Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK

PEMBUATAN ASAM BORAT

Oleh

Munawaroh 1622230031

Dosen Pembimbing

Luthfia Ulva Irmita, M.Pd

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) RADEN FATAH

PALEMBANG

2018
I. Judul Percobaan
Pembuatan Asam Borat
II. Tujuan
1. Membuat asam borat
2. Mempelajari sifat-sifat asam borat

III. Dasar Teori


Asidi alkalimetri termasuk reaksi netralisasi yakni reaksi antara ion hidrogen
yang berasal dari asam dengan ion hidroksida yang berasal dari basa untuk
menghasilkan air yang bersifat netral. Netralisasi juga dapat dikatakan sebagai reaksi
antara pemberi proton (asam) dengan penerima proton. Metode titrimetri masih
digunakan secara luas karena merupakan metode yang tahan, murah, dan mampu
memberikan ketepatan yang tinggi. Keterbatasan metode ini adalah bahwa metode
titrimetrik kurang spesifik. Dalam analisis titrimetri atau analisis volumetri atau
analisis kuantitatif dengan mengukur volume, sejumlah zat yang diselidiki
direaksikan dengan larutan baku (standar) yang kadar (konsentrasinya) telah
diketahui secara teliti dan reaksinya berlangsung secara kuantitatif. Suatu titrasi yang
ideal adalah jika titik akhir titrasi sama dengan titik ekivalen teoritis. Dalam
kenyataannya selalu ada perbedaan kecil. Beda ini disebut dengan kesalahan titrasi
yang dinyatakan dengan mililiter larutan baku. Oleh karena itu, pemilihan indikator
harus dilakukan sedemikian rupa agar kesalahan ini sekecil-kecilnya. Dalam larutan,
kadar bahan yang terlarut (solut) dinyatakan dengan konsentrasi. Istilah ini berarti
banyaknya massa yang terlarut dihitung sebagai berat (gram) tiap satuan volume
(mililiter) atau tiap satuan larutan, sehingga satuan kadar seperti ini adalah
gram/mililiter.
Asidimetri merupakan penetapan kadar secara kuantitatif terhadap senyawa-
senyawa yang bersifat basa dengan menggunakan baku asam. Sebaliknya, alkalimetri
merupakan penetapan kadar senyawa-senyawa yang bersifat asam dengan
menggunakan baku basa. Keasaman permukaan merupakan jumlah asam total (asam
Brønsted dan asam Lewis) pada permukaan padatan yang dinyatakan sebagai jumlah
milimol asam perberat sampel.
Pada analisis titrimetri atau volumetrik, untuk mengetahui saat reaksi sempurna
dapat dipergunakan suatu zat yang disebut indikator. Indikator umumnya adalah
senyawa yang berwarna, dimana senyawa tersebut akan berubah warnanya dengan
adanya perubahan pH. Indikator dapat menanggapi munculnya kelebihan titran
dengan adanya perubahan warna. Indikator berubah warna karena system
kromofornya diubah oleh reaksi asam basa.
Asam borat (H3BO3) adalah senyawa yang mengandung boron yang larut dan
bersirkulasi di dalam plasma. Ini berwarna dan bubuk putih larut dalam air dan telah
digunakan sebagai pestisida untuk membunuh kutu, serangga, jamur dan alga dan
juga lalat, kecoa, kutu busuk dan jamur pelapuk kayu. Asam borat digunakan secara
meluas sebagai pengawet makanan (4mg/L) di dalam produk makanan seperti kaviar
dan juga untuk tujuan kesehatan dan non kesehatan. Ini juga digunakan untuk
mengawetkan daging, kaviar, dan produk keju. Boron dan derivatnya yang
digunakan dalam sel - sel harus dikurangi. Ada banyak laporan yang
mengindikasikan efek yang berbahaya pada organism – organism yang dapat
menyebabkan masalah kesehatan jika makanan tersebut dikonsumsi oleh manusia.
Asam borat dan boraks memiliki efek beracun pada sel. Untuk bayi yang baru lahir
dosis maksimum yang dapat diberikan antara 3 – 6 gram, dan 15 – 20 gram untuk
dewasa. Beberapa gejala yang ditimbulkan oleh asam borat antara lain batuk, iritasi
mata, diare, dan iritasi pada mulut. Pada umumnya asam borat akan menakibatkan
efek yang buruk pada kesehatan manusia jika di konsumsi dalam skala besar.
Bagaimanapun dilakukan peringatan pada asam borat dalam pengunaanya di
beberapa produk makanan (Kumar, 2011).
Senyawa asam borat banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, antara
lain sebagai antiseptic, kosmetik, industry kulit, detergen, sabun, plastic, industry
metal dan alat-alat listrik. Kegunaan asam borat yang utama adalah untuk obat-
obatan, dan yang berhubungan dengan lapangan farmasi, seperti untuk obat kumur,
obat semprot hidung dan formula kesehatan untuk muka. Namun, ternyata ada
beberapa produsen makanan yang menambahkan borat kedalam makanan.
Penambahan borat ke dalam bahan makanan sebagai tambahan makanan atau food
aditif memang memberikan keuntungan bagi produsen, diantaranya makanan
menjadi lebih awet, bakso daging misalnya menjadi lebih kenyal, padat dan rapuh.
Borat diperoleh di pasaran dengan harga yang relative murah, padahal asam borat
merupakan bahan kimia yang hanya diperbolehkan untuk pemakaian luar dan tidah
boleh dipergunakan untuk internal (Marushin, 2004).
Natrium Tetraborat (Na2B4O7.10H2O) adalah campuran garam mineral dengan
konsentrasi yang cukup tinggi, yang merupakan bentuk tidak murni dari boraks.
Boraks berasal dari bahasa Arab yaitu Bouraq. Merupakan kristal lunak yang
mengandung unsur boron, berwarna dan mudah larut dalam air. Boraks berbentuk
serbuk kristal putih, tidak berbau, tidak larut dalam alkohol, PH : 9,5. Boraks
merupakan senyawa yang bisa memperbaiki tekstur makanan sehingga menghasilkan
rupa yang bagus, misalnya bakso, kerupuk bahkan mie basah yang berada di pasaran.
Kerupuk yang mengandung boraks kalau digoreng akan mengembang dan empuk,
teksturnya bagus dan renyah. Asal tahu saja, gelas pyrex yang terkenal kuat bisa
memiliki performa seperti itu karena dibuat dengan campuran boraks. Kemungkinan
besar daya pengawet boraks disebabkan oleh senyawa aktif asam borat. Borat-borat
diturunkan dari ketiga asam borat yaitu asam ortoborat (H3BO3), asam piroborat
(H2B4O7), dan asam metaborat (HBO2).
Asam ortoborat adalah zat padat kristalin putih, yang sedikit larut dalam air
dingin, tetapi lebih larut dalam air panas. Garam-garam dari asam ini sangat sedikit
yang diketahui dengan pasti. Asam ortoborat yang dipanaskan pada 1000C, akan
diubah menjadi asam metaborat. Pada 1400C dihasilkan asam piroborat. Kebanyakan
garam ini diturunkan dari asam meta dan piro. Disebabkan oleh lemahnya asam
borat, garam-garam yang larut terhidrolisis dalam larutan, dan karenanya bereaksi
basa.
B + 3H2O → H3BO3 + 3OHB4 + 7H2O → 4 H3BO3 + 2OHB + 2H2O → H3BO3 +
OH
Kelarutan Borat dari logam-logam alkali mudah larut dalam air. Borat dari
logamlogam lainnya umumnya sangat sedikit larut dalam air, tetapi cukup larut
dalam asamasam dan dalam larutan ammonium klorida. Untuk mempelajari reaksi-
reaksi ini, kita memakai larutan natrium tetraborat (natrium piroroborat/boraks)
Na2B4O7.10H2O.
Asam borat, juga disebut hidrogen borat, asam boraks, asam
ortoborat dan acidum boricum, adalah monobasa asam Lewis boron lemah yang
sering digunakan sebagai antiseptik, insektisida, penghambat nyala, penyerap
neutron, atau prekursor untuk senyawa kimia lainnya. Senyawa ini memiliki rumus
kimia H3BO3 (kadang-kadang ditulis B(OH)3), dan ada dalam bentuk kristal tidak
berwarna atau serbuk putih yang larut dalam air. Ketika berbentuk mineral, senyawa
ini disebut sasolit.
Keberadaan
Asam borat, atau sasolit, ditemukan dalam keadaan bebas di beberapa distrik
vulkanik, misalnya, di wilayah Tuscany Italia, Kepulauan Lipari dan negara bagian
Amerika Serikat Nevada. Dalam pengaturan vulkanik terjadi masalah, tercampur
dengan uap, dari celah di dalam tanah. Hal ini juga ditemukan sebagai konstituen
dari banyak mineral alami, seperti boraks, borasit, boronatrokaisit dan kolemanit.
Asam borat dan garamnya ditemukan dalam air laut. Senyawa ini juga ditemukan
pada tumbuhan, termasuk hampir semua buah-buahan.
Asam borat pertama kali disusun oleh Wilhelm Homberg (1652-1715), dari
boraks, oleh aksi asam mineral, dan diberi nama sal sedativum Hombergi ("garam
penenang dari Homberg"). Namun borat, termasuk asam borat, telah digunakan
sejak Yunani Kuno untuk membersihkan, menjaga makanan, dan kegiatan lainnya.
Pembuatan
Asam borat dapat dibuat dengan mereaksikan boraks (sodium tetraborat
dekahidrat) dengan asam mineral, seperti asam klorida:
Na2B4O7·10H2O + 2HCl → 4 B(OH)3 [or H3BO3] + 2NaCl + 5H2O
Zat ini juga terbentuk sebagai produk hidrolisis trihalides boron dan diboran.
B2H6 + 6 H2O → 2 B(OH)3 + 6 H2
BX3 + 3 H2O → B(OH)3 + 3 HX (X = Cl, Br, I)

Sifat
Asam borat larut dalam air mendidih. Ketika dipanaskan di atas 170°C, asam borat
akan terdehidrasi, membentuk asam metaborat(HBO2):
H3BO3 → HBO2 + H2O
Asam metaborat berwarna putih, berbentuk kristal kubik padat dan hanya sedikit
larut dalam air. Asam metaborat mencair pada suhu sekitar 236 °C, dan ketika
dipanaskan di atas 300 °C akan terdehidrasi lebih lanjut, membentuk asam
tetraborat atau asam piroborat(H2B4O7):
4 HBO2 → H2B4O7 + H2O
Istilah asam borat kadang-kadang mengacu pada senyawa ini. Pemanasan lebih
lanjut akan membentuk boron trioksida.
H2B4O7 → 2 B2O3 + H2O
Ada pertentangan mengenai interpretasi asal usul keasaman larutan asam borat
cair. Spektroskopi Raman dalam larutan basa kuat menunjukkan adanya ion
B(OH)−4, sehingga beberapa penelitian menyimpulkan bahwa keasaman secara
eksklusif karena abstraksi OH– dari air
B(OH)3 + H2O B(OH)−4 + H+ (K = 7.3x10−10; pK = 9.14)
atau lebih tepat dinyatakan dalam larutan:
B(OH)3 + 2 H2O B(OH)−4 + H3O+
Hal ini dapat dikarakterisasi[7][8][9] sebagai asam Lewis boron terhadap OH–, bukan
sebagai asam Brønsted.
Namun sumber lain mengatakan bahwa asam borat juga merupakan tribasa asam
Brønsted, dengan langkah-langkah ionisasi berturut-turut:
B(OH)3 BO(OH)−2 + H+ (Ka1 = 5.8x10−10; pKa1 = 9.24)
BO(OH)−2 BO2(OH)2− + H+ (Ka2 = 4x10−13; pKa2 = 12.4)
BO2(OH)2− BO3−3 + H+ (Ka3 = 4x10−14; pKa3 = 13.3)
Karena nilai Ka1 sebanding dengan reaksi dengan OH–, konsentrasi BO(OH)−2 dan
B(OH)−4 serupa.
Anion Poliborat terbentuk pada pH 7-10 jika konsentrasi boron lebih tinggi sekitar
0,025 mol/L. Yang paling terkenal di antaranya adalah ion tetraborat, ditemukan pada
mineral boraks:
4[B(OH)4]− + 2H+ [B4O5(OH)4]2− + 7H2O
Asam borat membuat kontribusi penting untuk penyerapan bunyi frekuensi rendah
dalam air laut.
Struktur kristal
Kristal asam borat terdiri dari lapisan molekul B(OH)3 yang terbentuk bersama
oleh ikatan hidrogen. Panjang ikatan B-O 136 pm dan O-H 97 pm dengan ikatan
hidrogen 272pm. Jarak antara dua lapisan yang berdekatan 318 pm.

Ikatan hidrogen (garis putus-putus)


Sel satuan asam borat
memungkinkan molekul asam borat untuk
membentuk
lapisan paralel dalam keadaan padat

Nama dan ciri-ciri asam borat dapat dilihat dalam table-1 di bawah ini.

Tabel-1. Nama dan Ciri-ciri Asam Borat

Nama Asam Borat

Nama IUPAC Nama Lain

Asam borat, Asam ortoborat, Asam borakat, Sassolite,


Trihidroksidoboron Optibor, Borofax

Sifat-sifat Asam Borat

Rumus molekul
H3BO3

Berat molekul
61,83 gr mol−1

Penampilan Kristal padat berwarna putih

Densitas
1,435 gr/cm3

Titik leleh 170,9 °C, 444 K, 340 °F


Titik didih 300 °C, 573 K, 572 °F

2,52 gr/100 mL (0 °C)


4,72 gr/100 mL (20 °C)

5,70 gr/100 mL (25 °C)

19,10 gr/100 mL (80 °C)


Kelarutan dalam air 27,53 g/100 mL (100 °C)

Larut dalam alcohol yang lebih rendah;

Larut sedang dalam piridin;


Kelarutan dalam pelarut
lain Sangat sedikit larut dalam aseton

9,24 (lihat teks)


Keasaman (pKa)

Struktur Asam Borat

Bentuk molekul Trigonal planar

Momen dipol Nol

Bahaya

Klasifikasi Uni NFPA Titik


MSDS Eropa 704 Nyala
LD50
Sangat
MSDS berbahaya (Xn) Tidak
Eksternal Repr. Cat. 2 010 menyala 2660 mg/kg, oral (tikus)

Senyawa Terkait

Senyawa terkait Boron trioksida dan Boraks

IV. Alat dan Bahan


1. Alat
a. Gelas Bekker
b. Cawan porselen
c. Corong Kaca
d. Kaca Arloji
e. Tabung reaksi
f. Batang pengaduk kaca
2. Bahan
a. Boraks
b. Asam Sulfat 4N
c. Kertas lakmus
V. Prosedur Percobaan
Pembuatan Asam Borat

Tambahkan

5 gr Boraks +
15 ml air Hasil

- Panaskan sampai Masukkan


larut
- Tambahkan H2SO4
- Diamkan selama 1 Tabung 1 Tabung 2
jam
- Kemudian amati Panaskan Uji dengan
perubahan kertas lakmus
- Saring dan cuci
endapan dengan Amati Amati

Air es
sebanyak 2 kali

- Masukkan endapan
ke tabung reaksi
- Tambahkan

10 ml air

- Panaskan
sampai larut
- Keringkan
- kemudian

Hasil
VI. Hasil Percobaan
1. Reaksi
Na2B4O7 + H2O → Na2B4O7 . 10 H2O
Na2B4O7 . 10 H2O + H2SO4 → 4H3BO3 + NA2SO4 + 5H2O
Jadi
Na2B4O7 + 10 H2O + H2SO4 → 4H3BO3 + NA2SO4 + 5H2O
2. Hasil
a. Pembuatan asam borat Pengamatan
Boraks + air + asam sulfat Terdapat endapan putih seperti
agar-agar
b. Sifat-sifat asam borat
Tabung reaksi 1 Meleleh, menguap sampai
habis
Tabung Reaksi 2 Merubah lakmus biru menjadi
merah

VII. Pembahasan
Pada percobaan kali ini mengennai pembuatan asam borat dimana pada
percobaan ini memiliki tujuan, yaitu membuat asam borat dan mempelajari sifat-sifat
asam borat. Percobaan yang pertama yang kami lakukan adalah pembuatan asam
borat.
Pada percobaan ini kami menyiapkan 15 gram serbuk boraks dan ditambahkan
air (H2O) sebanyak 15 ml lalu dipanaskan hingga larut kemudian tambahkan H2SO4,
setelah itu didiamkan selama satu jam. Pada perlakuan seperti ini hasil yang kami
dapatkan yaitu endapan putih seperti agar-agar. Pada percobaan ini yang ingin kita
buat adalah asam borat, dan juga kita tahu bahwa pembuatan asam borat yaitu dari
asam kuat dan basa kuat, sehingga pada percobaan ini menggunakan H2SO4 yang
berasal dari asam kuat.
Pada percobaan ini juga setelah ditambahkan H2SO4 didiamkan selama satu jam,
hal ini sesuai dengan teori bahwa yang mempengaruhi pengendapan salah satunya,
yaitu temperatur atau suhu sehingga Kelarutan semakin meningkat dengan naiknya
suhu, jadi dengan meningkatnya suhu maka pembentukan endapan akan berkurang
disebabkan banyak endapan yang berada pada larutannya dan sebaiknya. Artinya
pada penurunan suhu karena perlakuan didiamkan maka pembentukan endapan akan
meningkat dan suhu akan menurun juga kelarutan yang menurun, itulah
kemungkinan besar yang menyebabkan terbentuk endapan putih seperti agar-agar.
Perlakuannya setelah dicuci dengan air es selama 2 kali lalu masukkan ke tabung
reaksi tambahkan 10 ml air kemudian panaskan hingga larut dan juga keringkan
prinsipnya sama seperti tadi jika didiamkan suhu akan turun sehingga menurunkan
kelarutan sehingga akan membentuk endapan.
Endapan ini diperlakukan yang pertama panaskan hasil pada percobaan ini
boraks ini meleleh, menguap sampai habis. Kemudian yang satunya diuji coba
dengan kertas lakmus warna biru berubah menjadi merah. Hal ini sesuai dengan teori
sebab asam akan memerahkan kertas lakmus biru. Dalam hal inikan yang kita uji
coba yaitu asam borat jadi sesuai jika hasilnya memerahkan kertas lakmus.
VIII. Kesimpulan
1. Pada percobaan ini terjadinya proses asidi alkalimetri termasuk reaksi netralisasi
yakni reaksi antara ion hidrogen yang berasal dari asam dengan ion hidroksida
yang berasal dari basa untuk menghasilkan air yang bersifat netral.
2. pada penurunan suhu karena perlakuan didiamkan maka pembentukan endapan
akan meningkat dan suhu akan menurun juga kelarutan yang menurun, itulah
kemungkinan besar yang menyebabkan terbentuk endapan putih seperti agar-
agar.
3. Endapan ini diperlakukan yang pertama panaskan hasil pada percobaan ini
boraks ini meleleh, menguap sampai habis.
4. Kemudian yang satunya diuji coba dengan kertas lakmus warna biru berubah
menjadi merah.

IX. Daftar Pustaka


Kumar, G. dan N. Srivastava, 2011, “Genotoxic Effects Of Two Commonly
Used Food Additives Of Boric Acid And Sunset Yellow In Root Meristems
Of Trigonella Foenum–Graecum”, Iran Journal Environment Health
Science English, Vol. 8, No. 4, India.
Marushin, N., Warnety M., dan Nila S., 2004, “Pengaruh Asam Borat Terhadap
Ovarium Mencit Putih (Mus musculus L)”, Jurnal Sains dan Teknologi
Farmasi, Vol. 9, No. 2, ISSN : 1124 – 0177, Andalas.
X. Lampiran Gambar