Anda di halaman 1dari 6

Perjanjian Kerjasama

Pengelolaan Limbah Medis dan Limbah B3


Antara
PT. Prima Higina Sarana
Dengan
BLUD Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok
No. : 18 / PHS / SP / 01.19

SURAT PERJANJIAN ini berikut semua lampirannya (selanjutnya disebut “Kontrak”) dibuat
dan ditandatangani di Puskemas Kecamatan Penjaringan, pada hari Selasa, Tanggal 12, Bulan
Maret, Tahun Dua Ribu Sembilan Belas, antara:

Arif Wirawan A, SH., Direktur, yang bertindak untuk dan atas nama PT. Prima Higina Sarana
yang berkedudukan di Villa Ciomas Indah Blok Q-6 No. 11 Ciomas, Bogor berdasarkan Akta
Pendirian / Anggaran Dasar No. 15 ,Tanggal Tujuh Bulan September Tahun Dua Ribu Lima
Belas, Notaris Nitra Reza, SH, MKn., selanjutnya disebut ”PIHAK PERTAMA” dan

drg. Florida Masniari Sitinjak, selaku Pejabat Pembuat Komitmen, yang bertindak untuk dan
atas nama Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok beserta seluruh Puskesmas Kelurahan yang
mendistribusikanLimbah Medis di Tanjung Priok (Puskesmas Kelurahan Papanggo, Warakas,
Sunter Agung 1,2 dan 3, Sunter Jaya 1 dan 2, Kebon Bawang 1,2, dan 3, sungai bambo Tanjung
Priok), yang berkedudukan di Jl. Papanggo II B No. 69 rt 06/03 Kel. Papango, Kec. Tanjung
Priok, berdasarkan Surat Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran No. 01 Tahun 2019 Tanggal 14
Januari 2019 , selanjutnya disebut “PIHAK KEDUA”

Berdasarkan hal – hal tersebut diatas, para pihak telah saling setuju untuk membuat perjanjian
Kerjasama dengan ketentuan dan syarat – syarat sebagai berikut:

PASAL 1
MAKSUD DAN TUJUAN

1. PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sepakat untuk melaksanakan kerjasama didalam
penanganan dan pengelolaan Limbah Medis dan Limbah Bahan Beracun dan Berbahaya
(B3) milik PIHAK KEDUA.
2. Yang dimaksud Limbah Medis Padat adalah :
- Benda tajam (misalnya : spuit, pisau operasi)
- Jaringan tubuh
- Citotoksis
- limbah bahan kimia
3. Limbah Medis Cair :
- limbah medis cair laboratorium, klinis maupun organis
4. Yang dimaksud Limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) adalah :

1
Paraf
PIHAK I PIHAK II
- Limbah rontgen (fixer dan developer)
- Limbah cartridge
- Limbah oli genset
- Limbah baterai bekas
- Limbah Sludge IPAL
- Obat kadaluarsa / rusak
- Lampu TL
5. Berat minimum limbah medis (padat/cair) yang dapat diangkut oleh PIHAK PERTAMA
adalah 70 (tujuh puluh) kilogram atau liter. Apabila tidak memenuhi berat minimum
maka tetap dihitung sebesar 70 (tujuh puluh) kilogram atau liter.
6. Pengolahan dan penanganan akhir Limbah Medis dan Limbah Bahan Beracun dan
Berbahaya (B3) milik PIHAK KEDUA dilaksanakan di fasilitas pengolahan Limbah Bahan
Beracun dan Berbahaya (B3) milik PT. Wastec International, disertakan bukti pengolahan
limbah (manifest).

PASAL 2
PERINCIAN MATERI PEKERJAAN

1. PIHAK PERTAMA tidak diharuskan untuk memeriksa Limbah Medis dan Limbah Bahan
Beracun dan Berbahaya (B3) milik PIHAK KEDUA.
2. PIHAK PERTAMA bertanggung jawab atas Limbah Medis dan Limbah Bahan Beracun
dan Berbahaya (B3) yang pengangkutannya dan pengelolaannya dilakukan oleh dan
melalui PIHAK PERTAMA. Sedangkan Limbah Medis dan Limbah Bahan Beracun dan
Berbahaya (B3) yang pengangkutannya tidak dilaksanakan oleh PIHAK PERTAMA
sepenuhnya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA.
3. PIHAK KEDUA akan menyiapkan Limbah Medis dan Limbah Bahan Beracun dan
Berbahaya (B3)-nya dalam kemasan yang kuat dan tidak bocor sehingga siap diambil oleh
PIHAK PERTAMA.
4. PIHAK KEDUA akan mengemas Limbah Lampu TL sedemikian sehingga tidak pecah
pada waktu pemuatan, pengangkutan dan pembongkaran di lokasi pengolahan.
5. PIHAK KEDUA menjamin bahwa Limbah Medis dan Limbah Bahan Beracun dan
Berbahaya (B3) miliknya bukan merupakan hasil dari tindakan yang bertentangan dengan
hukum.

PASAL 3
PENGANGKUTAN

1. Pengangkutan limbah medis dilakukan setiap 1 (satu) minggu sekali

2
Paraf
PIHAK I PIHAK II
PASAL 4
BIAYA DAN TATA CARA PEMBAYARAN

1. Biaya Pengangkutan dan Pengolahan Limbah Medis Padat, Limbah Medis Cair dan
Limbah B3 adalah Rp. 13.000,-per kilogram/liter.
2. Biaya tersebut sudah termasuk dalam PPH 2% tapi belum termasuk PPN 10 %.
3. Apabila dikemudian hari terjadi perubahan-perubahan atas tarif yang telah ditetapkan
dalam pasal ini, maka PIHAK PERTAMA akan memberitahukan terlebih dahulu kepada
PIHAK KEDUA sebelum tarif baru tersebut diberlakukan.
4. Penagihan dilakukan setelah penyelesaian pekerjaan yang diperintahkan dalam SPK ini
dan dibuktikan dengan Berita Acara Pemeriksaan dan Serah Terima.

PASAL 5
KEMASAN / WADAH LIMBAH

1. PIHAK PERTAMA hanya menerima atau melayani limbah medis yang dikemas / packing
secara aman sesuai dengan ketentuan dan prosedur dalam penanganan limbah B3,
dimasukkan ke dalam kantong plastik warna kuning yang kuat dan tidak bocor dan untuk
limbah medis tajam dimasukkan dalam safety box. Untuk limbah medis cair dimasukkan
dalam jerigen plastik dengan diberi label limbah medis.
2. Kemasan / wadah limbah medis disediakan sendiri oleh PIHAK KEDUA.

PASAL 6
KERUSAKAN

Bila dalam operasional incinerator mengalami gangguan / kerusakan, maka PIHAK PERTAMA
bertanggung jawab atas pembakaran limbah medis yang telah dikirim, sedang pengiriman /
pengambilan limbah medis selanjutnya dari PIHAK KEDUA sementara ditangguhkan paling
lama 14 (empat belas) hari kerja.

PASAL 7
HAK DAN KEWAJIBAN

1. PIHAK PERTAMA berkewajiban dan bertanggung jawab penuh atas resiko dan akibat
yang mungkin ditimbulkan dari kegiatan pengangkutan, setelah keluar dari lokasi PIHAK
KEDUA sampai tempat pengolahan, dan/atau pemusnahan limbah Medis (B3) di lokasi
Mesin Insiberator PT. Wastec International Cilegon dengan standar prosedur dan peraturan
yang berlaku.

3
Paraf
PIHAK I PIHAK II
2. PIHAK PERTAMA berkewajiban memberikan pelayanan pengangkutan dan penanganan
Limbah Medis (B3) kepada PIHAK KEDUA sesuai dengan standar prosedur dan peraturan
yang berlaku.
3. PIHAK PERTAMA berhak memperoleh pembayaran dari PIHAK KEDUA sesuai dengan
pekerjaan pengangkutan dan penanganan Limbah Medis (B3) yang telah dilaksanakan.
4. PIHAK KEDUA berkewajiban dan bertanggung jawab penuh atas resiko dan akibat yang
mungkin timbul sebelum diserahkannya limbah Medis (B3) kepada PIHAK PERTAMA.
5. PIHAK KEDUA berkewajiban membayar tagihan kepada PIHAK PERTAMA sesuai
dengan pekerjaan pengangkutan dan penanganan Limbah Medis (B3) yang telah
dilaksanakan.
6. PIHAK KEDUA berhak memperoleh pelayanan penanganan Limbah Medis (B3) dari
PIHAK PERTAMA sesuai dengan standar prosedur dan peraturan yang berlaku.

PASAL 8
FORCE MAJEURE

1. Kedua belah pihak sepakat bahwa apabila didalam pelaksanaan Perjanjian salah satu atau
kedua belah Pihak mengalami keterlambatan / hambatan yang disebabkan oleh keadaan
Force Majeure, maka Pihak yang bersangkutan akan memberitahukan keadaan tersebut
kepada Pihak lainnya selambat-lambatnya 7 x 24 jam setelah terjadinya Force Majeure
tersebut.
2. Keadaan Force Majeure seperti yang dimaksud diatas pada ayat 1 (satu) diatas antara lain
adalah peperangan, huru-hara, unjuk rasa massa, pemberontakan, krisis nasional,
kebakaran, sabotase, epidemi, bencana alam seperti banjir, gempa bumi dan hal-hal diluar
kemauan dan kemampuan Pihak Pertama dan Pihak Kedua.
3. Apabila terjadi keadaan Force Majeure seperti tersebut diatas, sehingga tidak
memungkinkan Pihak Pertama dan Pihak Kedua melanjutkan Perjanjian ini, maka kedua
belah pihak sepakat untuk menyelesaikan segala sesuatunya secara musyawarah.

PASAL 9

JANGKA WAKTU PERJANJIAN

1. Jangka waktu perjanjian ini adalah untuk masa waktu 1 (satu) tahun terhitung mulai tanggal
14 Januari 2019 sampai dengan 14 Januari 2020.
2. Perjanjian dapat diperpanjang setelah berakhirnya perjanjian ini, dengan memberitahukan
terlebih dahulu dalam tempo 30 (tiga puluh) hari sebelum berakhirnya perjanjian ini.
3. Apabila dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan berturut-turut PIHAK KEDUA tidak mengirim
limbah medisnya kepada PIHAK PERTAMA tanpa ada alasan, maka PIHAK PERTAMA
dapat membuat surat Pemutusan Kerjasama ini.
P A S A L 10
PEMINDAHAN PEKERJAAN

4
Paraf
PIHAK I PIHAK II
Apabila PIHAK PERTAMA tidak dapat melaksanakan kewajibannya seperti yang telah
ditentukan dalam perjanjian kerjasama ini, maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk tempat /
fasilitas incinerator lainnya atau rekanan PIHAK PERTAMA untuk melakukan pengolahan
limbah medis/B3 milik PIHAK KEDUA dengan terlebih dahulu mendiskusikan hal tersebut
kepada PIHAK KEDUA.

P A S A L 11
PENGHENTIAN PEKERJAAN

1. Jika pada saat perjanjian kerjasama ini berlangsung, PIHAK PERTAMA atau PIHAK
KEDUA tidak memenuhi kewajibannya seperti diatur dalam pasal-pasal perjanjian ini,
maka PIHAK PERTAMA atau PIHAK KEDUA dapat menghentikan kerjasama dengan
memberitahukan pemberitahuan 1 (satu) bulan sebelumnya secara tertulis.
2. Apabila penghentian perjanjian ini terjadi disebabkan oleh kondisi sesuai dengan apa
yang telah disebutkan pada ayat 1 (satu) diatas, maka para pihak diharuskan untuk
terlebih dahulu menyelesaikan dan memenuhi segala kewajiban-kewajiban yang belum
terselesaikan dalam tempo tidak lebih dari 1 (satu) bulan setelah penghentian dilakukan.

P A S A L 12
PENYELESAIAN PERSELISIHAN

1. Setiap perselisihan atau sengketa yang timbul dari atau yang berhubungan dengan
Perjanjian ini, diutamakan penyelesaiannya melalui musyawarah untuk mencapai
mufakat.
2. Apabila perselisihan atau sengketa masih belum dapat diselesaikan melalui musyawarah,
maka Para Pihak setuju dan sepakat untuk semua sengketa yang timbul dari Perjanjian ini
akan diselesaikan dan diputus oleh Badan Arbitrase Nasional (BANI) menurut peraturan-
peraturan administrasi dan peraturan-peraturan prosedur arbitrase BANI, yang
keputusannya mengikat Para Pihak sebagai keputusan tingkat pertama dan terakhir.

5
Paraf
PIHAK I PIHAK II
P A S A L 13
PENUTUP

1. Hal-hal yang belum atau belum cukup diatur dalam Perjanjian ini, perubahan-
perubahannya dan atau penambahan-penambahannya akan diatur kemudian atas dasar
permufakatan PARA PIHAK dan akan dituangkan dalam surat atau Perjanjian Tambahan
(Addendum), yang merupakan satu kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan dari
perjanjian.
2. Perjanjian Kerjasama ini berlaku pada saat penandatanganan Surat Kerjasama oleh
masing-masing pihak.
3. Semua pemberitahuan dan surat menyurat antara PARA PIHAK sehubungan dengan
pelaksanaan Perjanjian dilakukan secara tertulis.
4. Pemberitahuan dan surat menyurat sebagaimana dimaksud dalam ayat 3 (Tiga) di
alamatkan kepada :

PIHAK PERTAMA : PT. PRIMA HIGINA SARANA


VILLA CIOMAS INDAH BLOK Q-6 NO.11,
CIOMAS,BOGOR
TELP. : (0251) 7522161/(021) 5746319
EMAIL : primahiginasarana@gmail.com

PIHAK KEDUA : BLUD PUSKESMAS KECAMATAN TANJUNG PRIOK


JL. PAPANGGO II B NO. 69 RT 06/03
KEL. PAPANGO, KEC. TANJUNG PRIOK
TELP. : (021) 65832994
EMAIL: pkmtgpriok@yahoo.co.id

Demikian perjanjian ini dibuat dan ditandatangani pada hari dan tanggal tersebut diatas, dalam
rangkap dua asli, ditandatangani diatas materai yang cukup dan masing-masing mempunyai
kekuatan hukum yang sama guna kepentingan kedua belah pihak.

PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA


Pejabat Pembuat Komitmen PT. Prima Higina Sarana
BLUD Puskesmas Kecamatan Penjaringan

Drg. Florida Masniari Sitinjak Arif Wirawan A.,SH.


NIP. 197202072000122001 Direktur