Anda di halaman 1dari 17

BIMBINGAN UKMPPD

PULMONOLOGI
1. Seorang pasien laki-laki 70 tahun diantar keluarganya masuk ke UGD rumah sakit
dengan keluhan sesak nafas yang sudah dialami selama 2 minggu ini. Pasien ini
tidak ada riwayat merokok atau minum OAT. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD
110/80 mmHg, HR : 86x/i, RR : 32x/I, T : 36,9 C. Pada pemeriksaan perkusi dijumpai
redup. Pada pemeriksaan radiologis dijumpai adanya perselubungan homogen di
apex paru dengan sudut kosto frenikus tumpul dan gambaran meniscus sign. Apa
diagnosis pada pasien ini ?
a. TB paru  kavitas, jaringan paru masih ada, fibrosis, kalsifikasi, demam , BB
turun, keringat malam hari, tdk nafsu makanm tanda2 infeksi kronis
b. Tumor mediastinum
c. Efusi pleura
d. Pneumonia  gambaran infiltrate pada x foto
e. Bronkopneumonia

perselubungan inhomogen : terjadi karena fibrosis ada proses pengurangan


jaringan, trachea tertarik ke sisi yang sakit
 Fibrosis, bronkiektasis: suara napas bronchial di 2/3 lateral
 Kalo keganasan : penambahan jaringan, trachea terdorong ke sisi sehat

2. Seorang laki2 berusia 70 tahun dirawat di ICU karena penurunan kesadaran, ia dirawat
menggunakan ventilator selama 3 hari. Pada hari ke-4 pasien mengalami demam
dengan suhu 39,5, dan Px lab leukosit 20.000. Pada pemeriksaan fisik paru ditemukan
Suara dasar bronkovesikuler, dan suara ronki difus pada kedua lapang paru. Diagnosis
pasien adalah?
a. Pneumonia komunitas
b. Pneumonitis
c. Pneumonia nosocomial  lebih tepatnya VAP (Ventilator Associated
Pneumonia), harus lebih dari 48 jam menggunakan ventilator
d. Pneumonia aspirasi
e. Pneumonia atipikal

Pneumonia
Letak : lobaris, interlobaris, apical
Pathogenesis : aspirasi, orthostatic
Kuman : atipikal, tipikal
Etiolofi : CAP, HAP, HCAP, VAP
3. Pasien dengan hasil sputum SP (-/-) tetapi dengan klinis TB, tindakan yang paling
tepat dilakukan selanjutnya adalah ?
a. Antibiotik spectrum luas
b. Foto toraks PA
c. Terapi OAT dimulai
d. Pengulangan cek sputum
e. Terapi simtomatis

- Mulai OAT bila TB paru terkonfirmasi secara klinis : data PF dan foto toraks
- Diberikan antibiotik spectrum luas bila BTA negative dan tidak bisa x foto toraks.
Tujuannya untuk menegakkan diagnosis. Tidak boleh memberikan AB quinolone dan
OAT. Bila dengan antibiotik spectrum luas, boleh diulang cek sputumnya

4. Seorang pria 30 tahun, datang dengan keluhan batuk berdahak kental, disertai sesak
napas, nyeri dada, demam tidak jelas sebabnya, keringat malam hari serta penurunan
berat badan 8 kg 2 bulan terkahir ini. 5 bulan yang lalu pasien mengkonsumsi OAT
selama 2 bulan saja lalu berhenti minum obat hingga saat ini. Hasil pemeriksaan
sputum BTA +. Regimen apa yang diberikan pada pasien ini ?

Dx: TB putus obat = pengobatan TB > 1 bulan, tidak minum obat > 2 bulan, datang ke
dokter dengan BTA (+)

a. 2RHZE/4R3H3
b. 2RHZES/4R3H3E3
c. 2RHZ/4RH
d. 2RHZ/4RHE
e. 2RHZES/1RHZE/5R3H3E3

Gejala TB masih ada? Cek sputum?

Kasus baru : Kategori I : 2RHZE/4R3H3

5. Seorang pria usia 35 tahun datang dengan buta warna hijau dan merah. Dari anamnesis
diketahui pasien sedang menjalani pengobatan TB sejak 2 minggu yang lalu. Dokter
mendiagnosis dengan neuritis optik. Obat TB yang menyebabkan adalah…
a. INH  Neuropati perifer
b. Pirazinamid  gangguan GI, gangguan fungsi hati
c. Rifampisin  urin berwarna merah
d. Etambutol gangguan penglihatan, buta warna, neuritis perifer
e. Streptomisin

- Bila terjadi efek samping berat seperti dalam kasus ini neuritis optik : STOP obat TB,
kemudian beri neurotropic dosis tinggi, kemudian rujuk ke spesialis untuk
pemeriksaan oftalmoskopi  dilihat edem/ tidak. Kalau di daerah yang tidak ada
spesialis mata = beri steroid dan pantau
- Efek samping ringan: mual, muntah, nyeri kepala ringan, gatal2  kasih obat anti nya
- Pada pasien ini, apa regimen selanjutnya? Pengobatan regimen tetap 6 bulan tanpa
etambutol, dengan eval klinis dan mikrobiologisnya.
- Bila mikrobiologis tidak bisa dipantau, perpanjang sampai 9 bulan dengan RHZ terus
karena waktu fase awal, pengobatan TB tidak lengkap  ada risiko resistensi terhadap
RHZ
- Dalam berjuta2 kuman TB, pasti ada yang tidak sensitive (resisten) thd AB tertentu,
oleh karena itu pengobatannya dengan 4 jenis AB dan dalam waktu lama, supaya
gagal berkembang biak. Kuman TB mudah resisten karena pertumbuhannya
cenderung lambat (slow grow)  biasanya kuman2 ekstraparu. Kalo yang cepat
pertumbuhannya, prognosis kesembuhannya baik
- Obat2 TB  merusak struktur sel, dimandulkan supaya tidak bisa berkembang dan
berkembang biak

6. Pasien mengeluh mual-muntah, sklera ikterik setelah pemberian OAT 2 minggu. Apa
yang harus dilakukan?
a. Menghentikan OAT sementara  hentikan semua obat TB karena hakikatnya
semua obat TB hepatotoksik. Yang paling hepatotoksik adalah PIRAZINAMID.
Kemudian dimulai lagi RHE dicoba satu2, pirazinamide diberikan kembali kalo
awalnya obat adalah FDC, kalo lepasan: ga boleh.

Cara memulai lagi: missal rifampicin selama beberapa hari  aman  lanjutkan
tambah isoniazid beberapa hari  aman  tambah pirazinamid beberapa hari 
aman  etambutol  muntah == nah berarti pasien ini yang hepatotoksik
etambutol, hindari etambutol

b. Melanjutkan pemberian OAT


c. Melanjutkan pemberian OAT dan antacid
d. Melanjutkan pemberian OAT dan hepatoprotektor
e. Stop INH
 Obat FDC lebih sering menimbulkan efek samping karena
farmakodinamiknya, ada interaksi kimia antarobat tinggi. Walau
keuntungannya adalah kepatuhan tinggi

7. Tn. J usia 77 tahun datang dengan keluhan sesak napas sejak 1 minggu yang lalu. Pasien
memiliki riwayat stroke 1 tahun lalu dan sering tersedak ketika makan. Pemeriksaan
tanda vital didapatkan tekanan darah 140/80 mmHg, HR 96x/menit, RR 30x/menit, suhu
37.7C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan ronki basah kasar di basal paru. Pada
rontgen thorax didapatkan adanya infiltrate. Diagnosis yang tepat pada pasien
adalah..
a. Pneumonia komunitas
b. Pneumonia aspirasi
c. Hospital Acquired pneumonia
d. Ventilator associated pneumonia
e. TB paru

8. Seorang laki-laki berusia 57 tahun datang ke IGD dengan keluhan nyeri dada dan sesak
yang memberat sejak 1 minggu. Pemeriksaan fisik pasien tampak gelisah, N 110x, RR
30x, Tax 37.3 C. Pemeriksaan inspeksi pergerakan dada kiri tertinggal perkusi
redup hemithorax kiri, auskultasi suara vesikuler melemah di dada kiri. Pada
pemeriksaan radiologi ditemukan seperti gambar berikut:

a. Pneumonia lobaris  ada batuk, tanda2 infeksi akut, demam, ronkhi


b. Pneumothorax  perkusi hipersonor, SDV melemah
c. Efusi pleura massif  karena diatas SIC 2
d. Efusi pleura
e. Edema paru  ada cephalisasi, simetris

9. Seorang laki – laki usia 20 tahun, mengeluhkan sesak nafas, dan berkurang jika ada
perpindahan posisi. Pada pemeriksaan fisik dijumpai TD : 110/80 mmHg, HR : 76 x/i.
RR : 28 x/i, T: 36,5 C. Pada pemeriksaan paru dijumpai suara nafas bronkial
Gambaran apa yang mungkinditemukan ?
a. Air – fluid level  PF : ketemu sonor dan redup
b. Bronkogram
c. Sudut kostofrenikus tumpul  PF : redup di basal paru
d. Infiltrat  PF: ronkhi
e. Kavitas  PF: suara napas amforik. Kavitas adalah bronkiektasis yang
besar

Suara napas bronchial  normal di 1/3 medial)


Macam2 suara napas:
dasar (trakeal, bronchial, vesikuler)
Tambahan (ronkhi, wheezing, eksperium diperpanjang, amforik)

10. Pasien laki-laki usia 69 tahun, datang dengan keluhan sesak napas. Keluhan lain yaitu
batuk berdahak kadang disertai darah. Pasien mengaku ada penurunan berat badan
dan nafsu makan. Riwayat merokok 1 bungkus/hari selama 40 tahun. Pemeriksaan
hemithorak kanan: inspeksi dan palpasi dbn, perkusi redup, dan auskultas suara paru
menurun pada kanan atas. Apa diagnosis yang mungkin?
a. TB
b. Tumor paru
c. PPOK
d. Pneumonia
e. Bronkitis

11. Pasien laki-laki usia 24 tahun, mengeluhkan sesak nafas sejak 1 hari yang lalu. Keluhan
disertai batuk berdahak, warna kuning, sejak 3 hari yang lalu. TTV didapatkan
HR=100/70 mmHg, HR=92 kpm, RR=32 kpm, T=36,2. Apa tatalaksana awal yang
tepat?
a. LABA dan steroid oral  steroid oral/sistemik sebagai reliever, LABA sbg
kontroller
b. B2 agonis dan muko inhalasi
c. B2 agonis dan antibiotik
d. B2 agonis kerja cepat dan steroid inhalasi  steroid inhalasi sebagai reliever
e. Steroid dan antibiotik oral

 Pasien ini usia 24 tahun, suhu normal  klinis tidak ada tanda infeksi.
Settingnya akut, maka butuh reliever yakni bronkodilator kerja cepat untuk
merilekan bronkhus
 Kalo pasien geriatric, bisa aja udah infeksi tapi suhu normal karena reaksi
terhadap pirogen lambat
 SABA LABA (B2 agonis)  membantu simpatik
 SAMA LAMA (muscarinic antagonis)  menghambar parasimpatik
 Sinaps untuk simpatik : asetilkolin, kalo parasimpatik : muskarinik
 Tempat akhir dari parasimpatis dan simpatis adalah pars muskularis 
mengalami kontraksi dan relaksasi (pada bronchus)

12. Pasien datang dengan keluhan sesak napas. Sebelumnya demam dan mual. Dari hasil
pemeriksaan, didapatkan ph 7.3, hco3 29, pco2 48, po2 89, be 2.7. Diagnosis pasien
adalah?
a. Asidosis metabolik dengan kompensasi alkalosis metabolik
b. Asidosis respiratorik tidak terkompensasi
c. Asidosis respiratorik dengan kompensasi alkalosis respiratorik
d. Asidosis respiratorik debgan kompensasi alkalosis metabolik
e. Asidosis metabolik dengan kompensasi alkalosis respiratorik

13. Seorang laki – laki 68 tahun dating dengan keluhan batuk produktif yang telah dialami
selama 3 minggu. Pasien juga mengeluhkan sesak nafas. Sebelumnya, 6 tahun lalu pasien
pernah didiagnosis dengan TB paru dan rutin minum obat selama 6 bulan dan telah
dinyatakan sembuh. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD : 130/80mmHg, HR 78 x/i,
RR 28x/i, T : 37,5C. Pada palpasi dijumpai stem fremitus meningkat pada lapangan
parukanan atas dan perkusi pekak pada lapangan paru kanan atas. Pada pemeriksaan
radiologis dijumpai adanya infiltrate lapangan paru atas kanan. Pemeriksaan bakteriologis
pasien saat ini BTA 1+/2+/3+. Tatalaksana yang tepat pada pasien ini adalah:
a. Fase sisipan pada OAT kategori I
b. Fase sisipan pada OAT kategori II
c. OAT kategori I
d. OAT kategori II
e. OAT kategori III

14. Tn. D 36 tahun mengeluhkan sesak sejak 2 hari lalu. Terdapat demam, batuk, dan nyeri
seluruh tubuh. Pasien baru saja pulang dari singapura 1 minggu yang lalu. Pemeriksaan
fisik diperoleh TD 120/70 mmHg, HR 75x/menit, RR 26x/menit, T 38.5. Pemeriksaa
paru dalam batas normal. Diagnosis yang paling mungkin adalah..
a. MERS
b. Alfian influenza
c. Swine flu
d. SARS
e. Rabies

15. Tn. P usia 35 tahun datang dengan keluhan sesak napas sejak 3 hari lalu. Keluhan disertai
batuk dengan dahak kuning kehijauan. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan
darah 110/70 mmHg, HR 86x/menit, RR 40 x/menit, suhu 38,1 C. Pada auskultasi paru
didapatkan ronkhi basah kasar pada lapang paru kanan. Antibiotik yang sesuai untuk
pasien..
a. Amoksisilin PO
b. Ceftriaxone IV
c. Ciprofloxacin PO
d. Levofloxacin PO
e. Azitromisin PO

16. Pasien laki-laki usia 55 tahun datang dengan keluhan sesak nafas sejak 1 jam yang lalu.
semakin lama semakin memberat. pasien baru saja selesai menjalani pengobatan TB. dari
pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/80, N 108x/m, RR 28x/m, T 36,5 dari
pemeriksaan fisik paru didapatkan dada kiri tertinggal, perkusi hipersonor pada paru kiri,
suara nafas menghilang. apakah tatalaksana yang tepat pada pasien?
a. water sield drainage
b. thoracosintesis
c. pemasangan IV line
d. pemasangan oksigen
e. nebulisasi

17. Pasien laki-laki usia 45 tahun datang dengan keluhan sesak nafas sejak 30 menit yang
lalu. semakin lama semakin memberat. pasien sedang menjalani pengobatan TB. dari
pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 90/60, N 100x/m, RR 38x/m, T 36,5.
terdapat peningkatan JVP, deviasi trakea ke kiri, dari pemeriksaan fisik paru didapatkan
dada kanan tertinggal, perkusi hipersonor pada paru kanan, suara nafas menghilang.
apakah tatalaksana yang tepat pada pasien?
a. pasang chest tube di ICS 2 midclavicula sinistra
b. pasang chest tube di ICS 4 midclavivula sinistra
c. pasang chest tube di ICS 2 midclavicula dextra
d. pasang chest tube di ICS 5 midclavicula dextra
e. pasang chest tube di ICS 3 midaxillaris sinistra

18. Pasien laki-laki, 28 tahun datang dengan keluhan sesak napas, memberat dalam 2 hari
terakhir. Pasien juga mengeluhkan demam dan batuk sejak 1 minggu sebelumnya. Pada
pemeriksaan foto rontgen didapatkan hasil berikut:
Apa diagnosis pasien ini?
a. Pneumonia lobaris
b. Pleuritis TB
c. Bronkopneumonia
d. Pneumonia luas
e. Tuberkulosis

19. Pasien wanita, 32 tahun datang dengan keluhan batuk berdahak sejak 1 bulan smrs, batuk
berdahak warna kuning kehijauan, kadang disertai darah. Terdapat keringat dingin dan
penurunan badan dalam 1 bulan terakhir. Pada pemeriksaan BTA dahak didapatkan hasil
+/+/- , jika anda melakukan terapi pada pasien ini. Maka edukasi yang anda berikan
untuk memonitor keberhasilan terapi?
a. Foto rontgen ulang setelah 1 bulan
b. Pemeriksaan dahak ulang setelah 2 bulan terapi
c. Pemeriksaan kultur 2 minggu setelah terapi
d. Tidak perlu control sampai akhir terapi
e. Pemeriksaan dahak ulang setelah 4 minggu terapi

20. Pasien laki-laki usia 40 th datang dengan keluhan batuk berdahak banyak berwarna
merah kehitaman sejak 2 minggu ini. Sejak 6 bulan terakhir ini pasien mengikuti program
pengobatan infeksi paru menahun selama 6 bulan, sehari minum 4 tablet besar warna
merah, namun pasien belum sempat periksa dahak ulang paska terapi. Saat ini pasien
membawa hasil pemeriksaan BTA SP (+/-). Diagnosis yang paling sesuai untuk pasien
tersebut adalah ?
a. Kasus gagal
b. Kasus baru
c. Kasus default
d. Kasus kronik
e. Kasus putus obat
21. Laki-laki usia 33 th, datang ke PKM untuk kontrol kesehatan setelah 2 bulan menjalani
pengobatan infeksi tuberkulosis paru, hari ini pasien direncanakan untuk cek dahak ulang
karena batuk lama tidak kunjung membaik dan masih beberapa kali batuk berdarah. Pada
sputum BTA +1/+1/-, dan dengan metode cepat didapatkan resistensi rifampisin (+).
Diagnosis kasus pasien tersebut adalah?
a. TB MDR Resistensi primer
b. TB Kasus baru
c. TB TDR
d. TB Drop out
e. TB XDR

22. Laki-laki usia 32 tahun datang dengan keluhan batuk lebih dari 2 minggu, keringat
malam, dan penurunan berat badan. Dari pemeriksaan fisik didapatkan ronkhi apex,
namun pemeriksaan sputum SP (-/-). Pada pemeriksaan radiologis didapatkan gambaran
snow storm (berupa gambar Ro ).

Diagnosis pasien adalah…


a. Penumonia
b. PPOK
c. TB Milier
d. Bronkiektasis
e. Bronkiolitis

23. Laki-laki 44 th datang berobat dengan keluan batuk berdahak dan sesak. Sebelumnya
pasien merupakan penderita TB paru yang rutin menjalani pengobatan dengan rifampisin
dan isoniazid. Pengobatan telah tuntas, pada bulan ke 6 evaluasi sputum 2x hasil BTA
positif. Apa diagnosis paling tepat?
a. TB MDR
b. TB XDR
c. Poliresisten TB
d. TB relaps
e. TB monoresisten

24. Seorang wanita berusia 78 tahun dibawa ke UGD RS dengan keluhan sesak napas sejak 2
hari yang lalu disertai dengan batuk dan lendir berwarna hijau. Selain itu keluarga
mengeluhkan nafsu makan pasien menurun dan berat badan turun sekitar 5 kg dalam 1
minggu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 140/90 mmHg, nadi 88x/menit, frekuensi
napas 26x/menit, dan T 370C. Pasien ekspirasi menggunakan mulut dan terdapat retraksi
intercostal. Apakah diagnosis dari pasien tersebut?
a. Bronchitis akut
b. Asma bronkial
c. Pneumonia
d. PPOK eksaserbasi akut
e. TB

25. Pasien datang dengan keluhan sesak napas tiba-tiba. Sesak tidak dengan batuk. Sesak
disertai dengan nyeri dada sebelah kanan. Riwayat merokok 5 th. Pemeriksaan fisik
pengembangan dinding paru kanan tertinggal, hemithorak kanan cembung, perkusi
hipersonor, trakhea deviasi ke kiri pemeriksaan penunjang?
a. Ekg
b. Spirometri
c. Foto polos thorax PA
d. Foto polos thorax AP
e. IGRA

26. Pasien 34 tahun datang ke poli dokter umum RS dengan keluhan sesak berbunyi yang
dirasakan sejak 6 bulan yang lalu. Keluhan disertai batuk berdahak berwarna putih. Sesak
dirasakan hilang timbul namun belakangan ini muncul tiap bulan. Ibu pasien memiliki
riwayat yang sama. Pada pemeriksaan fisik dbn, thorak wheezing (+).Pemeriksaan
penunjang yang tepat adalah ?
a. Spirometry
b. Hitung jenis leukosit
c. Skin prick test
d. AGD
e. Foto thorak

27. Wanita 30 tahun datang dengan keluhan sesak yang memburuk sejak 1 hari ini. Pasien
sudah sesak 4 hari berturut-turut disertai batuk berdahak jernih saat malam hari. Serangan
terakhir sebelum ini terjadi 2 bulan yang lalu. Pasien sudah menggunakan obat semprot
2x namun tidak ada perbaikan. Diagnosis yang paling tepat pada pasien tersebut adalah ?
a. Asma persisten ringan
b. Asma resisten obat
c. Asma peristen berat
d. Asma persisten sedang
e. Asma intermitten berat

28. Pasien laki 30 th kontrol rutin asma, riwayat sesak nafas jika menghirup debu. bulan ini
kambuh 1 kali saja, sesak pada malam hari sampai terbangun tidur. dokter memberi obat
reliever inhaler. Mekanisme kerja utama obat tersebut adalah ?
a. Menurunkan respon radang
b. Mencegah lung remodeling
c. Inhibitor infiltrasi sel radang
d. Menurunkan sekresi mukus
e. Menginduksi relaksasi otot polos

29. Pasien dengan keluhan sesak napas sejak 1 hari yang lalu disertai batuk dengan dahak
warna kuning kental disertai demam tinggi. TTV dalam batas normal, RR 32x/m, T.ax
39,5 C. Wheezing+/+, pengembangan dada simetris kiri kanan, ekspirasi memanjang.
Terapi paling tepat ?
a. Beta 2 agonis + mukolitik inhalasi
b. Beta 2 agonis + antibiotik
c. Beta 2 agonis + steroid inhalasi
d. LABA + Steroid oral
e. Antibiotik + steroid inhalasi

30. Pasien laki-laki datang ke UGD dengan sesak nafas, riwayat asma (+) . setelah di nebul
2x pasien masih merasa sesak dan wheezing masih terdengar. Tatalaksana selanjutnya ?
a. Aminophilin IV
b. Dexamethasone IV
c. Dilanjutkan nebul 1x lagi
d. Adrenalin IV
e. Observasi 1 hari, rawat MRS

31. Pasien 50 tahun mengeluh batuk berdahak warna coklat kehijauan. Pasien mengeluh
sesak dan demam. Dari pemeriksaan didapatkan tensi 130/90 mmHg nadi 84x/menit RR
34x/menit suhu 38,4 oC. Pemeriksaan fisik didapatkan perkusi redup, auskultasi amforik
(+). Hasil rontgen didapatkan kavitas dengan air fluid level. Diagnosa pada pasien ini ?
a. PPOK
b. Asma bronkiale
c. Efusi pleura
d. TB paru
e. Abses paru

32. Seorang lakilaki usia 70th dibawa ke igd dengan keluhan sesak nafas dan nyeri dada kiri
sejak 4 jam yang lalu. Riwayat batuk lama 1 bulan yg lalu, demam hilang timbul,
penurunan berat badan. Keadaan umum tampak sakit berat TD 150/90 N 120 RR Pada
pemeriksaan fisik didapatkan trakea deviasi ke kanan, dada kiri tampak lebih cembung
dan pergerakan dada kiri tertinggal. Perkusi hipersonor pada dada kiri atas dan redup
pada kiri bawah. Foto thoraks sbg berikut. Diagnosis pada pasien ini adalah ?

a. Empyema kiri
b. Chylothorax kiri
c. Efusi pleura kiri
d. Pyopneumothoraks kiri
e. Hematopneumothoraks kiri

33. Wanita usia 55 tahun datang dengan keluhan sesak nafas diantar oleh anaknya. Riwayat
hipertensi sejak 15 tahun lalu. Riwayat kaki bengkak sejak 3 bulan lalu (+). Saat ini sesak
tidak mereda dengan istirahat. Tekanan darah 200/100 mmHg, nadi 120 x/m ireguler,
didapatkan ronkhi pada seluruh lapangan paru. Diagnosis adalah…
a. Gagal jantung kanan
b. Edema paru akut
c. CHF NYHA 3 dan gagal nafas
d. Hipertensi krisis
e. Gagal jantung kiri

34. Wanita 58 tahun datang dengan keluhan sesak napas, nyeri saat batuk, sesak membaik
saat miring kanan. Pasien sedang menjalani pengobatan TB 2 tahun. Pada PF paru kanan
tertinggal, vesicular turun, redup pada ICS 5 ke bawah. Patomekanisme dari kelainan
tersebut adalah..
a. Proses eksudasi proses spesifik
b. Proses transudasi
c. Hipoalbumin
d. Peningkatan tekanan hidrostatik
e. Penurunan tekanan hidrostatik

35. Pasien Laki-laki 70 th datang berobat dengan keluhan batuk lama > 6 minggu disertai
darah segar. Pasien telah berobat sebelumnya namun tidak membaik hingga saat ini. BB
pasien makin turun sejak sakit ini. Hasil pemeriksaan BTA SP negative (-/-). Sebelumnya
pasien pernah menjalani operasi pengangkatan benjolan pada kelenjar gondok. Pada
pemeriksaan rontgen terdapat gambaran nodul-nodul ukuran 1-3 mm. dengan bentuk
uniform tersebar merata seluruh area paru. Diagnosis kasus tersebut adalah ?
a. TB Ekstra paru
b. Metastase Ca
c. TB Milier
d. Bronkitis
e. TB paru

36. Seorang pasien menderita TB dan HIV. Pada pemeriksaan penunjang didapatkan hasil
CD4 : 17 . Cara pemberian regimen obat :
a. ARV setelah 2 minggu OAT
b. ARV setelah 1 bulan OAT
c. ARV setelah fase intensif OAT
d. ARV setelah OAT selesai 6 bulan
e. ARV segera dimulai setelah terapi TB dapat ditoleransi

37. Seorang wanita 22 tahun datang dengan keluhan sesak napas yang terjadi beberapa jam
yang lalu setelah menghirup debu, pasien sulit berbicara, dan lebih senang duduk. Pasien
sering mengalami hal ini. Ini merupakan serangan ke-2 dalam bulan ini. Pemeriksaan
fisik ditemukan bunyi napas ekspirasi memanjang dan wheezing di kedua lapangan paru.
Apa kelainan yang mungkin pada pasien ini ?
a. FEV1 meningkat
b. FVC < 80%
c. FEV1/FVC < 70%
d. FEV1/FVC > 70%
e. FEV1 menurun FVC normal

38. Pada kasus tuberculosis akan tampak kelainan radiografis terutama pada…
a. Apeks lobus superior dan media
b. Apeks lobus superior, medial, dan inferior
c. Seluruh lobus
d. Apeks lobus superior dan inferior
e. Lobus medial dan inferior

39. Seorang laki laki 34 tahun datang batuk berdahak banyak dan keruh kehijauan. Keluhan
tambahan demam, lesu, lemah dan nafas berbau busuk. TD dan Nadi normal RR 24x/m,
suhu 38o C. Tidak ada tanda anemia, sianosis ataupun ikterik. Pada pemeriksaan fisik
terdapat clubbing finger,pada auskultasi didapat ronchi basal kedua lapang paru dan
ekspirasi sedikit memanjang. Hasil Pemeriksaan CXR : tram-line appearrance, DL
Leukositosis (+) dan sputum BTA (-) diagnosis yang paling tepat pada kasus tersebut ?
a. tb paru bta (-)
b. Bronkiti kronis
c. Asma
d. Bronkiektasis terinfeksi
e. PPOK

40. Pasien usia 74 tahun, datang dengan keluhan sesak sejak 7 bulan namun sesak dirasakan
memberat sejak 4 hari yang lalu. Pasien perokok berat sejak usia muda. Pada
pemeriksaan fisik ditemukan barrel chest, kulit memerah, sela iga melebar, hipersonor
seluruh lapang paru. Pada pemeriksaan foto thoraks didapatkan gambaran diafragma
mendatar, tear drop heart (+), hyperaerated lung. Diagnosis kasus ini adalah ?
a. Emfisema pulmonum
b. Bronkhitis Kronis
c. TB paru
d. Pneumonia
e. Asma bronchial

REMATOLOGI

41. Perempuan 58 th ke puskesmas, nyeri lutut kanan sejak 2 bulan lalu, terutama saat
aktifitas. Kaku sendi pagi hari kurang dari 30 menit, hilang bila mulai bergerak. TD
130/80, nadi 80, rr 16, suhu afebris. BB 80 kg, TB 149 cm. St. generalis dbn. St. lokalis
genu dextra: tanda inflamasi (-), genu valgus dextra (+), ROM aktif dan pasif genu dextra
terbatas. Diagnosa:
a. GA
b. Osteoporosis
c. RA
d. Septic artritis
e. OA
42. Seorang pasien 64 th keluhan nyeri kedua lututnya sejak 3 thn lalu. Pasien jg mengeluh
nyeri ulu hati. Apa terapi yg tepat?
a. Ibuprofen
b. Celecoxib
c. Asam Mefenamat
d. Natrium Diklofenak
e. Paracetamol

43. Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke poli penyakit dalam dengan keluhan nyeri
sendi kedua tangan sejak 1 bulan. Dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan bouchard
nodule dan herbeden nodule (+), ANA test (+). Dokter memutuskan untuk memberikan
DMARD. Pasien sebelumnya pernah mengalami agranulositosis. Maka obat DMARD
apa yang sebaiknya dihindari?
a. Metrotrexate
b. Dexamethasone
c. Siklofosfamid
d. Sulfasalazin
e. Siklosporin

44. Seorang perempuan, usia 20 tahun, datang ke poliklinik RS dengan keluhan nyeri sendi
hebat sejak 3 hari yang lalu. Keluhan tersebut dirasakan hilang timbul terutama pada area
kedua tangan dan kaki. Keluhan dirasakan memberat di pagi hari dan tidak berkurang
dengan istirahat. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tanda vital dalam batas normal,
alopecia (+), malar rash (+), didapatkan bengkak dan krepitasi pada sendi-sendi tangan.
Hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 7.8 g/dL, hematokrit 44%, eritrosit 2.9
juta/mm3, leukosit 7.000/mm3, trombosit 225.000/mm3, proteinuria (+++) Ur 100 Cr 2.
Hb 9.0mg/dl. Apakah diagnosis yang paling mungkin saat ini?
a. Leukemia akut
b. Pericarditis lupus
c. Acute cutaneous lupus
d. Lupus nefritis
e. Rheumatoid arthritis

45. Pasien perempuan, usia 27 tahun, dibawa orang tuanya ke poli dengan keluhan sulit
berjalan sejak 3 bulan terakhir. Keluhan juga disertai pembengkakan pada lutut, jari-jari
tangan kanan dan kiri, susah berjalan, dan tidak bisa olahraga. Pemeriksaan fisik TTV
dalam batas normal, lutut bengkak, gait susah dinilai karena nyeri, arm normal, ANA test
(+). Kemungkinan diagnosisnya adalah
a. SLE
b. Rheumatoid artritis
c. juvenile rheumatoid arthritis
d. Osteomyelitis
e. Gouty arthritis

46. Seorang wanita 25 tahun datang dengan keluhan ruam kemerahan yang muncul di kedua
tangan dan kaki (area sering terkena sinar matahari), pasien juga sering mengalami
sariawan dan nyeri sendi yang kambuhkambuhan. Dari hasil Lab didapatkan CRP
meningkat Ur 60 mg/dl Cr 2.7 mg/dl, UL proteinuria. Pemeriksaan awal apa yang
sebaiknya dilakukan oleh dokter?
a. DsDNA
b. ANA test
c. Anti Smith
d. Rheumatoid factor
e. Kadar vit D serum

47. Seorang wanita, usia 27 tahun, mengeluh nyeri di kedua lutut. Nyeri dirasakan saat naik
turun tangga. Hasil pemeriksaan fisik TTV dalam batas normal, didapatkan krepitasi dan
tenderness di kedua lutut. Hasil x-ray lutut terdapat osteofit dan sklerosis. Dari hasil
antropometri TB 155 cm BB 90 kg. Apa kemungkinan diagnosis pasien?
a. Osteoartritis primer
b. Osteoartritis sekunder
c. Ankylosing spondilitis
d. Gout artritis
e. Reumathoid arthritis

48. Seorang wanita, usia 58 tahun, datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri punggung sejak
6 bulan yang lalu. Foto rontgen didapatkan bamboo spine appearance vertebrae. Pada
pemeriksaan DEXA didapatkan T>-2.8. Diagnosis yang tepat untuk pasien ini adalah:
a. Osteoporosis senilis
b. Osteoporosis post menopause
c. Ankilosing spondylitis
d. Osteoarthritis
e. Fraktur kompresi

49. Seorang pria usia 40 tahun datang ke ugd dengan keluhan nyeri hebat pada jempol kaki
sejak 8 jam yang lalu. Pasien pernah seperti ini, namun sembuh dengan obat anti nyeri.
Pasien memiliki riwayat sakit asam urat sudah 5 tahun ini. Pemeriksaan kadar asam urat
10. Tatalaksana yang tepat untuk pasien tersebut adalah....
a. Allopurinol
b. Asam mefenamat
c. Probenecid
d. Paracetamol
e. Kolkisin

50. wanita 50 tahun datang dengan keluhan nyeri pada pinggul, nyeri dirasakan terus
menerus selama 3 bln ini, pasien mempunyai riwayat sesak nafas dan rutin
mengkonsumsi obat untuk meredakan sesaknya. Pada pemeriksaan fisik didapatkan td
120/80, n 84 x/menit, rr 20x/menit, t 37, pemeriksaan lainya dalam batas normal. Riwayat
keluarga tidak didapatkan keluhan yg sama. Penyebab pada pasien ini adalah...
a. Osteoporosis pasca menopause
b. osteoporosis ec defisiensi kalsium
c. osteoporosis juvenile idiopatik
d. osteoporosis senilis
e. osteoporosis medikamentosa