Anda di halaman 1dari 20

KONSEP JAMINAN KESEHATAN NASIONAL

DISUSUN OLEH : KELAS 3.1

KELOMPOK 14

NI KOMANG DIANA PRATIWI (P07120016003)

NI MADE JULIA SETIAWATI (P07120016017)

NI LUH EVA NANDYA WIDIHIANTARI (P07120016022)

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR

JURUSAN KEPERAWATAN

TAHUN 2018
KATA PENGANTAR

“Om Swastyastu”
Dengan memanjatkan puja dan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,
atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga dapat menyelesaikan
makalahini dengan judul “ Konsep Jaminan Kesehatan Nasional“.
Penulis mengucapkan rasa terimakasih sebesar-besarnya kepada semua pihak
yang telah membantu penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah ini tepat waktu.
Penulis menyadari bahwa dalam proses penulisan makalah ini masih sangat jauh dari
kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun, demikian penulis telah
berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga dapat
selesai dengan baik dan oleh karenanya penulis dengan rendah hati dan dengan
terbuka menerima masukan, saran dan usul guna penyempurnaan makalah ini.
Akhirnya penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi seluruh
pembaca.
“Om Shanti Shanti Shanti Om”

Denpasar , Oktober 2018

Penulis

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................................. ii

DAFTAR ISI ................................................................................................................ iii

BAB II ........................................................................................................................... 1

PENDAHULUAN ........................................................................................................ 1

A. Latar Belakang ............................................................................................... 1

B. Rumusan Masalah .......................................................................................... 2

C. Tujuan Penulisan ............................................................................................ 2

1. Tujuan Umum .................................................................................................... 2

D. Manfaat ........................................................................................................... 2

BAB II ........................................................................................................................... 4

PEMBAHASAN ........................................................................................................... 4

A. Konsep Jaminan Kesehatan Nasional ............................................................. 4

B. Pengertian Jaminan Kesehatan Nasional ........................................................ 4

C. Manfaat Jaminan Kesehatan Nasional ........................................................... 5

D. Prinsip-Prinsip Jaminan Kesehatan Nasional ................................................. 5

E. Peserta Jaminan Kesehatan Nasional ................................................................. 6

F. Prosedur Pendaftaran Peserta ............................................................................. 8

G. Masa Berlaku Kepesertaan dan Pembiayaan .................................................. 9

BAB III ....................................................................................................................... 14

PENUTUP ................................................................................................................... 14

A. Simpulan ....................................................................................................... 14

B. Saran ............................................................................................................. 14

iii
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................. 16

iv
BAB II
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dinamika pembangunan bangsa Indonesia telah menumbuhkan tantanga
berikut tuntutan penanganan berbagai persoalan yang belum terpecahkan. Salah
satunya adalah penyelenggraan jaminan sosial bagi seluruh rakyat, yang
diamanatkan dalam Pasal 28 ayat (3) mengenai hak terhadap jaminan sosial dan
Pasal 34 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun
1945.jaminan sosial juga dijamin dalam Deklarasi dalam Konvensi ILO Nomor
102 Tahun 1952 yang menganjurkan semua negara untuk memberikan
perlindungan minimum kepada setiap tenaga kerja. Sejalan dengan ketentuan
tersebut, Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia dalam TAP
Nomor X/MPR/2001 menugaskan Presiden untuk membentuk sistem jaminan
sosial nasional dalam rangka memberikan perlindungan sosial yang menyeluruh
dan terpadu.
Sistem Jaminan Sosial Nasional (national social security system) adalah
sistem penyelenggaraan program negara dan pemerintah untuk memberikan
perlindungan sosial, agar setiap penduduk dapat memenuhi kebutuhan dasar
hidup yang layak, menuju terwujudnya kesejahteraan sosial bagi seluruh
penduduk Indonesia. Jaminan social diperlukan apabila terjadi hal-hal yang tidak
dikehendaki yang dapat mengakibatka hilangnya atau berkurangnya pendapatan
seseorang, baik karena memasuki usia lanjut atau pensiun, maupun karena
gangguan kesehatan, cacat, kehilangan pekerjaan dan lain sebagainya
Sistem Jaminan Sosial Nasional disusun dengan mengacu pada
penyelenggaraan jaminan sosial yang berlaku universal dan telah diselenggarakan
oleh negara-negara maju dan berkembang sejak lama. Penyelenggaraan jaminan
sosial di berbagai negara memang tidak seragam, ada yang berlaku secara
nasional untuk seluruh penduduk dan ada yang hanya mencakup penduduk
tertentu untuk program tertentu.

1
B. Rumusan Masalah
1. Bagamaimana konsep jaminan kesehatan nasional?
2. Apakah pengertian jaminan kesehatan nasional?
3. Apa mannfaat dari jaminan kesehatan nasional?
4. Apa saja prinsip-prinsip dari jaminan kesehatan nasional?
5. Siapa saja peserta jaminan kesehatan nasional?
6. Bagaimana prosedur pendaftaran peserta?
7. Kapan masa berlaku kepesertaan dan pembiayaan?
C. Tujuan Penulisan
1. Tujuan Umum
Tujuan umum penulisan makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan
dan wawasan mengenai konsep jaminan kesehatan nasional
2. Tujuan Khusus
Adapun tujuan khusus penulisan dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
a. Untuk mengetahui konsep jaminan kesehatan nasional
b. Untuk mengetahui pengertian jaminan kesehatan nasional
c. Untuk mengetahui mannfaat dari jaminan kesehatan nasional
d. Untuk mengetahui prinsip-prinsip dari jaminan kesehatan nasional
e. Untuk mengetahui peserta jaminan kesehatan nasional
f. Untuk mengetahui prosedur pendaftaran peserta
g. Untuk mengetahui masa berlaku kepesertaan dan pembiayaan
D. Manfaat
1. Bagi Mahasiswa
Dapat memberikan informasi bagi mahasiswa lainnya mengenai konsep
jaminan kesehatan nasional, pengertian jaminan kesehatan nasional, mannfaat
dari jaminan kesehatan nasional, prinsip-prinsip dari jaminan kesehatan
nasional, peserta jaminan kesehatan nasional, prosedur pendaftaran peserta,
masa berlaku kepesertaan dan pembiayaan

2
2. Bagi Penulis
Dapat menambah pengetahuan penulis mengenai mengenai konsep jaminan
kesehatan nasional, pengertian jaminan kesehatan nasional, mannfaat dari
jaminan kesehatan nasional, prinsip-prinsip dari jaminan kesehatan nasional,
peserta jaminan kesehatan nasional, prosedur pendaftaran peserta, masa
berlaku kepesertaan dan pembiayaan.

3
BAB II
PEMBAHASAN

A. Konsep Jaminan Kesehatan Nasional


Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) adalah
suatu program Pemerintah dan Masyarakat/Rakyat dengan tujuan memberikan
kepastian jaminan kesehatan yang menyeluruh bagi setiap rakyat Indonesia agar
penduduk Indonesia dapat hidup sehat, produktif, dan sejahtera. Program ini
menjadi prioritas Pemerintah, yaitu Program Kementerian Kesehatan dan
Program Dewan Jaminan Sosial Nasional.
UU SJSN No 40 tahun 2004 menetapkan asuransi sosial dan ekuitas
sebagai prinsip penyelenggaraan JKN. Kedua prinsip dilaksanakan dengan
menetapkan kepesertaan wajib dan penahapan implementasinya, iuran sesuai
dengan besaran pendapatan, manfaat JKN sesuai dengan kebutuhan medis, serta
tata kelola dana amanah peserta oleh badan penyelenggara nirlaba dengan
mengedepankan kehati-hatian, akuntabilitas efisiensi dan efektifitas (Kemenkes
RI, 2014)

B. Pengertian Jaminan Kesehatan Nasional


Jaminan Kesehatan adalah jaminan berupa perlindungan kesehatan agar
peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam
memenuhi kebutuhan dasar kesehatan yang diberikan kepada setiap orang yang
telah membayariuran atau iurannya di bayar oleh pemerintah (Peraturan BPJS No.
1 tahun 2014).
Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikembangkan di Indonesia
merupakan bagian dari Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Sistem Jaminan
Sosial Nasional ini diselenggarakan melalui mekanisme Asuransi Kesehatan
Sosial yang bersifat wajib (mandatory) berdasarkan Undang-Undang No.40
Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional. Tujuannya adalah agar
semua penduduk Indonesia terlindungi dalam sistem asuransi, sehingga mereka

4
dapat memenuhi kebutuhan dasar kesehatan masyarakat yang layak (Kemenkes-
RI, 2014).

C. Manfaat Jaminan Kesehatan Nasional


Manfaat JKN terdiri atas dua jenis yaitu secara medis dan maupun non
medis.Manfaat medis berupa pelayaanan kesehatan yang komprehensif, yakni
pelayanan yang diberikan bersifat paripurna mulai dari preventif, promotif, kuratif
dan rehabilitatif.Seluruh pelayanan tersebut tidak dipengaruhi oleh besarnya biaya
iuran bagi peserta.Manfaat non-medis meliputi akomodasi dan ambulan.Manfaat
akomodasi untuk layanan rawat inap sesuai hak kelas perawatan peserta.Manfaat
ambulan hanya diberikan untuk pasien rujukan antar fasilitas kesehatan, dengan
kondisi tertentu sesuai rekomendasi dokter.Promotif dan preventif yang diberikan
bagi upaya kesehatan perorangan (personal care).
JKN menjangkau semua penduduk, artinya seluruh penduduk, termasuk
warga asing harus membayar iuran dengan prosentase atau nominal tertentu,
kecuali bagi masyarakat miskin dan tidak mampu, iurannya dibayar oleh
pemerintah.Peserta yang terakhir ini disebut Universitas Sumatera Utara 13
sebagai penerima bantuan iuran.Harapannya semua penduduk Indonesia sudah
menjadi peserta JKN pada tahun 2019.

D. Prinsip-Prinsip Jaminan Kesehatan Nasional


Dalam pelaksanaan program JKN, BPJS Kesehatan mengacu pada
prinsip-prinsip sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 40
Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), yaitu:
1. Kegotongroyongan, dalam SJSN, prinsip gotong royong berarti peserta yang
mampu membantu peserta yang kurang mampu, peserta yang sehat membantu
yang sakit. Hal ini terwujud karena kepesertaannya bersifat wajib untuk
seluruh penduduk.
2. Nirlaba, BPJS Kesehatan adalah dana amanah yang dikumpulkan dari
masyarakat secara nirlaba bukan untuk mencari laba (for profit oriented).

5
Tujuan utamanya adalah untuk memenuhi sebesar-besarnya kepentingan
peserta.
3. Keterbukaan, kehati-hatian, akuntabilitas, efisiensi, dan efektivitas, Prinsip
manajemen ini mendasari seluruh kegiatan pengelolaan dana yang berasal dari
iuran peserta dan hasil pengembangannya.
4. Portabilitas, prinsip portabilitas jaminan sosial dimaksudkan untuk
memberikan jaminan yang berkelanjutan kepada peserta sekalipun mereka
berpindah pekerjaan atau tempat tinggal dalam wilayah Negara Kesatuan
Republik Indonesia.
5. Kepesertaan bersifat wajib, kepesertaan wajib dimaksudkan agar seluruh
rakyat menjadi peserta sehingga dapat terlindungi. Meskipun kepesertaan
bersifat wajib bagi seluruh rakyat, penerapannya tetap disesuaikan dengan
kemampuan ekonomi rakyat dan pemerintah, serta kelayakan
penyelenggaraan program.
6. Dana Amanah, dana yang terkumpul dari iuran peserta merupakan dana
titipan kepada badan penyelenggara untuk dikelola sebaik-baiknya dalam
rangka mengoptimalkan dana tersebut untuk kesejahteraan peserta.
7. Hasil pengelolaan dana Jaminan Sosial, dipergunakan seluruhnya untuk
pengembangan program dan untuk sebesar-besar kepentingan peserta.

E. Peserta Jaminan Kesehatan Nasional


1. Berdasarkan Permenkes No. 28 mengenai Pedoman Pelaksanaan Program
JKN yang dikategorikan peserta adalah :
a. Setiap orang, termasuk orang asing yang bekerja paling singkat 6 (enam)
bulandi Indonesia, yang telah membayar iuran.
b. Peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terdiri atas 2
kelompok yaitu: Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) jaminan kesehatan
dan Peserta bukan Penerima Bantuan Iuran (PBI) jaminan kesehatan.
c. Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan adalah fakir
miskin dan orang tidak mampu.

6
d. Peserta bukan Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan kesehatan adalah
Pekerja Penerima Upah dan anggota keluarganya, Pekerja Bukan
Penerima Upah dan anggota keluarganya, serta bukan Pekerja dan anggota
keluarganya.
2. Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) diberikan nomor identitas tunggal
oleh BPJS Kesehatan. Bagi peserta: Askes sosial dari PT. Askes (Persero),
jaminan pemeliharaan kesehatan (JPK) dari PT. (Persero) Jamsostek, program
Jamkesmas dan TNI/POLRI yang belum mendapatkan nomor identitas
tunggal peserta dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS
Kesehatan), tetap dapat mengakses pelayanan dengan menggunakan identitas
yang sudah ada.
3. Anak pertama sampai dengan anak ketiga dari peserta pekerja penerima upah
sejak lahir secara otomatis dijamin oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial
Kesehatan (BPJS Kesehatan).
4. Bayi baru lahir dari :
a. peserta pekerja bukan penerima upah
b. peserta bukan pekerja
c. peserta pekerja penerima upah untuk anak keempat dan seterusnya, harus
didaftarkan selambat-lambatnya 3 x 24 jam hari kerja sejak yang
bersangkutan dirawat atau sebelum pasien pulang (bila pasien dirawat
kurang dari 3 hari). Jika sampai waktu yang telah ditentukan pasien tidak
dapat menunjukkan nomor identitas peserta JKN maka pasien dinyatakan
sebagai pasien umum.
5. Menteri Sosial berwenang menetapkan data kepesertaan Penerima Bantuan
Iuran (PBI).Selama seseorang ditetapkan sebagai peserta Penerima Bantuan
Iuran (PBI), maka yang bersangkutan berhak mendapatkan manfaat pelayanan
kesehatan dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
6. Sampai ada pengaturan lebih lanjut oleh Pemerintah tentang jaminan
kesehatan bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) maka
gelandangan, pengemis, orang terlantar dan lain-lain menjadi tanggung jawab

7
pemerintah daerah. Demikian juga untuk penghuni panti-panti sosial serta
penghuni rutan/lapas yang miskin dan tidak mampu.
F. Prosedur Pendaftaran Peserta
Prosedur pendaftaran peserta JKN dijelaskan pada Peraturan BPJS No.1
tahun 2014 dan secara ringkas dijelaskan pada website BPJS (2014) adalah
sebagai berikut:
1. Pendaftaran Bagi Penerima Bantuan Iuran / PBI
Pendataan Fakir Miskin dan Orang Tidak mampu yang menjadi peserta PBI
dilakukan oleh lembaga yang menyelenggarakan urusan Pemerintahan di
bidang statistik (Badan Pusat Statistik) yang diverifikasi dan divalidasi oleh
Kementerian Sosial. Selain peserta PBI yang ditetapkan oleh Pemerintah
Pusat, juga terdapat penduduk yang didaftarkan oleh Pemerintah Daerah
berdasarkan SK Gubernur/Bupati/Walikota bagi Pemda yang
mengintegrasikan program Jamkesda ke program JKN.
2. Pendafataran Bagi Peserta Pekerja Penerima Upah / PPU
a. Perusahaan / Badan usaha mendaftarkan seluruh karyawan beserta
anggota keluarganya ke Kantor BPJS Kesehatan dengan melampirkan :
1) Formulir Registrasi Badan Usaha / Badan Hukum Lainnya
2) Data Migrasi karyawan dan anggota keluarganya sesuai format yang
ditentukan oleh BPJS Kesehatan.
b. Perusahaan / Badan Usaha menerima nomor Virtual Account (VA) untuk
dilakukan pembayaran ke Bank yang telah bekerja sama
(BRI/Mandiri/BNI)
c. Bukti Pembayaran iuran diserahkan ke Kantor BPJS Kesehatan untuk
dicetakkan kartu JKN atau mencetak e-ID secara mandiri oleh Perusahaan
/ Badan Usaha.
3. Pendaftaran bagi peserta pekerja bukan penerima upah / pbpu dan bukan
pekerja
a. Pendaftaran PBPU dan Bukan Pekerja
1) Calon peserta mendaftar secara perorangan di Kantor BPJS Kesehatan

8
2) Mengisi formulir Daftar Isian Peserta (DIP) dengan melampirkan
Fotokopi Kartu Keluarga (KK), Fotokopi KTP/Paspor, dan Pasfoto 3 x
4 sebanyak 1 lembar. Untuk anggota keluarga menunjukkan Kartu
Keluarga/Surat Nikah/Akte Kelahiran.
3) Setelah mendaftar, calon peserta memperoleh Nomor Virtual Account
(VA)
4) Melakukan pembayaran iuran ke Bank yang bekerja sama
(BRI/Mandiri/BNI)
5) Bukti pembayaran iuran diserahkan ke kantor BPJS Kesehatan untuk
dicetakkan kartu JKN.
b. Pendaftaran bukan pekerja melalui entitas berbadan hukum (pensiunan
BUMN/BUMD)
Proses pendaftaran pensiunan yang dana pensiunnya dikelola oleh entitas
berbadan hukum dapat didaftarkan secara kolektif melalui entitas
berbadan hukum yaitu dengan mengisi formulir registrasi dan formulir
migrasi data peserta.
G. Masa Berlaku Kepesertaan dan Pembiayaan
1. Masa berlaku Kepesertaan, menurut Kemenkes-RI, 2014
a.) Kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional berlaku selama yang
bersangkutan membayar Iuran sesuai dengan kelompok peserta.
b.) Status kepesertaan akan hilang bila peserta tidak membayar Iuran atau
meninggal dunia
2. Pembiayaan
a) Iuran
Iuran Jaminan Kesehatan adalah sejumlah uang yang dibayarkan secara
teratur oleh Peserta, Pemberi Kerja, dan/atau Pemerintah untuk program
Jaminan Kesehatan (Perpres No. 12 tahun 2013 tentang Jaminan
Kesehatan)
b) Pembayaran Iuran
1) Bagi Peserta PBI, iuran dibayar oleh Pemerintah.

9
2) Bagi peserta PBI yang didaftarkan Pemerintah Daerah, iuran dibayar
Pemerintah Daerah.
3) Bagi Peserta Pekerja Penerima Upah, Iurannya dibayar oleh Pemberi
Kerja dan Pekerja.
4) Bagi Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah dan Peserta Bukan
Pekerja iuran dibayar oleh Peserta yang bersangkutan.
5) Bagi anggota keluarga peserta, iuran dibayar oleh peserta
6) Besarnya Iuran Jaminan Kesehatan Nasional ditetapkan melalui
Peraturan Presiden dan ditinjau ulang secara berkala sesuai dengan
perkembangan sosial, ekonomi, dan kebutuhan dasar hidup yang layak
(Perpres No. 111 tahun 2013).
3. Pembayaran Iuran
Setiap Peserta wajib membayar iuran yang besarnya ditetapkan
berdasarkan persentase dari upah (untuk pekerja penerima upah) atau
suatu jumlah nominal tertentu (bukan penerima upah dan PBI). Setiap
Pemberi Kerja wajib memungut iuran dari pekerjanya, menambahkan
iuran peserta yang menjadi tanggung jawabnya, dan membayarkan iuran
tersebut setiap bulan kepada BPJS Kesehatan secara berkala (paling
lambat tanggal 10 setiap bulan). Apabila tanggal 10 (sepuluh) jatuh pada
hari libur, maka iuran dibayarkan pada hari kerja berikutnya.
Keterlambatan pembayaran iuran JKN dikenakan denda
administratif sebesar 2% (dua persen) perbulan dari total iuran yang
tertunggak dan dibayar oleh Pemberi Kerja. Peserta Pekerja Bukan
Penerima Upah dan Peserta bukan Pekerja wajib membayar iuran JKN
pada setiap bulan yang dibayarkan paling lambat tanggal 10 (sepuluh)
setiap bulan kepada BPJS Kesehatan.
Pembayaran iuran JKN dapat dilakukan diawal. BPJS Kesehatan
menghitung kelebihan atau kekurangan iuran JKN sesuai dengan Gaji atau
Upah Peserta. Dalam hal terjadi kelebihan atau kekurangan pembayaran
iuran, BPJS Kesehatan memberitahukan secara tertulis kepada Pemberi

10
Kerja dan/atau Peserta paling lambat 14 (empat belas) hari kerja sejak
diterimanya 27 iuran. Kelebihan atau kekurangan pembayaran iuran
diperhitungkan dengan pembayaran Iuran bulan berikutnya (Perpres No.
111 tahun 2013).
4. Besaran Iuran
a. Iuran Peserta PBI
Iuran Jaminan Kesehatan bagi Peserta PBI Jaminan Kesehatan serta
penduduk yang didaftarkan oleh Pemerintah Daerah sebesar Rp
19.225,00 (sembilan belas ribu dua ratus dua puluh lima rupiah) per
orang per bulan.
b. Iuran Peserta Bukan PBI
1) Iuran Jaminan Kesehatan bagi Peserta Pekerja Penerima Upah
yang terdiri atas Pegawai Negeri Sipil, Anggota TNI, Anggota
Polri, Pejabat Negara, dan Pegawai Pemerintah Non Pegawai
Negeri sebesar 5% (lima persen) dari Gaji atau Upah per bulan.
2) Iuran sebagaimana dimaksud pada poin 1 (satu) dibayar dengan
ketentuan sebagai berikut:
a) 3% (tiga persen) dibayar oleh Pemberi Kerja; dan
b) 2% (dua persen) dibayar oleh Peserta.
3) Kewajiban Pemberi Kerja dalam membayar iuran sebagaimana
dimaksud di atas, dilaksanakan oleh:
a) Pemerintah untuk Iuran Jaminan Kesehatan bagi Pegawai
Negeri Sipil Pusat, Anggota TNI, Anggota Polri, Pejabat
Negara, dan Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri Pusat;
dan
b) Pemerintah Daerah untuk Iuran Jaminan Kesehatan bagi
Pegawai Negeri Sipil Daerah dan Pegawai Pemerintah Non
Pegawai Negeri Daerah.
4) Iuran Jaminan Kesehatan bagi Peserta Pekerja Penerima Upah
selain Peserta sebagaimana dimaksud di atas yang dibayarkan

11
mulai tanggal 1 Januari 2014 sampai dengan 30 Juni 2015 sebesar
4,5% (empat koma lima persen) dari Gaji atau Upah per bulan
dengan ketentuan:
a) 4% (empat persen) dibayar oleh Pemberi Kerja; dan
b) 0,5% (nol koma lima persen) dibayar oleh Peserta.
5) Iuran Jaminan Kesehatan bagi Peserta sebagaimana dimaksud di
atas yang dibayarkan mulai tanggal 1 Juli 2015 sebesar 5% (lima
persen) dari Gaji atau Upah per bulan dengan ketentuan:
a) 4% (empat persen) dibayar oleh Pemberi Kerja; dan
b) 1% (satu persen) dibayar oleh Peserta.
6) Iuran Jaminan Kesehatan bagi Peserta Pekerja BukanPenerima
Upah dan Peserta bukan Pekerja serta keluarga peserta:
a) Sebesar Rp 25.500 (dua puluh lima ribu lima ratus rupiah) per
orang per bulan dengan Manfaat pelayanan di ruang perawatan
Kelas III.
b) Sebesar Rp 42.500 (empat puluh dua ribu lima ratus rupiah)
per orang per bulan dengan Manfaat pelayanan di ruang
perawatan Kelas II.
c) Sebesar Rp 59.500 (lima puluh sembilan ribulima ratus rupiah)
per orang per bulan dengan Manfaat pelayanan di ruang
perawatan Kelas I.
7) Iuran Jaminan Kesehatan bagi penerima pensiun ditetapkan sebsar
5% (lima persen) dari besaran pensiun pokok dan tunjangan
keluarga yang diterima perbulan dengan ketentuan:
a) 3% (tiga persen) dibayar oleh Pemerintah: dan
b) 2% (dua persen) dibayar oleh penerima pension
8) Iuran Jaminan Kesehatan bagi Veteran, Perintis Kemerdekaan, dan
janda, duda, atau anak yatim piatu dari Veteran atau Perintis
Kemerdekaan, iurannya ditetapkan sebesar 5% (lima persen) dari
45% (empat puluh lima 30 persen) gaji pokok Pegawai Negeri

12
Sipil golongan ruang III/a dengan masa kerja 14 (empat belas)
tahun per bulan, dibayar oleh Pemerintah.
9) Besaran Iuran Jaminan Kesehatan bagi anggota keluarga
PesertaPenerima Upah ditetapkan sebesar 1% (satu persen) dari
Gaji atau Upah Peserta Pekerja Penerima Upah per orang per
bulan(Perpres No. 111 tahun 2013).

13
BAB III
PENUTUP

A. Simpulan
Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) adalah suatu
program Pemerintah dan Masyarakat/Rakyat dengan tujuan memberikan
kepastian jaminan kesehatan yang menyeluruh bagi setiap rakyat Indonesia agar
penduduk Indonesia dapat hidup sehat, produktif, dan sejahtera. Jaminan
Kesehatan adalah jaminan berupa perlindungan kesehatan agar peserta
memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi
kebutuhan dasar kesehatan yang diberikan kepada setiap orang yang telah
membayariuran atau iurannya di bayar oleh pemerintah.

Manfaat JKN terdiri atas dua jenis yaitu secara medis dan maupun non
medis.Manfaat medis berupa pelayaanan kesehatan yang komprehensif, yakni
pelayanan yang diberikan bersifat paripurna mulai dari preventif, promotif, kuratif
dan rehabilitatif.Seluruh pelayanan tersebut tidak dipengaruhi oleh besarnya biaya
iuran bagi peserta.

Dalam pelaksanaan program JKN, BPJS Kesehatan mengacu pada


prinsip-prinsip sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 40
tahun 2004 tentang sistem jaminan sosial nasional (sjsn), yaitu:
kegotongroyongan, keterbukaan, kehati-hatian, akuntabilitas, efisiensi, dan
efektivitas, portabilitas,kepesertaan bersifat wajib, dana amanah, hasil
pengelolaan dana jaminan sosial.

B. Saran
Dengan ditulisnya makalah ini nantinya dapat dimanfaatkan secara
optimal terkait dengan pengembangan mata kuliah Sistem Pelayanan Kesehatan
Primer. Dan penulis menyarankan materi-materi yang ada dalam tulisan ini
dikembangkan lebih lanjut agar dapat nantinya menghasilkan tulisan-tulisan

14
sejarah yang bermutu. Demikianlah makalah ini penulis persembahkan, semoga
dapat bermanfaat.

15
DAFTAR PUSTAKA

Kemenkes RI. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2014. Jakarta : Kemenkes RI ;


2015.

Peraturan Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial Kesehatan Nomor 1 Tahun 2014


Tentang Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan. Jakarta

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pelaksanaan


Jaminan Kesehatan Nasional. Jakarta

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 111 Tahun 2013 Tentang Perubahan
Atas Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2013 Tentang Jaminan
Kesehatan. Jakarta.

16