerbangan internasional dari dan keluar Indonesia. Tempat Pemeriksaan
Imigrasi (TPI) Soekarno-Hatta berada di bawah tanggung jawab Kepala Kantor
Imigrasi Soekarno-Hatta berada di dua terminal yaitu:
1. Terminal 2 (Kedatangan dan Keberangkatan)
2. Terminal 3 (Kedatangan dan Keberangkatan)
Kantor Imigrasi Soekarno Hatta diresmikan oleh Menteri Kehakiman pada
tanggal 1 April 1985 merupakan pengganti dari Kantor Imigrasi Halim Perdana
Kusuma, dimana pada saat itu kegiatan penerbangan dipindahkan ke Bandara
Internasional Soekarno Hatta. Mengingat beban dan volume kerja yang cukup
besar terjadilah perubahan Klasifikasi Kantor Imigrasi Soekarno Hatta dari Kantor
Imigrasi Kelas I Soekarno Hatta menjadi Kantor Imigrasi Kelas I Khusus
Soekarno Hatta yang telah dituangkan dalam Surat Keputusan Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Nomor M.14.PR.07.04 Tahun 2003 Tanggal 03
Desember 2003.
Wilayah Kerja Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Bandara Soekarno-Hatta
mengawasi 2 kecamatan, yaitu Kecamatan Cengkareng dan Kecamatan Kalideres.
Untuk Wilayah Cengkareng terdiri dari 6 Kelurahan yaitu Kelurahan Cengkareng
Barat, Cengkareng Timur, Duri Kosambi, Kapuk, Kedaung Kaliangke dan Rawa

17
Buaya. Wilayah Kalideres terdiri dari 5 Kelurahan yaitu Kelurahan Kalideres,
Kamal, Pegadungan, Semanan dan Tegal Alur.

2.2. Susunan ORTA dan Fungsi Kanim Kelas I Khusus Soekarno-Hatta


(Permenkumham Nomor M.HH-05.OT.01.01 Tahun 2010)
Dalam menjalankan fungsinya Kanim Kelas I Khusus Soekarno-Hatta
dipimpin oleh seorang Kepala Ka21ntor yang membawahi 5 pejabat struktural
eselon III dan 11 pejabat strukutal eselon IV yang secara teknis langsung terlibat
dalam kegiatan pelayanan dan pemeriksaan di lingkungan Kantor Imigrasi dan
Tempat Pemeriksaan Imigrasi serta dukungan administratif fasilitatif. Berikut
bagan struktur organisasi Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Soekarno-Hatta :

Gambar 2.1. Bagan Struktur Organisasi Kantor Imigrasi Soekarno Hatta

2.2.1. Bagian Tata Usaha


Mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan urusan rumah tangga
Kantor Imigrasi

2.2.2. Bidang Informasi dan Sarana Komunikasi Keimigrasian


Mempunyai tugas melakukan penyebaran dan pemanfaatan informasi serta
pengelolaan sarana komunikasi keimigrasian di lingkungan Kanim yang
bersangkutan berdasarkan peraturan perundang – undangan yang berlaku

2.2.3. Bidang Lalu Lintas dan Status Keimigrasian

18
Mempunyai tugas melakukan kegiatan keimigrasian di lingkungan Kanim
yang bersangkutan berdasarkan di bidang lalu lintas dan status peraturan
perundang – undangan yang berlaku

2.2.4. Bidang Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian


Mempunyai tugas melakukan pengawasan dan penindakan keimigrasian
terhadap orang asing di lingkungan Kanim yang bersangkutan berdasarkan
peraturan perundang-undangan yang berlaku

2.2.5. Bidang Pendaratan dan Izin Masuk


Mempunyai tugas melaksanakan pemeriksaan keimigrasian terhadap setiap
orang yang keluar atau masuk wilayah Indonesia melalui tempat
Pemeriksaan Imigrasi di lingkungan Kanim yang bersangkutan
berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

2.3. Visi, Misi, Motto dan Janji Layanan


- Visi Dirjen Imigrasi dan Kanim Kelas I Khusus Soekarno-Hatta :
“Masyarakat Memperoleh Kepastian Hukum”

- Misi Dirjen Imigrasi dan Kanim Kelas I Khusus Soekarno-Hatta


1. Memperkuat penegakan hukum keimigrasian yang adil dan akuntabel
2. Meningkatkan pelayanan keimigrasian yang prima
3. Mendukung terciptanya keamanan negara yang stabil
4. Mendukung pembangunan kesejahteraan masyarakat yang
berkesinambungan

- Motto Dirjen Imigrasi dan Kanim Kelas I Khusus Soekarno-Hatta


“Melayani Dengan Tulus”

- Janji Layanan Dirjen Imigrasi dan Kanim Kelas I Khusus Soekarno-Hatta


“Masyarakat Mendapatkan Kepastian Hukum, Kepastian Biaya, dan
Kepastian Waktu Penyelesaian”

19
BAB III
TINJAUAN PUSTAKA KEGIATAN AKTUALISASI

3.1. Nilai-Nilai Dasar ANEKA


3.1.1. Akuntabilitas
Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok
atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya.
Amanah seorang ASN adalah menjamin terwujudnya nilai-nilai publik.
Nilai-nilai publik tersebut meliputi:
1) Mampu menentukan pilihan yang tepat ketika terjadi konflik
kepentingan, antara kepentingan publik dengan kepentingan sektor,
kelompok dan pribadi;
2) Menghindari dan mencegah keterlibatan ASN dalam politik praktis;
3) Memperlakukan warga negara secara adil dalam penyelenggaraan
pemerintahan dan pelayanan publik;
4) Menunjukan sikap dan perilaku yang konsisten dan dapat diandalkan
sebagai penyelenggara pemerintahan.

Aspek-aspek Akuntabilitas
Aspek-aspek akuntabilitas antara lain:
1) Akuntabilitas adalah sebuah hubungan (Accountability is a relationship)
Hubungan yang dimaksud adalah hubungan dua pihak antara
individu/kelompok/institusi dengan negara dan masyarakat. Pemberi
kewenangan bertanggung jawab memberikan arahan yang memadai,
bimbingan, dan mengalokasikan sumber daya sesuai dengan tugas dan
fungsinya. Di sisi lain, individu, kelompok, maupun institusi bertanggung
jawab untuk memenuhi semua kewajibannya.
2) Akuntabilitas berorientasi pada hasil (Accountability is results-oriented)
Hasil yang diharapkan dari akuntabilitas adalah perilaku aparat pemerintah
yang bertanggung jawab, adil dan inovatif. Dalam hal ini, setiap individu,
kelompok, maupun institusi dituntut untuk bertanggung jawab dalam 16

20
menjalankan tugas dan kewajibannya, serta selalu bertindak dan berupaya
untuk memberikan kontribusi untuk mencapai hasil yang maksimal.
3) Akuntabilitas membutuhkan adanya laporan (Accountability requiers
reporting)
Laporan kinerja adalah perwujudan dari akuntabilitas. Dengan
memberikan laporan kinerja berarti mampu menjelaskan terhadap tindakan
danhasil yang telah dicapai oleh individu, kelompok, maupun institusi,
serta mampu memberikan bukti nyata dari hasil dan proses yang telah
dilakukan. Dalam dunia birokrasi, bentuk akuntabilitas setiapindividu
berwujud suatu laporan yang didasarkan pada kontrak kerja, sedangkan
untuk institusi adalah LAKIP (Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi
Pemerintah).
4) Akuntabilitas memerlukan konsekuensi (Accountability is meaningless
without consequences)
Akuntabilitas adalah kewajiban. Kewajiban menunjukkan tanggungjawab,
dan tanggungjawab menghasilkan konsekuensi.Konsekuensi tersebut dapat
berupa penghargaan atau sanksi.
5) Akuntabilitas memperbaiki kinerja (Accountability improves performance)
Tujuan utama dari akuntabilitas adalah untuk memperbaiki kinerja ASN
dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dalam pendekatan
akuntabilitas yang bersifat proaktif (proactive accountability),
akuntabilitas dimaknai sebagai sebuah hubungan dan proses yang
direncanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sejak awal,
penempatan sumber daya yang tepat, dan evaluasi kinerja.

3.1.2. Nasionalisme
Nasionalisme adalah kecintaan terhadap bangsa dan tanah air,
mengedepankan kepentingan Negara dalam menjalankan tugas dan
fungsinya. Nilai Nasionalisme sesuai dengan butir-butir dalam Pancasila,
ASN sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik serta sebagai
perekat dan pemersatu bangsa.
Aparatur Sipil Negara sebagai Pemersatu Bangsa Dalam UU No 5
tahun 2014 terikat dengan sumpah dan janji ketika diangkat menjadi ASN.

21
Dinyatakan bahwa ASN akan senantiasa setia dan taat sepenuhnya kepada
Pancasila, UUD 1945, negara dan pemerintah. ASN juga harus senantiasa
menjunjung tinggi martabat ASN.

3.1.3. Etika Publik


Etika publik adalah sebuah norma yang menentukan baik atau
buruk, benar atau salah sebuah tindakan atau keputusan untuk
mengarahkan kebijakan publik dalam rangka pelayanan publik. Sebagai
pelayan publik yang professional selain harus memiliki kompetensi yang
baik dalam bidang tugas yang diemban, juga harus mempunyai etika
publik yang baik. Ada tiga fokus utama dalam pelayanan publik, yakni:
1) Perubahan dari dilayani menjadi melayani;
2) Pelayanan publik yang berkualitas.
3) Mengemban amanah untuk bertanggung jawab kepada publik juga
kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Kode etik Aparatur Sipil Negara


Kode Etik adalah aturan-aturan yang mengatur tingkah laku dalam
suatu kelompok khusus, sudut pandangnya hanya ditujukan pada hal-hal
prinsip dalam bentuk ketentuan-ketentuan tertulis. Adapun Kode Etik
Profesi dimaksudkan untuk mengatur tingkah laku/etika suatu kelompok
khusus dalam masyarakat melalui ketentuan-ketentuan tertulis yang
diharapkan dapat dipegang teguh oleh sekelompok profesional tertentu.
Berdasarkan Undang-Undang ASN, kode etik dan kode perilaku Aparatur
Sipil Negara yakni sebagai berikut:
1. Melaksanakan tugasnya dengan jujur, bertanggung jawab, dan
berintegritas tinggi.
2. Melaksanakan tugasnya dengan cermat dan disiplin.
3. Melayani dengan sikap hormat, sopan, dan tanpa tekanan.
4. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan peraturan perundangan yang
berlaku.

22
5. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah atasan atau Pejabat
yang berwenang sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan dan etika pemerintahan.
6. Menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan negara.
7. Menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggung
jawab, efektif dan efisien.
8. Menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam melaksanakan
tugasnya.
9. Memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada
pihak lain yang memerlukan informasi terkait kepentingan kedinasan
10. Tidak menyalahgunakan informasi intern negara, tugas, status,
kekuasaan, dan jabatannya untuk mendapat atau mencari keuntungan
atau manfaat bagi diri sendiri atau untuk orang lain.
11. Memegang teguh nilai dasar ASN dan selalu menjaga reputasi dan
integritas ASN.
12. Melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai
disiplin pegawai ASN.

Nilai-nilai Dasar Etika Publik


Nilai-nilai dasar etika publik sebagaimana tercantum dalam Undang-
Undang ASN, yakni sebagai berikut:
1) Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Negara Pancasila.
2) Setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan
Republik Indonesia 1945
3) Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak.
4) Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian.
5) Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif.
6) Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur.
7) Mempertanggung jawabkan tindakan dan kinerjanya kepada publik.
8) Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan program
pemerintah.
9) Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, tepat,
akurat, berdaya guna, berhasil guna, dan santun.

23
10) Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi.
11) Menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerjasama.
12) Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai.
13) Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan.
14) Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis
sebagai perangkat sistem karir.

3.1.4. Komitmen Mutu


Komitmen mutu adalah janji kepada diri sendiri atau kepada orang
lain yang terefleksikan dari tindakan yang dilakukan untuk menjaga mutu
kinerja pegawai. Komitmen mutu dilakukan dengan memberikan
pelayanan publik yang baik, yang berorientasi kepada kualitas hasil. ASN
harus mampu memberikan pelayanan publik yang maksimal sesuai
dengan tugas dan fungsi yang diembannya sehingga dapat memuaskan
publik bahkan melampaui harapan publik.
Mutu merupakan salah satu tolak ukur yang menjadi dasar untuk
mengukur pencapaian hasil kerja pegawai. Selain itu, melalui mutu juga
dapat dijadikan sebagai alat pembeda atau pembanding dengan
produk/jasa sejenis lainnya, yang dihasilkan oleh lembaga lain. Setelah
mengikuti materi ini, peserta diharapkan mampu memahami tindakan
yang menghargai efektivitas, efisiensi, inovasi, dan kinerja yang
berorientasi mutu, dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan
publik
Munculnya ide / gagasan baru, kreativitas, dan inovasi
dilatarbelakangi oleh semangat belajar yang tidak pernah pudar di
lingkungan lembaga pemerintahan, aparatur dapat mengembangkan daya
imajinasi dan kreativitasnya untuk melahirkan terobosan dalam
pelayanan publik untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi layanan.

3.1.5. Anti Korupsi

24
Kata korupsi berasal dari bahasa latin, yaitu Corruptio yang
artinya kerusakan, kebobrokan, dan kebusukan. Dalam Undang-
Undang Nomor 31 Tahun 1999, pengertian korupsi, yaitu:
“Setiap orang yang dengan sengaja secara melawan hukum untuk
melakukan perbuatan dengan tujuan memperkaya diri sendiri atau orang
lain atau suatu korporasi yang mengakibatkan kerugian keuangan negara
atau perekonomian negara”.8
Pengertian korupsi secara umum merupakan suatu tindakan yang
melawan norma-norma bertujuan memperkaya diri sendiri, merugikan
negara atau masyarakat baik langsung atau tidak langsung. KPK dan para
pakar telah melakukan identifikasi mengenai antikorupsi menjadi 9 nilai,
yakni : jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras,
sederhana, berani dan adil. Contoh perbuatan korupsi yang sering terjadi
diantaranya adalah penggelapan uang, penerimaan uang sogok, dan lain
sebagainya.

Langkah preventif mencegah korupsi


Adapun langkah-langkah untu mencegah terjadinya tindakan korupsi,
diantaranya yaitu:
1) Pilihkan pemimpin yang amanah.
2) Optimalkan LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara).
3) Gerakan nasional transparansi.
4) Pengumuman anggaran secara terbuka.
Untuk mendukung gerakan transparansi nasional, setiap awal tahun
anggaran, semua satuan kerja atau pengguna anggaran berkewajiban untuk
mengumumkan kepada masyarakat tentang program kegiatannya di media
massa, atau dipampang di papan pengumuman di depan kantor.

8
Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Korupsi

25
BAB IV
RANCANGAN AKTUALISASI

4.1. Rancangan Kegiatan


Pembuatan penyusunan rancangan aktualisasi ini, peserta mengambil
sumber dari SKP dan perintah atasan sebagai dasar dalam pelaksanaan
aktualisasi saat di tempat tugas/magang dengan rincian sebagai berikut :

A. Identifikasi Isu
- Optimalisasi pemahaman publik mengenai area imigrasi yang terbatas
berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011.
- Kurang diperhatikannya kebersihan pada ruang konter, makan / pantry, dan
ruang deteni.
- Kurangnya efisiensi lokasi konter Visa On Arrival (VOA) di Terminal 2
kedatangan.

B. Isu Yang Diangkat


“Optimasilisasi Pemahaman Publik Mengenai Area Imigrasi Berdasarkan
Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011”

C. Gagasan Pemecahan Isu


1. Mempelajari permasalahan yang terjadi secara lebih mendalam
2. Memberitahukan kepada pimpinan terkait permasalahan ini
3. Mengusulkan agar dapat dibentuk forum / rapat internal dengan Supervisor,
Ka Unit, Kepala Bidang Pendaratan dan Izin Masuk, hingga Kepala Kantor
Imigrasi Soekarno Hatta
4. Mengusulkan diadakannya forum bersama komunitas bandara yang
mengupas permasalahan yang terjadi secara komprehensif dan juga
solusinya.
5. Mencapai kesepahaman bersama lintas instansi agar dapat menjaga
sterilisasi area imigrasi dan melaksanakan peraturan perundang-undangan.
6. Mengoptimalkan peran CASN khususnya Unit Charlie 1 dibawah arahan
Supervisor agar selalu memberikan pemahaman kepada petugas lain lintas

26
instansi mengenai area imigrasi yang terbatas sesuai peraturan perundang-
undangan.

27
TABEL 4.1. Rancangan Kegiatan Aktualisasi

NO. KEGIATAN TAHAPAN OUTPUT/ HASIL NILAI-NILAI KONTRIBUSI PENGUATAN


KEGIATAN KEGIATAN DASAR TERHADAP VISI NILAI-NILAI
MISI ORGANISASI
ORGANISASI
1. Mencatat -Mengamati keadaan - Menjaga integritas, - Akuntabilitas : Memiliki nilai Melalui
permasalahan area imigrasi wibawa dan martabat bertanggung jawab dasar ANEKA pelaksanaan
dalam kegiatan -mengevaluasi Imigrasi di area imigrasi terhadap zona kerja sehingga sesuai dalam
pemeriksaan permasalahan yang dalam pelaksanaan - Nasionalisme : dengan visi dan mengarahkan
Keimigrasian di terjadi pemeriksaan Imigrasi Menjaga kedaulatan motto organisasi penumpang sesuai
Tempat -mencatat permasalahan - Menjaga citra baik negara negara Indonesia yaitu masyarakat dengan nilai-nilai
Pemeriksaan -melaporkan kepada Indonesia - Etika Publik : memperoleh organisasi yaitu
Imigrasi pimpinan terkait - Laporan kegiatan ramah dan sopan pelayanan prima Profesional,
permasalahan tersebut ketika bertugas dengan melayani akuntabel, sinergi,
-mencari solusi terkait - Komitmen Mutu dengan tulus” transparan dan
permasalahan tersebut Peningkatan inovatif.
-Mengawasi lalu lalang pelayanan
orang yang tidak pemeriksaan
berkepentingan di area keimigrasian
imigrasi
-Menegur orang yang
tidak berkepentingan
agar meninggalkan area

28
NO. KEGIATAN TAHAPAN OUTPUT/ HASIL NILAI-NILAI KONTRIBUSI PENGUATAN
KEGIATAN KEGIATAN DASAR TERHADAP VISI NILAI-NILAI
MISI ORGANISASI
ORGANISASI
imigrasi
2. Mencatat kegiatan - Memastikan WNA - - Menjaga integritas area a) Akuntabilitas Berkonstribusi Dengan mencatat
pemeriksaan yang melewati jalur imigrasi dalam pelaksanaan -bertanggung jawab terhadap Misi kegiatan
Keimigrasian di WNI sudah dilakukan pemeriksaan Imigrasi terhadap tugas organisasi yaitu pemeriksaan
Tempat pemeriksaan - Dokumen laporan kegiatan b)nasionalisme meningkatkan keimigrasian akan
Pemeriksaan keimigrasian (T2 -menjaga pelayanan yang menguatkan nila-
Imigrasi yang telah Kedatangan) kedaulatan Negara prima, dan menjaga nilai organisasi
selesai dilaksanakan - Mencatat WNA WNI c) Etika Publik keamanan negara yaitu Profesional
yang sudah melewati -bersikap ramah yang stabil. dan Akuntabel.
area kedatangan imigrasi dan sopan.
- Mencatat penumpang d) Komitmen Mutu
WNA WNI yang sudah - Meningkatkan
melewati pemeriksaan efektifitas antrian
keimigrasian
3. Melaksanakan -Di keberangkatan - - Menjaga kondusifitas area a) Akuntabilitas Berkonstribusi Melalui
penertiban antrean mengecek dokumen imigrasi dalam pelaksanaan -bertanggung jawab terhadap Misi pelaksanaan
pemeriksaan perjalanan WNI dan pemeriksaan Imigrasi terhadap tugas organisasi yaitu dalam
Keimigrasian di WNA serta identitas - Dokumen laporan kegiatan b) Etika Publik meningkatkan menertibkan
Tempat sebelum memasuki jalur -bersikap ramah pelayanan yang antrian sesuai
Pemeriksaan antrian dan sopan. prima. dengan nilai-nilai

29
NO. KEGIATAN TAHAPAN OUTPUT/ HASIL NILAI-NILAI KONTRIBUSI PENGUATAN
KEGIATAN KEGIATAN DASAR TERHADAP VISI NILAI-NILAI
MISI ORGANISASI
ORGANISASI
Imigrasi dan / atau -di kedatangan c) Komitmen Mutu organisasi yaitu
Area imigrasi mengarahkan WNA dan - Meningkatkan Profesional dan
WNI ke antrian masing- efektifitas antrian Akuntabel
masing antrian
-Memprioritaskan
Lansia, Balita,
Disabilitas
4. Mengawasi area -Di keberangkatan - - Menjaga kondusifitas a) Akuntabilitas Berkonstribusi Dengan
imigrasi secara mengecek dokumen areaimigrasi dalam - Tanggung jawab terhadap Misi mengawasi area
keseluruhan sesuai perjalanan WNI dan pelaksanaan pemeriksaan terhadap tugas organisasi yaitu imigrasi secara
arahan Senior WNA serta identitas Imigrasi b) Nasionalisme meningkatkan keseluruhan akan
sebelum memasuki jalur - Dokumen laporan kegiatan - Menjaga pelayanan yang menguatkan nila-
antrian kedaulatan negara prima, menjaga nilai organisasi
-di kedatangan dari potensi tindak keamanan negara yaitu Profesional,
mengecek kembali pelanggaran yang stabil Akuntabel, dan
memastikan passport c) Etika publik Sinergis.
sudah dicap petugas. - ramah dan sopan
-Melakukan penjagaan di d) komitmen mutu :
area sebelum jalur kualitas pelayanan
antrian pemeriksaan

30
NO. KEGIATAN TAHAPAN OUTPUT/ HASIL NILAI-NILAI KONTRIBUSI PENGUATAN
KEGIATAN KEGIATAN DASAR TERHADAP VISI NILAI-NILAI
MISI ORGANISASI
ORGANISASI
imigrasi

5. Memastikan WNI -Melakukan penjagaan di - Menjaga kondusifitas a)Akuntabilitas Berkontribusi -Dalam melayani
dan WNA yang area belakang counter counter dan area belakang - menjaga terhadap Motto penumpang baik
sudah melalui pemeriksaan Imigrasi konter dalam pelaksanaan kondusifitas Ditjen Imigrasi WNI maupun
pemeriksaan -Mengarahkan pemeriksaan Imigrasi pelaksanaan yaitu Melayani WNA akan
Imigrasi tidak penumpang yang telah - - Dokumen laporan kegiatan pemeriksaan Dengan Tulus menguatkan nila-
menunggu dan selesai untuk imigrasi nilai organisasi
menumpuk di meninggalkan area b)Komitmen Mutu yaitu Profesional
belakang konter pemeriksaan Imigrasi - Terjaganya
pemeriksaan menuju pengambilan kondusifitas
bagasi counter sehingga
kinerja pemeriksa
tetap mumpuni
c) Etika publik
- ramah dan sopan
terhadap
penumpang

31
NO. KEGIATAN TAHAPAN OUTPUT/ HASIL NILAI-NILAI KONTRIBUSI PENGUATAN
KEGIATAN KEGIATAN DASAR TERHADAP VISI NILAI-NILAI
MISI ORGANISASI
ORGANISASI
6. Mencatat keluhan - Membawa buku catatan Membuat dokumen laporan a)Akuntabilitas Nilai dasar Masukan dan
penumpang sebagai kecil selama melakukan terkait keluhan dan saran dari - tanggung jawab ANEKA saran dari
saran dan masukan penjagaan penumpang bagi instansi terhadap instansi sebagaimana sesuai penumpang akan
bagi institusi. - mencatat keluhan b) Etika publik dengan motto menguatkan nila-
penumpang yang terjadi - bersikap ramah organisasi : nilai organisasi
-melaporkan keluhan dan sopan terhadap Melayani Dengan yaitu PASTI
penumpang kepada atas penumpang Tulus (Profesional,
c) Komitmen mutu Akuntabel,
- cepat tanggap Sinergi,
dalam menerima Transparan dan
saran dan masukan Inovatif)
untuk
meningkatkan mutu
pelayanan dan
pemeriksaan

32
4.2. Realisasi dan Capaian Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi
Berdasarkan rancangan aktualisasi yang telah disusun berdasarkan
penerapan dasar Profesi ASN yang bernilai ANEKA, maka terdapat 6 kegiatan
yang disusun untuk mencapai nilai tersebut. Dari 6 kegiatan tersebut, 3
diantaranya adalah sesuai sasaran SKP (yakni nomor 2, 3,dan 6), serta 1
merupakan inisiatif penulis (yakni nomor 1).
Kegiatan aktualisasi ini dilaksanakan dalam masa prajabatan Golongan III
Gelombang 2 Tahun 2018 selama 80 hari kerja yakni sejak Hari Senin tanggal 25 Juni
2018 sampai dengan hari Jumat tanggal 28 September 2018 di lingkungan tempat
penulis bertugas yakni Terminal 2 dan Terminal 3 baik pada terminal kedatangan
maupun terminal keberangkatan. Pelaksanaan rancangan kegiatan aktualisasi dalam
realisasinya tidak selalu sesuai dengan jadwal yang sudah direncanakan.
Adapun ketidaksesuaian ini disebabkan karena beberapa faktor, diantaranya
yaitu jadwal kegiatan aktualisasi yang harus diundur atau bahkan dimajukan
pelaksanaaanya dikarenakan penulis mendapatkan tugas khusus dari atasan /
pimpinan unit penulis, selain itu juga dikarenakan rekan kerja penulis
mendapatkan tugas khusus dari atasan / pimpinan sehingga penulis menggantikan
posisi yang ditinggalkan rekan selama melaksanakan tugas tersebut.

33
BAB V
LAPORAN HASIL AKTUALISASI

Pada kesempatan prajabatan ini penulis mendapatkan 2 masukan dari


atasan berupa kegiatan tambahan yang tidak ada dalam SKP namun perlu kiranya
dilakukan demi citra Imigrasi Indonesia, ketertiban, keamanan, kenyamanan area
imigrasi serta penegakan hukum. Penulis juga berinisiatif meminta arahan kepada
atasan / pimpinan untuk mengawasi pergerakan orang selain penumpang yang
memasuki / keluar area imigrasi.
Selengkapnya realisasi dan capaian kegiatan aktualisasi yang dilaksanakan di
tempat tugas disampaikan secara terperinci pada tabel dibawah berikut:

5.1. Tabel Kegiatan 1


Kegiatan Meminta Persetujuan pimpinan mengenai isu permasalahan yang
dibahas
Tahapan 1. Melakukan pengamatan / mengawasi lalu lalang orang pada
Kegiatan pintu-pintu area imigrasi
2. Mencatat hasil pengamatan
3. Mengidentifikasi dan mencatat permasalahan yang terjadi
4. Melaporkan kepada pimpinan terkait permasalahan tersebut
5. Mencari solusi
6. Mengawasi lalu lalang orang yang tidak berkepentingan
7. Mengarahkan orang yang tidak berkepentingan agar melalui
pintu lainnya.
Teknik Teknik yang saya lakukan adalah dengan pengamatan visual dan
Aktualisasi memberikan pengarahan kepada petugas dengan ramah
Waktu Setiap hari kerja selama 80 hari yakni sejak Hari Senin tanggal
Realisasi 25 Juni 2018 sampai dengan hari Jumat tanggal 28 September
Kegiatan 2018.
Capaian - Area imigrasi tetap steril tanpa adanya orang / petugas yang
Kegiatan / tidak berkepentingan dengan keimigrasian yang melintas.
Output - Menjaga integritas petugas imigrasi yang berwibawa dan

34
bermartabat
- Menjaga citra baik negara Indonesia dan Imigrasi Indonesia
di mata penumpang
Nilai-Nilai - Akuntabilitas : bertanggung jawab terhadap zona kerja
Dasar - Nasionalisme : Menjaga citra baik negara Indonesia
ANEKA - Etika Publik : ramah dan sopan ketika bertugas
- Komitmen Mutu : Peningkatan pelayanan pemeriksaan
keimigrasian
Lampiran /
Dokumenta
si Kegiatan

35
Petugas berjaga di pintu masuk area imigrasi

5.2. Tabel Kegiatan 2


Kegiatan Mencatat permasalahan dalam kegiatan pemeriksaan Keimigrasian di
Tempat Pemeriksaan Imigrasi
Tahapan 1. Melakukan pengamatan di area imigrasi.
Kegiatan 2. Memeriksa paspor, wajah, nama dan tiket penumpang yang
melintasi area imigrasi.
3. Memeriksa Pas Bandara petugas yang melalui area imigrasi
serta keperluannya
4. Mengawasi dan mengarahkan orang yang tidak
berkepentingan agar melalui pintu lainnya.
5. Mencatat hasil pengamatan
6. Mengidentifikasi dan mencatat permasalahan yang terjadi
7. Melaporkan kepada pimpinan terkait permasalahan tersebut
8. Mencari solusi
Teknik Teknik aktualisasi yang saya lakukan adalah dengan pengamatan
Aktualisasi visual dan dengan ramah mengarahkan penumpang ke antrian
sesuai dokumen perjalanan / paspor yang dimilikinya. Serta
mengarahkan petugas agar melalui jalur lain.
Waktu Setiap hari kerja selama 80 hari yakni sejak Hari Senin tanggal
Realisasi 25 Juni 2018 sampai dengan hari Jumat tanggal 28 September
Kegiatan 2018.

36
Capaian - Penumpang mengantri sesuai dengan paspor / dokumen
Kegiatan / perjalanan yang dimilikinya tanpa terjadi salah antrian.
Output - Petugas tidak berkepentingan tidak melalui area imigrasi.
Nilai-Nilai 1. Akuntabilitas : Tanggung jawab terhadap pekerjaan
Dasar 2. Etika Publik : Pelayanan yang ramah kepada penumpang
ANEKA maupun karyawan,
3. Komitmen Mutu : bekerja dengan teliti untuk menjaga
pelayanan yang berkualitas.
Lampiran /
Dokumenta
si

Penulis melakukan pendataan daftar penumpang yang ditolak

Petugas memulangkan Penumpang ditolak masuk (1)

37
Petugas memulangkan Penumpang ditolak masuk (2)

Nama penumpang yang masuk daftar cekal

Paspor penumpang yang diduga palsu

38
Petugas membatalkan Cap keberangkatan karena pesawat batal
berangkat

5.3. Tabel Kegiatan 3


Kegiatan Melaksanakan penertiban antrean pemeriksaan Keimigrasian di
Tempat Pemeriksaan Imigrasi dan / atau Area imigrasi
Tahapan 1. mendengarkan arahan dari pimpinan ketika apel mulai bekerja
Kegiatan 2. pembagian posisi tugas oleh pimpinan
3. Mengoptimalkan peran CASN di mulut antrian
4. mengarahkan penumpang di mulut antrian sesuai paspor dan
dokumen masing-masing
Teknik Teknik aktualisasi yang saya lakukan adalah dengan pengamatan
Aktualisasi visual dan dengan ramah memeriksa paspor, wajah dan tiket
penumpang yang akan masuk antrian, kemudian
mengarahkannya sesuai dengan dokumen.
Waktu Setiap hari kerja selama 80 hari yakni sejak Hari Senin tanggal
Realisasi 25 Juni 2018 sampai dengan hari Jumat tanggal 28 September
Kegiatan 2018.
Capaian Antrian tertangani dengan baik, rapih, dan tidak ada penumpang

39
Kegiatan / yang salah masuk antrian
Output
Nilai-Nilai 1. Akuntabilitas : Tanggung jawab terhadap pekerjaan yang
Dasar sudah diberikan pimpinan
ANEKA 2. Etika Publik : Pelayanan yang ramah kepada penumpang
3. Komitmen Mutu : bekerja dengan teliti untuk menjaga
pelayanan yang berkualitas.
Lampiran /
Dokumenta
si

Penulis bersiaga di jalur masuk antrian WNI dan antrian WNA

40
Petugas mengarahkan penumpang

5.4. Tabel Kegiatan 4


Kegiatan Mengawasi area imigrasi secara keseluruhan sesuai arahan
atasan
Tahapan 1. mendengarkan arahan dari pimpinan ketika apel mulai bekerja
Kegiatan 2. pembagian posisi tugas oleh pimpinan
3. Mengoptimalkan peran CASN di pintu masuk depan maupun
area belakang konter imigrasi di area Imigrasi
4. memeriksa Pas Bandara petugas / yang non penumpang
5. menanyakan tujuan / keperluan petugas yang masuk area
imigrasi
6. sosialisasi perintah Undang-undang tentang area imigrasi
7. mengarahkan petugas / non penumpang agar tidak melalui
area imigari namun jalur karyawan / loading dock

41
Teknik Teknik aktualisasi yang saya lakukan adalah dengan pengamatan
Aktualisasi visual dan dengan ramah memberikan pemahaman kepada
petugas mengenai area imigrasi berdasarkan Undang-Undang
Waktu Setiap hari kerja selama 80 hari yakni sejak Hari Senin tanggal
Realisasi 25 Juni 2018 sampai dengan hari Jumat tanggal 28 September
Kegiatan 2018.
Capaian Area Imigrasi tidak ada petugas melintas selain yg berhubungan
Kegiatan / dengan kegiatan keimigrasian
Output
Nilai-Nilai 1. Akuntabilitas : Tanggung jawab terhadap perintah undang-
Dasar undang
ANEKA 2. Etika Publik : memberikan pemahaman yang ramah kepada
para petugas lainnya.
3. Komitmen Mutu : bekerja dengan teliti untuk menjaga
pelayanan yang berkualitas dlm menjaga area imigrasi yang
steril.
4. Nasionalisme : menjaga citra baik Negara Indonesia dan
Imigrasi Indonesia
Lampiran /
Dokumenta
si

Petugas tidak berkepentingan melintas area imigrasi

42
Area Imigrasi belakang konter yang steril

43
Penjagaan area imigrasi oleh petugas imigrasi

44
Penulis memberikan pemahaman kepada petugas mengenai area
imigrasi dan memeriksa Pas Bandara

5.5. Tabel Kegiatan 5


Kegiatan Memastikan WNI dan WNA yang sudah melalui pemeriksaan
Imigrasi tidak menunggu dan menumpuk di belakang konter
pemeriksaan
Tahapan 1. mengamati antrian pemeriksaan keimigrasian
Kegiatan 2. mengamati penumpang maupun crew pesawat yang telah
selesai dilakukan pemeriksaan imigrasi

45
3. memberikan kepada penumpang / crew pemahaman tentang
area imigrasi yang terbatas
4. mengarahkan penumpang agar segera menuju keluar area
imigrasi
Teknik Teknik aktualisasi yang saya lakukan adalah dengan pengamatan
Aktualisasi visual dan dengan ramah serta ketelitian saya menjelaskan
mengenai pengertian area imigrasi, termasuk area dibelakang
konter imigrasi, kemudian mengarahkan penumpang / awak
pesawat agar segera meninggalkan area imigrasi.
Waktu Setiap hari kerja selama 80 hari yakni sejak Hari Senin tanggal
Realisasi 25 Juni 2018 sampai dengan hari Jumat tanggal 28 September
Kegiatan 2018.
Capaian - Penumpang / crew pesawat memahami apa yang penulis
Kegiatan / sampaikan dan bersedia segera meninggalkan area imigrasi.
Output - Area imigrasi kembali steril dari penumpang / crew
Nilai-Nilai 1. Akuntabilitas : Tanggung jawab terhadap perintah undang-
Dasar undang
ANEKA 2. Etika Publik : memberikan pemahaman yang ramah kepada
para penumpang maupun awak pesawat lainnya.
3. Komitmen Mutu : bekerja dengan teliti untuk menjaga
pelayanan yang berkualitas dlm menjaga area imigrasi.
4. nasionalisme : menjaga citra baik Negara Indonesia dan
Imigrasi Indonesia
Lampiran /
Dokumenta
si

Antrian menumpuk dibelakang konter Imigrasi

46
Penulis melaksanakan sterilisasi Area Imigrasi

47
Penulis mengarahkan penumpang yang telah diperiksa

48
Petugas mengamati penumpang di belakang konter Imigrasi

5.6. Tabel Kegiatan 6


Kegiatan Mencatat keluhan penumpang sebagai saran dan masukan bagi
institusi.
Tahapan 1. mengamati antrian pemeriksaan keimigrasian
Kegiatan 2. mengamati penumpang maupun crew pesawat yang telah
selesai dilakukan pemeriksaan imigrasi
3. mendengarkan masukan dan kritikan dari penumpang terkait
pelayanan keimigrasian yang telah dilaksanakan
5. mencatat keluhan / masukan dari penumpang
6. memberitahu kepada atasan terkait hal tersebut
Teknik Teknik aktualisasi yang saya lakukan adalah secara ramah dan
Aktualisasi antusias mendengarkan keluhan maupun masukan dari
penumpang terkait pelayanan keimigrasian dan mencatat agar
kemudian diinformasikan kepada pimpinan.
Waktu Setiap hari kerja selama 80 hari yakni sejak Hari Senin tanggal
Realisasi 25 Juni 2018 sampai dengan hari Jumat tanggal 28 September
Kegiatan 2018.
Capaian Laporan keluhan disampaikan kepada pimpinan sebagai bahan
Kegiatan / masukan agar dapat diperbaiki.
Output
Nilai-Nilai 1. Akuntabilitas : Tanggung jawab terhadap tugas yang
Dasar diberikan

49
ANEKA 2. Etika Publik : memberikan kesan yang ramah kepada para
penumpang maupun awak pesawat lainnya.
3. Komitmen Mutu : menerima masukan dan kritikan, bekerja
dengan teliti untuk menjaga pelayanan yang berkualitas dlm
menjaga area imigrasi yang steril.
4. Nasionalisme : menerima masukan dari masyarakat sebagai
bentuk kecintaan terhadap Indonesia dan Imigrasi Indonesia
Lampiran /
Dokumenta
si

50
Petugas mendengarkan keluhan dan masukan dari penumpang

51
BAB VI
PENUTUP

6.1. Kesimpulan
Berdasarkan uraian diatas, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Bandar Udara merupakan objek vital yang harus dijaga keamanannya. Oleh
karena itu Otoritas bandara menerbitkan instumen keamanan berupa Pas Bandara,
dengan Pas Bandara maka dapat dibedakan petugas yang dapat melintasi area
bandara yang terbatas. Pas Bandar udara memiliki 3 warna yakni Kuning untuk di
dalam bandara, Merah petugas di sisi udara Bandar udara dan Biru bagi petugas
sehari-harinya dominan di luar daerah keamanan terbatas bandar udara.

2. Area Imigrasi merupakan area terbatas yang hanya dapat dilintasi penumpang
dan petugas yang berkaitan dengan keimigrasian sesuai dengan perintah undang-
undang. Menjaga sterilisasi area imigrasi adalah penting mengingat beratnya tugas
pokok dan fungsi petugas imigrasi yang menyelenggarakan pemeriksaan imigrasi
dengan baik, tertib aman dan nyaman.

3. Pelaksanaan aktualisasi ini sangat bermanfaat bagi penumpang, petugas dan


petugas imigrasi, misalnya dengan dipindahkannya tempat duduk penumpang dari
dalam ke luar area imigrasi sehingga tidak terjadi lagi penumpukan maupun
petugas penjemput yang menunggu di dalam area imigrasi. Selain itu, petugas lain
lebih menghargai petugas imigrasi ketika akan melintas di area imigrasi, dan
perlintasan karyawan sudah sesuai dengan jalur lintas yang seharusnya dan
perlintasan karyawan / petugas yang melintasi area imigrasi tanpa kepentingan
keimigrasian dapat diminalisir.

6.2. Saran
1. Setiap ASN dari unit yang lain hendaknya juga memandang sterilisasi area
imigrasi merupakan hal yang penting dilaksanakan dengan optimal dengan
perbaikan terus menerus, sehingga tercipta kesepahaman antar petugas imigrasi
secara internal yang berdampak pada integitas petugas imigrasi.

52
2. Kesepakatan dengan otoritas bandara dan jajaran terkait, terkait dengan
dikeluarkannya kartu pas bandara, sehingga penerbitannya dapat dikontrol dan
diatur bersama tentang kewenangan yang diberikan kepada petugas tersebut
agar terstruktur dan lebih komprehensif. Sesuai amanat undang-undang
Keimigrasian dan peraturan tentang penerbitan Pas bandara
3. Mengajukan usulan kepada bidang sistik infokim agar dapat memuat informasi
tentang area imigrasi yang harus steril sesuai Undang-undang imigrasi, yang
kemudian diunggah di layar layar besar area bandara agar lebih dipahami dan
dimengerti oleh komunitas bandara dan penumpang secara menyeluruh.
Sehingga tidak memerlukan banner dan standing banner atau sejenisnya
karena memanfaatkan fasilitas digital yang dimiliki dan mengurangi anggaran
biaya pribadi.

53
DAFTAR PUSTAKA

1. Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun


1945
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 tentang
Aparatur Sipil Negara.
3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2011 Tentang
Keimigrasian
4. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2009 Tentang
Penerbangan
5. Peraturan Presiden No. 44 Tahun 2015 Tentang Kementerian Hukum dan
Hak Asasi Manusia
6. Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI No. 29 Tahun 2015 Tanggal 30
September 2015 tentang Organisasi Dan Tata Kerja Kementerian Hukum
Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
7. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 22 Tahun 2015 tentang
Peningkatan Fungsi Pengendalian dan Pengawasan oleh Kantor Otoritas
Bandar Udara
8. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 33 Tahun 2015 tentang
Pengendalian Jalan Masuk (Access Control5 Ke Daerah Keamanan
Terbatas Di Bandar Udara);
9. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 127 Tahun 2015 tentang
Program Keamanan Penerbangan Nasional
10. Surat Edaran Dirjen Hubud Nomor Ed.07 Tahun 2017 Tentang Kewajiban
Memakai Pas Bandar Udara Selama Berada Di Daerah Keamanan
Terbatas
11. Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara No. 25 Tahun 2017
tentang Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan
Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III Tahun 2017
12. Lembaga Administrasi Negara. 2015. Aktualisasi, Modul Pendidikan dan
Pelatihan Prajabatan Golongan II. Jakarta : Lembaga Administrasi
Negara.

54
13. Lembaga Administrasi Negara. 2015. Akuntabilitas, Modul Pendidikan
dan Pelatihan Prajabatan Golongan III. Jakarta : Lembaga Administrasi
Negara.
14. Lembaga Administrasi Negara. 2015. Nasionalisme, Modul Pendidikan
dan Pelatihan Prajabatan Golongan III. Jakarta : Lembaga Administrasi
Negara.
15. Lembaga Administrasi Negara. 2015. Etika Publik, Modul Pendidikan dan
Pelatihan Prajabatan Golongan III. Jakarta : Lembaga Administrasi
Negara.
16. Lembaga Administrasi Negara. 2015. Komitmen Mutu, Modul Pendidikan
dan Pelatihan Prajabatan Golongan III. Jakarta : Lembaga Administrasi
Negara.
17. Lembaga Administrasi Negara. 2015. Anti Korupsi, Modul Pendidikan
dan Pelatihan Prajabatan Golongan III. Jakarta : Lembaga Administrasi
Negara.

55