Anda di halaman 1dari 3

Dermato-terapi

PENGOBATAN TOPIKAL

Prinsip obat topikal secara umum terdiri atas 2 bagian:


1. Bahan dasar (vehikulum)
2. Bahan aktif

BAHAN DASAR (VEHIKULUM)

Pada umumnya sebagai pegangan ialah pada keadaan dermatosis yang membasah dipakai
bahan dasar yang cair/basah, misalnya kompres, dan pada keadaan kering dipakai bahan
dasar kering/padat misalnya salap. Bahan dasar secara sederhana dibagi menjadi:
a. Cairan
Cairan terdiri atas :
 Solusio: larutan dalam air
Solusio dibagi menjadi kompres; rendam (bath), misalnya rendam kaki/tangan;
dan mandi (full bath).

Dikenal 2 macam cara kompres, yaitu:


• Kompres terbuka
Dasar: Penguapan cairan kompres disusul absorpsi eksudat atau pus
Indikasi: - dermatitis madidans
- infeksi kulit dengan eritema yang mencolok, misalnya erispelas.
- ulkus kotor yang mengandung pus dan krusta
Efek pada kulit: - kulit yang semula eksudatif menjadi kering
- permukaan kering menjadi dingin
- vasokonstriksi
- eritema berkurang
Cara: Kain kasa yang bersifat absorben dan non-iritasi serta tidak terlalu
tebal dicelupkan ke dalam cairan kompres, diperas, lalu dibalutkan dan
didiamkan, biasanya sehari dua kali selama 3 jam. Daerah yang dikompres
luasnya 1/3 bagian tubuh agar tidak terjadi pendinginan.

• Kompres tertutup (kompres impermeabel)


Dasar: vasodilatasi (bukan penguapan)
Indikasi: kelainan yang dalam, misalnya limfogranuloma venerium.
Cara: digunakan pembalut tebal dan ditutup dengan bahan impermeabel,
misalnya selofan atau plastik.

 Tingtura: larutan dalam alkohol

Prinsip pengobatan cairan: membersihkan kulit yang sakit dari debris (pus, krusta,
dan sebagainya) dan sisa-sisa obat topikal yang pernah dipakai. Pengobatan cairan
berguna juga untuk menghilangkan gejala, misalnya rasa gatal, rasa terbakar,
parestesi oleh bermacam-macam dermatosis. Hasil akhir pengobatan adalah
keadaan yang membasah menjadi kering, permukaan menjadi bersih sehingga
mikroorganisme tidak dapat tumbuh dan mulai proses epitelisasi.

b. Bedak
Bahan dasarnya adalah talkum venetum. Biasanya bedak dicampur dengan seng
oksida, sebab zat ini bersifat mengabsorpsi air dan sebum, astringen, antiseptik lemah
dan antipruritus lemah. Bedak yang dioleskan di atas kulit membuat lapisan tipis di
kulit yang tidak melekat erat sehingga penetrasinya sedikit sekali.
Efek: - mendinginkan
- antiinflamasi ringan karena ada sedikit efek vasokonstriksi
- antipruritus lemah
- mengurangi pergeseran pada kulit yang berlipat (intertrigo)
- proteksi mekanis
Indikasi:
• Dermatosis yang kering dan superfisial
• Mempertahankan vesikel/bula agar tidak pecah , misalnya pada varisela dan
herpes zooster
Kontraindikasi:
• Dermatitis yang basah, terutama bila disertai dengan infeksi sekunder.

c. Salap
Salap merupakan bahan berlemak atau seperti lemak, yang pada suhu kamar
berkonsistensi seperti mentega. Bahan dasar biasanya vaselin, dapat pula lanolin atau
minyak.

Indikasi:
• Dermatosis yang kering dan kronik
• Dermatosis yang dalam dan kronik, karena daya penetrasi salap paling kuat
jika dibandingkan dengan bahan dasar lainnya.
• Dermatosis yang bersisik dan berrkrusta.
Kontraindikasi:
• Dermatitis madidans

d. Bedak kocok
Bedak kocok terdiri atas campuran air dan bedak, biasanya ditambah dengan
gliserin sebagai bahan perekat.
Indikasi:
• Dermatosis yang kering, superfisial, dan agak luas, yang diinginkan adalah
sedikit penetrasi
• Pada keadaan subakut
Kontraindikasi:
• Dermatitis madidans
• Daerah badan yang berambut
d. Krim
Krim adalah campuran air (water), minyak (oil), dan emulgator.
Krim ada 2 jenis:
• Krim W/O: fase dalam adalah air, sedangkan fase luar adalah minyak
• Krim O/W: fase dalam adalah minyak, sedangkan fase luar adalah air
Selain emulgator, ditambahkan juga bahan pengawet, misalnya paraben dan juga
dicampur parfum.
Indikasi:
• Indikasi kosmetik
• Dermatosis yang subakut dan luas, yang dikehendaki ialah penetrasi yang
lebih besar daripada bedak kocok.
• Krim boleh digunakan di daerah yang berambut.
Kontraindikasi:
• Dermatitis madidans

e. Pasta
Merupakan campuran homogen bedak dan vaselin. Pasta bersifat protektif dan
mengeringkan.
Indikasi: penggunaan pasta ialah dermatosis yang agak basah
Kontraindikasi: dermatosis yang eksudatif dan daerah yang berambut. Untuk daerah
genital eksterna dan lipatan-lipatan badan, pasta tidak dianjurkan karena terlalu
melekat.

f. Linimen
Linimen atau pasta pendingin merupakan campuran cairan, bedak, dan salap.
Indikasi: dermatosis yang subakut
Kontraindikasi: dermatosis madidans.

g. Gel
Gel ialah sediaan hidrokoloid atau hidrofilik berupa suspensi yang dibuat dari
senyawa organik. Zat untuk membuat gel di antaranya ialah karbomer,
metilselulosa, dan tragakan. Gel akan segera mencair jika berkontak dengan kulit
dan membentuk satu lapisan.