Anda di halaman 1dari 29

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Dalam pembahasan ini, kita akan mempelajari konsep subgrup dan grup siklik serta
bagaimana cara untuk membuktikan berbagai masalah yang berkaitan dengan subgrup dan
grup siklik yang dilakukan dengan pembuktian secara deduktif. Karena materi ini merupakan
mata kuliah yang abstrak, tanpa hitung menghitung untuk itu pahami dengan baik contoh-
contohnya, baik contoh pembuktian secara langsung, tidak langsung (kontradiksi) maupun
contoh penyangkal.

B. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari modul ini diharapkan dapat:
a. Menggunakan definisi subgrup untuk membuktikan suatu himpunan bagian dengan
operasi yang sama merupakan subgrup.
b. Menggunakan teorema subgrup untuk dapat membuktikan suatu himpunan bagian
dengan operasi yang sama merupakan subgrup.
c. Membuktikan himpunan dengan suatu operasi biner merupakan grup siklik.
d. Membuktikan teorema subgrup siklik.
e. Membuktikan sifat klasifikasi grup siklik dari suatu grup finit.

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. SUBGRUP

Defenisi A-1:
Suatu subset H tidak kosong dari G disebut subgrup dari grup G jika terhadap operasi
di G, H sendiri membentuk grup. Dari defenisi tersebut, pertama harus ditunjukkan bahwa H
tidak kosong, H subset dari G, dan berikutnya setiap elemen dari H terhadap operasi di G
memenuhi aksioma grup.

Contoh 1:
Perhatikan grup Z8 = {0,1,2,3,4,5,6,7}. Dengan table Cayley dapat diselidiki himpunan-
himpunan bagian H1 = {0,4}dan H2 = {0,2,4,6},dari Z8 dengan operasi penjumlahan modulo
8, masing-masing subgrup dari Z8 . Untuk Z8 sendiri dapat dilihat pada tabel Cayley 3.1
berikut ini.

Table 3.1 Menunjukkan Tabel Cayley dari Grup Z8

+8 0 1 2 3 4 5 6 7
0 0 1 2 3 4 5 6 7
1 1 2 3 4 5 6 7 0
2 2 3 4 5 6 7 0 1
3 3 4 5 6 7 0 1 2
4 4 5 6 7 0 1 2 3
5 5 6 7 0 1 2 3 4
6 6 7 0 1 2 3 4 5
7 7 0 1 2 3 4 5 6

Perhatikan himpunan bagian dari Z8 yaitu H1 = {0,4} dan H2 = {0,2,4,6} . Kemudian


dibentuk tabel cayley dari H1 ,dan H2 terhadap operasi yang sama pada Z8 yaitu penjumlahan
modulo 8, masing-masing diperlihatkan pada tabel 3.2 dan tabel 3.3 dibawah ini.

2
Table 3.2. Menunjukkan Tabel Cayley dari Grup H1

+8 0 4
0 0 4
4 4 0

Table 3.3. Menunjukkan Tabel Cayley dari Grup H2


+8 0 2 4 6
0 0 2 4 6
2 2 4 6 0
4 4 6 0 2
6 6 0 2 4

Tidaklah sulit untuk memperlihatkan bahwa H1 dan H2 dengan operasi penjumlahan


modulo 8 adalah suatu grup.
Dengan melihat tabel diatas diperoleh:
1. Aksioma pertama (sifat tertutup) dipenuhi karena seluruh hasil operasi ada pada
himpunan H1 dan H2.
2. Aksioma kedua (sifat assosiatif) penjumlahan modulo 8 dipenuhi pada Z8, karenanya
pada H1 dan H2 juga dipenuhi.
3. Aksioma ketiga (unsur identitas) dipenuhi:
∃ 0 ∈ H1 dan H2 sebagai unsur identitas karena ∀𝑎 ∈ H1, dan H2 .dipenuhi
a +8 0 = 0 +8 a = a.
4. Aksioma keempat (unsur invers) dipenuhi yaitu:
H1→ 0 inversnya 0, 4 inversnya 4.
H2 → 0 invernya 0, 2 inversnya 6, 4 inversnya 4 dan 6 inversnya 2.

3
Contoh 2:
Perhatikan grup 𝑈8 = {1,3,5,7}. Dengan table Cayley dapat diselidiki himpunan-himpunan
bagian 𝐻1 = {1,3}, 𝐻2 = {1,5}, 𝐻3 = {1,7} dari 𝑈8 dengan operasi perkalian modulo 8 ,
masing-masing subgrup dari 𝑈8 .

Table 1.1 menunjukkan Tabel Cayley dari Grup 𝑈8

*× 1 3 5 7
1 1 3 5 7
3 3 1 7 5
5 5 7 1 3
7 7 5 3 1

Perhatikan tiga himpunan bagian 𝐻1 = {1,3}, 𝐻2 = {1,5} dan 𝐻3 = {1,7} dari 𝑈8 .


Kemudian kita bentuk tabel cayley dari 𝐻1 , 𝐻2 dan 𝐻3 relatif terhadap operasi perkalian
modulo 8, yang masing-masing diperlihatkan oleh tabel 1.2, tabel 1.3 dan tabel 1.4 dibawah
ini.

Table 1.2. Menunjukkan Tabel Cayley dari 𝐻1

*× 1 3
1 1 3
3 3 1

Table 1.3. Menunjukkan Tabel Cayley dari 𝐻2


*× 1 5
1 1 5
5 5 1

Table 1.4. Menunjukkan Tabel Cayley dari 𝐻3


*× 1 7
1 1 7
7 7 1

4
Dengan melihat tabel diatas diperoleh:
1. Aksioma pertama (sifat tertutup) dipenuhi karena seluruh hasil operasi ada pada
himpunan 𝐻1 , 𝐻2 dan 𝐻3 .
2. Aksioma kedua (sifat assosiatif) perkalian modulo 8 dipenuhi pada 𝑈8 , karenanya pada
𝐻1 , 𝐻2 dan 𝐻3 . juga dipenuhi.
3. Aksioma ketiga (unsur identitas) dipenuhi:
∃1 ∈ 𝐺 sebagai unsur identitas karena ∀𝑎 ∈ 𝐻1 , 𝐻2 dan 𝐻3 .dipenuhi 𝑎 ∗ 1 = 1∗𝑎 =
𝑎.
4. Aksioma keempat (unsur invers) dipenuhi yaitu:
H1→ 1 inversnya 1, 3 inversnya 3.
H2 → 1 invernya 1, 5 inversnya 5.
H3 → 1 inversnya 1, 7 inversnya 7.

Teorema A-1 :
Suatu subset H yang tidak kosong dari Grup 〈𝐺,∗〉 merupakan subgrup dari G jika dan hanya
jika:
1.  a,b ∈ H maka a  b ∈ H (aksioma pertama dari defenisi grup)
2.  a ∈ H maka a-1∈ H (aksioma keempat dari defenisi grup)
Bukti teorema di atas dapat diperjelas sebagai berikut:
H≠∅  G
Akan ditunjukkan:
a. Jika H subgrup dari G maka dipenuhi 1 dan 2.
b. Jika dipenuhi 1 dan 2 maka H subgrup dari G
Bukti a :
Karena H merupakan subgrup dari G maka memenuhi defenisi subgrup, H memenuhi
keempat aksioma Grup. Dengan demikian maka H memenuhi sifat 1 dan 2.

Bukti b :
Untuk menunjukkan bahwa H subgrup dari G maka tinggal dibuktikan aksioma kedua dan
ketiga.

Aksioma kedua:

5
G merupakan grup berarti setiap unsur di G memenuhi sifat assosiatif, sedangkan H  G,
maka setiap unsur di H juga unsur di G, sehingga setiap unsur di H juga memenuhi sifat
Assosiatif.

Aksioma ketiga:

Ambil sembarang a ∈ H, a-1∈ H, karena sifat 1 dipenuhi pada H maka a a-1 ∈ H atau e ∈ H
(Terbukti aksioma ketiga dipenuhi).

Dengan demikian keempat aksioma grup dipenuhi dan H  G maka H merupakan subgrup
dari G.

Contoh 2:
𝑎 𝑏
GL (2, R) = {[ ] | 𝑎, 𝑏, 𝑐, 𝑑  𝑅, 𝑎𝑑 − 𝑏𝑐 ≠ 0 }
𝑐 𝑑
1 0
dengan operasi perkalian matriks, G membentuk grup dengan elemen identitasnya [ ]
0 1
𝑎 𝑏
SL (2, Z) = {[ ] | 𝑎, 𝑏, 𝑐, 𝑑  𝑍, 𝑎𝑑 − 𝑏𝑐 = 1 }
𝑐 𝑑
Apakah SL (2, Z) merupakan subgrup dari GL (2, R)?
Penyelesaian :
Untuk membuktikan masalah di atas kita gunakan teorema A-1
1 3
SL (2, Z) ≠  karena A= [ ]  SL (2, Z)
1 4
Ambil sebarang 𝑋, 𝑌  SL (2, Z)
Akan ditunjukkan 𝑋𝑌  SL (2, Z)
𝑎 𝑏 𝑟 𝑠
Andaikan: X = [ ] dan Y = [ ] dengan ad – bc = 1; ru – st = 1; dan a, b, c, d, r, s, t, u
𝑐 𝑑 𝑡 𝑢
Z
𝑎𝑟 + 𝑏𝑡 𝑎𝑠 + 𝑏𝑢
XY = [ ]
𝑐𝑟 + 𝑑𝑡 𝑐𝑠 + 𝑑𝑢
Entri-entri dari XY merupakan bilangan bulat.
Seterusnya akan ditunjukkan det (XY) = 1
𝑎𝑟 + 𝑏𝑡 𝑎𝑠 + 𝑏𝑢
det XY = [ ]
𝑐𝑟 + 𝑑𝑡 𝑐𝑠 + 𝑑𝑢
det XY = (𝑎𝑟 + 𝑏𝑡)(𝑐𝑠 + 𝑑𝑢) − (𝑎𝑠 + 𝑏𝑢)(𝑐𝑟 + 𝑑𝑡)
det XY= 𝑎𝑟𝑐𝑠 + 𝑎𝑟𝑑𝑢 + 𝑏𝑡𝑐𝑠 + 𝑏𝑡𝑑𝑢 − 𝑎𝑠𝑐𝑟 − 𝑎𝑠𝑑𝑡 − 𝑏𝑢𝑐𝑟 − 𝑏𝑢𝑑𝑡
det XY= 𝑎𝑟𝑑𝑢 + 𝑏𝑡𝑐𝑠 − 𝑎𝑠𝑑𝑡 − 𝑏𝑢𝑐𝑟
det XY= (𝑎𝑑 − 𝑏𝑐)𝑢𝑟 − (𝑎𝑑 − 𝑏𝑐)𝑠𝑡

6
det XY = (𝑎𝑑 − 𝑏𝑐)(𝑎𝑑 − 𝑏𝑐)
det XY = (1)(1)
det XY = 1 (Terbukti)
Selanjutnya akan dibuktikan  X  N maka X-1  SL (2, Z)
Ambil sembarang X  SL (2, Z),
𝑎 𝑏 𝑑 −𝑏
Andaikan X = [ ] dengan ad – bc = 1; a,b,c,d  Z maka X-1 = [ ]
𝑐 𝑑 −𝑐 𝑎
det (X) = ad – bc
=1
Jadi terbukti X-1  SL (2, Z), menurut teorema A-1 terbukti SL (2, Z) subgrup dari GL (2, R).

Teorema A- 2:
Suatu subset H yang tidak kosong dari grup <G, > merupakan subgrup dari G jika dan
hanya jika  a,b  H maka a  b-1  H.
Bukti teorema diatas juga terdiri dari dua bagian :
𝐻≠ ∅ ⊆𝐺
1. Jika H subgrup dari G maka berlaku 𝑎 ∗ 𝑏 −1 ∈ 𝐻 ∀ 𝑎, 𝑏 ∈ 𝐻
2. Jika ∀ 𝑎, 𝑏 ∈ 𝐻 berlaku 𝑎 ∗ 𝑏 −1 ∈ 𝐻 maka 𝐻 subgrup dari 𝐺
Bukti 1 :
H subgrup dari G maka H grup berarti memenuhi keempat aksioma grup.
Ambil sebarang 𝑎, 𝑏 ∈ 𝐻 menurut aksioma keempat 𝑏 −1 ∈ 𝐻, selanjutnya dengan aksioma
pertama dipenuhi 𝑎 ∗ 𝑏 −1 ∈ 𝐻. (Terbukti)
Bukti 2 :
Ambil sebarang 𝑎 ∈ 𝐻 diperoleh 𝑎 ∗ 𝑎−1 ∈ 𝐻 atau 𝑒 ∈ 𝐻 . Karena 𝑎 ∗ 𝑎−1 = 𝑎−1 ∗ 𝑎 = 𝑒
maka dipenuhi aksioma ketiga.
Ambil sebarang 𝑒, 𝑎 ∈ 𝐻 diperoleh 𝑒 ∗ 𝑎−1 ∈ 𝐻 atau 𝑒 ∈ 𝐻 maka dipenuhi aksioma
keempat.
Ambil sebarang 𝑎, 𝑏 −1 ∈ 𝐻 diperoleh 𝑎 ∗ (𝑏 −1 )−1 ∈ 𝐻 atau 𝑎 ∗ 𝑏 ∈ 𝐻 . Aksioma pertama
dipenuhi.
Dengan dipenuhi aksima pertama dan keempat menurut teorema A-1 maka H merupakan
subgrup dari G.
Contoh 3:

7
Z = Himpunan semua bilangan bulat, operasi  didefinisikan sebagai penjumlahan biasa. Dari
contoh 1 diketahui bahwa <Z,> merupakan grup. H adalah himpunan semua bilangan genap.
Tunjukkan bahwa H merupakan subgrup dari Z.
Penyelesaian:
Dari soal di atas H  G dan H  karena 4 adalah bilangan genap maka 4  H.
Selanjutnya akan ditunjukkan bahwa <H, > merupakan grup.
Ambil sebarang a,b  H dari definisi dapat ditulis a = 2m dan b = 2n ; m, n  Z (bilangan
bulat)
𝑎 − 𝑏 = 𝑎 + (𝑏) = 2𝑚 + (−2𝑛)
= 2 (𝑚 − 𝑛), 𝑘 = (𝑚 − 𝑛) Z
= 2𝑘  H
(Sifat dari teorema A-2 dipenuhi)

Teorema A-3 :
Suatu himpunan bagian H tidak kosong dari G dikatakan subgrup < G,*> jika dan hanya jika:
1. H tertutup terhadap operasi biner
2. Unsur identitas e 𝜖 G ada dalam H (e𝜖 G maka e𝜖 H)
3. a  H maka a 1  H
Bukti:
Akan ditunjukkan :
a. Jika H subgrup dari G maka dipenuhi 1, 2 dan 3
b. Jika dipenuhi 1, 2 dan 3 maka H subgrup dari G

Bukti a :
Karena H merupakan subgrup dari G, maka menurut defenisi subgrup H memenuhi keempat
aksioma grup. Dengan demikian maka H memenuhi sifat 1, 2, dan 3.
Bukti b :
Untuk menunjukkan H subgrup dari G tinggal dibuktikan aksioma kedua.
G merupakan grup berarti setiap unsur di G memenuhi sifat asosiatif, sedangkan H  G,
maka setiap unsur di H juga unsur di G, sehingga setiap unsur di H juga memenuhi sifat
Asosiatif.

8
Teorema A-4 :
H himpunan bagian yang berhingga dan tak kosong dari grup G. H subgrup dari G jika H
memenuhi sifat tertutup.
Bukti :
Berdasarkan teorema, kita hanya perlu membuktikan bahwa a-1∈ H untuk setiap a ∈ H. Jika a
= e maka a-1 = a.
Jika a ≠ e, pertimbangkan urutan a, a2, a3, ... , karena H terbatas dan tertutup berakibat bahwa
semua a pangkat positif anggota H, tidak semua elemen berbeda, jika ai = aj dan 𝑖 > 𝑗 maka
ai-j = e ; dan karena a ≠ 𝑒 , i-j > 1 dengan demikian ai-j = a.ai-j-1 = e dan oleh karena itu ai-j-1 =
a-1. Tetapi i-j-1≥1 berakibat ai-j-1∈ H.

Teorema A-5 :
Jika S dan T masing-masing subgrup dari G maka 𝑆 ∩ 𝑇 subgrup dari G.
Bukti:
𝑆 ∩ 𝑇 ≠ ∅ karena ada 𝑒 𝜖 𝑆 dan 𝑒 𝜖 𝑇 jadi 𝑒 𝜖 𝑆 ∩ 𝑇
Ambil sembarang 𝑥 𝜖 𝑆 ∩ 𝑇 maka 𝑥 𝜖 𝑆 dan 𝑥 𝜖 𝑇 sehingga 𝑥 𝜖 𝐺 jadi 𝑆 ∩ 𝑇 ⊆ 𝐺
Ambil sembarang 𝑥, 𝑦 𝜖 𝑆 ∩ 𝑇 maka 𝑥, 𝑦 𝜖 𝑆 dan 𝑥, 𝑦 𝜖 𝑇 karena S dan T subgrup dari G
maka 𝑥𝑦 −1 𝜖 𝑆 dan 𝑥𝑦 −1 𝜖 𝑇 . Jadi 𝑥𝑦 −1 𝜖 𝑆 ∩ 𝑇. Menurut teorema A-2 𝑆 ∩ 𝑇 subgrup dari
G (Terbukti)

Teorema A-6 :
Jika { S } suatu koleksi subgrup dari G maka S =  S merupakan subgrup dari G

Bukti:
Dengan menggunakan induksi matematika untuk α = k, S1, S2, S3,…, Sk

Aksioma 1 (Sifat tertutup)


Ambil sebarang :
a1, a2, a3,..., akS1  S2S3,…Sk
a1  S1 S2 a1  S1 dan a1  S2
a2  S2 S3 a2  S2 dan a2  S3
.
.
.
9
ak  Sk-1 Sk ak  Sk-1 dan ak  Sk

a1  S1 dan a1  S2  a1  a1  S1 dan S2
a2  S2 dan a2  S3  a2  a2  S2 dan S3
a3  S2 dan a3  S3  a3  a3  S3 dan S4
.
.
.
ak  Sk-1 dan ak  Sk  ak  ak  Sk-1 dan Sk
Sehingga a1 a2  a3,…,  ak S1  S2 S3, …,  Sk

Aksioma 2 (Memiliki Invers)


Ambil sebarang a  S1  S2, …,  Sk
Maka a S1 dan a S2, dan, … a  Sk
a S1 maka a-1 S1
a S2 maka a-1 S2
.
.
.
a Sk maka a-1 Sk
Maka a-1 S1  S2, …,  Sk

Untuk α = k + 1
S1, S2, …, Sk, Sk+1
Sk Sk+1
Aksioma 1 (Sifat tertutup)
Ambil sebarang a, b  Sk Sk+1
a Sk Sk+1 a Sk dan a Sk+1
b Sk Sk+1 b Sk dan b Sk+1

a Sk dan b Sk  ab  Sk
a Sk+1 dan b Sk+1  ab  Sk+1

10
maka ab  Sk dan ab  Sk+1
sehingga: ab Sk Sk+1

Aksioma 2 ( Memiliki sifat Invers)


Ambil sebarang a  Sk Sk+1 maka a Sk dan a Sk+1
 a Sk  a-1  Sk
 a Sk+1  a-1  Sk+1
a-1  Sk dan a-1  Sk+1 maka a-1  Sk a-1  Sk+1
Sehingga dapat disimpulkan bahwasanya: S1  S2 S3, …,  Sk,  Sk+1  G

Defenisi A-2 :

Center dari grup G ditulis Z(G) = a  G a x  x a,  x  G

Teorema A-7 :
Z(G) merupakan subgrup dari G.
Gunakan teorema A-1.
Bukti :
𝑍(𝐺) ≠ ∅ karena ada 𝑒 ∈ 𝐺 yang memenuhi 𝑒𝑥 = 𝑥𝑒 ,  x  G, jadi 𝑒 ∈ 𝑍(𝐺).
𝑍(𝐺)  G(dari definisi).

Ambil sebarang 𝑎, 𝑏 ∈ 𝑍(𝐺) menurut definisi 𝑎𝑥 = 𝑥𝑎 dan 𝑏𝑥 = 𝑥𝑏 ,  x  G.


Akan ditunjukkan 𝑎, 𝑏 ∈ 𝑍(𝐺) artinya akan ditunjukkan 𝑎𝑏𝑥 = 𝑥𝑎𝑏 dan 𝑎, 𝑏 ∈ 𝐺.
Perhatikan:
𝑎𝑏𝑥 = 𝑎 𝑥𝑏 = 𝑥 𝑎𝑏 dan 𝑎, 𝑏 ∈ 𝐺 (berlaku sifat tertutup pada G), jadi 𝑎, 𝑏 ∈ 𝑍(𝐺) terbukti.
Ambil 𝑎 ∈ 𝑍(𝐺) menurut definisi 𝑎𝑥 = 𝑥𝑎 ,  x  G, karena G adalah grup maka 𝑎−1 ∈ 𝐺.
Perhatikan :
𝑎𝑥 = 𝑥𝑎
𝑎−1 (𝑎𝑥)𝑎−1 = 𝑎−1 (𝑥𝑎)𝑎−1
(𝑎−1 𝑎)𝑥 𝑎−1 = 𝑎−1 𝑥(𝑎−1 𝑎)
𝑒𝑥 𝑎−1 = 𝑎−1 𝑥𝑒
𝑥 𝑎−1 = 𝑎−1 𝑥
Terbukti 𝑎−1 ∈ 𝑍(𝐺)

11
Karena kedua sifat dari teorema A-1 dipenuhi maka terbukti bahwa 𝑍(𝐺) merupakan subgrup
dari G.

Defenisi A-3:

Centralizer dari a dalam grup G ditulis C(a) = g  G a g  g a

Teorema A-8 :
C (a) adalah sebuah grup ∀𝑎 ∈ 𝐺, centralizer dari a adalah subgrup dari G.
Bukti:
1. e ∈ 𝐶(𝑎) → maka C (a) tak kosong
2. ∀𝑓, 𝑔 ∈ 𝐶(𝑎)𝑏𝑒𝑟𝑙𝑎𝑘𝑢
(f.g)a = f(g.a) = f(a.g) = (f.a)g = (a.f)g = a(f.g)
A elemen tetap G dan oleh karena itu f.g ∈ 𝐶(𝑎)
3. ∀𝑔 ∈ 𝐶(𝑎)
ga = ag
g-1(ga)g-1 = g-1(ag)g-1
(g-1g)ag-1 = ag-1 (g-1g)
e. ag-1 = g-1a. e
ag-1 = g-1a
Maka g-1∈ C (a)
Terbukti C(a) adalah subgrup dari G.

12
B. SUBGRUP SIKLIK

Defenisi B-1

Misalkan G grup dengan operasi *, ∀ a, b ∈ G dan n, m∈ Z maka:

𝑎𝑚 = a a a ………. A ( ma faktor )

𝑎𝑚 * 𝑎𝑛 = 𝑎𝑚+𝑛

𝑎−𝑛 = (𝑎𝑛 )−1 = (𝑎−1 )𝑛

𝑎0 = e ( Unsur Identitas )

Teorema B-1

Misalkan < G,∗ > grup dan a ∈ G maka H = { 𝑎𝑛 │ n ∈ Z } merupakan subgrup terkecil dari
G yang memuat a.

Bukti :

Kita gunakan teorema A-3 tentang subgroup

1) H ≠  karena untuk n = 0 ∈ Z maka 𝑎0 = e ∈ H


2) H  G ( Dari definisi H sendiri )
3) Sifat tertutup
Ambil sembarang p,q ∈ H maka menurut syarat keanggotaan dari H maka ∃ m,n ∈ Z ∋ p
= 𝑎𝑚 dan q = 𝑎𝑛
Akan ditunjukkan p* q ∈ H
p*q = 𝑎𝑚 * 𝑎𝑛

= 𝑎𝑚+𝑛 , m + n ∈ Z

= 𝑎𝑚+𝑛 ∈ H

Jadi p*q ∈ H

4) Sifat Identitas ( e ∈ G maka e ∈ H )


Karena G grup maka e ∈ G ( Unsur Identitas )
e = 𝑎0 , ∈ Z maka e = 𝑎0 ∈ H

5) Sifat invers
Ambil sembarang p ∈ H maka ∃ m ∈ Z ∋ p = 𝑎𝑚 , karena m∈ Z maka –m ∈ Z sehingga
p−1 = a−𝑚 ∈ H
Dengan demikian ketiga syarat ( 3, 4, 5) tersebut dipenuhi maka terbukti H≤ G

13
Defenisi B-2
Grup H pada teorema B-1 di atas disebut subgrup siklik dengan generator a dan dinotasikan
<𝑎>

Defenisi B-3
Suatu grup G dikatakan grup siklik jika terdapat a ∈ G sehingga < 𝑎 > = G

Contoh 1:
𝑍4 = {0,1,2,3} ; * = Operasi penjumlahan modulo 4
Apakah < 𝑍4 ,∗ > merupakan grup siklik dan jiika ya tentukan generatornya.
Penyelesaian:
𝑍4 ≠  ( Dari definisi)
Karena anggota dari 𝑍4 berhingga maka hasil operasi dapat dilihat pada tabel Cayley 3.4
berikut ini:

Tabel 3.4 Menunjukkan Tabel Cayley dari Grup 𝑍4

𝑋4 0 1 2 3

0 0 1 2 3

1 1 2 3 0

2 2 3 0 1

3 3 0 1 2

Dengan melihat tabel diatas diperoleh:


1. Aksioma pertama (sifat tertutup) dipenuhi karena semua hasil operasi ada pada
himpunan 𝑍4
2. Aksioma kedua (sifat assosiatif) pada penjumlahan modulo 4 dipenuhi pada bilangan
bula, karenanya pada 𝑍4 juga dipenuhi.
3. Aksioma ketiga (unsur identitas) dipenuhi:
∃0 ∈ 𝑍4 sebagai unsur identitas karena ∀𝑎 ∈ 𝑍4 dipenuhi 𝑎 ∗ 0 = 0 ∗ 𝑎 = 𝑎.
4. Aksioma keempat (unsur invers) dipenuhi yaitu:
0 inversnya 0, 1 inversnya 3; 2 inversnya 2

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Z4 terhadap operasi penjumlahan


bilangan modulo 4 membentuk grup.

14
Kita selidiki unsur-unsur yang merupakan generator

Unsur 0

01 = 0 0-1 = (0-1)1 = (0)1 = 0

02 = 0 + 0 = 0 0-2 = (0-1)2 = (0)2 = 0 + 0 = 0

03 = 0 + 0 = 0 0-3 = (0-1)3 = (0)3 = 0 + 0 + 0 = 0

………………... ……………………

…………………. ……………………

…………………. ……………………

{0n | n є Z} = {0}

Dengan demikian 0 bukan generator

Unsur 1:

11 = 1 1-1 = (1-1)1 = (3)1 = 3

12 = 1 + 1 = 2 1-2 = (1-1)2 = (3)2 = 3 + 3 = 2

13 = 1 + 1 + 1 = 3 1-3 = (1-1)3 = (3)3 = 3 + 3 + 3 = 1

14 = 1 + 1 + 1 + 1 = 0 1-4 = (1-1)4 = (3)4 = 3 + 3 + 3 + 3 = 0

15 = 1 + 1 + 1 + 1 + 1 = 1 1-5 = (1-1)5 = (3)5 = 3 + 3 + 3 + 3 + 3 = 3

……………………. ………………………………………...

……………………. …………………………………………

……………………. …………………………………………

< 1 > = { 1n | n є Z } = Z4

Dengan demikian 1 merupakan generator

15
Unsur 2
21 = 2 2-1=(2-1)1=(2)1=2

22 = 2+2=4=0 2-2=(2-1)2=(2)2=2+2=0

23=2+2+2=6=2 2-3=(2-1)3 = (2)3=2+2+2=2

24=2+2+2+2=8=0 2-4=(2-1)4 = (2)4=2+2+2+2=0

25=2+2+2+2+2=10=2 2-5=(2-1)5 = (2)5=2+2+2+2=2

…………………………… ……………………………………

…………………………… …………………………………..

…………………………… …………………………………..
Dengan demikian 2 bukan generator.
{2n | n  Z}  {0,2}

Unsur 3
31= 3 3-1=(3-1)1=(1)1=1

32=3+3=2 3-2=(3-1)2=(1)2=1+1=2

33=3+3+3=1 3-3=(3-1)3=(1)3=1+1+1=3

34=3+3+3+3=0 3-42=(3-1)4=(1)4=1+1+1+1=0

………………… ………………………………

………………… ………………………………

………………… ………………………………
Dengan demikian 3 merupakan generator
 3   {3n | n  Z }  Z 4

Sehingga Z 4 merupakan grup siklik.

Contoh 2:

Z = Himpunan bilangan bulat

Dengan operasi penjumlahan biasa <Z, +> merupakan grup

Penyelesaian :

1. Aksioma pertama (sifat tertutup) dipenuhikarena semua hasil operasi ada pada himpunan
Z

16
2. Aksioma kedua (sifat asosiatif) pada penjumlahan biasa dipenuhi pada bilangan bulat
3. Aksioma ketiga (unsure identitas) dipenuhi ∃ 0 ∈ 𝑍 𝑠𝑒𝑏𝑎𝑔𝑎𝑖 𝑢𝑛𝑠𝑢𝑟 𝑖𝑑𝑒𝑛𝑡𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑘𝑎𝑟𝑒𝑛𝑎
∀ 𝑎 ∈ 𝑍 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑛𝑢ℎ𝑖 𝑎 ∗ 0 = 0 ∗ 𝑎 = 𝑎
4. aksioma keempat (unsur invers)di penuhi yaitu:
-2 inversnya 2
-1 inversnya 1
0 inversnya 0
1 inversnya -1
2 inversnya -2 dan setrusnya.
Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa Z terhadap operasi penjumlahan biasa
membentuk grup.

Unsur 1
10=e=0

11=1 1-1=(1-1)1=(-1)1=-1

12=1+1=2 1-2=(1-1)2=(-1)2=-1+ -1=-2

13=1+1+1=3 1-3=(1-1)3=(-1)3=-1+ -1+ -1=-3

14=1+1+1+1=4 1-4=(1-1)4=(-1)4=-1+ -1+ -1+ -1=-4

15=1+1+1+1+1=5 1-5=(1-1)5=(-1)5=-1+ -1+ -1+ -1+ -1=-5

………………………… ……………………………………………

………………………… …………………………………………….

<1>={1n|n∈Z

={….,-5,-4,-3,-2,-1,0,1,2,3,4,5,….}

=z

Unsur 1
-10=e=0

-11=-1 1-1=(1-1)1=(1)1=1

-12=-1+-1=-2 1-2=(1-1)2=(1)2=1+1=2

-13=-1+-1+-1=-3 1-3=(1-1)3=(1)3=1+1+1=3

-14=-1+-1+-1+-1=-4 1-4=(1-1)4=(1)4=1+1+1+1=4

-15=-1+-1+-1+-1+-1=-5 1-5=(1-1)5=(1)5=1+ 1+1+1+1=5

17
………………………… ……………………………………………

………………………… …………………………………………….

<-1>={-1n|n∈Z

={….,-5,-4,-3,-2,-1,0,1,2,3,4,5,….}

=z

Dengan demikian -1 merupakan generator

Sedemikian sehingga dapat disimpulkan bahwa Z merupakan grup siklik, dengan <1> dan <-
1>

Contoh 3:

U(8) = { 1, 3, 5, 7} dengan operasi perkalian modulo 8 bukan merupakan grup siklik, karena

<1> = {1}

<3> = {3,1}

<5> = {5,1}

<7> = {7,1}

Dapat dilihat tidak ada a є U8 sedemikian hingga U8 = <a> sehingga U8 bukan grup siklik.
Dari definisi order suatu unsur diperoleh order dari 3 atau ᴏ (3) = 2, ᴏ (5) = 2 dan ᴏ (7) = 2

Contoh 4:

U(10) = {1, 3, 7, 9 } dengan operasi perkalian modulo 10 merupakan grup, apakah U(10)
merupakan grup siklik, jika ya tentukan generator-generatornya.

Bukti:

Dengan menggunakan table cayley dapat ditunjukkan bahwa U(10) merupakan grup.

*(10) 1 3 7 9
1 1 3 7 9
3 3 9 1 7
7 7 1 9 3
9 9 7 3 1

1. Aksioma pertama (sifat tertutup) dipenuhi karena semua hasil operasi ada pada himpunan
U(10).
2. Aksioma kedua (sifat asosiatif) pada perkalian modulo 10 dopenuhi pada bilangan bulat,
karenanya pada U(10) juga dipenuhi

18
3. Aksioma ketiga (unsur identitas) dipenuhi karena U(10) sebagai unsur identitas karena
U(10) dipenuhi a*1=1*a=a
4. Aksioma keempat (unsure invers) dipenuhi yairu:
1 inversnya 1
3 inversnya 7
7 inversnya 3
9 inversnya 9

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa U(10) terthadapa operasi perkalian bilangan
modulo 10 membentuk grup.

Selanjutnya akan dibuktikan bahwa U(10) merupakan grup siklik dengan menunjukkan
bahwa U(10) memilki unsur sebagai generator.

10=1 30=1
11=1 31=3
12=1.1=1 32=3.3=9
13=1.1.1=1 33=3.3.3=7
14=1.1.1.1=1 34=3.3.3.3.=1

{1n|n ∈Z}={1} <3>={3n|n∈ Z}={1,3,7,9}


a=1 bukan generator a=3 merupakan generator

70=1 90=1
71=7 91=9
72=7.7=9 92=9.9=1
73=7.7.7=3 93=9.9.9=9
74=7.7.7.7=1 94=9.9.9.9=1

<7>={7n|n ∈Z}={1,3,7,9} <9>={9n|n∈Z}={1,3,7,9}


a=7 merupakan generator a=9 bukan generator

Karena, <3>={30,31,33,32}

<3>={1,3,7,9}

<7>={70,73,71,72}

={1,3,7,9}

Sehingga 3 dan 7 adalah generator untuk U(10).

Definisi B-4:

Algoritma pembagian: jika n,m є Z, m > 0 maka ᴟ ! q,r є Z э n = qm + r, 0 ≤ r < m

19
Contoh 1:

n = 38, m = 7 maka ᴟ q = 5 dan r = 3 sehingga 38 = 5 . 7 + 3

Contoh 2:

n = -36, m = 8 maka ᴟ q = -5 dan r = 4 sehingga -36 = -5 . 8 + 4

Teorema B-2: (Klasifikasi Subgrup dari Grup Siklik)

Setiap Subgrup dari Grup Siklik adalah Siklik.

Bukti:

Subgrup dari grup siklik merupakan siklik.

Misalkan G = < a > merupakan grup siklik, dan H ≤ G (baca H subgroup dari G).

Akan ditunjukkan bahwa H merupakan grup siklik.

G = < a >, karena H ≤ G maka elemen-elemen dalam H pasti berbentuk ap dengan p є Z

JIka ap є H maka a-p є H (Ingat H subgroup dari G)

Kasus I: Jika H = {e} maka H = < e > grup siklik

Kasus II: Jika H ≠ {e} maka H pasti memuat unsur-unsur yang berbentuk ap dengan p>0

Andaikan m = bilangan bulat positif terkecil э am є H ………. (A)

Ambil sembarang b є H maka b = an untuk suatu n є Z

dengan algoritma pembagian maka ᴟ ! q,r є Z э n = qm + r dengan 0 ≤ r < m sehingga b = an


= aqm +r

dengan 0 ≤ r < m atau

b = an = aqm ar є H

ar = an – qm

= an (am)-q є H (karena ………)

Jadi ar є H dengan 0 ≤ r < m

Andaikan r ≠ 0 maka 0 < r < 0 berarti ada bilangan bulat positif r < m sehingga ar є H atau m
bukan bilangan positif terkecil sehingga am є H ……… (B)

Timbul kontradiksi yaitu antara (A) dan (B)

Jadi pengandalan salah, yang benar r = 0

20
Jika r = 0 ini berarti n = qm sehingga b = an = aqm = (am)q є H, ∀ b є H atau H = < am>

Terbukti H subgroup siklik

Contoh 5:

Pada contoh 4 di atas U(10) = {1, 3, 7, 9 } dengan operasi perkalian modulo 10 merupakan
grup siklik dengan generator 3, dapat dipilih {1, 9 merupakan subgroup dari U(10) dan {1, 9}
merupakan subgrup siklik dengan generator 9.

Klasifikasi dari grup siklik

1. G grup siklik dengan banyaknya unsur tak terhingga maka pada G berlaku sifat: ak = ah
→k=h
2. G grup siklik dengan banyaknya unsur berhingga ( n unsur ) maka pada G berlaku sifat:
ak = ah → n membagi (k-h)

Bukti 1.

Pernyataan di atas dapat diartikan sebagai:

G = < a > dan | G | = tak hingga →(ak = ah → k = h)

Bukti:

𝑝 → 𝑞 ≅ 𝑝 ∩ 𝑞̅ ak = ah → k = h
Dalam logika kita memiliki equivalensi: ̅̅̅̅̅̅̅̅

Andaikan: ̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅
𝑎𝑘 = 𝑎ℎ → 𝑘 = ℎ, berarti (ak = ah) ∩ (k ≠ h)

Misalkan k>h maka ak-h = e, dengan k-h >0

Misalkan m = bilangan bulat positif terkecil sehingga am = e

Ambil sembarang b є G = < a > maka b = an, untuk suatu n є Z

menurut algoritma pembagian maka ᴟ ! q,r є Z э n = mq + r, dengan 0 ≤ r < m, sehingga


diperoleh

b = an = aqm + r = (am)qar = eqar = ar

jadi ∀ b є G ᴟ r є Z э b = ar dengan 0 ≤ r < m

sehingga unsur-unsur G dapat ditulis: {a0, a1, a2, …….., am-1 }

Timbul kontradiksi bahwa G memiliki unsur-unsur tak berhingga

Jadi pengandalan salah yang benar ak = ah → k = h

21
Bukti 2 :

ak=ah akibatnya ak-h=e. Dengan menggunakan algoritma pembagian, ∃ ! 𝑞, 𝑟𝑍 ∋ 𝑛 = 𝑞𝑚 + 𝑟


dan k-h=qm+r, dengan 0≤r<m

akan ditunjukkan r=0

e=ak-h=aqm+r=(am)q.ar=e.ar=ar

dan n order dari a maka ar=e

dengan mengingat n order dari a dan 0≤r<n maka r=0

terbukti bahwa order dari a adalah pembagi k-h

Contoh 6 :

Z6 = {0,1,2,3,4,5}, dengan operasi penjumlahan modulo 6

Apakah Z6 merupakan grup siklik?, jika ya tentukan generatornya. Dengan menggunakan


tabel Cayley dapat ditunjukkan bahwa Z6 merupakan grup siklik dengan generator 1 dan 5.

Bukti :

Tabel cayley pada himpunan Z6

+6 0 1 2 3 4 5
0 0 1 2 3 4 5
1 1 2 3 4 5 0
2 2 3 4 5 0 1
3 3 4 5 0 1 2
4 4 5 0 1 2 3
5 5 0 1 2 3 4

Dengan melihat tabel diatas, diperoleh :

1. Aksioma pertama (sifat tertutup) dipenuhi karena semua hasil operasi ada pada himpunan
Z6.
2. Aksioma kedua (sifat asosiatif) pada penjumlahan modulo 6 dIpenuhi pada bilangan
bulat, karenanya pada juga Z6 dipenuhi
3. Aksioma ketiga (unsur identitas) dipenuhi ∃0 ∈ Z 6 sebagai unsur identitas karena ∀ 𝑎 ∈
Z 6 dipenuhi a*0=0*a=a
4. Aksioma keempat (unsure invers) dipenuhi yairu:
0 inversnya 0
1 inversnya 5
2 inversnya 4
3 inversnya 3

22
Dengan dipenuhinya keempat sifat yang merupakan aksiopma grup maka terbuktilah bahwa
Z 6 merupakan grup.
1 merupakan generator dari grup Z 6
11=1

12=1+1=2

13=1+1+1=3

14=1+1+1+1=4

15=1+1+1+1+1=5

16=1+1+1+1+1+1=6

17=1+1+1+1+1+1+1=7
Sehingga diperoleh {(1)n|n ∈ Z}= Z6

5 merupakan generator dari grup Z6

51=5

52=5+5=10=4

53=5+5+5=15=3

54=5+5+5+5=20=2

55=5+5+5+5+5=25=1

Sehingga diperoleh {(5)n|n ∈ Z}= Z6

Z6 = {0,1,2,3,4,5} = {50,51,52,53,54,55} = <5>

Selanjutnya berdasarkan Klasifikasi dari grup siklik bagian 2 dapat dilihat bahwa |Z6| = |<5>|
=6

Maka 56 = 512 = 518 hal ini dikarenakan 6 | (12-6) juga 6 |(18-12)

Akibat Teorema B-2 :

Misalkan G grup, a ∈ G dengan |a| = n jika ak = e maka n membagi habis k

Bukti :

23
Diberikan ak=e=a0, kita tahu dari klasifikasi dari grup siklik bagian 2 bahwa n merupakan
pembagi k-0.

Contoh 7 :

Z6 = {0,1,2,3,4,5} pada contoh 5 merupakan grup siklik dengan generator 5 atau Z6 =


{0,1,2,3,4,5} = {50,51,52,53,54,55} = <5> dan |<5>| = 6

Dengan menggunakan akibat teorema B-2 diperoleh 512 = e = 0 maka 6 | 12

Teorema B-3

Misalkan G = <a> sebuah grup siklik berorder n, maka G = <ak> jika dan hanya jika g c d
(k,n) = 1

Bukti :

Akan dibuktikan:

(1) G = <a> sebuah grup siklik berorder n, jika g c d (k,n) = 1 maka G = <ak>
(2) G = <a> sebuah grup siklik berorder n, jika G = <ak> maka g c d (k,n) = 1

Bukti (1)

Gcd (k,n) = 1 dengan menggunakan konsep kombinasi linier dapat ditulis bahwa ada u,v ∈ Z
∋ 1 = ku + nv

Ambil sembarang a Є G maka a = a1 = aku+nv = aku anv = aku = (ak)u

Ini menunjukkan bahwa G = <ak>

Bukti (2) (Dibuktikan dengan kontraposisi)

Andaikan gcd (k,n) ≠ 1 atau gcd (k,n) = d >1 ini berarti k = td dan n = sd

Perhatikan (ak)s = (atd)s = (asd)t = (an)t = e dengan |ak| ≤ s <n

Ini menunjukkan bahwa ak bukan generator dari G atau G ≠<ak>

Contoh 8 :

Dari contoh sebelumnya U(10) = {1,3,7,9} dengan operasi perkalian modulo 10 merupakan
grup siklik dengan generator 3 atau U(10) = {30,31,33,32}

24
|<3>| = 4 maka menurut teorema di atas 33 merupakan generator karena gcd (3,4) = 1,
demikian juga 31 merupakan generator karena gcd (1,4) = 1 tetapi 32 bukan merupakan
generator karena gcd (2,4) ≠1

Akibat teorema B-3

Suatu bilangan bulat k ∈ Z merupakan generator dari Zn jika dan hanya jika gcd (k,n) = 1

Contoh 9 :

Z8 = {0,1,2,3,4,5,6,7} dengan operasi penjumlahan modulo 8, dapat ditunjukkan bahwa Z8


merupakan Grup Siklik. Menurut akibat teorema B-3 maka Z8 memiliki generator 1,3,5,dan
7.

Teorema B-4

Jika |<a>| = n maka order sembarang subgrup dari <a> merupakan faktor dari n dan untuk
setiap pembagi positif k dari n, grup <a> mempunyai tepat satu subgrup yang berorder k
dinamakan <an/k>.

Bukti:

Misalkan G=< a > dan H adalah subgrup dari G akan ditunjukkan H adalah grup siklik. Jika
H={e} ; sudah pasti H siklik, karena di bangun oleh e sendiri.
Misalkan H  {e}, jadi H pasti memuat unsur-unsur yang berbentuk a1 dengan t>0
Misalkan m adalah bilanganbulat positif paling kecil yang memenuhi am ∈ H
Akibatnya H=<am>
Ambil sembarang b ∈ H, maka b=ak untuk setiap k ∈ Z
Dengan algoritma pembagian ∃! q,r ∈ Z∋ k=mq+r dengan 0≤r<m
sehingga b= ak =amq+r dengan 0≤r<m atau b= ak =amq+r =amq.ar ∈ H,
ar =a-mq.ak,ak=b ∈ H dan a-mq=(am)-q ∈ H
tetapi m adalah bilangan bulat positif paling kecil, am∈ H dan 0≤r<m jadi r=0
Maka a-mq . ak=e.b=ak=(am)q ∈ <am>
Karena |<a >|=n
Diperoleh (an)m=(am)n=en=e
Berlaku k pembagi dari n
(an/k)k=an=am=e dan (an/k)t  e,t< k < an/k > mempunyai order k dapat kita tulis, n=mq+r,
0≤r<m
Diperoleh e=an=amq+r yang memenuhi ar=a-mq=(am)-q ∈H
𝑛
Karena r=0 dan n=mq sehingga k=|H|=|< am >|=𝑚
𝑛
Akibatnya m =𝑘 dan H=< am >=< an/k >

Contoh 10:

Misalkan |<a>| = 30

25
Pembagi positif dari 30 adalah 1,2,3,5,6,10,15,30 sehingga menurut teorema B-4 <a>
memiliki sub grup yaitu:

<a> = {e,a,a2,...,a29} berorder 30

<a2> = {e,a2,a4,...,a28} berorder 15

<a3> = {e,a3,a6,...,a27} berorder 10

<a5> = {e,a5,a10,a15,a10,a25} berorder 6

<a6> = {e,a6,a12,a18,a24} berorder 5

<a10> = {e,a10,a20} berorder 3

<a15> = {e,a15} berorder 2

<a30> = {e} berorder 1

Secara umum, jika <a> memiliki order n dan k pembagi n maka <an/k> adalah subgrup
tunggal yang berorder k.

Akibat teorema B-4 : (Subgrup dari Zn)

Untuk tiap-tiap pembagi positif k dari n, himpunan <n/k> adalah subgrup tunggal dari Zn
yang berorder k.

Contoh 11:

Tentukan Subgrup dari Z30

Berdasarkan akibat teorema B-4 diperoleh subgrup dari Z30 adalah

<1> = {0,1,2,...,29} Order 30

<2> = {0,2,4,...,28} Order 15

<3> = {0,3,6,...,27} Order 10

<5> = {0,5,10,15,20,25} Order 6

<6> = {0,6,12,18,24} Order 5

<10> = {0,10,20} Order 3

<15> = {0,15} Order 2

<30> = {0} Order 1

26
Hubungan dimana berbagai subgrup dari grup dapat digambarkan dengan sebuah subgrup
lattice. Jadi subgrup lattice adalah sebuah diagram yang memuat semua subgrup dari suatu
grup yang berhubungan langsung (misalnya H dikatakan berhubungan langsung dengan K
jika dan hanya jika H proper subset dari K). Untuk contoh kasus dari Z30 di atas dapat dilihat
diagram lattice seperti gambar berikut ini

<i>

<2> <3>

<3>

< 10 >

<6> < 15 >

<0>

Gambar 3-1 Diagram Subgroup Lattice

27
BAB III
KESIMPULAN

1. Suatu subset H tidak kosong dari 𝐺 disebut subgrup dari grup 𝐺 jika terhadap operasi di
𝐺, 𝐻 sendiri membentuk grup. Dari defenisi tersebut, pertama harus ditunjukkan bahwa
𝐻 tidak kosong, 𝐻 subset dari 𝐺, dan berikutnya setiap elemen dari 𝐻 terhadap operasi di
𝐺 memenuhi aksioma grup.
2. Subgrup dari suatu grup adalah suatu himpunan bagian yang merupakan grup terhadap
operasi yang sama.
3. Suatu grup G dikatakan grup siklik jika ∋ a ∈ G sehingga a menjadi generator atau <a> =
G.
4. G grup siklik dengan banyak unsur tak berhingga, maka pada G berlaku sifat :
ak = a1 k = 1.
5. G grup siklik dengan banyak unsur berhingga (n unsur), maka pada G berlaku sifat :
ak = ah n membagi (k-h).
6. G = <a> sebuah grup siklik berorder n, maka G = <ak> jika dan hanya jika gcd (k,n) = 1.
7. Suatu bilangan bulat k ∈ Z merupakan generator dari Zn jika dan hanya jika gcd (k,n) = 1

28
DAFTAR PUSTAKA

Diktat Unimed., 2003, Struktur Aljabar I , UNIMED : Medan.


Galian, J.A., 1998. Contemporary Abstract Algebra. Ed. 4. University of Minnesota, New
York. Boston.
Lubis, Aslan., 2009, Aljabar Abstrak I, IAIN : Medan.
Saragih, Sahat., 2014, Struktur Aljabar, Larispa : Medan.

29