Anda di halaman 1dari 5

NO ISI URAIAN

1 Arti Otonomi Daerah Otonomi Daerah adalah hak, wewenang, dan kewajiban daerah
otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan
pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai
dengan peraturan perundang-undangan. Secara harfiah,
otonomi daerah berasal dari kata otonomi dan daerah. Dalam
bahasa Yunani, otonomi berasal dari kata autos dan namos.
Autos berarti sendiri dan namos berarti aturan atau undang-
undang, sehingga dapat diartikan sebagai kewenangan untuk
mengatur sendiri atau kewenangan untuk membuat aturan
guna mengurus rumah tangga sendiri. Sedangkan daerah
adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas-
batas wilayah.Pelaksanaan otonomi daerah selain berlandaskan
pada acuan hukum, juga sebagai implementasi tuntutan
globalisasi yang harus diberdayakan dengan cara memberikan
daerah kewenangan yang lebih luas, lebih nyata dan
bertanggung jawab, terutama dalam mengatur, memanfaatkan
dan menggali sumber-sumber potensi yang ada di daerah
masing-masing.

2 Arti Daerah Otonom Daerah Otonomi adalah daerah di dalam suatu negara yang
memiliki kekuasaan otonom, atau kebebasan dari pemerintah
di luar daerah tersebut. Biasanya suatu daerah diberi sistem ini
karena keadaan geografinya yang unik atau penduduknya
merupakan minoritas negara tersebut, sehingga diperlukan
hukum-hukum yang khusus, yang hanya cocok diterapkan
untuk daerah tersebut.Menurut jenisnya, daerah otonom dapat
berupa otonomi teritorial, otonomi kebudayaan, dan otonomi
lokal.Di Indonesia, daerah otonom diartikan sebagai kesatuan
masyarakat hukum yang mempunyai batas daerah tertentu,
yang berwenang mengatur dan mengurus kepentingan
masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan
aspirasi masyarakat dalam ikatan Negara Kesatuan Republik
Indonesia.

3 Arti Desentralisasi Desentralisasi adalah penyerahan Urusan Pemerintahan oleh


Pemerintah Pusat kepada daerah otonom berdasarkan Asas
Otonomi. pengertian ini sesuai dengan Undang-undang nomor
23 tahun 2014. Dengan adanya desentralisasi maka muncul
otonomi bagi suatu pemerintahan daerah. Desentralisasi
sebenarnya adalah istilah dalam keorganisasian yang secara
sederhana di definisikan sebagai penyerahan kewenangan.
Dalam kaitannya dengan sistem pemerintahan Indonesia,
desentralisasi akhir-akhir ini seringkali dikaitkan dengan
sistem pemerintahan karena dengan adanya desentralisasi
sekarang menyebabkan perubahan paradigma pemerintahan di
Indonesia. Seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa
desentralisasi berhubungan dengan otonomi daerah. Sebab,
otonomi daerah merupakan kewenangan suatu daerah untuk
menyusun, mengatur, dan mengurus daerahnya sendiri tanpa
ada campur tangan serta bantuan dari pemerintah pusat.
Adanya desentralisasi akan berdampak positif pada
pembangunan daerah-daerah tertinggal dalam suatu negara
hingga daerah otonom tersebut dapat mandiri dan secara
otomatis dapat memajukan pembangunan nasional.
4 Arti Dekonsentrasi Dekonsentrasi adalah sebuah penyerahan berbagai urusan dari
pemerintahan pusat kepada badan-badan lain.Sumber lain
menjelaskan bahwa dekonsentrasi itu merupakan pelimpahan
wewenang dari Pemerintah kepada Gubernur sebagai Wakil
Pemerintah dan/atau kepada instansi vertikal di wilayah
tertentu.Hal ini tercantum di dalam pasal satu huruf f Undang-
undang No. 5 Tahun 1974. Kemudian ketika sudah diterima
oleh badan-badan lain yang telah diberi wewenang oleh
pemerintah maka ketika badan-badan itu melakukan
pelaksanaan tugasnya harus menuruti segala petunjuk
pemerintah pusat dan bertanggung jawab
kepadanya.Dekonsentrasi sebenarnya berasas sentralisasi
(pemusatan) berlawanan dengan desentralisasi. Sistem ini
banyak dipakai di Perancis.Di Indonesia terutama dijalankan di
kalangan inspektorat-inspektoral perpajakan, kesehatan,
pertanian, dan sebagainya.

Di Indonesia Penyelenggaraan Dekonsentrasi ini diatur di


dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 39
Tahun 2001 yang berisi tentang pembagian wilayah dan
wewenang yang harus dijalankan oleh badan-badan dari
pemerintahan tersebut.Dalam peraturan ini tentang wilayah
dan wewenang Gubernur berbunyi: Provinsi mempunyai
kedudukan sebagai Daerah otonom sekaligus adalah Wilayah
administrasi yaitu Wilayah kerja Gubernur untuk
melaksanakan fungsi-fungsi kewenangan yang dilimpahkan
kepadanya.]Berkaitan dengan itu maka Kepala daerah Otonom
disebut Gubernur yang berfungsi pula selaku Kepala Wilayah
Administrasi dan sekaligus sebagai wakil
Pemerintah.Gubernur selain pelaksana asas desentralisasi juga
melaksanakan asas dekonsentrasi.Besaran dan isi
dekonsentrasi harus mempunyai sifat dekat dengan
kepentingan masyarakat dan bermakna sebagai upaya
mempertahankan dan memperkuat persatuan dan kesatuan
bangsa serta keutuhan Wilayah Negara Kesatuan RI dan
meningkatkan pemberdayaan, menumbuhkan prakarsa, dan
masyarakat serta kesadaran nasional. Oleh sebab itu Gubernur
memegang peranan yang sangat penting sebagai unsur perekat
Negara Kesatuan RI. Di samping itu pertimbangan dan tujuan
diselenggarakannya asas dekonsentrasi yaitu, meningkatkan
efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan,
pengelolaan pembangunan dan pelayanan terhadap
kepentingan umum;

1. terpeliharanya komunikasi sosial kemasyarakatan dan


sosial budaya dalam system administrasi negara;
2. terpeliharanya keserasian pelaksanaan pembangunan
nasional;
3. terpeliharanya keutuhan Negara Kesatuan RI

5 Arti Tugas Tugas Pembantuan adalah penugasan dari Pemerintah Pusat


Pembantuan kepada daerah otonom untuk melaksanakan sebagian urusan
pemerintahan yang menjadi kewenangan Pemerintah Pusat
atau dari Pemerintah Daerah provinsi kepada Daerah
kabupaten/kota untuk melaksanakan sebagian urusan
pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah
provinsi.Maksud diadakan tugas pembantuan dalam
pembangunan di daerah adalah agar keterbatasan jangkauan
aparatur pemerintah pusat dapat ditanggulangi melalui
kewenangan aparatur daerah.

6 Urusan Pemerintah Urusan pemerintah pusat adalah kepentingan-kepentingan


Pusat yang harus dilaksanakan atau diurusi oleh pemerintah pusat
sendiri tanpa campur tangan dari negara lain.
URUSAN PEMERINTAH PUSAT, antara lain :
1. Politik Luar Negri
2. Pertahanan Militer
3. Keamanan Negara
4. Peradilan Negara
5. Moneter dan Fisikal Nasional
6. Agama
7 Urusan Pemerintah Urusan pemerintahan yang menjadi urusan Pemerintah Daerah
Daerah adalah:

1. Perencanaan dan pengendalian pembangunan;

2. Perencanaan, pemanfaatan, dan pengawasan tata ruang;

3. Penyelenggaraan ketertiban umum dan ketenteraman


masyarakat;

4. Penyediaan sarana dan prasarana umum;

5. Penanganan bidang kesehatan;

6. Penyelenggaraan bidang pendidikan;

7. Penanggulangan masalah sosial;


8. Pelayanan bidang ketenagakerjaan;

9. Fasilitas pengembangan koperasi, usaha kecil, dan


menengah;

10. Pengendalian lingkungan hidup


8 Pemerintahan Pemerintahan Daerah adalah penyelenggaraan urusan
Daerah pemerintahan oleh Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan
Rakyat Daerah menurut asas otonomi dan tugas pembantuan
dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan
prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana
dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945.Pemerintahan Daerah di Indonesia
terdiri dari Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan
Daerah Kabupaten/Kota yang terdiri atas kepala daerah dan
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dibantu oleh
Perangkat Daerah.

9 Pemilihan Kepala Pemilihan kepala daerah (Pilkada atau Pemilukada) dilakukan


Daerah secara langsung oleh penduduk daerah administratif setempat
yang memenuhi syarat. Pemilihan kepala daerah dilakukan
satu paket bersama dengan wakil kepala daerah. Kepala daerah
dan wakil kepala daerah yang dimaksud mencakup:

 Gubernur dan wakil gubernur untuk provinsi


 Bupati dan wakil bupati untuk kabupaten
 Wali kota dan wakil wali kota untuk kota

10 Keuangan Daerah Keuangan Daerah adalah semua hak dan kewajiban daerah
dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah yang
dapat dinilai dengan uang termasuk didalamnya segala bentuk
kekayaan yang berhubungan dengan hak dan kewajiban daerah
tersebut
11 Peraturan Daerah Peraturan Daerah adalah Peraturan Perundang-undangan
yang dibentuk oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dengan
persetujuan bersama Kepala Daerah (gubernur atau bupati/wali
kota). Peraturan Daerah terdiri atas: Peraturan Daerah Provinsi
dan Peraturan Daerah Kabupaten/Kota . Di Provinsi Aceh,
Peraturan Daerah dikenal dengan istilah Qanun. Sementara di
Provinsi Papua, dikenal istilah Peraturan Daerah Khusus dan
Peraturan Daerah Provinsi.Pengertian peraturan daerah
provinsi dapat ditemukan dalam pasal 1 angka 7 Undang-
Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan
Peraturan Perundang-undangan, sebagai berikut :Selanjutnya
pengertian peraturan daerah kabupaten/kota disebutkan pula
dalam pasal 1 angka 8 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011
tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan, sebagai
berikut :Peraturan Daerah Kabupaten/Kota adalah Peraturan
Perundang-undangan yang dibentuk oleh Dewan Perwakilan
Rakyat Daerah Kabupaten/Kota dengan persetujuan bersama
Bupati/Walikota.

12 Wewenang DPRD Tugas dan wewenang DPRD menurut (pasal 42 UURI no.32
tahun 2004)

1. Membentuk peraturan daerah (perda) bersama kepala daerah


(bupati/walikota)

2. Membahas dan menyetujui RAPBD (Rancangan Anggaran


Pendapatan Belanja Daerah) dengan kepala daerah.

3. Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan


daerah 4 perundang-undangan lain.

4. Mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian kepala


daerah.

5. Memilih wakil kepala daerah jika ada kekosongan jabatan.

6. Memberi pendapat dan pertimbangan serta persetujuan


terhadap rencana kerjasama internasional dan pemerintah
daerah.

7. Menerima laporan pertanggungjawaban kepala daerah.

8. Membentuk panitia pengawas pemilukada.

9. Melaksanakan pengawasan meminta laporan


penyelenggaraan pemilukada kepada KPUD yang
menyelenggaraka otonomi daerah.