Anda di halaman 1dari 17

LEMBAR PENGESAHAN

1. Judul KTI : Maraknya Seks Bebas di Jakarta


2. Penulis
a. Nama : Arkhita Rahima Puteri
b. NISN : 0017174367
a. Nama : Dwi Sekar Ayuningtyas
b. NISN : 0017670073
a. Nama : Edina Yofita Zoraida
b. NISN : 0017612193
a. Nama : Shofi Putri Belinda
b. NISN : 0016678203
3. Guru Pembimbing
a. Nama : Nugraeni Achadiati, S.Pd
b. NIP : 195909061983032006

Jombang, 13 Maret 2019

Guru Pembimbing Penulis

Nugraeni Achadiati, S.Pd Edina Yofita Zoraida


NIP. 195909061983032006 NISN. 0017612193

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas petunjuk dan
hidayah-Nya penyusunan karya tulis ilmiah yang berjudul "Maraknya Seks Bebas di Jakarta"
ini dapat diselesaikan dengan tepat waktu. Kami berterimakasih atas dukungan dan bantuan
semua pihak sehingga proses penyusunan karya tulis ilmiah ini dapat berjalan dengan lancar.
Adapun maksud dari penyusunan karya tulis ilmiah ini yaitu untuk memenuhi tugas Bahasa
Indonesia yang bermanfaat bagi para pembaca agar dapat menambah wawasan tentang seks
bebas, penyebab, dampak, dan cara pencegahan seks bebas.
Kami menyadari bahwa karya tulis ilmiah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu,
kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan dan
menjadikan karya tulis ilmiah ini mendekati kesempurnaan. Kami mengharapkan para
pembaca mendapatkan banyak manfaat dari karya ilmiah ini. Semoga dengan adanya karya
ilmiah ini diharapkan para pembaca dapat menjaga pergaulan agar terhindar dari seks bebas.

ii
ABSTRAK

Arkhita, Dwi Sekar, Edina, Shofi. 2019. Maraknya Seks Bebas di Jakarta. KTI SMAN 2
Jombang.
Seks bebas saat ini sering terjadi di Indonesia, baik di kalangan remaja maupun
kalangan orang dewasa. Seks bebas kebanyakan terjadi di kota besar, salah satunya di
Jakarta. Kehidupan kota besar tidak terlepas dari masalah seks bebas dan banyak tempat
protitusi yang menyebar di sana. Masalah ini ada karena kurangnya kesadaran masyarakat
tentang bahaya seks bebas serta banyak pengaruh negatif dari luar yang mudah masuk ke
dalam kehidupan masyarakat. Mengapa seks bebas marak di Jakarta, faktor apa yang
mempengaruhi seks bebas di Jakarta, dampak apa yang ditimbulkan seks bebas serta
bagaimana cara mencegahnya. Peneliti melakukan penelitian ini untuk mengetahui maraknya
seks bebas di Jakarta, faktor yang mempengaruhi, dampak yang ditimbulkan, dan cara
mencegahnya. Seks bebas sangat beresiko terinfeksi virus HIV yang menyebabkan penyakit
AIDS ataupun penyakit berbahaya lainnya. Seks bebas dipandang masyarakat sebagai salah
satu perilaku yang tidak bermoral, dan sangat bertentangan dengan nilai-nilai agama serta
adat istiadat yang berlaku di kalangan masyarakat. Perilaku seks bebas menumbuhkan sikap
yang tidak bertanggung jawab tanpa kedewasaan.
Kata Kunci: Seks Bebas

iii
DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN .............................................................................................. i


KATA PENGANTAR ....................................................................................................... ii
ABSTRAK ........................................................................................................................ iii
DAFTAR ISI ..................................................................................................................... iv
BAB 1 PENDAHULUAN ................................................................................................ 1
1.1 Latar Belakang ................................................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah ............................................................................................ 1
1.3 Tujuan Penelitian .............................................................................................. 1
1.4 Manfaat Penelitian ............................................................................................ 1
1.5 Batasan Masalah ............................................................................................... 2
BAB 2 LANDASAN TEORI DAN METODE PENELITIAN ........................................ 3
2.1 Landasan Teori ..................................................................................................... 3
2.2 Metode Penelitian ................................................................................................ 4
BAB 3 PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN .............................................................. 5
BAB 4 KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................................ 10
4.1 Kesimpulan .......................................................................................................... 10
4.2 Saran .................................................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................ 12

iv
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Perilaku seks bebas di Indonesia saat ini menjadi ancaman. Seks bebas sendiri tidak
diterima dalam masyarakat, namun tidak menutup kemungkinan tidak adanya kasus seks
bebas di masyarakat. Penduduk di Indonesia didominasi oleh kelompok usia muda. Banyak
dari mereka yang masuk ke lembah hitam tanpa mereka sadari. Adanya dorongan seksual
yang mempunyai arti kecenderungan biologis untuk mencari tanggapan seksual dan berbau
seksual dari orang lain. Akan tetapi, karena bersifat universal dan terdapat pada semua
manusia, kebanyakan ahli menganggap bahwa dorongan seks manusia adalah warisan
biologis.
Banyak dari mereka yang menyalahgunakan adanya dorongan seksual sehingga
terjadi masalah, di antaranya adalah seks bebas yang kebanyakan terjadi di kota besar.
Kehidupan di kota besar tidak bisa terlepas dari masalah seks bebas serta tempat prostitusi
yang marak hadir di sudut-sudut kota besar. Masalah ini sudah ada sejak dahulu hingga
sekarang dikarenakan kesadaran masyarakat akan bahaya seks bebas masih kurang sehingga
hal semacam ini masih banyak ditemui di kota besar. Kami melakukan penelitian ini agar
mengetahui faktor yang mempengaruhi dan dampak dari maraknya seks bebas, serta cara
mencegah agar tidak terpengaruh oleh seks bebas.

1.2 Rumusan Masalah


1. Mengapa saat ini seks bebas marak di kota besar?
2. Apa saja faktor yang mempengaruhi adanya seks bebas?
3. Dampak apa yang ditimbulkan dari seks bebas?
4. Bagaimana cara mencegah agar tidak terpengaruh seks bebas?

1.3 Tujuan Penelitian


1. Mengetahui maraknya seks bebas di kota besar.
2. Mengetahui faktor yang mempengaruhi seks bebas.
3. Mengetahui dampak yang ditimbulkan dari seks bebas.
4. Mengetahui cara mencegah seks bebas.

1
1.4 Manfaat Penelitian
1. Lebih berhati-hati dalam pergaulan.
2. Terhindar dari seks bebas.
3. Mendapat wawasan lebih dalam tentang akibat seks bebas.
4. Supaya tidak terpengaruh untuk melakukan seks bebas.

1.5 Batasan Masalah


Meneliti mengenai maraknya seks bebas yang terjadi di kota-kota besar.

2
BAB 2
LANDASAN TEORI DAN METODE PENELITIAN

2.1 Landasan Teori


Seks bebas adalah hubungan seksual yang dilakukan di luar ikatan pernikahan, baik
suka sama suka atau dalam dunia prostitusi. Seks bebas bukan hanya dilakukan oleh kaum
remaja. Seks bebas sangat tidak layak dilakukan mengingat resiko yang sangat besar. Pada
remaja biasanya akan mengalami kehamilan di luar nikah yang memicu terjadinya aborsi.
Aborsi itu sangatlah berbahaya dan beresiko kemandulan bahkan kematian. Selain itu, tentu
saja para pelaku seks bebas sangat beresiko terinfeksi virus HIV yang menyebabkan AIDS,
ataupun penyakit menular seksual lainnya.
Dalam kehidupan sehari-hari, kata seks secara harfiah berarti jenis kelamin.
Pengertian seks kerap hanya mengacu pada aktivitas biologis yang berhubungan dengan alat
kelamin (genitalia), meski sebenarnya seks sebagai keadaan anatomi dan biologis, sebenarnya
hanyalah pengertian sempit dari yang dimaksud dengan seksualitas. Seksualitas yakni
keseluruhan kompleksitas emosi, perasaan, kepribadian, dan sikap seseorang yang berkaitan
dengan perilaku serta orientasi seksualnya (Gunawan dalam Soekatno, 2008).
Berbicara tentang perilaku seks bebas tidak pernah terlepas dari berbagai faktor yang
melatarbelakangi dan akibat negatif yang ditimbulkannya. Perilaku seks bebas merupakan
sebuah kritik sosial yang sangat mencemaskan orang tua, pendidik, ulama, tokoh masyarakat
serta aparat pemerintah.
Menurut Kartono (2008), pada umumnya perilaku seks bebas yang terjadi
berdasarkan kepada dorongan seksual yang sangat kuat serta tidak sanggup mengontrol
dorongan seksual. Selanjutnya perilaku seks bebas atau free sex dipandang sebagai salah satu
perilaku seksual yang tidak bermoral dan sangat bertentangan dengan nilai-nilai agama dan
adat istiadat. Di samping itu, para penganut perilaku seks bebas kurang memiliki kontrol diri
sehingga tidak bisa mengendalikan dorongan seksualnya secara wajar. Dengan demikian,
perilaku seks bebas kemungkinan dapat menyebabkan dan menumbuhkan sikap yang tidak
bertanggung jawab tanpa kedewasaan dan peradaban.

3
Seks bebas adalah kegiatan yang dilakukan secara berdua pada waktu dan tempat
yang telah disepakati bersama dari dua orang lain jenis yang belum terikat pernikahan.
Perilaku seks bebas adalah aktivitas seksual yang dilakukan di luar perkawinan yang sama
dengan zina, perilaku ini dinilai sebagai perilaku seks yang menjadi masalah sosial bagi
masyarakat dan negara karena dilakukan di luar pernikahan (Wahyuningsih, 2008).

2.2 Metode Penelitian


Dalam penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data dengan cara observasi
langsung dari berita-berita di koran, televisi, maupun internet yang berupa informasi dari
sumber-sumber terpercaya dengan bukti yang akurat.

4
BAB 3
PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

Kebanyakan kasus seks bebas dilakukan oleh remaja. Masa pubertas inilah masa di
mana mereka mencari jati diri dan arti dari hidup. Pada masa ini juga remaja memiliki rasa
ingin tahu yang begitu besardalam segala hal. Tak heran apabila beberapa di antara mereka
seringkali mengambil keputusan yang beresiko hanya untuk merasakan hal-hal yang belum
mereka ketahui, termasuk misteri seksualitas. Banyak diantara mereka yang merasakan tidak
sabar akan hal tersebut.
Banyak kebudayaan asing yang masuk, sementara budaya tersebut tidak cocok
dengan kebudayaan kita serta bertolak belakang dengan dasar Negara kita, Pancasila. Pada
saat ini pergaulan bebas sudah sampai pada tingkat yang mengkhawatirkan. Sebanyak 63%
remaja sudah pernah melakukan hubungan seks dengan kekasihnya maupun orang sewaan
untuk memuaskan hawa nafsu mereka (daerah.sindonews.com). Presentase yang cukup besar
ini sangat memprihatinkan dan menarik perhatian. Terlebih hal tersebut rata-rata dilakukan
dalam hubungan yang belum sah.
Menurut Riset Strategi Nasional Kesehatan Remaja yang dilakukan oleh Departemen
Kesehatan dan Survei, menyebutkan bahwa di Jakarta terdapat 5,3% pelajar SMA pernah
berhubungan seks. Kementrian Kesehatan 2009 melakukan penelitian di empat kota yaitu
Jakarta Pusat, Medan, Bandung, dan Surabaya menunjukan 35,9% remaja mempunyai teman
yang sudah pernah melakukan hubungan seksual sebelum menikah dan 6,9% responden telah
melakukan hubungan seksual sebelum menikah.
Kasus seks bebas di Jakarta semakin meningkat sepanjang tahun dan membuat
masyarakat sekitar sangat khawatir dengan pergaulan remaja saat ini. Hal ini dibuktikan
dengan banyaknya kasus pembuangan bayi yang baru dilahirkan dan banyak praktik-praktik
aborsi yang dilakukan oleh kalangan remaja. Dilansir dari (netral news.com), "Jumlah ini
naik 90 kasus dibanding tahun 2016, yang ada 88 bayi yang dibuang. Dari 178 bayi itu,
sebanyak 79 bayi di antaranya ditemukan tewas dan 10 bayi (janin) yang belum masanya
lahir dipaksakan untuk dikeluarkan atau digugurkan dan dibuang di jalanan," kata Neta dalam
keterangan tertulisnya, Senin (1/1/2018). Sementara bayi yang hidup karena diselamatkan
warga, aparat desa, puskesmas, dan pihak kepolisian sebanyak 89 bayi. Bayi yang tidak

5
berdosa itu, paling banyak dibuang oleh orang tuanya di wilayah hukum Polda Metro Jaya,
dengan 27 kejadian. Artinya, Jakarta menjadi daerah paling rawan seks bebas dan
pembuangan bayi di jalanan.

Awal mula seorang remaja terjerumus untuk melakukan seks bebas tidak mungkin
langsung terjadi begitu saja. Pasti ada hal yang menyebabkan mereka ingin melakukan hal
tersebut. Berikut adalah faktor-faktor yang menyebabkan remaja melakukan seks
bebas:
1. Kekuatan iman yang memudar
Seseorang dapat melakukan seks bebas karena kurangnya keimanan dalam dirinya. Oleh
karena itu sejak dini para remaja harus meningkatkan pengetahuan tentang agamanya sendiri,
karena agama adalah fondasi bagi hidup. Jika pengetahuan tentang agama saja kurang,
apalagi pengetahuan diluar agama tentu sangat kurang.
2. Kurangnya perhatian orang tua
Orang tua sangat berperan penting dalam kehidupan seorang anak karena perhatian orang tua
sangat diperlukan oleh seseorang karna orang tualah yang paling dekat dengan anak. Apabila
orang tua kurang memberi pengarahan serta pengetahuan maka seorang anak akan mudah
terjerumus dalam hal-hal yang buruk.
3. Rasa ingin tahu
Pada usia remaja rasa keingintahuannya begitu besar terhadap seks, apalagi adanya infomasi
yang tidak terbatas, maka rasa penasaran tersebut semakin mendorong mereka untuk lebih
jauh lagi melakukan percobaan seksyang tanpa mereka sadari bahwa percobaan tersebut
berbahaya.
4. Tontonan tidak mendidik
Di era globalisasi ini, banyak sekali tontonan yang sangat merusak melalui perantara internet
maupun televisi. Di era ini, banyak sekali tontonan negatif yang menjadi asupan remaja. Hal
ini sangat mendorong remaja untuk menirukan apa yang mereka lihat karena keingintahuan
mereka yang sangat besar.
5. Rendahnya pengetahuan tentang bahaya seks bebas
Bagi mereka yang pernah merasakan seksualitas, seks bebas adalah suatu hal yang wajar bagi
pergaulan mereka. Faktor pengetahuan yang minim ditambah rasa ingin tahu yang tinggi,
kurangnya pengetahuan akan dampak dan akibat akan hal yang akan dilakukan dapat
memudahkan untuk terjerumus ke dalam hal-hal yang negatif.

6
6. Salah bergaul
Teman merupakan orang yang sangat berpengaruh bagi para remaja. Apabila seorang remaja
sudah salah dalam memilih teman, maka akibatnya akan fatal. Memilih teman berarti
memilih masa depan, maka siapapun yang ingin masa depannya cerah ditengah bekapan arus
globalisasi, serta luas ilmu dan wawasannya, maka ia harus pandai dalam memilih teman.
Budaya Seks bebas lebih banyak menimbulkan dampak negatif bagi kehidupan dan
martabat kaum remaja atau dewasa yang melakukannya. Dampak negatif tersebut adalah:
1. Hilangnya harga diri
Hilangnya kehormatan dan jatuhnya martabat baik di hadapan Tuhan maupun
sesama manusia, merusak masa depan, dan meninggalkan memori buruk yang
berkepanjangan bukan saja kepada pelakunya bahkan kepada seluruh keluarganya.
Kehormatan sangat penting bagi setiap manusia, terutama pada wanita. Jika
kehormatan tersebut sudah hilang maka akan jelas terlihat perbedaannya dengan
wanita yang masih menjaganya.
2. Prestasi menurun
Apabila seorang remaja sudah melakukan seks bebas, maka pikirannya akan
selalu tertuju pada hal negatif tersebut. Rasa ingin mengulanginya selalu ada,
sehingga tingkat kefokusannya dalam mengikuti proses belajar akan menurun. Malas
belajar, malas mengerjakan tugas dan lain sebagainya dapat menurunkan prestasi
remaja tersebut.
3. Hamil di luar nikah
Hamil di luar nikah akan sangat menimbulkan masalah bagi pelaku. Terutama
bagi remaja yang masih sekolah, pihak sekolah akan mengeluarkan pelaku jika
ketahuan siswanya kedepatan ada yang hamil. Sedangkan bagi pelaku yang kuliah,
hamil di luar nikah akan menimbulkan rasa malu yang luar biasa terutama orang tua.
4. Aborsi dan bunuh diri
Terjadinya hamil di luar nikah akibat seks bebas akan menutup jalan pikiran
pelaku, guna menutupi keburukan ataupun mencari jalan keluar agar tidak merusak
nama baik dirinya dan keluarganya hal tersebut dapat berujung pada pembunuhan
janin melalui aborsi bahkan bunuh diri.
5. Tercorengnya nama baik keluarga
Semua orang tua akan merasa sakit hatinya jika anak yang dibangga-
banggakan dan diidam-idamkan tersebut hamil di luar nikah. Nama baik keluarga
akan tercoreng karena hal tersebut, serta akan meninggalkan luka yang mendalam di
hati keluarga.

7
6. Tekanan batin
Tekanan batin yang mendalam dikarenakan penyesalan. Akibat penyesalan
tersebut pelaku akan sering murung dan berpikir yang tidak rasional.
7. Terjangkit penyakit
Mudah terjangkit penyakit HIV/AIDS serta penyakit-penyakit kelamin yang
mematikan, seperti penyakit herpes dan kanker mulut rahim. Jika hal tersebut terus
dilakukan, penyakit tersebut dapat menularkannya pada orang lain disekitarnya dan
cukup membahayakan.

Tidak ada suatu persoalan atau masalah yang tanpa solusi. Persoalan seks bebas harus
ditangani oleh orang tua, sekolah, pemerintah, dan remaja sendiri. Diperlukan refleksi moral
untuk menangkalnya. Berikut refleksi moral yang dapat dilakukan untuk menangkal budaya
seks bebas:
1. Hindari lingkungan yang buruk
Ketika lingkungan yang digunakan untuk bersosialisasi bukanlah lingkungan yang baik,
maka perilaku menyimpang dapat saja terjadi. Menjadi pekerjaan orang tualah untuk
mendidik anaknya supaya dapat mengerti baik dan buruk suatu perilaku sejak dini.
2. Batasi waktu keluar rumah
Waktu untuk bersosialisasi memang penting namun harus ada aturan dan batas-batasannya.
Aturan yang dibuat tersebut dapat digunakan untuk membatasi ruang lingkup anak supaya
tidak terjerumus pada pergaulan yang tidak sehat. Terutama pada malam hari, sebaiknya anak
tidak boleh keluar kecuali ada hal yang mendesak atau dapat pula dengan didampingi oleh
orang tua. Tidak adanya batasan waktu, membuat seorang anak akan lebih bebas sehingga
dampak dari pergaulan bebas pun tidak dapat dielakkan.
3. Isi waktu kosong
Ada banyak kegiatan yang dapat dilakukan untuk mengisi waktu yang kosong dengan
kegiatan yang bersifat positif. Mengisi waktu kosong menghindarkan diri dari sikap
bermalas-malasan atau bahkan pergi keluar untuk bergaul dengan mereka yang telah
terjerumus. Untuk remaja, isilah waktu kosong dengan kegiatan-kegiatan yang mendukung
keahlian ataupun kemampuan seperti ekstrakurikuler dan organisasi.
4. Jangan salah bergaul
Bagi remaja yang kini sedang pubertas, mereka pasti akan memilih teman yang mengasyikan
daripada yang baik. Walaupun tidak boleh membeda-bedakan teman, tapi ada baiknya apabila
memilih teman yang memang baik untuk masa depan kita. Memilih teman yang dalam artian

8
tidak menjerumuskan kita pada kondisi yang buruk. Apabila seorang remaja sudah memiliki
teman yang “tidak benar” maka secara tidak sadar remaja tersebutakan terbawa arus yang
“tidak benar” juga.
5. Memperdalam iman
Kuatnya iman dan dekatnya hubungan remaja dengan Tuhan-nya akan membawa mereka
jauh dari kata dosa. Semakin banyak kita memperdalam dan memperkuat iman, maka semua
ajaran yang menyimpang pun sudah pasti tidak akan dilakukan. Kuatnya iman inilah yang
membawa mereka jauh dari terjerumus kata dosa.
6. Tidak mencoba-coba
Masa remaja yang dipenuhi dengan teka-teki sehingga mengakibatkan rasa ingin tahu yang
besar membuat remaja ingin mencoba hal-hal baru. Hal-hal yang harus mereka coba adalah
sesuatu yang bersifat positif dan membawa mereka pada keberhasilan. Mencoba sesuatu yang
bersifat negatif akan membawa mereka pada hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.
7. Peranan Orang Tua
Orang tua dan keluarga adalah lingkungan yang terdekat dengan remaja. Pengawasan orang
tua dalam perkembangan remaja haruslah intensif. Orang tua harus meluangkan waktunya
bersama anak-anak mereka agar anak-anak tersebut merasa diperhatikan. Rasa diperhatikan
inilah yang membuat remaja akan selalu nyaman berada di rumah. Walaupun begitu, orang
tua juga harus bisa menjadi teman bagi anak-anak mereka agar nantinya mereka akan selalu
merasa lengkap berada di lingkungan keluarga.

9
BAB 4
KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan
Kasus seks bebas di Jakarta semakin meningkat sepanjang tahun dan membuat
masyarakat sekitar sangat khawatir dengan pergaulan remaja saat ini. Seks bebas di kalangan
remaja terjadi dikarenakan banyak faktor, yang paling utama adalah pesatnya perkembangan
zaman. Hal tersebut membuat pergaulan menjadi bebas dan banyak budaya negatif dari luar
yang masuk sehingga banyak remaja yang bergaul tanpa batasan dan etika. Dari faktor-faktor
penyebab seks bebas yang terurai di atas, dapat diketahui bahwa hal-hal tersebut harus
diperhatikan dan harus dihindarkan dari remaja.
Mengetahui dari dampak-dampak yang dihasilkan seks bebas, ternyata itu sangat
mempengaruhi masa depan remaja. Bayangkan apabila seorang remaja yang hamil akibat
seks bebas itu dengan terpaksa harus putus di bangku sekolah akibat ulahnya. Bilamana
seorang remaja ternyata terinfeksi oleh penyakit HIV, pastilah remaja itu harus diasingkan
agar tidak menularkan penyakit. Sebaiknya remaja dari sedini mungkin sudah diberikan
pemahaman yang benar mengenai seks bebas. Perlu diingatkan selalu untuk melakukan
refleksi moral agar kelak remaja tersebut mengerti mengenai seks bebas dan paham dengan
risiko yang ditanggung apabila melakukannya. Remaja harus berkembang menjadi dewasa
tanpa seks bebas.

4.2 Saran
Permasalahan ini merupakan tugas seluruh elemen bangsa tanpa terkecuali. Usaha untuk
pencegahan sudah semestinya terus dilakukan untuk menyelamatkan generasi muda kita agar
lebih bermoral dan lebih bisa diandalkan untuk kemajuan Negara kita di masa depan.
Beberapa saran dari penulis tentang seks bebas yang perlu diperhatikan adalah:
1. Kepada pihak orang tua, memberikan semua pelajaran yang terbaik untuk anak tetapi
tetap memperhatikan perilaku anak, selalu membimbing, dan mengarahkan remaja
dari segi pandangan yang benar mengenai persepsi pacaran agar terhindar dari seks
bebas.
2. Kepada generasi muda agar lebih berhati-hati dalam menetapkan tujuan dan arah
hidup yang jelas, lebih belajar mengenal diri sendiri, mengisi beberapa kegiatan yang
bermanfaat, serta bergaul dengan teman secara benar sehingga dapat terhindar dan

10
tidak terjerumus pada perilaku seks bebas. Tingkatkanlah pengetahuan tentang segala
perkembangan dengan tetap meningkatkan pula keimanan dan ketaqwaan terhadap
Tuhan Yang Maha Esa.
3. Kepada para remaja baik pelajar maupun mahasiswa, selain belajar juga ikut ambil
bagian dalam kegiatan yang positif dan kreatif untuk menyalurkan bakat maupun
hobi sehingga tidak mengarah pada hal-hal yang negatif seperti seks bebas. Kegiatan
positif dan kreatif tersebut misalnya dengan kegiatan keolahragaan, pecinta alam, dan
kegiatan-kegiatan lain yang bersifat mengembangkan potensi serta bakat masing-
masing.

11
DAFTAR PUSTAKA

http://www.netralnews.com/news/megapolitan/read/121391/jakarta-jadi-wilayah-paling-
rawan-seks-bebas
http://www.balitbangham.go.id/detailpost/maraknya-budaya-seks-bebas-di-era-globalisasi-
suatu-refleksi-moral
https://wahyutris13.blogspot.com/2016/04/seks-bebas-di-kalangan-remaja.html?m=1

12
TUGAS BAHASA INDONESIA
Karya Ilmiah
“Maraknya Seks Bebas di Jakarta”

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR


DINAS PENDIDIKAN
SMA NEGERI 2 JOMBANG
Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo No.1, Jombang
Telp. (0321) 861777

Dibimbing oleh:
Ibu Nugraeni Achadiati, S.Pd
Disusun oleh:
Arkhita Rahima Puteri (06/XI IPS 2)
Dwi Sekar Ayuningtyas (13/XI IPS 2)
Edina Yofita Zoraida (14/XI IPS 2)
Shofi Putri Belinda (30/XI IPS 2)