Anda di halaman 1dari 3

LKS Praktikum Fisika SMA

ARUS SEARAH

I. Tujuan
1. Siswa dapat menggunakan multimeter sebagai ohmmeter, voltmeter dan amperemeter dan dapat membaca
nilai yang ditunjuk oleh jarum penujuk multimeter.
2. Siswa dapat merangkai rangkaian arus searah secara sederhana.

II. Teori Dasar


Rangkaian arus searah sederhana terdiri dari power supply sebagai sumber tegangan/sumber arus dan resistor
sebagai hambatan rangkaian. Dengan multimeter, banyak besaran-besaran listrik yang dapat diukur, yaitu
hambatan, tegangan dan kuat arus. Pengukuran tegangan pada rangkaian harus dilakukan secara paralel dan
pengukuran kuat arus harus dilakukan secara seri.
Hubungan tegangan (V), kuat arus (i) dan hambatan (R) pada sebuah rangkaian listrik arus searah dapat
dinyatakan oleh hukum Ohm, yaitu :
𝑉 = 𝑖. 𝑅

III. Alat dan Bahan


1. Power Supply (dengan minimal 4 nilai tegangan yang berbeda).
2. Multimeter analog.
3. Empat buah resistor/hambatan yang berbeda.
4. Kabel-kabel penghubung secukupnya.

IV. Langkah percobaan


1. Ubahlah multimeter menjadi ohmmeter (kalibrasi dulu). Ukur nilai hambatan setiap resistor. Tuliskan
nilainya di tabel 1!
2. Ubahlah multimeter menjadi voltmeter. Ukur nilai keluaran tegangan power supply untuk 4 nilai berbeda.
Tuliskan nilainya di tabel 2!
3. Susun rangkaian berikut ini :

4. Ubahlah multimeter menjadi amperemeter, lalu ukurlah nilai kuat arus yang mengalir pada rangkaian dengan
memvariasikan V dan R sebanyak 7 nilai yang berbeda. Tuliskan nilai kuat arusnya di tabel 3!
5. Sajikan data percobaan dalam bentuk tabel secara sistematis.

V. Tabel Pengamatan
Tabel 1 Nilai Hambatan dari Resistor
No R yang terbaca (Ω) R yang terukur (Ω)
1
2
3
4
LKS Praktikum Fisika SMA

Tabel 2 Nilai Tegangan dari Power Supply


No V yang terbaca (V) V yang terukur (V)
1
2
3
4

Tabel 3 Nilai kuat arus yang mengalir pada rangkaian (gunakan R dan V yang terukur)
No R (Ω) V (V) Kuat arus i (A)
1
2
3
4
5
6
7

VI. Pertanyaan
1. Hitunglah nilai kuat arus setiap percobaan dengan menggunakan hukum Ohm!
2. Hitunglah Beda Relatif (BR) dari kuat arus yang terukur dan yang dihitung dengan hukum Ohm untuk
setiap percobaan!

VII. Interpretasi Hasil dan Kesimpulan


1) Tuliskan hasil pengolahan data yang kamu peroleh dalam bentuk tabel!
2) Bandingkan hasil percobaanmu dengan yang seharusnya diperoleh sesuai teori (nilai yang terukur dan yang
terhitung yang seharusnya tidak berbeda). Beri pendapatmu mengapa bisa terjadi perbedaan! Menurutmu
cara manakah yang lebih baik? Mengapa?
3) Berikan saran-saranmu supaya percobaan ini dapat semakin baik lagi.

CATATAN :
Beda Relatif (BR) adalah cara membandingkan kesamaan dari dua buah besaran yang diperoleh dari perhitungan
dengan cara yang berbeda:
|𝑋1 − 𝑋2 |
𝐵𝑅 = . 100%
1
(𝑋1 + 𝑋2 )
2
BR < 1%  Kedua nilai yang diperoleh tidak jauh berbeda
1% < BR < 10%  Kedua nilai memiliki perbedaan yang kecil
BR > 10%  Kedua nilai berbeda jauh
LKS Praktikum Fisika SMA

KETERANGAN TEKNIS TAMBAHAN BAGI GURU PENGAJAR

1) Percobaan ini hanya untuk membiasakan siswa menggunakan multimeter saja, sebagai dasar untuk
percobaan listrik dan magnet yang lebih lanjut.

2) Jika sekolah tidak punya alat-alat yang diperlukan, maka bisa mengambil LKS percobaan yang kelas X atau
XI yang memakai GOFOS.

3) Power Supply bisa saja diganti dengan susunan beberapa baterai, tetapi harus membeli wadah baterainya.

4) Resistor gunakan yang nilai dayanya 5 Watt, untuk mencegah jebol.

5) Bisa juga menggunakan hambatan geser, nilai hambatannya diukur dengan mengukur pergeserannya,
misalnya digeser setiap 1 cm atau 2 cm, lalu ukur R nya.

6) Guru harus memrediksikan terlebih dahulu kuat arus yang akan mengalir pada rangkaian dengan variasi
hambatan yang mungkin, jangan sampai nilai kuat arus melebihi nilai sekring/fuse yang ada pada power
supply.

7) Pertanyaan no. 1-2 tidak usah dihitung siswa lagi, karena sudah langsung keluar dengan sistem GOFOS,
siswa tinggal mencatat saja, menginterpretasi hasil, membuat kesimpulan dan bisa dipresentasikan di depan
kelas!