Anda di halaman 1dari 5

MATERI MENTORING

Materi : Kepemimpinan
Hari/Tanggal : Senin/25 Februari 2019
Tempat : TKA

Materi :
Karakteristik pemimpin sukses terdiri dari :
 Cerdas
 Terampil secara konseptual
 Kreatif
 Diplomatis dan taktis
 Lancar berbicara
 Memiliki pengetahuan tentang tugas kelompok
 Persuasive
 Memiliki keterampilan sosial
Sedangkan Robins (1996) mengatakan bahwa teori ini adalah teori yang mencari ciri-ciri
kepribadian social, fisik atau intelektual yang membedakan pemimpin dan yang bukan
pemimpin.
Fungsi – Fungsi Kepemimpinan :

 Menyampaikan informasi
 Memberikan Perintah
 Mendelegasikan wewenang
 Memberikan motivasi
 Menerima umpan balik
 Mengkoordinasikan manusia dan pekerjaan
 Melakukan Pengendalian
 Mitos Mengenai Kepemimpinan Organisasi
Dijamin sekarang ini sudah sedikit sekali sosok-sosok pemimpin yang benar-benar memiliki jiwa
kepemimpinan. Mereka hanya sekedar ingin mendapatkan posisi sebagai pemimpin. Dan ada
beberapa omong kosong yang masih beredar mengenai kepemimpinan.

Berikut ada beberapa bentuk omong kosong yang masih bisa didapatkan :

 Seorang pemimpin harus mempunyai kepribadian


 Seorang pemimpin harus demokratis
 Seorang pemimpin harus mempunyai garis keturunan kepemimpinan
 Seorang pemimpin harus manis dan cerdik
 Seorang Pemimpin harus mempunyai karisma
 Seorang pemimpin harus menciptakan situasi yang tepat
 Seorang pemimpin harus agresif

Padahal seharusnya seorang pemimpin harus memiliki sifat-sifat seperti dibawah ini :

 Kemampuan mendapatkan kerjasama


 Kemampuan administrasi
 Daya Tarik
 Kemampuan bekerjasama
 Kemampuan mengasuh
 Popularitas
 Kecakapan hubungan antar manusia
 Partisipasi sosial
 Cepat tanggap

Dan sifat-sifat yang berhubungan dengan tugas juga penting :

 Kebutuhan berprestasi
 Dorongan bertanggung jawab
 Inisiatif
 Bertanggung jawab dalam mengejar sasaran
 Orientasi tugas
 Memperbaiki kepemimpinan
Tidak ada rumus gaib bagi kepemimpinan yang efektif, tetapi dapat mengambil beberapa
langkah positif untuk memperbaiki perilaku. Sebaiknya lugas, tetapi jangan condong
meremehkan persoalan.

Perilaku kepemimpinan terjadi ditengah-tengah sejumlah besar medan kekuatan, antara lain :

1. Organisasi
Ini mencakup filsafat perusahaan, tradisi, kebiasaan, suasana dan cara beroperasi.
2. Teknik
Jenis berbagai tugas dalam perusahaan besar ada banyak, masing-masing mempunyai
tuntunan sendiri dan menentukan disiplin sendiri-sendiri.
3. Unit Kerja
Kelompok-kelompok sangat berlainan tingkat identifikasi mereka dengan tujuan
organisasi, sikap mereka terhadap organisasi, tekanan-tekanan yang harus mereka
perhatikan, norma perilaku, sistem ganjaran hukuman, kepaduan, dan homogenitas
mereka.
4. Individu
Masing-masing bawahan mempunyai pola unik mengenai kebutuhannya, keinginannya,
cita-citanya, motivasinya, kekuatannya, kelemahannya, dan tujuannya.
5. Manajerial
Tiap pemimpin mengepalai suatu kelompok, berkaitan dengan rekan, dan melapor kepada
atasan. Masing-masing mempunyai konsep sendiri mengenai efektifitas, pergaulan yang
tepat, dan perilaku yang dapat diterima. Harus menghindari untuk menjadi pemimpin
dengan cepat.

Kembangkan kepekaan seorang pemimpin akan petunjuk. Seorang pemimpin harus bisa
menganalisis suatu permasalahan dengan tenang sehingga seorang pemimpin juga dapat
mengerti kenyataan apa yang sedang dihadapi. Kembangkan kepekaan seorang pemimpin
terhadap isyarat. Kekuasaan dan pengaruh mempunyai berbagai bentuk dan dibagikan secara
tidak merata diseluruh organisasi. Hendaknya seorang pemimpin peka terhadap isyarat-isyarat
dari kelompok dan individu yang mempunyai kekuasaan.
Teori – Teori Dalam Studi Kepemimpinan

 Teori Great Man


Kepemimpinan merupakan bakat atau bawaan sejak seseorang lahir. Benni & Nanus
(1990) menjelaskan bahwa teori ini berasumsi pemimpin dilahirkan bukan diciptakan.
Kekuasaan berada pada sejumlah orang tertentu, yang melalui proses pewarisan memiliki
kemampuan memipin atau karena keberuntungan memiliki bakat untuk menempati posisi
sebagai pemimpin
“Asal Raja Menjadi Raja”2
 Teori Big Bang
Suatu peristiwa besar menciptakan seseorang menjadi pemimpin. Mengintegrasikan antara
situasi dan pengikut. Situasi mrpk peristiwa besar seperti revolusi, kekacauan/kerusuhan,
pemberontakan, reformasi dll. Pengikut adalah yang menokohkan seseorang dan bersedia
patuh dan taat.
 Teori Sifat (Karakteristik) Kepribadian
Seseorang dapat menjadi pemimpin apabila memiliki sifat yang dibutuhkan oleh seorang
pemimpin.
Titik tolak teori : Keberhasilan seorang pemimpin ditentukan oleh sifat kepribadian baik
secara fisik maupun psikologis. Keefektifan pemimpin ditentukan oleh sifat, perangai atau
ciri kepribadian yang bukan saja bersumber dari bakat, tapi dari pengalaman dan hasil
belajar.
 Teori Perilaku (Behavior Theories)
Keberhasilan seorang pemimpin sangat tergantung pada perilakunya dalam melaksanakan
fungsi-fungsi kepemimpinan. Gaya atau perilaku kepemimpinan tampak dari cara
melakukan pengambilan keputusan, cara memerintah (instruksi), cara memberikan tugas,
cara berkomunikasi, cara mendorong semangat bawahan, cara membimbing dan
mengarahkan, cara menegakan disiplin, cara memimpin rapat, vara menegur dan
memberikan sanksi.
 Teori Kontingensi atau Teori Situasional
Resistensi atas teori kepemimpinan sebelumnya yang memberlakukan asas-asas umum
untuk semua situasi. Teori ini berpendapat bahwa tidak ada satu jalan (kepemimpinan)
terbaik untuk mengelola dan mengurus satu organisasi.