Anda di halaman 1dari 10

ANALISIS DISCREPANCY L/C DAN CARA PENANGANANNYA UNTUK

MENINGKATKAN PEMAKAIAN LC PADA PERDAGANGAN


INTERNASIONAL
Oleh : Rivera Pantro Sukma
Dosen STEIN, Jakarta

Abstract

Letter of credit (L/C) is a confident international trade instrument since it has bank guarantee to
ensure the transactions, but it is stil risky (referred to some discrepancy cases, specially in Indonesia)
and high cost. Discrepancy of L/C may cause million dollars lost, but we could averse it by complying the
rules (UCP 600, SKBDN, etc). The purpose of this journal is to identify and analyse the cause of
discrepancies base on case studies, and how to eliminate the discrepancy in using L/C. At the end, any
party in international trading won’t be reluctant to use L/C (specially the exporters)

I. PENDAHULUAN importir meminta (L/C) sebagai bagian dari


1.1 Latar Belakang peraturan atas kontrol pertukaran.
Letter of credit adalah metode L/C didefinisikan sebagai pengambil
pembayaran perdagangan yang relatif aman alihan oleh issuing bank (bank penerbit) pada
baik bagi pihak pembeli (importir) maupun beneficiary (penjual/seller) untuk membuat
penjual (eksportir), karena di antara kedua pihak pembayaran dalam waktu spesifik, atas
tersebut ada pihak penjamin yaitu issuing bank penyajian dokumen yang patuh berdasar term
dan negotiating bank. Namun masih banyak credit. Karena itu resiko pada penjual
pihak yang enggan menggunakannya karena nonpayment oleh pembeli ditransfer pada
pertimbangan mahal (karena harus membayar issuing bank (dan mengkonfirmasi bank bila
biaya tambahan seperti agency cost) dan tetap L/C confirmed) selama ekportir menyajikan
beresiko, karena banyaknya kasus discrepancy. dokumen dengan patuh sesuai kredit. Sangat
Pada tahun 2000 United Kingdom mengalami penting untuk diingat bahwa semua pihak pada
kerugian £113 juta akibat dokumen-dokumen letter of credit berhubungan dengan dokumen,
yang tidak patuh pada aturan L/C. Itupun hanya bukan barang. Selain metode pembayaran
jumlah yang dapat dihitung dan belum termasuk dimuka, letter of credit adalah metode
faktor lain seperti kehilangan peluang dan pembayaran yang paling aman pada
masalah cash flow. Ini adalah jumlah yang besar perdagangan internasional. Letter of credit juga
sehingga profit yang diterima perusahaan sangat memberi keamanan bagi importir dengan
tipis. menjamin seluruh dokumen kontrak dimana
Letter of Credit yang biasa disingkat persyaratan dipenuhi dengan mengkondisikan
dengan (L/C) merupakan salah satu instrument L/C. Namun penggunaan L/C juga mempunyai
pembayaran yang sangat penting dalam banyak resiko, serta memerlukan tambahan
perdagangan international. Letter of Credit biaya yang cukup besar. Oleh karena itu di
sangat vital dalam memberikan keyakinan dalam jurnal ini penulis ingin membahas kasus-
kepada pembeli (buyer) maupun penjual (seller) kasus discrepancy L/C dalam transaksi
dalam melakukan perdagangan internasional internasional dan bagaimana penanggulangan
(export-import). dan pencegahannya.
Dokumen letter of credit telah digunakan
lebih dari 150 tahun untuk memfasilitasi 1.2 Permasalahan
perdagangan dengan melaksanakan Survey terakhir dari Simplification of
perdagangan atas penyajian dokumen terkait International Trade Procedure Broad
dengan transaksi seperti terspesifikasi dalam (SITPRO) atas penggunaan L/C (masalah para
kredit. Ini digunakan secara luas untuk eksportir dengan Commercial Letter of Credit)
perdagangan internasional. Pada dasarnya (L/C) tahun 1989-1991 menunjukkan bahwa
digunakan atas permintaan pihak komersial beneficiary menemukan 48% kredit terdapat
untuk mempengaruhi pembayaran; mereka juga kesalahan, yang akan membuat sulit atau tidak
dapat digunakan karena beberapa Negara mungkin mengamankan kredit. Penelitian ini

Jurnal Ilmiah Panorama Nusantara, edisi IX, Juli - Desember 2010 24


menindaklanjuti penelitian SITPRO jauh untuk membantu eksportir dalm operasi
sebelumnya, tahun 1983/1984 yang L/C.
menunjukkan bahwa hanya satu dari dua 1.4 Metodologi penelitian
dokumen dengan pembayaran aman pada Penelitian dilakukan dengan analisis
pertama kali. Penemuan ini mengarahkan deskriptif. Data yang digunakan pada penelitian
publik mengenai biaya dan bahaya atas ini adalah data sekunder. Analisis berdasarkan
kegagalan menyajikan dokumen yang patuh metode kualitatif, dengan menggunakan teori-
yang dilakukan SITPRO dan organisasi. Di teori yang ada mengenai L/C serta peraturan-
India, kasus discrepancy yang pernah terjadi peraturan yang berlaku mengenai L/C.
adalah kasus Jindal. Di Indonesia opini publik
atas L/C semakin buruk karena ada 2 kasus II Tinjauan Pustaka
besar (yaitu bank BNI dan Bank Century) yang 2.1 Pengertian L/C (Letter of Credit)
mempermasalahkan transaksi dalam jumlah Yaitu kontrak internasional antara bank
dana besar. penerbit (issuing bank) di suatu negara
1.3 Tujuan Penulisan (biasanya importir) dan penerima
Adapun tujuan penulisan L/C ini adalah (beneficiary/penjual) di negara lain (eksportir)
untuk mengetahui penyebab discrepancy L/C dalam hal mana bank penerbit mengikatkan diri
dan menganalisis bagaimana penanganannya untuk membayar nilai L/C kepada penerima
supaya tidak terulang lagi. Tujuan akhirnya dengan kondisi penerima memenuhi dokumen-
adalah untuk mengurangi penolakan eksportir dokumen yang diminta dalam L/C baik secara
atas penggunaan L/C dan melihat cara lebih fisik maupun substansi

Agency contract
CORRESPONDENT
ISSUING BANK
BANK/ NEGOTIATING
BANK

CONTRACT TO L/C
L/C Advise
ISSUE L/C

BUYER/IMPORTIR/ Sales contract


SELLER/ EKSPORTIR/
APPLICANT BENEFICIARY

Shipment

Jurnal Ilmiah Panorama Nusantara, edisi IX, Juli - Desember 2010 25


2.2 Macam-macam L/C b. Dependent Guarantee
1. Sight L/C: Alat bayar yang berupa surat Sedangkan bagi pihak penjamin dependen
kredit yan diterbitkan oleh bank (issuing (contohnya jaminan bank) cukup
bank) dari Pembeli di Luar Negeri ( mematuhi hukum nasional.
Importir ), bahwa pembayaran akan 2.4 L/C sebagai Independent Guarantee:
dilakukan sesuai dengan waktu yang telah L/C sebagai Independent Guarantee
ditentukan dalam Surat Kredit tersebut, dan berfungsi sebagai jaminan bank untuk
L/C tersebut dapat didiskontokan oleh pembayaran nilai kontrak dasar, Jaminan bank
penjual di dalam negri (eksportir) lewat untuk pelaksanaan kontrak dasar, yang tunduk
bank d dalam negri (Negotiating Bank) pada peraturan Uniform Custom and Practice
dengan cara melakukan collection for Documentary Credits. Versi terbaru dari
(penagihan pembayaran oleh negotiating peraturan ini adalah ICC Publication No.600.
bank kepada issuing bank) Para pengacara yang menasehati klien mengenai
2. Usance L/C: adalah berupa surat kredit yan L/C harus memiliki pemahaman yang baik atas
diterbitkan oleh Bank (Issuing bank) dari UCP 600. L/C merupakan instrument
pembeli di Luar Negri ( Importir), bahwa pembayaran yang diakui baik secara nasional
pembayaran akan dilakukan sesuai waktu maupun internasional, sehingga pihak-pihak
yang telah ditentukan dalam Surat Kredit yang melakukan transaksi perdagangan
tersebut. Dan L/C tersebut dapat internasional dengan media L/C dianggap lebih
didiskontokan oleh Penjual di dalam negri terpercaya dibanding memakai instrument lain.
(eksportir) lewat bank di dalam negri 2.5 Bank Penjamin sebagai Dependent
(negotiating bank) dengan mengikuti Guarantee
semua persyaratan yang tercantum dalam Garansi atau Jaminan bank sebagai
L/C tersebut. Dalam Usance L/C, dependent guarantee harus memiliki Jaminan
pendiskontoan dapat dilakukan apabila Bank untuk pembayaran nilai kontrak dasar,
semua proses pengiriman telah dilakukan Jaminan Bank untuk pelaksanaan kontrak dasar,
eksportir dan dokumen-dokumen inilah tunduk pada hukum nasional (KUH Perdata),
yang menyertai L/C tersebut untuk dan diberlakukan secara nasional
diserahkan ke Negotiating Bank, dalam 2.6 Bentuk-bentuk Penjaminan.
rangka pendiskontoan L/C tersebut, dengan Penjaminan dapat berbentuk maintenance
demikian segala resiko pembayaran telah bond (surat penjamin atas ketepatan waktu
diambil alih oleh negotiating bank di dalam pemenuhan perjanjian); Performance bond
negri. (diterbitkan oleh bank untuk memenuhi
3. Red Clause L/C: adalah alat bayar yang kepuasan pihak-pihak terkait); bid bond (yang
berupa surat kredit yang diterbitkan oleh diterbitkan sebagai bagian dari proses
Issuing Bank dari pembeli di luar negri penawaran,untuk menjamin bahwa pemenang
(importir), yang berisi Perintah pembayara dar penawaran akan mendapatkan kontrak
terlebih dahulu maksimal sebesar 80% dari sesuai dengan ketentuan penawaran), maupun
issung bank di luar negri kepada Advance Payment Bond (surat pembayara
negotiating bank di dalam negri, dimana dimuka).
eksportir belum melakukan aktivitas ekspor 2.7 L/C dan Hukum yang mendasarinya
sama sekali. (L/C ini merupakan Dalam menangani transaksi ekspor impor
pembayaran uang muka dari importir di Indonesia, maka bank harus tunduk kepada:
kepada eksportir). L/C ini sangat likuid 1. Peraturan internal Bank yang biasanya
berlaku di perbankan, karena semua resiko diwujudkan dalam bentuk Standard Operating
telah ditanggung oleh bank penerbit di luar Procedure. Peraturan internal bank biasanya
negri dan pasti dibayar sesuai waktu yang dibuat berdasarkan best practice yang berlaku
telah ditentukan. pada bank-bank seluruh dunia. Layaknya
2.3 Pengaturan jaminan bank peraturan perundangan di sebuah negara,
a. Independent Guarantee: peraturan internal bank berlaku mengikat
Pihak penjamin independen harus kepada seluruh pegawai bank dimaksud, dan
memenuhi syarat antara lain mematuhi akan ada sanksi kepada pegawai yang
ketentuan internasional yang dikeluarkan melakukan pelanggaran atas peraturan internal
oleh ICC (International Chamber of tersebut.
Commerce), mematuhi konvensi 2. Peraturan/perundangan yang berlaku di
internasional dan juga mematuhi Hukum Indonesia
nasional Dependent Guarantee: Hukum Di Indonesia, teknis pembayaran L/C
Nasional. diatur oleh Surat Keputusan Direksi Bank

Jurnal Ilmiah Panorama Nusantara, edisi IX, Juli - Desember 2010 26


Indonesia dan Surat Edaran Bank Indonesia dan South Documentary
Kitab Undang-Undang Hukum Dagang. Africa/Australia Collections/Open
Peraturan Bank Indonesia itu memberikan Account
aturan umum mengenai kewajiban pengelolaan
Africa/Russia Adv Payment/Letter
perbankan secara hati-hati atau lebih dikenal
of Credit
dengan prinsip-prinsip prudensial.
3. Uniform Customs and Practice for
Documentary Credit (UCP) List berikut menunjukkan volume L/C yang
Ketentuan internasional L/C dimuat digunakan oleh daerah geografis.
dalam UCP. UCP mengatur pelaksanaan L/C
secara internasional tetapi hanya bersifat Wilayah Penggunaan L/C
pengaturan umum. Ketentuan tehnis berdasar wilayah
pelaksanaan L/C tidak diatur oleh UCP, tetapi geografis
oleh International Standard for Banking European Union 9%
Practices dan dalam kerangka negara diatur
Rest of Europe 20%
oleh hukum nasional. UCP dan ISBP tidak
mencampuri materi aturan UCP dan ISBP. North America 11%
UCP, ISBP dan hukum nasional tidak Latin America 27%
mempunyai hubungan hirarkie karena UCP dan Middle East 52%
ISBP bukan merupakan bagian dari peraturan
Asia Pacific 43%
perundang-undangan suatu negara. Untuk
mendorong dan menggairahkan perdagangan Africa 49%
domestik atau antar pulau, Bank Indonesia telah Asia 46%
membuat aturan main serupa dengan UCP 600 Aust. & New 17%
yaitu Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri Zealand
atau sering disebut SKBDN. (Source: Ninth Survey of International Services
Provided to Eksportirs, commissioned by the Institute
2.8 Kondisi dan Persyaratan yang of Export.)
Tercantum di dalam Letter of Credit:
(-). Packing Instruction : dimensi, berat unit, Open account
jumlah/volume per pack, side/front pack Ini adalah metode pembayaran yang
marking,dll. tidak terlalu aman bagi eksportir, dimana
(-). Document Required : Lisensi ekspor, setelah waktu yang ditentukan setelah
Commercial invoice, Certificate of Inspection, pengiriman, baru pembeli ditagih. Metode ini
Fumigation Certificate, dll. umumnya dipakai bila sudah ada hubungan baik
(-). Shipping Instruction : Nominated antara pembeli-penjual. Secara geografis, open
Forwarder, Port of Departure, Notify Party, account umumnya digunakan di daerah Eropa
Port of Destination,Consignee Name, dll. dan Amerika Utara (walaupun syarat yang lebih
aman akan lebih di butuhkan untuk eropa
Peta berikut menunjukkan pola predominant timur). Bila eksportir cukup puas dengan
global trading untuk open account, keamanan open account (mungkin dengan
documentary collections, Letter of credit, dan didukung asuransi), maka mereka tidak
payment in advance. memerlukan L/C. terutama untuk pengiriman
bernilai kecil.
Documentary Collection
Metode ini lebih aman dibanding open
account namun kurang aman dibanding L/C.
Namun lebih murah dibanding L/C. Dokumen
yang diperlukan dikirim lewat sistem
perbankan.Pembeli ditawarkan dokumen oleh
bank sebagai pengganti pembayaran. Di sistem
ini tidak ada jaminan pembayaran dari bank dan
pembeli pun boleh menolak menerima
Europe/North Open Account dokumen, tetapi eksportir mempunyai kontrol
America atas barang dengan mengirimkan dokumen
lewat sistem perbankan. Peraturan ICC untuk
S. America/Middle Letters of Credit
collection, URC522, memberikan panduan pada
East/Asia

Jurnal Ilmiah Panorama Nusantara, edisi IX, Juli - Desember 2010 27


bank dan pihak2 terkait tentang pengumpulan - kewajiban Issuing Bank untuk
dokumen. membayar sejumlah tagihan wesel ekspor
Advance payment sepanjang semua syarat dan kondisi L/C
Pada metode barang tidak akan dikirim telah terpenuhi
sampai pembayaran lunas. Tipe transaksi ini - kewajiban beneficiary untuk
tidak termasuk risiko kredit, dan cara menyerahkan dokumen yang disyaratkan
pembayaran paling aman (lebih aman dari L/C) dalam L/C
bagi eksportir. Namun metode ini tidak disukai 4. Antara Issuing Bank dan Advising Bank
importir dan tidak kompetitif. Karena perlu dalam bentuk L/C :
diberikan diskon untuk mendorong importir - kewajiban Issuing Bank untuk
menerima metode ini. mengirimkan L/C melalui sarana tercepat
2.9 Discrepancy: yaitu kegagalan dari kepada advising bank
pelaksanaan L/C. kegagalan mematuhi - kewajiban Advising Bank untuk
technical provision dari letter of credit dan mengambil langkah-langkah yang benar
juga karena kegagalan mematuhi dalam meneruskan L/C kepada beneficiary
substantive provision dari kontrak pada kesempatan pertama, sesuai instruksi
penjualan. Berdasarkan penelitian diketahui Issuing Bank
dokumen discrepant dan alasan 5. Antara Issuing Bank dan Negotiating Bank
penolakannya. dalam bentuk L/C :
- kewajiban Issuing Bank untuk
III. PEMBAHASAN membayar senilai tagihan wesel kepada
3.1 KEWAJIBAN L/C negotiating bank sepanjang syarat dan
Kewajiban yang timbul di antara pihak yag kondisi L/C telah terpenuhi
terkait dalam transaksi L/C: - kewajiban Negotiating Bank untuk
1. Antara Pemohon dan Beneficiary dalam memeriksa dokumen ekspor sesuai
bentuk Kontrak : standard waktu yang ditetapkan UCP
- kewajiban pemohon untuk membayar 6. Antara Negotiating Bank dan Beneficiary
senilai barang yang dikirimkan oleh dalam bentuk Aplikasi Negosiasi :
penjual sesuai kesepakatan - kewajiban Negotiating Bank untuk
- kewajiban beneficiary untuk memeriksa dokumen ekspor sesuai standar
mengirimkan barang yang dipesan waktu yang lazim dan melakukan
sampai ketempat yang telah pembayaran, jika negotiating bank
disepakati. memutuskan untuk membeli dokumen
2. Antara Pemohon dan Issuing Bank dalam ekspor
bentuk Aplikasi L/C : - kewajiban beneficiary untuk
- kewajiban pemohon untuk membayar membayar kembali hasil negosiasi yang
dengan tepat waktu senilai dokumen telah dibayarkan, jika ternyata Issuing
yang sudah diterima dan diperiksa Bank wan prestasi.
oleh Issuing Bank
- kewajiban Issuing Bank untuk 3.2 Discrepancy
menerbitkan L/C sesuai instruksi Ada beberapa penyebab timbulnya
pemohon dan melakukan pemeriksaan discrepancy L/C, berikut adalah beberapa
dokumen impor yang diterimanya discrepancy yang paling umum terjadi:
3. Antara Issuing Bank dan Beneficiary dalam
bentuk L/C :
Discrepancy Alasan Tanggung Jawab
Inconsistent data Terdapat perbedaan informasi di dokumen Eksportir
yang berbeda.
Absence of documents Dokumen yang dibutuhkan di L/C Eksportir
hilang
Lain-lain Dokumen alasan lain yang tidak dijelaskan Eksportir dan pihak ketiga
spesifik (seperti Cargo, dll)
Late presentation Dokumen disajikan lebih dari 21 hari Eksportir
setelah pengiriman atau setelah tanggal
yang tertera di L/C

Jurnal Ilmiah Panorama Nusantara, edisi IX, Juli - Desember 2010 28


Discrepancy Alasan Tanggung Jawab
Carrier not The name of the carrier on the airway Provider transportasi
named and signing bill is missing or not signed on behalf of the
capacity carrier
Incorrect data Information on the set of documents is Exportir
not in conformity with the letter of credit
Letter of credit Documents presented after the letter of Eksportir
expired credit has expired
Incorrect goods The goods description on the Eksportir
description documents differs from that on the letter of
credit
Incorrect or The bills of lading, insurance Eksportir atau perusahaan
absence of certificate or bill of exchange not endorsed asuransi
endorsement by the eksportir or other party
Late Shipment Goods shipped after the last date given Eksportir/carrier
for shipment

Berikut adalah contoh discrepancy di India yang terkenal dengan “ Jindal Case”

ICICI Banking KBC Bank N.V.


Corp. (Issuing (Negotiating
Bank) INDIA Bank) USA

Tergugat L/C (Usance


Tergugat
&transferable) Tergugat 2
1 Transfera
ble L/C

JINDAL SURYA IMPEX


(Buyer) INDIA (Seller) USA

Tergugat 3 Invercomer S.A.


(Supplier) USA /
Central America

Jindal Stainless Limited (disingkat dengan bantuan Surya Impex. Inti dari kasus ini
'JINDAL') telah order supply 600 ton steel adalah Jindal menuntut karena melihat ada
scrap pada tergugat 3, SURYA IMPEX. itikad buruk dari Surya Implex, yang ternyata
Persyaratannya adalah 90% dibayar setelah Bill tidak bisa men-supply besi ke Jindal, dan
of lading dibuat (atau barang telah dikirim), kemudian mengalihkan ke Invercomer S A
dokumen dibuat irrevocable (tidak bisa tanpa sepengetahuan Jindal dari awal. Pada saat
diubah/digagalkan), transferable (dimana Bill of Lading diserahkan Beneficiary, Issuing
pembayaran dapat dilakukan ke beberapa bank melakukan pembayaran sebesar USD
beneficiary sekaligus), dan Usance Letter of 436,765.87. dan dibayarkan secara penuh.
Credit terutang setelah 180 hari setelah Namu dalam hal pihak beneficiary dinyatakan
menerima the Bill of Lading (dokumen wanprestasi, maka pihak beneficiary dituntut
mengenai barang yang dikirim yang diterima untuk mengembalikan dana sebesar US $
oleh beneficiary). Sisa pembayaran (10 %) 82,709.79. Pada kasus ini pihak buyer (Jindal)
dibayarkan 10 hari kerja setelah pengiriman merasa dirugikan baik oleh Issuing bank,
barang dan diterbitkan tanda kepuasan dari Negotiating Bank maupun Surya Impex. Issuing
Jindal. Jindal membuat L/C dari Issuing bank bank dianggap merugikan Jindal dalam hal

Jurnal Ilmiah Panorama Nusantara, edisi IX, Juli - Desember 2010 29


pembayaran terhadap Negotiating Bank yang Selain alasan di atas discrepancy juga
tidak sesuai dengan kontrak LC dan tidak hati- dapat timbul karena adanya itikad buruk dari
hati dalam memeriksa dokumen dari salah satu pihak untuk mendapatkan keuntungan,
Beneficiary. Pihak Negotiating Bank dianggap seperti kasus L/C fiktif pada BNI cabang
merugikan Jindal karena memeriksa dokumen Kebayoran tahun 2003 dan kasus Bank Century
ekspor sesuai dengan standar waktu yang tahun 2009 berikut adalah ringkasan kasus kedua
ditetapkan UCP, dan Surya Impex dianggap bank tsb:
telah merugikan Jindal karena telah menjadi Latar Belakang Kasus pembobolan
“makelar” dalam perdagangan ini, dan tidak Bank BNI menjadi isu yang mengejutkan
beritikad baik dari awal dengan menutupi masyarakat Indonesia di akhir tahun 2003,
kenyataan bahwa produk yang dipesan dimana Bank BNI mengalami kerugian sebesar
perusahaan Jindal bukan hasil produksi dari Rp 1,7 triliun yang diduga terjadi karena adanya
Surya Impex melainkan hasil dari Invercomer transaksi ekspor fiktif melalui surat Letter of
S.A. Credit . Kasus ini menjadi fenomenal karena
Untuk penanggulangannya, dalam hal selain merugikan keuangan Bank BNI tetapi
transaksi LC pihak importir harus memeriksa juga berimbas pada keuangan negara secara
dengan seksama jenis LC yangdipilih, terutama makro. Awal terbongkarnya kasus ini ketika
dengan sifat Transferable, yang dapat BNI melakukan audit internal pada bulan
dimanaatkan oleh pihak beneficiary untuk Agustus 2003. Dari audit itu diketahui bahwa
meningkatkan keuntungan. Hal-hal yang ada posisi euro yang gila-gilaan besarnya,
mungkin dapat merugikan importir dapat senilai 52 juta euro. Pergerakan posisi euro
ditekankan dan diutarakan dalam kontrak L/C dalam jumlah besar mencurigakan karena
sehingga perikatan dan sanksi nya jelas. peredaran euro di Indonesia terbatas dan kinerja
euro yang sedang baik pada saat itu. Dari audit
Kasus Bank BNI akhirnya diketahui ada pembukaan L/C yang
amat besar dan negara dirugikan lebih satu
triliun rupiah.

Issuing Bank:
Negotiating Bank:
Rosbank Switzerland,
LC Bank BNI
Dubai Bank Kenya Ltd,
The Wall Street Usance
Banking Corp, dan
Middle East Bank
Kenya Ltd. Eksportir (beneficiary):
11 Gramarindo Group &
2 Petindo Group

Buyer:
Kongo & Kenya

Pada bulan Juli 2002 s/d Agustus 2003 tertentu). . Beneficiary mengajukan
terjadi transaksi LC antara issuing Bank permohonan diskonto wesel ekspor berjangka
(disebutkan di atas) dengan 11 perusahaan (kredit ekspor) atas L/C-L/C tersebut di atas
dibawah Gramarindo Group dan 2 perusahaan kepada BNI dan disetujui oleh pihak BNI.
di bawah Petindo Group yang bernilai Gramarindo Group menerima Rp 1,6 trilyun dan
USD.166,79 juta & EUR 56,77 juta atau sekitar Petindo Group menerima Rp 105 milyar.
Rp. 1,7 trilyun dengan produk ekspor pasir Setelah beberapa tagihan tersebut jatuh tempo,
Kuarsa dan Minyak residu. Tujuan ekspor Issuing Bank tidak bisa membayar kepada BNI
adalah Congo & Kenya. Jenis LC adalah dan buyer pun tidak bisa mengembalikan hasil
Usance (artinya, wesel ekspor yang harus dibuat ekspor yang sudah dicairkan sebelumnya.
eksportir adalah wesel ekspor berjangka yang Setelah diusut pihak kepolisian, ternyata
harus dibayar importir dalam jangka waktu kegiatan ekspor tersebut tidak pernah terjadi.

Jurnal Ilmiah Panorama Nusantara, edisi IX, Juli - Desember 2010 30


Selanjutnya, Gramarindo Group telah melanggar pasal 9.a.iii, UCP 600 yang antara
mengembalikan sebesar Rp 542 milyar, sisanya lain berbunyi : Suatu irrevocable L/C
(Rp 1.2 trilyun) merupakan potensi kerugian merupakan jaminan yang pasti dari Issuing
BNI. Dan tentunya juga terkait dengan kerugian Bank asalkan dokumen-dokumen yang diminta
negara. diserahkan kepada Bank yang ditunjuk
Pada kasus L/C ini, yang dirugikan Negotiating Bank dan sesuai dengan syarat dan
adalah pihak Negotiating Bank. Pencegahan kondisi pada L/C.
yang seharusnya dilakukan oleh BNI adalah Ketiga, dalam hal penerimaan
sebagai berikut: Pertama, Seharusnya Bank pendiskontoan wesel ekspor berjangka dengan
BNI membuat work sheet. Work sheet tersebut mendiskonto wesel yang diajukan oleh
merupakan lembaran catatan bank yang akan eksportir, seharusnya tidak dilakukan, karena
selalu diisi dan menjadi pedoman petugas- pihak eksportir (Gramarindo & Petindo Group)
petugas bank dalam menangani L/C tersebut, bukan tergolong berprestasi. Dalam hal Prudent
yaitu mulai dari saat L/C itu diterima sampai Banking (prinsip kehati-hatian) seharusnyan
saat L/C itu dinegosiasikan dan dibayar. Work BNI melihat prestasi beneficiary, dan
sheet berisi informasi tentang siapa issuing menganalisis apakah transaksi memang sesuai
bank, nomor dan tanggal L/C, siapa dengan usaha yang selama ini digeluti, bila
eksportirnya, untuk komoditas apa (barang yang tidak, maka harus diwaaspadai. Keharusan
diekspor), berapa jumlah satuan atau beratnya, untuk bank berhati-hati itu ditentukan dalam
berapa nilainya dan dalam mata uang apa, batas Pasal 2 Undang-Undang No 7 Tahun 1992
waktu L/C (expiry date), batas waktu tanggal tentang Perbankan sebagaimana telah diubah
bill of lading (dokumen pengangkutan kapal), dan ditambah dengan Undang-Undang No 10
maupun jenis L/C yang dipakai Tahun 1998. Bank BNI Kebayoran Baru
(usance/sight/red clause). Dalam work sheet, seharusnya tidak mengambil alih wesel ekspor
bank penerima L/C harus mencatat keganjilan- berjangka dengan mendiskonto wesel yang
keganjilan (unusualities) dilihat dari ketentuan diajukan oleh eksportir. Yang dimaksudkan
intern bank penerima (dalam hal ini Bank BNI), dengan mengambil alih wesel ekspor berjangka
kebiasaan-kebiasaan yang berlaku bagi transaksi tersebut adalah membayar harga wesel sekarang
bisnis yang terkait dengan transaksi L/C dengan harga yang lebih murah daripada
tersebut, dari ketentuan Bank Indonesia, dari nilainya karena bank baru bisa memperoleh
UCP 600 (ketentuan internasional yang pembayaran untuk nilai penuh wesel itu pada
mengatur tentang L/C), dari peraturan jatuh waktunya yang masih beberapa bulan lagi
perundang-undangan Indonesia. work sheet (pada umumnya 90 hari setelah wesel diterima
merupakan salah satu sarana pengamanan bagi oleh bank pembuka L/C). Namun efeknya,
para petugas dan pejabat bank yang terkait dan resiko pembayaran telah diambil alih oleh
bertanggung jawab dengan L/C tersebut. Namun Negotiating Bank (di kasus ini BNI). Karena
menurut Menurut informasi, Bank BNI sudah menjadi praktek umum di dunia
Kebayoran Baru ternyata tidak membuat work perbankan, apabila terdapat tagihan wesel yang
sheet tidak dibayar oleh Issuing Bank, maka
Kedua, BNI (negotiating bank) harus Negotiating Bank harus mengusahakan agar
lebih mempelajari pihak bank koresponden, di outstanding tagihan tersebut segera dibayar.
kasus ini Issuing bank adalah bukan Inilah yang menyebabkan bobolnya bank BNI
koresponden BNI dan tidak mempunyai hanya sebesar 1,2 triliun.
bertindak sebagai advising bank saja. Artinya, Keempat, Pada saat memberikan
bank penerima tersebut hanya bertindak sebagai fasilitas negosiasi, bank biasanya mensyaratkan
bank yang meneruskan L/C kepada beneficiary kepada beneficiary untuk menyerahkan
saja tanpa memberikan kesanggupan untuk semacam surat jaminan yang dimana jika
bertindak sebagai bank pembayar. , maka dapat ternyata wesel ekspornya tidak dibayar oleh
disimpulkan telah terjadi penyimpangan bank di luar negeri, negotiating bank dapat
terhadap Kebiasaan dan Best Practice di dunia menarik kembali dari beneficiary atau sering
perbankan yaitu tidak dilakukan assessment disebut dengan hak regres.
resiko terhadap Issuing Bank (Commercial Hak regres adalah hak yang dimiliki oleh
Line) dan tidak dimintakan konfirmasi dari First Negotiating Bank berupa surat jaminan yang
Class International Bank, padahal untuk yang dimana jika ternyata wesel ekspornya tidak
L/C berasal dari high risk country dan nilainya dibayar oleh bank di luar negeri, negotiating
sangat besar lazimnya di-konfirm. Dalam hal bank dapat menarik kembali dari beneficiary.
pihak issuing bank tidak dapat membayarkan Hak ini hanya berlaku atas L/C yang tidak di-
kewajibannya kepada negotiating bank, telah konfirm, untuk L/C yang di-konfirm

Jurnal Ilmiah Panorama Nusantara, edisi IX, Juli - Desember 2010 31


Negotiating Bank tidak mempunyai hak regres pelanggaran prosedur dalam menangani
(pasal 9.iv UCP 600).Jadi dalam praktek, transaksi L/C tersebut di atas sejak dari tahap
sebelum melakukan negosiasi bank akan awal penerusan L/C sampai dengan L/C itu
meminta terlebih dahulu surat jaminan yang kemudian direalisir dan terjadi negosiasi.
nantinya akan digunakan oleh Negotiating Bank Pelanggaran tersebut kemudian
untuk meng-eksekusi hak regresnya. Bank juga berlanjut hingga saat fasilitas negosiasi menjadi
harus meyakini bahwa pada saat hak regres itu bermasalah karena tidak dibayar oleh Issuing
akan dieksekusi, maka rekening nasabah masih Bank, dimana kemungkinan Bank BNI kurang
tersedia cukup dana. cepat dalam melakukan tindakan-tindakan
Kelima, Internal control tidak berjalan pengamanan atas fasilitas yang telah diberikan
dengan baik. Pada kasus ini L/C ditangani oleh kepada nasabahnya.
satu pejabat yakni Kepala Cabang atau pejabat
lain yang ditunjuk Kepala Cabang, tanpa adanya Kasus Bank Century
review dari sisi Risk Manajemen. Sebaiknya Berbeda lagi dengan kasus L/C di
dilakukan pemisahan fungsi manajemen risiko Bank Century. Disini disinyalir L/C adalah
dan fungsi marketing sehingga penyimpangan fiktif dengan tujuan pencucian uang oleh
internal dapat terdeteksi dini. pemilik (Robert Tantular), yang dilakukan
Dari penjelasan-penjelasan tersebut di dengan 10 perusahaan (yang salah satunya
atas, dapat disimpulkan telah terjadi adalah PT SPI milik Misbakhun).

Issuing Bank: Negotiating Bank


Bank Centuriy (Bank di Singapura)
L/C

Buyer:
PT SPI Grain and Industrial
Products Trading, Singapore

Kasus L/C di bank Century yang teridentifikasi oleh manajemen Bank Century LC pada 19
fiktif ada 10 perusahaan, yaitu:1.PT Polymer November 2007. Namun, pencairan L / C penuh
Spectrum: US 17.999 juta, 2. PT Trio Rhythm: penyimpangan. Syarat L/C yang diajukan SPI
US $ 10.999 juta, 3. Selalang PT Prima tidak umum dan sangat beresiko. Sumber AFP
International: US $ 22.5 juta;4. PT Sinar Central menjelaskan bahwa tidak ada dokumen asli
Clothing: US $ 26.5 juta;5. PT Petrobras yang diarsipkan PT SPI & CSA, barang dikirim
Indonesia: US $ 4.3 juta; 6. PT Citra Abadi pun tidak sesuai dengan permintaan , pelabuhan
Always (CSA): US $ 19.9 juta. 7. PT Dwi Putra tujuan tidak disebutkan pada dokumen (hanya
Mandiri: US $ 9,999 juta. 8. PT Damar Crystals disebutkan pelabuhan di negara Indonesia),
Mas: US $ 21.4999 juta. 9. PT Sakti beguiled Keanehan lain adalah bentuk fasilitas L / C PT
Kingdom: US $ 23.999 juta PT Sakti terpedaya SPI telah dicairkan sebelum analisis yang
Raya: US $ 23.999.000 10. Quantum PT dilakukanFasilitas dilaporkan L / C telah
Energy: US $ 19.999 juta Quantum dicairkan tanpa didahului oleh analisis dan
Dari 10 kasus L/C bank Century yang tanpa setiap survei. Bahkan informasi terakhir
disinyalir fiktif, yang di blow up hanyalah kasus justru menyebutkan bahwa barang berupa
L/C Selalang PT Prima International (SPI) milik kondensat diragukan keberadaannya.
Misbakhun: Kejanggalan L/C sangat banyak Pada kasus Bank Century terlihat jelas
ditemukan, seperti deposit importir, dari nilai bahwa hampir semua proses L/C dilakukan
transaksi US $ 22.5 juta; deposit yang menjadi menyimpang dari semua aturan yang berlaku
jaminan di bank Century hanya US $ 4,5 juta. (Baik UCP 600, etika bisnis,hukum nasional).
(dan nama pemilik di deposit di PT CSA dan PT Disinyalir proses pembuatan L/C dilakukan
SPI adalah orang yang sama). Seharusnya sebagai kasus pencucian uang bailout Century
langkah-langkah pengamanan dilakukan dalam Rp 6,7 triliun (Bank Century sempat menerima
hubungannya dengan persetujuan penarikan L / suntikan dana dari BI untuk menjaga/memenuhi
C . PT SPI mengimpor Bintulu Kondensat dari standar minimum Capital Adequacy Ratio/CAR
Grain and Industrial Products Trading, perbankan).
Singapura. Pengajuan L/C Misbakhun disetujui

Jurnal Ilmiah Panorama Nusantara, edisi IX, Juli - Desember 2010 32


Jadi seharusnya untuk kasus L/C bank Daftar Pustaka
Century deteksi dini sudah dapat dilakukan,
karena semua proses pendokumentasian dan BryanSurety.http://www.bryantsuretybonds.co
transaksi tidak sesuai dengan peraturan yang m/Surety_Bonds/Contract_Bonds/Bid_
ada. Masalahnya adalah, siapakah yang akan Bond.html. Retrieved 2009-02-23.
mengawasi penyelewengan ini, bila semua Ginting,Ramlan, 2005. Kumpulan Materi
memang adalah rekayasa Bank Century (dari Perkuliahan Lingkungan Bisnis dan
mulai issuing bank, buyer, beneficiary, hingga Aspek Hukum, Jakarta: Magister
negotiating bank)? Bank Indonesia sebagai Akuntansi UI
pengawas perbankan nasional harusnya lebih Hadisoeprapto, Hartono. 1991. Kredit
berperan aktif dalam mengawasi kegiatan Berdokumen (L/C)- Cara Pembayaran
perabankan, terutama pada bank yang telah dalam Jual-Beli Perniagaan. Liberty.
menerima fasilitas suntikan dana (Bail out). Putra, Lie Dharma,2007.Instrumen
Pembayaran: Letter of Credir (L/C).
IV. Kesimpulan & Saran http://putra-finance-accounting-
4.1. Kesimpulan taxation.blogspot.com
1. Banyaknya discrepancy yang terjadi S.,Amir M. 1996. Seluk Beluk dan Teknik
umumnya karena kelalaian pihak-pihak yang Perdagangan Luar Negri. PPM.
terkait dalam menganalisis dan S.,Amir M. 1999. Kontrak Dagang
mengevaluasi, baik resiko, term & condition Ekspor.PPM.
dokumen, maupun pengiriman barang yang S. Emmy Pangaribuan.1989. Pembukaan Kredit
berdasar pada hukum yang berlaku. Selain Berdokumen,Seksi Hukum Dagang FH
itu kurang diterapkan langkah-langkah L/C UGM.
berdasarkan best practice. Sesia, Dita Okta, 2010. Analisis hukum
2. Karena beberapa alasan Bank penjamin penyalahgunaan letter of credit untuk
tidak memperhatikan jumlah jaminan bank melakukan pencucian uang (money
(beneficiary atau buyer), terutama untuk laundering), Jakarta: FH UI.
negotiating bank (contoh bank BNI) yang Sjahdeni, Sutan Remy. Memahami Kasus L/C
tidak bisa memakai hak regres karena Bank BNI dari Aspek Teknis
jaminan nasabah tidak mencupi. Perbankan
3. Kurangnya internal control. Sehingga http://www.repository.binus.ac.id/cont
penyimpangan di dalam perusahaan tidak ent/J0044/J004433934.doc
dapat terdeteksi dini terutama di pihak bank Wibowo,Dradjad. 2008. Konspirasi
penjamin. Pembobolan Bank,
http://klipingmediakasus-lc-
4.2. Saran bni.blogspot.com
Penggunaan L/C pada perdagangan
internasional adalah hal yang baik dan dapat
meningkatkan kepercayaan internasional,
namun ada beberapa hal yang sebaiknya
dilakukan perusahaan untuk menjamin
keamanan L/C, diantaranya membuat
worksheet, patuh pada UCP 600 dan hukum
yang berlaku, manajemen resiko, internal
control, pengaturan jaminan bank, dan
memahami term and conditions L/C

Jurnal Ilmiah Panorama Nusantara, edisi IX, Juli - Desember 2010 33