Anda di halaman 1dari 4

Darmawan: Hidrorengkah Fraksi Berat Minyak Bumi Menggunakan Katalis

....
HIDRORENGKAH FRAKSI BERAT MINYAK BUMI MENGGUNAKAN KATALIS
LEMPUNG TERPILAR ALUMINIUM BERPENGEMBAN NIKEL

Adi Darmawan
Laboratorium Kimia Anorganik Jurusan Kimia
Fakultas MIPA Universitas Diponegoro Semarang 50275

ABSTRAK
Telah dilakukan sintesis dan karakterisasi katalis lempung terpilar aluminium berpengemban
nikel dari bahan lempung alam. Sintesis dilakukan dengan interkalasi polikation Al pada suspensi
lempung. Lempung terpilar selanjutnya diimpregnasi dengan Ni dan dialiri gas N2, O2 dan H2. Uji
aktivitas katalitik lempung terpilar dilakukan terhadap reaksi hidrorengkah fraksi 200-300°C minyak
bumi. Analisis fasa cair minyak bumi hasil perengkahan dilakukan dengan menggunakan kromatografi
gas. Hasil aplikasi pada hidrorengkah menunjukkan hahwa katalis lempung terpilar dapat melakukan
konversi yang baik pada fraksi Cl8-ke atas dan lebih selektif terhadap fraksi C13-C17.
Kata Kunci: Lempung terpilar Al, Impregnasi, hidrorengkah

THE HIDROCRACKING OF PETROLEUM HEAVY FRACTION USING


ALUMINIUM PILLARED CLAYS IMPREGNATED BY NICKEL

ABSTRACT
Aluminium pillared clay catalysts impregnated by Ni have been synthesized by using natural
clay and then characterized. The synthesis was conducted by Al polycation on clay suspension.
Pillared clay's catalytic activities were tested for hydrocracking of oil heavy fraction (200-300°C).
Liquid phase of product was analyzed by gas chromatography. Catalytic activity showed that pillared
clay catalyst gave better conversion on C18-up fraction and better selectivity on C13-C17 fraction
Key words: Al pillared clays, impregnation, hydrocracking
PENDAHULUAN (Figueras, 1988). Jika daerah antar lapisan
Telah diketahui bahwa zeolit dapat menjadi lempung dimasuki oleh gugus meruah dan
pengemban katalis (catalyst support) pada dilanjutkan dengan kalsinasi akan membentuk
proses hidrorengkah minyak bumi (Weitkamp, tiang-tiang penyangga lapisan. Adanya tiang-
2000). Namun demikian masalah mendasar tiang ini menghasilkan suatu sistem pori seperti
yang terjadi pada zeolit adalah ukuran pori yang pada zeolit. Dengan adanya kemiripan struktur
relatif kecil sehingga sulit bagi residu minyak antara zeolit dengan lempung terpilar
bumi berfraksi tinggi untuk secara cepat dimungkinkan untuk memanfaatkan lempung
berdifusi ke dalamnya yang berakibat sebagai katalis atau sebagai pengemban katalis
efektifitasnya berkurang (Vaughan, 1988). Oleh pada proses hidrorengkah minyak bumi.
karena itu penelitian terbaru diarahkan pada
Lempung terpilar pertama kali dibuat pada akhir
rekayasa untuk membuat pori yang lebih besar
1974 dalam suatu program untuk menemukan
seperti pada keluarga M41S di antaranya MCM
suatu katalis perengkahan minyak bumi.
41 dan MCM
Aplikasi lempung terpilar sebagai katalis
48 (Weitkamp, 2000).
perengkahan mengalir (FCC) dilakukan oleh
Lempung sebagai mineral alam yang melimpah Vaughan (Figueras, 1988). Perbandingan
mempunyai lapisan-lapisan yang dapat dilakukan antara Al-PILC, Zr-PILC, katalis
mengembang yang dengan proses pertukaran silika-alumina amorf, dan katalis zeolit
kation dapat disisipi dengan gugus bermuatan komersial melalui test aktivitas mikro. Aktivitas
positif baik yang kecil maupun meruah

J. Kim. Sains & Apl. Vol. VII. No. 1 April 2004 6


katalitik lempung terpilar lebih tinggi daripada Pembuatan katalis lempung terpilar
aluminosilikat amorf. Bilangan oktan bensin Aluminium teremban Ni. Pembuatan katalis
yang dihasilkan oleh PILC lebih tinggi daripada lempung terpilar aluminium diawali dengan
yang dihasilkan oleh katalis zeolit, tetapi pembuatan larutan polikation aluminium,
pembentukan arang (coke) juga lebih tinggi AlCl3.6H2O dilarutkan dengan menambahkan
pada PILC. NaOH dengan rasio mol OH-/Al3+ = 2. Larutan
Penelitian lanjutan dilakukan oleh Figueras et al pemilar yang telah dibuat kemudian
(1986) dengan membandingkan beberapa ditambahkan sedikit demi sedikit pada suspensi
lempung terpilar. Umpan (feed) lebih berat 3% dan diaduk selama 24 jam. Sebelumnya
daripada yang dilakukan oleh Vaughan dan lempung telah disuspensi selama 3 jam.
suhupun lebih tinggi hingga 530oC. Aktivitas Konsentrasi Al3+ pada suspensi akhir masing-
katalis yang teramati setelah pengaliran uap masing adalah 0,06 M dan rasio [Al3+]/lempung
(steaming) pada 650oC selama 17 jam lebih adalah 3 mmol/g lempung. Suspensi disaring
tinggi daripada aktivitas zeolit yang dialiri pada dan dicuci bersih dengan dialisis hingga ion
775oC tetapi selektivitas untuk bensin lebih klorida hilang dengan uji menggunakan larutan
rendah dan pembentukan arang (coke) lebih AgNO3. Kemudian padatan yang didapat
o
tinggi. Adanya fakta bahwa kehilangan sebagian dikeringkan pada suhu 75 C kemudian
besar luas permukaan karena pengaliran gas dikalsinasi pada suhu
tanpa memberikan pengaruh pada aktivitas 400oC selama 5 jam dengan kecepatan
katalitik menunjukkan adanya keterbatasan pemanasan 4oC/menit.
difusi (diffusional limitations) pada kinetikanya. Empat gram lempung yang telah terpilar Al atas
Aktivitas yang lebih tinggi teramati untuk PILC ditambah 15 mL larutan Ni(NO3)2.6H2O 0,5%,
dengan ukuran partikel yang lebih kecil (0,2
1%, 2%, 4%, 8% dan 16%. Suspensi diaduk
m).
dengan pengaduk magnetik selama satu jam dan
Keterbatasan PILC yang menghasilkan arang dikeringkan dalam oven pada suhu 105oC
yang tinggi mengharuskan adanya upaya untuk selama satu malam. Padatan hasil impregnasi
memanfaatkan PILC dalam proses pengolahan dipanaskan pada suhu 300oC berturut-turut di
minyak bumi selain proses FCC misalnya bawah aliran gas N2 selama 4 jam, gas O2
hidrorengkah gas berat yang tidak terlalu selama
mensyaratkan stabilitas hidrotermal, produksi 3 jam dan gas H2 selama 3 jam.
arang dan konformasi katalis. Pada proses
hidrorengkah, katalis yang digunakan adalah Uji aktivitas katalis hasil sintesis, dilakukan
dalam proses hidrorengkah senyawa-senyawa
katalis dwifungsi di mana reaksi hidrogenasi-
dehidrogenasi terjadi pada logam misalnya pada komponen minyak bumi pada fraksi 200o–300oC
Ni, Pt atau Pd, sementara reaksi perengkahan menggunakan set reaktor uji katalisis. Suhu uji
terjadi pada pusat asam yang berada pada katalisis adalah 350oC. Uji hasil perengkahan
struktur kerangka aluminosilikat. dianalisis menggunakan kromatografi gas.
Setiap peak yang diperoleh dibandingkan
METODA PENELITIAN dengan peak dari fraksi umpan awal. Data
Jalan penelitian ini meliputi pembuatan katalis kromatogram dianalisis untuk menentukan
lempung terpilar dan aplikasi lempung terpilar komposisi fraksi, selektivitas, konversi individu
yang dihasilkan pada proses hidrorengkah dan konversi total sesuai dengan metode yang
minyak bumi. digunakan Arroyo et al (2000)
HASIL DAN PEMBAHASAN gas (C13-C17) yang lebih banyak daripada fraksi
Komposisi Fraksi Minyak Bumi C11-C12. Menurut Occelli (1997) fungsi
Analisis kromatogram GC menunjukkan bahwa hidrogenasi (logam) lebih disukai dalam bentuk
terjadi pergeseran komposisi minyak bumi oksida atau sulfidanya daripada dalam bentuk
(gambar.1). Pengurangan terutama terjadi pada logam netral. Artinya Ni yang berada dalam
fraksi berat (C18 ke atas). Besarnya pengurangan bentuk oksida melakukan perengkahan yang
bervariasi untuk masing-masing katalis, tanpa lebih baik daripada dalam bentuk logam netral.
mengikuti pola tertentu. Tetapi semua katalis Katalis yang mempunyai keasaman dan
menunjukkan penurunan fraksi berat (C18 ke kristalinitas yang tinggi seperti Ni 0,5% dan Ni
atas) dan kenaikan komposisi fraksi yang lebih 4% menghasilkan fraksi ringan yang lebih
ringan. Kenaikan fraksi C13-C17 umumnya banyak. Hal ini menunjukkan bahwa lempung
sedikit sedangkan fraksi C11-C12 semuanya pilar yang memiliki situs asam (yang diwakili
mengalami kenaikan. Untuk fraksi gas hasilnya oleh angka keasaman) dan kristalinitas (yang
bervariasi. diwakili oleh intensitas difraktogram) yang
tinggi akan dapat melakukan perengkahan yang
56,,632
56,,802

54,,566

54,,963

60
54,,85

lebih baik.
52,,925

50,,671
49,,504

50
43,,562

40
Dari gambar 3 terlihat bahwa umumnya katalis
34,,934
33,,581

melakukan konversi yang baik pada fraksi


26,,927
25,,755

25,,574

30

minyak gas berat (C18 ke atas). Tingginya


21,,003

22,,781
20,,991

19,,56

17,,572
15,,242

15,,75

20

konversi individu pada fraksi ringan C5-C10


10,,833

9,437
6,448

6,078

10

lebih disebabkan karena fraksi ringan C5-C10


4,837
0,736
2,647

1,398

1,891
1,062
0,486

mempunyai konsentrasi yang sangat rendah


0
Ni 16%
Ta npa Ni

Ni 1%

Ni 2%
Ni 0,,5%
Feed

Ni 8%
Ni 4%

C 5 -C10 C 11 -C 12 C 13 -C 17 C 18 ke a tta ss
pada umpan (lihat gambar 1) sehingga mudah
Gambar 1. Komposisi fraksi minyak bumi bagi fraksi ringan untuk terkonversi habis, di
sebelum dan sesudah perengkahan samping adanya kendala teknis untuk
Dari gambar 2 dapat dilihat bahwa proses mengumpulkan fraksi ringan.
perengkahan katalitik menggunakan lempung Selektivitas Perengkahan Minyak Bumi
terpilar umumnya selektif menghasilkan produk 70
Metode P engemba na n Ta k La ngsun g NiNi0,5%
C11-C12 dan C13-C17. Rendahnya selektivitas 60 Ni 1%
0,5% Ni
Ni 2%
1% Ni
Ni 4%
pada fraksi rendah (C5-C10) lebih disebabkan 50 2%
Ni 8%
4% Ni
Ni

Ni 16%
8% Ni
40
kendala teknis berupa sulitnya mengoleksi 16%

30

fraksi gas di bawah suhu 0oC yang cukup 20

banyak dihasilkan selama waktu perengkahan. 10

Hal ini diperkuat dengan data pada konversi 0


C5-C10 C11 -C12 C13 -C17 C18
individu (gambar 3) yang menunjukkan bahwa - ke attas

fraksi ringan terkonversi sempurna. Sementara Gambar 2. Grafik selektivitas perengkahan


selektivitas yang rendah pada fraksi berat, Konversi Individu
menunjukkan
bahwa proses hidroisomerisasi pada fraksi berat
rendah dan sebagian besar fraksi C18 ke atas 100
Meto d e P en gemb a n a n Ta k La n gsu n g Ni 0 Ni
%,5
0 Ni
% Ni
Ni
,5
%1
1% 2
% Ni
Ni 2% 4
terkonversi ke fraksi yang lebih rendah. 80
% Ni
Ni
Ni
4%
8%
% Ni
8
16
Ni
% 16%
60

Dilihat komposisi fraksinya metode impregnasi 40

menghasilkan katalis lempung terpilar yang 20

cenderung memberikan produk fraksi minyak 0

C5-C 10 C11 -C12 C13-C17 C18 -- ke attas


Gambar 3. Grafik konversi individu beberapa DAFTAR PUSTAKA
fraksi
Figueras. F., 1988, Pillared Clays as Catalysts,
Sementara rendahnya konversi dari fraksi C11- Catal. Rev. Sci. Eng 30(3), 457–499.
C12 dan fraksi C15-C17 disebabkan banyaknya Occelli, 1997, Catalyst Containing Zeolite Beta
konversi fraksi berat (C18 ke atas) terengkah and a Pillared Clay, US Patent and
menjadi fraksi C11-C12 dan C15-C17 (seperti yang Trademark Office.

ditunjukkan pada selektivitas di atas) sehingga Ohtsuka. K., 1997, Preparation and Properties of
Two-Dimensional Microporous Pillared
seakan-akan tidak ada pengurangan fraksi
Interlayered Solids, Chem. Mater. 9, 2039-
tersebut. ttidak ada pola hubungan antara 2050.
jumlah Ni yang terembankan dengan Vaughan D.E.W., 1988, Pillared Clays-A
kemampuan katalisasi. Historical Perspective, Catalysis Today,
Elsevier, 187-198.
KESIMPULAN
Weitkamp. J., 2000, Zeolite and Catalysis, Solid
Dari penelitian yang dilakukan dapat State Ionic, 131, 175 –188
disimpulkan bahwa pada proses hidrorengkah
minyak bumi katalis lempung terpilar yang
dihasilkan selektif terhadap fraksi minyak tanah
dan minyak gas.