Anda di halaman 1dari 99

am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
1
PUTUSAN

si
Nomor: 11/G/2015/PTUN.JBI

ne
ng
“DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA”

do
[1.1] gu Pengadilan Tata Usaha Negara Jambi, yang memeriksa, memutus dan

menyelesaikan sengketa tata usaha negara di tingkat pertama, dengan acara biasa

In
A
yang dilaksanakan di Gedung Pengadilan Tata Usaha Negara Jambi, Jalan Kol. M.

Kukuh No. 1 Kel. Paal V, Kec. Kotabaru, Kota Jambi, telah menjatuhkan putusan,
ah

lik
dalam sengketa antara:-----------------------------------------
am

ub
[1.2] IKATAN DOKTER INDONESIA (IDI) WILAYAH JAMBI, (badan hukum

perdata sebagaimana permohonan dari notaris Andalia Farida SH., MH.,


ep
k

Nomor 05/NOT/VIII/2009 tanggal 14 Agustus 2009, dan berdasarkan


ah

Keputusan Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia Republik Indonesia


R

si
Nomor AHU-100.AH.01.06. Tahun 2009, tentang Pengesahan Ikatan

ne
ng

tertanggal 26 Agustus 2009, sebagaimana termuat dalam Tambahan Berita

Negara Republik Indonesia tanggal 10 Nopember 2009 Nomor 90), beralamat

do
gu

di Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo (samping R.S. Dr. Bratanata) Kelurahan

Rajawali, Kota Jambi 36143, Propinsi Jambi, dalam hal ini baik sendiri-
In
A

sendiri maupun bersama-sama diwakili


ah

lik

oleh :--------------------------------------------

1.dr.H.Deri Mulyadi.,SH.,MH.,Kes.,M.Kes., Sp.O.T., Kewarganegaraan


m

ub

Indonesia, Jabatan Ketua IDI Wilayah Jambi, berdasarkan Surat Keputusan


ka

ep

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia Nomor : 1138/PB/A4/05/2014,

tentang Pengesahan Ketua Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Jambi Masa


ah

Bakti Tahun 2014-2017 tanggal 22 Mei 2014, dan Surat Keputusan


es
M

ng

on

Halaman | 1 dari 85 Halaman Putusan Nomor:11/G/2015/PTUN.JBI


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia Nomor: 1174/PB/A4/06/2014

si
tanggal 16 Juni 2014, tentang Pengesahan Susunan Personalia Pengurus IDI

Wilayah Jambi Masa Bakti Tahun 2014-2017; dan-----------------------------

ne
ng
2. dr. Rudy Sapoelete, Akp., SH., M.H., M.B.A., Kewarganegaraan

do
gu Indonesia, Jabatan Wakil Ketua I Biro Hukum dan Pembinaan/ Pembelaan

Anggota Pengurus Besar IDI, berdasarkan Surat Keputusan Ketua Umum

In
A
Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia Nomor : 02/KU/PB IDI/12/2012,

tentang Susunan dan Personalia PB IDI Masa Bakti Tahun 2012-2015,


ah

lik
tanggal 31 Desember 2012, dan Surat Tugas Nomor : 1025 PB/
am

ub
A.3/10/2015 serta Surat Kuasa tanggal 10 September

2015;-----------------------------------------------------
ep
k

Untuk selanjutnya disebut sebagai PENGGUGAT;-------------------------


ah

MELAWAN
R

si
[1.3] BUPATI KABUPATEN KERINCI, Tempat kedudukan di Jalan Basuki

ne
ng

Rachmat Nomor 1 Sungai Penuh, KabupatenKerinci, Propinsi Jambi, dalam

do
gu

hal ini diwakili oleh :--------- ------------------------------------------------------------

1 Maiful Efendi., S.H., M.H., Pekerjaan Advokat ;------------------------------


In
A

2 Pahrudin Kasim., S.H., Pekerjaan Advokat ; ---------------------------------


ah

3 Erwan., S.H., Pekerjaan PNS pada SETDA Kabupaten Kerinci, Jabatan


lik

Kepala Bagian Hukum SETDA Kabupaten Kerinci ; -------------


m

ub

4 Dodi Futrayadi,SH., Pekerjaan PNS pada SETDA Kabupaten Kerinci, Jabatan


ka

Kasubbag Bantuan Hukum SETDA Kabupaten Kerinci;--------


ep

5 Arles Salfitra., S.H., Pekerjaan PNS pada SETDA Kabupaten Kerinci, Jabatan
ah

Kasubbag Peraturan Perundang Undangan SETDA Kabupaten Kerinci ;-------


R

es
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
Kesemuanya Kewarganegaraan Indonesia, masing-masing memilih domisili

si
hukum di Jalan Basuki Rachmat Nomor 1 Sungai Penuh, Kabupaten

Kerinci, Propinsi Jambi, berdasarkan Surat Kuasa Khusus Nomor :

ne
ng
180/23/2015, tanggal 28 September 2015;-------------------------

do
gu Untuk selanjutnya disebut sebagai TERGUGAT;----------------------------

[1.4] DRS. NOVIAR ZEN., Apt., MM., Berkewarganegaraan Indonesia.

In
A
Pekerjaan Direktur Rumah Sakit Umum Mayjen., H.A. THALIB
ah

lik
KABUPATEN KERINCI., Bertempat tinggal di Jalan Jenderal Basuki

Rahmat, Sungai Penuh. Kabupaten Kerinci., Dalam hal ini berdasrkan surat
am

ub
kuasa khusus tertanggal 8 Nopember 2015, memberikan kuasa kepada; Maiful

Efendi., S.H., M.H., berkewarganegaraan Indonesia, pekerjaan advokat dan


ep
k

konsultan hukum, beralamat di P. Hidayat No. 55 RT. 028 Kel. Paal Lima.,
ah

si
Kecamatan Kotabaru., Kota Jambi;----

ne
Untuk selanjutnya disebut sebagaiTERGUGAT II INTERVENSI;---------
ng

[1.5] Pengadilan Tata Usaha Negara Jambi tersebut, setelah : --------------------

do
gu

1 Membaca Penetapan Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Jambi Nomor 11/

Pen-Dis/2015/PTUN.JBI, tanggal 11 September 2015, tentang Gugatan tidak


In
A

memenuhi Pasal 62 ayat (1) Undang Undang Nomor 5 Tahun 1986 (Lolos
ah

lik

Dismissal Prosedur) ; -----------------------

2 Membaca Penetapan Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Jambi Nomor 11/
m

ub

Pen.MH/2015/PTUN.JBI, tanggal 11 September 2015, tentang Susunan


ka

ep

Majelis Hakim yang memeriksa, memutus dan menyelesaikan sengketa

Nomor: 11/G/2015/PTUN.JBI ; ---------------


ah

es
M

ng

on

Halaman | 3 dari 85 Halaman Putusan Nomor:11/G/2015/PTUN.JBI


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
3 Membaca Penetapan Hakim Ketua Majelis Pengadilan Tata Usaha Negara

si
Jambi Nomor: 11/Pen.PP/2015/PTUN.JBI tanggal 14 September 2015,

tentang hari dan tanggal Pemeriksaan Persiapan sengketa a quo ;

ne
ng
-----------------------------------------------------

do
gu
4 Membaca Penetapan Hakim Ketua Majelis Pengadilan Tata Usaha Negara

Jambi Nomor: 11/Pen.HS/2015/PTUN.JBI tanggal 13 Oktober 2015, tentang

In
A
hari dan tanggal Persidangan sengketa a
ah

lik
quo;----------------------------------------------------------------------------------

5 Membaca Putusan Sela Nomor: 11/G/2015/PTUN.JBI, tanggal 17


am

ub
Nopember 2015, tentang dikabulkannya permohonan Intervensi yang
ep
diajukan oleh DRS. NOVIAR ZEN., Apt., MM., dan mendudukkannya
k
ah

sebagai Tergugat II Intervensi dalam sengketa Nomor : 11/G/2015/


R

si
PTUN.JBI ; ------------------------------------------------

ne
ng

6 Membaca berkas perkara serta mendengar keterangan para pihak yang

bersengketa, mendengarkan keterangan ahli dan saksi yang diajukan di

do
gu

persidangan;----------------------------------------------------------
In
A
ah

lik

2. TENTANG DUDUK SENGKETA


m

ub

[2.1] Menimbang, bahwa Penggugat dengan surat gugatannya tertanggal 11


ka

September 2015, yang didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Tata Usaha Negara


ep

Jambi pada tanggal 11 September 2015, dengan register perkara Nomor: 11/G/2015/
ah

PTUN.JBI yang telah diperbaiki pada tanggal 13 Oktober 2015, yang pada
es
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
pokoknya mengemukakan dalil-dalil sebagai berikut ;

si
-------------------------------------------------------------------------------------------

Bahwa yang menjadi Obyek Sengketa dalam gugatan ini adalah : ---------------

ne
ng
Surat Keputusan Bupati Kerinci Nomor 821.23/14/pp-BKD tentang

do
gu
Pengangkatan, Pemindahan,dan Pemberhentian Pejabat Struktural Eselon

III dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kerinci, sepanjang yang tertuang

In
A
dalam Lampiran Keputusan Bupati Kerinci Nomor 821.23/14/pp-BKD
ah

lik
tanggal 17 Juni 2015, tentang Pengangkatan, Pemindahan,dan

Pemberhentian Pejabat Struktural Eselon III dilingkungan Pemerintah


am

ub
Kabupaten Kerinci Nomor Urut 21 atas Nama Drs.Noviar Zen, Apt.,MM.,

sebagai Direktur Rumah Sakit Umum Mayjen H.A.Thalib Kerinci, dan


ep
k

selanjutnya dalam gugatan ini disebut sebagai Obyek


ah

si
Sengketa;---------------------------------------------------

ne
A TENGGANG WAKTU GUGATAN
ng

Bahwa Obyek Sengketa diterbitkan pada tertanggal 17 Juni 2015, sedangkan

do
gu

gugatan ini didaftarkan dan diterima di Kepaniteraan Pengadilan Tata Usaha

Negara Jambi pada tanggal 11 September 2015, sehingga gugatan yang


In
A

PENGGUGAT ajukan masih dalam tenggang waktu yang ditentukan Undang


ah

Undang, yaitu 90 (sembilan puluh) hari sejak diterimanya atau diumumkannya


lik

Obyek Sengketa (Vide Pasal 55 Undang Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang
m

ub

Peradilan Tata Usaha


ka

Negara);---------------------------------------------------------------------------------------
ep

B LEGAL STANDING PENGGUGAT


ah

1 Bahwa untuk dapat diangkat sebagai Direktur Rumah Sakit sebagaimana


R

es

diatur di dalam Undang Undang Nomor 36 Tahun 2014, tentang Tenaga


M

ng

on

Halaman | 5 dari 85 Halaman Putusan Nomor:11/G/2015/PTUN.JBI


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 5
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
Kesehatan, Undang Undang Nomor 44 Tahun 2009, tentang Rumah Sakit,

si
Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996, tentang Tenaga Kesehatan,

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 971/MENKES/PER/XI/2009, tentang

ne
ng
Standar Kompetensi Pejabat Struktural Kesehatan dan Peraturan Menteri

do
gu Kesehatan Republik Indonesia Nomor 262 Tahun 1979, haruslah Tenaga

Medis, dalam hal ini Dokter, Dokter Gigi, Dokter Spesialis dan Dokter Gigi

In
A
Spesialis ;-----

2 Bahwa Ikatan Dokter Indonesia (IDI) adalah satu-satunya organisasi profesi


ah

lik
bagi dokter di seluruh wilayah Indonesia seperti yang termaktub dalam
am

ub
Undang Undang Nomor 29 tahun 2004, tentang Praktik Kedokteran. Pasal 1

angka 12 Undang Undang Nomor 29 tahun 2004, menyatakan:


ep
k

“Organisasi profesi adalah Ikatan Dokter Indonesia untuk dokter dan


ah

Persatuan Dokter Gigi Indonesia untuk dokter gigi”, dan Pasal 9 Anggaran
R

si
Dasar IDI yang berbunyi; ”Ikatan Dokter Indonesia merupakan satu-satunya

ne
ng

organisasi profesi kedokteran di

Indonesia”;------------------------------------------------------------

do
gu

3 Bahwa Ikatan Dokter Indonesia adalah badan hukum perdata sebagaimana

Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia


In
A

Nomor AHU-100.AH.01.06. Tahun 2009, tentang Pengesahan Ikatan


ah

lik

tertanggal 26 Agustus 2009, sebagaimana yang termuat dalam Tambahan

Berita Negara Republik Indonesia tanggal 10 Nopember 2009 Nomor


m

ub

90;------------------------------------------------------
ka

4 Bahwa Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sebagaimana diatur dalam Pasal 7


ep

angka 2 Anggaran Dasar IDI bertujuan untuk ”Memadukan segenap potensi


ah

dokter di Indonesia, meningkatkan harkat, martabat, dan kehormatan diri dan


R

es

profesi dokter di Indonesia, mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi


M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 6
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
kedokteran, dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan rakyat Indonesia

si
menuju masyarakat sehat dan

sejahtera”;--------------------------------------------------------------------------------

ne
ng
5 Bahwa Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memiliki fungsi sebagai pemersatu,

do
gu pembina dan pemberdaya dokter Indonesia (vide Pasal 10 Anggaran Dasar

IDI), dan memiliki peran sebagai organisasi yang mendorong peningkatan

In
A
peran dokter yang meliputi peran profesional medis, agen pembaharu (agent

of change), dan pelaku pembangunan di bidang kesehatan (vide Pasal 11


ah

lik
Anggaran Dasar IDI);------------------
am

ub
6 Bahwa untuk mewujudkan tujuannya, IDI mendirikan cabang-cabang di

seluruh Indonesia, salah satunya IDI Wilayah Jambi yang sesuai dengan
ep
k

Anggaran Rumah Tangga (ART) IDI Pasal 27 angka 4 mempunyai tugas dan
ah

wewenang untuk melakukan advokasi kebijakan kesehatan di wilayahnya ;


R

si
-----------------------------------------------------------

ne
ng

7 Bahwa berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Besar Ikatan Dokter

Indonesia Nomor 1138/PB/A4/05/2014 tentang Pengesahan Ketua Ikatan

do
gu

Dokter Indonesia Wilayah Jambi Masa Bakti Tahun 2014-2017 tertanggal 22

Mei 2014, memutuskan mensahkan dr. H. DERI MULYADI, S.H., MH.


In
A

Kes., M.Kes., Sp.OT sebagai Ketua IDI Wilayah


ah

lik

Jambi;-------------------------------------------------------------------------------------

8 Bahwa mengacu kepada Pasal 34 ayat (1) Undang Undang Nomor 44


m

ub

Tahun 2009, tentang Rumah Sakit yang menegaskan bahwa ”Kepala Rumah
ka

Sakit harus seorang tenaga medis yang mempunyai kemampuan dan keahlian
ep

dibidang perumahsakitan”, sedangkan berdasarkan Obyek Sengketa, yang


ah

diangkat menjadi Direktur Rumah Sakit Umum Mayjen H.A Thalib Kerinci
es
M

ng

on

Halaman | 7 dari 85 Halaman Putusan Nomor:11/G/2015/PTUN.JBI


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 7
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
bukanlah seorang tenaga medis, tetapi seorang

si
Apoteker;------------------------------

9 Bahwa dengan demikian kepentingan PENGGUGAT jelas dirugikan, maka

ne
ng
sebagai badan hukum perdata, PENGGUGAT dapat mengajukan gugatan ke

do
gu Pengadilan, hal ini sesuai dengan ketentuan Pasal 53 ayat (1) Undang Undang

Nomor 51 Tahun 2009, tentang Perubahan Kedua Undang Undang

In
A
Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1986, tentang Peradilan Tata Usaha

Negara, menyatakan : “Seseorang atau badan hukum perdata yang merasa


ah

lik
kepentingannya dirugikan oleh suatu keputusan Tata Usaha Negara dapat
am

ub
mengajukan gugatan tertulis kepada pengadilan yang berwenang yang isi

tuntutan agar keputusan Tata Usaha Negara yang disengketakan itu


ep
k

dinyatakan batal atau tidak sah dengan atau tanpa disertai tuntutan ganti
ah

rugi dan/atau rehabilitasi”;------------------------------


R

si
C KEDUDUKAN HUKUM TERGUGAT

ne
ng

1 Bahwa Pasal 1 butir 3 Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014, tentang

Pemerintahan Daerah, sebagaimana diubah terakhir dengan Undang

do
gu

Undang Nomor 9 Tahun 2015, (Undang Undang Pemda) menyatakan

“Pemerintah Daerah adalah kepala daerah sebagai unsur penyelenggara


In
A

Pemerintahan Daerah yang memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan


ah

lik

yang menjadi kewenangan daerah otonom”; -----

2 Bahwa Pasal 1 butir 3 Undang Undang Pemda, sejauh yang relevan


m

ub

dengan gugatan ini, selanjutnya dirinci badan atau pejabat tata usaha
ka

negara sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 1 angka (8) Undang


ep

Undang Nomor 5 Tahun 1986, tentang Peradilan Tata Usaha Negara


ah

sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 51 Tahun


es

2009;---------------------------------------------------------------
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 8
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
3 Bahwa TERGUGAT adalah kepala daerah sebagai unsur penyelenggara

si
Pemerintahan Daerah, sebagaimana yang dimaksud dalam Undang

Undang Pemda. Selanjutnya Pasal 4 ayat (2) Undang Undang Pemda

ne
ng
menyatakan: “Daerah kabupaten/kota selain berstatus sebagai Daerah

do
gu juga merupakan Wilayah Administratif yang menjadi wilayah kerja bagi

bupati/wali kota dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan umum di

In
A
wilayah Daerah kabupaten/kota.”; -----------------

4 Bahwa dengan demikian, dilihat dari sudut hukum administrasi negara,


ah

lik
nyatalah bahwa TERGUGAT sebagai Bupati Kerinci adalah “Pejabat Tata
am

ub
Usaha Negara” sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 1 angka (7)

Undang Undang Nomor 51 Tahun 2009, tentang Perubahan Kedua atas


ep
k

Undang Undang Nomor 5 Tahun 1986, tentang Peradilan Tata Usaha


ah

Negara;-------------------------------------------------------------------
R

si
D DASAR GUGATAN

ne
ng

Adapun alasan-alasan diajukannya gugatan a quo adalah sebagai berikut : ---

1 Bahwa TERGUGAT selaku Badan atau Pejabat TUN telah menerbitkan

do
gu

Putusan Tata Usaha Negara yang merupakan Obyek Sengketa tertanggal 17

Juni 2015, dan memutuskan untuk mengangkat Drs. Noviar Zen,


In
A

Apt., MM., sebagai Direktur Rumah Sakit Umum Mayjen H.A Thalib
ah

lik

Kerinci;------------------------------------------------------------------------

2 Bahwa Obyek Sengketa yang diterbitkan oleh TERGUGAT tersebut adalah


m

ub

Obyek Sengketa Tata Usaha Negara, sebagaimana yang ditentukan oleh Pasal
ka

1 angka (9) Undang Undang Nomor 5 Tahun 1986, tentang Peradilan Tata
ep

Usaha Negara sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 51


ah

Tahun 2009, yang merupakan tindakan hukum, bersifat konkrit, individual


es

dan final, serta menimbulkan akibat


M

ng

on

Halaman | 9 dari 85 Halaman Putusan Nomor:11/G/2015/PTUN.JBI


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 9
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
hukum ;------------------------------------------------------------------------------------

si
---

a Konkrit, karena Obyek Sengketa tersebut nyata-nyata dibuat oleh

ne
ng
TERGUGAT, tidak abstrak tetapi berwujud tertentu dan dapat ditentukan apa

do
gu yang harus dilakukan berdasarkan Keputusan a quo ;--

b Individual, bahwa Obyek Sengketa tersebut ditujukan kepada Drs.

In
A
Noviar Zen, Apt, MM yang diangkat sebagai Direktur Rumah Sakit Umum

Mayjen H.A Thalib Kerinci ; -----------------------------------------------


ah

lik
c Final, karena Obyek Sengketa sudah berlaku definitif dan menimbulkan suatu
am

ub
akibat hukum;------------------------------------------------

3 Bahwa berdasarkan Pasal 1 angka 5 Undang Undang Nomor 5 Tahun 1986,


ep
k

tentang Peradilan Tata Usaha Negara jo Pasal 1 angka 9 Undang Undang


ah

Nomor 51 Tahun 2009, tentang Perubahan Kedua Undang Undang Nomor 5


R

si
Tahun 1986, tentang Peradilan Tata Usaha Negara mendefenisikan keputusan

ne
ng

tata usaha negara adalah, ”suatu penetapan tertulis yang dikeluarkan oleh

badan atau pejabat tata usaha negara yang berisi tindakan hukum yang

do
gu

berdasarkan Peraturan Perundang Undangan yang berlaku, yang bersifat

konkrit, induvidual, dan final, yang membawa akibat hukum bagi seseorang
In
A

atau badan hukum perdata” ;----


ah

lik

4 Bahwa berdasarkan defenisi dalam posita angka 3 (tiga), maka Obyek

Sengketa adalah sebuah keputusan tertulis yang berisi penetapan tertulis


m

ub

(beschikking) dan langsung berlaku sejak dikeluarkan oleh pejabat yang


ka

membuatnya
ep

(einmalig);-----------------------------------------------------------------
ah

es
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 10
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
5 Bahwa Obyek Sengketa BERTENTANGAN DENGAN BEBERAPA

si
PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DI BAWAH INI :

ne
ng
-----------------

1 Bertentangan dengan Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014,

do
gu tentang Pemerintahan Daerah ; --------------------------------------------

Bahwa Pasal 67 menyatakan :------------------------------------------------

In
A
Kewajiban kepala daerah dan wakil kepala daerah meliputi :---------
ah

lik
e. menerapkan prinsip tata pemerintahan yang bersih dan baik;-----

Bahwa berdasarkan Undang Undang Nomor 28 Tahun 1999, tentang


am

ub
penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari Korupsi, Kolusi dan

Nepotisme dijelaskan bahwa “Asas umum pemerintah yang baik adalah


ep
k

asas yang menjunjung tinggi norma kesusilaan, kepatutan, dan norma


ah

R
hukum, untuk mewujudkan Penyelenggara Negara yang bersih dan bebas

si
dari korupsi, kolusi, dan nepotisme”. Dalam Pasal 3 Undang Undang

ne
ng

Nomor 28 Tahun 1999, dijelaskan tentang asas umum penyelenggaraan

do
negara yaitu sebagai
gu

berikut;------------------------------------------------------------
In
A

1 Asas Kepastian Hukum adalah asas dalam negara hukum yang

mengutamakan landasan Peraturan Perundang Undangan, kepatutan,


ah

lik

dan keadilan dalam setiap kebijakan Penyelenggara Negara.

Maksudnya asas ini menghendaki dihormatinya hak yang telah


m

ub

diperoleh seseorang berdasarkan suatu keputusan badan atau pejabat


ka

ep

administrasi Negara ; ------


ah

es
M

ng

on

Halaman | 11 dari 85 Halaman Putusan Nomor:11/G/2015/PTUN.JBI


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 11
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
2 Asas Tertib Penyelenggaraan Negara adalah asas yang menjadi

si
landasan keteraturan, keserasian, dan keseimbangan dalam

ne
ng
pengendalian Penyelenggara Negara ; ------------------------

3 Asas Kepentingan Umum adalah asas yang mendahulukan

do
gu kesejahteraan umum dengan cara yang aspiratif, akomodatif, dan

selektif. Maksudnya asas ini menghendaki pemerintah harus

In
A
mengutamakan kepentingan umum terlebih dahulu ; -------
ah

4 Asas Keterbukaan adalah asas yang membuka diri terhadap hak

lik
masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar, jujur, dan tidak
am

ub
diskriminatif tentang penyelenggaraan negara dengan tetap

memperhatikan perlindungan atas hak asasi pribadi, golongan, dan


ep
k

rahasia Negara ; ------------------------------------------


ah

5 Asas Proporsionalitas adalah asas yang mengutamakan


R

si
keseimbangan antara hak dan kewajiban Penyelenggara

ne
ng

Negara;--------------------------------------------------------------------------

6 Asas Profesionalitas adalah asas yang mengutamakan keahlian yang

do
gu

berlandaskan kode etik dan ketentuan Peraturan Perundang Undangan


In
A

yang berlaku;-------------------------------------

7 Asas Akuntabilitas adalah asas yang menentukan bahwa setiap


ah

lik

kegiatan dan hasil akhir dari kegiatan Penyelenggara Negara harus

dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat atau rakyat sebagai


m

ub

pemegang kedaulatan tertinggi negara sesuai dengan ketentuan


ka

ep

Peraturan Perundang Undangan yang


ah

berlaku;----------------------------------------------------
R

es
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 12
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
Bahwa Obyek Sengketa setidaknya bertentangan dengan Asas Kepastian

si
Hukum, Asas Tertib Penyelenggaraan Negara dan Asas

ne
ng
Profesionalitas, sehingga Obyek Sengketa a quo haruslah

dibatalkan;--------------------------------------------------------------------------

do
gu 2 Bertentangan dengan Undang Undang Nomor 44 Tahun 2009,

tentang Rumah Sakit juncto Undang Undang Nomor 36 Tahun

In
A
2014, tentang Tenaga Kesehatan;-----------------------------------------
ah

lik
a Bahwa Pasal 34 ayat (1) Undang Undang Nomor 44 Tahun 2009,

tentang Rumah Sakit menyatakan “Kepala Rumah Sakit harus


am

ub
seorang tenaga medis yang mempunyai kemampuan dan keahlian di

bidang perumahsakitan”. Pada bagian penjelasan pasal tersebut


ep
k

dinyatakan “cukup jelas”. Ini berarti dari teknis Peraturan Perundang


ah

R
Undangan tidak terdapat tafsiran lain dari bunyi Pasal 34 ayat (1)

si
Undang Undang Nomor 44 Tahun 2009, tersebut ;

ne
ng

--------------------------------------

do
b Bahwa Pasal 64 (1) Undang Undang Nomor 44 Tahun 2009, tentang
gu

Rumah Sakit menyatakan ”Pada saat Undang Undang ini berlaku,


In
A

semua Rumah Sakit yang sudah ada harus menyesuaikan dengan

ketentuan yang berlaku dalam Undang Undang ini, paling lambat


ah

lik

dalam jangka waktu 2 (dua) tahun setelah Undang Undang ini

diundangkan”; ---------------------------
m

ub

Bahwa rumusan pasal ini memiliki makna bahwa terhitung 2


ka

ep

(dua) tahun sejak Undang Undang ini diberlakukan pada tanggal 28


ah

Oktober 2009, atau terhitung sejak tanggal tanggal 28 Oktober 2011,


R

seluruh pengangkat Kepala (Direktur) Rumah Sakit harus mengacu


es
M

ng

on

Halaman | 13 dari 85 Halaman Putusan Nomor:11/G/2015/PTUN.JBI


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 13
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
kepada Pasal 34 ayat (1) Undang Undang Nomor 44 Tahun

si
2009 ;-----------------------------

ne
ng
c Bahwa defenisi dari tenaga medis dapat dibaca dari beberapa

Peraturan Perundang Undangan berikut : ----------------------------

do
gu 1 Pasal 11 ayat (2) Undang Undang Nomor 36 Tahun

2014, tentang Tenaga Kesehatan;

In
A
------------------------------
ah

lik
Jenis Tenaga Kesehatan yang termasuk dalam kelompok tenaga

medis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri atas


am

ub
dokter, dokter gigi, dokter spesialis, dan dokter gigi

spesialis.---------------------------------------------------
ep
k

2 Pasal 2 ayat (2) PP Nomor 32 Tahun 1996,


ah

tentangTenaga
R

si
Kesehatan;----------------------------------------

ne
ng

Tenaga medis meliputi dokter dan dokter gigi ; ----------------

3 Pasal 1 Peraturan Menteri Kesehatan Republik

do
gu

Indonesia Nomor 262 Tahun 1979 ;


In
A

----------------------------

Tenaga medis adalah lulusan fakultas kedokteran atau


ah

lik

kedokteran gigi dan pascasarjananya yang memberikan


m

ub

pelayanan medis dan pelayanan penunjang medis ; ---------

4 Pasal 1 angka 11 Peraturan Menteri Kesehatan


ka

ep

Republik Indonesia Nomor 971/MENKES/PER/


ah

XI/2009, tentang Standar Kompetensi Pejabat


R

es

Struktural
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 14
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
Kesehatan;-----------------------------------------------------

si
---------

ne
ng
Tenaga Medis adalah Dokter, Dokter Gigi, Dokter Spesialis dan

Dokter Gigi Spesialis;--------------------------------------------

do
gu d Bahwa Pasal 2 Undang Undang Nomor 44 Tahun 2009, tentang

Rumah Sakit mengatur “Rumah Sakit diselenggarakan berasaskan

In
A
Pancasila dan didasarkan kepada nilai kemanusiaan, etika dan
ah

profesionalitas, manfaat, keadilan, persamaan hak dan anti

lik
diskriminasi, pemerataan, perlindungan dan keselamatan pasien, serta
am

ub
mempunyai fungsi sosial”. Dalam bagian penjelasan Pasal tersebut

berbunyi; “Yang dimaksud dengan ”nilai etika dan profesionalitas”


ep
k

adalah bahwa penyelenggaraan rumah sakit dilakukan oleh tenaga


ah

kesehatan yang memiliki etika profesi dan sikap profesional, serta


R

si
mematuhi etika rumah

ne
ng

sakit”;---------------------------------------------------------------------------

e Bahwa Direktur Rumah Sakit yang diangkat dan dilantik oleh

do
gu

TERGUGAT sebagaimana yang tersebut dalam Obyek Sengketa


In
A

bukanlah seorang tenaga medis, tetapi adalah seorang Apoteker dan

Magister Manajemen. Apoteker dan Magister Manajemen tidaklah


ah

lik

termasuk kepada tenaga medis serta dianggap mempunyai kemampuan

dan keahlian di bidang perumahsakitan ;


m

ub

--------------------------------------------------
ka

ep

f Bahwa Apoteker bukanlah tenaga medis, tetapi termasuk ke dalam


ah

Kelompok Tenaga Kefarmasian, hal mana dapat dilihat dalam


R

es
M

ng

on

Halaman | 15 dari 85 Halaman Putusan Nomor:11/G/2015/PTUN.JBI


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 15
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
beberapa Peraturan Perundang Undangan berikut

si
ini :---------------------------------------------------------------------

1 Pasal 11 ayat (6) Undang

ne
ng
Undang Nomor 36 Tahun

do
gu 2014 ;--------------------------------

--------------------------------------

In
A
Jenis Tenaga Kesehatan yang termasuk dalam kelompok tenaga
ah

lik
kefarmasian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e terdiri

atas apoteker dan tenaga teknis


am

ub
kefarmasian;-------------------------------------------------------------

2 Penjelasan Pasal 62 ayat (1)


ep
k

huruf a Undang Undang


ah

R
Nomor 36 Tahun 2014 ;

si
----------------------------------------

ne
ng

----

do
Apoteker memiliki kewenangan untuk melakukan pekerjaan
gu

kefarmasian ; ---------------------------------------------
In
A

3 Pasal 1 angka 5 PP Nomor 51

Tahun 2009, tentang Pekerjaan


ah

lik

Kefarmasian;----------------------
m

ub

----------------------

Apoteker adalah sarjana farmasi yang telah lulus sebagai


ka

ep

Apoteker dan telah mengucapkan sumpah jabatan


ah

Apoteker;-----------------------------------------------------------------
R

es
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 16
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
4 Pasal 2 ayat (4) PP Nomor 32

si
Tahun 1996, Tenaga

ne
ng
Kesehatan ;

----------------------------------------

do
gu --------------------

Tenaga kefarmasian meliputi apoteker, analis farmasi dan

In
A
asisten apoteker;-------------------------------------------------------
ah

lik
3 Bertentangan dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik

Indonesia Nomor 971/MENKES/PER/XI/2009, tentang Standar


am

ub
Kompetensi Pejabat Struktural Kesehatan ;---------------------------

a Bahwa salah satu tujuan pembentukan Peraturan


ep
k

Menteri Kesehatan Nomor 971/MENKES/PER/


ah

R
XI/2009, tentang Standar Kompetensi Pejabat

si
Struktural Kesehatan adalah sebagai pedoman

ne
ng

bagi Kepala Daerah dalam pengisian jabatan

do
Kepala (Direktur) Rumah Sakit, hal mana dapat
gu

dibaca dalam konsideran menimbang huruf b


In
A

Permenkes ini yang

menyatakan :------------------------------------------
ah

lik

-------------------------

“bahwa ketentuan Pasal 9 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 38


m

ub

Tahun 2007, tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara


ka

ep

Pemerintah, Pemerintah Daerah Propinsi dan Pemerintah Daerah

Kabupaten/Kota mengamanatkan pemerintah untuk mengatur


ah

es
M

ng

on

Halaman | 17 dari 85 Halaman Putusan Nomor:11/G/2015/PTUN.JBI


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 17
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
Norma, Standar, Prosedur, Kriteria Bidang Kesehatan” ;

si
-------------------------------------------------------

b Bahwa Pasal 10 ayat (1) dan (2) menyatakan

ne
ng
sebagai berikut ;--

do
gu 1 Direktur Rumah Sakit harus seorang tenaga medis yang

mempunyai kemampuan dan keahlian di bidang perumah-

In
A
sakitan;----------------------------------------------------------------

------
ah

lik
2 Direktur Rumah Sakit telah mengikuti pelatihan perumah-
am

ub
sakitan meliputi Kepemimpinan, Kewirausahaan, Rencana

Strategis Bisnis, Rencana Aksi Strategis, Rencana


ep
k

Implementasi dan Rencana Tahunan, Tatakelola Rumah


ah

Sakit, Standar Pelayanan Minimal, Sistem Akuntabilitas,


R

si
Sistem Remunerasi Rumah Sakit, Pengelolaan Sumber Daya

ne
ng

Manusia;------------------------------------------------------------

1 Bertentangan dengan Surat Edaran Gubernur Jambi Nomor

do
gu

S-448/1279/DINKES-4.2/V/2015 tanggal 23 Mei 2015;-

a Bahwa Surat Edaran


In
A

Gubernur Jambi Nomor


ah

lik

S-448/1279/

DINKES-4.2/V/2015
m

ub

tanggal 23 Mei 2015,


ka

yang ditujukan kepada


ep

seluruh Bupati/Walikota
ah

se-propinsi Jambi angka


es

1 dan 2 berbunyi sebagai


M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 18
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
berikut :---------------------

si
----------------

1 Menurut Undang Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009,

ne
ng
tentang Rumah Sakit, Pasal 34 ayat 1 (satu) bahwa Kepala Rumah

do
gu Sakit harus seorang tenaga medis yang mempunyai kemampuan dan

keahlian di bidang perumahsakitan;---------------------------

In
A
2 Tenaga medis yang dimaksud adalah Dokter/Dokter gigi, sehubungan

dengan hal tersebut, maka diminta kepada Bupati/Walikota dalam


ah

lik
pengangkatan Kepala Rumah Sakit agar sesuai dengan ketentuan
am

ub
perundangan yang berlaku;--------------------------------------

a Bahwa hanya dalam


ep
k

waktu 26 hari sejak Surat


ah

Edaran Gubernur Jambi


R

si
Nomor: S-448/1279/

ne
ng

DINKES-4.2/V/2015

tanggal 23 Mei 2015,

do
gu

disampaikan oleh

Gubernur Jambi,
In
A

TERGUGAT
ah

lik

menerbitkan Obyek

Sengketa. Penerbitan
m

ub

Obyek Sengketa ini jelas-


ka

jelas bertentangan dengan


ep

Surat Edaran Gubernur


ah

Jambi Nomor:
R

es

S-448/1279/DINKES-4.2/
M

ng

on

Halaman | 19 dari 85 Halaman Putusan Nomor:11/G/2015/PTUN.JBI


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 19
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
V/2015 tanggal 23 Mei

si
2015 ;

-------------------------------

ne
ng
----

do
gu
E MOHON PENUNDAAN PELAKSANAN OBYEK SENGKETA

a Bahwa berdasarkan Pasal 67 ayat (2) Undang Undang Nomor 5 Tahun

In
A
1986, tentang Peradilan Tata Usaha Negara menyebutkan; “PENGGUGAT dapat
ah

mengajukan permohonan agar pelaksanaan Keputusan Tata Usaha Negara itu

lik
ditunda selama pemeriksaan sengketa Tata Usaha Negara sedang berjalan,
am

ub
sampai ada putusan Pengadilan yang memperoleh kekuatan hukum tetap” ;

-------------------
ep
k

b Bahwa berdasarkan Pasal 67 ayat (4) a Undang Undang Nomor 5 Tahun


ah

1986, tentang Peradilan Tata Usaha Negara permohonan sebagaimana yang


R

si
dimaksud dalam ayat (2) ; “Dapat dikabulkan hanya apabila terdapat keadaan

ne
ng

yang sangat mendesak yang mengakibatkan kepentingan penggugat sangat

dirugikan jika Keputusan Tata Usaha Negara yang digugat itu tetap

do
gu

dilaksanakan” ;

c Bahwa guna menjalankan tugas Rumah Sakit dalam memberikan pelayanan


In
A

kesehatan perorangan secara paripurna sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 4


ah

lik

Undang Undang Nomor 44 Tahun 2009, Tentang Rumah Sakit, PENGGUGAT

memohonkan penundaan pelaksanaan Surat Keputusan Bupati Kerinci Nomor:


m

ub

821.23/14/pp-BKD tentang Pengangkatan, Pemindahan,dan Pemberhentian


ka

Pejabat Struktural Eselon III dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kerinci


ep

sepanjang yang tertuang dalam Lampiran Keputusan Bupati Kerinci Nomor:


ah

821.23/14/pp-BKD tanggal 17 Juni 2015, tentang Pengangkatan,Pemindahan,dan


es

Pemberhentian Pejabat Struktural Eselon III dilingkungan Pemerintah Kabupaten


M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 20
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
Kerinci Nomor Urut 21 atas Nama Drs.Noviar Zen, Apt.,MM., sebagai Direktur

si
Rumah Sakit Umum Mayjen H.A.Thalib

Kerinci;-----------------------------------------------

ne
ng
d Bahwa pengangkatan kepala/ direktur rumah sakit bukan tenaga medis

do
gu
mengakibatkan terhambat atau tidak dapat dilakukannya proses akreditasi rumah

sakit hal ini sebagaimana yang termaktub dalam buku standar akreditasi rumah

In
A
sakit yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

bekerjasama dengan Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) tahun 2012,


ah

lik
berdasarkan Keputusan Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan Nomor
am

ub
H.K.02.04/I/2790/11 tentang Standar Akreditasi Rumah Sakit Direktur Jenderal

Bina Upaya Kesehatan. Daftar Isi ; II.Kelompok Standar Manajemen Rumah


ep
k

Sakit, BAB 3 Tata Kelola Kepemimpinan dan Pengaturan, Kepemimpinan


ah

Rumah Sakit, Standar TKP.2, halaman 152, “Seorang manajer senior atau
R

si
direktur bertanggung jawab untuk menjalankan rumah sakit dan mematuhi

ne
ng

Undang Undang dan peraturan yang berlaku”. Dengan konsekuensinya jika

kepala rumah sakit bukan tenaga medis berarti tidak sesuai dengan Pasal 34 ayat

do
gu

1 Undang Undang Nomor 44 tahun 2009, tentang Rumah Sakit Pasal 34 ayat (1)

”Kepala Rumah Sakit harus seorang tenaga medis yang mempunyai kemampuan
In
A

dan keahlian dibidang perumahsakitan”, maka Komite Akreditasi Rumah Sakit


ah

lik

(KARS) tidak akan melaksanakan akreditasi sehingga tujuan akreditasi rumah

sakit berdasarkan Pasal 2 Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia


m

ub

Nomor 012 tahun 2012, tentang Akreditasi Rumah sakit :---


ka

a Meningkatkan mutu pelayanan Rumah


ep

sakit;--------------------------------
ah

b Meningkatkan keselamatan pasien Rumah


R

es

sakit;---------------------------
M

ng

on

Halaman | 21 dari 85 Halaman Putusan Nomor:11/G/2015/PTUN.JBI


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 21
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
c Meningkatkan perlindungan bagi pasien, masyarakat, sumber daya

si
manusia Rumah Sakit dan Rumah Sakit sebagai institusi, dan;--------

d Mendukung Program pemerintah dibidang Kesehatan tidak dapat

ne
ng
tercapai dan merugikan Rumah Sakit Umum Mayjen H.A. Thalib

do
gu Kerinci serta Masyarakat

Kerinci;------------------------------------------------

In
A
a Bahwa tanggung jawab dan pelimpahan kewenangan medis kepada para medis

tidak dapat dilakukan jika kepala rumah sakit bukan tenaga medis seperti
ah

lik
pelimpahan kewenangan medis penata/perawat anastesi pada saat operasi
am

ub
pembedahan sebagaimana yang termaktub dalam Peraturan Menteri Kesehatan

Republik Indonesia Nomor 519/MENKES/PER/III/2011 tentang Pedoman


ep
k

Penyelenggaraan Pelayanan Anestesiologi dan Terapi Intensif di Rumah Sakit


ah

dalam BAB III pengorganisasian huruf B tugas dan tanggung jawab angka 2,
R

si
“Koordinator pelayanan adalah dokter spesialis anestesiologi. Jika tidak ada

ne
ng

dokter spesialis anestesiologi maka koordinator pelayanan ditetapkan oleh

direktur rumah sakit yang diatur dalam peraturan internal rumah sakit”. Artinya

do
gu

direktur bertanggung jawab terhadap pelimpahan kewenangan medis kepada

penata/perawat anastesi dan jika direktur rumah sakit bukan tenaga medis maka
In
A

pelaksanaan operasi tidak dapat dilakukan atau jika dilakukan terjadinya


ah

lik

malapraktek yang merugikan masyarakat/pasien. Begitu juga kita analogikan

dengan pelimpahan kewenangan medis kepada para medis


m

ub

lain;------------------------------------------------------------
ka

b Bahwa pengangkatan direktur Rumah Sakit yang bukan merupakan tenaga medis
ep

secara langsung/tidak langsung akan memiliki implikasi terhambatnya dana atau


ah

proyek APBN/APBD terhadap rumah sakit dan dalam hal ini akan menghambat
R

es

pemenuhan sarana dan prasarana yang ada pada rumah sakit tersebut, seperti
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 22
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
pengadaan alat-alat kesehatan atau pembangunan

si
fisik;---------------------------------

c Bahwa Oleh sebab itu, PENGGUGAT dengan ini mengajukan permohonan

ne
ng
kepada Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Jambi/ Majelis Hakim yang

do
gu
memeriksa dan mengadili perkara a quo, kiranya berkenaan menunda pelaksaan

Surat Keputusan Bupati Kerinci Nomor: 821.23/14/pp-BKD tentang

In
A
Pengangkatan, Pemindahan,dan Pemberhentian Pejabat Struktural Eselon III

dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kerinci sepanjang yang tertuang dalam


ah

lik
Lampiran Keputusan Bupati Kerinci Nomor: 821.23/14/pp-BKD tanggal 17 Juni
am

ub
2015, tentang Pengangkatan,Pemindahan, dan Pemberhentian Pejabat Struktural

Eselon III dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kerinci Nomor Urut 21 atas


ep
k

Nama Drs.Noviar Zen, Apt.,MM., sebagai Direktur Rumah Sakit Umum Mayjen
ah

H.A.Thalib Kerinci dengan alasan bahwa tidak terdapat kepentingan umum yang
R

si
terganggu apabila Obyek Sengketa ditunda pelaksanaannya;-------------------------

ne
ng

Berdasarkan dalil uraian dan alasan-alasan yang PENGGUGAT kemukakan di atas,

PENGGUGAT mohon dengan hormat kepada Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara

do
gu

Jambi melalui Majelis Hakim yang memeriksa perkara a quo untuk memanggil kami

kedua belah pihak yang bersengketa pada hari dan tanggal yang ditentukan oleh
In
A

Pengadilan ini, guna memeriksa dan mengadili sengketa Tata Usaha Negara a quo,
ah

lik

serta selanjutnya memberikan putusan yang amarnya berbunyi sebagai

berikut :-------------------------------------------------
m

ub

I DALAM
ka

PENUNDA
ep

AN :
ah

1 Mengabulkan permohonan Penundaan Pelaksanaan Obyek


es
M

Sengketa;-------------------------------------------------------------------------------
ng

on

Halaman | 23 dari 85 Halaman Putusan Nomor:11/G/2015/PTUN.JBI


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 23
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
2 Memerintahkan kepada TERGUGAT untuk menunda pelaksana Surat

si
Keputusan Bupati Kerinci Nomor: 821.23/14/pp-BKD tentang Pengangkatan,

Pemindahan dan Pemberhentian Pejabat Struktural Eselon III dilingkungan

ne
ng
Pemerintah Kabupaten Kerinci sepanjang yang tertuang dalam Lampiran

do
gu Keputusan Bupati Kerinci Nomor: 821.23/14/pp-BKD tanggal 17 Juni 2015,

tentang Pengangkatan,Pemindahan,dan Pemberhentian Pejabat Struktural

In
A
Eselon III dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kerinci Nomor Urut 21 atas

Nama Drs.Noviar Zen, Apt.,MM., sebagai Direktur Rumah Sakit Umum


ah

lik
Mayjen H.A.Thalib Kerinci selama pemeriksaan sengketa Tata Usaha Negara
am

ub
sedang berjalan sampai adanya putusan Pengadilan yang mempunyai

kekuatan hukum tetap;--------------------------------------


ep
k
ah

si
I DALAM

ne
ng

POKOK

PERKARA

do
gu

:
In
1 Mengabulkan gugatan PENGGUGAT
A

seluruhnya;--------------------------
ah

lik

2 Menyatakan batal atau tidak sah Obyek Sengketa berupa Surat

Keputusan Bupati Kerinci Nomor: 821.23/14/pp-BKD tentang


m

ub

Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pejabat Struktural


ka

ep

Eselon III dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kerinci sepanjang

yang tertuang dalam Lampiran Keputusan Bupati Kerinci


ah

Nomor: 821.23/14/pp-BKD tanggal 17 Juni 2015, tentang


es
M

Pengangkatan,Pemindahan,dan Pemberhentian Pejabat Struktural


ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 24
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
Eselon III dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kerinci Nomor Urut

si
21 atas Nama Drs.Noviar Zen, Apt.,,MM., sebagai Direktur Rumah

Sakit Umum Mayjen H.A.Thalib

ne
ng
Kerinci;-----------------------------------------------

do
gu 3 Mewajibkan kepada TERGUGAT untuk mencabut Surat Keputusan

Bupati Kerinci Nomor 821.23/14/pp-BKD tentang Pengangkatan

In
A
Pemindahan dan Pemberhentian Pejabat Struktural Eselon III

dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kerinci sepanjang yang tertuang


ah

lik
dalam Lampiran Keputusan Bupati Kerinci Nomor: 821.23/14/pp-
am

ub
BKD tanggal 17 Juni 2015 tentang Pengangkatan,Pemindahan,dan

Pemberhentian Pejabat Struktural Eselon III dilingkungan Pemerintah


ep
k

Kabupaten Kerinci Nomor Urut 21 atas Nama Drs.Noviar Zen,


ah

Apt.,MM., sebagai Direktur Rumah Sakit Umum Mayjen H.A.Thalib


R

si
Kerinci;---------------------------------------------------------------------------

ne
ng

-------

4 Menghukum TERGUGAT untuk membayar biaya perkara yang

do
gu

timbul dalam perkara

ini;--------------------------------------------------------------------
In
A

[2.2] Menimbang, bahwa terhadap gugatan Penggugat tersebut, Tergugat telah


ah

lik

mengajukan Jawabannya tertanggal 27 Oktober 2015, yang pada pokoknya

mengemukakan hal-hal sebagai berikut: -----------------------------------


m

ub
ka

I DALAM EKSEPSI :
ep

Gugatan Penggugat Kabur (Abscuur) dan Tidak Memiliki Kedudukan Hukum


ah

(Legal Standing) ; ---------------------------------------------------------------


es
M

ng

on

Halaman | 25 dari 85 Halaman Putusan Nomor:11/G/2015/PTUN.JBI


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 25
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
1 Bahwa Penggugat Menolak seluruh dalil-dalil gugatan Penggugat ; -----

si
2 Bahwa berdasarkan penjelasan pasal 1 angka 3 Undang Undang Nomor 5

Tahun 1986, Tentang Peradilan Tata Usaha Negara, diuraikan bahwa

ne
ng
Keputusan yang dikeluarkan oleh Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara

do
gu menunjuk kepada siapa Keputusan Tata Usaha Negara itu ditujukan dan apa

yang ditetapkan di dalamnya ; --------------

In
A
3 Bahwa Keputusan Tata Usaha tersebut dapat menimbulkan hak dan

kewajiban kepada orang lain ; ------------------------------------------------------


ah

lik
4 Bahwa Keputusan Tata Usaha Negara tersebut haruslah bersifat : ------
am

ub
A Konkrit, artinya Keputusan Tata Usaha Negara tersebut tidak bersifat

abstrak, tetapi yang berwujud, tertentu atau dapat ditentukan, umpamanya


ep
k

pemberhentian si Badu sebagai Pegawai;-


ah

B Individual artinya Keputusan Tata Usaha Negara itu tidak ditujukan untuk
R

si
umum, tetapi tertentu baik alamat maupun hal yang dituju;----

ne
ng

C Final artinya sudah definitif atau karenanya dapat menimbulkan akibat

hukum;-----------------------------------------------------------------------

do
gu

5 Bahwa dari uraian di atas, terkait dengan kedudukan hukum (legal

standing) Penggugat dalam perkara a quo menurut hemat Tergugat bahwa


In
A

Penggugat tidaklah memiliki kedudukan hukum (legal standing) untuk


ah

lik

menggugat objek sengketa yang telah dikeluarkan oleh Tergugat yaitu Surat

Keputusan Bupati Nomor: 821.23/14/pp-BKD tentang Pengangkatan,


m

ub

Pemindahan dan Pemberhentian Pejabat Struktural Eselon III di lingkungan


ka

Pemerintah Kabupaten Kerinci, sepanjang yang tertuang dalam Lampiran


ep

Keputusan Bupati Kerinci Nomor: 821.23/14/pp-BKD tanggal 17 Juni


ah

2015, tentang Pengangkatan, pemindahan dan Pemberhentian Pejabat


R

es

Struktural Eselon III di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kerinci Nomor


M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 26
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
Urut 21 atas Nama Drs. Noviar Zen, Apt., MM, sebagai Direktur Rumah

si
Sakit Umum H.A. Thalib Kerinci;-------------------------------------------------

6 Bahwa dikatakan Penggugat tidak memiliki kedudukan hukum (legal

ne
ng
Standing) karena objek sengketa a quo tidaklah ditentukan untuk

do
gu Penggugat dan ditujukan kepada Penggugat (Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Wilayah Jambi) akan tetapi bahwa objek sengketa a quo ditentukan dan

In
A
ditujukan untuk dan kepada Drs. Noviar Zen, Apt,

MM.,;------------------------------------------------------------------------------
ah

lik
7 Bahwa Menurut Pasal 1 angka 5 Undang Undang Nomor 5 Tahun 1986, jo
am

ub
Pasal 1 angka 9 Undang Undang Nomor 51 Tahun 2009, tentang Peradilan

Tata Usaha Negara, mengandung kalimat tentang definisi keputusan tata


ep
k

usaha negara, yang pada intinya keputusan tata usaha negara tersebut
ah

haruslah membawa akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum


R

si
perdata;----------------------------------------

ne
ng

8 Bahwa kalimat “membawa akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum

perdata” tidaklah dapat ditafsirkan lain, selain bahwa keputusan tata usaha

do
gu

negara tersebut haruslah membawa akibat hukum secara langsung kepada

seseorang atau badan hukum perdata ;


In
A

-------------------------------------------------------------------------------
ah

lik

9 Bahwa objek sengketa a quo, menurut Tergugat tidaklah membawa akibat

hukum secara langsung kepada Penggugat dan tidak merugikan Penggugat


m

ub

secara langsung, artinya bahwa Penggugat tidak memiliki kepentingan


ka

secara langsung, dan tidak memiliki kedudukan hukum (legal standing)


ep

untuk menggugat objek sengketa a quo ;


ah

--------------------------------------------------------------------
R

es
M

ng

on

Halaman | 27 dari 85 Halaman Putusan Nomor:11/G/2015/PTUN.JBI


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 27
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
10 Bahwa berdasarkan uraian sebagaimana tersebut di atas dan mengacu

si
kepada asas kepastian hukum dengan dikaitkan kepada peraturan

perundangan undangan yang berlaku tentang Peradilan Tata Usaha Negara,

ne
ng
Tergugat sekali lagi menegaskan pendapat, bahwa Penggugat tidak

do
gu memiliki Kedudukan Hukum (Legal Standing) untuk menggugat objek

sengketa a quo ; -------------

In
A
II DALAM POKOK GUGATAN :
ah

1 Bahwa jawaban Tergugat dalam eksepsi mohon dimasukkan dan

lik
merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam jawaban
am

ub
terhadap pokok perkara ;

------------------------------------------------------------
ep
k

2 Bahwa Tergugat menyatakan menolak seluruh dalil-dalil gugatan


ah

Penggugat, kecuali dengan tegas diakui kebenarannya oleh Tergugat


R

si
dalam jawaban ini ;

ne
ng

--------------------------------------------------------------------

3 Bahwa penggugat tidak mempunyai kedudukan hukum (legal

do
gu

standing) untuk menggugat objek sengketa a quo, karena obyek


In
sengketa a quo tidak ditujukan secara langsung kepada Penggugat, dan
A

Penggugat tidak dirugikan kepentingannya secara langsung terhadap


ah

lik

dikeluarkannya objek sengketa a

quo;--------------------------------------------
m

ub

4 Bahwa Tergugat dalam mengeluarkan obyek sengketa a quo, telah


ka

sesuai dengan prosedur sebagaimana ketentuan Peraturan Perundang


ep

Undangan yang berlaku;----------------------------------------------


ah

5 Bahwa pengangkatan, pemindahan dan pemberhentian pejabat


es
M

struktural eselon III di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kerinci oleh


ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 28
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
Tergugat telah sesuai dengan prosedur, dengan terlebih dahulu

si
membentuk Tim Badan Pertimbangan Jabatan Dan Kepangkatan

Pemerintah Kabupaten Kerinci Tahun Anggaran 2015, dengan Surat

ne
ng
Keputusan Bupati Kerinci Nomor: 820/Kep.92/2015 tanggal 7 April

do
gu 2015;------------------------------------------------------------------------------

---------

In
A
6 Bahwa pengangkatan Sdr. Drs. Noviar Zen, Apt., MM, telah melalui

proses seleksi dari Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan


ah

lik
Pemerintah Kabupaten Kerinci, karena Sdr. Drs. Noviar Zen, Apt.,
am

ub
MM, telah memenuhi syarat Kompetensi menduduki jabatan sebagai

Direktur Rumah Sakit Umum Mayjen H.A. Thalib sebagaimana


ep
k

disyaratkan oleh Pasal 10 ayat (4) huruf a, b, c dan d Peraturan


ah

Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 971/MENKES/ PER/


R

si
XI/

ne
ng

2009;------------------------------------------------------------------------------

---------

do
gu

7 Bahwa sdr. Drs. Noviar Zen, Apt., MM, telah pernah menjadi

Direktur Rumah Sakit Umum Mayjen H.A. Thalib Kabupaten Kerinci


In
A

pada tahun 2005 sampai dengan tahun 2009, (selama 4 Tahun), dan
ah

lik

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Muko Muko,

berdasarkan Keputusan Bupati Muko Muko Nomor 821.23 - 23


m

ub

Tanggal 1 April 2011, Tentang Mutasi Pejabat Eselon III di


ka

Lingkungan Pemerintah Kabupaten


ep

MukoMuko;---------------------------------------------------------------
ah

8 Bahwa sdr. Drs. Noviar Zen, Apt., MM, juga mempunyai kemampuan
R

es

dan keahlian di bidang perumahsakitan, dengan dibuktikan


M

ng

on

Halaman | 29 dari 85 Halaman Putusan Nomor:11/G/2015/PTUN.JBI


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 29
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
diperolehnya piagam dan penghargaan sebagai Pengelola Terbaik

si
RSUD se Propinsi Jambi oleh Gubernur Jambi. Dan Pengelola Terbaik

Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi oleh Menteri Pemberdayaan

ne
ng
Perempuan Republik

do
gu Indonesia;---------------------------------------------------

9 Bahwa Tergugat dalam mengangkat seseorang untuk menduduki

In
A
jabatan dilingkungan pemerintah Kabupaten Kerinci tentu melakukan

pertimbangan dan seleksi bukan saja sesuai dengan Peraturan


ah

lik
Perundang Undangan yang berlaku tapi lebih penting adalah
am

ub
bagaimana pelayanan kesehatan terhadap masayarakat dapat berjalan

dengan baik sebagaimana misi Tergugat yaitu menciptakan Kabupaten


ep
k

Kerinci Lebih Baik;------------------------------------------------------


ah

10 Bahwa dengan diangkatnya Sdr. Drs. Noviar Zen, Apt., MM, sebagai
R

si
Direktur Rumah Sakit Umum Mayjen H.A. Thalib Kabupaten Kerinci,

ne
ng

Tergugat berharap pelayanan terhadap kesehatan masyarakat dapat

lebih baik dan meningkat karena manajemen atau pengelolaan Rumah

do
gu

Sakit yang baik akan membawa pengaruh terhadap pelayanan

kesehatan masyarakat akan lebih baik pula karena yang bersangkutan


In
A

telah berpengalaman dan telah teruji memimpin Rumah Sakit selama


ah

lik

5 (lima) tahun

lebih;--------------------------------------------------------------------
m

ub

11 Bahwa Direktur Rumah Sakit Umum Mayjen H.A. Thalib Kabupaten


ka

Kerinci yang lama yaitu sdr. dr. Arman, S.PM, menurut pertimbangan
ep

Tergugat tidaklah memenuhi syarat kompetensi Direktur Rumah Sakit


ah

sebagaimana yang disyarakatkan oleh Peraturan Perundangan


R

es

Undangan karena yang bersangkutan tidak memiliki keahlian


M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 30
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
kemampuan dan keahlian di bidang

si
permahsakitan;-------------------------

12 Bahwa oleh karena Penggugat dalam membuat obyek sengketa telah

ne
ng
sesuai dengan prosedur dan kepentingan masyarakat untuk pelayanan

do
gu kesehatan yang lebih baik, karena Direktur Rumah Sakit Umum

Mayjen H.A. Thalib Kabupaten Kerinci, telah memenuhi syarat

In
A
kompetensi sebagaimana Peraturan Perundang Undangan, maka secara

mutatis dan mutandis bahwa Tergugat telah melaksanakan Asas-asas


ah

lik
Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB);-------------------------
am

ub
III DALAM PENUNDAAN.

1 Bahwa oleh Karena kedudukan Direktur sangat penting dalam pengelolaan


ep
k

manajemen Rumah Sakit agar dapat melayani kesehatan masyarakat dengan


ah

baik dan untuk kepentingan umum, maka penundaan terhadap pelaksanaan


R

si
objek sengketa a quo, sangat merugikan masyarakat umum, karena pasti akan

ne
ng

tertundanya proses pelayanan di Rumah Sakit terhadap

masyarakat;----------------------------

do
gu

2 Bahwa permohonan penundaan pelaksanaan putusan oleh Penggugat sangat

tidak rasional karena tidak ada kepentingan Penggugat yang dirugikan, serta
In
A

Penggugat tidak menguraikan secara jelas kerugian Penggugat yang


ah

lik

mendesak apabila dilaksanakannya objek sengketa a quo, untuk itu mohon

kepada Majelis Hakim yang memeriksa dan memutus perkara ini untuk
m

ub

menolak permohonan Penundaaan Pelaksanaan Objek Sengketa oleh


ka

Penggugat;-----------------------------------------------------------------------
ep
ah

es
M

ng

on

Halaman | 31 dari 85 Halaman Putusan Nomor:11/G/2015/PTUN.JBI


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 31
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
Bahwa berdasarkan dalil dalil jawaban yang telah Tergugat sampai diatas, maka

si
mohon kepada Majelis Hakim yang memeriksa dan memutus perkara ini untuk

mengambil suatu putusan sebagai berikut;-----------------------------------

ne
ng
I DALAM EKSEPSI :

do
gu
1 Menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima;-----------------------

2 Menyatakan Penggugat Tidak Memiliki Kedudukan Hukum (Legal

In
A
Standing) untuk mengajukan gugatan terhadap Obyek Sengketa a
ah

quo;-----------------------------------------------------------------------

lik
II DALAM POKOK GUGATAN :
am

ub
1 Menolak gugatan Penggugat untuk

seluruhnya;-------------------------------
ep
k

2 Menghukum Penggugat untuk membayar biaya yang timbul dalam


ah

R
perkara

si
ini;-------------------------------------------------------------------------------

ne
ng

[2.2] Menimbang, bahwa atas jawaban Tergugat, Penggugat telah mengajukan

Replik tertanggal 03 November 2015, sebagaimana selengkapnya termuat dalam

do
gu

berita acara persidangan dan Terhadap Replik tersebut, Tergugat telah mengajukan
In
A

Duplik, tertanggal 10 Nopember 2015, sebagaimana lengkapnya termuat dalam berita

acara persidangan ; ------------


ah

lik

[2.3] Bahwa terkait dengan sengketa a quo, oleh Majelis Hakim telah memanggil

pihak ketiga yang berkepentingan dalam persidangan, sebagaimana ketentuan Pasal


m

ub

83 Undang Undang Nomor 5 Tahun 1986. Sebelumnya atas dasar Permohonan dari
ka

ep

yang berkepentingan/Intervensi tertanggal 10 Nopember 2015, yang diajukan oleh

pemohon yang bernama : Drs. NOVIAR ZEN., Apt., MM., selanjutnya Majelis
ah

Hakim melalui Putusan Sela Nomor: 11/G/2015/PTUN.JBI, tanggal 17 Nopember


es
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 32
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
2015, telah menetapkan kedudukan pemohon sebagai pihak Tergugat II Intervensi ;

si
------

[2.4] Menimbang, bahwa terhadap gugatan Penggugat tersebut, pihak Tergugat II

ne
ng
Intervensi juga telah mengajukan Jawabannya tertanggal 24 Nopember 2015,

do
yang gu pada pokoknya mengemukakan hal-hal sebagai

berikut:---------------------------------------------------------------------------------------------

In
A
1. DALAM EKSEPSI :

Penggugat Tidak Memiliki Kedudukan Hukum (Legal Standing). Atau tidak


ah

lik
memiliki Persona Standi in Judicio;-----------------------------------------------------
am

ub
1. Bahwa Tergugat II Intervensi Menolak seluruh dalil-dalil gugatan

Penggugat;-------------------------------------------------------------------------------
ep
k

2. Bahwa berdasarkan penjelasan pasal 1 angka 3 Undang Undang Nomor 5


ah

R
Tahun 1986, Tentang Peradilan Tata Usaha Negara,

si
diuraikan;---------------------------------------------------------------------------------

ne
ng

3. Bahwa Keputusan yang dikeluarkan oleh Badan atau Pejabat Tata Usaha

Negara menunjuk kepada siapa Keputusan Tata Usaha Negara itu ditujukan

do
gu

dan apa yang ditetapkan di dalamnya;---------------------------


In
A

4. Bahwa Keputusan Tata Usaha tersebut dapat menimbulkan hak dan kewajiban

kepada orang lain;-------------------------------------------------------


ah

lik

5. Bahwa Keputusan Tata Usaha Negara tersebut haruslah bersifat;-------

D Konkrit, artinya Keputusan Tata Usaha Negara tersebut tidak bersifat


m

ub

abstrak, tetapi yang berwujud, tertentu atau dapat ditentukan, umpamanya


ka

ep

pemberhentian si Badu sebagai Pegawai;-

E Individual artinya Keputusan Tata Usaha Negara itu tidak ditujukan untuk
ah

umum, tetapi tertentu baik alamat maupun hal yang dituju;----


es
M

ng

on

Halaman | 33 dari 85 Halaman Putusan Nomor:11/G/2015/PTUN.JBI


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 33
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
F Final artinya sudah definitif atau karenanya dapat menimbulkan akibat

si
hukum;-----------------------------------------------------------------------

6. Bahwa dari uraian di atas, terkait dengan kedudukan hukum (legal standing)

ne
ng
atau Persona Standi in Judicio Penggugat dalam perkara a quo menurut

do
gu hemat Tergugat II Intervensi, bahwa Penggugat tidaklah memiliki kedudukan

hukum (legal standing) atau tidak memiliki Persona Standi in Judicio untuk

In
A
menggugat obyek sengketa yang telah dikeluarkan oleh Tergugat yaitu Surat

Keputusan Bupati Nomor: 821.23/14/pp-BKD tentang Pengangkatan,


ah

lik
Pemindahan dan Pemberhentian Pejabat Struktural Eselon III di lingkungan
am

ub
Pemerintah Kabupaten Kerinci, sepanjang yang tertuang dalam Lampiran

Keputusan Bupati Kerinci Nomor: 821.23/14/pp-BKD tanggal 17 Juni 2015,


ep
k

tentang Pengangkatan, pemindahan dan Pemberhentian Pejabat Struktural


ah

Eselon III di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kerinci Nomor: Urut 21 atas


R

si
Nama Drs. Noviar Zen, Apt., MM, sebagai Direktur Rumah Sakit Umum

ne
ng

Mayjen H.A. Thalib Kabupaten Kerinci;-----------------

7. Bahwa dikatakan Penggugat tidak memiliki kedudukan hukum (legal Standing)

do
gu

atau tidak memiliki Persona Standi in Judicio, karena obyek sengketa a quo

tidaklah ditentukan untuk Penggugat dan ditujukan kepada Penggugat (Ikatan


In
A

Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Jambi) akan tetapi bahwa objek sengketa a quo
ah

lik

ditentukan dan ditujukan untuk dan kepada Drs. Noviar Zen, Apt, MM. (incasu

Tergugat II Intervensi);---------
m

ub

8. Bahwa Menurut Pasal 1 angka 5 Undang Undang Nomor 5 Tahun 1986, jo


ka

Pasal 1 angka 9 Undang Undang Nomor 51 Tahun 2009, tentang Peradilan Tata
ep

Usaha Negara, mengandung kalimat tentang definisi keputusan tata usaha


ah

negara, yang pada intinya keputusan tata usaha negara tersebut haruslah
R

es
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 34
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
membawa akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum

si
perdata;------------------------------------------------------------------

9. Bahwa kalimat “membawa akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum

ne
ng
perdata” tidaklah dapat ditafsirkan lain, selain bahwa keputusan tata usaha

do
gu negara tersebut haruslah membawa akibat hukum secara langsung kepada

seseorang atau badan hukum perdata;---------------------

In
A
10.Bahwa obyek sengketa a quo, menurut Tergugat II Intervensi tidaklah

membawa akibat hukum secara langsung kepada Penggugat dan tidak


ah

lik
merugikan Penggugat secara langsung, artinya bahwa Penggugat tidak
am

ub
memiliki kepentingan secara langsung, dan tidak memiliki kedudukan hukum

(legal standing) atau tidak memiliki Persona Standi in Judicio untuk


ep
k

menggugat objek sengketa a quo;------------------------------------------


ah

11.Bahwa berdasarkan uraian sebagaimana tersebut di atas dan mengacu kepada


R

si
asas kepastian hukum dengan dikaitkan kepada Peraturan Perundangan

ne
ng

Undangan yang berlaku tentang Peradilan Tata Usaha Negara, Tergugat II

Intervensi sekali lagi menegaskan pendapat, bahwa Penggugat tidak memiliki

do
gu

Kedudukan Hukum (Legal Standing) atau tidak memiliki Persona Standi in

Judicio untuk menggugat obyek sengketa a


In
A

quo;---------------------------------------------------------------------------
ah

lik

II. DALAM POKOK GUGATAN :

1. Bahwa jawaban Tergugat II Intervensi dalam eksepsi mohon dimasukkan dan


m

ub

merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan (mutatis dan mutandis) dalam
ka

jawaban terhadap pokok gugatan;------------------------------


ep

2. Bahwa Tergugat II Intervensi menyatakan menolak seluruh dalil-dalil gugatan


ah

Penggugat, kecuali dengan tegas diakui kebenarannya oleh Tergugat II Intervensi


es
M

dalam jawaban ini;--------------------------------------------


ng

on

Halaman | 35 dari 85 Halaman Putusan Nomor:11/G/2015/PTUN.JBI


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 35
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
3. Bahwa penggugat tidak mempunyai kedudukan hukum (legal standing) atau tidak

si
memiliki Persona Standi in Judicio untuk menggugat objek sengketa a quo,

karena objek sengketa a quo tidak ditujukan secara langsung kepada Penggugat,

ne
ng
dan Penggugat tidak dirugikan kepentingannya secara langsung terhadap

do
gu
dikeluarkannya obyek sengketa a

quo;-------------------------------------------------------------------------------------------

In
A
4. Bahwa Tergugat II Intervensi berpendapat bahwa Tergugat dalam mengeluarkan

objek sengketa a quo, telah sesuai dengan prosedur sebagaimana ketentuan


ah

lik
Peraturan Perundang Undangan yang berlaku;----
am

ub
5. Bahwa pengangkatan, pemindahan dan pemberhentian pejabat struktural eselon III

di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kerinci oleh Tergugat telah sesuai dengan


ep
k

prosedur, dengan terlebih dahulu membentuk Tim Badan Pertimbangan Jabatan


ah

Dan Kepangkatan Pemerintah Kabupaten Kerinci Tahun Anggaran 2015, dengan


R

si
Surat Keputusan Bupati Kerinci Nomor: 820/Kep.92/2015 tanggal 7 April

ne
ng

2015;------------------------------------------------

6. Bahwa pengangkatan Tergugat II Intervensi, sebagai Direktur Rumah Sakit Umum

do
gu

Mayjen H.A. Thalib Kabupaten Kerinci telah melalui proses seleksi dari Badan

Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan Pemerintah Kabupaten Kerinci, karena


In
A

Tergugat II Intervensi dianggap telah memenuhi syarat Kompetensi menduduki


ah

lik

jabatan sebagai Direktur Rumah Sakit Umum Mayjen H.A. Thalib sebagaimana

disyaratkan oleh Pasal 10 ayat (4) huruf a, b, c dan d Peraturan Menteri Kesehatan
m

ub

Nomor 971/MENKES/PER/
ka

XI/2009;--------------------------------------------------------------
ep

7. Bahwa Tergugat II Intervensi selaku Pegawai Negeri Sipil berkewajiban setia


ah

(loyal) terhadap tugas dan kewajiban sesuai dengan sumpah dan janji Pegawai
R

es

Negeri Sipil yang harus siap dan patuh untuk mengemban tugas apapun yang
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 36
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
diberikan oleh negara, sepanjang untuk kepentingan bangsa dan

si
negara;-------------------------------------------------------------------------

8. Bahwa salah satu pertimbangan Tergugat II Intervensi dalam menerima/

ne
ng
mengemban tugas dan jabatan yang diberikan oleh Bupati Kerinci (incasu

do
gu
Tergugat), karena Tergugat II Intervensi telah mempunyai Pengalaman pernah

menduduki jabatan sebagai Direktur Rumah Sakit Umum Mayjen H.A. Thalib

In
A
Kabupaten Kerinci pada tahun 2005, sampai dengan tahun 2009 (selama 4 Tahun),

dan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Muko Muko, berdasarkan
ah

lik
Keputusan Bupati Muko Muko Nomor: 821.23 - 23 Tanggal 1 April 2011,
am

ub
Tentang Mutasi Pejabat Eselon III di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Muko

Muko;-------------------
ep
k

9. Bahwa Tergugat II Intervensi mempunyai kemampuan dan keahlian di bidang


ah

perumahsakitan, dengan dibuktikan diperolehnya piagam dan penghargaan sebagai


R

si
Pengelola Terbaik RSUD se Propinsi Jambi oleh Gubernur Jambi. Dan Pengelola

ne
ng

Terbaik Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi oleh Menteri Pemberdayaan

Perempuan Republik Indonesia;-----------

do
gu

10.Bahwa Tergugat dalam mengangkat Tergugat II Intervensi untuk menduduki

jabatan di lingkungan pemerintah Kabupaten Kerinci tentu melakukan


In
A

pertimbangan dan seleksi bukan saja sesuai dengan Peraturan Perundang


ah

lik

Undangan yang berlaku tapi lebih penting adalah bagaimana pelayanan kesehatan

terhadap masayarakat dapat berjalan dengan baik sebagaimana misi Tergugat yaitu
m

ub

menciptakan Kabupaten Kerinci Lebih


ka

Baik;---------------------------------------------------------------------------------------------
ep

11.Bahwa dengan diangkatnya Tergugat II Intervensi, sebagai Direktur Rumah Sakit


ah

Umum Mayjen H.A. Thalib Kabupaten Kerinci, Tergugat akan berusaha


R

es

semaksimal mungkin akan meningkatkan pelayanan terhadap kesehatan


M

ng

on

Halaman | 37 dari 85 Halaman Putusan Nomor:11/G/2015/PTUN.JBI


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 37
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
masyarakat karena Tergugat II Intervensi berpendapat, bahwa manajemen atau

si
pengelolaan Rumah Sakit yang baik akan membawa pengaruh terhadap pelayanan

kesehatan masyarakat akan lebih baik

ne
ng
pula;------------------------------------------------------------------------

do
gu
12. Bahwa oleh karena Tergugat dalam membuat obyek sengketa telah sesuai

dengan prosedur dan kepentingan masyarakat untuk pelayanan kesehatan yang

In
A
lebih baik, karena Tergugat II Intervensi diangkat menjadi Direktur Rumah

Sakit Umum Mayjen H.A. Thalib Kabupaten Kerinci oleh Tergugat dianggap
ah

lik
telah memenuhi syarat kompetensi sebagaimana Peraturan Perundang Undangan,
am

ub
maka secara mutatis dan mutandis bahwa Tergugat telah melaksanakan Asas-

asas Umum Pemerintahan yang Baik


ep
k

(AUPB);-----------------------------------------------------
ah

III. DALAM PENUNDAAN.


R

si
1. Bahwa oleh Karena kedudukan Direktur sangat penting dalam pengelolaan

ne
ng

manajemen Rumah Sakit agar dapat melayani kesehatan masyarakat dengan baik

dan untuk kepentingan umum, maka penundaan terhadap pelaksanaan obyek

do
gu

sengketa a quo, sangat merugikan masyarakat umum, karena pasti akan

tertundanya proses pelayanan di Rumah Sakit terhadap


In
A

masyarakat;---------------------------------------------------
ah

lik

2. Bahwa permohonan penundaan pelaksanaan putusan oleh Penggugat sangat tidak

rasional karena tidak ada kepentingan Penggugat yang dirugikan, serta Penggugat
m

ub

tidak menguraikan secara jelas kerugian Penggugat yang mendesak apabila


ka

dilaksanakannya objek sengketa a quo, untuk itu mohon kepada Majelis


ep

Hakim yang memeriksa dan memutus perkara ini untuk menolak permohonan
ah

Penundaaan Pelaksanaan Obyek Sengketa oleh


es

Penggugat;-----------------------------------
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 38
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
3. Bahwa berdasarkan dalil dalil jawaban yang telah Tergugat sampai di atas, maka

si
mohon kepada Majelis Hakim yang memeriksa dan memutus perkara ini untuk

dapat mengambil suatu putusan sebagai berikut;-----------

ne
ng
I. DALAM EKSEPSI :

do
gu
1. Menerima dan mengabulkan Eksepsi Tergugat II Intervensi;-----------------

2. Menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima;-------------------------

In
A
3. Menyatakan Penggugat Tidak Memiliki Kedudukan Hukum (Legal Standing)

dan Tidak Memiliki Persona Standi in Judicio untuk mengajukan gugatan


ah

lik
terhadap Obyek Sengketa a quo;-----------------------
am

ub
II. DALAM POKOK GUGATAN :
ep
k

1. Menolak gugatan Penggugat untuk seluruhnya ; ------------------------------


ah

2. Menghukum Penggugat untuk membayar biaya yang timbul dalam perkara


R

si
ini ; ------------------------------------------------------------------------------

ne
ng

[2.5] Menimbang, bahwa atas jawaban dari Tergugat II Intervensi, Penggugat

mengajukan bantahan (replik) secara lisan, demikian pula pihak Tergugat II

do
gu

Intervensi juga telah mengajukan bantahan (duplik) secara lisan di muka persidangan

tanggal 24 November 2015, sebagaimana lengkapnya termuat dalam berita acara


In
A

persidangan ; -----------------------------------------------
ah

lik

[2.6] Menimbang, bahwa untuk menguatkan dalil-dalil gugatannya, Penggugat

telah mengajukan alat bukti surat berupa fotokopi surat yang telah dicocokkan
m

ub

dengan aslinya kecuali bukti-bukti yang tidak ada aslinya dicocokan dengan
ka

bandingannya, dan telah dilegalisir serta bermeterai cukup, bukti-bukti tersebut diberi
ep

tanda P-1 sampai dengan P-13 sebagai


ah

berikut;---------------------------------------------------------------------------------------------
es
M

1. Bukti P-1 : Fotokopi sesuai


ng

on

Halaman | 39 dari 85 Halaman Putusan Nomor:11/G/2015/PTUN.JBI


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 39
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
dengan asli Standar
Akreditasi Rumah

si
Sakit;------------------
--------

ne
ng
2. Bukti P-2 Fotokopi sesuai
dengan asli
Keputusan Direktur

do
gu Jenderal Bina Upaya
Kesehatan Nomor
HK.02. 04/

In
A
I/2799/11 Tentang
Standar Akreditasi
Rumah Sakit
ah

lik
Direktur Jenderal
Bina Upaya
Kesehatan;-----------
am

ub
---
3. Bukti P-3 Fotokopi dari
fotokopi Keputusan
ep
k

Menteri Hukum Dan


Hak Asasi Manusia
ah

Republik Indonesia
R

si
Nomor
AHU-100.AH.01.06

ne
ng

Tahun 2009 Tentang


Pengesahan Ikatan
Menteri Hukum Dan

do
gu

Hak Asasi Manusia


Republik
Indonesia;------------
In
A

-------------------------
--------
4. Bukti P-4 Fotokopi dari
ah

lik

fotokopi Anggaran
Dasar dan Anggaran
Rumah Tangga.
m

ub

Hasil Muktamar
Dokter Indonesia
ka

XXVII Tahun
ep

2012;---------
5. Bukti P-5 Fotokopi dari
ah

fotokopi Surat
R

Keputusan Ketua
es

Umum Pengurus
M

ng

Besar Ikatan Dokter


on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 40
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
Indonesia No.001/
KU/PBIDI/12/2006

si
Tentang Susunan
dan Personalia

ne
ng
Pengurus Besar
Ikatan Dokter
Indonesia Masa

do
gu Bakti
2006-2009;-----------
-------------------------

In
A
-------
6. Bukti P-6 Fotokopi dari
fotokopi Ketetapan
ah

lik
Muktamar Dokter
Indonesia XXVII
No.16/Muk.IDI
am

ub
XXVII/II/2009
Tentang
Pengangkatan Ketua
ep
k

Terpilih PB IDI
Periode 2009-2012/
ah

Wakil Ketua Umum


R

si
PB IDI Periode
2009-2012;----

ne
ng

7. Bukti P-7 Fotokopi dari


fotokopi Surat
Keputusan Ketua

do
gu

Umum Pengurus
Besar Ikatan Dokter
Indonesia No.02/
In
A

KU/PBIDI/12/2012,
Tentang Susunan
dan Personalia
ah

lik

Pengurus Besar
Ikatan Dokter
Indonesia Masa
m

ub

Bakti
2012-2015;-----------
ka

-------------------------
ep

-------
8. Bukti P-8 Fotokopi dari
ah

fotokopiSurat
R

Keputusan Ketua
es

Umum Pengurus
M

ng

Besar Ikatan Dokter


on

Halaman | 41 dari 85 Halaman Putusan Nomor:11/G/2015/PTUN.JBI


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 41
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
Indonesia No.317/
PB/A.4/04/2013,

si
Tentang Perubahan
Susunan dan

ne
ng
Personalia Pengurus
Besar Ikatan Dokter
Indonesia Masa

do
gu Bakti
2012-2015;-----------
----------------

In
A
9. Bukti P-9 Surat Keputusan
Pengurus Besar
Ikatan Dokter
ah

lik
Indonesia Nomor:
1138/PB/A4/05/
2014, Tentang
am

ub
Pengesahan Ketua
Ikatan Dokter
Indonesia Wilayah
ep
k

Jambi Masa Bakti


Tahun
ah

2014-2017;-----------
R

si
-----------------------
10. Bukti P-10 Fotokopi dari

ne
ng

fotokopi Surat
Tugas Nomor:10257
PB/A.3/10/15

do
gu

Tentang Dukungan
dan Bantuan
Hukum;---------------
In
A

-
11. Bukti P.11 Fotokopi dari
fotokopi Surat
ah

lik

Edaran Gubernur
Jambi Nomor:
S-440/1276/
m

ub

DINKES-4.2/
V/2015, Tentang
ka

Peningkatan
ep

Pelayanan
Kesehatan di Rumah
ah

Sakit;-------
R

12. Bukti P-12 Fotokopi dari


es

fotokopi Surat
M

ng

Ketetapan
on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 42
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
Muktamar Dokter
Indonesia XXVI

si
No.17/Muk.D1-
XXVI/12/2006,

ne
ng
Tentang
Pengukuhan Ketua
Umum Pengurus

do
gu Besar Ikatan Dokter
Indonesia Periode
2006-2009;-----------

In
A
-------------------------
---------------
13. Bukti P-13 Fotokopi dari
ah

lik
fotokopi Standar
Pendidikan Profesi
Dokter
am

ub
Indonesia;------------
-------------
ep
k

[2.7] Menimbang, bahwa untuk menguatkan dalil-dalil jawabannya Tergugat telah


ah

si
mengajukan alat bukti surat berupa fotokopi surat yang telah dicocokkan dengan

aslinya kecuali bukti-bukti yang tidak ada aslinya dicocokkan dengan bandingannya,

ne
ng

dan telah dilegalisir serta bermeterai cukup, bukti-bukti tersebut diberi tanda T.1

do
sampai dengan T.7 sebagai berikut:
gu

--------------------------------------------------------------------------------------------
In
A

1.

Bukti. T.1 Fotokopi sesuai


ah

lik

dengan asli
Keputusan Bupati
Kerinci Nomor:
m

ub

820/Kep.92/2015,
tanggal 7 April
ka

2015, tentang
ep

PembentukanTim
Badan
ah

Pertimbangan Jabat
R

an dan Kepangkatan
es

Kabupaten
M

ng

on

Halaman | 43 dari 85 Halaman Putusan Nomor:11/G/2015/PTUN.JBI


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 43
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
Kerinci Tahun
Anggaran 2015,

si
beserta
lampiran;-------------

ne
ng
----------------------
2. Bukti. T.2 Fotokopi sesuai
dengan asli Berita

do
gu Acara Rapat Badan
Pertimbangan
Jabatan dan

In
A
Kepangkatan
(BAPERJAKAT)
Nomor: 821/02/
ah

lik
Baperjakat/2015
tanggal 11 Juni
2015, serta
am

ub
lampiran;-------------
-----------------
3. Bukti. T.3 . Fotokopi sesuai
ep
k

dengan asli
Keputusan Bupati
ah

Kerinci Nomor:
R

si
821.23/14/pp-BKD
Tentang

ne
ng

Pengangkatan,
Pemindahan Dan
Pemberhentian

do
gu

Pejabat Struktural
Eselon III di
Lingkungan
In
A

Pemerintah
Kabupaten
Kerinci;---------------
ah

lik

-------------------------
--------
4. Bukti T.4 Download Daftar
m

ub

rumah sakit yang


direkturnya bukan
ka

dari tenaga
ep

medis;---------
5. Bukti. T.5 Laporan Hasil
ah

Evaluasi Kinerja
R

RSUD Mayjen
es

H.A.Thalib
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 44
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
Kabupaten Kerinci
Tahun 2014, dengan

si
Nomor: LAP-578/
PW05/4/2015 pada

ne
ng
tanggal 25
Nopember
2015;------------------

do
6.
gu Bukti. T.6
--------------
Perihal Teguran dari
Ombusman

In
A
Republik Indonesia
Perwakilan Propinsi
Jambi dengan
ah

lik
Nomor: 0016/
KLA/063.2015/
JMB-02/
am

ub
VII/2015;-------------
-------------------------
----
ep
k

7. Bukti. T.7 Daftar Rumah Sakit


yang mendapatkan
ah

Dana Alokasi
R

si
Khusus Tahun
Anggaran

ne
ng

2016;------------------
-------------------------
--------

do
gu

[2.8] Menimbang, bahwa untuk menguatkan dalil-dalil jawabannya Tergugat II


In
A

Intervensi juga telah mengajukan alat bukti surat berupa fotokopi surat yang telah

dicocokkan dengan aslinya kecuali bukti-bukti yang tidak ada aslinya dicocokkan
ah

lik

dengan bandingannya dan telah dilegalisir serta bermeterai cukup, bukti-bukti


m

ub

tersebut diberi tanda T.II-1 sampai dengan Bukti. T.II .11 sebagai berikut :

--------------------------------------------------------------------------------
ka

ep

1. Bukti. T.II.1 : Fotokopi dari


fotokopi Petikan
ah

Keputusan Bupati
R

Muko Muko
es

Nomor:821.23-33
M

ng

on

Halaman | 45 dari 85 Halaman Putusan Nomor:11/G/2015/PTUN.JBI


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 45
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
Tangga 1 April
2011, tentang

si
Mutasi Pejabat
Eselon III di

ne
ng
Lingkungan
Pemerintah
MukoMuko, beserta

do
2.
gu Bukti. T.II.2
lampiran;---
Fotokopi sesuai
dengan asli Petikan

In
A
Keputusan Bupati
Muko Muko
Nomor: 821.22-10
ah

lik
Tanggal 31 Januari
2013, Tentang
Mutasi Eselon II di
am

ub
Lingkungan
Pemerintah Muko
Muko, beserta
ep
k

lampiran;--
3. Bukti. T.II.3 Fotokopi sesuai
ah

dengan asli Petikan


R

si
Keputusan Bupati
Muko Muko

ne
ng

Nomor: 821.22-22
Tanggal 31 Januari
2014, Tentang

do
gu

Mutasi Eselon II di
Lingkungan
Pemerintah Muko
In
A

Muko, beserta
lampiran;--
4. Bukti. T.II.4 Fotokopi sesuai
ah

lik

dengan asli Petikan


Keputusan Bupati
Muko Muko
m

ub

Nomor:821.23/14/
pp-BKD Tanggal 17
ka

Juni 2015, beserta


ep

lampiran;-------------
--------------
ah

5. Bukti. T.II.5 Fotokopi sesuai


R

dengan asli
es

Sertipikat sebagai
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 46
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
peserta seminar
yang diberikan oleh

si
perhimpunan
Manajer Pelayanan

ne
ng
Kesehatan
Indonesia. Tanggal
18 Januari

do
gu 2005;------------------
-------------------------
--------

In
A
6. Bukti. T.II.6 Fotokopi sesuai
dengan asli
Sertipikat Sebagai
ah

lik
peserta seminar
yang diberikan
Asosiasi Rumah
am

ub
Sakit Daerah
Seluruh Indonesia
(ARSADA) Tanggal
ep
k

12 Maret
2005;------------------
ah

-------------------------
R

si
--------
7. Bukti. T.II.7 Fotokopi sesuai

ne
ng

dengan asli
Sertipikat sebagai
peserta seminar

do
gu

yang diberikan
Asosiasi Dinas
Kesehatan Seluruh
In
A

Indonesia
(ADINKES) dan
Asosiasi Rumah
ah

lik

Sakit Daerah
Seluruh Indonesia
(ARSADA) Tanggal
m

ub

28 Mei
2005;------------------
ka

-----------
ep

8. Bukti. T.II.8 Fotokopi sesuai


dengan asli
ah

Sertipikat sebagai
R

peserta seminar
es

yang diberikan
M

ng

Asosiasi Rumah
on

Halaman | 47 dari 85 Halaman Putusan Nomor:11/G/2015/PTUN.JBI


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 47
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
Sakit Daerah
Seluruh Indonesia

si
(ARSADA) dan
Pusat Studi

ne
ng
Manajemen Dan
Akuntasi
Universitas Jenderal

do
gu Ahmad Yani
Tanggal 4-6 Mei
2006;------------------

In
A
-------------------------
--------
9. Bukti. T.II.9 Fotokopi sesuai
ah

lik
dengan asli
Sertipikat sebagai
peserta seminar
am

ub
yang diberikan
perhimpunan rumah
sakit seluruh
ep
k

Indonesia
(PERSI).Tanggal
ah

22-25 Nopember
R

si
2006;----
10. Bukti. T.II.10 Fotokopi sesuai

ne
ng

dengan asli
Sertipikat sebagai
peserta ESQ

do
gu

Leadership Training
yang diberikan ESQ
Leadership Center
In
A

Indonesia Tanggal
26-29 April
2007;----------
ah

lik

11 Bukti. T.II.11 Fotokopi sesuai


dengan asli
Sertipikat sebagai
m

ub

peserta seminar dan


Urun Rembug
ka

Nasional yang
ep

diberikan Indo
Medica Expo;-
ah

es
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 48
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
[2.9] Menimbang, bahwa, untuk menguatkan dalil-dalil gugatan, replik serta bukti

si
tertulis, oleh Penggugat pada tanggal 16 Desember 2015, telah mengajukan 2 (dua)

orang saksi fakta dan 2 (dua) orang ahli, serta pada tanggal tanggal 23 Desember

ne
ng
2015 mengajukan 1( satu ) orang ahli masing - masing bernama ;

do
gu
------------------------------------------------------------------------------

1) dr. DIAN AGUSTINA ROZI.,

In
A
2). HALID., SKM., M.KES.,
ah

lik
3. dr. ASIANTO SUPARGO.,
am

ub
4. dr. FX. SUHARTO.,

5. BUDI IRAWAN., S.H., M.hum.,


ep
k

1. Keterangan saksi fakta yang bernama: dr. DIAN AGUSTINA ROZI., adalah
ah

si
sebagai berikut;-------------------------------------------------------------------

ne
ng

- Bahwa Saksi berdinas di Dinas kesehatan Propinsi Jambi sejak I Januari 2007,

sampai sekarang;-----------------------------------------------------

do
gu

- Bahwa saksi mengatakan sebelum berdinas di Dinas Kesehatan Propinsi Jambi,

saksi sebelumnya berdinas di Puskesmas;------------------


In
A

- Bahwa saksi mengetahui dipanggil dan dijadikan saksi di persidangan


ah

lik

Pengadilan Tata Usaha Negara Jambi, dikarenakan adanya gugatan dari IDI

Propinsi Jambi terhadap Bupati Kabupaten Kerinci atas pengangkatan Drs.


m

ub

NOVIAR ZEN., Apt., MM., sebagai Direktur Rumah Sakit Umum MAYJEN.,
ka

ep

H.A. THALIB KABUPATEN KERINCI yang mana beliau curiculum vitea

bukan merupahkan dari tenaga medis;-------


ah

es
M

ng

on

Halaman | 49 dari 85 Halaman Putusan Nomor:11/G/2015/PTUN.JBI


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 49
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
- Bahwa saksi mengetahui bahwa Ketua IDI Wilayah Jambi memang perna

si
menghadap Kepala Dinas kesehatan Propinsi Jambi tetapi, saksi lupa kapan

waktu mengahadap Ketua IDI Wilayah Jambi tersebut

ne
ng
menghadap;-------------------------------------------------------------------------------

do
gu
- Bahwa saksi mengetahui terhadap gugatan Penggugat adalah karena

Pengangkatan Drs. NOVIAR ZEN., Apt., MM., sebagai Direktur Rumah Sakit

In
A
Umum MAYJEN., H.A. THALIB KABUPATEN KERINCI., tidak sesuai
ah

dengan Undang Undang Nomor 44 Tahun

lik
2009, tentang rumah

sakit;-----------------------------------------------------------------------------------------
am

ub
- Bahwa saksi mengetahui bahwa adanya laporan dari Ketua IDI Wilayah Jambi

secara lisan kepada Dinas Kesehatan Propinsi Jambi, tetapi diterima sebagai
ep
k

laporan;--------------------------------------------------------------
ah

si
- Bahwa saksi mengetahui bahwa Ketua IDI Wilayah Jambi menghadap Dinas

Kesehatan Propinsi Jambi secara lisan, jadi tidak direspon sebagai pengaduan

ne
ng

hanya sebagai laporan saja;-------------------------------

do
gu

2. Keterangan saksi fakta yang bernama: HALID., SKM., M.KES., adalah sebagai

berikut;---------------------------------------------------------------------------
In
A

- Bahwa saksi berdinas di Dinas kesehatan Propinsi Jambi, dan Jabatan saksi
ah

lik

adalah Kasi Kepala Pelayanan Perorangan;------------------------------

- Bahwa saksi mengetahui terhadap objek sengketa yang sedang diperkarakan di


m

ub

Pengadilan Tata Usaha Negara Jambi, adalah Jabatan Direktur Rumah Sakit
ka

Umum Mayjen., H.A. Thalib Kabupaten Kerinci;---


ep
ah

- Bahwa saksi mengetahui permasalahan yang sedang diperkarakan di


R

Pengadilan Tata usaha Negara Jambi adalah Jabatan Direktur Rumah Sakit
es
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 50
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
Umum Mayjen., H.A. Thalib Kabupaten Kerinci, yang dijabat bukan oleh

si
Medis;------------------------------------------------------------------------

ne
ng
- Bahwa saksi mengetahui surat dari Gubernur Propinsi Jambi tersebut

disosialisasikan kepada Walikota dan Bupati se Propinsi Jambi, sejak dijabat

do
gu oleh Direktur Rumah Sakit yang lama;-----------------------------------

3. Keterangan ahli yang bernama: dr. ASIANTO SUPARGO., adalah sebagai

In
A
berikut;--------------------------------------------------------------------------------------
ah

lik
• Bahwa ahli mengetahui adanya gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara Jambi,

sejak ahli mengetahui atas permintaan Penggugat selaku Ketua IDI Wilayah
am

ub
Jambi meminta ahli sebagai ahli dipersidangan Pengadilan Tata Usaha Negara

Jambi;-----------------------------
ep
k

- Bahwa ahli mengetahui untuk diangkat sebagai Direktur Rumah


ah

si
Sakit adalah berdasarkan Undang Undang Nomor 44 Tahun 2009, pasal

34 (1) bahwa Direktur Rumah Sakit harus dari tenaga medis

ne
ng

yang mempunyai kemampuan dan keahlian di bidang rumah

do
gu

sakit;---------------

- Bahwa ahli mengetahui sebelum diundangkannya Undang Undang Nomor 44


In
A

Tahun 2009, apakah ada Direktur Rumah Sakit bukan dari tenaga medis, Ya,
ah

sebelumnya juga ada, tetapi setelah diundangkannya Undang Undang Nomor


lik

44 Tahun 2009, mungkin masih ada sesuai dengan gugatan Penggugat


m

ub

ini;------------------------------------------------------
ka

- Bahwa ahli mengetahui pendidikan amangement rumah saksi


ep

adalah Mars;------------------------------------------------------------------------------
ah

----------
es
M

ng

on

Halaman | 51 dari 85 Halaman Putusan Nomor:11/G/2015/PTUN.JBI


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 51
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
- Bahwa ahli mengetahui apabila rumah sakit dipimpin bukan dari tenaga

si
medis dapat diajukan permohonan ke rumah sakit dan ada penilian awal skor

standar penilaian awal rumah sakit, apabila direktur rumah sakit bukan dijabat

ne
ng
oleh medis (dokter), tidak diperbolehkan karena tidak

do
gu sesuai;---------------------------------------------------------------------

- Bahwa menurut ahli setelah diberlakukannya Undang Undang Nomor 44 Tahun

In
A
2009, ada direktur rumah sakit bukan dari dari tenaga medis (dokter) tetapi
ah

sesudah akreditasi ada versi standar 2012, bahwa diberlakukan jabatan direktur

lik
rumah sakit harus tenaga medis (dokter), apabila bukan dari tenaga medis
am

ub
(dokter), tidak diakui akreditasi rumah

sakit;-----------------------------------------------------------------------------------------
ep
k

- Bahwa menurut pendapat ahli alasan terhadap objek sengketa sekarang ini dari
ah

R
kegiatan akreditasi khususnya akreditasi dari hasilnya bukan prosesnya, apabila

si
diangkat para medis (dokter) dinilai entah diangkat siapa saja berjalan kalau

ne
ng

bukan tidak disurvey, Kebijakan Direktur rumah sakit yang tidak sesuai berarti

melanggar Peratuarn yang

do
gu

lain;-----------------------------------------------------------------------------------
In
A

- Bahwa ahli mengatakan dia perna menjabat sebagai direktur rumah sakit sejak

tahun 1986 sampai dengan tahun 1999;----------------------------


ah

lik

- Bahwa menurut ahli apa yang harus diharuskan oleh Undang Undang secara
m

ub

normatif Direktur sebuah rumah sakit harus dari tenaga medis jelas orang sakit,

alangkah bijaknya harus ditangani oleh seorang tenaga medis (dokter) yang
ka

ep

mengetahui seluk beluk dan mengerti tentang pasien, dan seharusnya direktur
ah

rumah sakit tersebut seharusnya dipegang seorang tenaga medis (dokter), yang
R

es
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 52
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
juga pasti mengerti tentang mengurusi manajemen controling rumah

si
sakit;------------

ne
ng
- Bahwa menurut ahli kalau kapasitasnya bukan dari tenaga medis (dokter)

sebagai Direktur rumah sakit, akan ada akibat buruknya oleh karena itu ahli

do
gu sebelum membuat Undang Undang tentu harus mengetahui sebab akibatnya

karena dalam membuat Undang Undang sudah ada

In
A
ahlinya;-----------------------------------------------------------------------
ah

lik
- Bahwa menurut ahli sudah banyak tidak tenaga medis yang trak rekornya yang

menguasai manajemen rumah sakit dikarenakan sudah ada latar belakang yang
am

ub
menguasai management rumha sakit;------------

4. Keterangan ahli yang bernama : dr. FX. SUHARTO., adalah sebagai


ep
k

berikut;------------------------------------------------------------------------------------------
ah

si
- Bahwa menurut ahli bentuk dari hasil klarifikasi tersebut adalah

ne
ng

sebagai berikut ;

------------------------------------------------------------------------------------

do
gu

- Sporing penilaian ada dua (2) kelompok yaitu adalah sebagai berikut :

1. Kelompok Reguler dengan 15 pokja dan ada lagi untuk mempermudah


In
A

rumah sakit bekerjasama dengan BPJS peningkatan ditentukan oleh


ah

akreditasi ; --------------------------------------------------------
lik

2. kelompok Perdana dengan 4 pokja antaralain hak - hak pasien


m

ub

keluarga dan untuk pengendalian dan pencegahan ; ---------------------


ka

3. Klasifikasi pendidikan staf ada 4 (empat) sasaran keselamatan pasien


ep

(perdana dinikmati 1 (satu) kali selama rumah sakit beroperasi, tahap awal
ah

dinilai 4 (empat) tahun berikut 6 (enam) standar dan 5 (lima) tandar dan
es
M

ng

on

Halaman | 53 dari 85 Halaman Putusan Nomor:11/G/2015/PTUN.JBI


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 53
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
untuk 2 (dua) tahun untuk 6 (enam) standar dan 5 (lima) Tahun untuk 3

si
reguler (akreditasi) ; ---------------------------------------------

ne
ng
- Bahwa menurut ahli kalau rumah sakit tidak dipimpin oleh tenaga medis

(dokter) Rumah sakit oleh mengajukan permohonan untuk akreditasi rumah

do
gu sakit, dan ada penilaian awal yang mana skor awalnya adalah Penilaian standar

terhadap penilaian awal rumah sakit, apabila bukan medis tidak diperbolehkan

In
A
karena tidak sesuai ; --------------------------------
ah

lik
- Bahwa menurut ahli setelah diberlakukan Undang Undang Nomor 44

Tahun 2009, seandainya ada Direktur Rumah Sakit bukan dari tenaga medis,
am

ub
bagaimana menurut ahli secara umum, Sesudah akreditasi ada 2 (dua) vesi

standar 2012, diberlakukan untuk semua Direktur Rumah Sakit bukan dipimpin
ep
k

oleh tenaga medis (dokter), akreditasi rumah sakit tersebut tidak diakui
ah

R
termasuk versi 2007, sebelumnya ;

si
------------------------------------------------------------------------------------

ne
ng

- Bahwa menurut pendapat ahli Terhadap objek sengketa adalah Dari kegiatan

do
akreditasi dinilai dari hasilnya bukan prosesnya, apabila diangkat tenaga medis
gu

(dokter) ntah diangkat siapa berhalangan waktu, kalau bukan disurvey ;


In
A

-----------------------------------------------------------------

- Bahwa menurut ahli tanggung jawab Direktur Rumah sakit


ah

lik

adalah bertanggung jawab terhadap semua operasional rumah sakit ; -------------


m

ub

- Bahwa menurut pendapat ahli kalau Pimpinan Direktur rumah sakit


ka

dari tenaga medis (dokter), tetapi tidak mempunyai keahlian tentang


ep

rumah sakit, apabila diajukan penilaian kalau Pimpinan Direktur rumah


ah

sakit bukan dijabat oleh tenaga medis (dokter) maka peniliaan akreditasi terhadap
R

es

rumah sakit tersebut ditunda ; -------------------------------------------


M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 54
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
- Bahwa menurut pendapat ahli apabila Pimpinan Direktur rumah

si
sakit bukan dari tenaga medis (dokter) bagaimana penilaian terhadap akreditasi

rumah sakit, tidak akan turun team penilaian dari akriditasi rumah sakit tersebut

ne
ng
karena termasuk standar major ; ------------------------

do
gu
- Bahwa menurut pendapat ahli kalau bidang direktur utama atau

direktur yang lain ahli anastesi yang lain Tidak, tetapi bidang keilmuan

In
A
anastesi, Contoh: Perawat tersebut melakukan penyuntikan terhadap
ah

pasien dan terlebih dahulu perawat tersebut diberi pengarahan oleh

lik
ahli anastesi;---
am

ub
- Bahwa menurut pendapat ahli tidak diperbolehkan kebijakan rumah sakit

apabila tidak ada natesis, apakah boleh direktur rumah sakit menunjuk perawat
ep
k

untuk melakukan anastesi ; ---------------------------------


ah

si
4. Keterangan ahli yang bernama: BUDI IRAWAN., S.H., M.hum., adalah sebagai

berikut : -----------------------------------------------------------------------------

ne
ng

- Bahwa ahli membawa surat tugas dari Instansi ahli dalam

do
gu

menghadiri persidangan di Pengadilan Tata Usaha Negara Jambi,

Nomor: TU.01.01/IV.2/3314/2015, Tertanggal 22 Desember 2015,


In
A

yang ditandatangan oleh Kepala Biro Hukum dan Organisasi ; --------------------


ah

lik

- Bahwa ahli mengatakan tidak mendengar bahwa ada Ikatan Dokter Indonesia

Wilayah Jambi mengajukan gugatan terhadap objek sengketa a quo dan ahli
m

ub

hanya mengetahui berdasarkan permohonan dari IDI Wilayah Jambi, yang


ka

diterima dan ditujukan kepada Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Cq


ep

Kepala Biro Hukum dan Organisasi, barulah ahli pelajari bahwa adanya
ah

gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara


es

Jambi;----------------------------------------------------------------------------
M

ng

on

Halaman | 55 dari 85 Halaman Putusan Nomor:11/G/2015/PTUN.JBI


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 55
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
- Bahwa menurut pendapat ahli norma yang seharusnya jabatan Direktur

si
Rumah Sakit tersebut seharusnya dijabat oleh sorang tenaga medis dan sudah

ada turunan di Permenkes Nomor 971

ne
ng
Tahun 2009;------------------------------------------------------------------------------

do
gu
----------

- Bahwa ahli mengatakan terhadap Permenkes Nomor 971 Tahun 2009, tersebut

In
A
kriteria apa saja yang harus dipenuhi oleh seorang Direktur Rumah Sakit,
ah

adalah sebagai berikut : --------------------------------------------

lik
1. Pasal 10 ayat (1) Direktur Rumah Sakit harus seorang Tenaga Medis yang
am

ub
mempunyai kemampuan dan keahlian dibidang perumah

sakitan;---------------------------------------------------------------------------------
ep
k

2. Pasal 10 ayat (2) Direktur Rumah Sakit telah mengikuti Pelatihan


ah

si
Perumahsakitan meliputi Kepemimpinan, Kewirausahaan, Rencana

Strategis Bisnis, Rencana Aksi Strategis, Rencana Implementasi dan

ne
ng

Rencana Tahunan, Tata Kelola Rumah Sakit, Standar Pelayanan Minimal,

do
gu

Sistem Akuntabilitas, Sistem Remunerasi Rumah Sakit, Pengelolahan

Sumber Daya Manusia ; -----------------


In
A

3. Pasal 10 ayat (3) Pelatihan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus
ah

dipenuhi sebelum atau paling lama satu tahun (1) pertama setelah
lik

menduduki Jabatan Struktural ; ---------------------------------------


m

ub

- Bahwa ahli mengetahui tentang tenaga medis adalah sebagai berikut;---


ka

Yang dimaksud dengan tenaga medis adalah adalah sesuai Undang Undang
ep

Nomor 29 Tahun 2004, Pasal 1 ayat (2) adalah tentang Praktek Kedokteran
ah

adalah sebagai berikut; Dokter dan Dokter Gigi adalah Dokter, Dokter Spesialis
es
M

Dokter Gigi dan Dokter Spesialis lulusan Kedokteran atau Kedokteran baik
ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 56
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
didalam dan diluar negeri yang diakui Pemerintah Republik Indonesia sesuai

si
dengan Peraturan Perundang

Undangan;---------------------------------------------------------------------------------

ne
ng
- Bahwa ahli mengetahui bahwa seorang Apoteker atau tenaga yang lain

do
gu termasuk kedalam Undang Undang Nomor 29 Tahun 2004, pasal 1 ayat (2)

Kalau dilihat di Undang Undang Nomor 29 Tahun 2004, tenaga Apoteker tidak

In
A
termasuk kedalam tenaga medis tetapi termasuk kedalam tenaga kefarmasian
ah

dikarenakan cabang

lik
keilmuannya

berbeda;------------------------------------------------------------------------------------
am

ub
- Bahwa menurut pendapat ahli kalau seandainya ada tenaga medis tetapi tidak

ada keahlian atau tenaga Apoteker tetapi tidak ada keahlian di bidang
ep
k

kefarmasian, apa bisa menjadi Direktur Rumah Sakit, tidak boleh Menurut
ah

R
pengetahuan ahli pimpinan rumah sakit harus dari tenaga

si
medis;-----------------------------------------------------------------------------

ne
ng

- Bahwa menurut pendapat ahli tidak boleh pimpinan rumah sakit bukan dari

do
gu

kalangan tenaga medis atau bukan dokter ; --------------------------------

- Bahwa menurut pendapat ahli tidak dibenarkan kalau bukan anastesi, direktur
In
A

rumah sakit memberikan kewenangan untuk melakukan tindakan anastesi


ah

tersebut;------------------------------------------------------------
lik

- Bahwa menurut pendapat ahli tidak bisa apabila seandainya ada tindakan
m

ub

operasi dimana seorang terbius dari ahli bius tidak ada ditempat, apa
ka

diperbolehkan perawat bius (anastesi) melakukan tindakan tersebut


ep

kewenangan pembiusan, kebetulan direktur rumah sakit bukan seorang tenaga


ah

medis (dokter) ; --------------------------------------------


R

es
M

ng

on

Halaman | 57 dari 85 Halaman Putusan Nomor:11/G/2015/PTUN.JBI


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 57
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
- Bahwa menurut pendapat ahli tentang konkuren kalau berdasarkan Undang

si
Undang Nomor 23 Tahun 2014, tentang Pemerintahan Daerah adalah sebagai

berikut;-----------------------------------------------------------------

ne
ng
- Kalau berdasarkan Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014, tentang

do
gu Pemerintahan Daerah adalah Kewenangan mutlak adalah urusan

pemerintah Pusat antara lain; Militer, Agama, Justice dan Luar Negeri,

In
A
dan disitu dikenal dengan kewengan Wajib disebut kewenagan konkuren

artinya urusan pusat dan daerah adalah salah satunya bidang kesehatan
ah

lik
adalah hak hak dasar dari masyarakat disitu disebutkan dalam Undang
am

ub
Undang Nomor 23 Tahun 2014, pasal 16 tentang pemerintahan daerah,

yang sebagai berikut berbunyi :


ep
k

------------------------------------------------------------------
ah

- Pemerintah pusat dalam menyelenggarakan urusan Pemerintah konkuren


R

si
sebagaimana dimaksud dalam pasal 9 ayat (3) berwenang untuk ;

ne
ng

----------------------------------------------------------------

a. Menetapkan norma, standar, prosedur dan kriteria dalam rangka

do
gu

penyelenggaran urusan pemerintah, dan -------------------------------


In
b. Melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap
A

penyelenggaraan urusan pemerintah yang menjadi kewenangan


ah

lik

daerah, jadi apa yang ahli sampaikan bahwa urusan yang bersifat dasar

masih ada kendali pemerintah pusat (konkuren) disini kalau daerah


m

ub

tidak melaksanakan Norma Standar Prosedur dan Kriteria (NSPK)


ka

ep

menurut pasal 17 ayat (1) dan ayat (2) Undang Undang Nomor 23

Tahun 2014, tentang Pemerintahan Daerah adalah sebagai berikut ;


ah

----------------------
es
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 58
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
1. Pemerintah Daerah berhak menetapkan kebijakan daerah untuk

si
menyelenggarakan urusan pemerintah daerah yang menjadi

kewengan daerah.; --------------------------------------------

ne
ng
2. Pemerintah Daerah menetapkan kebijakan daerah sebagaimana

do
gu diamksud pada ayat (1) Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014,

tentang Pemerintahan Daerah wajib berpedoman pada Norma

In
A
Standar Prosedur dan Kriteria (NSPK) yang telah ditetapkan oleh
ah

lik
Pemerintah Daerah; --------

- Bahwa menurut pendapat ahli pada pasal 34 Undang Undang Nomor 29 Tahun
am

ub
2004, bahwa tenaga medis atau direktur rumah sakit harus ahli tentang rumah
ep
sakit ; --------------------------------------------------------------
k
ah

- Bahwa menurut pendapat ahli Permenkes Nomor 971 Tahun 2009, bab IV
R

si
tentang kompetensi Pejabat bab II Pasal 10 harus dipenuhi kriteria atau

ne
ng

persyaratan tersebut, karena ahli berpegang pada norma norma yang harus

dipenuhi ; ------------------------------------------------------------------

do
gu

[2.10] Menimbang, bahwa, demikian halnya dengan pihak Tergugat dan Tergugat

II Intervensi, untuk menguatkan dalil-dalil jawaban, duplik serta bukti tertulis,


In
A

Tergugat dan Tergugat II Intervensi telah mengajukan 3 (tiga) orang saksi fakta
ah

lik

masing - masing bernama;----------------------------------------------------

1. Drs. SAHRUL HAYADI., Msi.,


m

ub

2. YULMAWATI., SKM., MARS


ka

ep

3. JULIMAN., SKM., MM.,


ah

1. Keterangan saksi fakta yang bernama: Drs. SAHRUL HAYADI., Msi., adalah
R

sebagai berikut;--------------------------------------------------------------------
es
M

ng

on

Halaman | 59 dari 85 Halaman Putusan Nomor:11/G/2015/PTUN.JBI


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 59
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
- Bahwa saksi mengatakan tugas pokok saksi adalah Kepala Badan Kepegawaian

si
Kabupaten Kerinci;----------------------------------------------------

ne
ng
- Bahwa saksi mengatakan bahwa bertugas di Badan Kepegawaian Daerah

Kabupaten Kerinci pada bulan Mei 2014,dan definitif Juni 2015;

do
gu
- Bahwa saksi mengatakan tugas pokoknya adalah mengelola dan tata kelola

In
A
Kepegawaian yang ada di lingkup Kabupaten Kerinci;-------------------

- Bahwa saksi mengatakan ikut sebagai team Bapejakat dalam


ah

lik
pemilihan Direktur Rumah Sakit Umum MAYJEN., H.A. THALIB
am

ub
KABUPATEN KERINCI;---------------------------------------------------------------

--------------------
ep
k

- Bahwa saksi mengetahui apa yang disengketakan di Pengadilan


ah

R
Tata Usaha Negara Jambi adalah tentang pengangakatan Direktur

si
Rumah Sakit Umum MAYJEN., H.A. THALIB KABUPATEN KERINCI.

ne
ng

Atas Nama; Drs. NOVIAR ZEN., Apt.,

do
MM.,;---------------------------------------------
gu

- Bahwa saksi mengatakan sebagai anggota team baperjakat ; --------------


In
A

- Bahwa saksi mengetahui Ketua team Baperjakat adalah Sekretaris Daerah


ah

lik

Kabupaten Kerinci;------------------------------------------------------------
m

- Bahwa saksi mengetahui sebagai sekretaris baperjakat adalah John Ali


ub

Jabatan sebagai Kabid Pengembangan Kabupaten Kerinci;---------------------


ka

ep

- Bahwa saksi tidak mengetahui pada waktu rapat baperjakat tersebut ada
ah

rekomendasi untuk menentukan Drs. NOVIAR ZEN., Apt., MM., sebagai


R

es
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 60
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
Direktur Rumah Sakit Umum MAYJEN., H.A. THALIB KABUPATEN

si
KERINCI;----------------------------------------------------------------

ne
ng
- Bahwa saksi mengetahui yang diusulkan hanya satu (1) nama pada Baperjakat

yaitu Drs. NOVIAR ZEN., Apt., MM., karena yang bersangkutan pernah

do
gu berpengalaman sebagai direktur rumah sakit ;------

In
A
- Bahwa saksi mengetahui dasar penggantian Direktur Rumah Sakit Umum

MAYJEN., H.A. THALIB KABUPATEN KERINCI harus diganti,


ah

lik
Berdasarkan sidak Bupati Kabupaten Kerinci berapa kali sidak kelapangan dan

ada laporan dari masyarakat tentang perkembangan Rumah Sakit Umum


am

ub
MAYJEN., H.A. THALIB KABUPATEN KERINCI dan Bupati mengatakan
ep
bahwa Bupati Kabupaten Kerinci bertanggungjawab atas lemahnya pelayanan
k
ah

Rumah Sakit Umum MAYJEN., H.A. THALIB KABUPATEN KERINCI dan


R

si
beliau mengatakan sebagai Kepala Daerah bertanggungjawab atas

ne
pelayanan terhadap masyarakat, Bupati Kabupaten Kerinci mengatakan kepada
ng

beberapa kali kepada saksi dan berapa kali Bupati Kabupaten Kerinci

do
gu

melakukan Sidak pada waktu Rumah Sakit Umum MAYJEN., H.A. THALIB

KABUPATEN KERINCI dipimpin oleh dr. Arman tidak sesuai apa yang
In
A

diinginkan/ kriteria yang diinginkan oleh Bupati Kabupaten Kerinci terhadap

pelayanan terhadap masyarakat ; ------------


ah

lik

- Bahwa saksi mengetahui tentang hasil temuan tersebut langsung disampaikan


m

ub

oleh Bupati Kabupaten Kerinci atau melalui Inspektorat kepada dr. Arman
ka

sebagai pimpinan Rumah Sakit Umum MAYJEN., H.A. THALIB


ep

KABUPATEN KERINCI ; --------------------------------------------


ah

es
M

ng

on

Halaman | 61 dari 85 Halaman Putusan Nomor:11/G/2015/PTUN.JBI


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 61
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
- Bahwa saksi mengetahui pada waktu team Baperjakat melakukan pertimbangan

si
terhadap Drs. NOVIAR ZEN., Apt., MM. Sebagai Direktur Rumah Sakit

ne
ng
Umum MAYJEN., H.A. THALIB KABUPATEN KERINCI dilakukan mutasi

secara global semua pejabat diganti ; ----------------------

do
gu
- Bahwa saksi mengetahui surat keputusan yang menjadi

objek sengketa;--------------------------------------------------------------------------

In
A
---------
ah

lik
- Bahwa saksi mengetahui tanggal surat baperjakat yaitu tanggal 1 juni

2015 ; -------------------------------------------------------------------------------
am

ub
- Bahwa saksi mengetahui usulan Baperjakat hanya ada satu (1)
ep
k

nama tidak ada nama pendamping untuk diusulkan baperjakat ;


ah

------------------
R

si
- Bahwa saksi tidak mengetahui tentang definisi tenaga medis ; -------------

ne
ng

- Bahwa saksi mengetahui siapa saja yang termasuk kedalam tenaga medis ;

do
gu

-------------------------------------------------------------------------------------

- Bahwa saksi mengetahui pertimbangan dari team Baperjakat


In
A

untuk mengangkat Drs. NOVIAR ZEN., Apt., MM. Sebagai Direktur Rumah
ah

lik

Sakit Umum MAYJEN., H.A. THALIB KABUPATEN KERINCI ; -----------

- Bahwa saksi tidak mengetahui Seketaris Daerah sebagai Ketua Baperjakat tidak
m

ub

dilibatkan sebagai Ketua Team Baperjakat dan Sepengetahuan saksi Sekretaris


ka

ep

Daerah setuju dan menandatangan di berita acara Baperjakat


ah

tersebut;----------------------------------------------------
R

es
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 62
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
- Bahwa saksi mengetahui team yang mengikuti Baperjakat ada 7

si
(tujuh) team;------------------------------------------------------------------------------

----------

ne
ng
- Bahwa saksi mengetahui siapa saja sebagai team baperjakat adalah Assiten

do
satugu pemerintahaan, Asisten tiga, Inspektorat,
dan Sekretaris;---------------------------------------------------------------------------------
Ketua BKD

In
-
A
- Bahwa saksi mengatakan tidak ada pesanan ataupun titipan dari Bupati
ah

lik
Kabupaten Kerinci terhadap calon tunggal, tetapi ada informasi dari Bupati

Kerinci, bahwa pelayanan di Rumah Sakit Umum MAYJEN., H.A. THALIB


am

ub
KABUPATEN KERINCI, pada waktu pimpinan rumah sakit yang lama
ep
kinerjanya tidak sesuai menurut Bupati Kabupaten Kerinci;-----------
k
ah

- Bahwa saksi mengetahui dasar adanya team baperjakat tersebut;---------


R

si
2. Keterangan saksi fakta yang bernama: YULMAWATI., SKM., MARS adalah

ne
ng

sebagai berikut;--------------------------------------------------------------------

do
gu

- Bahwa saksi mengatakan baru enam bulan menjabat kasi perencanaan di

Rumah Sakit Umum MAYJEN., H.A. THALIB KABUPATEN


In
A

KERINCI;-----------------------------------------------------------------------------------
ah

lik

- Bahwa saksi mengetahui pada masa Direktur Rumah Sakit yang lama terjadi

tumpang tindih terhadap pekerjaan terutama dalam pelaporan, yang mana


m

ub

semestinya dr. Arman menjabat Direktur Rumah Sakit Umum MAYJEN., H.A.
ka

THALIB KABUPATEN KERINCI. Sangat


ep

dirasakan;----------------------------------------------------------------------------------
ah

es
M

ng

on

Halaman | 63 dari 85 Halaman Putusan Nomor:11/G/2015/PTUN.JBI


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 63
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
- Bahwa saksi mengatakan adanya tumpang tindih terhadap pekerjaan

si
dikarenakan pekerjaan sangat padat dan kita sering berbagi tugas sesama teman

yang lain dan saling bantu membantu antar pekerjaan yang satu dengan yang

ne
ng
lain demi pelaksanaan kedinasan;-----------------

do
gu
- Bahwa saksi mengetahui target kinerja Drs. NOVIAR ZEN., Apt., Direktur

Rumah Sakit Umum MAYJEN., H.A. THALIB KABUPATEN KERINCI.,

In
A
telah tercapai;--------------------------------------------------------------
ah

lik
- Bahwa saksi mengetahui terhadap pelayanan medis pada waktu direktur lama

sangat berbelit belit;---------------------------------------------------


am

ub
- Bahwa saksi mengetahui pada masa direktur rumah sakit yang baru Semua
ep
k

pekerjaan dalam 6 (enam) bulan sudah menunjukan peningkatan Sumber Daya


ah

Manusia khusunya perkembangan Pegawai Rumah Sakit Umum MAYJEN.,


R

si
H.A. THALIB KABUPATEN KERINCI., semuanya Pegawai Non Medis tidak

ne
ng

perna ikut pelatihan keluar, kecuali

spesialis;-------------------------------------------------------------------------

do
gu

- Bahwa saksi sebelum menjabat di Kasi Perencanaan, jabatan yang saksi


In
A

sebelumnya di Kasi Umum dan Perlengkapan;--------------------------

3. Keterangan saksi fakta yang bernama: JULIMAN., SKM., MM., adalah sebagai
ah

lik

berikut;------------------------------------------------------------------------------
m

ub

- Bahwa saksi mengetahui, adanya laporan masyarakat ke ombusman yang


ka

complain terhadap pelayanan Rumah Sakit Umum MAYJEN., H.A. THALIB


ep

KABUPATEN KERINCI, kalau mengenai adanya audit dari BPKP terhadap


ah

es
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 64
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
pelayanan Rumah Sakit Umum MAYJEN., H.A. THALIB KABUPATEN

si
KERINCI, saksi tidak mengetahui;--------------------------------

ne
ng
- Bahwa saksi tidak mengetahui terhadap audit BPKP tersebut disimpan

dimana;-------------------------------------------------------------------------------------

do
gu
- Bahwa saksi tidak mengetahui adanya teguran dari Bupati Kabupaten Kerinci

In
A
terhadap Direktur Rumah Sakit MAYJEN., H.A. THALIB KABUPATEN

KERINCI, yang lama mengadakan dikarenakan tidak mengadakan


ah

lik
rapat;-----------------------------------------------------------------------------
am

ub
- Bahwa saksi tidak mengetahui ada permasalahan tentang ambulance pada

waktu Jabatan Direktur Sakit MAYJEN., H.A. THALIB KABUPATEN


ep
k

KERINCI yang lama ; ----------------------------------------------------


ah

si
- Bahwa saksi mengatakan tidak bisa menilai lebih baik atau lebih jelek, tetapi

ne
ng

berdasarkan banyaknya complain dari masyarakat ; ------------------

do
gu

- Bahwa saksi mengatakan memang pada saat Bupati Kabupaten

Kerinci mengadakan sidak sekitar jam 15.00.Wib pada saat saksi mau pulang
In
A

dari kantor tiba - tiba Bupati Kabupaten kerinci datang sidak ke Rumah Sakit
ah

lik

MAYJEN., H.A. THALIB KABUPATEN KERINCI, lalu saksi tidak jadi

pulang dan mengikuti dari belakang; --------------------------


m

ub

- Bahwa saksi mengetahui Bupati Kabupaten Kerinci melakukan sidak ke


ka

Rumah Sakit MAYJEN., H.A. THALIB KABUPATEN KERINCI., hanya 1


ep

(satu) kali ; ---------------------------------------------------------------------


ah

es
M

ng

on

Halaman | 65 dari 85 Halaman Putusan Nomor:11/G/2015/PTUN.JBI


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 65
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
- Bahwa saksi tidak mengetahui bahwa ada sidak dari Bupati Kabupaten Kerinci

si
tersebut merupahkan penilain jelek terhadap Direktur Rumah Sakit MAYJEN.,

H.A. THALIB KABUPATEN KERINCI ; -----------------------

ne
ng
- Bahwa saksi mengetahui peran dokter dirumah sakit tergantung pada penilian

do
gudokter itu sendiri, kalau dokter tersebut fungsional semata mata hanya

jabatan dokter saja, kalau seandainya diangkat menjadi Direktur Rumah Sakit

In
A
(top manager) dia keluar dari fungsionalnya sebagai dokter dan aktif di
ah

lik
structural ; --------------------------------------------

- Bahwa saksi perna menyampaikan adanya complain dari


am

ub
masyarakat saksi sampaikan ep ke direktur rumah sakit yang

lama;---------------------------
k
ah

- Bahwa saksi mengatakan alur pengaduan baru dibuat pada tahun 2015
R

si
Sejak ada pengaduan masyarakat ke ombudsman ;---------------------------

ne
ng

- Bahwa saksi mengetahui bahwa pengaduan dari masyarakat selalu ditindak

lanjuti ; --------------------------------------------------------------------------

do
gu

In
A

- Bahwa saksi tidak mengetahui parameter keberhasilan pelayanan rumah


ah

sakit ; ------------------------------------------------------------------------------
lik

- Bahwa saksi tidak mengetahui mengukur keberhasilan rumah sakit


m

ub

tanpa peniliaan dari komite rumah sakit kalau bukan direktur rumah
ka

ep

sakit bukan dari medis tidak akan diberi akreditasi;-----------------------------


ah

es
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 66
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
[2.11] Menimbang, bahwa selanjutnya Penggugat, Tergugat dan Tergugat II

si
ntervensi telah mengajukan kesimpulan masing-masing tertanggal 21 Januari

2016, yang selengkapnya telah terlampir dalam berkas perkara ; -

ne
ng
[2.12] Menimbang, bahwa pada akhirnya pihak Penggugat dan pihak Tergugat, serta

do
gu
Tergugat II Intervensi tidak mengajukan apa-apa lagi dan mohon

putusan;---------------------------------------------------------------------------------

In
A
[2.13] Menimbang, bahwa untuk mempersingkat uraian putusan ini, maka segala

sesuatu yang terjadi di persidangan sebagaimana termuat dalam berita acara


ah

lik
persidangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari putusan ini dan akhirnya
am

ub
Pengadilan mengambil putusan berdasarkan pertimbangan seperti terurai dalam

pertimbangan hukum di bawah ini; ---------


ep
k
ah

3. TENTANG PERTIMBANGAN HUKUM


R

si
ne
ng

[3.1] Menimbang, bahwa maksud dan tujuan dari surat gugatan Penggugat adalah

sebagaimana diuraikan dalam duduknya sengketa tersebut diatas ; ---

do
gu

[3.2] Menimbang, bahwa dalam proses persidangan yang sedang berjalan

sebagaimana dimaksud dalam pasal 83 ayat (1) Undang Undang Nomor 5 Tahun
In
A

1986, tentang Peradilan Tata Usaha Negara jo. Undang Undang Nomor 9 Tahun
ah

lik

2004, dan seiring telah dihapusnya pasal 118 Undang Undang Nomor 5 Tahun 1986,

maka telah dipanggil pula secara patut saudara Drs.Noviar Zen, Apt, MM,
m

ub

sebagaimana tercantum dalam surat keputusan objek sengketa a quo, untuk bertindak
ka

sebagai pihak yang membela haknya atau peserta yang bergabung dengan salah satu
ep

pihak yang bersengketa, dan dalam persidangan sebagaimana Putusan Sela Nomor :
ah

11/G/2015/PTUN.JBI, tertanggal 17 Nopember 2015, diputuskan permohonan Drs.


es

Noviar Zen, Apt, MM, sebagai Pemohon Intervensi diterima oleh Pengadilan dan
M

ng

on

Halaman | 67 dari 85 Halaman Putusan Nomor:11/G/2015/PTUN.JBI


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 67
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
ditetapkan sebagai pihak dalam kedudukannya sebagai Tergugat II Intervensi untuk

si
membela dan mempertahankan kepentingannya dalam sengketa a quo ;

-----------------------------------------------------------------------

ne
ng
[3.3] Menimbang, bahwa atas gugatan Penggugat, pihak Tergugat telah

do
gu
memberikan jawabannya tertanggal 27 Oktober 2015, yang mana sebelum

memberikan jawaban atas pokok sengketa terlebih dahulu menyampaikan eksepsi ;

In
A
------------------------------------------------------------------------------------------
ah

lik
[3.4] Menimbang, bahwa atas gugatan Penggugat, pihak Tergugat II Intervensi

juga telah memberikan jawabannya tertanggal 24 Nopember 2015, yang mana


am

ub
sebelum memberikan jawaban atas pokok sengketa juga ep terlebih dahulu

menyampaikan eksepsi ; ----------------------------------------------------------


k
ah

[3.5] Menimbang bahwa sebelum mempertimbangkan pokok sengketa,


R

si
Pengadilan Tata Usaha Negara Jambi (selanjutnya dalam putusan ini disebut

ne
ng

Pengadilan) akan mempertimbangkan terlebih dahulu eksepsi tersebut sebagai

berikut ; --------------------------------------------------------------------------------

do
gu

DALAM EKSEPSI ; ---------------------------------------------------------------------------


In
A

[3.6] Menimbang, bahwa materi eksepsi yang disampaikan oleh Tergugat dan

Tergugat II Intervensi pada pokoknya mengemukakan hal-hal sebagai berikut :


ah

lik

-------------------------------------------------------------------------------------------
m

ub

1 Gugatan Penggugat Kabur (obscuur) karena keputusan yang

dikeluarkan oleh Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara


ka

ep

menunjuk kepada siapa Keputusan Tata Usaha Negara itu


ah

ditujukan dan apa yang ditetapkan didalamnya serta dapat


R

menimbulkan hak dan kewajiban kepada orang lain, tidak


es
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 68
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
ditujukan kepada Penggugat dan tidak menimbulkan kerugian

si
bagi Penggugat ;

2 Penggugat tidak memiliki Kedudukan Hukum (Legal Standing)

ne
ng
atau Persona Standi in Judicio, karena objek sengketa tidak

do
gu ditentukan dan ditujukan kepada Penggugat (Ikatan Dokter

Wilayah Jambi) akan tetapi ditujukan kepada Drs. Noviar Zen,

In
A
Apt, MM (Tergugat II Intervensi) ;

[3.7] Menimbang, bahwa setelah mempelajari materi eksepsi yang diajukan


ah

lik
Tergugat dan Tergugat II Intervensi, diketahui bahwa eksepsi Tergugat dan Tergugat
am

ub
II Intervensi dapat diputus bersama-sama dengan pokok perkara (selanjutnya disebut

pokok sengketa), sebagaimana ketentuan Pasal 77 ayat (3) Undang Undang Nomor 5
ep
k

Tahun 1986, tentang Peradilan Tata Usaha Negara, namun sistematika pertimbangan
ah

hukum terkait eksepsi yang diajukan Tergugat dan Tergugat II Intervensi menurut
R

si
pengadilan secara runtun dan runut akan dipertimbangkan sebagai berikut ;

ne
ng

---------------------------

1 Tentang Gugatan Penggugat Kabur (Abscuur) ;

do
gu

-----------------------------------

[3.8] Menimbang, bahwa yang menjadi aturan dasar untuk menilai apakah suatu
In
A

gugatan kabur (Abscuur), tidak jelas atau tidak, tercantum dalam ketentuan Pasal 56
ah

lik

ayat (1) Undang Undang Nomor 51 Tahun 2009, Tentang Perubahan Kedua Atas

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986, Tentang Peradilan Tata Usaha Negara yang
m

ub

menyebutkan “Gugatan harus memuat :


ka

ep

a Nama, kewaganegaraan, tempat tinggal, dan pekerjaan


ah

penggugat atau
R

es
M

ng

on

Halaman | 69 dari 85 Halaman Putusan Nomor:11/G/2015/PTUN.JBI


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 69
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
kuasanya ;--------------------------------------------------------

si
-------------

b Nama jabatan, tempat kedudukan

ne
ng
Tergugat ;-------------------------------

do
gu c Dasar gugatan dan hal yang diminta untuk diputuskan

oleh Pengadilan

In
A
” ;------------------------------------------------------------------

------
ah

lik
[3.9] Menimbang, bahwa setelah memeriksa dan meneliti gugatan Penggugat
am

ub
ternyata telah ada terdapat nama, kewarganegaraan, tempat tinggal, pekerjaan

penggugat, maupun kuasanya demikian pula telah tercantum nama jabatan, tempat
ep
k

kedudukan Tergugat serta tampak dasar gugatan dan hal yang diminta untuk
ah

diputuskan oleh Pengadilan, yakni penerbitan keputusan yang menjadi objek


R

si
sengketa dengan mengangkat Drs. Noviar Zen, Apt, MM, (Tergugat II Intervensi)

ne
ng

sebagai Direktur Rumah Sakit Umum Mayjen H.A Thalib Kabupaten Kerinci (vide

objek sengketa aquo bukti T-3 = T.II-4) ;

do
gu

-----------------------------------------------------------------------------
In
[3.10] Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan di atas, dapat dinilai bahwa
A

gugatan Penggugat telah memenuhi unsur dalam ketentuan Pasal 56 ayat (1) Undang
ah

lik

Undang Nomor 51 Tahun 2009, Tentang Perubahan Kedua atas Undang Undang

Nomor 5 Tahun 1986, Tentang Peradilan Tata Usaha Negara, sehingga eksepsi
m

ub

Tergugat yang menyatakan gugatan Penggugat Kabur (obscuur) dinilai sebagai suatu
ka

ep

eksepsi yang tidak berdasar menurut hukum sehingga tidak dapat diterima ;

---------------------------------------------------
ah

es
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 70
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
2 Tentang Penggugat tidak memiliki Kedudukan Hukum (Legal Standing)

si
atau Persona Standi in Judicio ;

[3.11] Menimbang, bahwa atas dalil eksepsi Tergugat dan Tergugat II Intervensi

ne
ng
yang menyatakan bahwa Penggugat tidak memiliki Kedudukan Hukum (Legal

do
gu
Standing) atau Persona Standi in Judicio tersebut, Penggugat telah menyampaikan

bantahannya dalam replik kepada Tergugat tertanggal 3 Nopemper 2015, dan

In
A
bantahan secara lisan atas eksepsi Tergugat II Intervensi dimuka Persidangan tanggal

24 Novemper 2015, yang pada pokoknya tetap pada dalil-dalil gugatannya ;


ah

lik
--------------------------------------------
am

ub
[3.12] Menimbang, bahwa untuk mengetahui siapa saja yang berhak mengajukan

gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara, dipedomani ketentuan Pasal 53 ayat (1)
ep
k

Undang Undang Nomor 9 Tahun 2004, tentang Perubahan Undang Undang Nomor 5
ah

Tahun 1986, tentang Peradilan Tata Usaha Negara yang menyatakan “ orang atau
R

si
Badan hukum perdata yang merasa kepentingannya dirugikan oleh suatu Keputusan

ne
ng

Tata Usaha Negara dapat mengajukan gugatan tertulis kepada Pengadilan yang

berwenang yang berisi tuntutan agar Keputusan Tata Usaha Negara yang

do
gu

disengketakan itu dinyatakan batal atau tidak sah, dengan atau tanpa disertai
In
tuntutan ganti rugi dan/atau rehabilitasi “ ;
A

----------------------------------------------------------------------
ah

lik

[3.13] Menimbang bahwa rumusan norma Pasal 53 ayat 1 Undang Undang Nomor

9 Tahun 2004, Tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 5 Tahun 1986,
m

ub

tentang Peradilan Tata Usaha Negara di dalamnya mengandung unsur kondisi norma
ka

ep

(syarat norma/norm condities) menyatakan bahwasannya yang dapat bertindak

sebagai Penggugat adalah orang atau badan hukum perdata yang merasa
ah

kepentingannya dirugikan oleh suatu Keputusan Tata Usaha Negara, secara negasi
es
M

ng

on

Halaman | 71 dari 85 Halaman Putusan Nomor:11/G/2015/PTUN.JBI


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 71
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
dikatakan tanpa adanya kepentingan tidak akan ada gugatan (point d’interes point

si
d’action atau Geen Processual belang - geen rechtsingang), oleh karenanya unsur

kepentingan (interes, belang) merupakan syarat untuk adanya standing to the sue

ne
ng
yaitu kedudukan minimal yang harus dipunyai seseorang atau badan hukum untuk

do
gu
mencapai kapasitas mengajukan gugatan ; ---------------------------------------------

[3.14] Menimbang, bahwa dengan meneliti dan mempelajari bukti-bukti surat yang

In
A
diajukan di Persidangan (bukti P-3, P-4 dan P-9), diketahui Penggugat merupakan
ah

badan hukum perdata/recht person sebagaimana Keputusan Menteri Hukum dan Hak

lik
Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-100.AH.01.06. Tahun 2009, tentang
am

ub
Pengesahan Ikatan tertanggal 26 Agustus 2009, sebagaimana yang termuat dalam

Tambahan Berita Negara Republik Indonesia tanggal 10 November 2009, Nomor 90;
ep
k

(vide Bukti P-3) dan sebagai satu-satunya organisasi profesi bagi dokter di seluruh
ah

wilayah Indonesia seperti termaktub dalam Undang Undang Nomor 29 tahun 2004,
R

si
tentang Praktik Kedokteran sebagaimana ketentuan Pasal 1 angka 12 yang

ne
ng

menyatakan : “Organisasi profesi adalah Ikatan Dokter Indonesia untuk dokter dan

Persatuan Dokter Gigi Indonesia untuk dokter gigi” ;

do
gu

-----------------------------------------------------------------------------------------------
In
A

[3.15] Menimbang, bahwa Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memiliki fungsi sebagai

pemersatu, pembina dan pemberdaya dokter Indonesia (vide Pasal 10 Anggaran


ah

lik

Dasar), dan memiliki peran sebagai organisasi yang mendorong peningkatan peran

dokter yang meliputi peran profesional medis, agen pembaharu (agent of change),
m

ub

dan pelaku pembangunan di bidang kesehatan, dan untuk mewujudkan tujuannya


ka

ep

Ikatan Dokter Indonesia mendirikan cabang-cabang di seluruh Indonesia, salah

satunya Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Jambi (in casu Penggugat), dan sesuai
ah

ketentuan Pasal 27 angka 4 Anggaran Rumah Tangga (ART) pengurus wilayah


es
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 72
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
mempunyai tugas dan wewenang untuk melakukan advokasi kebijakan kesehatan di

si
wilayahnya (vide Bukti P-4);------------------------------------------------------------------

ne
ng
[3.16] Menimbang, bahwa berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Besar Ikatan

Dokter Indonesia Nomor 1138/PB/A4/05/2014, tentang Pengesahan Ketua Ikatan

do
gu
Dokter Indonesia Wilayah Jambi Masa Bakti Tahun 2014-2017, tertanggal 22 Mei

2014 ; (vide Bukti P-9), memutuskan dan mensahkan dr. H. DERI MULYADI, S.H.,

In
A
MH. Kes., M.Kes., Sp.OT sebagai Ketua Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Jambi, in
ah

casu Penggugat dalam sengketa a quo ; ----------

lik
[3.17] Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut diatas dapatlah
am

ub
dikatakan bahwa Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Jambi adalah bagian

daripada Ikatan Dokter Indonesia yang merupakan badan hukum perdata yang
ep
k

melakukan pembelaan atas kepentingan organisasinya yang dirugikan, hal ini bersifat
ah

R
spesifik dalam profesi kedokteran dan terdapat hubungan sebab akibat (causal

si
verband) antara kepentingan yang dirugikan (kerugian) atas terbitnya objek sengketa

ne
ng

dengan melakukan advokasi mewakili profesi dokter melalui organisasi Ikatan

Dokter Indonesia sebagai subjek hukum, meskipun tidak menjadi subjek yang dituju

do
gu

oleh Surat Keputusan Tata Usaha Negara yang menjadi objek sengketa (Bukti T-3 =
In
A

T.II.Intv-4). sehingga dinilai Penggugat in casu memiliki kedudukan hukum dan atau

kepentingan dalam mengajukan gugatan a quo ; -------------------------


ah

lik

[3.18] Menimbang, bahwa oleh karena Pengadilan menilai pihak Penggugat


m

ub

memiliki kedudukan hukum dan atau kepentingan untuk mengajukan gugatan aquo,

maka eksepsi Tergugat dan Tergugat II Intervensi yang menyatakan Penggugat tidak
ka

ep

memiliki Kedudukan Hukum (Legal Standing) atau Persona Standi in Judicio dinilai
ah

sebagai suatu eksepsi yang tidak berdasar menurut hukum sehingga tidak dapat
R

diterima ; --------------------
es
M

ng

on

Halaman | 73 dari 85 Halaman Putusan Nomor:11/G/2015/PTUN.JBI


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 73
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
[3.19] Menimbang, bahwa berdasarkan seluruh pertimbangan tentang eksepsi

si
tersebut diatas, yang dinilai sebagai eksepsi yang tidak berdasar menurut hukum

sehingga eksepsi Tergugat dan Tergugat II Intervensi harus ditolak dan tidak dapat

ne
ng
diterima seluruhnya, maka selanjutnya Pengadilan akan mempertimbangkan pokok

do
gu
sengketa dalam perkara a quo sebagaimana pertimbangan hukum sebagai berikut ini :

-----------------------------------------------

In
A
ah

lik
DALAM POKOK SENGKETA ; ------------------------------------------------------------
am

ub
[3.20] Menimbang, bahwa objek sengketa (objectum in litis) yang dimohonkan

Penggugat untuk dibatalkan atau dinyatakan tidak sah oleh Pengadilan sebagaimana
ep
k

tersebut dalam fundamentum petendi dan petitum gugatan Penggugat adalah :


ah

----------------------------------------------------------------
R

si
Surat Keputusan Bupati Kerinci Nomor : 821.23/14/pp-BKD tentang

ne
ng

Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pejabat Struktural Eselon III

di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kerinci, sepanjang yang tertuang dalam

do
gu

Lampiran Keputusan Bupati Kerinci Nomor : 821.23/14/pp-BKD tanggal 17

Juni 2015, tentang Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pejabat


In
A

Struktural Eselon III di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kerinci, nomor


ah

urut 21 atas nama Drs.Noviar Zen, Apt.,MM., sebagai Direktur Rumah Sakit
lik

Umum Mayjen H.A.Thalib Kerinci (Bukti T-3 = T.II.-4) ;


m

ub

-------------------------------
ka

[3.21] Menimbang, bahwa yang menjadi dasar dan alasan Penggugat untuk
ep

menuntut pembatalan atau dinyatakan tidak sahnya surat keputusan yang menjadi
ah

objek sengketa pada pokoknya karena penerbitan Surat Keputusan Objek Sengketa
R

es

tersebut bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan sebagaimana


M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 74
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
tertuang dalam Pasal 67 Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014, tentang Pemerintah

si
Daerah juncto Pasal 34 ayat (1) Undang Undang Nomor 44 Tahun 2009, tentang

Rumah Sakit juncto Pasal 11 ayat (2) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014,

ne
ng
tentang Tenaga Kesehatan juncto Peraturan Menteri Kesehatan Nomor : 971/

do
gu
MENKES/ PER/XI/2009, tentang Standar Kompetensi Pejabat Struktural Kesehatan

serta bertentangan Asas-Asas Umum Pemerintahan Yang Baik khususnya Asas

In
A
Kepastian Hukum, Asas Tertib Penyelenggaraan Negara dan Asas Profesionalitas ;

---------------------------------------------------------------------------------
ah

lik
[3.22] Menimbang, bahwa dalam bantahannya pihak Tergugat dan Tergugat II
am

ub
Intervensi menyatakan bahwa penerbitan objek sengketa telah diterbitkan

berdasarkan prosedur dan ketentuan peraturan perundang undangan yang berlaku


ep
k

maupun asas-asas umum pemerintahan yang baik, dengan melakukan seleksi


ah

terhadap calon pejabat struktural yang memenuhi syarat kompetensi untuk


R

si
menduduki jabatan sebagai Direktur Rumah Sakit Umum sebagaimana disyaratkan

ne
ng

oleh Pasal 10 ayat (4) huruf a, b, c dan d Peraturan Menteri Kesehatan Republik

Indonesia Nomor 971/MENKES/ PER/ XI/ 2009 ;

do
gu

-----------------------------------------------------------------------------------------

[3.23] Menimbang, bahwa sebelum mempertimbangkan apakah penerbitan surat


In
A

keputusan yang menjadi obyek sengketa oleh Tergugat (Bupati Kabupaten Kerinci)
ah

lik

tersebut telah sesuai dengan Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku dan sesuai

pula dengan Asas-Asas Umum Pemerintahan Yang Baik atau tidak ?, terlebih dahulu
m

ub

akan dipertimbangkan apakah Pengadilan Tata Usaha Negara Jambi berwenang untuk
ka

memeriksa, memutus dan menyelesaikan sengketa tata usaha negara a quo


ep

sebagaimana ketentuan Pasal 47 Undang Undang Nomor 5 Tahun 1986, dan apakah
ah

pengajuan gugatan Penggugat masih dalam tenggang waktunya sebagaimana


R

es

ketentuan Pasal 55 Undang Undang Nomor 5 Tahun 1986, yang merupakan syarat
M

ng

on

Halaman | 75 dari 85 Halaman Putusan Nomor:11/G/2015/PTUN.JBI


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 75
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
formal pengajuan gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara dengan pertimbangan

si
hukum sebagai berikut : -----------------------------

[3.24] Menimbang, bahwa kompetensi absolut Peradilan Tata Usaha Negara adalah

ne
ng
sebagaimana yang dimaksud dalam Norma pasal 47 juncto pasal 1 angka 10 dengan

do
gu
objek sengketa berupa keputusan Tata Usaha Negara (Pasal 1 angka 9) dengan

perluasan objek sengketa sebagaimana rumusan Pasal 3 serta pembatasan langsung

In
A
sebagaimana yang ketentuan Pasal 2 juncto Pasal 49 dan pembatasan tidak langsung

sebagaimana ketentuan Pasal 48 dan pembatasan langsung yang bersifat sementara


ah

lik
sebagaimana ketentuan Pasal 142 ayat (1) Undang Undang Nomor 51 Tahun 2009,
am

ub
tentang Perubahan Kedua atas Undang Undang Nomor 5 Tahun 1986, Tentang

Peradilan Tata Usaha Negara dan pembatasan karena lahirnya peraturan perundang-
ep
k

undangan yang baru dan pembatasan karena yurisprudensi MA.RI ;


ah

-------------------------------------------------------------------------
R

si
[3.25] Menimbang, bahwa ketentuan Pasal 47 Undang Undang Nomor 5 Tahun

ne
ng

1986, Tentang Peradilan Tata Usaha Negara menyatakan : “Pengadilan bertugas dan

berwenang memeriksa, memutus dan menyelesaikan sengketa Tata Usaha Negara” ;

do
gu

---------------------------------------

[3.26] Menimbang, bahwa definisi stipulatif ketentuan Pasal 1 angka 10 Undang


In
A

Undang Nomor 51 Tahun 2009, Tentang Perubahan Kedua Atas Undang Undang
ah

lik

Nomor 5 Tahun 1986, menerangkan pula bahwasanya “Sengketa Tata Usaha Negara

adalah sengketa yang timbul dalam bidang Tata Usaha Negara antara orang atau
m

ub

badan hukum perdata dengan badan atau pejabat Tata Usaha Negara baik di pusat
ka

maupun di daerah sebagai akibat dikeluarkannya Keputusan Tata Usaha Negara,


ep

termasuk sengketa kepegawaian berdasarkan Peraturan Perundang Undangan yang


ah

berlaku” ; --
R

es
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 76
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
[3.27] Menimbang, bahwa berdasarkan ketentuan di atas, Pengadilan berpendapat

si
suatu sengketa dapat digolongkan sebagai Sengketa Tata Usaha Negara bilamana

sekurang-kurangnya memenuhi 3 (tiga) unsur secara komulatif sebagai berikut :

ne
ng
---------------------------------------------------------

do
gu a Objek sengketanya berbentuk Keputusan Tata Usaha Negara (KTUN),

yakni berupa Surat Keputusan Bupati Kerinci Nomor : 821.23/14/pp-

In
A
BKD tentang Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pejabat

Struktural Eselon III di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kerinci,


ah

lik
sepanjang yang tertuang dalam Lampiran Keputusan Bupati Kerinci
am

ub
Nomor : 821.23/14/pp-BKD tanggal 17 Juni 2015, tentang

Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pejabat Struktural


ep
k

Eselon III di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kerinci, nomor urut


ah

21 atas nama Drs.Noviar Zen, Apt.,MM., sebagai Direktur Rumah


R

si
Sakit Umum Mayjen H.A.Thalib Kerinci (Bukti T-3 = T.II.Int-4) ;

ne
ng

--------------------

b Penggugat adalah orang perorangan (naturlijke persoon) atau Badan

do
gu

Hukum Perdata (recht persoon), yaitu : Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Wilayah Jambi, yang merasa kepentingannya dirugikan oleh suatu


In
A

Keputusan Tata Usaha Negara dan Tergugat adalah Badan atau


ah

lik

Pejabat Tata Usaha Negara yang menerbitkan Keputusan Tata Usaha

Negara dimaksud yaitu : Bupati Kabupaten Kerinci ;


m

ub

---------------------------
ka

c Sifat sengketanya haruslah timbul di bidang Tata Usaha Negara yang


ep

berupa perbedaan pendapat mengenai penerapan hukum dalam ranah


ah

Hukum Tata Usaha Negara (Hukum Administrasi Negara) terhadap


R

es
M

ng

on

Halaman | 77 dari 85 Halaman Putusan Nomor:11/G/2015/PTUN.JBI


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 77
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
Keputusan Tata Usaha Negara yang menjadi objek sengketa a quo ;

si
----

[3.28] Menimbang, bahwa dalam rumusan norma Pasal 1 angka 9 Undang Undang

ne
ng
Nomor 51 Tahun 2009, Tentang Perubahan Kedua Atas Undang Undang Nomor 5

do
gu
Tahun 1986 terkandung di dalamnya unsur-unsur sebuah Keputusan Tata Usaha

Negara sebagai berikut : --------------------------------------

In
A
1 Suatu penetapan tertulis ;

2 Dikeluarkan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara ;


ah

lik
3 Berisi tindakan hukum tata usaha negara ;
am

ub
4 Berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku ;

5 Bersifat konkret, individual, dan final ;


ep
k

6 Menimbulkan akibat hukum ;


ah

7 Bagi seseorang atau badan hukum perdata ;


R

si
[3.29] Menimbang, bahwa setelah meneliti dan mencermati secara seksama objek

ne
ng

sengketa (objectum litis) di subsumsi (dihubungkan) dengan ketentuan Pasal 1 angka

9 Undang Undang Nomor 51 Tahun 2009, Tentang Perubahan Kedua Atas Undang

do
gu

Undang Nomor 5 Tahun 1986, Tentang Peradilan Tata Usaha Negara, Pengadilan

berpendapat bahwa objek sengketa a quo telah memenuhi unsur-unsur norma dalam
In
A

ketentuan Pasal 1 angka 9 Undang Undang Nomor 51 Tahun 2009, Tentang


ah

lik

Perubahan Kedua Atas Undang Undang Nomor 5 Tahun 1986, Tentang Peradilan

Tata Usaha Negara dan oleh karenanya obyek sengketa a quo merupakan sebuah
m

ub

Keputusan Tata Usaha Negara ;


ka

[3.30] Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana diuraikan di


ep

atas, diperoleh keyakinan bahwa sengketa antara Penggugat dan Tergugat adalah
ah

Sengketa Tata Usaha Negara sebagaimana dimaksud Pasal 1 angka 10 Undang


es

Undang Nomor 51 Tahun 2009, tentang Perubahan Kedua atas Undang Undang
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 78
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara, sehingga Pengadilan

si
Tata Usaha Negara Jambi berwenang untuk memeriksa, memutus, dan menyelesaikan

sengketa

ne
ng
ini;---------------------------------------------------------------------------------------------------

do
[3.31] gu Menimbang bahwa tenggang waktu untuk mengajukan gugatan di Peradilan

Tata Usaha Negara adalah sebagaimana diatur dalam norma Pasal 55 Undang

In
A
Undang Nomor 5 Tahun 1986, Tentang Peradilan Tata Usaha Negara yang

menentukan bahwa gugatan dapat diajukan dalam tenggang waktu 90 (sembilan


ah

lik
puluh) hari terhitung sejak diterimanya atau diumumkannya Keputusan Badan atau
am

ub
Pejabat Tata Usaha Negara ; -----------

[3.32] Menimbang, bahwa obyek sengketa aquo diterbitkan oleh Bupati Kabupaten
ep
k

Kerinci (Tergugat) pada tanggal 17 Juni 2015, dan pengajuan gugatan oleh
ah

Penggugat yang didaftarkan pada Kepaniteraan Pengadilan Tata Usaha Negara Jambi
R

si
sebagaimana register perkara aqua adalah pada tanggal 11 September 2015, sehingga

ne
ng

dapatlah diketahui bahwa rentang waktu antara penerbitan objek sengketa dengan

pendaftaran perkara aquo (17 Juni 2015 hingga 11 September 2015 = 86 (delapan

do
gu

puluh enam) hari), karenanya Pengadilan menilai pengajuan gugatan Penggugat

masih dalam tenggang waktu 90 (sembilan puluh) hari sebagaimana ketentuan Pasal
In
A

55 Undang Undang Nomor 5 Tahun 1986, Tentang Peradilan Tata Usaha Negara;
ah

lik

-------------------------------------------------------------------------------------------

[3.33] Menimbang, bahwa tuntutan pokok Penggugat dalam gugatannya adalah


m

ub

mohon untuk dinyatakan batal atau tidak sah objek sengketa a quo dengan alasan
ka

penerbitannya bertentangan dengan ketentuan Peraturan Perundang Undangan yang


ep

berlaku dan Asas-Asas Umum Pemerintahan Yang Baik, yaitu :


ah

-------------------------------------------------------------------------------
R

es
M

ng

on

Halaman | 79 dari 85 Halaman Putusan Nomor:11/G/2015/PTUN.JBI


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 79
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
1 Bertentangan dengan Peraturan Perundang Undangan sebagaimana tertuang

si
dalam Pasal 67 Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014, tentang Pemerintah

Daerah juncto Pasal 34 ayat (1) Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009,

ne
ng
tentang Rumah Sakit juncto Pasal 11 ayat (2) Undang Undang Nomor 36

do
gu Tahun 2014, tentang Tenaga Kesehatan juncto Peraturan Menteri Kesehatan

Nomor : 971/MENKES/PER/XI/2009, tentang Standar Kompetensi Pejabat

In
A
Struktural Kesehatan ; -------------------

2 Bertentangan dengan Asas-Asas Umum Pemerintahan Yang Baik yaitu asas


ah

lik
kepastian hukum, asas tertib penyelenggaraan negara dan asas kecermatan
am

ub
profesionalitas ; -------------------------------------------------------------

[3.34] Menimbang, bahwa terhadap gugatan Penggugat tersebut, pihak Tergugat


ep
k

dan Tergugat II Intervensi dalam jawabannya yang pada pokoknya membantah dalil
ah

Penggugat tersebut dengan menyatakan bahwasannya penerbitan surat keputusan


R

si
objek sengketa (bukti T-3 = T.II-4) yang diterbitkan oleh Tergugat telah sesuai

ne
ng

dengan Peraturan Perundang Undangan yang berlaku dan Asas-Asas Umum

Pemerintahan Yang Baik ; ----

do
gu

[3.35] Menimbang, bahwa dasar pengujian untuk menilai apakah Keputusan Tata

Usaha Negara yang digugat bertentangan dengan Peraturan Perundang-Undangan


In
A

dan/atau Asas-Asas Umum Pemerintahan Yang Baik ataukah tidak harus dipedomani
ah

lik

ketentuan Pasal 53 ayat (2) Undang Undang Nomor 9 Tahun 2004, tentang

Perubahan Atas Undang Undang Nomor 5 Tahun 1986,


m

ub

yaitu :-----------------------------------------------------------------
ka

a Keputusan Tata Usaha Negara yang digugat bertentangan dengan


ep

Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku ;--------------------------------


ah

Suatu Keputusan Tata Usaha Negara dapat dinilai bertentangan dengan Peraturan
R

es

Perundang Undangan yang berlaku, apabila keputusan yang bersangkutan itu :----
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 80
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
1 Dikeluarkan oleh Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara

si
yang tidak berwenang ; ----------------------------------------

2 Bertentangan dengan ketentuan-ketentuan dalam

ne
ng
Peraturan Perundang Undangan yang bersifat materiel/

do
gu substansial; ------------------------------------------------------

3 Bertentangan dengan ketentuan-ketentuan dalam

In
A
Peraturan Perundang-Undangan yang bersifat prosedural/

formal;------------------
ah

lik
a Keputusan Tata Usaha Negara yang digugat bertentangan dengan Asas-
am

ub
Asas Umum Pemerintahan Yang

Baik;-----------------------------------------------
ep
k

[3.36] Menimbang, bahwa secara konsepsional, di dalam hukum administrasi asas


ah

legalitas/keabsahan (legaliteit beginsel/wetmatigheid van bestuur) mencakup 3


R

si
(tiga) aspek yaitu : wewenang, prosedur dan substansi. Artinya wewenang,

ne
ng

prosedur maupun substansi harus berdasarkan Peraturan Perundang Undangan

(asas legalitas), karena pada Peraturan Perundang Undangan tersebut sudah

do
gu

ditentukan tujuan diberikannya wewenang kepada pejabat administrasi, bagaimana

prosedur untuk mencapai suatu tujuan serta ketentuan tentang substansinya ;


In
A

[3.37] Menimbang, bahwa untuk menjawab persoalan hukum tersebut, akan


ah

lik

dilakukan pengujian dan penilaian dari segi hukum (rechtmatigeheid) penerbitan

Keputusan Bupati Kerinci Nomor : 821.23/14/pp-BKD tentang Pengangkatan,


m

ub

Pemindahan dan Pemberhentian Pejabat Struktural Eselon III di Lingkungan


ka

Pemerintah Kabupaten Kerinci, sepanjang yang tertuang dalam Lampiran Keputusan


ep

Bupati Kerinci Nomor : 821.23/14/pp-BKD tanggal 17 Juni 2015, tentang


ah

Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pejabat Struktural Eselon III di


R

es

Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kerinci, nomor urut 21 atas nama Drs.Noviar


M

ng

on

Halaman | 81 dari 85 Halaman Putusan Nomor:11/G/2015/PTUN.JBI


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 81
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
Zen, Apt.,MM., sebagai Direktur Rumah Sakit Umum Mayjen H.A.Thalib Kerinci

si
(Bukti T-3 = T.II.Intv-4) apakah telah sesuai atau tidak sesuai dengan Ketentuan

Peraturan Perundang Undangan yang berlaku dari segi kewenangan, prosedural

ne
ng
maupun substansial dengan sistematika pertimbangan hukum sebagai

do
gu
berikut ;---------------------------------------------------------------------------------

[3.38] Menimbang, bahwa terlebih dahulu akan dipertimbangkan segi dan aspek

In
A
kewenangan Tergugat dalam menerbitkan objek sengketa a quo, untuk menjawab

permasalahan hukum apakah Tergugat berwenang menerbitkan objek sengketa a quo


ah

lik
atau tidak ? ---------------------------------------------------------
am

ub
[3.39] Menimbang, bahwa untuk menguji permasalah hukum atas wewenang

Tergugat dalam menerbitkan objek sengketa a quo, akan dipedomani ketentuan


ep
k

Peraturan Perundang Undangan yang menjadi peraturan dasar yang berkaitan dengan
ah

R
permasalahan tersebut yaitu : -------------------------------

si
Undang Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit ;

ne
ng

----------------------------------------------------------------------------------------------

Pasal 6 ; ------------------------------------------------------------------------------------------

do
Ayat (1) Pemerintah dan pemerintah daerah bertanggung jawab untuk : -----
gu

a. menyediakan Rumah Sakit berdasarkan kebutuhan masyarakat;


b. menjamin pembiayaan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit bagi fakir
miskin, atau orang tidak mampu sesuai ketentuan Peraturan
In
A

Perundang Undangan ; ---------------------------------------


c. membina dan mengawasi penyelenggaraan Rumah Sakit ; ------
d. memberikan perlindungan kepada Rumah Sakit agar dapat memberikan
ah

lik

pelayanan kesehatan secara profesional dan bertanggung jawab ;


---------------------------------------------------------
e. memberikan perlindungan kepada masyarakat pengguna jasa
pelayanan Rumah Sakit sesuai dengan ketentuan peraturan
m

ub

perundang-undangan ; ------------------------------------------------------
f. menggerakkan peran serta masyarakat dalam pendirian Rumah Sakit
ka

sesuai dengan jenis pelayanan yang dibutuhkan


ep

masyarakat;---------------------------------------------------------------------
g. menyediakan informasi kesehatan yang dibutuhkan oleh masyarakat ;
-------------------------------------------------------------------
ah

h. menjamin pembiayaan pelayanan kegawatdaruratan di Rumah Sakit


R

akibat bencana dan kejadian luar biasa ; -----------------------


es

i. menyediakan sumber daya manusia yang dibutuhkan; dan ------


M

j. mengatur pendistribusian dan penyebaran alat kesehatan berteknologi


ng

tinggi dan bernilai tinggi ; ----------------------------------


on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 82
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
Ayat (2) Tanggung jawab sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan
berdasarkan kewenangan sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang

si
Undangan ; --------------------------------------------

ne
ng
Undang Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014, tentang Aparatur Sipil

do
gu
Negara ; ------------------------------------------------------------------------------------

Pasal 1 ; ------------------------------------------------------------------------------------------
Angka 13. Pejabat yang Berwenang adalah pejabat yang mempunyai kewenangan

In
A
melaksanakan proses pengangkatan, pemindahan, dan pemberhentian
Pegawai ASN sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang
Undangan ; --------------------------
ah

lik
Angka 14. Pejabat Pembina Kepegawaian adalah pejabat yang mempunyai
kewenangan menetapkan pengangkatan, pemindahan, dan
pemberhentian Pegawai ASN dan pembinaan Manajemen ASN di
am

ub
instansi pemerintah sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang
Undangan ; ------------------------- ep
Undang Undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2014, tentang Administrasi
k

Pemerintahan ; -----------------------------------------------------------------
ah

Pasal 1 ; ------------------------------------------------------------------------------------------
R

si
Angka 5. Wewenang adalah hak yang dimiliki oleh Badan dan/atau Pejabat
Pemerintahan atau penyelenggara Negara lainnya untuk mengambil
keputusan dan/atau tindakan dalam penyelenggaraan pemerintahan ;

ne
ng

----------------------------------------
Angka 6. Kewenangan Pemerintahan yang selanjutnya disebut Kewenangan
adalah kekuasaan Badan dan/atau Pejabat Pemerintahan atau

do
gu

penyeleggara Negara lainnya untuk bertindak dalam ranah hukum


public ; ----------------------------------

Undang Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2014, tentang Tenaga


In
A

Kesehatan ; --------------------------------------------------------------------------------------

Pasal 7; -------------------------------------------------------------------------------------------
ah

Dalam melaksanakan tanggung jawabnya, pemerintah daerah kabupaten/kota


lik

berwenang untuk : --------------------------------------------------------


a. menetapkan kebijakan Tenaga Kesehatan selaras dengan kebijakan nasional
dan provinsi ; -------------------------------------------------------------------
m

ub

b. melaksanakan kebijakan Tenaga Kesehatan ; ------------------------------------


c. merencanakan kebutuhan Tenaga Kesehatan ;-----------------------------------
ka

d. melakukan pengadaan Tenaga Kesehatan ;---------------------------------------


ep

e. melakukan pendayagunaan melalui pemerataan, pemanfaatan, dan


pengembangan ; --------------------------------------------------------------------------
f. membina, mengawasi, dan meningkatkan mutu Tenaga Kesehatan melalui
ah

pelaksanaan kegiatan perizinan Tenaga Kesehatan; dan -----------


R

g. melaksanakan kerja sama dalam negeri di bidang Tenaga Kesehatan ; ---


es
M

ng

on

Halaman | 83 dari 85 Halaman Putusan Nomor:11/G/2015/PTUN.JBI


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 83
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014, tentang Pemerintahan Daerah juncto
Undang Undang Nomor 2 Tahun 2015, tentang Penetapan Peraturan Pemerintah

si
Pengganti Undang Undang Nomor 2 Tahun 2014, tentang Perubahan Atas Undang
Undang Nomor 23 Tahun 2014, tentang Pemerintahan Daerah Menjadi Undang
Undang ; -------------------------------------

ne
ng
Pasal 65 ; -----------------------------------------------------------------------------------------

Ayat (2) Dalam menjalankan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kepada

do
gu daerah berwenang : --------------------------------------------------

a. mengajukan rancangan Perda ; -------------------------------------------


b. menetapkan Perda yang telah mendapat persetujuan bersama DPRD ;

In
A
---------------------------------------------------------------------------
c. menetapkan Perkada dan keputusan kepala daerah ; ---------------
d. mengambil tindakan tertentu dalam keadaan mendesak yang sangat
ah

lik
dibutuhkan oleh Daerah dan/atau masyarakat ; -------------
e. melaksanakan wewenang lain sesuai dengan ketentuan Peraturan
Perundang Undangan ; ----------------------------------------
am

ub
Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003, tentang Wewenang Pengangkatan,
Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil juncto Peraturan Pemerintah
Nomor 63 Tahun 2009, tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 9
ep
k

Tahun 2009, Wewenang Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai


Negeri Sipil ;-----------------------------
ah

Pasal 1 ; ------------------------------------------------------------------------------------------
R
Angka 5. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota adalah Bupati/

si
Walikota ; ------------------------------------------------------------------
Pasal 14; ------------------------------------------------------------------------------------------

ne
ng

Ayat (1) Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota


menetapkan :-------------------------------------------------------------------------------------
a. pengangkatan Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota setelah mendapat
persetujuan dari pimpinan Dewan Perwakilan Daerah Kabupaten/

do
gu

Kota ; -------------------------------------------------------------
b pemberhentian Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota ; ---------------
c. pengangkatan, pemindahan, pemberhentian Pegawai Negeri Sipil
In
dalam dan dari jabatan struktural eselon II dilingkungan Pemerintah
A

Daerah Kabupaten/Kota ; ----------------------------------


d. pengangkatan, pemindahan, pemberhentian Pegawai Negeri Sipil
ah

dalam dan dari jabatan struktural eselon III ke bawah dan jabatan
lik

fungsional yang jenjangnya setingkat dengan jabatan struktural


eselon II kebawah dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten /
Kota ; ------------------------------------------------------------
m

ub

[3.40] Menimbang, bahwa berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan


ka

diatas mengenai kewenangan pejabat dalam pengangkatan, pemindahkan, dan


ep

pemberhentikan Aparatur Sipil Negara dan/atau Pegawai Negeri Sipil disubsumbi


ah

(dihubungkan) dengan fakta hukum yang menjadi objek sengketa (bukti T-3 = T.II-4)
es
M

benar Tergugat dalam kapasitasnya sebagai Bupati Kabupaten Kerinci merupakan


ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 84
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten Kerinci dan Pejabat yang

si
Berwenang menerbitkan Keputusan Bupati Kerinci Nomor. 821.23/ 14/ pp-BKD,

tanggal 23 Juni 2015, tentang Pengangkatan, Pemindahan, dan Pemberhentian

ne
ng
Pejabat Struktural Eselon III di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Kerinci ;

do
gu
[3.41] Menimbang, bahwa dari segi Kewenangan, Tergugat terbukti telah melakukan

tindakan administrasi dalam kapasitasnya sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian dan

In
A
Pejabat yang Berwenang untuk menerbitkan objek sengketa a quo ;
ah

lik
------------------------------------------------------------------------

[3.42] Menimbang, bahwa selanjutnya Pengadilan akan mempertimbangkan pokok


am

ub
perkara baik dari segi procedural (formal) maupun dari segi substansial (materiil)
ep
apakah tindakan Tergugat dalam menerbitkan Surat Keputusan yang menjadi objek
k

sengketa telah sesuai atau bertentangan dengan Peraturan Perundang Undangan yang
ah

si
berlaku maupun Asas-asas Umum Pemerintahan Yang Baik? dengan pertimbangan

hukum sebagai berikut : -----

ne
ng

[3.43] Menimbang, bahwa ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 100 Tahun 2000,

do
gu

tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Dalam Jabatan Struktural juncto

Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2002, tentang Perubahan Peraturan


In
A

Pemerintah Nomor 100 Tahun 2000, tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil
ah

lik

Dalam Jabatan Struktural, antara lain menyebutkan sebagai berikut :

------------------------------------------------------------
m

ub

Pasal 2 ; ------------------------------------------------------------------------------------------
ka

Ayat (3) Jabatan struktural Eselon I ke bawah di Propinsi dan Jabatan Struktural
ep

Eselon II ke bawah di Kabupaten/Kota ditetapkan sesuai dengan


ketentuan Peraturan Perundang Undangan yang berlaku ; -
Pasal 5 ; ------------------------------------------------------------------------------------------
ah

Persyaratan untuk dapat diangkat: dalam jabatan struktural, adalah : -----------


R

a. berstatus Pegawai Negeri Sipil ; -------------------------------------------------------


es

b. serendah-rendahnya menduduki pangkat 1 (satu) tingat di bawah jenjang


M

pangkat yang ditentukan ; ---------------------------------------------------------------


ng

c. memiliki kualifikasi dan tingkat pendidikan yang ditentukan ; ------------------


on

Halaman | 85 dari 85 Halaman Putusan Nomor:11/G/2015/PTUN.JBI


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 85
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
d. semua unsur penilaian prestasi kerja sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2
(dua) tahun terakhir ; ----------------------------------------------------------

si
e. memiliki kompetensi jabatan yang diperlukan; dan -------------------------------
f. sehat jasmani dan rohani ; --------------------------------------------------------------
Pasal 6 ; ------------------------------------------------------------------------------------------

ne
ng
Di samping persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5, Pejabat Pembina
Kepegawaian Pusat dan Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah perlu
memperhatikan faktor senioritas dalam kepangkatan, usia, pendidikan dan pelatihan

do
gu
jabatan, dan pengalaman yang dimiliki ; ------------------------------------
Pasal 14 ; -----------------------------------------------------------------------------------------
Ayat (1) Untuk menjamin kualitas dan obyektifitas dalam pengangkatan, pemindahan
dan pemberhentian Pegawai Negeri Sipil dalam dan dari jabatan

In
A
structural Eselon II ke bawah di setiap instansi dibentuk Badan
Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan, selanjutnya disebut
Baperjakat ; ---------------------------------------------
ah

lik
Ayat (2) Baperjakat terdiri dari : ---------------------------------------------------------
a. Baperjakat Instansi Pusat ; ------------------------------------------------
b. Baperjakat Instansi Daerah Propinsi ; ----------------------------------
am

ub
c. Baperjakat Instansi Daerah Kabupaten/Kota ; ------------------------

Ayat (3) Pembentukan Baperjakat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)


ditetapkan oleh : ------------------------------------------------------------------
ep
a. pejabat pembina kepegawaian pusat untuk instansi pusat ; -----
k

b. pejabat pembina kepegawaian daerah Propinsi untuk instansi daerah


Propinsi ; ------------------------------------------------------------
ah

c. pejabat pembina kepegawaian daerah Kabupaten/Kota untuk instansi


R

si
daerah Kabupaten/Kota ; ---------------------------------------
Ayat (4) Tugas pokok Baperjakat Instansi Pusat dan Baperjakat Instansi Daerah
Propinsi/Kabupaten/Kota memberikan pertimbangan kepada Pejabat

ne
ng

Pembina Kepegawaian Pusat dan Pejabat Pembina Kepegawaian


Daerah Propinsi/Kabupaten/Kota dalam pengangkatan pemindahan dan
pemberhentian dalam dan dari jabatan struktural Eselon II ke bawah ;

do
gu

-------------------------------------

[3.44] Menimbang, bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 2 ayat (3) diatas dapat
In
A

diketahui bahwa Jabatan Struktural Eselon II ke bawah di Kabupaten/Kota ditetapkan

sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dengan


ah

lik

memenuhi syarat-syarat sebagaimana yang tersebut dalam Pasal 5 serta untuk


m

ub

menjamin kwalitas dan objektifitas harus dibentuk Badan Pertimbangan Jabatan dan

Kepangkatan yang bertugas memberikan pertimbangan sebagaimana dimaksud oleh


ka

ep

Pasal 14 ; -------------
ah

[3.45] Menimbang, bahwa mekanisme Pengangkatan, Pemindahan, dan


R

es

Pemberhentian, Pejabat Struktural Eselon III di lingkungan Pemerintahan Kabupaten/


M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 86
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
Kota diatur lebih lanjut dalam Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara

si
Nomor 13 Tahun 2002, tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah

Nomor 100 Tahun 2000, tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Dalam Jabatan

ne
ng
Struktural sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13

do
gu
Tahun 2002, yang harus dipedomani oleh setiap pejabat yang berwenang dan pejabat

yang secara fungsional membidangi manajemen Pegawai Negeri Sipil dalam

In
A
memproses pengangkatan, pemindahan dan pemberhentian Pegawai Negeri Sipil

dalam dan dari jabatan struktural ; --------------------------------------------------


ah

lik
[3.46] Menimbang, bahwa selama pemeriksaan dalam persidangan terungkap fakta-
am

ub
fakta hukum yang diakui atau setidak-tidaknya tidak terbantahkan oleh para pihak

sebagai berikut ;
ep
k

1 Bahwa Penggugat (Ikatan Dokter Indonesia (IDI)


ah

si
Wilayah Jambi) merupakan badan hukum perdata

(recht persoon) berdasarkan Keputusan Menteri

ne
ng

Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia

do
gu

Nomor AHU-100.AH.01.06 Tahun 2009, Tentang

Pengesahan Ikatan Menteri Hukum Dan Hak Asasi


In
A

Manusia Republik Indonesia (bukti P-3) dan telah

memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah


ah

lik

Tangga (bukti P-4) ; ----------------------------------


m

ub

2 Bahwa Tergugat telah membentuk Tim Badan


ka

Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan Kabupaten


ep

Kerinci Tahun Anggaran 2015 berdasarkan Keputusan


ah

Bupati Kerinci Nomor: 820/Kep.92/2015 tanggal 7


R

es

April 2015, (bukti T-1) ; -----------------------


M

ng

on

Halaman | 87 dari 85 Halaman Putusan Nomor:11/G/2015/PTUN.JBI


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 87
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
3 Bahwa Tim Baperjakat telah melakukan rapat yang

si
hasilnya memutuskan mengusulkan Drs.Noviar

Zen,Apt,MM (Tergugat II Intervensi) sebagai Direktur

ne
ng
RSUD Mayjen H.A.Thalib Kabupaten Kerinci dalam

do
gu jabatan struktural eselon III di lingkungan

pemerintahan kabupaten Kerinci sebagaimana Berita

In
A
Acara Rapat Baperjakat Nomor : 821/02/

Baperjakat/2015 tanggal 11 Juni 2015, (bukti T-2 dan


ah

lik
keterangan saksi Drs.Syahrul Hayadi,Msi) ; --------------
am

ub
4 Bahwa Drs.Noviar Zen,Apt,MM (Tergugat II

Intervensi) sebelumnya pada tahun 2005, sampai


ep
k

dengan tahun 2009, pernah berpengalaman memimpin


ah

R
dan menjadi Direktur Rumah Sakit Mayjen H.A Thalib

si
Kerinci, meskipun yang bersangkutan bukan seorang

ne
ng

tenaga medis dan pada tahun 2011, juga menjabat

sebagai direktur rumah sakit di Kabupaten MukoMuko

do
gu

(bukti T.II-1 dan keterangan saksi Drs.Syahrul


In
Hayadi,Msi) ; ---------------------------------
A

5 Bahwa terdapat Surat Edaran Gubernur Jambi Nomor :


ah

lik

S-440/1276/DINKES-4.2/V/2015, Tentang Peningkatan


m

ub

Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit (bukti P-11) ;

-------------------------------------
ka

ep

[3.47] Menimbang, bahwa dengan meneliti dan memeriksa keputusan yang menjadi
ah

objek sengketa aquo (bukti T-3 = T.II-4), diketahui dasar pertimbangan Tergugat
R

es

menerbitkan objek sengketa sebagaimana konsideran menimbang, selain didasarkan


M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 88
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
pada kepentingan dinas, pengangkatan, pemindahan dan pemberhentian Pegawai

si
Negeri Sipil dalam jabatan struktural tersebut juga telah mendapat pertimbangan dari

Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan, sebagaimana Berita Acara Rapat

ne
ng
Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Nomor : 821/02/

do
gu
Baperjakat/2015 tanggal 11 Juni 2015, (bukti T-2) yang secara limitatif telah

ditentukan syaratnya sebagaimana ketentuan Pasal 2 ayat (3) dan Pasal 5 Peraturan

In
A
Pemerintah Nomor 100 Tahun 2000, tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil

Dalam Jabatan Struktural juncto Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2002,


ah

lik
tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 100 Tahun 2000, tentang
am

ub
Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Dalam Jabatan Struktural dan ketentuan

pelaksanaan sebagaimana Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 13


ep
k

Tahun 2002 ; ------[3.48] Menimbang, bahwa dengan membaca dan mempelajari


ah

Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 13 Tahun 2002, tentang


R

si
Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 100 Tahun 2000, tentang

ne
ng

Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Dalam Jabatan Struktural sebagaimana telah

diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2002, diketahui bahwa pada

do
gu

halaman 24 dan 25, menyebutkan : -----------------


In
Huruf D Tata Kerja Baperjakat ; ------------------------------------------------------------
A

Angka 3. Hasil Persidangan ; ---------------------------------------------------------------


ah

lik

b Pertimbangan Baperjakat dalam pengangkatan dalam jabatan struktural


sekaligus menetapkan urutan atau ranking dari 3 (tiga) orang calon yang
terpilih ; ------------------------------------------------------
m

ub

Angka 4 Prosedur ; ----------------------------------------------------------------------------

a Usul pengangkatan dalam jabatan structural ; ----------------------------


ka

ep

1 Pejabat yang membidangi kepegawaian baik instansi pusat


maupun daerah menginventarisir lowongan jabatan
ah

struktural yang ada disertai persyaratan jabatannya ;


---------------------------------------------------------
R

es

2 Lowongan formasi jabatan structural tersebut,


M

diinformasikan kepada seluruh pimpinan satuan organisasi


ng

on

Halaman | 89 dari 85 Halaman Putusan Nomor:11/G/2015/PTUN.JBI


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 89
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
eselon I, eselon II atau eselon III dilingkungan masing-
masing ; ---------------------------------

si
3 Berdasarkan lowongan formasi jabatan tersebut, para
pejabat struktural eselon I, eselon II atau eselon III, secara

ne
ng
hierarkhi mengajukan calon yang memenuhi syarat guna
mengisi lowongan jabatan kepada pejabat yang berwenang
dengan tembusan disampaikan kepada Ketua Baperjakat u.p

do
gu Seketaris ; -------------------

4 Sekretaris Baperjakat menyiapkan data calon yang diusulkan


untuk diajukan dalam sidang, dibuat menurut contoh sebagai

In
tersebut dalam anak lampiran I-I dengan dilampiri :
A
-------------------------------------------------

a Daftar riwayat hidup calon dibuat seperti contoh


ah

lik
tersebut dalam anak lampiran I-j ; ----------------------

b Daftar penilaian prestasi kerja/Daftar Penilaian


Pelaksanaan Pekerjaan/DP-3 dalam 2 (dua) tahun
am

ub
terakhir ; ------------------------------------------------------

5 Apabila yang diajukan hanya 1 (satu) orang calon, maka


ep
Sekretaris Baperjakat menyiapkan data calon lainnya yang
k

memenuhi syarat sehingga yang diajukan untuk dibahas


dalam sidang Baperjakat sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang
ah

calon ; -------------------------------
R

si
[3.49] Menimbang, bahwa dengan memeriksa dan meneliti dengan seksama Berita

ne
ng

Acara Rapat Baperjakat Nomor : 821/02/Baperjakat/2015, tanggal 11 Juni 2015,

diketahui hasil rapat telah memutuskan dan mengusulkan 1 (satu) orang calon yaitu

do
gu

Drs.Noviar Zen,Apt,MM (Tergugat II Intervensi) sebagai Direktur Rumah Sakit

Umum Mayjen H.A Thalib Kabupaten Kerinci sebagaimana Daftar Nominatif


In
A

Pertimbangan Baperjakat Nomor : 821/02/Baperjakat/2015 (vide bukti T-2 dan


ah

keterangan saksi Drs.Syahrul Hayadi,Msi)


lik

--------------------------------------------------------------------
m

ub

[3.50] Menimbang, bahwa berdasarkan fakta hukum yang terkandung didalam


ka

bukti T-2 tersebut, disubsumsikan (dihubungkan) dengan ketentuan dalam Keputusan


ep

Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 13 Tahun 2002, tanggal 17 Juni 2002,
ah

tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 100 Tahun 2000,


es
M

tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Dalam Jabatan Struktural sebagaimana


ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 90
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2002 halaman 24 dan 25

si
yang menyatakan pada Huruf “ D. Tata Kerja Baperjakat pada Angka 3. tentang

Hasil Persidangan bagian b. disebutkan Pertimbangan Baperjakat dalam

ne
ng
pengangkatan dalam jabatan struktural sekaligus menetapkan urutan atau ranking

do
gu
dari 3 (tiga) orang calon yang terpilih “ dan Angka 4 tentang Prosedur huruf

a.tentang Usul pengangkatan dalam jabatan struktural bagian 5) Apabila yang

In
A
diajukan hanya 1 (satu) orang calon, maka Sekretaris Baperjakat menyiapkan data

calon lainnya yang memenuhi syarat sehingga yang diajukan untuk dibahas dalam
ah

lik
sidang Baperjakat sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang calon “ maka hasil rapat
am

ub
Tim Baperjakat yang memutuskan untuk mengusulkan hanya 1 (satu) orang calon

pejabat struktural eselon III sebagai Direktur Rumah Sakit Umum Mayjen H.A
ep
k

Thalib Kabupaten Kerinci sebagaimana Berita Acara Rapat Baperjakat Nomor :


ah

821/02/Baperjakat/ 2015 tertanggal 11 Juni 2015 (vide bukti T-2) bertentangan


R

si
dengan Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 13 Tahun 2002,

ne
ng

tanggal 17 Juni 2002 ; -------------------------------------------------------------------------

[3.51] Menimbang, bahwa oleh karena proses penerbitan keputusan yang menjadi

do
gu

objek sengketa oleh Tergugat bertentangan dengan ketentuan pelaksanaan Peraturan


In
Perundang Undangan yang berlaku, maka penerbitan objek sengketa dinilai
A

mengandung cacat yuridis dari segi prosedur/formal ; --


ah

lik

[3.52] Menimbang, bahwa mengenai syarat/kualifikasi calon, standar pendidikan


m

ub

dan kompetensi untuk menduduki Jabatan Direktur Rumah sakit diatur secara

normatif dalam Peraturan Perundang Undangan sebagai


ka

ep

berikut:---------------------------------------------------------------------------------------------
ah

Undang Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009, tentang Rumah Sakit ;
R

----------------------------------------------------------------------------------------------
es

Pasal 34 ; -----------------------------------------------------------------------------------------
M

ng

on

Halaman | 91 dari 85 Halaman Putusan Nomor:11/G/2015/PTUN.JBI


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 91
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
ayat (1) ”Kepala Rumah Sakit harus seorang tenaga medis yang mempunyai
kemampuan dan keahlian dibidang perumah sakitan”;

si
Undang Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2014, tentang Tenaga
Kesehatan ; --------------------------------------------------------------------------------------

ne
ng
Pasal 11 ; -----------------------------------------------------------------------------------------
ayat (2) “Jenis Tenaga Kesehatan yang termasuk dalam kelompok tenaga
medis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri atas

do
gu dokter, dokter gigi, dokter spesialis, dan dokter gigi spesialis;

Peraturan Pemerintah RI Nomor 32 Tahun 1996, Tentang Tenaga


Kesehatan;----------------------------------------------------------------------------------------

In
A
Pasal 2 ; ------------------------------------------------------------------------------------------
ayat (2) “Tenaga medis meliputi dokter dan dokter gigi”; ---------------------
ah

lik
Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 262/ Menkes/Per/VII/1979, tentang
Standarisasi Ketenagaan Rumah Sakit;---------------------------------------------------
Pasal 1 “Tenaga medis adalah lulusan fakultas kedokteran atau kedokteran
am

ub
gigi dan pascasarjananya yang memberikan pelayanan medis dan
pelayanan penunjang medis”; ---------------

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 971/MENKES/PER/


ep
k

XI/2009, tentang Standar Kompetensi Pejabat Struktural


Kesehatan;----------------------------------------------------------------------------------------
ah

Pasal 1 ; ------------------------------------------------------------------------------------------
R
“Tenaga Medis adalah Dokter, Dokter Gigi, Dokter Spesialis dan

si
angka 11
Dokter Gigi Spesialis”;-------------------------------------------------
Pasal 10 ; -----------------------------------------------------------------------------------------

ne
ng

ayat (1) “Direktur Rumah Sakit harus seorang Tenaga Medis yang yang
mempunyai kemampuan dan keahlian di bidang
perumahsakitan”;--------------------------------------------------------------

do
gu

[3.53] Menimbang, bahwa dengan tidak diusulkannya calon yang memenuhi


In
syarat/kualifikasi, standar pendidikan dan kompetensi yang ditentukan sesuai dengan
A

peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk menduduki jabatan struktural


ah

lik

eselon III sebagai direktur rumah sakit yang dalam hal ini harus diembankan kepada

Pegawai Negeri Sipil dan/atau Aparatur Sipil Negara yang berasal dari tenaga medis,
m

ub

maka Pengadilan menilai objek sengketa tidak sesuai dari segi substansi/materill atau
ka

ep

dengan kata lain penerbitan objek sengketa a quo mengandung cacat isi atau

substansi ; ----------------------------------------------------------------------------------------
ah

es
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 92
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
[3.54] Menimbang, bahwa dalam buku Ridwan H.R. yang berjudul “Hukum

si
Administrasi Negara” menyatakan bahwa pembuatan keputusan tata usaha negara

harus memperhatikan beberapa persyaratan agar keputusan tersebut menjadi sah

ne
ng
menurut hukum (rechtsgeldig) dan memiliki kekuatan hukum (rechtskracht) untuk

do
gu
dilaksanakan. Syarat-syarat yang harus diperhatikan dalam pembuatan keputusan ini

mencakup syarat materiil, salah satunya yaitu keputusan itu tidak boleh mengandung

In
A
kekurangan-kekurangan yuridis dan melanggar peraturan-peraturan lainnya dan

syarat formal, salah satunya yaitu syarat-syarat yang berhubungan dengan persiapan
ah

lik
dibuatnya keputusan dan berhubungan dengan cara dibuatnya keputusan harus
am

ub
dipenuhi. Apabila syarat materiil dan syarat formal ini telah terpenuhi, maka

keputusan itu sah menurut hukum (rechtsgeldig), artinya keputusan itu sejalan
ep
k

dengan ketentuan hukum yang ada baik secara prosedural/formal maupun materiil.
ah

Sebaliknya, bila satu atau beberapa persyaratan itu tidak terpenuhi, maka keputusan
R

si
itu mengandung kekurangan dan menjadi tidak sah ;

ne
ng

------------------------------------------------------------------------------------------------

[3.55] Menimbang, bahwa lebih lanjut dalam buku tersebut juga diuraikan F.H.

do
gu

van der Burg dan kawan-kawan menyebutkan bahwa keputusan dianggap tidak sah
In
jika dibuat oleh organ yang tidak berwenang (onbevoegdheid), mengandung cacat
A

bentuk, cacat isi, dan cacat kehendak;--


ah

lik

[3.56] Menimbang, bahwa selaras dengan uraian di atas, Pengadilan berpendapat


m

ub

pembuatan/penerbitan keputusan tata usaha negara itu tidak boleh melanggar/

bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, baik itu peraturan


ka

ep

dasar diterbitkannya keputusan tersebut ataupun Peraturan Perundang Undangan


ah

terkait lainnya, sehingga juga berarti keputusan tata usaha negara tersebut tidak boleh
R

es

mengandung cacat hukum baik isi atau substansi maupun prosedur/formal


M

ng

on

Halaman | 93 dari 85 Halaman Putusan Nomor:11/G/2015/PTUN.JBI


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 93
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
penerbitannya dan meskipun dikeluarkan oleh organ yang berwenang, apabila

si
keputusan itu cacat hukum, maka tetaplah harus dianggap cacat hukum dengan kata

lain objek sengketa a quo telah mengandung cacat prosedur/formal dan cacat

ne
ng
substansi/materiil ;

do
gu
[3.57] Menimbang, bahwa berdasarkan seluruh pertimbangan di atas, Pengadilan

berpendapat menurut hukum bahwa penerbitan objek sengketa a quo telah

In
A
bertentangan dengan Peraturan Perundang Undangan yang berlaku, sebagaimana
ah

lik
dimaksud dalam ketentuan Pasal 53 ayat (2) huruf a Undang Undang Nomor : 9

Tahun 2004, tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang
am

ub
Peradilan Tata Usaha Negara ; ---------
ep
[3.58] Menimbang, bahwa oleh karena penerbitan objek sengketa bertentangan
k

dengan peraturan perundang-undangan, maka objek sengketa a quo haruslah


ah

si
dibatalkan, sehingga terhadap tuntutan Penggugat agar objek sengketa a quo agar

dinyatakan batal haruslah dikabulkan ; -----------------------

ne
ng

[3.59] Menimbang, bahwa selanjutnya Pengadilan akan mempertimbangkan

do
gu

permohonan penundaan pelaksanaan Surat Keputusan Objek Sengketa a quo yang

diajukan oleh Penggugat sebagai berikut : --------


In
A

[3.60] Menimbang, bahwa ketentuan Pasal 67 Undang Undang Nomor 5 Tahun


ah

lik

1986 Tentang Peradilan Tata usaha Negara mengatur bahwa : ---------


m

ub

1 Gugatan tidak menunda atau menghalangi


dilaksanakannya Keputusan Tata Usaha Negara serta
tindakan Badan atau Pejabat Tata Usaha
ka

Negara;----------------------------------------------------------
ep

--------------------------
2 Penggugat dapat mengajukan permohonan agar
ah

pelaksanaan Keputusan Tata Usaha Negara itu ditunda


R

selama pemeriksaan sengketa Tata Usaha negara


es

sedang berjalan, sampai ada putusan Pengadilan yang


M

telah memperoleh kekuatan hukum tetap;-----------------


ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 94
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
3 Permohonan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2)
dapat diajukan sekaligus dalam gugatan dan dapat

si
diputus terlebih dahulu dari pokok sengketa ; ------------
4Permohonan penundaan sebagaimana dimaksud dalam
ayat (2) ;

ne
ng
a Dapat dikabulkan hanya apabila terdapat keadaan
yang sangat mendesak yang mengakibatkan
kepentingan penggugat sangat dirugikan jika

do
gu Keputusan Tata Usaha negara yang digugat tetap
dilaksanakan ;----------------------------------------------
---------------------------
b Tidak dapat dikabulkan apabila kepentingan umum

In
A
dalam rangka pembangunan mengharuskan
dilaksanakannya keputusan tersebut ;
ah

lik
[3.61] Menimbang, bahwa ketentuan Pasal 67 ayat (1) merupakan konkretisasi dari

asas praduga keabsahan (vermoeden van rechmatigheid/praesumtio iustae causa),


am

ub
akan tetapi dengan adanya ketentuan di dalam ayat (2), ayat (3), dan ayat (4), maka

keberlakuan asas praduga keabsahan tersebut tidak bersifat mutlak ;


ep
k

[3.62] Menimbang, bahwa ketentuan di dalam Pasal 67 ayat (4) huruf a, karakter
ah

R
rumusan norma hukumnya bersifat hipotetis atau bersyarat, dengan pola rumusan

si
konsekuensi dirumuskan terlebih dahulu, yaitu frasa “dapat dikabulkan” (positif)

ne
ng

baru rumusan kondisi norma/syarat norma (normcondition) yaitu frasa “ apabila

do
terdapat keadaan yang sangat mendesak yang mengakibatkan kepentingan
gu

penggugat sangat dirugikan jika Keputusan Tata Usaha Negara dilaksanakan”,


In
A

demikian pula di dalam huruf b karakter rumusan norma hukumnya adalah bersifat

hipotetis atau bersyarat dengan pola rumusan konsekuensi dirumuskan terlebih


ah

lik

dahulu yaitu frasa “tidak dapat dikabulkan” (negatif) baru rumusan kondisi norma

(norm condition) atau syarat-syarat yang harus dipenuhi, yaitu frasa “apabila
m

ub

kepentingan umum dalam rangka pembangunan mengharuskan dilaksanakannya


ka

ep

keputusan tersebut”;---------------------------------------------------
ah

[3.63] Menimbang, bahwa salah satu kriteria yang harus dipenuhi untuk dapat
R

es

dikabulkannya permohonan penundaan pelaksanaan Keputusan Tata Usaha Negara


M

ng

on

Halaman | 95 dari 85 Halaman Putusan Nomor:11/G/2015/PTUN.JBI


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 95
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
yang menjadi obyek sengketa, menurut doktrin yang dikembangkan oleh Mahkamah

si
Agung RI, adalah perbuatan faktual yang menjadi isi Keputusan Tata Usaha Negara

belum dilaksanakan secara fisik, perbuatan faktual yang bisa terjadi karena

ne
ng
merupakan perbuatan yang berkelanjutan, oleh karenanya harus dilihat case by case

do
gu
(kasus perkasus) ;

[3.64] Menimbang, bahwa jika permohonan penundaan yang diajukan oleh

In
A
Penggugat dihubungkan (disubsumsi) dengan kondisi norma sebagaimana terkandung

dalam Pasal 67 ayat (4) huruf a Undang Undang Nomor 5 Tahun 1986, yaitu
ah

lik
kepentingan yang mendesak, dalam hal ini permohonan penundaan in casu tidak
am

ub
memenuhi unsur kondisi norma tersebut. Dengan demikian, dalil Penggugat dalam

permohonan penundaan pelaksanaan surat keputusan objek sengketa tidak beralasan


ep
k

menurut hukum. Oleh karenanya Pengadilan menolak permohonan penundaan


ah

pelaksanaan surat keputusan objek sengketa yang diajukan


R

si
Penggugat ;----------------------------------------------

ne
ng

[3.65] Menimbang, bahwa berdasarkan Pasal 107 Undang Undang Nomor 5 Tahun

1986, juncto Undang Undang Nomor 9 Tahun 2004, juncto Undang Undang Nomor

do
gu

51 Tahun 2009, tentang Peradilan Tata Usaha Negara, Pengadilan hanya akan

mempertimbangkan dan menilai bukti-bukti yang dianggap relevan saja sedangkan


In
A

bukti-bukti yang tidak relevan akan dikesampingkan, walaupun alat-alat bukti


ah

lik

tersebut sah namun tetap dilampirkan dalam berkas perkara dan menjadi bagian yang

tidak terpisahkan dari putusan ini ;


m

ub

--------------------------------------------------------------------------------
ka

ep

[3.66] Menimbang, bahwa oleh karena gugatan Penggugat dikabulkan maka sesuai

ketentuan pasal 110 Undang Undang Nomor 5 Tahun 1986, biaya yang timbul dalam
ah

es
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 96
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
perkara ini dibebankan kepada Tergugat, yang besarnya akan disebutkan dalam amar

si
putusan ini;-----------------------------------

ne
ng
[3.67] Memperhatikan Pasal-Pasal dalam Undang Undang Nomor 5 Tahun 1986

jo. Undang Undang Nomor 9 Tahun 2004 jo. Undang Undang Nomor 51 Tahun

do
gu
2009, Tentang Peradilan Tata Usaha Negara dan Peraturan Perundang Undangan

lainnya yang berkaitan dengan perkara ini;----------------

In
A
ah

lik
[3.68] M E N G A D I L I :
am

ub
ep
k

[3.69] DALAM PENUNDAAN : ------------------------------------------------------------


ah

• Menolak permohonan penundaan pelaksanaan surat keputusan objek sengketa


R

si
yang diajukan Penggugat ; ------------------------------------------------

ne
ng

[3.70] DALAM EKSEPSI : -----------------------------------------------------------------

• Menyatakan Eksepsi Tergugat dan Tergugat II Intervensi tidak diterima ; --

do
gu

[3.71] DALAM POKOK SENGKETA : -------------------------------------------------


In
A

1 Mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya ; ---------------------------


ah

lik

2 Menyatakan batal Obyek Sengketa berupa Surat Keputusan Bupati Kerinci


m

ub

Nomor : 821.23/14/pp-BKD tentang Pengangkatan, Pemindahan dan

Pemberhentian Pejabat Struktural Eselon III dilingkungan Pemerintah Kabupaten


ka

ep

Kerinci sepanjang yang tertuang dalam Lampiran Keputusan Bupati Kerinci


ah

Nomor: 821.23/14/pp-BKD tanggal 17 Juni 2015, tentang


R

es

Pengangkatan,Pemindahan,dan Pemberhentian Pejabat Struktural Eselon III


M

ng

on

Halaman | 97 dari 85 Halaman Putusan Nomor:11/G/2015/PTUN.JBI


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 97
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kerinci Nomor Urut 21 atas Nama

si
Drs.Noviar Zen, Apt.,,MM., sebagai Direktur Rumah Sakit Umum Mayjen

H.A.Thalib Kerinci ; ------------------------------------------------------------------------

ne
ng
3 Mewajibkan kepada Tergugat untuk mencabut Surat Keputusan Bupati Kerinci

do
gu
Nomor 821.23/14/pp-BKD tentang Pengangkatan Pemindahan dan

Pemberhentian Pejabat Struktural Eselon III dilingkungan Pemerintah Kabupaten

In
A
Kerinci sepanjang yang tertuang dalam Lampiran Keputusan Bupati Kerinci
ah

lik
Nomor: 821.23/14/pp-BKD tanggal 17 Juni 2015, tentang

Pengangkatan,Pemindahan,dan Pemberhentian Pejabat Struktural Eselon III


am

ub
dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kerinci Nomor Urut 21 atas Nama

Drs.Noviar Zen, Apt.,MM., sebagai Direktur Rumah Sakit Umum Mayjen


ep
k

H.A.Thalib Kerinci;--------------------------------------------------------------------------
ah

si
4 Menghukum Tergugat dan Tergugat II Intervensi untuk membayar biaya perkara

ne
ng

yang timbul dalam perkara sebesar Rp. 257.000,- (dua ratus lima puluh tujuh

ribu) rupiah ; -------------------------------------------------------

do