Anda di halaman 1dari 24

TUGAS MANAGEMEN FARMASI

STUDI KELAYAKAN PENDIRIAN APOTEK


“APOTEK SEVEN STAR”

Dosen Pengampu : Jason Merari P., MM., M. Si., Apt

OLEH:
KELOMPOK VII

APOTEKER B :
1. Medya Lupita Dewi 1920374141
2. Newi Solika Pratama 1920374151
3. Nur Rismayani 1920374153
4. Pin Trifonia Tee 1920374157

PROGAM STUDI PROFESI APOTEKER


UNIVERSITAS SETIA BUDI
SURAKARTA
2019
APOTEK SEVEN STAR
Jl. Trans Sulawesi, Desa Pongongaila, Kecamatan Pulubala, Gorontalo-
Gorontalo

I. Latar Belakang Pendirian Apotek


Apotek adalah suatu tempat tertentu, tempat dilakukan pekerjaan
kefarmasian dan penyaluran perbekalan farmasi, perbekalan kesehatan
lainnya kepada masyarakat. Salah satu realisasi pembangunan dibidang
farmasi oleh pemerintah dan swasta adalah dengan menyediakan sarana
pelayanan kesehatan salah satunya adalah apotek. Jadi apotek adalah suatu
jenis bisnis eceran (retail) yang komoditasnya (barang yang
diperdagangkan) terdiri dari perbekalan farmasi (obat dan bahan obat) dan
perbekalan kesehatan (alat kesehatan). Berdasarkan Keputusan Menteri
Kesehatan No.1332/Menkes/SK/X/2003, maka definisi apotek adalah
tempat dilakukan pekerjaan kefarmasian, penyalur sediaan, dan perbekalan
kesehatan lainnya kepada masyarakat. Dalam peraturan ini seorang apoteker
bertanggungjawab atas pengelolaan apotek, sehingga pelayanan obat kepada
masyarakat akan lebih terjamin keamanannya, baik kualitas maupun
kuantitasnya.
Apotek didalam pelaksanaannya mempunyai dua fungsi yaitu
sebagai unit pelayanan kesehatan (patient oriented) dan unit bisnis (profit
oriented). Dalam fungsinya sebagai unit pelayanan kesehatan, fungsi apotek
adalah penyedia obat-obatan yang dibutuhkan oleh masyarakat untuk
mencapai derajat kesehatan optimal. Dari fungsi yang pertama ini, maka
apotek harus hadir dalam wadahnya yang sangat sosial, penuh nilai etika
dan nilai moral. Sedangkan fungsinya yang kedua yaitu sebagai institusi
bisnis, apotek lebih mengutamakan keuntungan, dan ini dapat dimaklumi
mengingat investasi yang ditanam pada pendirian dan operasionalisme
apotek juga tidak sedikit.
Apotek merupakan tempat pengabdian seorang apoteker yang telah
mengucapkan sumpah jabatan apoteker dimana apoteker dapat
mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki dalam

23
memberikan pelayanan kefarmasian yang berorientasi kepada pasien dalam
pengobatan yang rasional. Dalam mendirikan sebuah apotek, keberadaan
apotek sangat penting. Saat ini jumlah apotek yang berdiri di kecamatan-
kecamatan masih terbatas sehingga masyarakat sulit untuk mendapatkan
obat, informasi obat serta pelayanan kesehatan yang lebih baik untuk
meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan didirikannya apotek dapat
memperluas akses obat dan terjamin kepada masyarakat serta bertujuan juga
untuk menertibkan peredaran obat-obat palsu dan ilegal, serta memberikan
kesempatan kepada apoteker untuk memberikan pelayanan kefarmasian.

II. Tujuan Pendirian Apotek


1. Tempat pengabdian profesi apoteker yang telah mengucapkan sumpah
jabatan.
2. Sarana farmasi yang melakukan peracikan, pengubahan bentuk,
pencampuran dan penyerahan obat dan bahan obat.
3. Meningkatkan kesehatan masyarakat setempat khususnya dan
masyarakat pada mumnya.
4. Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penggunaan obat secara
rasional dalam praktek pengobatan sendiri (swamedikasi).
5. Menyediakan berbagai macam perbekalan farmasi dan alat kesehatan

III. VISI dan MISI


1. VISI
a. Menjadi tempat yang di idolakan masyarakat dalam pelayanan
kesehatan khususnya dalam perbekalan kefarmasian dan konsultasi
kesehatan.
b. Menjadi apotek yang menerapkan pelayanan kefarmasian yang
bermutu, berkualitas dan terpercaya serta menguntungkan bagi
konsumen dan karyawan.

23
2. MISI
a. Memberikan pelayanan kefarmasian berbasis pharmaceutical care
kepada masyarakat.
b. Melakukan pelayanan informasi serta konsultasi obat dan kesehatan
kepada masyarakat
c. Menyediakan serta menyalurkan sediaan farmasi dan perbekalan
kesehatan yang bermutu dan terjangkau oleh masyarakat.
d. Ikut menjaga dan memantau penggunaan obat di masyarakat.
e. Meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup apoteker dan seluruh
pengelola apotek
f. Melaksanakan sistem manajemen yang efektif dan efisien.

IV. Strategi
1. Melayani kebutuhan obat, bahan obat, alat kesehatan serta perbekalan
farmasi lainnya sesuai dengan pola kebutuhan masyarakat.
2. Menjamin terapi obat yang diberikan kepada pasien tepat, efektif dan
aman.
3. Memberikan pelayanan kepada pasien atau masyarakat yang ingin
melakukan pegobatan mandiri.
4. Memberikan KIE kepada pasien.
5. Melakukan efisiensi biaya pengobatan.
6. Melakukan monitoring obat dan evaluasi penggunaan obat
7. Meningkatkan kualitas kinerja karyawan dan memberlakukan
sistem reward dan punishment bagi seluruh karyawan.
8. Merancang standar operasi prosedur dan standar organisasi kerja.
9. Melakukan sosialisasi dan edukasi peranan apoteker kepada masyarakat
serta informasi obat.

23
V. ASPEK-ASPEK APOTEK
1. Nama dan Alamat Apotek
Apotek yang akan didirikan bernama “Seven Star” terletak di Jl. Trans
Sulawesi, Desa Pongongaila, Kecamatan Pulubala, Gorontalo-Gorontalo,
lokasi apotek yang strategis dan akan mendukung keberhasilan apotek dan
kaitannya dengan profit.
2. Denah Lokasi: terlampir.
3. Data-data pendukung:
a. Kepadatan Penduduk
Apotek Seven Star berada di daerah dengan kepadatan
penduduk yang sedang, dekat dengan Puskesmas, sekolah, Kantor
(KUA), Dinas Pendidikan cabang, kantor Kecamatan) dan Pasar.
b. Tingkat sosial dan ekonomi
Apotek Seven Star berada di lingkungan yang tingkat pendidikan
masyarakatnya sedang, mengingat penduduknya sebagian besar petani,
pegawai, siswa, mahasiswa dan wiraswasta. Tingkat kesadaran akan
kesehatan masyarakat sedang. Tingkat ekonomi & konsumsi
penduduk secara umum cenderung menengah kebawah.
c. Pelayanan kesehatan lain
Sarana pelayanan kesehatan di sekitar apotek yaitu terdapat
Puskesmas Pulubala, Praktek Dokter Umum, Praktek Dokter Gigi, dan
Mantri.
d. Jumlah Pesaing
Jumlah Apotek ada 1 jaraknya ± 200 m. Dengan melihat lokasi
yang strategis maka diharapkan apotek dapat berkembang degan
cepat.
e. Situasi dan Kondisi Apotek
Lingkungan Apotek “Seven Star” relatif ramai karena berada di
daerah pusat Kecamatan. Serta mudah dijangkau karena terletak di
jalan trans ramai yang biasa dilewati masyarakat untuk berangkat

23
bekerja maupun mengantar anaknya sekolah dan memiliki area parkir
yang cukup luas.

VI. PELUANG DAN PROSPEK PEMASARAN


Melihat lokasi apotek yang strategis dan memperhatikan pola
pengobatan mandiri masyarakat (Swamedikasi), maka pendirian Apotek
“Seven Star” mempunyai prospek pemasaran yang cukup bagus karena:
1. Kepadatan penduduk yang sedang sebab merupakan daerah pemukiman
penduduk, komplek pusat Kecamatan dimana terdapat Puskesmas
Pulubala, Kantor Kecamatan Pulubala, Kantor Dinas Pendidikan Cabang
Pulubala, KUA, komplek pendidikan (SDN 1 Pulubala dan SMP Negeri
1 Pulubala), Pasar, serta Praktek Dokter Umum atau Gigi
2. Letak apotek yang strategis dekat dengan jalan raya dan perempatan jalan
pusat keramaian.
3. Lingkungan calon Apotek relatif aman
4. Penerapan staretegi pemasaran yang mengedepankan citra apotek yang
lebih ekonomis, informatif, pelayanan ramah, lengkap dan memberikan
kenyamanan bagi konsumen yang didukung dengan sarana dan prasarana
yang ada di Apotek.
5. Menyediakan pelayanan kesehatan seperti: pelayanan dan konseling obat
dengan apoteker, menyediakan pemeriksaan kesehatan (TD, BB, TB dan
gula darah).
Berdasarkan data-data yang diperoleh dari survey pendahuluan terhadap
posisi strategis daerah/ peta lokasi dan keberadaan kompetitor, dapat
diterangkan beberapa hal yang penting. Hal ini dapat dilihat dari aspek
kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman terhadap apotek “Seven Star”
yang akan didirikan (Swot Analisis).
1. Kekuatan/Strength
Yang menjadi kekuatan kompetitif apotek “Seven Star” yang akan
didirikan adalah sebagai berikut:

23
a. Ketersediaan obat, bahan obat, alkes serta perbekalan farmasi lainnya
di apotek “Seven Star” relatif lengkap sesuai kebutuhan masyarakat
yang mampu mencapai kepuasan pelanggan sehingga akan
meningkatkan omset apotek.
b. Harga ekonomis dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat
c. Apotek dengan pelayanan berbasis Pharmaceutical Care dengan
tepat, Patients Oriented, cermat dan cepat.
d. Letak atau lokasi apotek mudah dijangkau (denah terlampir).
e. Memiliki Apoteker yang memiliki pengetahuan tentang obat-obatan
dan pengobatan, memberikan pelayanan yang ramah dan sopan.
f. Apoteker “Seven Star” menerapkan konsep pelayanan
kefarmasian “No Pharmacist No Service”
2. Kelemahan/Weakness
Membutuhkan waktu untuk sosialisasi kepada masyarakat untuk
memperoleh pelanggan yang loyal dan tingkat ekonomi dan konsumsi
yang cukup rendah (menengah kebawah).
3. Peluang/Opportunity
a. Potensi daerah
1) Jumlah penduduk sedang karena merupakan daerah pemukiman
penduduk, komplek pusat Kecamatan dimana terdapat Puskesmas
Pulubala, Kantor Kecamatan Pulubala, Kantor Dinas Pendidikan
Cabang Pulubala, KUA, komplek pendidikan (SDN 1 Pulubala dan
SMP Neg. 1 Pulubala), Pasar, serta Praktek Dokter Umum/ Gigi
sehingga menjadi sumber pelanggan apotek yang potensial.
b. Lokasi daerah
1) Calon lokasi apotek “Seven Star” strategis karena terletak di tepi
jalan raya (jalan trans Sulawesi) yang merupakan akses utama
masyarakat untuk ke kota Limboto sehingga mempermudah
masyarakat untuk mengakses obat, yang dulunya susah karena 1
apotek pesaing lainnya terhitung kecil dan jumlah serta jenis
ketersediaan obat masih minim.

23
4. Ancaman/Threat
Ada 1 Apotek kompetitor di daerah tersebut, dimana jarak antara
Apotek berada ± 200 m.

VII. ASPEK PASAR DAN PEMASARAN


1. Potensi pasar
Letak atau lokasi apotek strategis dan mudah dijangkau karena
dekat daerah pemukiman penduduk, komplek pusat Kecamatan dimana
terdapat Puskesmas Pulubala, Kantor Kecamatan Pulubala, Kantor Dinas
Pendidikan Cabang Pulubala, KUA, komplek pendidikan (SDN 1
Pulubala dan SMP Negeri 1 Pulubala), Pasar, serta Praktek Dokter
Umum atau Gigi sehingga menjadi sumber pelanggan apotek yang
potensial.
Perkiraan konsumen:
a. Resep (meliputi: obat keras, narkotika dan psikotropika)
b. Konsumen yang membeli OTC (obat bebas dan obat bebas terbatas).
c. Suplemen, produk herbal dan komiditi lain.

2. Market Share
a. Jumlah pesaing terdekat di sekitar apotek “Seven Star”: 1 apotek yang
berjarak ± 200 m.
b. Jumlah perkiraan pasien di sekitar apotek “Seven Star” setiap hari
sebanyak 10 pembelian resep, 50 pembelian OWA dan 150 obat
bebas.

VIII. RENCANA STRATEGI PENGEMBANGAN


1. Penetapan harga yang kompetitif dibandingkan dengan apotek yang ada
di sekitar.
2. Sosialisasi ke warga di sekitar apotek melalui penyebaran brosur atau
leaflet kesehatan dan memberikan edukasi ke masyarakat langsung

23
tentang obat dan peran apoteker setiap satu minggu sekali di bulan awal
apotek didirikan dan 1 bulan sekali di bulan-bulan berikutnya.
3. Memberikan pelayanan kefarmasian dengan komunikasi yang efektif dan
elegan untuk mendapatkan customer loyality sesuai dengan Branch
image yang akan apotek bangun.
4. Memperbanyak produk yang ditawarkan dengan menyesuaikan pola
kebutuhan pasien.
5. Pada tahun pertama pendirian rutin melaksanakan penyuluhan tentang
obat dan penyakit kepada masyarakat.

IX. PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)


Untuk dapat mengelola sebuah apotek diperlukan tenaga kerja yang
sesuai bidangnya, oleh karena itu diperlukan sumber daya manusia yang
efektif dan efisian sehingga tujuan organisasi tercapai. Apotek “Seven Star”
merekrut 6 karyawan dengan susunan sebagai berikut :
a) Apoteker Pengelola Apotek : 1 orang
b) Apoteker Pendamping : 1 orang
c) Asisten Apoteker : 3 orang
d) Pembantu umum : 1 orang

Dasar pertimbangan perekrutan karyawan tersebut adalah :


1. Jam kerja: 07.00-21.00, dibagi menjasi 2 shift (masing-masing 7 jam),
yaitu jam 07.00-14.00 dan jam 14.00-21.00 (hari minggu dan hari libur
tutup).
2. Dana yang tersedia (bagian aspek modal dan biaya).
3. Sumber daya manusia merupakan aset terbesar dari apotek itu sendiri.
Kerjasama antar karyawan harus diiaga sehingga dapat menciptakan
suasana kerja yang kondusif serta mampu memberikan kenyamanan pada
pasien. Karenanya diperlukan adanya pembagian tugas, wewenang, hak
dan kewajiban serta rasa memiliki terhadapapotekdari para karyawan.
Untuk itu kemempuan manajerial dari apoteker sangat diperlukan.

23
A. Apoteker Pengelola Apotek
Tugas dan kewajiban pengelola apotek antara lain:
1. Memimpin seluruh kegiatan apotek.
2. Berkewajiban serta bertanggungjawab penuh untuk mengelola
apotek yang meliputi beberapa bidang antara lain:
a) Pelayanan Kefarmasian
b) Adsministrasi dan Keuangan
c) Ketenangan atau Personalia
d) Bidang lainnya yang berkaitan dengan tugas dan fungís apotek
3. Melakukan langkah‐langkah untuk mengembangkan hasil dan
kualitas apotek.
Tanggungjawab pengelola apotek yaitu :
APA bertanggungjawab atas kelancaran segala bidang dlam
apotek serta bertanggungjawab terhadap kelancaran hidup apotek
yang dipimpinnya.

B. Apoteker Pendamping
Tugas dan kewajiban :
a) Melaksanakan seluruh tugas dan kewajiban APA, bilamana APA
berhalangan selam jam kerja apotek.
b) Dalam melaksanakan segala tindakan, terutama dalam hal‐hal
penting yang mendasar dan strategis, harus mendapat persetujuan
dari APA.
Tanggungjawab dan wewenang :
Apoteker Pendamping bertanggungjawab penuh kepada APA
dan melaksanakan tugas dan fungsi sebagai apoteker pendamping
sesuai dengan petunjuk dan atau instruksi dari APA.

C. Asisten Apoteker
Tugas dan kewajiban :

23
1) Melaksanakan pekerjaan yang seusai dengan profesinya sebagai
asisten apoteker, yaitu meliputi :
a) Pelayanan kefarmasian (pelayanan obat bebas san obat dengan
resep) sesuai petunjuk pimpinan apotek.
b) Mengerjakan pengubahan bentuk pembuatan sedían racikan dan
meracik.
c) Menyusun, membendel dan menyimpan resep dengan baik.
d) Mencatat laporan penggunaan obat dan perbekalan farmasi
(narkotik, psikotropik, statistik resep dan OGB, OWA) dan
waktu kadaluarsa.
e) Mendata kebutuhan obat dalam defekta dan membantu
kelancaran kegiatan pembelian.
f) Menerima barang pesanan, memeriksa faktur, mencatat ke
dalam buku pembelian (komputer) dan menjaga agar daftar
harga tetap up to date.
g) Memelihara kebersihan, kerapihan serta keteraturan ruang
pelayanan dan peracikan obat.
h) Mengelompokkan dan menata obat sesuai abjadnya.

2) Dalam keadaan tertentu dapat menggantikan tugas kasir, reseptir


dan lain sebagainya.
Tanggungjawab dan wewenang :
Bertanggungjawab kepada pimpinan apotek atas segala kebenaran
tugas yang diselesaikannya. Berwenag melaksnakan pelayanan
kefarmasian sesuai petunjuk dan atau instruksi pimpinan apotek.

D. Pembantu Umum
Tugas dan kewajiban :
1. Menjamin kebersihan di seluruh lingkungan kerja apotek.
2. Mengelola sampah apotek dengan penuh tanggungjawab.
3. Membantu AA dalam pengadaan dan penyiapan obat.

23
Tanggungjawab dan wewenang
Bertanggungjawab langsung kapada pimpinan apotek dan
melaksanakan tugas sesuai instruksi dan petunjuk pimpinan apotek.
X. ALAT DAN PERBEKALAN FARMASI YANG DIBUTUHKAN
1. Bangunan
a. Bangunan apotek terdiri dari ruang pelayanan resep, ruang peracikan,
kasir, ruang kerja apoteker dan konsultasi obat, ruang administrasi,
ruang tunggu pasien, tempat parkir, mushola, dan toilet.
b. Bangunan dilengkapi dengan kipas angin, penerangan, sumber air
yang memenuhi persyaratan, ventilasi dan sanitasi yang mendukung
dan tempat sampah.
c. Papan nama berukuran panjang 100 cm dan lebar 60 cm dengan
tulisan hitam di atas dasar putih, tinggi huruf minimal 7 cm dengan
tebal 7 mm, dilengkapi dengan neon box. Papan nama terdiri dari
papan nama apotek dan papan nama apoteker dengan SIA terpasang
jelas.
2. Perlengkapan
a. Alat pembuatan, pengolahan, dan peracikan
 Timbangan
 Thermometer
 Mortir dan stamper
b. Alat perbekalan farmasi
 Pot plastik berbagai ukuran
 Lemari pendingin
 Lemari dan rak penyimpanan obat
 Lemari penyimpanan untuk narkotika, psikotropika dan bahan
berbahaya lainnya.
c. Wadah pembungkus dan pengemas
 Etiket
 Kertas puyer
 Streples

23
 Wadah pengemas dan pembungkus lainnya (tas plastik)
d. Alat administrasi
 Blanko pesanan obat
 Blanko kartu stok obat
 Blanko copy resep
 Blanko faktur dan nota penjualan
 Buku defecta
 Buku ED
 Buku standar
 Buku pembeliaan
 Buku penerimaan
 Buku pembukuan keuangan
 Buku pencatatan narkotika dan psikotropika
 Buku laporan obat narkotika dan psikotropika
 Alat-alat tulis dan kertas
e. Perlengkapan lainnya
 Alat pemadam kebakaran
 Alat kasir dan kertas
 Komputer
f. Perbekalan farmasi yang dibutuhkan
 Obat keras (obat dengan resep dan obat OWA)
 Obat bebas dan obat bebas terbatas
 Suplemen
 Obat herbal
 Alat kesehatan : master, perban, termometer, sarung tangan,
perban, alkes steril, perbekalan rumah sakit
 Perlengakapan bayi, sabun, kosmetik dan lain-lain

23
XI. TENAGA KERJA
Struktur Organisasi:

APA
PSA

APING p

Asisten Apoteker Pembantu Umum

Keterangan =
Garis koordinasi =
Garis instruksi =

Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak 6 orang, dengan rincian


sebagai berikut:
a. Apoteker : 1 orang
b. Apoteker Pendamping : 1 orang
c. Asisten Apoteker : 3 orang
d. Pembantu umum : 1 orang

XII. STUDI KELAYAKAN APOTEK


Berikut adalah perkiraan modal dan gaji karyawan yang diperlukan
untuk apotek “”.
A. MODAL
1) Perlengkapan Apotek

Jenis Perlengkapan Jumlah Jumlah Harga


Etalase kaca di depan uk 1x1 2 Rp. 1.600.000 ,-
Etalase kaca di depan uk 2x1 2 Rp. 3.200.000 ,-
Meja 3 Rp. 375.000,-
Meja panjang peracikan 1 Rp. 300.000,-
Kursi 9 Rp. 450.000,-

23
Kursi ruang tunggu (panjang) 3 Rp. 900.000,-
Komputer 1 Rp. 4.000.000,-
Software 1 Rp. 5.000.000,-
Printer 1 Rp. 750.000,-
Telepon 1 Rp. 400.000,-
Mesin kasir 1 Rp. 400.000.-
Timbangan mg dan gram 1 Rp. 4.000.000,-
Timbangan badan 1 Rp. 120.000,-
Lemari es 1 Rp. 1.000.000,-
Lemari narkotik dan psikotropik 1 Rp. 450.000,-
Alat peracikan obat (Stemper, 1 set Rp. 100.000,-
Mortir)
Alat gelas (Beker glass, Gelas 1 set Rp. 500.000,-
ukur 50 ml,100 ml,Batang
pengaduk, tabung reaksi)
Perlengkapan administrasi 1 Rp. 500.000,-
Buku standard kefarmasian 1 set Rp. 1.400.000,-
Stempel apotek 1 Rp. 150.000,-
Kalkulator 2 Rp. 200.000,-
Dispenser+gallon 1 Rp. 350.000,-
Kipas angina 1 Rp. 250.000,-
Papan nama 1 Rp. 500.000,-
Lampu 3 Rp. 500.000,-
Jam dinding 1 Rp. 100.000,-
Alat Kebersihan 1 set Rp. 100.000,-
Alat Makan 1 set Rp. 20.000,-
TV 21 Inch 1 Rp. 1.200.000,-
Alat Pemadam Kebakaran Fire 2 Rp. 400.000,-
Indo
TOTAL Rp 29.215.000,-

23
2) Biaya Perizinan

a. Biaya Perizinan Rp. 2.000.000,-


b. Modal Operasional (obat) Rp. 50.000.000,-
c. Cadangan Modal Rp. 18.785.000,-
Total Modal Rp. 100.000.000,-

B. RENCANA ANGGARAN TAHUN KE-1


1) Biaya tetap perbulan tahun ke-1

1) Gaji Karyawan
APA (1 orang) Rp. 2.300.000,-
Apoteker pendamping (1 orang) Rp. 1.800.000,-
Asisten Apoteker (3 orang) Rp. 3.300.000,-
Pembantu umum (1 orang) Rp. 700.000,-
Jumlah Rp. 8.100.000,-
2) Biaya lain-lain:
Beban Listrik, air, telepon, Rp. 500.000,-
bensin dan keamanan
Lain-lain Rp. 500.000,-
Jumlah Rp. 1.000.000,-
Biaya Keseluruhan Rp. 9.100.000,-
Biaya tetap tahun ke-1
Biaya tetap bulanan x 12 Rp. 109.200.000,-
THR Rp. 4.400.000,-
Total Rp. 113. 600.000,-

23
2) Perhitungan BEP tahun ke-1

a. Penjualan obat dari resep 1 tahun pada tahun


pertama diasumsikan resep yang masuk
adalah 10 resep per hari dengan harga rata-
rata per resep adalah berkisar Rp 25.000,-
maka untuk per tahunnya dapat dihitung:
10 lembar x 26 hari x 12 bulan x Rp 25.000,- Rp. 78.000.000,-
=
(Margin 30%)

b. Penjualan obat bebas


26 hari x 12 bulan x Rp 800.000,- = (Margin Rp. 249.600.000,-
10%)
c. Penjualan OWA
26 hari x 12 bulan x Rp1.000.000,- = (Margin Rp. 312.000.000,-
25%)
d. Penjualan Produk Farmasi Lain (suplemen,
produk herbal, kosmetik, sabun, alkes, dll.)
26 hari x 12 bulan x Rp500.000,- = (Margin Rp. 156.000.000,-
20%)
Total Pendapatan 1 Tahun Rp. 795.600.000,-

3) Pengeluaran rutin tahun ke-1


a. Pembelian obat resep Rp. 54.600.000,-
( 70% X Rp. 78.000.000,-)
b. Pembelian obat bebas Rp. 224.640.000,-
(90% X Rp. 249.600.000,-)
c. Pembelian OWA Rp. 234.000.000,-
(75% X Rp. 312.000.000,-)
d. Produk Farmasi Lain Rp. 124. 800.000,-

23
(80% X Rp. 156.000.000,-)
e. Biaya tetap 1 tahun Rp. 113. 600.000,-
Total pengeluaran 1 tahun Rp. 751.640.000,-

4) Pengeluaran Laba Rugi tahun ke-1


1. Pemasukan tahun ke-1 Rp. 795.600.000,-
2. Pengeluaran tahun ke-1 Rp. 751.640.000,-
Laba kotor Rp. 43.960.000,-
Pajak final (1% x 795.600.000,-) Rp. 7.956.000,-
Laba bersih Rp. 36.004.000,-

5) Perhitungan BEP Tahun Ke-1


1. Pay Back Periode
Total investasi
Pay Back Periode = Laba bersih
Rp 100.000.000
= Rp 36.004.000

= 2,78 tahun (2 tahun 8 bulan)

2. Return On Investmant (ROI)


Laba bersih
Return On Investmant (ROI) = Total investasi 𝑥 100%
Rp 36.004.000
= Rp 100.000.000 𝑥 100%

= 36%
3. Break Enet Point (BEP)
1
Break Enet Point (BEP) = Biaya variabel x Biaya tetap
1−
Pendapatan

1
= Rp638.040.000 x Rp 113.600.000
1−
Rp 759.600.000

1
= 1− 0,84 x Rp 113.600.000
1
= 0.16 x Rp 113.600.000

= Rp. 710.000.000.- per tahun

23
= Rp. 59.166.666,667,- per bulan

4. Presentase BEP
Biaya rutin
% BEP = Pendapatan−biaya variabel 𝑥 100%
Rp 113.600.000
= Rp 𝑥 100%
795.600.000 − Rp 638.040.000
Rp 113.600.000
= Rp 𝑥 100%
157.560.000

= 72,1 %

5. Kapasitas BEP
% BEP x jumlah resep per tahun
= 72,1 % x (10 resep/hari) x (26 hari) x (12 bulan)
= 2.249,52 lembar resep per tahun
= 187,46 lembar resep per bulan
= 7,21 lembar resep per hari.

XIII. KESIMPULAN
Melihat dari banyak aspek studi kelayakan yang telah dilakukan
seperti aspek lokasi, aspek pasar, aspek ekonomi dan permodalan, aspek
managerial dan aspek teknis maka Apotek “Seven Star” yang akan didirikan
di Jl. Trans Sulawesi, Desa Pongongaila, Kecamatan Pulubala, Gorontalo-
Gorontalo layak untuk didirikan.

23
LAMPIRAN
1. Etiket putih untuk pemakaian obat dalam
Apotek “Seven Star”
Jl. Trans Sulawesi, Gorontalo No Telp. (0380) 237786
SIA : SIA-503/X/AP/2019
Apoteker : Nur Rismayani, S.Farm., Apt.
SIP : 12/X/1123/XII/2020
No. Resep Tanggal pembutan

Nama pasien

Aturan pakai

Nama obat dan Jumlah obat Paraf apoteker


SEMOGA LEKAS SEMBUH

2. Etiket biru untuk pemakaian obat luar


Apotek “Seven Star”
Jl. Trans Sulawesi, Gorontalo No Telp. (0380) 237786
SIA : SIA-503/X/AP/2019
Apoteker : Nur Rismayani, S.Farm., Apt.
SIP : 12/X/1123/XII/2020
No. Resep Tanggal pembutan

Nama pasien

Aturan pakai

Nama obat dan Jumlah obat Paraf apoteker


OBAT LUAR
SEMOGA LEKAS SEMBUH

23
3. Salinan resep
Apotek “Seven Star”
Jl. Trans Sulawesi, Gorontalo No Telp. (0380) 237786
SIA : SIA-503/X/AP/2019
Apoteker : Nur Rismayani, S.Farm., Apt.
SIP : 12/X/1123/XII/2020
COPY RESEP

No.Resep : Tgl penulisan resep :


Dari Dokter : Tgl pembuatan salinan resep :
Untuk :
Umur :
Alamat :

R/

PCC
Cap Apotek TTD
Seven Star Apoteker

Nur Rismayani, S.Farm., Apt.

23
5. Kartu stok
KARTU STOK

Apotek “Seven Star”


Jl. Trans Sulawesi, Gorontalo No Telp. (0380) 237786
SIA : SIA-503/X/AP/2019
Apoteker : Nur Rismayani, S.Farm., Apt.
SIP : 12/X/1123/XII/2020

NAMA OBAT :

BENTUK SEDIAAN :

Tgl Terima Keluar Keperluan Sisa Paraf

23
6. Denah Apotek

GUDANG GUDANG

wastafel Kulkas TOILET


Perlengkapan RUANG
apotek SHOLAT

Meja
Peracikan

RUANG
KONSULTASI

OBAT KERAS/RESEP

OTC SUPLEMEN O
B
A
T
B
E
B
A
PENERIMAAN RESEP
OTC PENERIMAAN OBAT
O.H S

TEMPAT DUDUK TEMPAT DUDUK

23
DENAH LOKASI

SMPN 1 Apotek Kantor


Praktek KUA SDN 1
Seven Dinas Apotek Mantri
Pulubala Dokter Gigi
Star Pendidikan Pulubala
Cabang Pesain
Pulubala g

Jalan Trans Sulawesi Jalan Trans Sulawesi

Kantor Kecamatan Puskesmas Praktek


Pulubala Pulubala Dokter Umum

Kompleks Pasar
23