Anda di halaman 1dari 22

1

ANALISIS PERDA TATA RUANG PROVINSI KALTENG NOMOR 5 TAHUN 2015


DAN PERDA TATA RUANG PROVINSI KALSEL NOMOR 9 TAHUN 2015

NO 5 TAHUN 2015 9 TAHUN 2015


BAB I Yang dimaksud provinsi adalah Daerah adalah Provinsi Kalimantan
Kalimantan Tengah. Selatan.
Technopark adalah Korporasi adalah kumpulan orang
pengembangan suatu kawasan dan atau kekayaan yang
yang dilaksanakan secara terorganisasi baik merupakan badan
terencana, bertahap, sinergis, hukum maupun bukan badan

terpadu dan berkelanjutan hukum.

melalui kajiankajian Arahan Insentif adalah pengaturan

teknokratik dengan input yang bertujuan memberikan

teknologi inovatif secara rangsangan terhadap kegiatan yang

kolaboratif antara seiring dengan tujuan rencana tata

pemerintah, swasta dan lembaga ruang.

riset dengan memanfaatkan Arahan Disinsentif adalah


pengaturan yang bertujuan
sumber daya
membatasi pertumbuan atau
alam, buatan dan manusia
mengurangi kegiatan yang tidak
secara efektif dan efisien yang
sejalan dengan rencana tata ruang.
bertujuan untuk
meningkatkan kesejahteraan
masyarakat lokal dan sekitarnya.
Delineasi adalah garis yang
menggambarkan batas suatu
unsur yang
berbentuk area. GAP adalah
suatu kondisi perbedaan luas
antara yang terdapat dalam
dokumen legal dengan kondisi
riil yang terjadi di lapangan.
Reservaat adalah suatu kawasan
peraiaran umum daratan dengan
luas

2
tertentu yang dilindungi sebagai
habitat ikan untuk
melangsungkan daur
hidupnya. Hutan : Hutan
lindung, Hutan produksi, Hutan
Produksi, Hutan Produksi
Terbatas, Hutan Produksi yang
dapat dikonversi.

3
BAB II Ruang Lingkup, Tujuan, Ruang Lingkup Penataan Ruang Wilayah
Kebijakan dan Strategis Posisi Daerah Provinsi Kalimantan Selatan:
Geografis Provinsi Yang dimana terdapat dan mengatur Ruang
Kalimantan Tengah: lingkup pengaturan Rencana Tata Ruang
Yang terdapat Kebijakan Wilayah Daerah, Ruang Lingkup Wilayah
penataan ruang wilayah, Strategi Administrasi meliputi 2 (dua) kota dan 11
peningkatan akses pelayanan kabupaten, yaitu: Kota Banjarmasin, Kota
perkotaan dan pusat-pusat Banjarbaru, Kabupaten Barito Kuala,
pertumbuhan Kabupaten Banjar, Kabupaten Tapin,
ekonomi wilayah dalam rangka Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten
mendukung pengembangan Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Hulu
potensi provinsi, Strategi Sungai Utara, Kabupaten Balangan,
peningkatan kualitas dan Kabupaten Tabalong, Kabupaten Tanah
jangkauan pelayanan jaringan Laut, Kabupaten Tanah Bumbu dan
prasarana yang Kabupaten Kotabaru.
terpadu dalam rangka
mendukung pengembangan
potensi provinsi, Strategi
perwujudan kawasan agribisnis
dan agroindustri serta
minapolitan atau
sentra produksi perikanan dalam
rangka mendukung
pengembangan pertanian,
Strategi perwujudan Kalimantan
Tengah sebagai lumbung
pangan dan energi, Strategi
pencegahan dampak negatif
kegiatan ekonomi yang dapat
menimbulkan
kerusakan lingkungan hidup
terutama akibat kegiatan
pertanian dan energi, Strategi

4
pengembangan potensi
berkembang melalui penetapan
kawasan
strategis provinsi, serta Strategi
peningkatan fungsi kawasan
untuk pertahanan dan
keamanan.

5
BAB III Rencana Struktur Ruang Asas Dan Tujuan Penataan Ruang
Wilayah Provinsi Kalimantan Wilayah Daerah Provinsi Kalimantan
Tengah: Selatan:
Dimana dalam bab ini Penataan ruang Daerah diselenggarakan
membahas yaitu Rencana berdasarkan asas: (keterpaduan, keserasian,
Struktur Ruang Wilayah keselarasan, dan keseimbangan,
Provinsi, Rencana keberlanjutan, keberdayagunaan dan
Pengembangan Sistem keberhasilgunaan, keterbukaan, kebersamaan
Perkotaan Wilayah Provinsi, dan kemitraan, pelindungan kepentingan
Rencana Pengembangan Sistem umum, kepastian hukum dan keadilan, dan
Jaringan Prasarana Utama, akuntabilitas).
Sistem Jaringan Transportasi Tujuan penataan ruang wilayah Daerah
Darat, Sistem Jaringan adalah terwujudnya keterpaduan struktur
Transportasi Perkeretaapian, ruang dan pola ruang Daerah yang efesien
Sistem Jaringan Transportasi dan berkelanjutan untuk mendukung
Laut, Sistem Jaringan pengembangan wilayah perdagangan dan
Transportasi Udara, Rencana jasa berbasis agroindustri.
Pengembangan Sistem Jaringan
prasarana Lainnya, Sistem
Jaringan Energi, Rencana
Pengembangan Sistem Jaringan
Telekomunikasi, Rencana
Pengembangan Sistem Jaringan
Pengelolaan Sumber Daya Air (
yang terdiri dari: Rencana
Pengembangan Sistem Jaringan
Pengelolaan Sumber Daya Air,
Wilayah Sungai, Bendung,
Daerah Irigasi (DI), Daerah
Rawa (DR), Penanganan pantai,
Instalasi pengolahan air minum
dan Pengendalian banjir
meliputi).

6
BAB IV Rencana Pola Ruang Wilayah Kebijakan Dan Strategi Penataan Ruang
Provinsi Kalimantan Tengah: Wilayah Daerah Provinsi Kalimantan
Rencana pola ruang provinsi Selatan:
yang terdiri: kawasan lindung Kebijakan Penataan Ruang Wilayah Daerah
dan kawasan budi daya. yang dimana terdiri dari: a. pengurangan
Membahas Luas Kawasan kesenjangan pembangunan dan
Lindung Provinsi yang mana pengembangan wilayah antara wilayah Barat
terdiri dari : kawasan hutan dengan wilayah tengah dan antara wilayah
lindung, kawasan Hutan Adat, Timur dengan wilayah Tenggara Daerah;
kawasan yang memberikan b. peningkatan kualitas dan jangkauan
perlindungan terhadap kawasan pelayanan jaringan prasarana transportasi,
bawahannya, dan kawasan telekomunikasi, energi, dan sumber daya air
perlindungan setempat, terdiri yang terpadu dan merata di seluruh wilayah
atas: (sempadan pantai, kawasan Daerah;
sempadan sungai pada kawasan c. peningkatan perlindungan Kawasan
perkotaan, dan kawasan Lindung;
sempadan danau), kawasan d. pencegahan dampak negatif kegiatan
cagar budaya, kawasan suaka manusia yang dapat menimbulkan kerusakan
alam dan kawasan pelestarian Kawasan Lindung;
alam, kawasan rawan bencana e. perwujudan dan peningkatan keterpaduan
alam terdiri dari (kawasan serta keterkaitan antarkegiatan budidaya;
rawan tanah longsor, kawasan f. pengendalian perkembangan kegiatan
rawan gelombang pasang, dan budidaya agar tidak melampaui daya dukung
kawasan rawan banjir serta dan daya tampung lingkungan;
kawasan rawan kebakaran hutan g. peningkatan fungsi Kawasan Lindung
dan lahan). untuk mempertahankan dan meningkatkan
Kawasan Budidaya Provinsi keseimbangan ekosistem, lingkungan hidup,
terdiri dari: kawasan peruntukan keanekaragaman hayati, keunikan bentang
hutan produksi, Non kawasan alam dan daya dukung;
hutan, Kawasan Peternakan, h. pengembangan dan peningkatan fungsi
Kawasan peruntukan kawasan perekonomian wilayah yang
perkebunan, kawasan produktif, efisien, dan mampu bersaing
peruntukan perikanan laut, dalam perekonomian nasional; dan

7
kawasan peruntukan industri, i. peningkatan fungsi kawasan untuk
kawasan peruntukan pariwisata, pertahanan dan keamanan negara.
kawasan peruntukan Strategi Penataan Ruang Wilayah Daerah
permukiman, kawasan yang mengatur mengenai: Strategi atas
peruntukan transmigrasi dan kebijakan pengurangan kesenjangan
kawasan peruntukan technopark pembangunan dan pengembangan wilayah,
perkebunan, technopark Strategi atas kebijakan peningkatan kualitas
pertambangan, technopark dan jangkauan pelayanan jaringan prasarana,
perikanan, technopark Strategi atas kebijakan peningkatan Kawasan
kehutanan, Lindung, Strategi atas kebijakan peningkatan
technopark pertanian, Kawasan Lindung, Strategi atas kebijakan
technopark peternakan. pewujudan dan peningkatan keterpaduan
Kawasan Hutan Dengan Tujuan serta keterkaitan antarkegiatan budidaya,
Khusus (KHDTK) dan Wilayah Strategi atas kebijakan peningkatan fungsi
Pertambangan dan Energi. kawasan hutan lindung, Strategi atas
kebijakan pengembangan dan peningkatan
fungsi kawasan perekonomian wilayah,
Strategi atas kebijakan peningkatan fungsi
kawasan untuk pertahanan dan keamanan
negara.

8
BAB V Penetapan Kawasan Strategis Rencana Struktur Ruang Wilayah Daerah
Provinsi Kalimantan Tengah : Provinsi Kalimantan Selatan:
Kawasan strategis provinsi Sistem Perkotaan yang mana mengatur atas
(KSP) yang mana terdiri atas: (Sistem perkotaan nasional, Sistem
pertumbuhan ekonomi, sosial perkotaan provinsi, dan PKNp dan PKWp).
budaya, pendayagunaan Pengembangan Sistem Jaringan Transportasi
sumberdaya alam dan/atau mengatur mengenai yaitu: Sistem Jaringan
teknologi tinggi, dan fungsi dan Transportasi Darat (Sistem jaringan jalan
daya dukung lingkungan hidup. nasional, Sistem jaringan jalan provinsi,
Sistem jaringan jalan khusus angkutan
komoditas sumber daya mineral dan
perkebunan, Sistem terminal penumpang,
Sistem jaringan pelayanan angkutan umum,
dan Sistem jaringan sungai, danau dan
penyeberangan, Sistem Jaringan
Perkeretaapian, Sistem Jaringan Transportasi
Laut, Sistem Jaringan Transportasi Udara,
Sistem Jaringan Energi (Jaringan
Pembangkit Listrik, Jaringan Transmisi
Tenaga Listrik, serta Jaringan Kilang dan
Depo Bahan Bakar Minyak), Sistem
Jaringan Telekomunikasi (Sistem jaringan
mikro digital, Sistem jaringan serat optik
kabel bawah laut, dan Rencana
pengembangan Stasiun Telepon Otomat
(STO) lokal), Rencana pengembangan
Stasiun Telepon Otomat (STO) lokal, Sistem
Jaringan Persampahan (tempat pemrosesan
akhir sistem jaringan persampahan dan
rencana tempat pemprosesan akhir sistem
jaringan persampahan dan insenerator untuk
sampah medis dan bahan berbahaya beracun
(B3) ).

9
BAB VI Arahan Pemanfaatan Ruang Rencana Pola Ruang Wilayah Daerah
Wilayah Provinsi Kalimantan Provinsi kalimantan Selatan:
Tengah: Rencana pola ruang wilayah Daerah terdiri
Pemanfaatan ruang wilayah dari :
provinsi berpedoman pada a. rencana pengembangan kawasan lindung;
rencana struktur dan
ruang, pola ruang, dan kawasan b. rencana pengembangan kawasan
strategis. Pendanaan program budidaya.
pemanfaatan ruang bersumber Rencana Pengembangan Kawasan Lindung
dari Anggaran Provinsi terdiri dari : kawasan yang
Pendapatan dan Belanja Negara, memberikan perlindungan kawasan
Anggaran Pendapatan dan bawahannya(a. kawasan hutan lindung;
Belanja Daerah, b. kawasan bergambut; dan
investasi swasta, dan/atau c. kawasan resapan air) ;
kerjasama pendanaan. kawasan perlindungan setempat (a. kawasan
Indikasi program utama dapat sempadan pantai;
dilaksanakan dalam bentuk b. kawasan sempadan sungai;
kerjasama antar pemerintah c. kawasan sekitar danau atau waduk;
yaitu pemerintah d. kawasan sempadan mata air; dan
pusat, pemerintah provinsi, e. Kawasan sempadan saluran irigasi.;
pemerintah kabupaten/kota dan kawasan suaka alam, pelestarian alam dan
kerjasama cagar budaya);
dengan pihak swasta dan/atau kawasan rawan bencana alam (a. kawasan
asing (luar negeri). rawan tanah longsor;
b. kawasan rawan gelombang pasang;
c. kawasan rawan banjir;
d. kawasan rawan kebakaran hutan, lahan
dan permukiman;
e. kawasan rawan angin puting beliung; dan
f. kawasan kekeringan.);
kawasan Ruang Terbuka Hijau (di Kawasan
Perkotaan);
dan kawasan lindung lainnya terdiri atas

10
a. kawasan konservasi perairan pesisir dan
laut, (Kawasan Konservasi Perairan
Terumbu Karang dan Kawasan Konservasi
Perairan Teluk Tamiang ).
b. kawasan konservasi perairan daratan.
Rencana Pengembangan Kawasan Budidaya
meliputi :
a. Rencana Pengembangan Kawasan
Budidaya Nasional meliputi.
b.Kawasan andalan dan Kawasan Andalan
Laut.
Rencana Pengembangan Kawasan Budidaya
Provinsi terdiri atas:
a. kawasan peruntukan hutan produksi (
Kawasan hutan produksi terbatas; Kawasan
hutan produksi tetap; Kawasan hutan
produksi konversi; dan Kawasan hutan
dengan tujuan khusus.);
b. kawasan peruntukan pertanian (kawasan
peruntukan tanaman pangan dan
hortikultura;
kawasan peruntukan perkebunan; dan
kawasan peruntukan peternakan.);
c. kawasan peruntukan perikanan dan
kelautan(kawasan peruntukan perikanan
tangkap, kawasan peruntukan budidaya laut,
kawasan peruntukan budidaya tambak,
kawasan peruntukan reservat konservasi
perikanan darat, kawasan peruntukan
pengolahan dan pemasaran hasil perikanan,
kawasan peruntukan pendaratan ikan,
kawasan peruntukan pelabuhan perikanan,
dan kawasan peruntukan budidaya perairan

11
umum (air tawar) );
d. kawasan peruntukan pertambangan (
kawasan peruntukan pertambangan mineral
dan pertambangan batubara, kawasan
peruntukan minyak dan gas bumi, kawasan
peruntukan coal bed methane dan kawasan
peruntukan air tanah);
e. kawasan peruntukan perindustrian
(Kawasan peruntukan industri kecil/rumah
tangga, Kawasan peruntukan industri agro
tersebar dalam bentuk zona-zona industri,
Kawasan peruntukan industri ringan dalam
bentuk zona industri, Kawasan peruntukan
industri petrokimia, dalam bentuk kawasan
industri, yaitu kawasan industri semen
Tarjun, dan Kawasan peruntukan industri
berat dalam bentuk kawasan industr );
f. kawasan peruntukan pariwisata(Kawasan
peruntukan wisata alam, Kawasan
peruntukan wisata bahari dan wisata pantai,
Kawasan peruntukan wisata buatan/atraksi,
Kawasan peruntukan wisata budaya,
Kawasan peruntukan wisata religius,
Kawasan peruntukan wisata sejarah,
Kawasan wisata berbasis sungai, dan
Kawasan wisata geowisata Pumpung );
g. kawasan peruntukan permukiman
(kawasan peruntukan permukiman
perkotaan, kawasan peruntukan permukiman
perdesaan ); dan
h. kawasan peruntukan lainnya (kawasan
peruntukan sarana dan prasarana wilayah
meliputi:

12
1. kawasan peruntukan instalasi pembangkit
listrik;
2. kawasan peruntukan pelabuhan laut;
3. kawasan peruntukan bandar udara; dan
4. kawasan peruntukan bendungan.
Dan kawasan peruntukan instalasi militer,
meliputi:
1. kawasan peruntukan daerah basis militer;
2. kawasan peruntukan daerah latihan
militer;
3. kawasan peruntukan daerah pendaratan;
4. kawasan peruntukan gudang amunisi;
5. kawasan peruntukan daerah pembuangan
amunisi;
6. kawasan peruntukan daerah pertahanan
darat;
7. kawasan peruntukan daerah pertahanan
laut;
8. kawasan peruntukan daerah pertahanan
udara;
9. kawasan peruntukan daerah ujicoba
persenjataan; dan
10. kawasan peruntukan daerah industri
pertahanan ).

13
BAB VII Arahan Pengendalian Kawasan Strategis Wilayah Daerah
Pemanfaatan Ruang Wilayah Provinsi Kalimantan Selatan :
Provinsi Kalimantan Tengah:  Kawasan Strategis Nasional
Arahan pengendalian merupakan Kawasan Strategis Nasional
pemanfaatan ruang wilayah dari sudut kepentingan pertumbuhan
provinsi terdiri atas: ekonomi.
a. Arahan peraturan zonasi;  Kawasan Strategis Provinsi meliputi:
b. Arahan perizinan; a. kawasan strategis dari sudut
c. Arahan insentif dan disinsentif; kepentingan pertumbuhan ekonomi;
dan b. kawasan strategis dari sudut
d. Arahan sanksi. kepentingan fungsi dan daya dukung
Arahan Peraturan Zonasi Sistem lingkungan hidup; dan
Provinsi meliputi: c. kawasan strategis dari sudut
Arahan peraturan zonasi untuk kepentingan pertahanan dan keamanan
rencana struktur ruang; Arahan negara.
peraturan zonasi untuk rencana  Kawasan strategis dari sudut
pola ruang; dan Arahan peraturan kepentingan pertumbuhan ekonomi
zonasi untuk kawasan strategis meliputi :
provinsi. a. Kawasan Perkotaan;
b. Kawasan Rawa;
Arahan Peraturan Zonasi untuk c. Kawasan Industri;
Rencana Struktur Ruang terdiri d. Kawasan Industri Kotabaru dan
atas : a. Arahan peraturan zonasi sekitarnya;
untuk rencana struktur ruang, e. Kawasan Industri Jorong dan
meliputi (Arahan peraturan sekitarnya.
zonasi sistem perkotaan; Arahan  Kawasan strategis dari sudut
peraturan zonasi sistem jaringan kepentingan fungsi dan daya dukung
transportasi; Arahan peraturan lingkungan hidup meliputi:
zonasi sistem jaringan energi; a. kawasan Pegunungan; dan
Arahan peraturan zonasi sistem b. kawasan pesisir dan pulau-pulau
jaringan telekomunikasi; dan Kecil, kawasan terbuka sepanjang pantai
Arahan peraturan zonasi sistem timur-tenggara wilayah Daerah dengan
jaringan sumber daya air.). berbagai pola pemanfaatan ruang baik

14
 Arahan peraturan zonasi lindung maupun budidaya.
sistem perkotaan (Arahan  Kawasan strategis dari sudut
peraturan zonasi Pusat kepentingan pertahanan dan
Kegiatan Nasional (PKN); keamanan negara
Arahan peraturan zonasi Pusat
Kegiatan Wilayah (PKW);
dan Arahan peraturan zonasi
Pusat Kegiatan Lokal (PKL).
 Arahan peraturan zonasi
sistem jaringan transportasi
meliputi: Arahan peraturan
zonasi Sistem Jaringan
Tansportasi Darat dan
Perkeretaapian; Arahan
peraturan zonasi Sistem
Jaringan Tansportasi Laut;
dan Arahan peraturan zonasi
Sistem Jaringan Tansportasi
Udara.
 Arahan peraturan zonasi
sistem jaringan energi.
 Arahan peraturan zonasi
sistem prasarana
telekomunikasi.
Arahan Peraturan Zonasi untuk
Rencana Pola Ruang terdiri atas:
 Arahan peraturan zonasi
kawasan lindung, meliputi:
Kawasan Hutan Lindung;
Kawasan Lindung yang
Berfungsi Memberikan
Perlindungan Kawasan
Bawahannya; Kawasan

15
Lindung yang Berfungsi
untuk Memberikan
Perlindungan Setempat;
Kawasan Suaka Alam,
Pelestarian Alam dan Cagar
Budaya; Kawasan Rawan
Bencana; dan Kawasan
Lindung Lainnya.
Arahan peraturan zonasi Kawasan
Lindung yang Berfungsi untuk
Memberikan Perlindungan
Setempat meliputi: a. Indikasi
arahan peraturan zonasi Kawasan
Sempadan Pantai;
b. Indikasi arahan peraturan
zonasi Kawasan Sempadan
Sungai;
c. Indikasi arahan peraturan
zonasi Sempadan Danau dan
Waduk; dan
d. Indikasi arahan peraturan
zonasi Ruang Terbuka Hijau
Kota.
Kawasan Suaka Alam,
Pelestarian Alam dan Cagar
Budaya meliputi:
a. arahan peraturan zonasi
Kawasan Suaka Margasatwa;
b. arahan peraturan zonasi Cagar
Alam dan Kawasan Pantai
Berhutan
Mangrove;
c. arahan peraturan zonasi Taman

16
Nasional;
d. arahan peraturan zonasi Taman
Wisata Alam dan Taman Wisata
Alam
Laut;
e. arahan peraturan zonasi Taman
Hutan Raya; dan
f. arahan peraturan zonasi
Kawasan Cagar Budaya dan Ilmu
Pengetahuan.
Arahan peraturan zonasi
Kawasan Rawan Bencana.
Arahan peraturan zonasi
Kawasan Lindung Lainnya
meliputi:
a. kawasan Terumbu Karang dan
Kawasan Hutan Mangrove; dan
b. taman Buru.
Arahan peraturan zonasi
Kawasan budi daya :
a. Arahan peraturan zonasi
Kawasan Hutan Produksi;
b. Arahan peraturan zonasi
Kawasan Pertanian;
c. Arahan peraturan zonasi
Kawasan Perkebunan;
d. Arahan peraturan zonasi
Kawasan Perikanan;
e. Arahan peraturan zonasi
Kawasan Pertambangan dan
Energi;
f. Arahan peraturan zonasi
Kawasan Pariwisata;

17
g. Arahan peraturan zonasi
Kawasan Perindustrian; dan
h. Arahan peraturan zonasi
Kawasan Permukiman.
Arahan peraturan zonasi
Kawasan Hutan Produksi.
Arahan peraturan zonasi
Kawasan Pertanian.
Arahan peraturan zonasi
Kawasan Perkebunan.
Arahan peraturan zonasi
Kawasan Perikanan.
Arahan peraturan zonasi
Kawasan Pertambangan dan
Energi. Arahan peraturan
zonasi Kawasan Pariwisata.
Arahan peraturan zonasi
Kawasan Perindustrian :
a. peningkatan dan
pengembangan Kawasan Industri
Pengolahan;
b. peningkatan dan
pengembangan Kawasan
Perindustrian Maritim;
c. peningkatan dan
pengembangan Industri
Pengembangan Pariwisata;
d. peningkatan dan
pengembangan Kawasan
perindustrian pengolahan
sumber daya laut; dan
e. peningkatan dan
pengembangan Kawasan

18
perdagangan.
Arahan peraturan zonasi
Kawasan Permukiman.
Arahan Peraturan Zonasi
untuk Rencana Kawasan
Strategis Provinsi:
 Arahan peraturan zonasi pada
Kawasan Strategis Kawasan
Pengembangan Lahan
Gambut (PLG) Sejuta
Hektare.
 Arahan peraturan zonasi
kawasan pertahanan dan
keamanan
Arahan Perizinan merupakan
acuan bagi pejabat yang
berwenang dalam pemberian izin
pemanfaatan ruang berdasarkan
rencana struktur dan pola ruang.
Arahan Insentif dan
Disinsentif:
Pemberian insentif bertujuan
untuk memberikan rangsangan
terhadap kegiatan yang sejalan
dengan rencana tata ruang
wilayah provinsi, berupa
penetapan kebijakan di bidang
ekonomi, fisik, dan pelayanan
umum.
Pengenaan disinsentif bertujuan
untuk membatasi pertumbuhan
dan atau mencegah kegiatan
yang tidak sejalan dengan

19
rencana tata ruang wilayah
provinsi, berupa penolakan
pemberian izin pembangunan
dan/atau pembatasan pengadaan
sarana dan prasarana.
 Arahan Sanksi:
Arahan sanksi merupakan acuan
pengenaan sanksi bagi
pelanggaran terhadap:
a. pemanfaatan ruang yang tidak
sesuai dengan rencana struktur
ruang dan pola ruang wilayah;
b. pelanggaran ketentuan arahan
peraturan zonasi;
c. pemanfaatan ruang tanpa izin
pemanfaatan ruang yang
diterbitkan berdasarkan RTRWP;
d. pemanfaatan ruang tidak sesuai
dengan izin pemanfaatan ruang
yang diterbitkan berdasarkan
RTRWP;
e. pelanggaran ketentuan yang
ditetapkan dalam persyaratan izin
pemanfaatan ruang yang
diterbitkan berdasarkan RTRWP;
f. pemanfataan ruang yang
menghalangi akses terhadap
kawasan yang oleh
peraturan perundang-undangan
dinyatakan sebagai milik umum;
dan
g. pemanfaatan ruang dengan izin
yang diperoleh dengan prosedur

20
yang tidak benar.
Bentuk sanksi administratif yang
dikenakan terhadap pelanggaran
penataan ruang meliputi:
a. peringatan tertulis;
b. penghentian sementara
kegiatan;
c. pencabutan izin;
d. pembatalan izin dan
pembongkaran;
e. penutupan lokasi;
f. sanksi pemulihan fungsi ruang;
dan
g. sanksi denda administrasi.

21
22