Anda di halaman 1dari 5

Teknik Non-Farmakologi Untuk Mengurangi Nyeri Pada Saat

Persalinan Dengan Metode Bonapace

Dosen Pembimbing :

Endah Suprihatin S.Kep Ns.,Sp.Mat

Disusun Oleh :

Icha Anggi Saputri

P27820117063

II Reguler B

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

PRODI D3 KEPERAWATAN SOETOMO

TAHUN AJARAN 2018/2019


A. Definisi Nyeri
Secara umum nyeri adalah suatu rasa yang tidak nyaman, baik ringan maupun
berat. Nyeri didefinisikan sebagai suatu keadaan yang mempengaruhi seseorang dan
eksistensinya diketahui bila seseorang pernah mengalaminya (Tamsuri, 2007). Menurut
International Association for Study of Pain(IASP), nyeri adalah pengalaman perasaan
emosional yang tidak menyenangkan akibat terjadinya kerusakan aktual maupun
potensial, atau menggambarkan kondisi terjadinya kerusakan. Sedangkan menurut
(Smeltzer & Bare, 2001), nyeri adalah pengalaman sensori dan emosional yang tidak
menyenangkan akibat dari kerusakan jaringan yang aktual dan potensial, disamping itu
nyeri adalah apapun yang menyakitkan tubuh yang dikatakan individu yang
mengalaminya, yang ada kapanpun individu mengatakannya potensial. Kozier (2004),
menambahkan nyeri adalah sensasi yang tidak menyenangkan dan sangat individual yang
tidak dapat di ungkapkan kepada orang lain.

B. Penatalaksanaan Nyeri Non Farmakologi


Penatalaksaan nyeri secara non farmakologi adalah metode yang tidak
menggunakan obat serta tidak memerlukan instruksi medis.Transmisi nyeri dapat
dimodifikasi/diblok oleh counterstimulation. Stimulasi tersebut dapat dilakukan oleh
perawat/bidan dengan keterampilan yang dimilikinya.
a. Keuntungan metode non farmakologi
Metode non farmakologi mempunyai beberapa keuntungan melebihi metode
farmakologi, jika pengontrolan nyeri memadai. Selama pemberian metode ini tidak
ditemukan efek samping atau alergi. Proses persalinan akan berlangsung
secaranormal karena ibu mengalami rileks menghadapi kontraksi uterus,
peregangan uterus dan penekanan bagian presentasi ke dasar pelviks.
b. Keterbatasan metode non farmakologi
Keberhasilan dari metode non farmakologi sangat tergantung dari kemampuan
dari pemberi pertolongan, ibu melahirkan dan lingkungan.Seorang penolong
sebaiknya memiliki sertifikat keahlian dalam melakukan metode tersebut.Beberapa
wanita yang menggunakan metode ini belum mampu memperoleh tingkat nyeri
yang diinginkan.Hal tersebut dipengaruhi oleh banyak factor yang mempengaruhi
respon nyeri seseorang selama persalinan, walaupun kehamilan tersebut sudah
dipersiapkan dan mempunyai motivasi tinggi untuk memiliki anak.

C. Pengertian Metode Bonapace

Metode Bonapace merupakan salah satu metode non-farmakologis. Metode


Bonapace adalah alternatif tekhnik manajemen nyeri alami. Dimulai dari prinsip bahwa
otak tidak dapat mendaftarkan nyeri di dua tempat sekaligus, dengan menciptakan rasa
sakit sekunder dengan penekanan kuat pada kontraksi selama persalinan akan membantu
tubuh membebaskan endorfin (semacam morfin alami) yang akan membantu
meringankan dari rasa sakit akibat kontraksi.

D. Pengaruh Metode Bonapace Pada Saat Persalinan


Metode ini melibatkan suami atau
keluarga ibu bersalin. Metode ini bukan hanya
menerapkan teknik pijat atau penekanan, namun
menggunakan beberapa tehnik untuk mengontrol
nyeri berdasarkan tiga model modulasi nyeri
neurofisiologi, pertama pengendalian sistem saraf
pusat melalui pernafasan, relaksasi dan
pengaturan kognitif, kedua yakni penggunaan
stimulus menyakitkan seperti yang dijelaskan
pada teori kontrol gerbang dan yang ketiga
dengan menurunkan penghambat oleh
hiperstimulasi akupresur yang terkuat.
Metode Bonapace ini menggunakan
teknik Pijat ataupun penekanan pada bagian tubuh tertentu dinilai menciptakan stimulus
yang dapat mengganggu jalannya transmisi nyeri ke otak, yang secara efektif mampu
"menutup pintu gerbang"
untuk penerimaan nyeri, yang juga merangsang pelepasan endorfin dan meningkatkan
kadar serotonin untuk menghambat transmisi sinyal saraf berbahaya untuk otak.
E. Tata Laksana Metode Bonapace
Teknik ini dimulai dengan melakukan intervensi atau kontrol sistem saraf pusat
dengan cara teknik pernafasan, relaksasi pijatan ringan pada punggung saat kontraksi,
kemudian pemberian analgesik hiperstimulasi selama kontraksi dengan cara pendamping
persalinan diminta untuk membuat penyebab sakit kedua (dengan cara pijat dengan
penekanan secara kuat) di titik pemicu yakni punggung bawah (Shanglia BL 31 , Cilia
BL 32 , Zhongliao BL 33 dan Xialiao BL 34 ) , kemudian bergantian dengan titik poin di
tangan ( Hegu LI 4 ) , kaki ( Taichong L 3 ) , dan di bokong ( Huantiao GB 30 ), sampai
pasien dapat memilih titik mana yang dirasakan paling berkontribusi dalam pengurangan
nyeri persalinan.
Gambar Titik Tekan yang berada pada Punggung dan Pantat

Titik yang digunakan dalam metode Bonapace menyebabkan rilis simultan dari
energi yang lebih rendah serta pengurangan nyeri. Penelitian telah ditemukan untuk
mempelajari pengaruh titik-titik tersebut, salah satunya terdapat penelitian mengenai
akupresur di L14. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akupresur pada titik tersebut
mengurangi nyeri persalinan. Hasil penelitian oleh Hjelmstedt dan kawan-kawan
mengungkapkan hasil bahwa Sanyinjiao atau Xialiao BL 34 memiliki efek untuk
mengurangi nyeri persalinan dan dapat digunakan selama fase aktif persalinan.
Gambar Titik L14 di tangan
Daftar Pustaka

Maryunani, Anik. 2010. Nyeri Dalam Persalinan “Tehnik Dan Cara Penanganannya”. Trans
Info Media : Jakarta
Manurung, Suryani. 2011. Buku Ajar Keperawatan Maternitas Asuhan Keperawatan
Intranatal. Trans Info Media : Jakarta

Nurul, Fania. 2014. “Metode Bonapace Untuk Penurunan Nyeri Persalinan”. Program Studi
Magister Kebidanan FK Unpad, Bandung. 2-4