Anda di halaman 1dari 7

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Tn.

WAGIMAN
DENGAN HIPERTENSI

I. PENGKAJIAN (TANGGAL 10 JULI 2017)


A. Data Umum
Nama KK : Tn. Wagiman
Usia : 60 Thn
Alamat : Kaliboto kulon RW 01/ RW 04
Pekerjaan KK : Buruh
Pendidikan KK : SD
Komposisi Keluarga
No. Nama JK Hub Umur Pendidikan Pekerjaan Status
dgn. Kes.
KK
1. Ny.Subur P Istri 59 SD Ibu RT Sehat
Thn

2. Puji L Anak 27 SMA Buruh Sehat


Kurniawan

1. Jenis Keluarga : Keluarga inti


2. Kewarganegaraan
Tn. Wagiman dan keluarganya memiliki kewarganegaraan Indonesia, Tn.
Wagiman dan Ny. Subur berasal dari suku jawa. Tidak ada budaya yang
mempengaruhi kesehatan keluarga.
3. Agama
Tn. Wagiman sekeluarga menganut agama Islam. Tidak ada nilai / kepercayaan
yang mempengaruhi kesehatan keluarga.
4. Status Sosial Ekonomi Keluarga
Penghasilan keluarga ± Rp. 1.300.000,- perbulan yang diperoleh dari hasil kerja
Ny. Subur sebagai pedagang. Penghasilan yang ada cukup untuk memenuhi
kebutuhan sehari – hari .
5. Aktivitas Rekreasi
Kegiatan yang dilakukan Tn. Wagiman biasanya buruh. Pada sore dan malam hari
biasanya menonton TV bersana Ny. Subur .

B. Riwayat Tahap Perkembangan Keluarga


1. Tahap perkembangan keluarga saat ini : Keluarga dengan anak dewasa
2. Tahap perkembangan yang belum tercapai
Tidak ada tahap perkembangan keluarga yang belum tercapai
3. Riwayat kesehatan lalu :
Riwayat stroke 2 tahun yang lalu. Pada saat pengkajian tekanan darah 200/100
mmHg keluhan pusing tidak ada, namun tangan dan kaki terasa kesemutan. Tn. W
jarang memeriksakan diri ke puskesmas apabila dirasa tidak ada keluhan, klien
akan ke puskesmas apabila penyakitnya tidak mempan dengan obat. Ny.S
mengatakan sehat dan tidak mengeluhkan apapun.
4. Riwayat kesehatan keluarga
Tn. W mengatakan ibunya juga menderita tekanan darah tinggi.

C. Keadaan Lingkungan
1. Karakteristik Rumah
Rumah Tn. W berukuran 6 x 20 m2 yang terbagi 2 bagian. Bagian kanan terdiri
dari 1 ruang tamu, 3 kamar tidur, 1 ruang dapur, 1 kamar mandi dan yang menyatu
dengan rumah. Rumah permanen, lantai plester, ada ventilasi dan jendela. Sumber
air minum keluarga adalah air mineral, untuk mandi dan mencuci menggunakan
air sumur. Rumah mempunyai WC yang menggunakan septic tank. Keluarga biasa
memasak dengan kompor gas yang berada di dapur. Keluarga Tn. W tidak
mempunyai pekarangan
2. Karakteristik Tetangga
Tetangga sebelah kanan dan kiri saling memperhatikan keadaan kesehatan
tetangganya. Hubungan dengan tetangga juga baik, terkadang pada sore hari Tn
Wagiman dan tetangga sering berkumpul di depan rumah Tn W
3. Mobilitas Keluarga
Tn. W bersama keluarga sudah 40 tahun menempati rumahnya yang sekarang.
Letak rumah Tn. W masuk kedalam gang RT.01 desa Kaliboto, alat transportasi
klien adalah sepeda motor, jarak antara rumah dengan puskesmas adalah sekitar
500 meter.
4. Pola Keluarga dan Interaksi Masyarakat
Tn. W dan tetangga aktif dalam kegiatan yasinan yang diadakan warga perumahan
setiap malam jumat
5. Sistem Pendukung Keluarga
Jumlah anggota keluarga yang sehat ada1 yaitu Ny.S . Ketika salah satu anggota
keluarga dirasa sakit, maka saling membatu untuk merawat keluarga yang sakit.
Jika sakit yang dialami anggota keluarga dirasa sudah parah maka biasanya
keluarga Tn. W memilih memeriksakan diri ke Puskesmas yang jaraknya ± 500m
dari rumah.

D. Struktur Keluarga
1. Pola komunikasi keluarga
Keluarga mengatakan komunikasi dilakukan secara musyawarah. Mereka biasa
bermusyawarah setelah selesai salat magrib Pengambil keputusan utama ialah
Ny.S
2. Struktur peran
Sejak suami Ny S sakit, Ny S lah yang menggantikan sebagai kepala keluarga
yang harus bertanggung jawab terhadap kehidupan keluarganya.
3. Nilai atau norma
Nilai dan norma yang berlaku dikeluarga menyesuaikan dengan nilai agama yang
dianut dan norma yang berlaku dimasyarakat. Tidak ada nilai atau norma yang
mempengaruhi kesehatan.
4. Struktur kekuatan keluarga
Ny. S merupakan kepala rumah tangga yang mampu mempengaruhi dan
mengubah perilaku buruk anggota keluarga.

E. Fungsi Keluarga
1. Fungsi afeksi
Ny. S hanya tinggal bertiga dengan anaknya. Interaksi dalam keluarga terjalin
baik. Antar angoota keluarga saling memperhatikan, menghormati dan
menyayangi.
2. Fungsi social
Ny. S mengajarkan kepada keluarga bagaimana berprilaku sesuai dengan ajaran
agama yang dianut dalam kehidupan dirumah dan dilingkungan tempat tinggalnya.
Keluarga mementingkan bagaimana seharusnya menjaga satu sama lain.
3. Fungsi perawatan kesehatan
a. Mengetahui kemampuan keluarga mengenal masalah kesehatan
Keluarga mengatakan bahwa sakit yang dialami Tn W adalah tekanan darah
tinggi. Keluarga tahu makanan yang berpantangan dengan tekanan darah
tinggi. TnW jarang memeriksakan tekanan darahnya ke puskesmas.
b. Mengetahui kemampuan keluarga mengambil keputusan
Jika ada keluarga yang sakit maka biasanya keluarga membelikan obat di
warung atau memberikan obat herbal.
c. Mengetahui kemampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit
Keluarga jarang memperingatkan Tn. W untuk sering periksa kepuskesmas
karena selalu mengatakan tidak merasakan apa - apa.
d. Mengetahui kemampuan keluarga memelihara atau memodifikasi lingkungan
Keluarga mengetahui tentang upaya pencegahan penyakit yaitu dengan
menjaga lingkungan tetap bersih dan menghindari penyebab terjadinya
penyakit.
e. Mengetahui kemampuan keluarga menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan
Sebelum Tn. W sakit, apabila ada anggota keluarga yang sakit minum obat
warung, apabila tidak sembuh berobat ke bidan.
4. Fungsi reproduksi
Karena sudah menopose, ny. S tidak KB
5. Fungsi ekonomi
Menurut pengakuan keluarga, penghasilannya cukup memenuhi kebutuhan sehari
– hari.

F. Stressor yang dimiliki


1. Stresor yang dimiliki
Setelah suaminya sakit, Ny.S menghidupi kebutuhan sehari – hari.
2. Kemampuan keluarga berespon terhadap stressor
Keluarga saling membantu dan mengingatkan. Ketika anaknya sering
mengantarkan Tn. W ke puskesmas.
3. Strategi koping yang digunakan
Keluarga melibatkan semua anggota keluarga dalam mengambil keputusan dan
saling bekerja sama.
4. Strategi adaptasi yang disfungsi : -

G. Pemeriksaan Fisik
Px. Fisik P.Wagiman Ny. Subur
TD 200/100 mmHg 130/80 mmHg
Nadi 88 x/mnt 94 x/mnt
Suhu 36.8 ºC 36.5 ºC
RR 21 x/menit 18 x/menit
Kepala Simetris, tidak ada nyeriSimetris, tidak ada nyeri
tekan,rambut bersih, warna hitam tekan,rambut bersih, warna
hitam
Mata Simetris, konjungtiva tidakSimetris, konjungtiva tidak
anemis, sklera tidak ikterik, klienanemis, sklera tidak ikterik
memakai alat bantu kacamata
Hidung Bersih, fungsi penciuman baik,Bersih, fungsi penciuman baik,
tidak ada sekret, tidak adatidak ada sekret, tidak ada
pernafasan cuping hidung pernafasan cuping hidung
Telinga Bersih, simetris, tidak adaBersih, simetris, tidak ada
serumen, fungsi pendengaranserumen, fungsi pendengaran
baik (menoleh saat dipanggilbaik (menoleh saat dipanggil
nama) nama)
Mulut Bersih, simetris, mukosa bibirBersih, simetris, mukosa bibir
lembab, fungsi pengecapan danlembab, fungsi pengecapan dan
mengunyah baik mengunyah baik
Leher Tidak ada pembesaran kelenjarTidak ada pembesaran kelenjar
tiroid, tidak ada distensi venatiroid, tidak ada distensi vena
jugularis jugularis
Dada Bentuk simetris, PergerakanBentuk simetris, Pergerakan
Paru-paru dinding dada simetris, tidak adadinding dada simetris, tidak ada
penggunaan otot bantupenggunaan otot bantu
pernafasan, bunyi nafas vesikuler.pernafasan, bunyi nafas
vesikuler.
Jantung Ictus cordis tidak tampak, bunyiIctus cordis tidak tampak,
jantung I,II tunggal bunyi jantung I,II tunggal
Abdomen simetris, tidak ada nyeri tekan simetris, tidak ada nyeri tekan
Ekstrimitas Tidak ada varises, tidak adaTidak ada varises, tidak ada
udema. Skala kekuatan otot :5 udema. Skala kekuatan otot :5
Kulit Warna kulit sawo matang, tidakWarna kulit sawo matang, tidak
ada lesi, turgor kulit kembaliada lesi, turgor kulit kembali
dalam < 2 detik. dalam < 2 detik.
Genitalia Bersih, jenis kelamin perempuan Bersih, jenis kelamin
perempuan

H. Harapan Keluarga :
Tn. W berharap klien bisa sembuh dan dapat bekerja kembali sehingga dapat
memenuhi kebutuhan keluarga lagi.

II. DIAGNOSIS KEPERAWATAN KELUARGA


A. Analisa Data
Data Masalah (P) Penyebab (E)
DS: Resiko terjadinya Ketidak mampuan
- TnW mengatakan pernah komplikasi hipertensi keluarga merawat
periksa ke puskesmas TD anggotanya yang sakit
200/100 mmHg dan tidak bisa karena kurangnya
bangun selama 2 hari. pengetahuan keluarga
- TnW mengatakan jarang
memeriksakan kesehatannya
dan periksa ke puskesmas apa
bila penyakitnya sudah berat.
- TnW mengatakan punya
riwayat hipertensi.
- Untuk mengontrol tekanan
darahnya klien sering makan
jus pepaya muda dan
mengurangi makanan yang
asin.
- Tn mengeluhkan sekarang
kakinya sedang kesemutan.

DO :
 T = 200/100 mmHg
 Rr = 22 x/menit
 N = 88 x/menit
 S = 36,8⁰C
DS : Potensial peningkatan
- Ny. S mengatakan bahwa status kesehatan
anaknya sehat dan tidak pernah anggota keluarga Tn W
menderita sakit parah
- Ny.S mengatakan anaknya
rukun – rukun.
B. Skoring dan Prioritas Diagnosis Keperawatan
1. Resiko terjadinya komplikasi hipertensi pada Tn.W berhubungan dengan ketidak
mampuan keluarga merawat anggotanya yang sakit karena kurangnya
pengetahuan keluarga tentang hipertensi.
No Kriteria Skor Pembenaran
1. Sifat masalah: x1= Tn.W mempunyai riwayat hipertensi.
Ancaman Namun sekarang tidak mengeluhkan apa –
apa. Tekanan datrah sekarang 200/100
mmHg
2. Kemungkinan x2=2 TnW mengatakan harapannya untuk dapat
masalah dapat sembuh dan sangat berharap pada petugas
diubah: kesehatan akan memberikan pengetahuan
Mudah kesehatan tentang penyakitnya lebih lanjut.
3. Potensial masalah x1= Keluarga mengetahui penyakit yang
dapat dicegah: diderita Tn W, namun keluarga pernah
Cukup memeriksakan ke puskesmas.
Menonjolnya x1=1 Tn.W mengatakan tidak perlu ke
masalah: puskesmas karena tidak punya keluhan.
4. Ada masalah,
tetapi tidak perlu
ditangani
Total skor 3

2. Potensial peningkatan status kesehatan anggota keluarga Tn.W


No Kriteria Skor Pembenaran
1. Sifat masalah: x1= TnW mengatakan tidak perlu di bawa ke
Ancaman puskesmas karena tidak ada keluhan apa –
apa, keluarganya juga mengatakan jika
penyakit ibunya sudah berat baru akan
membawa ke puskesmas
2. Kemungkinan x2=1 Belum sadarnya terhadap penyakit ibunya
masalah dapat sehingga jarang memeriksakan ke
diubah: puskesmas apa bila belum berat.
Sebagian
3. Potensial masalah x1= Keluarga Tn .W mengetahui penyakitnya
dapat dicegah: namun jarang ke puskesmas karena tidak
Cukup merasakan keluhan apapun.
4. Menonjolnya x1= TnW mengatakan tidak perlu ke puskesmas
masalah: karena tidak punya keluhan
Ada masalah,
tetapi tidak perlu
ditangani
Total skor
2

C. Prioritas Diagnosis Keperawatan dengan Skoring


No. Diagnosa Keperawatan Skor
1. Resiko terjadinya komplikasi hipertensi pada TnW
berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat
3
anggota yang sakit karena kurangnya pengetahuan keluarga
tentang hipertensi
2. Potensial peningkatan status kesehatan anggota keluarga TnW 2
D. Intervensi Keperawatan
No. Tujuan Tujuan Jangka Kriteria Standar
Dx Jangka Pendek Evaluasi Evaluasi Intervensi
Panjang
1. Setelah di Setelah Verbal Keluarga - Jelaskan dan
berikan dilakukan Psikomotor mengerti diskusikan dengan
perawatan, kunjungan tentang: keluarga tentang
keluarga keluarga dapat : - Penyebab pengertian, tanda
dapat - Memahami hipertensi dan gejala, faktor
merawat tentang - Tanda dan resiko, penyebab,
anggota hipertensi gejala komplikasi, cara
keluarga - Dapat hipertensi pencegahan dan
yang merawat - Faktor yang perawatan penyakit
memderita anggota mempengaru hipertensi.
hipertensi keluarga hi hipertensi - Lakukan
sehingga hipertensi - Komplikasi pemeriksaan TD
tidak terjadi - Tekanan - Cara - Motivasi keluarga
komplikasi darah pencegahan untuk membawa
terkontrol dan klien berobat ke
perawatan puskesmas.

2. Setelah Setelah dilakukan Verbal Keluarga - Jelaskan pada


dilakukan kunjungan, Psikomotor tidak pernah keluarga untuk tetap
kunjungan, keluarga dapat mengeluhkan mempertahankan
keadaan mempertahankan penyakit yang kesehatannya
kesehatan dan serius - Jelaskan kepada
anggota meningkatkan keluarga tentang
keluarga derajat pola hidup sehat:
meningkat kesembuhannya makan tertatur,
istirahat yang cukup,
olahraga,
menghindari stress
- Motivasi untuk
memeriksakan
kesehatan secara
teratur.
E. Implementasi dan Evaluasi Keperawatan
Hari/Tanggal/
No. Diagnose Implementasi Evaluasi
keperawatan
1. Membina hubungan saling S : Klien mengatakan penyakit
Senin, 11 Juli 2017
percaya tekanan darah tinggi tidak boleh
Resiko terjadinya
2. Menggali pengetahuan makan yang asin – asin
komplikasi
keluarga tentang penyakit O : TD : 200/100 mmHg
hipertensi pada Tn.
hipertensi - Keluarga nampak tertarik
W berhubungan
3. Berdiskusi dengan dengan diskusi dengan
dengan
keluarga tentang tindakan - mahasiswa
1. ketidakmampuan
tindakan keluarga yang - Keluarga nampak mengerti
keluarga merawat
sudah dilakukan tentnag penjelasan yang
anggota yang sakit
4. Melakukan pemeriksaan dijelaskan mahasiswa
karena kurangnya
tekanan darah A : Kurangnya pengetahuan
pengetahuan
5. Menganjurkan untuk pergi tentang hipertensi
keluarga tentang
ke puskesmas P : Menjelaskan tentang
hipertensi
hipertensi
1. Menjelaskan pada keluarga
untuk tetap S : Keluarga mengatakan paham
mempertahankan dengan penjelasan yang
kesehatannya disampaikan
Senin, 11 Juli 2017 2. Menjelaskan kepada O : TD : 200/100 mmHg
Potensial keluarga tentang pola hidup - Keluarga dapat menjelaskan
2. peningkatan status sehat: makan tertatur, kembali tentang pola hidup
kesehatan anggota istirahat yang cukup, sehat
keluarga Tn. W olahraga, menghindari A : Pengetahuan tentang pola
stress hidup bertambah
3. Motivasi untuk P : Pantau status kesehatan
memeriksakan kesehatan anggota keluarga
secara teratur