Anda di halaman 1dari 3

Data Etiologi Masalah Keperawatan

Ds : Riwayat Hipertensi 2 tahun tidak Penurunan Curah


- Mengeluh sesak terkontrol Jantung
nafas sejak 3 jam
sebelum masuk
rumah sakit.
- Sesak yang dirasakan Beban jantung meningakat
terus menerus terasa
seperti ditimpa beban
berat.
- Pasien juga Jantung membengkak
mengeluh sesak
apabila melakukan
aktivitas ringan
sampai berat. Jantung tidak dapat berkontraksi
secara normal
Do :
- Setahun yang lalu
pasien di diagnose
pembekakan jantung. Gagal jantung
- Riwayat hipertensi
tidak terkontrol 2
tahun yang lalu.
- Hasil pemeriksaan Daya pompa jantung menurun
fisik: pasien tampak
lemah, pucat,
ekstermitas seanosis
dan keringat dingin,
tumit dan tungkai
bawah bengkak. Gagal pompa ventrikel
- TD : 160/110 mmhg
- N : 100x/menit
- RR : 34x/ menit
- DVJ
- Auskultasi thorak ;
ronki di kedua Penurunan Curah Jantung
lapang paru, BJ 1 &
BJ 2 reguler, Mur-
mur ; -, Gallop +.
Abdomen asites,
hepatomigali.
- Pemeriksaan EKG :
irama sinus, axis
normal, HR 75 x/m,
Gel P normal, PR int
0,12 dtk, QRS komp
0,06 dtk, ST-T
change (-) Kesa.n :
Normal
Intervensi
Penurunan curah jantung b.d afterload dan preload
Tujuan : setelah dilakukan perawatan selama 4 x 24 jam diharapkan kondisi pasien berangsur
membaik.
Kriteria hasil ; sesuai indikator NOC
NOC : Keefektifan Pompa Jantung
No Indikator 1 2 3 4 5 keterangan
1. Tekanan darah sistol 1. Berat
2. Cukup
2. Tekanan darah diastole
Berat
3. Ukuran jantung 3. Sedang
4. Ringan
4. Distensi vena leher 5. Tidak ada
5. Mual
6. Dyspnea dengan aktivitas ringan
7. Peningkatan berat badan
8. Hepatomegali
9. Pucat
10. Sianosis
11. Suara Jantung abnormal

NOC : Status Sirkulasi


No Indikator 1 2 3 4 5 keterangan
1. Tekanan nadi 1. Berat
2. Cukup
2. Suara nafas tambahan
Berat
3. Sedang
4. Ringan
5. Tidak ada

NIC : Pengaturan Hemodinamik


1. Lakukan penilaian komprehensif status hemodinamik yaitu memerikasa tekanan
darah, denyut jantung, denyut nadi, tekanan vena jugularis, tekanan vena sentral,
atrium kana,atrium kiri tekananventrikel dan tekanan arteri pulmonalis.
2. Monitor dan dokumentasi tekanan nadi proporsional yaiyu tekanan darah sistolik
dikurangi tekana darah diastolic dibagi dengan tekanan darahsistolik sehingga
menghasilkan persentase yang proporsional.
3. Memberikan pemeriksaan fisik secara berkala.
4. Mengarahkan pasien mengenai pemantauan hemodinamik (obat-obatan, terapi, tujuan
peralatan)
5. Mengidentifikasi adanya tanda dan gejala peringantan dini sistem hemodinamik
misalnya dyspnea, ortopnea dan perubahan badan tiba-tiba)
6. Monitor adanya tanda dan gejala masalah status volume misal distensi vena jugularis
7. Auskultasi pada paru untuk mencari tahu apa ada bunyi atau suara tahmbahan lainnya.
8. Melakukan auskultasi pada jantung.
9. Monitor tekana darah, denyut jantung, denyut nadi dan irama.

NIC : Perawatan Jantung


1. Secara rutin mengecek pasien baik secara fisik maupun psikologis.
2. Memastikan aktivitas pasien tidak membahayakan curah jantung.
3. Monitor EKG
4. Melakukan penilaian komperhensif pada sirkulasi perifer.
5. Monitor status pernafasan terkait dengan adanya gejala gagal jantung.
6. Monitor sesak nafas, dan ortopnea

Anda mungkin juga menyukai