Anda di halaman 1dari 3

Nama : Siska Nurjanah

NIM : 1705095039

Kelas : BK-A (2017)

Mata Kuliah : Bimbingan dan

Konseling Belajar

BIMBINGAN KELOMPOK BELAJAR

1. N W Heny PurwanitA, N Dantes, N M Setuti, PENERAPAN BIMBINGAN


KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA YANG
MENGALAMI KESULITAN BELAJAR , Hal 3-5
Bimbingan kelompok adalah suatu bentuk bimbingan yang melibatkan sejumlah orang
sebagai kesatuan kelompok yang memungkinkan semua anggota kelompok bisa
mengeluarkan pendapat, mampu berbicara di depan umum, dan mampu mengungkapkan
prilaku empati pada teman, bisa menghargai teman, dan bisa menghargai pendapat orang
lain. Dengan memberikan bimbingan kelompok, individu dapat mengembangkan sekaligus
dapat menemukan jati diri mereka. Prayitno (1995: 178), “mengemukakan bahwa
Bimbingan kelompok adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang dengan
memanfaatkan dinamika kelompok”. Artinya, semua peserta dalam kegiatan kelompok
saling berinteraksi, bebas mengeluarkan pendapat, menanggapi, memberi saran, dan lain-
lain sebagainya; apa yang dibicarakan itu semuanya bermanfaat untuk diri peserta yang
bersangkutan sendiri dan untuk peserta lainnya”

Melalui belajar kita dapat mengalami suatu perubahan kearah yang lebih baik yang dapat
dilihat dari pribadi manusia itu sendiri yang ditampakkan dalam bentuk perubahan
peningkatan kualitas tingkah laku yang dimiliki. Belajar memberikan peningkatan akan
kecakapan, pengetahuan sikap, kebiasaan, pemahaman, keterampilan, daya pikir dan lain-
lain

2. Muhammad Syahrul , PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK


TERHADAP PENINGKATAN PENYESUIAN DIRI SISWA, Hal. 5
Layanan bimbingan kelompok merupakan layanan yang memungkinkan siswa untuk
memperoleh pemahaman dari suatu informasi yang diperlukan, sehingga dapat
dipergunakan untuk mengenali diri sendiri dan lingkungan serta dapat mencegah siswa dari
perbuatan yang merugikan dirinya. Layanan bimbingan kelompok dalam penelitian ini
dimaksudkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan siswa tentang penyesuaian diri,
sehingga mampu meningkatkan penyesuaian diri terhadap lingkungan sekolah pada siswa.
Dalam layanan bimbingan kelompok yang diberikan pada siswa dalam penelitian ini
menggunakan teknik umum atau disebut juga “tiga M”, yaitu mendengar dengan baik,
memahami secara penuh, dan merespon secara tepat dan positif. Kemudian pemberian
dorongan minimal dan penguatan.

3. Ayu Lestiyaningsih, Busri Endang, Indri Astuti , LAYANAN BIMBINGAN


KELOMPOK DALAM MENGEMBANGKANMOTIVASI BERPRESTASI SISWA
DI SEKOLAH Hal. 8
Layanan bimbingan kelompok yang merupakan suatu cara memberikan bantuan
(bimbingan) kepada individu (siswa) melalui kegiatan kelompok. Dalam layanan
bimbingan kelompok, aktivitas, dan dinamika kelompok harus diwujudkan untuk
membahas berbagai hal yang berguna bagi pengembangan atau pemecahan masalah
individu (siswa) yang menjadi peserta layanan. Pada pelaksanaan layanan bimbingan
kelompok Layanan bimbingan kelompok dan konseling kelompok di selenggarakan
melalui empat tahap kegiatan yaitu: Tahap pembentukan, Tahap peralihan, Tahap kegiatan,
Tahap pengakhiran (Prayitno 1995:18).
Pada tahap pembentukan meliputi:
(1) Mengungkapkan pengertian dan tujuan kegiatan kelompok dalam rangka pelayanan
bimbingan kelompok atau konseling kelompok
(2) Menjelaskan cara-cara, dan asas-asas kegiatan kelompok.
(3) Saling memperkenalkan dan mengungkapkan diri
(4) Teknik khusus
(5) Permainan
(6) Penghangatan
(7) pengakraban.

Tahap peralihan meliputi:


(1) Menjelaskan kegiatan yang akan ditempuh pada tahap berkutnya
(2) Menawarkan sambl mengamati apakah para anggota sudah siap menjalani kegiatan
pada tahap selanjutnya (tahap ketiga)
(3) Membahas susana yang terjadi
(4) Meningkatkan kemampuan keikutsertaan anggota
(5) Kalau perlu kembali kebeberapa aspek tahap pertama.
Tahap kegiatan yang meliputi:
(1) Pemimpin kelompok mengemukakan suatu topik untuk dibahas oleh kelompok.
(2) Tanya jawab antara anggota dan pemimpin kelompok tentang hal-hal yang belum jelas
yang menyangkut topik yang dikemykakan oleh pemimpin kelompok.
(3) Anggota membahas topik tersebut secara mendalam dan tuntas.
(4) Kegiatan selingan.

Dan yang terakhir yaitu Tahap Pengakhiran meliputi:


(1) Pembimbing kelompok mengemukakan bahwa kegiatan akan segera diakhiri.
(2) Pembimbing kelompok dan anggpota kelompok mengemukakan kesan dan hasil-hasil
kegiatan.
(3) Membahas kegiatan lanjutan.
(4) Mengemukakan pesan dan harapan.

Kesimpulan :
Layanan bimbingan kelompok dapat diartikan suatu upaya bimbingan yang dilakukan
melalui situasi, proses dan kegiatan kelompok. Sasaran bimbingan kelompok adalah
individu-individu dalam kelompok agar individu yang diberikan bimbingan mendapatkan
pemahaman diri, penerimaan diri, pengarahan diri dan perwujudan diri dalam menuju
perkembangan optimal. Layanan bimbingan kelompok ini dalam belajar dapat
meningkatkan motivasi siswa untuk belajar, sehingga dalam bimbingan ini siswa dapat
terarahkan untuk peningkatan belajar secara bersama dengan teman, dalam belajar pun
siswa yang belum dapat mencapai hasil yang memuaskan dikarenakan belum adanya
bimbingan yang lebih terhadap belajar siswa ini.