Anda di halaman 1dari 13

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) GIZI SEIMBANG UNTUK

LANSIA

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN


YOGYAKARTA
JURUSAN GIZI
2019
A. Pokok Bahasan :
Gizi Seimbang Untuk Lansia

Sub Pokok Bahasan :


1. Kebutuhan Gizi pada Lansia
2. Faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Gizi pada Lansia
3. Masalah Gizi pada Lansia
4. Pemantauan Status Gizi pada Lansia
5. Perencanaan Makan Untuk Lansia
6. Penatalaksanaan Gizi untuk Lansia

B. Sasaran :
Lansia di desa Bangunjiwo Kasihan, Bantul

C. Hari/tanggal :
Maret 2019

D. Tujuan :
1. Tujuan Umum :
Setelah dilakukan penyuluhan tentang gizi seimbang umtuk lansia
diharapkan dapat memperbaiki kebutuhan gizi lansia
2. Tujuan Khusus :
a. Sasaran mampu mendefinisikan dan memahami pengertian kebutuhan
gizi pada lansia secara benar.
b. Sasaran mampu menjelaskan dan memahami faktor – faktor yang
mempengaruhi perubahan kebutuhan gizi pada lansia secara benar
c. Sasaran mampu menjelaskan dan memahami masalah gizi pada lansia
yang sering terjadi.
d. Sasaran mampu menjelaskan dan memahami bagaimana pemantauan
status gizi pada lansia secara benar
e. Sasaran mampu menjelaskan dan memahami bagaimana perencanaan
makan yang baik untuk lansia
f. Sasaran mampu menjelaskan dan memahami penatalaksanaan gizi
yang baik untuk lansia

E. Kegiatan Pembelajaran :
1. Materi Pembelajaran (Terlampir)
2. Metode Pembelajaran
Metode yang digunakan dalam kegiatan penyuluhan gizi kesehatan
mengenai Gizi Seimbang Untuk Lansia yaitu :
a. Ceramah
Metode ini digunakan sebagai pengantar untuk memberikan
pengetahuan tentang Gizi Seimbang Untuk Lansia kepada sasaran.
b. Tanya jawab
Metode ini digunakan baik pada saat dilangsungkan penyuluhan
atau pada saat diakhir penyuluhan untuk mengetahui seberapa paham
sasaran menerima materi penyuluhan mengenai Gizi Seimbang Untuk
Lansia dengan baik.
3. Langkah-langkah kegiatan :
No Kegiatan Penyuluh Kegiatan Waktu
Sasaran
1. Preinteraksi 2 menit
c. Mempersiapkan materi (menyesuaikan)
d. Mempersiapan alat
e. Mempersiapkan diri
2. Pendahuluan 3 menit
 Salam pembuka Membalas salam (menyesuaikan)
 Perkenalan Mengerti maksud
 Penyampaian tujuan tujuan
3. Inti (penyampaian materi) Mendengarkan 15 menit
 Kebutuhan Gizi pada dengan penuh (menyesuaikan)
Lansia perhatian
 Faktor yang
Mempengaruhi
Kebutuhan Gizi pada
Lansia
 Masalah Gizi pada
Lansia
 Pemantauan Status
Gizi pada Lansia
 Perencanaan Makan
Untuk Lansia
 Penatalaksanaan Gizi
untuk Lansia
3. Penutup Menanyakan yang 5 menit
 Sesi tanya jawab belum dimengerti (menyesuaikan)
 Menyimpulkan hasil Menjawab
penyuluhan (evaluasi) pertanyaan
 Salam penutup Membalas salam

4. Media
a. Power point
b. LCD dan proyektor
c. Leaflet
F. Evaluasi :
Pertanyaan secara lisan
1. Zat gizi apa saja yang penting untuk lansia?
2. Apa faktor-faktor yang mempengaruhi Kebutuhan gizi pada lansia?
3. Apa saja masalah gizi yang sering terjadi pada lansia?
7. Bagaimana cara pemantauan status gizi pada lansia?
8. Bagaimana perencanaan menu yang baik untuk lansia?
9. Apa saja makanan yang perlu dihindari dan dibatasi untuk lansia?

G. Referensi :
http://repository.unhas.ac.id/bitstream/handle/123456789/5487/Jurnal%20MK
MI%20Muchlisa%20(K21109312).pdf?sequence=1
http://eprints.ums.ac.id/29989/13/02._Naskah_Publikasi.pdf
LAMPIRAN
Materi Penyuluhan Gizi Seimbang Untuk Lansia

Setiap mahluk hidup membutuhkan makanan untuk mempertahankan


kehidupannya, karena didalam makanan terdapat zat-zat gizi yang dibutuhkan
tubuh untuk melakukan kegiatan metabolismenya. Bagi lansia pemenuhan
kebutuhan gizi yang diberikan dengan baik dapat membantu dalam proses
beradaptasi atau menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang dialaminya
selain itu dapat menjaga kelangsungan pergantian sel-sel tubuh sehingga dapat
memperpanjang usia.

A. Kebutuhan gizi pada lansia


1. Kalori
Hasil-hasil penelitian menunjukan bahwa kecepatan metabolisme basal
pada orang-orang berusia lanjut menurun sekitar 15-20%, disebabkan
berkurangnya massa otot dan aktivitas. Kalori (energi) diperoleh dari
lemak 9,4 kal, karbohidrat 4 kal, dan protein 4 kal per gramnya..
Kebutuhan kalori untuk lansia laki-laki sebanyak 1960 kal, sedangkan
untuk lansia wanita 1700 kal. Bila jumlah kalori yang dikonsumsi
berlebihan, maka sebagian energi akan disimpan berupa lemak, sehingga
akan timbul obesitas.
2. Protein
Pada lansia, masa ototnya berkurang. Tetapi ternyata kebutuhan
tubuhnya akan protein tidak berkurang, bahkan harus lebih tinggi dari
orang dewasa, karena pada lansia efisiensi penggunaan senyawa nitrogen
(protein) oleh tubuh telah berkurang (disebabkan pencernaan dan
penyerapannya kurang efisien). Beberapa penelitian merekomendasikan,
untuk lansia sebaiknya konsumsi proteinnya ditingkatkan sebesar 12-14%
dari porsi untuk orang dewasa.
3. Lemak
Konsumsi lemak yang dianjurkan adalah 30% atau kurang dari total
kalori yang dibutuhkan. Konsumsi lemak total yang terlalu tinggi (lebih
dari 40% dari konsumsi energi) dapat menimbulkan penyakit
atherosclerosis (penyumbatan pembuluh darah ke jantung). Juga
dianjurkan 20% dari konsumsi lemak tersebut adalah asam lemak tidak
jenuh. Minyak nabati merupakan sumber asam lemak tidak jenuh yang
baik, sedangkan lemak hewan banyak mengandung asam lemak jenuh.
4. Karbohidrat dan serat makanan
Salah satu masalah yang banyak diderita para lansia adalah sembelit
atau konstipasi (susah BAB). Serat makanan telah terbukti dapat
menyembuhkan kesulitan tersebut. Sumber serat yang baik bagi lansia
adalah sayuran, buah-buahan segar dan biji-bijian utuh. Manula tidak
dianjurkan mengkonsumsi suplemen serat (yang dijual secara komersial),
konsumsi serat yang terlalu banyak, dapat menyebabkan mineral dan zat
gizi lain terserap oleh serat sehingga tidak dapat diserap tubuh.
5. Vitamin dan mineral
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa umumnya lansia kurang
mengkonsumsi vitamin A, B1, B2, B6, niasin, asam folat, vitamin C, D,
dan E umumnya kekurangan ini terutama disebabkan dibatasinya
konsumsi makanan, khususnya buah-buahan dan sayuran, kekurangan
mineral yang paling banyak diderita lansia adalah kurang mineral kalsium
yang menyebabkan kerapuhan tulang dan kekurangan zat besi
menyebabkan anemia.
6. Air
Cairan dalam bentuk air dalam minuman dan makanan sangat
diperlukan tubuh untuk mengganti yang hilang (dalam bentuk keringat dan
urine), membantu pencernaan makanan dan membersihkan ginjal
(membantu fungsi kerja ginjal). Pada lansia dianjurkan minum lebih dari
6-8 gelas per hari.

B. Faktor yang mepengaruhi Kebutuhan Gizi pada Lansia


Proses menua dapat terlihat secara fisik dengan perubahan yang terjadi
pada tubuh dan berbagai organ serta penurunan fungsi tubuh serta organ tersebut.
Perubahan secara biologis ini dapat mempengaruhi status gizi pada masa tua.
Antara lain :

a. Massa otot yang berkurang dan massa lemak yang bertambah,


mengakibatkan juga jumlah cairan tubuh yang berkurang, sehingga
kulit kelihatan mengerut dan kering, wajah keriput serta muncul garis-
garis menetap. Oleh karena itu, pada lansia seringkali terlihat kurus.
b. Dengan banyaknya gigi yang sudah tanggal, mengakibatkan gangguan
fungsi mengunyah yang dapat berdampak pada kurangnya asupan gizi
pada usia lanjut.
c. Penurunan mobilitas usus, menyebabkan gangguan pada saluran
pencernaan seperti perut kembung, nyeri yang menurunkan nafsu
makan, serta susah BAB yang dapat menyebabkan wasir.
d. Kemampuan motorik menurun, selain menyebabkan menjadi lamban,
kurang aktif dan kesulitan menyuap makanan, juga dapat mengganggu
aktivitas kegiatan sehari-hari.
e. Incontinentia urine (IU) adalah pengeluaran urin diluar kesadaran
merupakan salah satu masalah kesehatan yang besar yang sering
diabaikan pada kelompok usia lanjut, sehingga usia lanjut yang
mengalami IU seringkali mengurangi minum yang dapat menyebabkan
dehidrasi.
C. Masalah Gizi pada Lansia

1. Gizi berlebih
Gizi berlebih pada lansia banyak terjadi di negara maju dan kota-kota
besar. Kebiasaan makan banyak pada waktu muda menyebabkan berat badan
berlebih, apalagi pada lansia penggunaan kalori berkurang karena
berkurangnya aktivitas fisik Kegemukan merupakan salah satu pencetus
berbagai penyakit, misalnya : penyakit jantung, kencing manis, dan darah
tinggi.
2. Gizi kurang
Gizi kurang sering disebabkan oleh masalah-masalah social ekonomi dan
juga karena gangguan penyakit. Bila konsumsi kalori terlalu rendah dari yang
dibutuhkan menyebabkan berat badan kurang dari normal. Apabila hal ini
disertai dengan kekurangan protein menyebabkan kerusakan-kerusakan sel
yang tidak dapat diperbaiki, akibatnya rambut rontok, daya tahan terhadap
penyakit menurun, kemungkinan akan mudah terkena infeksi.
3. Kekurangan vitamin
Bila konsumsi buah dan sayuran dalam makanan kurang dan ditambah
dengan kekurangan protein dalam makanan akibatnya nafsu makan berkurang,
penglihatan menurun, kulit kering, penampilan menjadi lesu dan tidak
bersemangat.
4. Kekurangan Kalsium

D. Pemantauan Status Nutrisi

1. Penimbangan Berat Badan


Penimbangan BB dilakukan secara teratur minimal 1 minggu sekali,
waspadai peningkatan BB atau penurunan BB lebih dari 0.5 Kg/minggu.
Peningkatan BB lebih dari 0.5 Kg dalam 1 minggu beresiko terhadap
kelebihan berat badan dan penurunan berat badan lebih dari 0.5 Kg /minggu
menunjukkan kekurangan berat badan.

E. Perencanaan Makanan untuk Lansia


 Makanan harus mengandung zat gizi dari makanan yang beraneka
ragam, yang terdiri dari : zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur.

 Perlu diperhatikan porsi makanan, jangan terlalu kenyang. Porsi makan


hendaknya diatur merata dalam satu hari sehingga dapat makan lebih
sering dengan porsi yang kecil.
 Banyak minum dan kurangi garam, dengan banyak minum dapat
memperlancar pengeluaran sisa makanan, dan menghindari makanan
yang terlalu asin akan memperingan kerja ginjal serta mencegah
kemungkinan terjadinya darah tinggi.
 Batasi makanan yang manis-manis atau gula, minyak dan makanan
yang berlemak seperti santan, mentega dll.

 Bagi pasien lansia yang prose penuaannya sudah lebih lanjut perlu
diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
a) Makanlah makanan yang mudah dicerna
b) Hindari makanan yang terlalu manis, gurih, dan goring-gorengan
c) Bila kesulitan mengunyah karena gigi rusak atau gigi palsu kurang
baik, makanan harus lunak/lembek atau dicincang
d) Makanan selingan atau snack, susu, buah, dan sari buah sebaiknya
diberikan.
 Makanan mengandung zat besi seperti : kacang-kacangan, hati, telur,
daging rendah lemak, bayam, dan sayuran hijau.

 Lebih dianjurkan untuk mengolah makanan dengan cara dikukus,


direbus, atau dipanggang kurangi makanan yang digoreng

CONTOH MENU SEHARI UNTUK LANSIA

Waktu Makan Pria (2200 kal) Wanita (1850 kal)

Pagi 1 ½ gls nasi/ pengganti 1 gls nasi/ pengganti


1 btr telur

1 butir telur (Telur Mata Sapi)


100 gr sayuran

100 gr sayuran (Cah Kangkung)


1 gls susu skim

1 gls susu skim

Pukul 10.00 Snack/buah (Nagasari) Snack/buah

Siang 1 ½ gls nasi 1 gls nasi


50 gr daging/ikan/unggas (Pepes 50 gr daging/ikan/unggas
Ikan) 25 gr tempe/kacang-kacangan

25 gr tempe/kacang-kacangan 150 gr sayuran


(Tempe bb Tomat)

1 ptg buah
150 gr sayuran (Sayur Asem)

1 ptg buah (Semangka)

Pukul 17.00 Snack/ buah (Bubur Kacang Hijau) Snack/ buah

Malam 1 ½ gls nasi 1 gls nasi


50 gr daging/ikan/unggas (Basho 50 gr daging/ikan/unggas
Daging)

50 gr tahu
50 gr tahu (Hot Tahu)

150 gr sayuran
150 gr sayuran (Sup Sayur)

1 p
1 ptg buah (Pisang) t
g

b
u
a
h

F. Bahan Makanan Yang Dihindari dan Dibatasi Untuk Lansia


Banyak minum dan kurangi garam, dengan banyak minum dapat
memperlancar pengeluaran sisa makanan, dan menghindari makanan yang terlalu
asin akan memperingan kerja ginjal serta mencegah kemungkinan terjadinya
darah tinggi.
1. Batasi makanan yang manis-manis atau gula, minyak dan makanan
yang berlemak seperti santan, mentega dll.
2. Bagi pasien lansia yang proses penuaannya sudah lebih lanjut perlu
diperhatikan hal-hal sebagai berikut : Memakan makanan yang mudah
dicerna, menghindari makanan yang terlalu manis, gurih, dan goring-
gorengan, bila kesulitan mengunyah karena gigi rusak atau gigi palsu
kurang baik, makanan harus lunak/lembek atau dicincang, makan dalam
porsi kecil tetapi sering, makanan selingan atau snack, susu, buah, dan
sari buah sebaiknya diberikan.
3. Batasi minum kopi atau teh, boleh diberikan tetapi harus diencerkan
sebab berguna pula untuk merangsang gerakan usus dan menambah
nafsu makan.
4. Makanan mengandung zat besi seperti : kacang-kacangan, hati, telur,
daging rendah lemak, bayam, dan sayuran hijau.
5. Lebih dianjurkan untuk mengolah makanan dengan cara dikukus,
direbus, atau dipanggang kurangi makanan yang digoreng.
6. Dianjurkan untuk lebih banyak mengkonsumsi makanan yang
mengandung lemak nabati atau lemak tidak jenuh, seperti tempe, tahu,
minyak jagung, alpukat, dll.
7. Minum air putih 1500-2000 cc (6-8 gelas) sehari
8. Kurangi konsumsi garam, vetsin, dan makanan yang menggunakan
pengawet
9. Tingkatkan konsumsi makanan yang mengandung serat. Kebutuhan
serat sehari untuk usia lanjut adalah 25-30 gram. Serat banyak diperoleh
dari sayuran dan buah-buahan, serta biji-bijian seperti kacang.
10. Konsumsi cukup makanan yang mengandung kalsium, seperti susu,
tempe, yogurt, dll. Kalsium penting untuk kesehatan tulang.
11. Usahakan waktu makan teratur. Jadwal makan dapat dibuat lebih sering
namun porsi kecil.
12. Pilihlah makanan yang mudah dikunyah dan mudah dicerna serta
hindari makanan yang terlalu gurih dan manis.
13. Batasi minum kopi atau teh.
14. Hindari rokok dan alcohol.
LAMPIRAN
Soal Pretest dan Postest
Nama :

1. Zat gizi sebagai sumber tenaga adalah.....


a. Energi
b. Protein
c. Lemak
d. Karbohidrat
2. Permasalahan gizi yang terjadi pada lansia, kecuali…
a. Gizi kurus
b. Gizi lebih
c. Kekurangan kalsium
d. Stunting
3. Pada usia lanjut sebaiknya membatasi 3G yaitu...
a. Garam, kecap, saus
b. Garam, gula, dan gajih
c. Gula, lada, minyak
d. Gajih sapi, gajih kambing, gajih ayam
4. Mengapa lansia harus mengurangi konsusmi garam?
a. Agar terhindar dari lapar
b. Supaya tidak gemuk
c. Mencegah hipertensi
d. Supaya meningkatkan nafsu makan
5. Bagaimana cara mencegah masalah gizi pada lansia?
a. Jarang makan lauk hewani
b. Makan makanan beragam
c. Hanya makan makanan tertentu
d. Rutin makan tempe saja
6. Apa yang tidak menyebabkan masalah gizi pada lansia?
a. Memilih-milih makanan
b. Kafein pada kopi
c. Mengkonsumsi banyak gula dan garam
d. Pola makan yang teratur
7. Protein banyak terkandung dalam.....
a. Ayam dan telur
b. Nasi
c. Singkong
d. Buah
LAMPIRAN
RENCANA ANGGARAN BIAYA
No Anggaran Jumlah Harga Satuan Unit cost
1. Pengadaan leaflet 40 lembar Rp 400 Rp 16.000
2. Konsumsi :
a. Roti 40 biji Rp 1000 Rp 40.000
b. Susu 40 gelas Rp 3000 Rp 120.000
Jumlah Rp 176.000