Anda di halaman 1dari 10

EL2102

MODUL 03 – ANALISIS RANGKAIAN


Muhammad Iqbal Firdaus Bachmid (13116117)

Asisten : Dinur Wahyu Pratiwi (13115010)

Tanggal Percobaan : Thursday, 16 November 2017

EL2102 – Praktikum Rangkaian Elektrik 1

Abstract Suatu rangkaian yang terhubung secara seri


At this time we will discuss about the relationship maupun paralel yang telah kita pelajari
of the use of Kirchoff's Law I & II, which will be sebelumnya merupakan contoh rangkaian yang
applied to the Mesh and Node Analysis. At the
sederhana. Pada rangkaian sederhana yang
previous Practical we already know how Kirchoff
law applied in a simple circuit, and this time we mengkombinasikan tahanan-tahanan atau
will try her in implementing the Complex sumber-sumber yang seri atau paralel dapat kita
Networks Enough so to find a value of current and
Analisis dengan menggunakan prinsip
voltage we need an analysis to help. On Practicum
this time we will try to Solve the Problems with pembagian arus dan tegangan sesuai Hukum yang
Using Mesh Analysis, Supermesh, Node, and telah dipelajari yaitu Hukum Ohm dan Hukum
Supernode.
Kirchoff. Rangkaian-rangkaian sederhana
tersebut merupakan suatu latihan pemahaman
Key Words : Circuit analysis, Kirchoff Law, dalam pemecahan masalah untuk menolong kita
Analysis Mesh, Analysis Node. memahami Hukum-Hukum dasar yang
selanjutnya akan kita gunakan dalam rangkaian-
I. PENDAHULUAN rangkaian yang lebih sukar atau lebih kompleks.
Dalam menyederhanakan Analisis pada
Sirkuit listrik ini sering dibahas dan diAnalisis rangkaian yang lebih sukar di perlukan suatu
dalam tiga macam respons (tanggap waktu): metode Analisis yang lebih cocok dan mudah.
respons-nya terhadap arus atau tegangan DC Diantara metode-metode ini adalah mesh, node,
(Direct Current, atau arus baterai misalnya), Supermesh, dan Supernode. Pada Praktikum kali
respons-nya terhadap arus atau tegangan AC ini Kami mengembangkan kemampuan
(Alternating Current, seperti arus PLN misalnya) mengAnalisis Analisis mesh, Supermesh, Node,
dan respons-nya terhadap waktu transien. Listrik dan Supernode.
arus DC sering dikenal juga sebagai listrik arus
searah, dan listrik arus AC diartikan juga
sebagai listrik arus bolak-balik.

LABORATORIUM TEKNIK ELEKTRO – INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA | 1


EL2102

II.STUDI PUSTAKA 5. Jika rangkaian hanya mengandung sumber


tegangan, gunakan Hukum tegangan Kirchoff
✓ Analisa Mesh
mengelilingi setiap mesh, samakan jumlah
Analisis ini memanfaatkan KVL (Kirchoff’s semua tegangan tahanan jika rangkaian hanya
Voltage Law). Yang mana berbunyi “Jumlah mempunyai sumber tegangan bebas, samakan
tegangan pada suatu rangkaian tertutup adalah jumlah semua tegangan tahanan di dalam arah
nol”. Untuk menggunakan analisa Mesh, tulis jarum jam, dengan semua berlawanan dengan
persamaan KVL untuk setiap putaran tertutup arah jarum jam, dan aturlah suku-suku
(closed loop) dalam suatu rangkaian. tersebut, dari i1, ke iM. Untuk setiap variabel

Langkah-langkah menyelesaikan masalah i1, i2, … , iM, jika belum berada dalam bentuk

dengan metode mesh: tersebut.

1. Pastikan bahwa jaringan adalah sebidang. Jika


tidak sebidang, maka Analisis mesh tidak dapat
dipakai.
2. Buat diagram rangkaian yang rapih dan
Source Image : http://bit.ly/2yY86zx
sederhana. Tunjukkan harga semua elemen dan
✓ Supermesh
sumber. Harga tahanan lebih disukai daripada
harga konduktansi. Setiap sumber harus Supermesh tidak jauh berbeda dengan Analisis
mempunyai simbol referensinya. Mesh, Letak perbedaannya hanya di suatu
3. Dengan menganggap bahwa rangkaian keadaan saja, yaitu Apabila ada sumber arus,
mempunyai M mesh, tentukan arus mesh searah maka diperlakukan sebagai supermesh. Pada
dengan perputaran jarum jam dalam setiap mesh, supermesh, pemilihan lintasan menghindari
i1, i2, … , iM. sumber arus karena pada sumber arus tidak
4. Jika rangkaian hanya mengandung sumber diketahui besar tegangan terminalnya.
tegangan, gunakan Hukum tegangan Kirchoff
mengelilingi setiap mesh, samakan jumlah semua
tegangan tahanan jika rangkaian hanya
mempunyai sumber tegangan bebas, samakan
Source Image : http://bit.ly/2mKilGa
jumlah semua tegangan tahanan di dalam arah
jarum jam, dengan semua berlawanan dengan Bisa dilihat jika dalam Suatu Rangkaian di antara

arah jarum jam, dan aturlah suku-suku tersebut, Kedua Loop Mempunyai Sumber Arus, Maka di
dari i1, ke iM. Untuk setiap variabel i1, i2, … , perbolehkan untuk di lakukan Supermesh.
iM, jika belum berada dalam bentuk tersebut.

LABORATORIUM TEKNIK ELEKTRO – INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA | 2


EL2102

✓ Analisis Node 6. Menentukan node voltage, yaitu tegangan


antara node non referensi dan ground.
Node atau titik simpul adalah titik pertemuan dari 7. Asumsikan tegangan node yang sedang
dua atau lebih elemen rangkaian. Junction atau diperhitungkan lebih tinggi daripada tegangan
titik simpul utama atau titik percabangan adalah node manapun, sehingga arah arus keluar dari
titik pertemuan dari tiga atau lebih elemen node tersebut positif.
rangkaian.
8. Jika terdapat N node, maka jumlah node
Untuk lebih jelasnya mengenai dua pengertian voltage adalah (N-1). Jumlah node voltage ini
dasar diatas, dapat dimodelkan dengan contoh akan menentukan banyaknya persamaan yang
gambar berikut. dihasilkan.
Contoh :
✓ Supernode
Ketika sumber tegangan hadir antara dua node
nonreference, node yang super dapat digunakan
untuk menghindari intro-sional, upaya penurunan
variabel yang tidak diketahui untuk arus melalui
Jumlah node : 5, yaitu : a, b, c, d, e=f=g=h sumber tegangan. KCL diterapkan pada node
imajiner yang terdiri dari kedua node bersama-
Jumlah junction : 3, yaitu : b, c, e=f=g=h
sama. Simpul imajiner ini disebut node yang
Analisis node berprinsip pada Hukum Kirchoff super.
I/KCL dimana jumlah arus yang masuk dan
keluar dari titik percabangan akan samadengan
nol, dimana tegangan merupakan parameter yang
tidak diketahui. Atau Analisis node lebih mudah
jika pencatunya semuanya adalah sumber arus.
Analisis ini dapat diterapkan pada sumber searah/
DC maupun sumber bolak-balik/ AC.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada


Analisis node, yaitu :

1. Analisis node berprinsip pada Hukum Kirchoff


I/ KCL Jumlah arus yang masuk dan keluar dari
titik percabangan akan samadengan nol Source Image : http://bit.ly/2yX5GkO

2. Tegangan merupakan parameter yang tidak Jika Kita menemukan Sumber tegangan di antara
diketahui. kedua Node yang telah kita tetapkan, maka kita
3. Analisis node lebih mudah jika pencatunya membuat Supernode. Kita menetapkan
semuanya adalah sumber arus supernode dengan menggantinya dengan
4. Analisis node dapat diterapkan pada sumber sebuah persamaan.
searah/ DC maupun sumber bolak-balik/ AC.
5. Menentukan node referensi sebagai ground/
potensial nol.

LABORATORIUM TEKNIK ELEKTRO – INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA | 3


EL2102

III. METADOLOGI Percobaan IB – Analisis Mesh

➢ Alat & Bahan :


• Multimeter Digital (1 buah)
• BreadBoard (1 buah)
• Power Supply (1 buah)
• Kabel Male to Male (10 buah)
• Kabel Buaya – Banana (4 buah)
• Kabel Buaya – Buaya (2 buah)
Buat Rangkaian Ukur arus dan
• Resistor 470 Ohm (2 buah) seperti gambar di tengan di R1, R2, R3.
• Resistor 100 Ohm (3 buah) atas.
Dan Catat.
• Resistor 56 Ohm (2 buah)

Percobaan 2A – Analisis Node.


➢ Prosedur Percobaan

Percobaan IA – Analisis Mesh

Ukur Arus dan Tegangan


Susun Rangkaian Masing – Masing
seperti gambar. komponen. Dan Ukur
tegangan di Node a,b,c,d.
Baca Perlengkapan alat
dan Bahan, Lalu Susun Ukur Tegangan
Rangkaian di Breadboard pada titik Vab,
seperti gambar Vbc, dan Vbe.
Catat data Hasil
Pengukuran

Bandingkan dengan
Ukur Arus Pada
Simulasi dan
I1,I2,dan I3.
Teoritis.

LABORATORIUM TEKNIK ELEKTRO – INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA | 4


EL2102

Percobaan 2B – Supernode. IV. HASIL DAN ANALISIS

Pada Praktikum kali ini, kita akan Menghitung


Arus serta Tegangan pada Rangkaian
Menggunakan Analisis Mesh, Supermesh, Node,
Supernode.

Percobaan 1A – Analisis Node.

Ukur Tegangan
Catat Hasil
pada masing
Pengukuran.
masing Komponen

Seluruh Hasil Perhitungan dan


pengukuran di masukkan ke dalam Mendapatkan Persamaan :
BCP. Dan Laporan Praktikum di
sertakan Screenshoot dan
386I1 – 56I2 = 8 ….. #1
Perhitungannya di Ketik.
I1 = (156I2 + 2)/56 …… #2

386(156I2 + 2)/56 – 56I2 = 8


1075I2 + 13,7 – 56I2 = 8
1019I2 = 8 – 13,7
1019I2 = -5,7
I2 = -5,6 mA
386I1 – 56(-5,6 x 10^-3) = 8
386I1 = 7,69
I1 = 19,92 mA
I3 = I1 – I2 = 19,92 – (-5,6) = 25,52 mA
VR2 = I2 x R2 = 5,6 x 100 = 0,56 Volt
VR1 = I1 x R1 = 19,92 x 330 = 6,57 Volt
VR2 = I3 x R3 = 25,52 x 56 = 1,43 Volt

LABORATORIUM TEKNIK ELEKTRO – INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA | 5


EL2102

Pengukuran Perhitungan Simulasi


NO
I (mA) V(Volt) I(mA) V(Volt) I(mA) V(Volt)
1 R1 19,0 6,5 19,92 6,57 19,90 6,57
2 R2 5,38 0,56 5,6 0,56 5,68 0,56
3 R3 24,7 1,42 25,52 1,43 25,57 1,43
Pada Percobaan ini kita menggunakan Analisis mesh untuk mencari nilai dari arus dan tegangan.
Pengukuran, simulasi, dan Perhitungan tidak memiliki perbedaan yang signifikan, hal ini berarti bahwa
Analisis mesh terbukti bisa di pakai untuk mencari suatu nilai pada Rangkaian yang Kompleks. Nilai minus
(-) pada I2 (-5,6 mA) menunjukkan bahwa arus mengarah berlawanan dengan arah Loop.

Percobaan 1B – Analisis Mesh.

330//100 = (330 x 100)/(330 + 100) = 76,7 Ω

76,7 + 56 = 132,7 Ω

-5 + 132,7I = 0

132,7I = 5
I = 5/132,7 = 37,6 mA
Io = 37,6 mA IR1 = 100/(330 + 100) x 37,6 = 8,74 mA
Io = IR3 IR2 = 330/430 x 37,6 = 28,85 mA
VR1 = IR1 x R1 = 8,74 x 330 = 2,88 V
VR2 = VR1 …. Nilai sama karena Pararel. Kalau pun beda pasti nggak jauh.
VR3 = I3 x R3 = 37,6 x 56 = 2,1 V
Pengukuran Perhitungan Simulasi
NO
I (mA) V(Volt) I(mA) V(Volt) I(mA) V(Volt)
1 R1 8,54 2,80 8,74 2,88 8,76 2,89
2 R2 27,27 2,80 28,85 2,88 28,90 2,89
3 R3 35,94 2,07 37,60 2,10 37,65 2,11
4 Io (mA) 35,9 37,6 37,65

LABORATORIUM TEKNIK ELEKTRO – INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA | 6


EL2102

Untuk kasus Rangkaian Seperti ini, cara yang pertama kali harus di lakukan ialah Mem-Pararelkan R1 &
R2, Lalu di seri dengan R3. Hal itu di lakukan untuk mempermudah perhitungan. Kalau kita tidak
melakukan hal tersebut, maka kita harus membuat dua LOOP. Nilai yang di dapat juga tidak ada
perbedaan yang signifikan, hal ini jelas berarti bahwa Analisis Mesh termasuk untuk mencari suatu nilai
pada Rangkaian yang Kompleks, dengan dasar kepada Hukum Kirchoff I (KVL).

Jika ada perbedaan yang lumatan berpengaruh pada perhitungan, hendaknya kita mengecek nilai toleransi
dari Resistor yang di pakai, karena kemungkinan resistor sudah secara fisis maupun korosif yang dapat
mengganggu nilai Resistansi dari Resistor Tersebut.

Percobaan 2A – Analisis Node.

At node b using KCL.

I1 + I2 + I3 = 0

I1 = (6-b)/100 ; I2 = -b/470 ; I3 = (c – b)/56 ;

I4 = -c/330 ; I5 = (2-c)/100 ; (6-b)/100 - b/470 - (c – b)/56 = 0

At node b we have Equation : 7892b – 4700c = 15792 ….. #A

At node c using KCL.

(b-c)/56 – c/330 + (2-c)/100 = 0 ; -I3 + I4 + I5 = 0

At node c we have Equation : -33000b + 57080c = 36969 ….. #B

c = 0,6475 + 0,5781b

Do elimination at two this Equation.

7892b – 4700(0,6475 + 0,5781b) = 15792

5175b = 18835,2 ; b = 3,64 Volt

c = 0,6475 + 0,5781(3,64) ; c = 2,75 Volt

node di titik a = 6 Volt ; d = 2 Volt

IR1 = I1 = (6-3,64)/100 = 23,6 mA ; IR2 = I2 = -3,64/470 = 7,74 mA ;

IR3 = I3 = (2,75-3,64)/56 = -15,9 mA ; IR4 = I4 = -2,75/330 = -8,33 mA ; IR5 = I5 = -7,5 Ma

LABORATORIUM TEKNIK ELEKTRO – INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA | 7


EL2102

VR1 = I1 x R1 = 23,6 x 100 = 2,36 Volt ; VR2 = I2 x R2 = 7,74 x 470 = 3,63 Volt

VR3 = I3 x R3 = 15,9 x 56 = 0,9 Volt ; VR4 = I4 x R4 = 8,33 x 330 = 2,75 Volt

VR5 = I5 x R5 = 7,5 x 100 = 0,75 Volt.

Pengukuran Perhitungan Simulasi


NO
I (mA) V(Volt) I(mA) V(Volt) I(mA) V(Volt)
1 R1 23,59 2,36 23,60 2,36 22,3 2,31
2 R2 7,74 3,64 7,74 3,63 7,74 3,6
3 R3 15,85 0,88 15,9 0,9 13,78 0,83
4 R4 8,34 2,74 8,33 2,75 8,74 2,72
5 R5 7,51 0,75 7,5 0,75 7,01 0,72
6 a 6 6 5,92
7 b 3,64 3,64 3,6
8 c 2,75 2,75 2,72
9 d 2 2 2,02

Dalam menggunakan Analisis node kita memakai Hukum Kirchoff pertama.

∑𝐼 𝑀𝑎𝑠𝑢𝑘 = ∑𝐼 𝐾𝑒𝑙𝑢𝑎𝑟

Hal ini terbukti pada perhitungan yang telah saya tetapkan di dalam tabel. Dalam menggunakan Analisis
ini kendalanya hanyalah sangat butuh ketelitian dalam proses pembuatan persaman, karena dalam
Analisis ini kita bertemu pecahan-pecahan yang penyebutnya berbeda-beda antara yang satu dengan yang
lain.

Kemudian dalam menggunakan Analisis node, kita terlebih dahulu menentukan arah jalannya arus, hal ini
berguna supaya kita bisa menentukan persamaan, apabila hasilnya minus, itu berarti arah arus yang kita
buat dengan hasil adalah berlawanan.

• Percobaan 2B – Analisis Supernode.

V1 = 6 Volt

V2 = 5 + V3 … #A

I1 = (V2-V1)/56 ; I2 = V2/330 ; I3 = V3/330 ;

LABORATORIUM TEKNIK ELEKTRO – INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA | 8


EL2102

I4 = (V3-V1)/330 ; I1 + I2 + I3 + I4 = 0

(V2-6)/56 + V2/330 + V3/330 + (V3-6)/330 = 0 …..#B

(5.9V2 – 35,36 + V2 + V3 + V3 – 6)/330 = 0

(6,9V2 – 41,36 + 2V3)/330 = 0

(6,9(5+V3) – 41,36 + 2V3)/330 = 0 ; (34,5 + 8,9V3 – 41,36)/330 = 0

V3 = 6,86/8,9 = 0,77 Volt ; V2 = 5 + 0,77 = 5,77 Volt ; I1 = (5,77-6)/56 = -4,1 mA

I2 = 5,77/330 = 17,48 mA ; I3 = 0,77/330 = 2,33 mA ; I4 = (0,77 – 5,77)/330 = -15,15 mA

VR1 = I1 x R1 = 17,48 x 330 = 5,6 Volt

VR2 = I2 x R2 = 4,1 x 56 = 0,26 Volt

VR3 = I3 x R3 = 2,33 x 330 = 0,76 Volt

VR4 = I4 x R4 = 15,15 x 330 = 5 Volt

Pengukuran Perhitungan Simulasi


NO
I (mA) V(Volt) I(mA) V(Volt) I(mA) V(Volt)
1. R1 17,2 5,71 17,48 5,6 17,5 5,77
2. R2 3,78 0,21 4,10 0,26 4,01 0,22
3. R3 2,33 0,75 2,33 0,76 2,35 0,77
4. R4 15,7 5,21 15,15 5 15,83 5,22
5. V1 5,93 6 5,98
6. V2 5,71 5,77 5,75
7. V3 0,75 0,77 0,76

Dalam percobaan ini kita menggunakan supernode untuk mencari nilai arus pada percabangan, Arus pada
Masing2 komponen, dan Tegangan Masing-masing Komponen. Supernode ternyata tidak berbeda jauh
dengan Node. Tapi disini kita harus paham bahwa supernode juga bagian dari Jalannya arus. Kalau saya
menggantikan supernode dengan Short Sircuit itu boleh saja, asalkan kita paham bagaimana cara
kerjanya. Hasil dari perhitungan saya dan pengukuran tidak ada perbedaan jauh, hal ini artinya kita
mengerti bagaimana prinsip supernode.

LABORATORIUM TEKNIK ELEKTRO – INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA | 9


EL2102

V. KESIMPULAN

• Penerapan Hukum Kirchoff adalah sebagai • Aribowo Didik, "Analisa Mesh &
asas dasar sebuah Analisis yang kita pakai Node Voltage” 20 November 20:52.
https://rangkailistrik.wordpress.com/2
pada sebuah Rangkaian yang Kompleks, kita 013/07/30/analisa-mesh-node-voltage/
membutuhkan sebuah cara, cara ini dibuat
dengan Analisis, Analisis ini di dasari oleh
ketentuan Hukum Kirchoff I dan II , Maupun
Analisis Node dan Mesh.

• Hukum Kirchoff I (KCL) di pakai untuk


Analisis Node, lalu Hukum Kirchoff II di
pakai untuk Analisis Mesh.

• Dalam menggunakan Hukum Kirchoff


banyak konsep dari sebuah sifat arus dan
tengangan yang harus di pahami, karena
Konsep itu akan jadi kebutuhan penunjang
supaya kita tidak salah dalam membuat
sebuah persamaan.

VI. REFERENSI

• Cekdin Cekmas.2013.“RANGKAIAN
LISTRIK”, Jakarta. Andi Gustav.
• Wikipedia, “Gustav Robert Kirchoff”, 6
November 2017, Pukul 02:08 AM.
https://id.wikipedia.org/wiki/Gustav_Rober
t_Kirchhoff
• Prayoga Gigih,”Hukum Kirchoff I & II”,
5 November 2017, Pukul 01:22 AM.
http://kreasiaspin.blogspot.co.id/2014/06/
bunyi-dan-rumus-hukum-kirchoff-1-dan-
2.html

LABORATORIUM TEKNIK ELEKTRO – INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA | 10