Anda di halaman 1dari 25

DRAFT ke-5 (30 Maret 2015)

INDIKATOR PENILAIAN KEBERHASILAN PELAKSANAAN


PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT

KEMENTERIAN KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

DIREKTORAT BINA UPAYA KESEHATAN DASAR


DITJEN BINA UPAYA KESEHATAN
KEMENTERIAN KESEHATAN
2015

Indikator Penilaian Keberhasilan Pelayanan Kesehatan Gigi Dan Mulut


DAFTAR ISI

Bab I Pendahuluan

BAB I
Indikator Penilaian Keberhasilan Pelayanan Kesehatan Gigi Dan Mulut
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Tantangan pembangunan kesehatan di era reformasi ini sangat besar, terlebih dalam
memenuhi ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas.
Puskesmas sebagai ujung tombak dan sekaligus sebagai tolok ukur pelayanan
kesehatan dasar, dalam perjalanannya banyak mengalami pergeseran fungsi sehingga
terkesan hanya menitikberatkan pada upaya kuratif. Di sisi lain, konsep sistem
pelayanan kesehatan primer atau primary health care belum banyak dipahami,
sehingga upaya untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan dilaksanakan tanpa
memperhatikan prinsip dan prasyarat yang harus dipenuhi. Hal ini merupakan
tantangan yang sangat besar bagi seluruh stakeholders terkait.

Dalam Undang Undang No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan pasal 93 ayat 1


disebutkan bahwa pelayanan kesehatan gigi dan mulut dilakukan untuk memelihara
dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dalam bentuk peningkatan kesehatan
gigi, pencegahan penyakit gigi, pengobatan penyakit gigi, dan pemulihan kesehatan gigi
oleh Pemerintah, pemerintah daerah, dan/atau masyarakat yang dilakukan secara
terpadu, terintegrasi dan berkesinambungan.
Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar 2013 kecenderungan prevalensi penduduk
bermasalah gigi dan mulut 25,9%, Penduduk bermasalah gigi dan mulut yang
menerima perawatan dan pengobatan 31,1% serata Kecenderungan Indeks DMF-T 4,5.

Dalam beberapa forum pertemuan tingkat nasional, regional dan internasional telah
menyepakati untuk mendukung keberhasilan pelayanan kesehatan gigi dan mulut pada
penguatan program promotif dan preventif dalam suatu kebijakan nasional, terutama
penguatan di lingkungan sekolah dan masyarakat serta pengembangan tenaga
kesehatan gigi dan mulut dalam melaksanakan kegiatan promotif dan preventif.
Penilaian kinerja di sekolah, Puskesmas, kab/kota serta provinsi akan memiliki daya
ungkit yang sangat besar terhadap pencapaian tujuan program yang pada akhirnya
akan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Keberhasilan
pelayanan kesehatan gigi di Indonesia diawali dengan keberhasilan pelayanan
kesehatan gigi dan mulut di sekolah, puskesmas, disebarluaskan kepada masyarakat
sekitar, yang selanjutnya mendukung keberhasilan pelayanan kesehatan gigi dan mulut
di kabupaten/kota dan provinsi serta nasional.

B. TUJUAN

Indikator Penilaian Keberhasilan Pelayanan Kesehatan Gigi Dan Mulut


a. Untuk mengetahui tingkat keberhasilan pelayanan kesehatan gigi dan mulut di
Sekolah dan Usaha Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM).
b. Untuk menilai tingkat keberhasilan kinerja Puskesmas dalam melaksanakan
pelayanan Usaha Kesehatan Peroranga (UKP) dan Usaha Kesehatan Masyarakat
(UKM).
c. Untuk menilai tingkat keberhasilan kinerja Dinas Kesehatan Kab./Kota dalam
melaksanakan pelayanan kesehatan gigi dan mulut.

C. MANFAAT
a. Sekolah tidak hanya menghasilkan lulusan yang baik secara akademis tapi
menghasilkan juga lulusan yang sehat gigi dan mulutnya.
b. UKBM dapat mengidentifikasi masalah kesehatan gigi dan mulut sehingga
memudahkan dalam melakukan upaya pencegahannya.
c. Puskesmas dapat melakukan identifikasi dan analisis masalah, mencari
penyebab dan latar belakang serta hambatan dalam penyelenggaraan
pelayanan kesehatan gigi dan mulut.
d. Dinas kesehatan kabupaten/kota dapat menetapkan dan mendukung kebutuhan
sumber daya pelayanan kesehatan gigi dan mulut dan urgensi pembinaan
pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Puskesmas.

D. RUANG LINGKUP
Ruang lingkup Indikator meliputi:
1. Indikator keberhasilan program UKGS
2. Indikator keberhasilan program UKGM
3. Indikator keberhasilan Puskesmas dalam melaksanakan pelayanan kesehatan gigi
dan mulut.
4. Indikator keberhasilan Kabupaten/Kota dalam melaksanakan pelayanan kesehatan
gigi dan mulut.
5. Indikator keberhasilan provinsi dalam melaksanakan pelayanan kesehatan gigi dan
mulut.

Indikator Penilaian Keberhasilan Pelayanan Kesehatan Gigi Dan Mulut


Keterangan : Keberhasilan pelayanan kesehatan gigi dan mulut secara nasional tergantung dari keberhasilan
capaian indikator di tingkat SD, Puskesmas, Kab/Kota dan Propinsi.
Kegiatan dan pendekatan program yang dilakukan diterapkan di masing-masing sasaran strategis

E. SASARAN
1. Dinas Kesehatan Provinsi
2. Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota
3. Puskesmas
4. Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah
5. Usaha Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM)

F. LANDASAN HUKUM
1. Undang-Undang RI No 29 tahun 2004 tentang Praktik kedokteran;
2. Undang-Undang RI No 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;
3. Undang-Undang No 36 tahun 2014 tentang Kesehatan;
4. Peraturan Presiden No 72 tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Nasional;
5. Peraturan Presiden No 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan Nasional;
6. Peraturan Presiden No 2 Tahun 2015 tentang RPJMN 2015 – 2019;
7. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 71/Menkes/Per/2013 tentang Pelayanan
Kesehatan pada Jaminan Kesehatan Nasional;

Indikator Penilaian Keberhasilan Pelayanan Kesehatan Gigi Dan Mulut


8. Peraturan Menteri Kesehatan No 58 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan
Pekerjaan Perawat Gigi;
9. Peraturan Menteri Kesehatan No 75 tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan
Masyarakat;
10. Keputusan Menteri Kesehatan No. 9 tahun 2015 tentang Rencana Aksi Nasional
Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut 2015-2019.
11. Keputusan Menteri Kesehatan No. 62 tahun 2015

Masukan (bapelkes, 16/4)


- Pelayanan yang bersifat direct ttp masuk dgn indikatornya spt
Tingkat kebersihan gigi dan mulut (OHIS)
- Indikator bebas karies, dipastikan sasaran umur, jika usia 12 tahun
lebih memungkinkan dan focus pada M, tidak ada decay dan
missing
- Jika umur 12 thn, kalau filling bertmbah menunjukkan perubahan
perilaku
(dampak pembinaan kesgilut)
- Indek DMF tidk murni 0, tp dimungkinkn adanya filling
- Populasi yg diukur harus populasi yg berbeda pada umur yg sama

Indikator Penilaian Keberhasilan Pelayanan Kesehatan Gigi Dan Mulut


BAB II
UPAYA PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT

A. PELAYANAN KESEHATAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT

Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian dari pelayanan kesehatan yang
penekanannya lebih pada kegiatan koordinasi untuk meminimalkan dampak dari
keadaan kesehatan pada khususnya jaringan keras dan jaringan lunak gigi yang berada
di dalam rongga mulut.
Pelayanan kesehatan gigi dan mulut adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang
merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada
masyarakat, keluarga maupun perorangan baik yang sakit maupun yang sehat meliputi
peningkatan kesehatan gigi dan mulut, pencegahan penyakit gigi dan mulut
penyembuhan serta pemulihannya yang diselenggarakan guna menjamin tercapainya
derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.
Pelayanan kesehatan gigi dan mulut dilaksanakan dengan berbagai kegiatan dan
pendekatan, dengan pencapaian minimal sampai pemenuhan secara optimal.

Indikator Penilaian Keberhasilan Pelayanan Kesehatan Gigi Dan Mulut


B. TAHAPAN – TAHAPAN PENCAPAIAN TARGET KEBERHASILAN
PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT

2015 – 2019 2020 – 2025 2026 - 2030

INDONESIA
SEHAT
Penguatan Melanjutkan, Melanjutkan,
1. Kebijakan menyempurnakan menyempurnakan BEBAS
2. Sumber Daya 1 Kebijakan dan meningkatkan KARIES
3. Proses program 2. Sumber Daya 1. Kebijakan
pelayanan kes 3. Proses program
2030
2. Sumber Daya
gigi dan mulut pelayanan kes 3. Proses program
gigi dan mulut pelayanan kes
gilut

TARGET PENCAPAIAN KEBERHASILAN PELAYANAN


KESEHATAN GIGI DAN MULUT

Indikator Penilaian Keberhasilan Pelayanan Kesehatan Gigi Dan Mulut


C. SASARAN STRATEGI PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT

Indikator Penilaian Keberhasilan Pelayanan Kesehatan Gigi Dan Mulut


Masukan utk UKGM : ditambhkn indikator ibu hamil yang dirujuk

BAB III
Indikator Penilaian Keberhasilan Pelayanan Kesehatan Gigi Dan Mulut
KAMUS INDIKATOR

Kamus Indikator No.1


SASARAN STARTEGIS INDIKATOR KINERJA TERPILIH (IKT)
(1) DMF – T 1,1
1. INDONESIA SEHAT BEBAS
KARIES 2030 (2) DMF – T 0,32
(3) Prevalensi Karies 18%

NAMA INDIKATOR (1) DMF – T 1,1


DEFINISI OPERASIONAL Jumlah rata – rata Decay (Gigi Karies), Missing (Gigi
Hilang), dan Filling (Gigi ditambal) semua kelompok
umur
FORMULA Jumlah Decay (Gigi Karies), Missing (Gigi Hilang),
(CARA PERHITUNGAN) dan Filling (Gigi ditambal) semua kelompok umur
keatas dibagi jumlah orang yang diperiksa
KETERANGAN Penetapan target berdasarkan taget WHO 25%
TARGET
2015 Pedoman Indikator Keberhasilan Progam Yankes Gigi
dan Mulut, Uji coba dan Evaluasi
2020 DMF-T 3,3
2025 DMF-T 2,8
PENANGGUNG JAWAB Kementerian Kesehatan
SUMBER DATA SP2TP dan Laporan Puskesmas
FREKUENSI DAN SAAT Frekuensi pelaporan 1tahun 1kali
PENGUKURAN Pengukuran dilakukan pada bulan November

Kamus Indikator No.1


SASARAN STARTEGIS INDIKATOR KINERJA TERPILIH (IKT)
(1) DMF – T 1,1
1. INDONESIA SEHAT BEBAS
KARIES 2030 (2) DMF – T 0,32
(3) Prevalensi Karies 18%

NAMA INDIKATOR (2) DMF – T 0,32


DEFINISI OPERASIONAL Jumlah rata – rata Decay (Gigi Karies), Missing (Gigi
Hilang), dan Filling (Gigi ditambal) gigi tetap pada
kelompok umur 12 tahun
FORMULA Jumlah Decay (Gigi Karies), Missing (Gigi Hilang),
(CARA PERHITUNGAN) dan Filling (Gigi ditambal) gigi tetap pada kelompok
umur 12 tahun dibagi jumlah anak kelompok 12 tahun

Indikator Penilaian Keberhasilan Pelayanan Kesehatan Gigi Dan Mulut


yang diperiksa
TARGET
2015 Pedoman Indikator Keberhasilan Pelayanan
Kesehatan Gigi dan Mulut, Uji coba dan Evaluasi
2020 DMF-T 0,97
2025 DMF-T 0,65
PENANGGUNG JAWAB Kementerian Kesehatan
SUMBER DATA SP2TP dan Laporan Puskesmas
FREKUENSI DAN SAAT Frekuensi pelaporan 1tahun 1kali
PENGUKURAN Pengukuran dilakukan pada bulan November

Kamus Indikator No.1


SASARAN STARTEGIS INDIKATOR KINERJA TERPILIH (IKT)
(1) DMF – T 1,1
1. INDONESIA SEHAT BEBAS
KARIES 2030 (2) DMF – T 0,32
(3) Prevalensi Karies 18%

NAMA INDIKATOR (3) Prevalensi Karies 18%


DEFINISI OPERASIONAL Pengalaman karies seseorang yang pernah
mengalami kerusakan, hilang dan perbaikan yang
disebabkan oleh penyakit karies gigi
FORMULA Jumlah orang yang mengalami karies dibagi jumlah
(CARA PERHITUNGAN) orang yang diperiksa dikali 100%
TARGET
2015 Pedoman Indikator Keberhasilan Pelayanan
Kesehatan Gigi dan Mulut, Uji coba dan Evaluasi
2020 Prevalensi Karies 54%
2025 Prevalensi Karies 36%
PENANGGUNG JAWAB Kementerian Kesehatan
SUMBER DATA SP2TP dan Laporan Puskesmas
FREKUENSI DAN SAAT Frekuensi pelaporan 1tahun 1kali
PENGUKURAN Pengukuran dilakukan pada bulan November

Kamus Indikator No.2


SASARAN STARTEGIS INDIKATOR KINERJA TERPILIH (IKT)
UKGS (4) Jumlah Pelaksanaan Penyuluhan di UKGS

(5) Jumlah Pelaksanaan Sikat Gigi Bersama di


UKGS
(6) % Murid Kls 1 yang dilakukan penjaringan
(7) % Murid Kls 1-6 yang mendapat perawatan

NAMA INDIKATOR (4) Jumlah Pelaksanaan Penyuluhan di UKGS


DEFINISI OPERASIONAL Jumlah pelaksanaan penyuluhan kesehatan gigi dan

Indikator Penilaian Keberhasilan Pelayanan Kesehatan Gigi Dan Mulut


mulut di UKGS diwilayah kerja pada kurun waktu
tertentu.
KETERANGAN Pelaksanaan penyuluhan bisa dilaksanakan oleh kader
atau tenaga kesehatan gigi dan mulut.
FORMULA Dilihat dari :
(CARA PERHITUNGAN) Jadwal dan bukti pelaksanaan kegiatan penyuluhan
kesehatan gigi dan mulut.
TARGET
2020 4x/tahun
2025 8x/tahun
2030 12x/tahun
PENANGGUNG JAWAB Kementerian Kesehatan
SUMBER DATA Laporan Puskesmas
FREKUENSI DAN SAAT Frekuensi pelaporan 1tahun 1kali
PENGUKURAN Pengukuran dilakukan pada bulan November

Kamus Indikator No.2


SASARAN STARTEGIS INDIKATOR KINERJA TERPILIH (IKT)
UKGS (4) Jumlah Pelaksanaan Penyuluhan di UKGS

(5) Jumlah Pelaksanaan Sikat Gigi Bersama di


UKGS
(6) % Murid Kls 1 yang dilakukan penjaringan
(7) % Murid Kls 1-6 yang mendapat perawatan

NAMA INDIKATOR (6) Jumlah Pelaksanaan Sikat Gigi Bersama di


UKGS
DEFINISI OPERASIONAL Jumlah pelaksanaan sikat gigi bersama di SD/MI
diwilayah kerja pada kurun waktu tertentu.
KETERANGAN Pelaksanaan sikat gigi bersama bisa dilaksanakan
oleh kader atau tenaga kesehatan gigi dan mulut.
FORMULA Dilihat dari :
(CARA PERHITUNGAN) Jadwal dan bukti pelaksanaan kegiatan sikat gigi
bersama.

TARGET
2020 1x/minggu
2025 2x/minggu
2030 Setiap Hari

Indikator Penilaian Keberhasilan Pelayanan Kesehatan Gigi Dan Mulut


PENANGGUNG JAWAB Kementerian Kesehatan
SUMBER DATA Laporan Puskesmas
FREKUENSI DAN SAAT Frekuensi pelaporan 1tahun 1kali
PENGUKURAN Pengukuran dilakukan pada bulan Desember

Kamus Indikator No.2


SASARAN STARTEGIS INDIKATOR KINERJA TERPILIH (IKT)
UKGS (4) Jumlah Pelaksanaan Penyuluhan di UKGS

(5) Jumlah Pelaksanaan Sikat Gigi Bersama di


UKGS
(6) % Murid Kls 1 yang dilakukan penjaringan
(7) % Murid Kls 1-6 yang mendapat perawatan

NAMA INDIKATOR (6) % Murid Kls 1 yang dilakukan penjaringan


DEFINISI OPERASIONAL Persentase murid kelas 1 SD/MI yang dilakukan
penjaringan kesehatan gigi dan mulut di wilayah kerja
pada kurun waktu tertentu.
FORMULA Jumlah murid kelas 1 SD/MI yang dilakukan
(CARA PERHITUNGAN) penjaringan dibagi jumlah murid kelas 1 SD/MI dikali
100%
TARGET 100% murid kelas 1
PENANGGUNG JAWAB Kementerian Kesehatan
SUMBER DATA Laporan Puskesmas
FREKUENSI DAN SAAT Frekuensi pelaporan 1tahun 1kali
PENGUKURAN Pengukuran dilakukan pada bulan November

Kamus Indikator No.2


SASARAN STARTEGIS INDIKATOR KINERJA TERPILIH (IKT)
UKGS (4) Jumlah Pelaksanaan Penyuluhan di UKGS

(5) Jumlah Pelaksanaan Sikat Gigi Bersama di


UKGS
(6) % Murid Kls 1 yang dilakukan penjaringan
(7) % Murid Kls 1-6 yang mendapat perawatan

NAMA INDIKATOR (7) % Murid Kls 1-6 yang mendapat perawatan


DEFINISI OPERASIONAL Perawatan Preventife dan kuratif sedehana yang
diberikan pada murid kelas 1 - 6 SD/MI yang dlakukan
oleh tenaga kesehatan gigi baik disekolah atau pun
yang dirujuk kepuskesmas

KETERANGAN Perawatan Preventife dan Kuratif sederhana itu


Indikator Penilaian Keberhasilan Pelayanan Kesehatan Gigi Dan Mulut
berupa: kumur-kumur fluor, topical aplikasi fluor, terapi
remineralisasi (CPP-ACP), Fissure Sealant, Surface
Protection, ART, pencabutan gigi sulung.

FORMULA Jumlah murid kelas 1-6 SD/MI yang mendapat


(CARA PERHITUNGAN) perawatan dibagi jumlah murid kelas 1-6 SD/MI yang
membutuhkan perawatan dikali 100%

TARGET
2020 50% kelas 1-6 mendapat perawatan
2025 75% kelas 1-6 mendapat perawatan
2030 100% kelas 1-6 mendapat perawatan
PENANGGUNG JAWAB Kementerian Kesehatan
SUMBER DATA Laporan Puskesmas
FREKUENSI DAN SAAT Frekuensi pelaporan 1tahun 1kali
PENGUKURAN Pengukuran dilakukan pada bulan November

Kamus Indikator No.3


SASARAN STARTEGIS INDIKATOR KINERJA TERPILIH (IKT)
UKGM (8) Jumlah Pelaksanaan Penyuluhan di UKGM

(9) Jumlah Pelaksanaan Sikat Gigi Bersama di


UKGM
(10) % APRAS yang dilakukan penjaringan di UKBM
(Posyandu & PAUD)

NAMA INDIKATOR (8) Jumlah Pelaksanaan Penyuluhan di UKGM


DEFINISI OPERASIONAL Jumlah pelaksanaan penyuluhan kesehatan gigi dan
mulut di UKBM ( Posyandu dan PAUD) diwilayah kerja
pada kurun waktu tertentu.
KETERANGAN Pelaksanaan penyuluhan bisa dilaksanakan oleh kader
atau tenaga kesehatan gigi dan mulut.
FORMULA Dilihat dari :
(CARA PERHITUNGAN) Jadwal dan bukti pelaksanaan kegiatan penyuluhan
kesehatan gigi dan mulut.
TARGET
2020 4x/tahun
2025 8x/tahun
2030 12x/tahun
PENANGGUNG JAWAB Kementerian Kesehatan
SUMBER DATA Laporan Puskesmas
FREKUENSI DAN SAAT Frekuensi pelaporan 1tahun 1kali
PENGUKURAN Pengukuran dilakukan pada bulan November

Indikator Penilaian Keberhasilan Pelayanan Kesehatan Gigi Dan Mulut


Kamus Indikator No.3
SASARAN STARTEGIS INDIKATOR KINERJA TERPILIH (IKT)
UKGM (8) Jumlah Pelaksanaan Penyuluhan di UKGM

(9) Jumlah Pelaksanaan Sikat Gigi Bersama di


UKGM
(10) % APRAS yang dilakukan penjaringan di UKBM
(Posyandu & PAUD)

NAMA INDIKATOR (9) Jumlah Pelaksanaan Sikat Gigi Bersama di


UKGM
DEFINISI OPERASIONAL Jumlah pelaksanaan sikat gigi bersama di UKBM
(Posyandu dan PAUD) diwilayah kerja pada kurun
waktu tertentu.
KETERANGAN Pelaksanaan sikat gigi bersama bisa dilaksanakan
oleh kader atau tenaga kesehatan gigi dan mulut.
FORMULA Dilihat dari :
(CARA PERHITUNGAN) Jadwal dan bukti pelaksanaan kegiatan sikat gigi
bersama.
TARGET 1x/bulan
PENANGGUNG JAWAB Kementerian Kesehatan
SUMBER DATA Laporan Puskesmas
FREKUENSI DAN SAAT Frekuensi pelaporan 1tahun 1kali
PENGUKURAN Pengukuran dilakukan pada bulan November

Kamus Indikator No.3


SASARAN STARTEGIS INDIKATOR KINERJA TERPILIH (IKT)
UKGM (8) Jumlah Pelaksanaan Penyuluhan di UKGM

(9) Jumlah Pelaksanaan Sikat Gigi Bersama di


UKGM
(10) % APRAS yang dilakukan penjaringan di UKBM
(Posyandu & PAUD)

NAMA INDIKATOR (10) % APRAS yang dilakukan penjaringan di UKBM


(Posyandu & PAUD)

DEFINISI OPERASIONAL Persentase anak pra sekolah (APRAS) di UKBM


(Posyandu & PAUD) yang dilakukan penjaringan
kesehatan gigi dan mulut di wilayah kerja pada kurun
waktu tertentu.

Indikator Penilaian Keberhasilan Pelayanan Kesehatan Gigi Dan Mulut


FORMULA Jumlah APRAS yang dilakukan penjaringan dibagi
(CARA PERHITUNGAN) jumlah APRAS di UKBM (Posyandu & PAUD) dikali
100%
TARGET 80% APRAS
PENANGGUNG JAWAB Kementerian Kesehatan
SUMBER DATA Laporan Puskesmas
FREKUENSI DAN SAAT Frekuensi pelaporan 1tahun 1kali
PENGUKURAN Pengukuran dilakukan pada bulan November

Kamus Indikator No.4


SASARAN STARTEGIS INDIKATOR KINERJA TERPILIH (IKT)
PUSKESMAS (11) % SD/MI dengan UKGS Tahap III

(12) % UKBM yang melaksanakan UKGM


(13) % Pasien yang dirujuk
(14) Ratio Penambalan : Pencabutan

NAMA INDIKATOR (11) % SD/MI dengan UKGS Tahap III


DEFINISI OPERASIONAL Cakupan SD/MI dengan UKGS Tahap III di wilayah
kerja Dinas Kesehatan Kab./Kota pada kurun waktu
tertentu
KETERANGAN SD/MI dengan UKGS Tahap III termasuk didalamnya
SD/MI yang sudah melaksanakan UKGS Inovatif
(Donut Irene dan Optimalisasi Program Sikat Gigi
setiap hari di sekolah)
FORMULA Jumlah SD/MI dengan UKGS Tahap III dibagi jumlah
(CARA PERHITUNGAN) SD/MI dikali 100%
TARGET
2020 50% SD/MI dengan UKGS Tahap III
2025 75% SD/MI dengan UKGS Tahap III
2030 100% SD/MI dengan UKGS Tahap III
PENANGGUNG JAWAB Kementerian Kesehatan
SUMBER DATA Laporan Puskesmas
FREKUENSI DAN SAAT Frekuensi pelaporan 1tahun 1kali
PENGUKURAN Pengukuran dilakukan pada bulan November

Kamus Indikator No.4


SASARAN STARTEGIS INDIKATOR KINERJA TERPILIH (IKT)
PUSKESMAS (11) % SD/MI dengan UKGS Tahap III

(12) % UKBM yang melaksanakan UKGM


(13) % Pasien yang dirujuk
(14) Ratio Penambalan : Pencabutan

Indikator Penilaian Keberhasilan Pelayanan Kesehatan Gigi Dan Mulut


NAMA INDIKATOR (12) % UKBM yang melaksanakan UKGM
DEFINISI OPERASIONAL Cakupan UKBM yang melaksanakan UKGM di
wilayah kerja Dinas Kesehatan Kab./Kota pada kurun
waktu tertentu
FORMULA Jumlah UKBM yang melaksanakan UKGM dibagi
(CARA PERHITUNGAN) jumlah UKBM dikali 100%
TARGET
2020 25% UKBM yang melaksanakan UKGM
2025 50% UKBM yang melaksanakan UKGM
2030 75% UKBM yang melaksanakan UKGM
PENANGGUNG JAWAB Kementerian Kesehatan
SUMBER DATA Laporan Puskesmas

FREKUENSI DAN SAAT Frekuensi pelaporan 1tahun 1kali


PENGUKURAN Pengukuran dilakukan pada bulan November

Kamus Indikator No.4


SASARAN STARTEGIS INDIKATOR KINERJA TERPILIH (IKT)
PUSKESMAS (11) % SD/MI dengan UKGS Tahap III

(12) % UKBM yang melaksanakan UKGM


(13) % Pasien yang dirujuk
(14) Ratio Penambalan : Pencabutan

NAMA INDIKATOR (14) % Pasien yang dirujuk


DEFINISI OPERASIONAL Cakupan pasien yang dirujuk ke Rumah Sakit
FORMULA Jumlah pasien yang dirujuk dibagi jumlah pasien dikali
(CARA PERHITUNGAN) 100%
TARGET
2020 50% pasien yang dirujuk

2025 25% pasien yang dirujuk

2030 15% pasien yang dirujuk


PENANGGUNG JAWAB Kementerian Kesehatan
SUMBER DATA SP2TP dan Laporan Puskesmas
FREKUENSI DAN SAAT Frekuensi pelaporan 1tahun 1kali
PENGUKURAN Pengukuran dilakukan pada bulan November

Kamus Indikator No.4


SASARAN STARTEGIS INDIKATOR KINERJA TERPILIH (IKT)
PUSKESMAS (11) % SD/MI dengan UKGS Tahap III

(12) % UKBM yang melaksanakan UKGM

Indikator Penilaian Keberhasilan Pelayanan Kesehatan Gigi Dan Mulut


(13) % Pasien yang dirujuk
(14) Ratio Penambalan : Pencabutan

NAMA INDIKATOR (14) Ratio Penambalan : Pencabutan


DEFINISI OPERASIONAL Pelayanan kesehatan gigi dan mulut dalam bentuk
upaya promotif, preventif dan kuratife sederhana
seperti pencabutan gigi , pengobatan dan penambalan
yang dilakukan disarana pelayanan kesehatan.

FORMULA Perbandingan jumlah penambalan gigi tetap dengan


(CARA PERHITUNGAN) jumlah pencabutan gigi tetap
TARGET Ratio 1:1
PENANGGUNG JAWAB Kementerian Kesehatan
SUMBER DATA Laporan Puskesmas
FREKUENSI DAN SAAT Frekuensi pelaporan 1tahun 1kali
PENGUKURAN Pengukuran dilakukan pada bulan November

Kamus Indikator No.5


SASARAN STARTEGIS INDIKATOR KINERJA TERPILIH (IKT)
(15) % Puskesmas terstandar pelayanan kesehatan
DINAS KAB./KOTA gigi dan mulut
(16) % Rumah Sakit terstandar pelayanan
kesehatan gigi dan mulut

NAMA INDIKATOR (15) % Puskesmas terstandar pelayanan


kesehatan gigi dan mulut
DEFINISI OPERASIONAL Cakupan Puskesmas terstandar pelayanan kesehatan
gigi dan mulut di wilayah kerja Dinas Kesehatan
Kab./Kota pada kurun waktu tertentu
FORMULA Jumlah Puskesmas dengan standar pelayanan
(CARA PERHITUNGAN) kesehatan gigi dan mulut dibagi jumlah Puskesmas
kali 100%
TARGET
2020 50% Puskesmas terstandar pelayanan kesehatan gigi
dan mulut
2025 75% Puskesmas terstandar pelayanan kesehatan gigi
dan mulut
2030 100% Puskesmas terstandar pelayanan kesehatan gigi
dan mulut
PENANGGUNG JAWAB Kementerian Kesehatan
SUMBER DATA Laporan Daerah
FREKUENSI DAN SAAT Frekuensi pelaporan 1tahun 1kali

Indikator Penilaian Keberhasilan Pelayanan Kesehatan Gigi Dan Mulut


PENGUKURAN Pengukuran dilakukan pada bulan November

Kamus Indikator No.5


SASARAN STARTEGIS INDIKATOR KINERJA TERPILIH (IKT)
(15) % Puskesmas terstandar pelayanan kesehatan
DINAS KAB./KOTA gigi dan mulut
(16) % Rumah Sakit terstandar pelayanan
kesehatan gigi dan mulut

NAMA INDIKATOR (16) % Rumah Sakit terstandar pelayanan


kesehatan gigi dan mulut

DEFINISI OPERASIONAL Cakupan Rumah Sakit terstandar pelayanan


kesehatan gigi dan mulut di wilayah kerja Dinas
Kesehatan Kab./Kota pada kurun waktu tertentu
FORMULA Jumlah Rumah Sakit terstandar pelayanan kesehatan
(CARA PERHITUNGAN) gigi dan mulut dibagi jumlah Rumah Sakit dikali 100%
TARGET
2020 50% Rumah Sakit terstandar pelayanan kesehatan gigi
dan mulut
2025 75% Rumah Sakit terstandar pelayanan kesehatan gigi
dan mulut
2030 100% Rumah Sakit terstandar pelayanan kesehatan
gigi dan mulut
PENANGGUNG JAWAB Kementerian Kesehatan
SUMBER DATA Laporan Daerah
FREKUENSI DAN SAAT Frekuensi pelaporan 1tahun 1kali
PENGUKURAN Pengukuran dilakukan pada bulan November

Kamus Indikator No.6


SASARAN STARTEGIS INDIKATOR KINERJA TERPILIH (IKT)
(17) % Kab./Kota yang memiliki Puskesmas
DINAS PROVINSI terstandar pelayanan kesehatan gigi dan mulut
(18) % Kab. Kota yang memiliki Rumah Sakit
terstandar pelayanan kesehatan gigi dan mulut
(19) % Kab./Kota yang memiliki rencana kerja
pelayanan kesehatan gigi dan mulut tahunan
yang merujuk pada kebijakan pelayanan
kesehatan gigi dan mulut

NAMA INDIKATOR (17) % Kab./Kota yang memiliki Puskesmas


terstandar pelayanan kesehatan gigi dan
mulut

Indikator Penilaian Keberhasilan Pelayanan Kesehatan Gigi Dan Mulut


DEFINISI OPERASIONAL Cakupan kab./kota dengan Puskesmas terstandar
pelayanan kesehatan gigi dan mulut di wilayah kerja
pada kurun waktu tertentu
FORMULA Jumlah kab./kota dengan Puskesmas terstandar
(CARA PERHITUNGAN) pelayanan kesehatan gigi dan mulut dibagi jumlah
kab./kota kali 100%
TARGET
2020 50% Kab./Kota dengan Puskesmas terstandar
pelayanan kesehatan gigi dan mulut
2025 75% Kab./Kota dengan Puskesmas terstandar
pelayanan kesehatan gigi dan mulut
2030 100% Kab./Kota dengan Puskesmas terstandar
pelayanan kesehatan gigi dan mulut
PENANGGUNG JAWAB Kementerian Kesehatan
SUMBER DATA Laporan daerah
FREKUENSI DAN SAAT Frekuensi pelaporan 1tahun 1kali
PENGUKURAN Pengukuran dilakukan pada bulan November

Kamus Indikator No.6


SASARAN STARTEGIS INDIKATOR KINERJA TERPILIH (IKT)
(17) % Kab./Kota yang memiliki Puskesmas
DINAS PROVINSI terstandar pelayanan kesehatan gigi dan mulut
(18) % Kab. Kota yang memiliki Rumah Sakit
terstandar pelayanan kesehatan gigi dan mulut
(19) % Kab./Kota yang memiliki rencana kerja
pelayanan kesehatan gigi dan mulut tahunan
yang merujuk pada kebijakan pelayanan
kesehatan gigi dan mulut

NAMA INDIKATOR (18) % Kab. Kota yang memiliki Rumah Sakit


terstandar pelayanan kesehatan gigi dan mulut
DEFINISI OPERASIONAL Cakupan kab./kota dengan Rumah Sakit terstandar
pelayanan kesehatan gigi dan mulut di wilayah kerja
pada kurun waktu tertentu
FORMULA Jumlah kab./kota dengan Rumah Sakit terstandar
(CARA PERHITUNGAN) pelayanan kesehatan gigi dan mulut dibagi jumlah
kab./kota kali 100%
TARGET
2020 50% Kab./Kota dengan Rumah Sakit terstandar
pelayanan kesehatan gigi dan mulut
2025 75% Kab./Kota dengan Rumah Sakit terstandar
pelayanan kesehatan gigi dan mulut

Indikator Penilaian Keberhasilan Pelayanan Kesehatan Gigi Dan Mulut


2030 100% Kab./Kota dengan Rumah Sakit terstandar
pelayanan kesehatan gigi dan mulut
PENANGGUNG JAWAB Kementerian Kesehatan
SUMBER DATA Laporan daerah
FREKUENSI DAN SAAT Frekuensi pelaporan 1tahun 1kali
PENGUKURAN Pengukuran dilakukan pada bulan November

Kamus Indikator No.6


SASARAN STARTEGIS INDIKATOR KINERJA TERPILIH (IKT)
(17) % Kab./Kota yang memiliki Puskesmas
DINAS PROVINSI terstandar pelayanan kesehatan gigi dan mulut
(18) % Kab. Kota yang memiliki Rumah Sakit
terstandar pelayanan kesehatan gigi dan mulut
(19) % Kab./Kota yang memiliki rencana kerja
pelayanan kesehatan gigi dan mulut tahunan
yang merujuk pada kebijakan pelayanan
kesehatan gigi dan mulut

NAMA INDIKATOR (19) % Kab./Kota yang memiliki rencana kerja


Pelayanan kesehatan gigi dan mulut tahunan
yang merujuk pada kebijakan pelayanan
kesehatan gigi dan mulut
DEFINISI OPERASIONAL Rencana kerja tahunan yang mendukung pelayanan
kesehatan gigi dan mulut merujuk pada kebijakan
pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang ditetapkan
oleh Kementerian Kesehatan
FORMULA Jumlah kab/kota yang memiliki rencana kerja
pelayanan kesehatan gigi dan mulut tahunan yang
(CARA PERHITUNGAN)
merujuk pada kebijakan pelayanan kesehatan gigi
dan mulut dibagi jumlah total kab/kota dikali 100%
TARGET
2015 Permenkes Kebijakan Pelayanan Kesehatan Gigi dan
Mulut
2020 15% Kab./Kota memiliki rencana kerja pelayanan
kesehatan gigi dan mulut tahunan
2025 25% Kab./Kota memiliki rencana kerja pelayanan
kesehatan gigi dan mulut tahunan
2030 50% Kab./Kota memiliki rencana kerja pelayanan
kesehatan gigi dan mulut tahunan
PENANGGUNG JAWAB Kementerian Kesehatan
SUMBER DATA Renstra Kementerian Kesehatan
Renstra Kab./Kota
FREKUENSI DAN SAAT Frekuensi pelaporan 1tahun 1kali
PENGUKURAN Pengukuran dilakukan pada bulan November

Indikator Penilaian Keberhasilan Pelayanan Kesehatan Gigi Dan Mulut


BAB IV
PEMANTAUAN DAN EVALUASI
Di era desentralisasi pelaksanaan pemantauan dan evaluasi indikator keberhasilan
pelayanan kesehatan gigi dan mulut dalam menuju Indonesia sehat bebas karies secara
berjenjang dimulai dari di tingkat kabupaten/kota, Provinsi dan tingkat Pusat yang

Indikator Penilaian Keberhasilan Pelayanan Kesehatan Gigi Dan Mulut


melibatkan peran dari stake holder yang terkait sesuai tugas pokok dan fungsi masing
masing.
1. Pemerintah Pusat
a. Mempersiapkan kebijakan, Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria (NSPK)
penyelenggaraan program pelayanan kesehatan gigi dan mulut.
b. Melakukan sosialisasi dan advokasi kepada para pengambil keputusan dan Lintas
Sektor di Pusat, Provinsi dan Kabupaten/kota, untuk mendukung pengembangan
program pelayanan kesehatan gigi dan mulut.
c. Melakukan bimbingan dan fasilitasi termasuk dukungan kepada Dinas Kesehatan
Provinsi serta Kabupaten/kota, dalam pengembangan program pelayanan
kesehatan gigi dan mulut.
2. Dinas Kesehatan Provinsi
Dinas Kesehatan Provinsi selaku perpanjangan tangan Kementerian Kesehatan,
mengkoordinasikan serta bimbingan dan fasilitasi termasuk dukungan kepada Dinas
Kesehatan Provinsi serta Kabupaten/kota, dalam pengembangan dan pembiayaan
program pelayanan kesehatan gigi dan mulut.
3. Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota
a. Merupakan penanggung jawab pelaksanaan program pelayanan kesehatan gigi
dan mulut.
b. Pemenuhan dan pendistribusian tenaga kesehatan gigi dan mulut sesuai dengan
ketentuan (1 Puskesmas = 1 dokter gigi + 1 Terapis Gigi dan Mulut).
c. Mengkoordinasikan serta bimbingan, fasilitasi dan pola pembiayaan di Puskesmas
dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan gigi dan mulut.
4. Puskesmas
Penanggungjawab pelayanan kesehatan dasar gigi dan mulut yang mengakomodir
kegiatan di UKP dan UKM.
5. Komite Kedokteran Indonesia (KKI)
Memudahkan dalam pemberian STR dan SIP untuk tenaga dokter gigi yang bekerja di
Puskesmas terutama di wilayah terpencil.

6. Profesi
a. Membina kolaborasi tim antar profesi kesehatan gigi dan mulut ( PDGI, PPGI dan
PTGI).

Indikator Penilaian Keberhasilan Pelayanan Kesehatan Gigi Dan Mulut


b. Berperan aktif dalam keberhasilan program pelayanan kesehatan gigi dan mulut
menuju Indonesia Sehat Bebas Karies 2030 dengan memasukan dalam program
kerja profesi.
7. Institusi Pendidikan
Menyiapkan lulusan yang kompeten dan siap ditempatkan dimana saja.
8. Lintas Sektor dan Lintas Program
Menyusun kebijakan bersama dalam mendukung program pelayanan kesehatan gigi dan
mulut.

Indikator Penilaian Keberhasilan Pelayanan Kesehatan Gigi Dan Mulut