Anda di halaman 1dari 5

Oleh karena adanya risiko normal yang dihadapi ketika melakukan kegiatan usaha, mayoritas

persekutuan yang dimulai pada suatu tahun tertentu kemungkinan akan menghadapi permasalahan
dalam kurun waktu tiga tahun serta mengalami proses pembubaran atau terminasi (termination) dan
likuidasl (liquidation), Pengakluran bisnis suatu persekutuan bissanya merupakan suatu peristiwa yang
emosional bagi para sekutu yang terlibat. Sekutu-sekutu tersebut mungkin telah menaruh harapan yang
tinggi atas bisnisnya serta telah menginvestasikan sejumlah besar sumber daya pribadi dan waktu dalam
bisnis itu. Akhir dari persekutuan sering kali merupakan akhir dari impian-impian bisnis. Para akuntan
biasanya mendampingi proses likuidasi dan harus miengakui hak-luk sah dari sejumlah besar pihak yang
terlibat dalam persekutuan: para sekutu individual, kreditur persekutuan dan sekutu individu, pelanggan,
serta pihak pihak yang lain yang memiliki hubungan bisnis dengan persekutuan KUHPer, Bagian , Bab VIII,
Pasal 16-16-1652, membahas secara khusus mengenai terminasi (berakhirnya) dan pembubaran
persekutuan (dissolution). Bab ini membahas konsep-konsep yang harus diketahui oleh para akuntan jika
mereka menawarkan jasa profesional pada persekutuan yang sedang menjalani proses likuidasi.

TELAAH UMUM TENTANG LIKUIDASI PERSEKUTUAN

Bagian pertama bal ini menyajikam ilustrasi terkalt dengan kejadian dan proses likuidasi persekutuan.
Selanjutnya, bab ini menjelaskan tentang terminasi baik melalui likuidasi secara sekaligus (lump-sump
liquidation) maupun likuidasi bertahap

DISOSIASI, PEMBUBARAN, TERMINASI, DAN LIKUIDASI SEBUAH PERSEKUTUAN


Pengunduran Diri atau Disosiasi (Dissociation)

Pengunduran diri atau disosiasi (dissociation) adalah konsep hukum untuk pengunduran diri sekutu
karena:

1. Sekutu meninggal

2. Sekutu secara sukarela mengundurkan diri (misal: pensiun).

3. Keputusan pengadilan, seperti: (a) sekutu terlibat dalam tindalian yang melanggar hukum yang secara
signitikan berakibat negatif bagi persekutuan. (b) sekutu melanggar perjanjan persekutuan. (c) sekutu
menjadi debitur dalam kebangkrutan. dan (d) sekutu individual sudah tidak mampu melaksanakan
kewajibannya berdasarkan perjanjian persekutuan

Tidak seluruh disosiasi menimbulkan pembubaran persekutuan. Banyak disosiasi hanya melibatkan
pembelian kepemilikan sekutu yang mengundurkan diri dibandingkan melakukan terminasi dan
membubarkan bisnis persekutuan

Pembubaran (Dissolution)

Pembubaran dissolution merupakan pengakhiran persekutun. Kejadian kejadian yang dapat


menyebabkan pembubaran dan terminasi bisnis persekutuan adalah sebagai berikut

1. Dalam persekutuan sewaktu waktu seorang sekutu dapat mengeluarkan pemberitahuan pengunduran
diri dari persekutuan. Pengunduran di sewaktu waktu ini dapat terjadi sebagian besar hanya dalam
bentuk pemahaman secara lisan diantara para sekutu dan tidak ada ketentuan pasti atau tindakan
spesifik yang dimbil. Perjanjian persekutuan dapat menghindari kejadian seperti ini yang dapat
menyebabkan bubarnya persekutuan dengan memasukkan misalnya, sebuah ketentuan untuk membeli
kepemilikan sekutu yang keluar dari persekutuan.

2. Pada persekutuan yang didirikan dengan batas waktu dan tujuan tertentu, pembubaran dapat terjadi
karena: (a) seorang sekutu meninggal atau mengundurkan diri karena melakukan kesalahan, paling tidak
terdapat setengah sekutu yang tinggal memutuskan menghentikan bisnis persekutuan. (b) ketika seluruh
sekutu setuju untuk menghentikan persekutuan, atau (c) ketika batas waktu atau tujuan yang dimaksud
telah terpenuhi atau selesai

3. Adanya keputusan pengadilan bahwa: (a) tujuan ekonomis persekutuan tampaknya tidak dapat
tercapai. (b) seorang sekutu terlibat dalam suatu tindakan terkait bisnis persekutuan yang membuat
bisnis persekutuan tidak mungkin dilanjutkan secara praktik. atau (c) ketika tidak memungkinan untuk
meneruskan bisnis persekutuan secara praktik sejalan dengan perjanjian persekutuan.
Pada saat pembubaran, persekutuan memulai proses terminasi bisnis persekutuan.

Terminasi (Winding Up) dan Likuidasi (Liquidation)

Terminasi dan likuidasi persekutuan dimulai setelah pembubaran persekuan. Persekutun tetap
beroperasi untuk tujuan khusus, yaitu penyelesaian proses penghentian bisnis. Proses terminasi
mencakup transaksi-transaksi yang diperlukan untuk melikuidasi persekutuan, seperti penagihan
piutang, termasuk piutang sekutu, konversi aset non kas menjadi kas, pembayaran kewajiban
persekutuan, distribusi saldo neto yang tersisa kepada para sekutu dalam bentuk kas sesuai proporsi
kepemilikan modal. Jika perjanjian persekutuan tidak memberikan rasio khusus untuk likuidasi, maka
laba atau rugi yang terjadi selama proses likuidasi didistribusikan berdasarkan rasio normal laba dan rugi
yang biasa digunakan selama operasi persekutuan.

Pinjaman dari Sekutu Kewajiban para sekutu atas pinjaman yang dilakukan kepada persekutuan memiliki
status yang sama dengan kewajiban persekutuan kepada kreditur pihak ketiga. Jadi, tidak hapus antara
kewajiban dengan akun modal sekutu. Kewajiban persekutuan ke sekutu individua ini harus dibayar
selama proses terminasi persekutuan.

Defisit akun Modal Sekutu Dalam proses likuidasi, tiap sekutu yang memiliki akun modal defisit harus
melakukan kontribusi kepada persekutuan untuk menghilangkan defisit modal tersebut. Persekutuan
melakukan distribusi likuidasi dalam bentuk kas kepada tiap sekutu dengan saldo modal kredit. Jika
seorang sekutu gagal melakukan kontribusi untuk menghilangkan defisit modalnya, maka seluruh sekutu
harus melakukan kontribusi, sesuai dengan proporsi pembagian kerugian, berupa tambahan jumlah yang
diperlukan untuk membayar kewajiban persekutuan.

Laporan Likuidasi dan Realisusi Persekutuan

Untuk mengarahkan dan meringkas proses likuidasi persekutuan, sebjah laporan likuidusi dan realisasi
harus disiapkan. Laporan ini yang biasa disebut dengan "Iaporan likuidasi", adalah dasar pembuatan ayat
jurnal untuk mencatat likuidasi. Laporan ini menyajikan pengaruh likuidisi terhadap akun akun neraca
persekutuan dalam bentuk keryas kerja. Laporan menunjukkan konversi aset menjadi kas, alokasi
keuntungan atau kerugian kepada para sekutu, dan distribusi kas kepada para kreditur dan sekutu.

LIKUIDASI SEKALIGUS

Likuidasi persekutuan secara sekaligus (lump sump liquidation) merupakan suatu proses likuidasi
dimana seluruh aset dikonversikan menjadi kas dalam waktu yang sangat pendek, kreditur eksternal
dlibayar dan pembayaran tunggal secara gabungan dilakukan kepada para sekutu atas bagian modal yang
disetorkan. Meskipun kebanyakan likuidasi persekutun terjadi selama periode yang lebih panjang
sebagaimana yang diilustrasikan berikut ini, likudasi bersamaan merupakan fokus yang baik untuk
menjelaskan konsep utama likuidasi persekutuan.

Realisasi Aset

Pada umumnya, sebuah persekutuan mengalami kerugian ketika menjual asetnya. Persekutuan dapat
saja melakukan penjualan cuci gudang karena akan tutup di mana persediaan diturunkan nilainya
sehingga mencapai di bawah harga jual normal dengan maksud untuk mendorong penjualan dengan
segera. Seringkali persediaan yang tersisa dapat dijual kepada perusahaan yang mengkhususkan diri
dalam pembelian aset usuha yang mengalami likuidasi. Mebel, peralatan, dan aset perusahaan lainnya
yang ditawarkan dengan harga diskon atau dijual kepada pihak likuidator.

Piitang usaha biasanya ditagihkan oleh persekutuan kadang kala persekutuan menawarkan piutangan
tunai dalam jumlah besar untuk pembayaran piutang tepat waktu yang penagihannya malah dapat
menunda proses terminasi persekutuan. Alternatif yang lain adalah piutang usaha

tersebut dijual kepada perusahaan anjak piutang (factor), yaitu perusahaan yang mengkhususkan diri
dalam pembelian piutang usaha dan dengan segera membayar uang tunai kepada pihak penjual piutang.
Persekutuan mencatat penjualan piutang tersebut seperti halnya penjualan aset aset yang lain. Secara
umum pihak anjak piutang hanya membeli piutang usaha perusahaan yang paling baik dengan harga
dibawah nilai tercatat, namun beberapa anjak piutang masih berminat untuk membeli seluruh piutang
dan membayar dengan harga yang jauh di bawah nilai tercatatnya.

Aset-aset persekutuan, termasuk piutang dari sekutu dan sejumlah kontribusi kepada sekutu untuk
menutupi modal defisit, digunakan untuk membayar kreditur persekutuan. Kewajiban kepada sekutu
individual, misalnya, kewajiban yang timbul atas perjanjian persekutuan dari sekutu, mempunyai status
yang sama dengan kreditur pihak ketiga k tidak memiliki prioritas melchihi sckutu yang memberi
pinjaman kepada perackutuan Pe bahwa pirjaman antarsckutu dan persekutuan harus didokumentasikan
seara lengkap, acpetu dile bentuk wesel bayar, untuk m-ngindikasikan dengan jelas bahwa transaks
terschut ad.dal pn dan bukan kontribus mosdtal atau penarikan. Pinjaman ini juga dikenakaı bungi
sampu éhina kecuali terdapat lal lain yang disctuju olch persekutuan dan sekutu individual Pnyjaman
kepal dan dari sekutu hsrus diselessikan selama pruses terminasi. Jumlih yang tersnat kemudian dihayar
dain bentuk kas, kepada para sekutu sehubungan dengan hak mercka dalam distribusı likudasi st rin