Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Di alam semesta ini sangat banyak ditemukan unsur-unsur. Ada yang
bersifat logam, semilogam, dan nonlogam. Dan letaknya pun juga berbeda-
beda. Ada yang di tanah, udara, air, dan lain-lain. Seorang analis perlu untuk
mengetahui banyak konsentrasi unsur-unsur logam tersebut. Misalnya unsur
yang ada di dalam daun tumbuh-tumbuhan. Pentingnya bagi seorang analis
adalah untuk menambah ilmu pengetahuan dan untuk menganalisis suatu
penyakit, bahkan juga berguna untuk menciptakan suatu produk yang berguna
bagi masyarakat luas. Namun, proses analisis tersebut tidaklah mudah. Karena
membutuhkan keahlian tertentu. Cara penentuan konsentrasi suatu unsur
(logam) dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu cara konvensional dan cara
instrumental. Cara konvensional adalah cara menentukan konsentrasi suatu
unsur yang berdasarkan reaksi-reaksi kimia dan cara ini masih sederhana serta
memiliki banyak kesalahan. Sedangkan cara instrumental adalah cara
menentukan konsentrasi suatu unsur dengan menggunakan alat instrument
yang canggih. Instrumentasi merupakan suatu alat yang sangat penting dalam
suatu sistem pengukuran yang salah satunya pengukuran besarnya tinggi
permukaan cairan, alat ini harus dapat berfungsi dengan baik sesuai dengan
kebutuhan instrumentasi di pabrik. Alat instrumentasi ini merupakan salah
satu faktor yang menentukan hasil produksi, dimana alat instrumentasi yang
mengukur, mengontrol, mendeteksi, menganalisa, baik secara manual maupun
secara otomatis.
Laboratorium adalah alat tempat bagi praktikan maupun peneliti untuk
melakukan percobaan. Melakukan percobaan di laboratorium tidak lepas dari
pengguna zat-zat yang beraneka ragam, baik yang berbahaya maupun yang
aman bagi tubuh manusia. Untuk itulah alat-alat laboratorium diperlukan,
selain mempermudah percobaan juga mendukung keselamatan praktikan
ketika melakukan percobaan. Namun, tentu saja praktikan tidak dapat secara

1
langsung menggunakan alat-alat laboratorium tanpa mempunyai
pengetahuandan kemampuan yang cukup untuk itu, karena masing- masing
alat laboratorium memiliki prosedur prosedur tersendiri dalam
penggunaannya.
Mengingat betapa pentingnya pengetahuan dan prosedur penggunaan
peralatan laboratorium, maka pengenalan alat instrumen dan cara
pengoperasiannya sangat penting agar setiap praktikum dapat berjalan
sebagaimana mestinya dengan data yang akurat tanpa terjadi hal-hal yang tidak
di inginkan.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa prinsip dasar dari fotometer?
2. Bagaimana cara kerja dari fotometer?
1.3 Tujuan Praktikum
Agar praktikan dapat mengatahui cara penggunaan alat fotometer, prinsip
dasar dari fotometer, dan penyakit yang dipriksa menggunakan fotometer.
1.4 Manfaat Praktikum
Dapat mengetahui cara pengoperasian fotometer dengan baik, mengetahui
fungsi dari bagian-bagian fotometer dan cara perawatannya.

2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Fotometer


Fotometer berasal dari kata “fhoto” yang berarti sinar dan “meter” alat
pengukur. Fotometer merupakan peralatan dasar dilaboratorium klinik untuk
mengukur intensitas atau kekuatan cahaya suatu larutan. Sebagian besar
laboratorium klinik menggunakan alat ini karena alat ini dapat menentukan
kadar suatu bahan didalam cairan tubuh seperti serum atau plasma. Prinsip
dasar fotometri adalah pengukuran penyerapan sinar akibat interaksi sinar yang
mempunyai panjang gelombang tertentu dengan larutan atau zat warna yang
dilewatinya.Polarimetri adalah meteode yang digunakan untuk analisis
komponen.
Alat fotometer pada prinsipnya memiliki kesamaan seperti
spektrofotometer, yang membedakan hanyalah penggunaan filter sebagai
monokromatornya. Filter hanya digunakan untuk meneruskan cahaya namun
dapat juga menyerap sumber radiasi dari gelombang lain. Penggunaan
fotometer lebih sering digunakan untuk kebutuhan laboratorium klinis (analisa
darah). (Angger, 2013)
2.2 Prinsip Dasar Fotometer
Prinsip dasar fotometri adalah pengukuran penyerapan sinar akibat interaksi
sinar yang mempunyai panjang gelombang tertentu dengan larutan atau zat
warna yang dilewatinya. Kebanyakan photometers mendeteksi cahaya dengan
photoresistors, dioda atau photomultipliers. Untuk menganalisis cahaya,
fotometer bisa mengukur cahaya setelah melalui filter atau melalui
monokromator penentuan ditentukan panjang gelombang atau untuk analisis
terhadap distribusi spektrum cahaya. (Dwiputri, 2012)
2.3 Spesifikasi Fotometer
Terdapat 2 jenis fotometer, fotometer portabel dan non portabel. Berikut ini
jenis-jenis fotometer portabel yang sederhana tetapi sangat akurat iluminansi

3
L201/Lux meter, dengan sistem khusus seperti fluks bercahaya dan pengukuran
fotometer.
2.3.1 Fotometer Portabel
1) Pencahayaan L201 photometer
Fotometer iluminansi L201 menawarkan biaya yang lebih rendah
ditambah dengan akurasi yang tinggi iluminansi photopic detektor.
Rentang operasi 0-19,999 Lux membuat L201 cocok untuk kantor
dalam ruangan dan aplikasi pencahayaan industri rentang
pengukuran lain yang tersedia termasuk kalibrasi footcandles.
2) L202 Pencahayaan dam Fotometer Luminance
L202 radiometer digital sangat dirancang untuk pengukuran
akurat dari iluminansi dan terang layar dengan biaya rendah dan
telah digunakan secara luas oleh para insinyur sistem medis di
seluruh dunia. Dengan sederhana, fungsi langsung dan dirancang
dengan user dalam pikiran, operasi seperti otomatis sensing dan
kalibrasi detektor dipilih kepala berarti bahwa meter memiliki
aplikasi ke setiap daerah membutuhkan handal, terjangkau,
pengukuran mudah.
3) L203 Pencahayaan dan Fotometer Luminance
L203 disediakan dengan aksesoris untuk kedua dan pencahayaan
pengukuran pencahayaan. Dengan rentang pengukuran besar ,001-
199 990 fotometer ini cocok untuk berbagai aplikasi termasuk dalam
keadaan darurat. Fitur utama termasuk otomatis atau manual mulai,
LCD backlight display, beralih antara Lux dan footcandle atau cd /
dan footLambert, RS232 interface rata-rata, m² dan integrasi,
minimum dan nilai maksimum.
4) Luminous Flux Fotometer
Luminous Flux Fotometer terdiri dari segi seri L203 dan L300
fotometer dengan mengintegrasi dan detektor fotopic. Aplikasi untuk
pengukuran fluks bercahaya termasuk dan miniatur lampu otomotif,

4
LED dan sumber dipandu ringan seperti dan endoskopi iluminator
mikrosop.
5) Spot Mengukur Aksesori
Aplikasi yang memerlukan pengukuran pencahayaan pada area
kecil, sumber kecil atau sumber-sumber jauh membutuhkan
penambahan titik pengukuran aksesori dipasang untuk photopic
detektor fotometer tersebut. SMU 203 memiliki pilihan 25mm-50m
dan 100mm ‘C’ mount lensa dan tabung ekstensi memberikan
berbagai ukuran spot dan bidang pandang.
6) L300 Fotometer
Sero L300 dirancang untuk aplikasi yang memerlukan
pengukuran kontinudi lokasi tetap. Fotometer ini telah diganti oleh
fotometer L203.
7) L103 Fotometer
Fotometer ini diproduksi sebelum Januari 1999 dan sekarang
telah diganti dengan L202, L201 dan L203 seri fotometers.
Fotometer ini memiliki berbagai penguat dengan pembacaan skala
penuh dari 1.999 Lux atau cd / m² sampai dengan 199 900 Lux atau
cd / m².
8) L101 Fotometer
Fotometer L101 secara khusus diproduksi untuk mengukur
iluminansi dan pencahayaan L202 dan fotometer pencahayaan.
2.3.2 Fotometer Non-portabel
1. Spektrum Optik Reflectance Fotometri
Fotometri ini mengukur permukaan sebagai fungsi panjang
gelombang. Caranya,permukaan diterangi dengan cahaya putih, dan
cahaya pantulan diukur setelah melewati sebuah monokromator.
Jenis pengukuran telah terutama aplikasi praktis, misalnya dalam
industri cat ciri warna permukaan obyektif.
2. UV dan Cahaya Tampak Transmisi Fotometri

5
Alat ini digunakan untuk pengukuran penyerapan cahaya panjang
gelombang tertentu (atau suatu jangkauan panjang gelombang) dari
zat warna dalam larutan. Berdasarkan hukum beer konsentrasi zat
warna dalam larutan dapat dihitung. Karena berbagai aplikasi telah
ada dalam satu alat fotometer ini. Panjang gelombang yang
dipancarkan dalam larutan berkisar antara 240-750 nm.
3. Inframerah Transmisi Cahaya Fotometri
Fotometri dalam cahaya inframerah terutama digunakan untuk
mempelajari struktur zat, sebagai contoh dikelompokkan daya serap
larutan pada panjang gelombang tertentu. Pengukuran dalam larutan
ini umumnya tidak mungkin, karena air dapat menyerap sinar
inframerah dengan sangat kuatdalam beberapa rentang panjang
gelombang. Oleh karen itu, fotometer inframerah baik digunakan
dalam fase gas atau dengan menekan zat tablet bersama-sama
dengan garam yang transparan dalam rentang inframerah.
4. Atom Penyerapan Fotometri
Fotometri penyerapan atom adalah fotometer yang mengukur
cahaya api yang sangat panas. Sampel untuk analisa disuntikan ke
dalam api konstan dengan laju diketahui. Logam dalam larutan yang
hadir dalam bentuk atom dalam nyala. Cahaya yang monokromatik
dalam photometer jenis ini dihasilkan oleh sebuah lampu
pengosongan tempat pembuangan terjadi dalam gas dengan metal
akan ditentukan. Pembuangan kemudian memancarkan cahaya
dengan panjang gelombang yang sesuai dengan garis spektrum dari
logam. Filter dapat digunakan untuk mengisolasi salah satu garis
spektrum utama dari logam yang akan dianalisis. Cahaya yang
diserap oleh logam dalam api, dan penyerapan digunakan untuk
menetukan konsentrasi logam dalam larutan asli. (Marwan, 2013)
2.4 Cara Pengoprasian Alat
Dipastikan kuvet telah terpasang dan pompa peristaltik telah dilingkari
selang. Kabel dihubungkan dengan arus listrik 220 V. Tombol On/Off ditekan

6
untuk menghidupkan alat dan diamkan 10 menit untuk warming up. Sampel
disedot dengan menekan tombol aspirator. Metode yang digunakan dipilih pada
touch screen. Semua pengaturan yang kemudian diatur. Semua pengaturan
yang digunakan diatur. Hasil analisis dicetak dan sampel yang telah diuji
dibuang. Selang dari pompa peristaltik dilepas. Alat dibilas dengan aquabides
sebanyak 10 kali dan desinfektan 10%. Sisa buangan dikeluarkan dengan
mengalirkan udara. Selang dilepas dari pompa, alat dibersihkan dengan
menggunakan tisue, tekan tombol On/Off untuk mematikan alat. Kabel dilepas
dari sumber arus. Tutp alat agar tidak terkena debu. (Neinta, 2014)
2.5 Cara Perawatan dan Penyimpanan Alat
Setiap sesudah digunakan dibilas dengan aquabides serta dihindari dari
pelarut yang bersifat korosif. Lampu halogen dimatikan setiap setelah
digunakan. Pembersih yang digunakan dapat berupa campuran detergen,
alkohol dan air atau menggunakan sodium hipoklorit. Perawatan alat dilakukan
dengan cara alat disimpan pada meja permanen. Tujuannya adalah agar alat
tidak terkena guncangan dan mengurangi efektivitas kerja alat. Alat disimpan
di tempat yang bersih, tidak boleh terkena cahaya matahari langsung dan
hindari kontak atau berdekatan dengan alat yang mengeluarkan gelombang
magnetik seperti TV, radio dan handphone. (Pangestu, 2015)
2.6 Cara Kerja Alat Fotometer
1. Persiapan Sample :
 Fotometer disambungkan dengan sumber arus listrik 220 volt.
 Tekan tombol power on.
 Instrumen dibiarkan stabil dengan didiamkan sekitar 10 menit.
 Selang peristaltic dan pompa dihubungkan.
 Sebelum digunakan untuk analisis sample, alat dicuci dahulu dengan
aquabidea dengan cara selang aspirator dicelupkan ke dalam
aquabides, lalu tekan tombol washing pada monitor. Aquabides akan
terhisap ke dalam alat dan dilakukan proses pencucian. Pencucian
dilakukan untuk mendorong gelembung-gelembung udara atau

7
kontaminan yang terdapat di dalam selang untuk masuk ke
pembuangan. Pencucian dilakukan 10 kali.
2. Pengukuran Sample :
 Sample diinkubator selama 5-10 menit.
 Ukurlah blanko, sample, dan standar.
 Lakukan set up pada suhu kuvet.
 Blanko akan dihisap dan dianalisis hingga keluar struk data.
3. Cara Mematikan :
 Cuci dengan disinfektan 10% (deterjen dan aquades).
 Dibilas dengan aquabides 10 kali.
 Setelah itu, dicuci dengan udara agar alat yang dilalui cairan akan
kering.
 Selang peristaltic dikembalikan pada keadaan semula.
 Alat dibersihkan dengan tisu dan tutup dengan plastic yang telah
disediakan agar terhindar dari debu dan kotoran.
 Alat diputuskan dari power supply. (Arfiyah, 2012)
2.7 Kalibrasi Fotometer
Ketepatan panjang gelombang lakukan kalibrasi setiap 6 bulan, contoh
dengan cara pada arah jalannya sinar diberi kertas putih dan amati warna yang
timbul pada panjang gelombang tertentu, yaitu hijau kebiruan pada 500 nm,
hijau terang pada 525 nm, kuning hijau pada 585 nm.
2.8 Perbedaan Fotometer dan Spektrofotometer
Fotometer adalah alat pengukur intensitas cahaya yang ditransmisikan atau
diabsorbsi. Pada fotometer terdapat filter dari berbagai warna yang memiliki
spesifikasi melewatkan trayek panjang gelombang tertentu. Pada fotometer
filter tidak mungkin diperoleh panjang gelombang yang benar-benar
monokromatis, melainkan suatu trayek panjang gelombang 30-40 nm.
Sedangkan Spektrofotometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur
absorbansi dengan cara melewatkan cahaya dengan panjang gelombang
tertentu pada suatu obyek kaca atau kuarsa yang disebut kuvet. Sebagian dari
cahaya akan diserap dan sisanya akan dilewatkan. pada spektrofotometer,

8
panjang gelombang yang benar-benar terseleksi dapatdiperoleh dengan bantuan
alat pengurai cahaya seperti prisma. Suatu spektrofotometer tersusun dari
sumber spektrum tampak yang kontinyu, monokromator, sel pengabsorbsi
untuk larutan sampel atau blanko dan suatu alat untuk mengukur perbedaan
absorbsi antara sampel dan blanko ataupun pembanding. (Suprianto, 2012)
2.9 Pemeriksaan Menggunakan Fotometer
1. Pemeriksaan Glukosa
Glukosa diukur setelah oksidase enzimatik, adanya glukosidase hidrogen
peroksidase di bawah katalisa peroksidase bereaksi dengan phenol dan 4-
amino phenazone membentuk zat warna merah violet, quinoneimine sebagai
indikator. Tujuan untuk mengetahui kadar glukosa dalam darah dengan
metode GOD-PAP.
2. Pemeriksaan Cholesterol Total
Cholesterol diukurr setelah hidrolisa enzimatik dan oksidasi indikator
quinoneimine dibentuk dari hidrogen peroksidase dan 4-aminophenazone.
Absorben warna diukur dengan terbentuknya warna yang dibaca pada
spektrofotometer dalam phenol dan peroxidase. Tujuan mengetahui kadar
kolesterol seseorang dengan metode CHOD-PAP.
3. Pemeriksaan Ldl
Chylomicrons,VLDL dan HDL cholestrol dihilangkan secara khusus
melalui reaksi enzymatik.kemudian LDL cholesterol yang tertinggal diukur
melalui reaksi enzymatik khusus ,juga memakai surfactans spesific untuk
LDL. Tujuan untuk pengukuran kuantitatif LDL-cholesterol (LDL) dengan
metode Test warna-Enzymatik.
4. Emeriksaan Trigliserida
Trigliserida diukur setelah hidrolisa enzimatik dengan lipase indicator
quinonemine dibentuk dari hydrogen peroksida 4amino pryme
chlorophenol dibawah pengaruh katalisa peroksida. Tujuan Untuk
mengetahui kadar trigliserida dalam sample dengan metode GOD-PAP.
5. Pemeriksaan Total Protein

9
Ion tembaga bereaksi dengan protein dalam media alkali membentuk
kompleks ungu. Absorbans kompleks ini sebanding dengan konsentrasi
protein dalam serum. Tujuan Untuk mengetahui kadar protein dalam serum
dengan metode Biuret.
6. Pemeriksaan Bilirubin Direct Dan Bilirubin Total
Bilirubin bereaksi dengan Diazotized Sulphanilic Acid (DSA)
membentuk zat warna merah azo. Absorbans zat warna ini pada 546 nm
sebanding dengan konsentrasi bilirubin dalam sampel. Glucuronides
bilirubin yang larut dalam air bereaksi langsung dengan DSA yang mana
albumin yang terkonjugasi dalam bilirubin indirect hanya akan bereaksi
dengan DSA, dibantu adanya accelerator (zat pemercepat).Bilirubin total =
bilirubin direct + bilirubin indirect. Tujuan Untuk mengetahui kadar
Bilirubin Direct (D) dan Bilirubin Total (T) dengan metode Jendrassik /
Grof.
7. Pemeriksaan Asam Urat
Kadar asam urat diukur melalui reaksi dengan uricase. H2O2 bereaksi
dibawah katalisa peroksidase dengan 3,5-dichloro-2-
hydroxybenzenesulfonic acid (DCHBS) dan 4-aminophenazone (PAP)
membentuk zat warna merah violet quinoneimine sebagai indicator. Tujuan
Untuk mengetahui kadar asam urat dalam darah dengan metode Uricase
PAP. (Dzulfiqri, 2015)

10
BAB III
METODE PRAKTIKUM

3.1 Waktu dan Tempat


Praktikum yang berjudul “Fotometer” dilaksanakan pada tanggal 22 Maret
2018 pada pukul 09.00 sampai dengan selesai di Laboratorium Stikes bina
mandiri Gorontalo
3.2 Alat
 Fotometer
3.3 Prasedur Kerja
1. Hidupkan fotometer dan tunggu 15 menit.
2. Atur panjang gelombang, program dan faktornya.
3. Bilas kuvet dengan aquadest dan lakukan sesuai dengan pemeriksaan yang
akan dikerjakan.
4. Jika menggunakan program c/st maka : bilas kuvet dengan aquadest 
masukkan blanko, tekan zero, keringkan  masukkan standar, tekan
standar, keringkan  masukkan sampel, tekan result, baca hasil, keringkan
kuvet. Setelah selesai, bilas kuvet dengan aquadest.
5. Jika menggunakan progran c/f maka :bilas kuvet dengan aquadest,
keringkan  masukkan blanko, tekan zero, keringkan  masukkan
sampel, tekan result, keringkan. Setelah selesai bilas kuvet dengan
aquadest.
6. Jika menggunakan program K20 / K60 maka: siapkan blanko yang akan
dipergunakan terlebih dahulu, baru bekerja sesuai dengan prosedur
pemeriksaan.

11
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengamatan

Gambar Keterangan
Dalam pengukuran secara fotometer digunakan
panjang gelombang dengan serapan
maksimum, sehingga sinar yang diberikan akan
diserap secara maksimum oleh larutan tersebut
dan sisanya akan ditangkap detector.

4.2 Pembahasan
Fotometri merupakan peralatan dasar dilaboratorium klinik untuk mengukur
intensitas atau kekuatan cahaya suatu larutan. Sebagian besar laboratorium
klinik menggunakan alat ini karena alat ini dapat menentukan kadar suatu
bahan didalam cairan tubuh seperti serum atau plasma. Prinsip dasar fotometri
adalah pengukuran penyerapan sinar akibat interaksi sinar yang mempunyai
panjang gelombang tertentu dengan larutan atau zat warna yang dilewatinya.
Prinsip kerja fotometer yaitu sampel yang telah diinkubasi kemudian
disedotkan pada aspirator sehingga masuk ke dalam kuvet dan dibaca oleh
sinar cahaya kemudian sampel akan disedot kembali dengan pompa peristaltik
menuju ke pembuangan. Sampel yang digunakan harus dimasukkan dalam
inkubator. Hal ini agar reagen-reagen dalam sampel bekerja secara maksimal.
Teknik pengukuran dengan cara mengukur udara sebagai blanko dan
dilanjutkan dengan pengukuran bahan uji. Dengan cara ini koreksi perubahan
indeks bias larutan masih kurang teliti. Cara ini biasanya dilakukan pada
pemeriksaan cara kinetik, yang mana tidak memerlukan perubahan indeks bias
larutan, tapi perubahan konsentrasi larutan per satuan waktu.
Panjang gelombang (wavelenght) yang digunakan dalam pengukuran sangat
penting dalam kimia klinik, hal ini karena kesalahan penggunaan panjang
gelombang akan berakibat kesalahan pengukuran. Pada umumnya fotometer

12
semiotomatik dan full analyzer telah diset parameter dan panjang
gelombangnya sehingga kesalahan ini dapat ditiadakan.
1. Panjang gelombang 340 nm Sinar ultra violet Warna Larutan Tidak
berwarna berisi NADH, pemeriksaan secara enzimatik. (AST, ALT)
2. Panjang gelombang 405 nm Sinar biru Warna Larutan Larutan warna
kuning, baik enzimatik (p-nitrophenyl phosphate) contoh : (ALP, ACP,
GGT)
3. Panjang gelombang 492 nm Sinar biru muda Warna Larutan Larutan
orange/jingga, pemeriksaan kinetik kreatinine Jaffe without deproteinisasi.
4. Panjang gelombang 546 nm Sinar hijau Warna Larutan Larutan merah,
biru (kadang). pengukuran teknik end point sampel. Contoh : glukosa,
cholesterol, asam urat, kreatinin deproteinisasi.
5. Panjang gelombang 578 nm Sinar kuning Warna Larutan Larutan hijau,
biru, ungu dan kekeruhan putih dengan cara end point. Contoh : urea,
albumin, kalium turbidity.
6. Panjang gelombang 624 nm Sinar orange merah Warna Larutan Larutan
biru tua dan ungu. Jarang digunakan dalam kimia klinik.
Fungsi Bagian-bagian Fotometer
 Inkubator, berfungsi untuk mengkondisikan sampel pada suhu tertentu
 Printer, berfungsi untuk mencetak hasil analisis
 Touchsreen, berfungsi untuk mengatur pengaturan alat
 Outlet, tempat untuk mengeluarkan hasil yang diserap
 Kipas, berfungsi untuk pendingin alat, terletak pada bagian belakang alat
 Tombol power, berfungsi untuk menyalakan dan mematikan alat
 Konektor RS-232, menyambung ke sumber arus listrik
 Selang aspirator, berfungsi untuk menyedot sampel. Caranya adalah
dengan menekan tombol aspirator tersebut yang sebelumnya sampel
sudah terhubungkan dengan selang aspirator
 Pompa, berfungsi untuk menggoyangkan selang
 Kuvet, sebagai tempat sampel

13
 Selang peristaltik, berfungsi untuk mengalirkan sampel dari aspirator
mengalir melalui kuvet menuju pembuangan. Selang ini bersifat elatis
dalam mengalirkan sampel sehingga sampel tidak ada yang tersumbat
dalam selang.

14
BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Prinsip dasar fotometer adalah pengukuran penyerapan sinar akibat interaksi
sinar yang mempunyai panjang gelombang tertentu dengan larutan atau zat
warna yang dilewatinya. Cara kerja fotometer yaitu sampel yang telah
diinkubasi kemudian disedotkan pada aspirator sehingga masuk ke dalam kuvet
dan dibaca oleh sinar cahaya kemudian sampel akan disedot kembali dengan
pompa peristaltik menuju ke pembuangan. Sampel yang digunakan harus
dimasukkan dalam inkubator. Hal ini agar reagen-reagen dalam sampel bekerja
secara maksimal.
5.2 Saran
Sebaiknya sebelum mulai praktikum, praktikan belajar terlebih dahulu
tentang fotometer agar ketika ditanya dapat menjawab dengan baik dan benar.

15
DAFTAR PUSTAKA

Angger, M. 2013 http://angger-meii.blogspot.co.id/2013/06/fotometer.html


(Diakses 22 maret 2018)

Arfiyah. 2012 http://arfiyahtrimeirina.blogspot.com/2012/01/-praktikum-pemeli


haraan-dan.html (Diakses 22 maret 2018)

Argus. 2014 http://www.slideshare.net/andreei/tutor-hema-meiti-baru-compati


bility-mode (Diakses 22 maret 2018)

Dwiputri. 2012 http://dwiputri07.wordpress.com/2012/11/13/fhotometer-4010/


(Diakses 22 maret 2018)

Dzulfiqri. 2015. makalah kimia klinik tentang fotometer.


http://medicareku.blogspot.co.id/2015/01/makalah-kimia-klinik-
tentang-fotometer.html?m=1. (Diakses 26 maret 2018

Marwan. 2013 http://www.slideshare.net/ichootz/-instrumen-i-fotometer (Diakses


22 maret 2018)

Neinta. 2014 https://dokumen.tips/business/-instrumen-i-fotometer-55888dfa03


61d.html (Diakses 22 maret 2018)

Pangestu, A. 2015 https://medicareku.blogspot.co.id/2015/01/-kimia-klinik-ten


tang-fotometer.html (Diakses 22 maret 2018)

Rizma, M. 2013 http://analissolo.blogspot.co.id/2013/01/photometer.html


(Diakses 26 maret 2018)

Suprianto. 2012 https://bisakimia.com/2012/12/01/mengenal-spektrofotometer


/#respond (Diakses 26 maret 2018)

16