Anda di halaman 1dari 37

FUNDAMENTAL GERAKAN PRAMUKA

Juli 13, 2018

Kita mulai pertama dari pengenalan istilah :


1. Gerakan Pramuka (AD Pasal 1)
2. Kepramukaan = segala sesua yang terkait dengan Pramuka
3. Pendidikan Kepramukaan = proses pembentukan kepribadian,kecakapan hidup, dan akhlak
mulia pramuka melalui penghayatan dan pengamalan nilai-nilai kepramukaan (ART pasal 8)
4. Pramuka = orangnya
Apa sebenarnya Tujuan GP ?
Membentuk generasi 3 K (AD pasal 3)
1. Karakter
2. Keterampilan
3. Kebangsaan
Untuk mencapai tujuan GP maka dibuat Kurikulum pendidikan kepramukaan yaitu SKU SKK
(art pasal 27) di dalam SKU dan SKK terdapat 6 ranah yang dikembangkan yaitu Spiritual.
Emosional, sosial, intelaktula, fisik (SESOSIF)
Adapun alat untuk pencapaian SKU dan SKK ada keterampilan kepramukaan (tali temali,
morse, simaphore) dan Teknik kepramukaan (jambore, LT, latihan rutin, persami dll)

Dalam menerapkan kurikulum dilandasi Prinsip Dasar (AD pasal 5)


Prinsip Dasar Kepramukaan meliputi: (AD Pasal 8)
a. iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
b. peduli terhadap bangsa dan tanah air, sesama hidup dan alam seisinya;
c. peduli terhadap diri pribadinya; dan
d. taat kepada Kode Kehormatan Pramuka

Cara/prosedur untuk mengimplementasikan nilai dan Prinsip Dasar Kepramukaan


menggunakan MK (AD Pasal 9)
a. pengamalan Kode Kehormatan Pramuka;
b. belajar sambil melakukan;
c. kegiatan berkelompok, bekerjasama, dan berkompetisi;
d. kegiatan yang menarik dan menantang;
e. kegiatan di alam terbuka;
f. kehadiran orang dewasa yang memberikan bimbingan, dorongan, dan dukungan;
g. penghargaan berupa tanda kecakapan; dan
h. satuan terpisah antara putra dan putri;

Dalam menjalankan Metode Kepramukaan digunakan Sistem Among dan dikemas dalam
bentuk Kiasan Dasar yang bersumber dari sejarah perjuangan dan budaya bangsa (AD pasal
11)

Dengan diselesaikannya kurikulum GP, harapannya tujuan GP dapat tercapai, adapun


indikator ketercapain tujuan adalah
1. Happy (bahagia)
2. Heatlh ( sehat jamasni rohani)
3. Helpfull (suka menolong)
4. Handycraft ( ada karya)
(Pesan baden powell, ditemukan juga di pp polmekbin T/D)
Hingga akhirnya sampailah pada Tujuan akhir dari semuanya yaitu Hidup bahagia, mati
bahagia (pesan terakhir baden powell)

PROBLEMATIKA MEMBINA DALAM DUNIA SIAGA

I. PENDAHULUAN

Dunia anak merupakan dunia imajinasi dimana luang waktu yang ada diwarnai dengan
beragam aktifitas permainan dan khayalan. Mereka baru mulai untuk mengenal lingkungan
disekitarnya, mereka mulai belajar untuk mengetahui bahkan bagi anak yang cerdas pun akan
banyak timbul pertanyaan unik dikarenakan kuriositasnya yang begitu tinggi yang terkadang orang
dewasa pun sulit untuk menjawabnya.

Sebagai salah satu investasi terbesar bagi setiap orang tua, seorang anak diharapkan dapat
menikmati masa kecilnya yang penuh canda dan tawa, kebahagiaan dalam permainan yang tentunya
memiliki nilai-nilai edukatif , kreatif dan inovatif. Dengan suasana yang demikian perkembangan pada
anak dapat memberikan kontribusi yang lebih positif dan lebih membekas.

Terkait pada kepramukaan, dunia anak identik dengan dunia siaga yang mana dalam satuan
ini beranggotakan anak-anak berusia 7 sampai 10 tahun, dan jika dilihat dari tingkat sekolahnya,
terdapat pada SD (Sekolah Dasar) kelas 1 sampai kelas 4. Untuk itu pada setiap Gugus Depan yang
aktif pastilah terdapat pengajar pramuka yang biasa disebut pembina. Bagi pembina siaga biasanya
dipanggil oleh anggotanya Yanda bila pria dan Bunda bila wanita.

Pada setiap pembelajaran ataupun pendidikan tentulah membutuhkan sebuah proses dan
metode yang menunjang guna hasil yang diharapkan, dengan demikian dari sekelimut proses yang
ada tentu pula akan menghadapi polemik problematika yang perlu dihadapi dan dipecahkan bersama.
Begitu pula problematika membina dalam dunia siaga menuntut setiap pembina untuk memiliki sikap
profesionalitas. Dari sikap profesionalitas inilah seorang pembina siaga dituntut untuk memasuki
dunia mereka dengan mengetahui jenjang psikis anak di usia siaga, dengan
demikian mempermudah pembina dalam menangani setiap problematika yang ada.

Dari kutipan diatas penulis sengaja ingin mengulas tentang Problematika Membina dalam
Dunia Siaga dan yang perlu diketahui disini adalah karakter apa yang ada di usia siaga, bagaimana
sikap pembina yang baik dalam menghadapi dunia siaga dan problematika apa yang akan dihadapi
oleh setiap pembina siaga.

II. PEMBAHASAN

Pengertian membina menurut keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik


Indonesia No. 0323/U/1978 tanggal 28 Oktober 1978, tentang Pola Dasar Pembinaan dan
Pengembangan Generasi Muda adalah:

“…melaksanakan upaya pendidikan baik formal maupun non formal secara sadar, berencana, terarah
dan bertanggung jawab dalam rangka memperkenalkan, menumbuhkan, membimbing dan
mengembangkan suatu dasar kepribadian yang seimbang, utuh dan selaras, pengetahuan dan
keterampilan sesuai dengan bakat, kecendrungan/keinginan serta kemampuan-kemampuannya
sebagai bekal untuk selanjutnya atas prakarsa sendiri menambah, meningkatkan dan
mengembangkan dirinya, sesamanya maupun lingkungannya ke arah tercapainya martabat, mutu
dan kemampuan manusiawi yang optimal dan pribadi yang mandiri…”

kalau kita simak “cita dan karsa” dari pengertian tersebut di atas, maka:

1. Membina itu targetnya (object) adalah manusia


2. Membina itu adalah upaya pendidikan, upaya peningkatan, upaya improvisasi, upaya
memajukan.
3. Membina itu dilaksanakan baik formal, non formal bahkan informal (khususnya untuk
orang dewasa) secara sadar, berencana, terarah, teratur dan bertanggungjawab.
4. Membina sebagai proses upaya pendidikan berisi kegiatan memperkenalkan,
menumbuhkan, membimbing dan mengembangakan:
a. Suatu dasar kepribadian yang seimbang, utuh dan selaras
b. Pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan bakat
c. Kecenderungan/keinginan serta kemampuan-kemampuan
d. Yang kesemuanya itu (a, b, c) merupakan bekal dalam hidup dan kehidupan
manusia yang dibina itu.[1]

Terkait pada membina Pramuka, maka seorang pembina pramuka perlu mengetahui faktor-faktor
yang menentukan berhasilnya pembinaan sebagai upaya pendidikan. Faktor-faktor itu adalah:

a. Faktor dasar pembinaan, sebagai pelaksanaan upaya pendidikan kepramukaan,


adalah Pancasila dasar filsafat bangsa Indonesia.
b. Factor tujuan pembinaan, sebagai pelaksanaan upaya pendidikan kepramukaan,
sesuai dengan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, adalah mendidik anak-anak dan
pemuda Indonesia dengan prinsip-prinsip dasar metodik pendidikan kepanduan yang
pelaksanaannya diserasikan dengan keadaan, kepentingan dari bangsa dan
masyarakat Indonesia.
c. Factor sasaran pembinaan, sasaran yang ingin dicapai dengan pendidikan
kepramukaan adalah:
 Kuat keyakinan beragamanya
 Tinggi mental dan moralnya serta berjiwa Pancasila

 Sehat, segar dan kuat jasmaninya

 Cerdas, tangkas dan trampil


 Berpengetahuan luas dan dalam

 Berjiwa kepemimpinan dan patriot

 Berkesadaran nasional dan peka terhadap perubahan lingkungan

 Berpengalaman banyak[2]

Membina Siaga berarti mendalami dunia siaga, dunia anak yang perlu diterjuni baik secara
psikis maupun pendekatan lainnya untuk itu perlu dikenal dasar kodrati dan didaktis, pertumbuhan
dan perkembangannya dalam rangka membantu anak memperoleh perkembangan sumber daya
manusia yang optimal. Dengan demikian selayaknya hubungan yang terjadi antara peserta didik dan
pembinanya adalah hubungan kemitraan yang bersifat edukatif.

Perkembangan kejiwaan anak usia siaga perlu dihayati dengan mengenal dan memahami
sifat, karakternya baik yang positif maupun yang negatif. Disamping itu ciri-ciri anak usia siaga yang
diperhatikan dalam pertumbuhan dan perkembangan antara lain:

a. Jasmani: aktif bergerak, belum dapat menguasai diri, keseimbangan motorik masih
perlu dilatih.
b. Rohani : pancainderanya merupakan alat penemu khayalan dan fantasinya besar,
ingin menemukan yang baru,
c. Social: berpusat pada diri sendiri, belum menemukan “akunya”, suka meniru
walaupun ramai-ramai dan sebagainya.
Dalam membina siaga perlu dipahami bahwa seorang anak sepanjang hayatnya akan
mengalami berbagai perubahan dan pengembangan diri sehingga menjadi seorang dewasa yang
berciri khas. Seorang anak bukan dewasa yang berbentuk mini, dan sebaliknya juga tidak dapat
dikatakan bahwa manusia dewasa merupakan anak dalam bentuk dan ukuran besar. Jadi dapat
dikatakan bahwa membina siaga bukan berarti membina “Penggalang kecil”. [3]
Selain berorientasi kepada sifat dan ciri anak usia siaga, dalam merencanakan kepramukaan
bagi pramuka siaga perlu dipahami aspirasi dan kebutuhannya, situasi dan kondisi serta materi atau
kegiatannya.

a. Aspirasi peserta didik harus dapat digali dan ditemukan untuk dijadikan sumber
kegiatan dan latihan yang menarik, caranya antara lain:
1. secara formal: interfew, forum terbuka, pertemuan, musyawarah dan lainnya.
2. secara informal: pengamatan, pergaulan baik didalam maupun diluar latihan,
keluhan dan lain-lain.
b. kebutuhan bagi anak usia siaga terkadang belum dapat dirasakan apalagi
diungkapkan. Biasanya aspirasilah yang dianggap kebutuhan yang sebanarnya, sedang itu
bukan maksudnya. Bahayanya adalah jika orang dewasa mengeidentifikasikan kebutuhan
orang dewasa sama dengan kebutuhan anak.
c. Situasi dan kondisi peserta didik maupun lingkungannya sangat mempengaruhi
proses pendidikan. Lingkungan juga ikut menentukan cepat lambatnya proses kegiatan,
selain itu visualisasi juga menjadi daya tariknya.
Perkembangan kejiwaan anak usia siaga perlu dihadapi dengan mengenal dan memahami sifat-sifat
dan karakteristiknya, antara lain:

a. yang positif
1. suka bermain, bergerak dan bekerja
2. suka meniru, senang mengkhayal
3. suka menyanyi, gemar mendengar cerita
4. suka bertanya, ingin tahu, ingin mencoba
5. suka pamer, suka disanjung, senang kejutan
6. spontan, lugu, polos, mudah kagum dan suka humor
7. bersenda gurau, gemar berlomba dan bersaing
8. gemar membanding-bandingkan
9. selalu mencari hal-hal yang baru, cepat bosan dan lain-lain
b. yang negatif
1. labil, emosional, egois
2. manja, mudah putus asa
3. sensitif, rawan, mudah kecewa
4. kurang perhitungan, tidak mau mengalah
5. kurang peduli kebersihan jasmaninya
6. masih malu-malu, memerlukan perlindungan dan lain-lain
Bermain adalah dunia anak-anak seusia pramuka siaga, bermain sebagai proses pendidikan,
merupakan alat utama pembinaan pramuka siaga dimana mereka dengan riang dan gembira penuh
semangat dan penuh kebebasan, giat melibatkan diri dalam kegiatan permainan. Giat bermain berarti
giat dalam proses pendidikan.
Pramuka siaga merupakan peserta didik golongan pertama dalam gerakan pramuka sebagai
bibit awal yang kelak diharapkan bertunas dan berkembang dengan baik melalui
kepramukaan.[4]Dengan demikian usia siaga merupakan pembentukan sebagai modal dasar yang
ditujukan pada prilaku yang diharapkan, dari itu semua maka pola yang sebaiknya dikembangkan
adalah pemberian adab “adibuhum” atau peraturan (regulasi)[5]. Karena dalam usia siaga inilah
saatnya untuk mengembangkan kecerdasan social anak. Dari pola ini setidaknya pembina ataupun
pendidik benar-benar memberikan suri tauladan yang baik dengan prilaku yang memang pantas ditiru
dan penuh santun.

Dari uraian diatas, maka sangat pentinglah bagi setiap pembina siaga untuk lebih mengetahui
dunia permainan dan imajinasi mereka yang mana itu semua merupakan sebuah problematika yang
komplek, dan akan sulit dihadapi bagi setiap pembina siaga jika kurang mengetahui dunia mereka.
Dari itu semua pembina siaga juga akan selalu dituntut dari segi kreatifitas dalam memberikan
permainan yang edukatif, inovatif dan penuh makna serta mendukung pada perkembangan anak
yang lebih positif.

III. PENUTUP
Suatu kenikmatan tersendiri dikala kita melihat mereka (siaga) bergembira ria dengan
permainan yang kita berikan diwaktu membina. Tertawa di alam terbuka dengan sesama tanpa
disadari bahwa mereka sebenarnya dalam proses perkembangan yang lebih bermakna.

Demikian penulisan makalah ini yang sekiranya masih jauh dari kesempurnaan yang tentunya
masih banyak kekurangan yang perlu dikritisi dan dikoreksi. Wassalam.
Strategi Kegiatan Pramuka Yang Dinamis dan
progresif
A. Hakikat Program dan Kegiatan

Program adalah suatu sistem ataupun cara untuk mengatur jalannya suatu kegiatan agar tersusun

secara sistematis, program juga bisa dikatakan planning atau rencana, maka dalam kegiatan

pramuka juga mempunyai program untuk mendidik peserta didiknya.

Kegiatan adalah suatu rangkaian acara, atau peristiwa. Kegiatan ini mempunyai fungsi yang

dominan dalam aplikasi pembelajaran khususnya di Pramuka. Kegiatan juga terbagi menjadi dua,

yaitu :

a. Ruangan ( Indor)

Kegiatan ini dilaksanakan didalam ruangan baik dikelas maupun ditempat tertutup lainnya, seperti

penyampaian materi dan lainnya.

b. Luar Ruangan ( out dor)

Kegiatan ini disampaikan dilapangan atau di alam terbuka. Seperti penyampaian permainan

perkemahan, kemping dan lain-lain.

B. Penyusunan Program Kegiatan yang Dinamis

Melihat pentingnya program Pendidikan dalam pramuka, maka dalam memberikan didikan/

pelajaran kepada anak didik itu harus tahap demi tahap ( step by step) karena tidak mungkin

kalau memberikan suatu materi secara langsung semua diajarkan, maka dari itu tujuan pendidikan

harus periodik ( jangka waktu tertentu ). Untuk menyusun kegiatan ini harus dibuat program yang

teratur supaya kegiatan tidak simpang siur. Program juga ada yang tertulis sebagai landasan peta

perjalanan.

Kegiatan ini menentukan berhasil atau tidaknya suatu usaha pendidikan yang kita lakukan sebagai

evaluasi selanjutnya.

a. Program harus sesuai dengan perkembangan jiwa anak didik

a. Harus sesuai dengan azas bahwa anak sebagai objek pendidikan ( child Centered Education )

juga harus diperhatikan minat dan skill anak tersebut

b. Sesuaikan dengan latar belakang sosial ekonominya

c. Perlu diadakannya pengamatan terhadap perkembangan jiwa anak didik

Cara untuk mengamati kejiwaan anak didik :

a. Menggunakan metode doservasi

Dengan cara melihat, mendengar dan mengerti gejala-gejala tingkah laku serta perubahan peserta

didik

b. Test

Test ini dalam artian mengevaluasi semua perkembangan anak, baik dengan intelegensi test (

kecerdasan ), Psychotest ( test kejiwaan ), test fisik, mental dan lain-lain.


c. Intervew

Dari semua cara mengamati kejiwaan anak tersebut, kita dapat memahami perkembangan anak

baik yang positif seperti kejujuran, kebersamaan, kepemimpinan dan kegemaran atau dari segi

negatifnya seperti kecurangan, kurang disiplin dan lain-lain. Namun itu semua tidak lepas dari

situasi dan kondisi terhadap peserta didik.

b. Tujuan

1. Agar dapat dijamin bahwa kegiatan yang dilakukan mengarah pada tercapainya sasaran dan

tujuan kegiatan

2. Agar kegiatan dilakukan secara teratur, tertib, berdaya guna dan tepat guna.

3. Memudahkan kerja sama dan hubungan kerja antara semua petugas yang bersangkutan

4. Memudahkan pengawasan dan penilaian pelaksana kegiatan

5. memudahkan menyusun laporan pertanggung jawaban

c. Penyusunan

1. Penyusunan program kerja disusun oleh pembina satuan dewan pengurus satuan anggota

Pramuka dalam suatu musyawarah

2. Rencana kegiatan, disusun oleh mereka yang bersangkutan dengan kegiatan program kerja

memuat pokok-pokok kegiatan semua bidang dan waktu pelaksanaannya serta perkiraan

biayanya.

Rencana kegiatan pada umunya hampir sama dengan proposal, yakni adanya pendahuluan,

tempat dan waktu kegiatan, jumlah peserta dan panitia, acar pokok biaya dan perlengkapan dan

lain-lain yang dianggap perlu.

C. Bentuk-bentuk Kegiatan Pramuka yang Dinamis

Pada umumnya kegiatan pramuka bersifat dinamis , yang membuat perubahan terhadap anggota

pramuka bukanlah dari kegiatannya tapi bagaimana anggota pramuka tersebut mengaplikasikan

dalam kehidupan sehari-harinya, namun juga banyak kegiatan pramuka yang perlu diutamakan

dalam pendidikan pramuka diantaranya :

1. Upacara sebagai kegiatan pendidikan yang dinamis

Upacara dikatakan sebaga kegiatan pendidikan, karena dari kegiatan inilah anggota pramuka

dapat menerapkan sikap kedisiplinannya, baik dari waktu, kerapihan dan tanggung jawab yang

lainnya. Upacara juga sebagai alat untuk menumbuhkan jiwa patriotisme. Upacara dalam gerakan

pramuka banyak sekali bentuknya antara lain :

1. Upacara mulai latihan ( apel datang )

2. Upacara akhir latihan ( apel pulang )

3. Upacara adat

4. Upacara kenaikan tingkat

5. Upacara pelantikan anggota Pramuka


6. Upacara serah terim jabatan

2. Perkemahan

Perkemahan merupakan bentuk kegiatan diluar ruangan, bagi anggota pramuka sebagai upaya

menanamkan jiwa sosial bermasyarakat, disana anggota pramuka dapat merasakan hidup jauh

dari rumah dan serasa berada dilingkungan masyarakat, sehingga akan tercipta kemandirian dan

ini juga sebagai aplikasi dari Try satya no. 2.

Perkemahan banyak sekali bentuknya yang disesuaikan dengan tingkatan golongan peserta didik

dan tingkat ruang lingkup, sebagai berikut :

a. Pesta Siaga untuk siaga

b. Jambore untuk Penggalang

c. Raimuna untuk penegak dan pandega

Lomba Tingkat ( LT )

Lomba tingkat ialah perlombaan bagi anggota pramuka untuk mengevaluasi hasil dari latihannya

atau pendidikannya. Lomba tingkat ini dimulai dari :

a. Lomba tingkat ( LT ) I untuk tingkat gugus depan

b. Lomba tingkat ( LT ) II untuk tingkat kwartir ranting

c. Lomba tingkat ( LT ) III untuk kwartir cabang

d. Lomba tingkat ( LT ) IV untuk kwartir daerah

3. Bakti sosial

Bakti sosial ini merupakan suatu kegiatan yang positif dan harus dikembangkan kepada peserta

didik sejak dini karena dengan kegiatan ini peserta didik akan mempunyai jiwa sosial yang baik.

Bakti sosial ini juga dimaksudkan agar anggota pramuka dapat terlihat dimasyarakat dalam upaya

ikut serta membangun masyarakat. Bakti sosial banyak sekali bentuknya baik berupa reboisasi

maupun pembangunan, ada juga perkemahan yang isinya bakti sosial seperti perkemahan

wirakarya dan lain-lain.

Maka dari kegiatan ini peserta didik dapat mempunyai jiwa sosial dan mengaplikasikannya dalam

kehidupan sehari-hari.

D. Metode dan Prinsip Dalam Kegiatan Pramuka

1. Metode

Metode yang baik digunakan pada kegiatan pramuka yakni “ Dinamika kelompok “ karena dengan

metode ini anggota pramuka akan mempererat tali silaturahmi serta luas dalam wawasannya

2. Prinsip kepramukaan

a. Prinsip sukarela adalah prinsip yang mengutamakan kepedulian umum, dalam menjalani

kegiatan disertai rasa ikhlas sebagai pengabdian

b. Prinsip kehormatan pramuka, artinya dalam melaksanakan kegiatan pramuka dilandasi kode

etik pramuka yakni Try satya dan Dasa darma


c. Tanda kecakapan, untuk menambah motivasinya maka diperlukan penghargaan bagi anggota

pramuka berprestasi atau ikut serta kegiatan dengan tanda kecakapan

d. Beregu, dalam setiap kegiatan menggunakan prinsip beregu atas asas persatuan

e. Sesuai perkembangan teknologi, sebagai anggota pramuka teknologi merupakan hal yang

sangat penting, agar tidak gaptek maka adanya suatu kegiatan yang memakai unsur teknologi

seperti jambore on the air ( jota ) dan jambore on the net ( joti )

f. Satuan terpisah, yakni dalam pengelompokan dan sistem keorganisasian pramuka dipisahkan

antara pramuka putri dan putra atau satuan terpisah ( SAPI ).

Standar Pengelolaan Gugus Depan


18.24 Administrasi Pramuka 4 comments

Suatu Gudep bisa dikatakan sudah memenuhi standar jika telah memenuhi ketentuan dan standar minimal.
Berikut ini adalah sebelas standar pengelolaan Gudep yang bisa anda kelola di Gudep anda.

1. Menyelenggarakan Mugus tiga tahun Sekali.


2. Memiliki Ketua Gugus Depan
3. Melaksanakan Rapat Koordinasi Antara Pembina dengan Mabigus.
4. Melaksanakan Rapat Pembina Gugus Depan.
5. Dewan kehormatan Gugus depan.
6. Lembaga pemeriksa Keuangan.
7. Melibatkan Orang Tua Peserta Didik.
8. Memiliki rencana rekrut Peserta Didik dan pembina.
9. Memiliki Rencana Peningkatan Kualitas bagi Pembina dan Anggota Dewasa.
10. Memiliki Program Latihan Mingguan.
11. Memiliki Program Kerja Gudep.

Demikian semoga bermanfaa

Pramukaria; Struktur Organisasi Gugusdepan dan Penjelasannya. Sejalan dengan


diberlakukannya Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 231 Tahun 2007
Tentang Petunjuk Penyelenggaraan Gugusdepan Gerakan Pramuka, Struktur
Organisasi Gugusdepan pun mengalami sedikit penyesuaian. Sebelumnya
Gugusdepan, termasuk struktur organisasi gudep, diatur melalui Keputusan Kwarnas
Nomor 137 Tahun 1987.

Struktur Organisasi Gugusdepan sebagaimana lampiran Keputusan Kwartir Nasional


Gerakan Pramuka Nomor 231 Tahun 2007 Tentang Petunjuk Penyelenggaraan
Gugusdepan Gerakan Pramuka terdiri atas komponen-komponen yang antara lain :

Majelis Pembimbing Gugusdepan


1. Ketua Gugusdepan
2. Pembina Gugusdepan
3. Tim Pembina Perindukan Siaga, Pasukan Penggalang, Ambalan Pandega, dan
Racana Pandega
4. Perindukan Siaga, Pasukan Penggalang, Ambalan Pandega, dan Racana Pandega
5. Dewan Kehormatan Gudep
6. Badan Pemeriksa Keuangan Gudep
Adapun bagan atau struktur organisasi Gugusdepan Gerakan Pramuka tersebut adalah
sebagaimana gambar berikut ini.

Penjelasan Struktur Organisasi Gudep


 Majelis Pembimbing Gugusdepan
 Majelis Pembimbing Gugusdepan (disingkat Mabigus), adalah suatu badan
dalam Gudep yang memberi bimbingan, bantuan moril, organisatoris, material
dan finansial, serta konsultasi kepada gudep yang bersangkutan.
 Mabigus terdiri atas unsur-unsur orang tua peserta didik, tokoh-tokoh
masyarakat di lingkungan gugusdepan yang memiliki perhatian dan rasa
tanggungjawab terhadap Gerakan Pramuka.
 Mabigus terdiri atas :
 Seorang Ketua
 Seorang Wakil Ketua
 Seorang Sekretaris
 Seorang Ketua Harian (apabila diperlukan)
 Beberapa orang anggota
 Ketua Gudep secara ex-officio anggota Mabigus
 Ketua Mabigus dipilih diantara anggota Mabigus yang ada.
 Mabigus bersidang sekurang-kurangnya sekali dalam enam bulan.
 Rapat koordinasi dan konsultasi antara Mabigus dengan Pembina
Gugusdepan diadakan sekurang-kurangnya sekali dalam empat bulan.
 Ketua Gugusdepan
 Ketua Gudep dipilih dari salah satu Pembina Pramuka yang ada dalam
gugusdepan yang bersangkutan. Pemilihannya dilakukan saat Musyawarah
Gugusdepan.
 Pembina Gugusdepan
 Pembina Gugusdepan (disingkat Pembina Gudep), terdiri atas Ketua Gudep
dibantu oleh Pembina Satuan dan Pembantu Pembina Satuan yang dimiliki
gudep tersebut.
 Tim Pembina Satuan
 Tim Pembina Satuan terdiri atas Tim Pembina Perindukan Siaga, Pasukan
Penggalang, Ambalan Penegak, dan Racana Pandega
 Tim Pembina Perindukan Siaga (disingkat Tim Pembina Siaga) terdiri atas
satu orang Pembina Siaga dibantu oleh tiga orang Pembantu Pembina Siaga.
 Tim Pembina Pasukan Penggalang (disingkat Tim Pembina Penggalang)
terdiri atas satu orang Pembina Penggalang dibantu oleh tiga orang Pembantu
Pembina Penggalang.
 Tim Pembina Ambalan Penegak (disingkat Tim Pembina Penegak) terdiri atas
satu orang Pembina Penegak yang dipilih oleh Majelis Penegak dibantu satu
atau dua orang Pembantu Pembina Penegak.
 Racana Pandega dibina oleh seorang Pembina Pandega dan bila perlu dapat
dibantu oleh satu orang Pembantu Pembina Pandega atau lebih sebagai
konsultan dan narasumber ahli.
 Perindukan Siaga, Pasukan Penggalang, Ambalan Pandega, dan Racana Pandega
 Sebuah gugusdepan bisa jadi memiliki Perindukan Siaga, Pasukan
Penggalang, Ambalan Penegak, dan Racana Pandega sekaligus. Gudep
seperti itu disebut gugusdepan lengkap. Namun ada pula yang hanya memiliki
beberapa atau bahkan satu saja, semisal hanya memiliki Perindukan Siaga
dan Pasukan Penggalang, atau bahkan hanya memiliki Pasukan Penggalang
saja. Gudep seperti itu disebut gudep tidak lengkap.
 Perindukan Siaga idealnya terdiri atas 18-24 anggota Pramuka Siaga. Anggota
tersebut dibagi menjadi 3-4 Barung. Jumlah anggota ideal untuk setiap barung
adalah 6 Pramuka Siaga. Jika jumlahnya melebihi, dapat dibentuk perindukan
baru.
 Pasukan Penggalang idealnya terdiri atas 24-32 anggota Pramuka
Penggalang. Anggota tersebut dibagi dalam 3-4 Regu. Jumlah anggota ideal
untuk setiap regu adalah 6-8 Pramuka Penegak. Jika jumlahnya melebihi,
dapat dibentuk pasukan baru.
 Ambalan Pandega idealnya terdiri atas 12-32 anggota Pramuka
Penegak. Anggota tersebut dibagi dalam 3-4 Sangga. Jumlah anggota ideal
untuk setiap sangga adalah 4-8 Pramuka Penegak. Jika jumlahnya melebihi,
dapat dibentuk ambalan baru.
 Racana Pandega paling banyak terdiri atas 30 Pramuka Pandega. Anggota
tersebut tidak dibagi dalam kelompok kecil.
 Dewan Kehormatan Gudep
 Dewan Kehormatan Gugusdepan merupakan badan tetap yang dibentuk oleh
Pembina Gudep sebagai badan yang menetapkan pemberian anugerah,
penghargaan dan sanksi.
 Dewan Kehormatan beranggotakan lima orang yang terdiri atas unsur Anggota
Majelis Pembimbing Gugusdepan Ketua Gudep, dua orang Pembina Satuan,
dan Dewan Penegak atau Dewan Pandega apabila diperlukan.
 Susunan Dewan Kehormatan Gugusdepan terdiri atas Ketua Dewan
Kehormatan (otomatis dijabat oleh Ketua Gudep), Wakil Ketua, Sekretaris,
dan dua orang anggota.
 Badan Pemeriksa Keuangan Gudep
 Badan Pemeriksa Keuangan Gugusdepan adalah badan independen
yang dibentuk Musyawarah Gugusdepan dan bertanggungjawab kepada
Musyawarah Gugusdepan.
 Susunan Badan Pemeriksa Keuangan Gugusdepan meliputi Ketua, Wakil
Ketua, Sekretaris, dan beberapa orang anggota.

Itulah struktur organisasi gudep dengan penjelasan untuk masing-masing komponen


yang terdapat di dalamnya.
I. Dewan satuan pramuka merupakan wadah dalam
satuan pramuka untuk mengembangkan :

1. Jiwa kepramukaan.
2. Kemampuan bermasyarakat.
3. Kemamapuan mengadministrasikan kegiatan satuan.
4. Kemampuan dalam menyusun atau memprogramkan,
pelaksanaan, dan penilaian suatu kegiatan.
5. Kemampuan jiwa demokratis.
II. Dewana satuan pramuka merupakan perwakilan dari
barung, regu, sangga, dan racana.
Dewan satuan pramuka dibedakan menjadi :

A. Dewan perindukan siaga atau dewan siaga,


terdiri dari :
1. Pemimpin barung utama sebagai ketua.
2. Para pemimpin barung sebagai sekretaris bendahara.
3. Para wakil pemimpin sebagai barung anggota.
4. Para pembina pramuka siaga dan pembantu pramuka
siaga.

B. Dewan perindukan penggalang atau dewan


pemggalang, terdiri dari :
1. Pemimpin regu utama sebagai ketua.
2. Para pemimpin regu sebagai sekretaris bendahara.
3. Para wakil pemimpin regu sebagai anggota.
4. Para pembina pramka dan pembantu pembina
pramuka penggalang.

C. Dewan perindukan penegak atau dewan


penegak,terdiri dari :
1. Ketua dewan penegak ole PRADANA dan ketua
dewan pandega oleh KETUA RACANA.
2. Seorang wakil ketua, seorang seoran sekretaris, dan
seorang
3. bendahara serta beberapa anggota sebagai
pemimpin, wakil pemimpin sangga. Sedangkan untuk
wakil ketua pandega, sekretaris, dan bendahara
pandega dipilih dari anggota pandega.
4. Pembina pramuka penegak dan pembina pembantu
pramuka.
5. Penegak tidak duduk dewan penegak maupun
pandega.

D. Dewan Satuan Karya


1. Masing – masing SAKA membentuk dewan SAKA.
2. Susunan dewan SAKA sama dengan dewan penegak
atau pandega.
3. Dewan SAKA berkedudukan di kwartir cabang.

III. Dewan Kehormatan

Dewan kehormatan adalah dewan yang di bentuk untuk


mendampingi dewan satuan dalam tugas :
a. Membahas proses pelantikan seorang pramuka.
b. Membahas proses pemilihan dan pelantikan
pemimpin satuan.
c. Membahas tentang tindakan atas pelanggaran kode
kehormatan pramuka.
d. Membahas reabilitas satuan.

IV. Dewan Kehormatan dalam Kesatuan


· Dalam dewan siaga dewan kehormatan dibebankan
kepada para pembina siaga dan pembantu pembina
siaga, karena dewan siaga tidak membentuk dewan
kehormatan.

· Dewan kehormatan penggalang, terdiri atas :


1. Pembina pramuka penggalang sebagai ketua.
2. Pembantu pembina penggalang sebagai wakil ketua.
3. Salah seorang pemimpin regu sebagai sekretaris.
4. Semua pemimpin regu sebagai anggota dewan
kehormatan.

· Dewan keormatan penegak, terdiri atas :


1. Pradana sebagai ketua.
2. Pemimpin sangga dan wakil pemimpin sangga
sebagai wakil ketua.
3. Pembina penegak dan para pembantu pembina
penegak sebagai penasehat dan pengarah.

· Dewan Kehormatan Pandega, terdiri dari :


1. Ketua racana sebagai ketua.
2. Anggota racana sebagai yang sudah dilantik sebagai
wakil ketua, sekretaris, bendahara, dan anggota.
3. Pembina pramuka pandega sebagai penasehat dan
pengarah.
Sistem Administrasi Satuan (Sisminsat) Pramuka
Sistem Administrasi Satuan (Sisminsat) Pramuka
macam-macam buku administrasi pramuka
Setiap anggota muda Gerakan Pramuka sejak Pramuka Siaga, perlu dilatih di bidang
administrasi dan terus dikembangkan sampai yang bersangkutan mencapai usia Pramuka
Pandega. Administrasi-administrasi tersebut adalah sebagai berikut:

A. Penerimaan Anggota

1. Penerimaan anggota Gerakan Pramuka dalam Gugusdepan dilaksanakan oleh Pembina


Gugusdepan dan dicatat dalam Buku Induk Anggota Gugusdepan yang bersangkutan.

2. Bagi calon Pramuka Siaga dan Pramuka Penggalang, hendaknya dilengkapi surat
pernyataan dari orang tua/walinya yang menyatakan bahwa mereka tidak berkeberatan
anaknya menjadi anggota Gerakan Pramuka di Gugusdepan tersebut.

3. Bagi aggota Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega supaya dilengkai dengan surat
pernyataan dari yang bersangkutan yang menyatakan bahwa mereka sanggup menjadi
anggota Gerakan Pramuka secara sukarela tanpa paksaan melainkan atas dasar kemauan
dan minatnya sendiri.

4. Jika seorang pramuka pindah ke Gugusdepan lain, maka pembina Gugusdepan yang
bersangkutan memberi keterangan tentang diri pramuka tersebut dan melaporkan kepada
Ketua Kwartir Ranting, tembusan kepada Kwartir Cabang dan Ketua Mabigus yang
bersangkutan serta membantu catatan Buku Induk Anggota Gudepnya.
B. Buku Administrasi

Gudep hendaknya menyelenggarakan buku-buku administrasi sesuai dengan ketentuan


Petunjuk Pelaksanaan Administrasi Satuan Pramuka Nomor: 041 Tahun 1995. Pada garis
besarnya administrasi yang ada di Gudep antara lain meliputi:

1. Permintaan Pendaftaran Anggota untuk Peserta Didik (Pramuka Siaga dan Penggalang)

2. Surat Pernyataan Kesiapan Menjadi Anggota Gerakan Pramuka (Bagi Pramuka Penegak
dan Pandega)

3. Formulir Pendaftaran Anggota Gerakan Pramuka

4. Daftar Induk Anggota Gerakan Pramuka Gugsdepan

5. Daftar Inventaris Gugusdepan

6. Buku Tamu Gugusdepan

7. Laporan Semester Data dan Kegiatan Gugusdepan

8. Catatan Peristiwa-Peristiwa Penting

9. Program Kerja Tahunan Gugusdepan

10. Catatan Pribadi Anggota Gerakan Pramuka

11. Program Kerja 4 Bulan Perindukan Siaga

12. Program Kerja 4 Bulan Pasukan Penggalang

13. Program Kerja Ambalan Penegak

14. Program Kerja Racana Pandega

15. Program Latihan Mingguan

Administrasi tersebut di satuan, dikembangkan sebagai berikut:

Perindukan Siaga
1. Buku Presensi dan Buku Iuran (kedua macam buku ini dapat dijadikan satu buku, tetapi
boleh juga dijadikan dua macam buku)

2. Buku Tabungan

3. Buku Acara Latihan

4. Buku Catatan Rapat (Notulen)

5. Buku Inventaris

6. Buku Log (yang berisi tentang catatan peristiwa-peristiwa yang mengesankan yang pernah
dialami oleh satuan)

7. Buku Kas (catatan tentang pemasukan uang dan pengeluarannya)

8. Buku Catatan Pribadi (berisi tentang bahan-bahan hasil observasi watak peserta didik, hal-
hal yang istimewa, kebaikan dan kekurangan yang ada pada setiap peserta didik). Adapun
tentang buku catatan pribadi inimerupakan buku yang harus dirahasiakan oleh pembina. Kalau
karena sesuatu hal pembina itu pindah atau tidak lagi membina pada satuan itu, buku catatan itu
diserahkan kepada pembina yang menggantikannya yang juga harus merahasiakan buku ini.

9. Buku Upacara Pelantikan

Pasukan Penggalang

1. Buku Presensi dan Buku Iuran (kedua macam buku ini dapat dijadikan satu buku, tetapi
boleh juga dijadikan dua macam buku)

2. Buku Tabungan

3. Buku Acara Latihan

4. Buku Catatan Rapat (Notulen)

5. Buku Inventaris

6. Buku Log (yang berisi tentang catatan peristiwa-peristiwa yang mengesankan yang pernah
dialami oleh satuan)

7. Buku Kas (catatan tentang pemasukan uang dan pengeluarannya)

8. Buku Catatan Pribadi (berisi tentang bahan-bahan hasil observasi watak peserta didik, hal-
hal yang istimewa, kebaikan dan kekurangan yang ada pada setiap peserta didik).
9. Buku Upacara Pelantikan

10. Buku Renungan

11. Buku Adat Istiadat Pasukan

Adapun tentang buku catatan pribadi ini merupakan buku yang harus dirahasiakan oleh
pembina. Kalau karena sesuatu hal pembina itu pindah atau tidak lagi membina pada
satuan itu, buku catatan itu diserahkan kepada pembina yang menggantikannya yang juga
harus merahasiakan buku ini.

Ambalan Penegak

1. Buku Presensi dan Buku Iuran (kedua macam buku ini dapat dijadikan satu buku, tetapi
boleh juga dijadikan dua macam buku)

2. Buku Tabungan

3. Buku Acara Latihan

4. Buku Catatan Rapat (Notulen)

5. Buku Inventaris

6. Buku Log (yang berisi tentang catatan peristiwa-peristiwa yang mengesankan yang pernah
dialami oleh satuan)

7. Buku Kas (catatan tentang pemasukan uang dan pengeluarannya)

8. Buku Catatan Pribadi (berisi tentang bahan-bahan hasil observasi watak peserta didik, hal-
hal yang istimewa, kebaikan dan kekurangan yang ada pada setiap peserta didik).

9. Buku Upacara Pelantikan

10. Buku Renungan Jiwa

11. Buku Adat Istiadat Ambalan

Adapun tentang buku catatan pribadi ini merupakan buku yang harus dirahasiakan oleh
pembina. Kalau karena sesuatu hal pembina itu pindah atau tidak lagi membina pada
satuan itu, buku catatan itu diserahkan kepada pembina yang menggantikannya yang juga
harus merahasiakan buku ini.
C. Laporan Kerja

1. Gudep hendaknya memberikan laporan secara berkala kepada Kwartir Cabang tembusan
kepada Mabigus dan Kwartir Ranting setempat.

2. Setiap tahun Gudep harus mendaftarkan ulang seperti tersebut di atas, oleh Kwartir Cabang
diberikan tanda daftar ulang.

D. Pendanaan Gudep

Pendanaan Gudep diperoleh dari:

1. Iuran anggota yang besarnya ditentukan oleh musyawarah gudep.

2. Bantuan dari pemerintah melalui sekolah yang bersangkutan.

3. Bantuan dari masyarakat yang tidak mengikat.

4. Usaha-usaha lain yang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan,


Anggaran Dasar, dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.

E. Iuran

1. Pembina Pramuka dan anggota Mabigus membayar iuran bulanan kepada Kwartir
Ranting/Kwartir Cabang sesuai Keputusan Musyawarah Ranting/Cabang.

2. Gudep yang sudah disahkan wajib membayar uang iuran bulanan kepada Kwartir
Ranting/Kwartir Cabang sesuai Keputusan Musyawarah Ranting/Cabang.

F. Tanda Anggota

1. Para Pramuka menerima Tanda Anggota Gerakan Pramuka pada saat pelantikan, yang
disahkan oleh Pembina Gudep dan diberikan oleh Pembina Pramuka yang bersangkutan
setelah memenuhi pernyataan administrasinya.

2. Para Pembina Pramuka dan anggota Mabigus menerima Tanda Anggota Gerakan Pramuka
dari Kwartir Ranting/Kwartir Cabang yang bersangkutan.

3. Tanda anggota tersebut diurus administrasinya oleh Pembina Gudep kepada Kwartir
Cabang yang bersangkutan
SKU/TKU, SKK/TKK, SPG/TPG SERTA CARA
MENGUJINYA.
By Anggi Prasetiyo06.00No comments

I. PENDAHULUAN

1. Syarat Kecakapan Umum (SKU) adalah syarat kecakapan yang wajib dimiliki oleh
peserta didik. Tanda Kecakapan Umum (TKU) diperoleh setelah lulus melewati ujian-
ujian dan disematkan melalui upacara pelantikan.

2. Syarat Kecakapan Khusus (SKK) adalah syarat kecakapan pada bidang


tertentuberdasarkan pilihan pribadi dalam pengembangan minat dan bakat peserta didik.
Tanda Kecakapan Khusus (TKK) diperoleh setelah melalui ujian-ujian dan disematkan
pada upacara latihan mingguan.

3. Syarat Pramuka Garuda (SPG) adalah syarat-syarat kecakapan yang harus dipenuhi oleh
seorang Pramuka untuk mencapai persyaratan tertentu sebagai Pramuka Garuda. Untuk
memperoleh Tanda Pramuka Garuda (TPG), peserta telah melalui ujian-ujian dan
disematkan dalam upacara pelantikan.

4. Penilaian ujian dalam pemenuhan syarat Kecakapan Umum. Syarat Kecakapan Khusus
dan Syarat Pramuka Garuda dititik beratkan kepada perkembangan proses kemampuan
peserta didik terhadap suatu pengetahuan dan keterampilan

II. MATERI POKOK

1. SKU dan TKU.


a. SKU, sebagai alat pendidikan, merupakan rangsangan dan dorongan bagi para Pramuka
untuk memperoleh kecakapan-kecakapan yang berguna baginya, untuk berusaha mencapai
kemajuan, dan untuk memenuhi persyaratan sebagai anggota Gerakan Pramuka.
b. SKU disusun menurut pembagian golongan usia Pramuka yaitu golongan Siaga, golongan
Penggalang, golongan Penegak dan golongan Pandega.
1) SKU untuk golongan Siaga terdiri dari 3 tingkat, yaitu :
a) Tingkat Siaga Mula.
b) Tingkat Siaga Bantu
c) Tingkat Siaga Tata.
2) SKU untuk golongan penggalang terdiri dari 3 tingkat, yaitu :
a) Tingkat Penggalang Ramu
b) Tingkat Penggalang Rakit
c) Tingkat Penggalang Terap.
3) SKU untuk golongan Penegak, terdiri dari 2 tingkat, yaitu :
a) Tingkat Penegak Bantara.
b) Tingkat Penegak Laksana.
4) SKU untuk golongan Pandega.
c. TKU diraih oleh peserta didik melalui bentuk ujian-ujian yang dilakukan secara
perseorangan.
2. SKK dan TKK
a. SKK adalah syarat kecakapan khusus berupa kecakapan, kepandaian, kemahiran,
ketangkasan, keterampilan, dan kemampuan dibidang tertentu, yang lain dari kemampuan
umum yang ditentukan dalam SKU.
b. SKK dipilih seorang Pramuka sesuai dengan minat dan bakatnya.
c. TKK sebagai alat pendidikan, merupakan rangsangan dan dorongan bagi para Pramuka
untuk memperoleh kecakapan, dan keterampilan yang berguna bagi kehidupan dan
penghidupannya sesuai dengan bakat dan keinginannya sehingga dapat mendorong
semangat menjadi wiraswastawan di masa mendatang.
d. TKK diperoleh setelah meyelesaikan ujian-ujian SKK yang bersangkutan.
e. TKK dikelompokkan menjadi 5 bidang:
1) Bidang Agama, Mental, Moral, Spiritual, Pembentukan Pribadi dan Watak; dengan warna
kuning sebagai warna dasar TKK.
2) Bidang Patriotisme dan Seni Budaya: dengan warna merah sebagai warna dasar TKK.
3) Bidang Keterampilan dan Teknik Pembangunan, dengan warna hijau sebagai warna dasar
TKK.
4) Bidang Ketangkasan dan Kesehatan, dengan warna putih sebagai warna dasar TKK.
5) Bidang sosial, Perikemanusiaan, Gotong royong, Ketertiban Masyarakat, Perdamaian Dunia
dan Lingkungan Hidup, dengan warna biru sebagai warna dasar TKK.
f. TKK dibedakan atas tingkatan-tingkatan sebagai berikut :
1) Pramuka Siaga
Hanya satu tingkat, berbentuk segitiga (puncaknya dibawah) dengan panjang sisi 3 cm.
dan tinggi 2 cm.
2) Pramuka Penggalang, Penegak dan Pandega terdapat 3 tingkatan :
a) Tingkat Purwa berbentuk lingkaran dengan garis tengah 2,5 cm dan dikelilingi bingkai 2
mm.
b) Tingkat Madya berbentuk bujur sangkar dengan ukuran sisi 2,5 cm, dikelilingi bingkai 2
mm.
c) Tingkat Utama berbentuk segi lima beraturan dengan ukuran sisi masing-masing 2 cm
dikelilingi bingkai 2 mm.
3) Perbedaan tingkatan pada TKK Penggalang, Penegak dan Pandega, ialah :
a) Warna bingkai merah untuk TKK Penggalang.
b) Warna bingkai kuning untuk TKK Penegak dan Pandega.
4) Seorang Pramuka yang memiliki TKK wajib menjamin bahwa kecakapan yang dimilikinya
dapat dipertanggungjawabkan.

3. SPG/TPG
a. Seorang yang telah menyelesaikan SPG disebut sebagai Pramuka Garuda, berhak
menyandang TPG. Seseorang yang telah menjadi Pramuka Garuda hendaknya mampu
menjadi teladan bagi teman-temannya di gudep dan masyarakat di sekitarnya.
b. SPG/TPG terdapat di semua golongan usia Pramuka.
c. Tanda TPG adalah burung garuda dalam bingkai segi lima. Ciri yang membedakan TPG
Siaga, Penggalang, Penegak, Pandega ialah warna dasar TPG:
1) Warna dasar hijau untuk TPG Siaga.
2) Warna dasar merah untuk TPG Penggalang.
3) Warna dasar kuning untuk TPG Penegak.
4) Warna dasar coklat untuk TPG Pandega.
d. Syarat menempuh Pramuka Garuda:
1)SPG Siaga dapat ditempuh oleh Pramuka Siaga Tata;
2)SPG Penggalang dapat ditempuh oleh Pramuka Penggalang Terap;
3)SPG Penegak dapat ditempuh oleh Pramuka Penegak Laksana;
4)SPG Pandega dapat ditempuh oleh Pramuka Pandega
e. Pramuka Garuda berkewajiban:
1)Menjaga nama baik pribadi dan meningkatkan kemampuan agar tetap menjadi teladan, baik
bagi Pramuka maupun bagi anak-anak dan pemuda lainnya.
2) Mendorong, membantu dan menggiatkan teman-teman Pramuka lainnya untuk mencapai
syarat-syarat Pramuka Garuda.

4. Cara menguji SKU, SKK dan SPG


a. Penguji
1) Penguji SKU adalah Pembina/Pembantu Pembina Pramuka yang langsung membina
Pramuka yang diuji.
2) Penguji SKK adalah Tim yang terdiri dari 2 orang yaitu :
a) Pembina/Pembantu Pembina yang langsung membina Pramuka yang diuji.
b) Seorang yang dianggap ahli dalam bidang kecakapan ditempuh oleh Pramuka yang
bersangkutan.
c) Penguji ahli dapat berasal dari dalam maupun dari luar Gerakan Pramuka.
3) Penguji SPG ialah :
a) Tim yang diangkat oleh Ketua Kwartir, terdiri dari Pembina Satuannya. Pembina
Gugusdepan, Andalan, orangtua dan tokoh masyarakat setempat.
b) Khusus untuk Gugudepan di luar negeri tim penguji dapat diangkat oleh Ketua Majelis
Pembimbing Gugusdepan.
b. Tugas Pembina Pramuka:
1) Membantu memberi motivasi, mendorong, agar Pramuka tidak terlalu lama berada dalam
tingkat yang diperolehnya masing-masing mereka harus segera menyelesaikan SKU
berikutnya.
2) Mendorong Pramuka pemilik TKK selalu membina diri sehingga kecakapannya tetap
bermutu, dan memotivasi terus menerus agar mereka memiliki TKK-TKK lainnya.
3) Memberi keterangan tertulis yang sesungguhnya tentang diri peserta didik, utamanya bagi
mereka yang dicalonkan sebagai Pramuka Garuda.
c. Cara Menguji SKU dan SKK
1) Ujian dilaksanakan secara perorangan, satu demi satu, tidak secara
berkelompok. Seandainya terdapat mata ujian yang dilakukan secara berkelompok, misalnya
baris-berbaris, berkebun, dll. penilaian tetap dijalankan perorangan.
2) Mata ujian ditentukan oleh peserta didik yang diuji (tidak harus berurutan), dan dilaksanakan
dalam bentuk praktek secara praktis.
3) Waktu ujian ditentukan sesuai dengan kesepakatan antara pembina/pembantu pembina
dengan yang diuji.
4) Penguji hendaknya berusaha agar proses ujian itu juga dirasakan oleh peserta didik sebagai
proses pendidikan yang menyenangkan dan dapat meningkatkan pengetahuan dan
pengalamannya.
5) Penguji hendaknya memperhatikan batas-batas kemampuan mental,fpisik dan
intelegensia, emosi dan jiwa sosial Pramuka yang diuji.
6) Penguji hendaknya memperhatikan ikhtiar, ketekunan, dan kesungguhan yang sudah
dijalankan oleh yang teruji.
7) Penguji membubuhkan paraf/tanda tangannya pada daftar mata ujian buku SKU milik
Pramuka yang diuji setelah ujian tersebut dinyatakan lulus.

d. Cara menguji SPG.


1) Penilaian atas calon Pramuka Garuda dilakukan perorangan.
2) Dalam memberikan penilaian seorang calon Pramuka Garuda, tim penilai wajib
memperhatikan :
a) Keadaan lingkungan setempat.
b) Keadaan dan sifat calon Pramuka Garuda.
c) Keterangan tertulis dari pihak-pihak yang mempunyai sangkut paut dengan kegiatan calon
Pramuka Garuda.
3) Penilaian dilakukan dengan cara :
a) Wawancara langsung.
b) Pengamatan langsung.
c) Meneliti dari hasil laporan atas calon Pramuka Garuda baik yang tertulis maupun lisan.

5. Penyematan TKU, TKK maupun TPG dilakukan pada upacara resmi. Penyematan TKU
dan TPG pada upacara pelantikan, penyematan TKK pada upacara latihan mingguan.
6. Ketentuan dan tempat Pemakaian TKU, TKK, TPG.
a. TKU untuk Pramuka Siaga dan Penggalang ditempatkan pada lengan baju sebelah
kiri, sedang untuk Pramuka Penegak dan Pandega disematkan di pundak kiri dan kanan.
b. TKK baik untuk Pramuka Siaga, Penggalang, Penegak/Pandega ditempel di lengan baju
sebelah kanan, maksimal 5 buah, sedang TKK-TKK yang didapat lainnya ditempel pada
tetampan (sejenis selendang yang digunakan khusus untuk penempelan TKK).
c. TPG
1) TPG berupa lencana dari logam digantungkan dimuka dada dengan pita berwarna merah
putih, dipakai pada upacara resmi.
2) TPG harian berupa kain bordir/sablon ditempelkan di dada sebelah kanan, di atas saku, di
atas bintang tahunan, tigor, tiska, dan lain-lain.

III. KESIMPULAN
Pelaksanaan pemenuhan SKU/TKU, SKK/TKK, SPG/TPG dalam kepramukaan
berfungsi sebagai alat pendidikan dan sekaligus merupakan perwujudan dari penerapan
metode kepramukaan. Oleh karena itu Pembina Pramuka hendaknya selalu memberikan
motivasi dan stimulasi kepada peserta didik untuk menyelesaikan Syarat-syarat Kecakapan
Umum, Khusus maupun Syarat Kecakapan Pramuka Garuda sehingga mibat dan bakatnya
berkembang, serta menjadi teladan bagi anggota pramuka lainnya, teman-temannya baik di
lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat sekitarnya

CARA MEMBINA PRAMUKA SIAGA

A. KESIMPULAN : (Waktu 1,5 jam)

1. Memanggil anak-anak Siaga dengan menggunakan pluit.


2. Berkumpul (membentuk lingkaran kecil).
3. Melakukan Upacara Siaga, dengan cara :
a. Memilih salah satu anak-anak Siaga untuk menjadi Sulung (komandan upacara pramuka Siaga).
b. Pembina Siaga keluar lingkaran, dan membiarkan Sulung memimpin anak-anak Siaga dengan mengucapkan
Siaga (2x).
c. Sulung kemudian melapor ke Pembina Siaga (ket: Yanda (Pa) dan Bunda (Pi)).
d. Yanda/Bunda merangkul Sulung dan memasuki lingkaran.
e. Sulung kemudian memberi penghormatan kepada Yanda/Bunda.
f. Sulung mengambil bendera Merah Putih yang sudah disiapkan di luar lingkaran.
g. Yanda/Bunda memberi perintah : Kepada Bendera Merah Putih, hormat grak. (tegak grak).
h. Yanda/Bunda mengucapkan Pancasila, diikuti peserta upacara Siaga.
i. Sulung mengucapkan Dwi Darma (Siaga berbakti kepada ayah ibundanya, Siaga berani dan tidak putus asa).
j. Sulung mengistirahatkan barisan Siaga.
k. Arahan Pembina tentang materi hari ini.
l. Barisan disiapkan oleh Sulung, Yanda/Bunda memimpin do’a.
m. Sulung memberi laporan bahwa upacara Siaga selesai.
n. Sulung memberi penghormatan umum kepada Yanda/Bunda.
o. Yanda/Bunda memberi selamat (berjabat tangan) kepada Sulung.
4. Yanda/Bunda memberikan macam-macam Tepruk Pramuka. (Lampiran-1)
5. Yanda/Bunda memberikan macam-macam Nyanyian Pramuka. (Lampiran-2)
6. Yanda/Bunda memberikan macam-macam Yel-Yel Pramuka. (Lampiran-3)
7. Yanda/Bunda memberikan pelajaran Pramuka. (Lampiran-4)
8. Yanda/Bunda memberikan permainan Pramuka. (Lampiran-5)
9. Selesai.

B. PENJABARAN :
1. KUMPUL :
Dengan menggunakan pluit (titik-titik panjang) memanggil Pramuka Siaga yang berada dilapangan
atau yang masih ada dikelas, dengan kata-kata : “SIAGA”, dilanjutkan dengan merentakan jari-jari diatas kepala
Pembina Pramuka membentuk lingkaran kecil. Kemudian memerintahkan Siaga untuk menggabungkan tangan
kanan dan kiri untuk saling bersilangan dan memegang tangan rekan-rekan yang ada di kanan dan kirinya.
Selanjutnya memerintahkan Siaga untuk melepaskan pegangan tangan kanan dan kiri dengan menyebut kalimat
“SIAGA”.

2. UPACARA :
Pembina menunjuk salah seorang anggota Siaga untuk menjadi “SULUNG” (Pemimpin Barung Utama).
Kemudian Sulung berteriak “SIAGA, SIAGA”, dan dijawab oleh anggota Siaga lainnya dengan kata “SIAP,
SIAP”. Setelah kondisi lingkaran Siaga rapih, tenang dan siap, maka Sulung menuju “YANDA” (Pembina
Pramuka) guna melaporkan persiapan upacara. Sulung melapor : “LAPOR, UPACARA SIAGA, SIAP”.
Kemudian Yanda memegang pundak Sulung dan berjalan bersama menuju lingkaran Pramuka Siaga.
Selanjutnya Sulung memberikan penghormatan umum kepada Yanda, “KEPADA YANDA, HORMAT
GRAK”. Lalu dibalas oleh Yanda dan menurunkan tangan / hormat. Sulung memberi perintah “TEGAK
GRAK”.
Selanjutnya Sulung mengambil bendera Merah Putih yang berada di luar lingkaran barisan Siaga, dan
menuju ke lingkaran Siaga. Yanda memberi perintah “KEPADA BENDERA MERAH PUTIH, HORMAT
GRAK”. Sulung berjalan berlahan sambil membawa bendera Merah Putih untuk ditegakkan di tengah barisan
lingkaran Siaga. Setelah bendera Merah Putih diletakkan ditengah, Sulung memberi hormat kepada bendera
Merah Putih. Yanda selanjutnya memberi perintah “TEGAK GRAK”.
Yanda selanjutnya mengucapkan “PANCASILA”, yang diikuti barisan Siaga :
“SATU KETUHANAN YANG MAHA”
“DUA KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB”
“TIGA PERSATUAN INDONESIA”
“EMPAT KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAH/KEBIJAKSANAAN DALAM
PERMUSYAWARATAN / PERWAKILAN”
“LIMA KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA”.
Selanjutnya, Sulung mengucapkan Janji Siaga :
“DWI DARMA”
“SIAGA BERBAKTI KEPADA AYAH IBUNDANYA”, (di jawab oleh barisan Siaga, KAMI BERBAKTI
KEPADA AYAH IBUNDA KAMI)
“SIAGA BERANI DAN TIDAK PUTUS ASA”, (di jawab oleh barisan Siaga, KAMI BERANI DAN TIDAK
PUTUS ASA).
Selanjutnya barisan Siaga diperintahkan istirahat, Sulung memberi perintah “ISTIRAHAT DITEMPAT,
GRAK”. Kemudian pengarahan dari Pembina Pramuka Siaga, yang intinya penjelasan kegiatan pada hari itu.
Setelah memberikan penjelasan, barisan disiapkan oleh Sulung, “SIAP GRAK”. Kemudian Yanda memimpin
do’a.
Setelah berdo’a, Sulung memberi laporan kepada Yanda, “LAPOR UPACARA SIAGA SELESAI,
LAPORAN SELESAI”. Yanda menjawab “BUBARKAN”. Kemudian Sulung memberi perintah penghormatan
kepada Yanda, “KEPADA YANDA HORMAT, GRAK”. Dijawab oleh penghormatan pembina Siaga.
Selanjutnya Sulung memberi perintah “TEGAK GRAK”. Kemudian Yanda memberi selamat kepada Sulung
atas keberaniannya memimpin upacara Siaga.

3. (LAMPIRAN-1)
MACAM-MACAM TEPRUK PRAMUKA.
Pembina kemudian memberikan penyegaran dengan berbagai macam tepruk pramuka, antara lain :

a. 3x Tepruk PRAMUKA. b. Tepruk SIAGA


Pramuka, Yes. Prok 3x, Si
Pramuka, Prok 3x, Ya
Praja Muda Karana, Prok 3x, Ga
Prok 3x, Si-Ya-Ga.

c. Tepruk ABRI d. Tepruk SAMBAL


Prok 3x, Ambil Pistol Prok 3x, Ulek-2
Prok 3x, Isi Pelor Prok 3x, Colek-2
Prok 3x, Jedor-2x Prok 3x, uh...uh
Prok 3x, Benjol

e. Tepruk BENCONG f. Tepruk AYAM


Prok 3x, Pakai Bedak Prok 3x, Petok-2x
Prok 3x, Pakai Lipstik Prok 3x, Piyek-2x
Prok 3x, da..da... Prok 3x, Kuku ruyuk

g. Tepruk PITET h. Tepruk COWOK


Prok 3x, Pitet-2x Prok 3x, Ada Cowok
Prok 3x, Pitet-2x Prok 3x, Ganteng-2x
Prok 3x, Ciluk Ba Prok 3x, Tapi Sayang
Jerawatan

i. Tepruk CEWEK j. Teprok Monyet


Prok 3x, Ada Cewek Yet-3, yet-3
Prok 3x, Cantik-2x (tutup muka)
Prok 3x, Tapi Sayang Monyet
Bisulan (tunjuk temannya)

4. (LAMPIRAN-2)
MACAM-MACAM NYANYIAN PRAMUKA.
Pembina kemudian memberikan hiburan dengan berbagai macam lagu pramuka, antara lain :

a. Siaga Siapa Yang Punya. b. Disini Kita Bertemu Lagi.


Siaga siapa yang punya (3 x) Disinilah disini kita bertemu lagi (2 x)
Yang punya kita semua Salam, Salam, Salam 3x, Hai

c. Ayo Kawan.
Ayo kawan, Ayo kawan berkumpul
Berkumpul, bersenang-senang semuanya
Jangan segan, jangan segan bersama
Bersama, bernyanyi, bergembira
Tepruk tangan, 3x, bergembira
Sekali lagi, 2x,
Tepruk tangan kita semua bergembira
d. Pramuka Bersatu.
Dari segala penjuru,
Pramuka kita bersatu (2 x)

Ho aliye, ye..ye
Ho aliyo, yo..yo 2x
Ho aliye, Ho aliyo

e. Hymne Pramuka f. Kakak Yaqub


-Kami Pramuka Indonesia Kakak Yaqub-2x
Manusia Pancasila Senyumlah-2x
Satya-Ku Kudarmakan Lonceng Tlah Berbunyi-2x
Darma-Ku Kubaktikan Ding Dang Dong
-Agar Jaya Indonesia, Indonesia
Tanah Airku, Kami Jadi Pandumu

g. Halo-Halo Apa Kabar (Lagu Tni) h. Rumput Diladang


-Halo-Halo, Apa Kabar -Kuambil Rumput Diladang
Hari Ini Hari Luar Biasa Kujadikan Penyamarana
-Halo-Halo Apa Kabar Wajah Ganteng Berubah Menjadi Setan
Suara Kami Melayang Diudara Agar Tak Mudah Dikenal
-Oh Mari-Ma-Ri Semua -Bergerak Bertempur
Bergembira Dalam Suka Dan Duka Pramuka Pantang Mundur
I-Kut Pramuka, Tidak Usah Dengan Peluruh Berhambur
Selalu Bergembira Cukup Dengan Pisau Dapur

5. (LAMPIRAN-3)
MACAM-MACAM YEL-YEL PRAMUKA.
Persiapan :
a. Lencanag Depan = Ninja
b. Tegak Grak = Gokil
c. Hormat Zing = Tembak 3x Wah Kena Tuh
d. Dewa Mabuk = Shooting 3x Silaw Man
e. Musik = Teng Toreng Tong Teng 3x
f. Maco = Mantan Copet
g. And One, And Two,
And Three, And Dan = Bau Pesing
Wak 3x Jedar Jedor

Jalan :

a. Everybody Can You See = Everybody Can You See


Ywka Datang Lagi = Ywka Datang Lagi
Bukan Mencari Lawan = Bukan Mencari Lawan
Tapi Mencari Kawan = Tapi Mencari Kawan
Lawan Jangan Dicari = Lawan Jangan Dicari
Ketemu Jangan Lari = Ketemu Jangan Lari

***(Dibalik)***
Ada Bemo = Bemo Ada
Ditengah-2 Jalan = Jalan Ditengah-2
Panggil Nona = Nona Panggil
Suruh Naik Kereta = Kereta Suruh Naik
Nona Bilang = Bilang Nona
Sudah Tak Punya Uang = Uang Sudah Tak Punya
Kecopetan
Ter...A Ywka.....Ter....A Ywka

#### Selanjutnya Buat Variasi Angkare (Tembak)


b. Dip Pidip 3x = Pam 3x

c. Mama Mia 2x = Ah 2x Asyik

d. Bom Bastik = Mister Loba-Loba

e. E Owa Eyo = Howa Eyo

f. Papa Roti = Papa Beli Roti


Punya Putri = Siketi Siketi
Punya Putra = Sitoni Sitoni

g. Mana 2x Suaramu = Ini Ini Suaraku


Mana = Ini
Ini = Mana

h. 1+1 =2
+1 =3
+1 =4
+1 =5
Kali 5 = 25 Jigo, 50 Gocap, 100 Cepe,
500 Gope, Punya Cewek Matre,
Punya Cowok Kere,
Malam Minggu Pere

#### Selanjutnya Buat Variasi Lingkaran (Yamko Rambe Yamko)

i. Isep-Isep = Jem ) 2x
Isep-Isep = Jempol

j. Raba-Raba = Tem ) 2x
Raba-Raba = Tembok

k. Pegang-Pegang = Tang ) 2x
Pegang-Pegang = Tangan

l. Panas-Panas = A ) 2x
Panas-Panas = Air

m. Kami Berlomba Karena Kami Punyak Otak


Bukan Duduk Diam Bikin Kak Sis Tambah Botak

n. Kalau Kau Suka Nasi Uduk = Bungkus


Kalau Kau Suka Nasi Pecel = Bungkus
Kalu Kau Suka Hati
Mari Kita Lakukan
Jangan Lupa = Garuk-Garuk

#### Selanjutnya Buat Variasi Lempar Tongkat

o. Naik Kereta Api = Tut Tut Tut


Siapa Hendak Turun = Hendak Turut
Ke Bandung = Bisa
Surabaya = Bisa
Bolehkah Naik Dgn Percuma = Bisa
Ayo Kawanku Lekas Naik = Bisa
Keretaku Tak Berhenti Lama = Bisa
p. Just She World,
The Shooting And The She
Ywka Asyik Yang Paling Keren
Sigidam Sigidu

q. 01 Kampung Melayu, Elu Semua Jangan Belagu


66 Ke Blok-N, Ywka Paling Keren

r. Pat Pat Gulipat, Ywka Mau Lewat


Boleh Dilihat Asalkan Jangan Dijilat
Butet...........
Butet, Butet, Butet, Butet
Ali Topan, Ali Topan

s. Kami Pramuka Dari Ywka Mau Berlomba


Siapkan Stamina, Dan Tenaga
Tuk Jadi Juara

#### Selanjutnya Buat Variasi Bebas


1) Lompat Harimau
2) Buat Jembatan
3) Banting Tongkat
4) Lats Dance (break dance)

6. (LAMPIRAN-4)
MACAM-MACAM PELAJARAN / MATERI PRAMUKA.
a. Psikotest
1) Binatang.
Aku mempunyai sayap
Aku sering membangunkan orang dipagi hari
Dan aku jago berantem
Siapakah aku ? (AYAM)

2) Benda.
Aku mempunyai roda empat
Aku sering mengangkut orang banyak
Dan aku jago ngebut
Siapakah aku ? (MOBIL)

3) Bentuk.
Aku mempunyai tubuh tinggi
Aku sering di naiki orang
Dan jika aku marah banyak yang sengsara
Siapakah aku ? (GUNUNG)

4) Berhitung.
Aku satu tambah satu
Aku dikurang satu
Dan aku ditambah satu
Berapakah aku ? (DUA)

b. Menggambar

c. Pertanyaan Bebas :
- Apa yang kamu rasakan dari permaianan Siaga ?
- Apa yang kamu rasakan dari Yel-Yel ?
- Apa yang kamu rasakan dari Baris Berbaris ?
7. (LAMPIRAN-5)
MACAM-MACAM PERMAINAN PRAMUKA.
a. Kucing-Kucingan
Caranya : pilih dua anak Siaga, satu orang untuk menjadi kucing dan satu orang untuk menjadi tikus.
Selanjutnya setelah mendengar pluit, maka si kucing harus mengejar tikus. Bisa juga dilakukan dengan dua
orang menjadi kucing dan dua orang menjadi tikus.

b. Sibuta mencari tongkat


Caranya : pilih dua anak Siaga dengan mata tertutup (keduanya), satu orang untuk menjadi penangkap
dan satu orang untuk menjadi pelari. Selanjutnya setelah mendengar pluit, maka si penangkap harus mengejar si
pelari. Bisa juga dilakukan dengan dua orang menjadi si penangkap dan dua orang menjadi si pelari.

c. Kuda berisik.
Caranya : buat barisan Siaga (berbanjar), satu orang paling depan berdiri untuk menerima berita dari
Yanda/Bunda. Selanjutnya disampaikan kepada rekan-rekan yang sedang duduk, berlanjut ke rekan yang sedang
duduk lainnya.

d. Menyeberang Bola.
Caranya : buat barisan Siaga (berbanjar), setiap orang memegang pipa paralon (PVC) satu bundar
dipotong jadi dua ukuran 30 CM. Selanjutnya satu orang paling depan menerima bola dari Yanda/Bunda,
kemudian bola diserahkan kepada rekan-rekan yang sudah memegang pipa berikutnya. Siaga yang sudah
menyeberangkan bola berlari ke tempat kosong untuk menerima kiriman bola.

e. Menyeberang Jaring Laba-2.


Caranya : Siapkan jaring laba-2 sebanyak-banyaknya. Kemudian bariskan Siaga (berbanjar), setiap orang
harus memilih lubang (Jaring Laba-2). Selanjutnya lubang lainnya wajib di isi (dilewati oleh Siaga lainnya)

f. Menyeberang Karet Gelang.


Caranya : Siapkan sedotan yang bisa patah sebanyak-banyaknya. Kemudian bariskan Siaga (berbanjar),
setiap orang wajib menyeberangkan (menerima) karet dari Siaga yang paling depan hingga terakhir.

g. Menyeberang Perahu.
Caranya : Siapkan bangku (papan) sebanyak-banyaknya. Kemudian bariskan Siaga (berbanjar), setiap orang
wajib menyeberang dengan menginjak bangku (papan) dari Siaga yang paling depan hingga terakhir.

h. Menyeberang Lingkaran Tali.


Caranya : Siapkan lingkaran dari tali sebanyak-banyaknya. Kemudian bariskan Siaga (berbanjar), setiap orang
wajib berpegangan tangan dari Siaga yang paling depan hingga terakhir. Selanjutnya satu persatu (tanpa tangan
dilepas) melewati lingkaran tali.

i. Menyeberang Bola.
Caranya : Siapkan bambu besar yang diikat tali pada tengahnya sebanyak-banyaknya. Kemudian buat lingkaran
Siaga, setiap barung wajib menyeberang bola dengan menarik setiap tali agar bambu dapat tegak lurus sehingga
bola tidak jatuh.

j. Melempar Bola.
Caranya : Siapkan bola plastik sebanyak-banyaknya. Kemudian pilih satu orang Siaga memegang satu buah
ember untuk menerima lemparan bola rekan-rekannya. Buat barisan Siaga berbanjar kesamping kanan/kiri,
setiap Siaga menerima satu bola untk dilemparkan kedalam ember penampung bola.

jelaskan Perencanan dan Persiapan apa saja sebelum Berkemah?


Perencanan dan Persiapan Berkemah
Setiap kita akan melakukan sebuah kegiatan, maka harus ada sebuah perencanaan mengenai
segala sesuatu yang akan kita lakukan saat kegiatan dan peralatan apa saja yang akan
kita butuhkan ketika pelaksanaan kegiatan tersebut agar kegiatan tersebut bisa berjalan dengan
lancar. Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan.
Rencana kegiatan, yaitu:
1) Penentuan tempat kegiatan perkemahan
2) Waktu kegiatan, meliputi:
a) Waktu pelaksanaan (hari, tanggal dan jam)
b) Lama kegiatan (berapa hari)
c) Waktu pemberangkatan (tempat berkumpul, jam pemberangkatan)
3) Peserta kegiatan perkemahan, meliputi: Jumlah peserta dan syarat peserta yang
diperbolehkan mengikuti perkemahan
4) Biaya kegiatan perkemahan, meliputi: Asal dana dan Perkiraan kebutuhan dana
5) Transportasi menuju tempat perkemahan

6) Peralatan, meliputi:
a) Peralatan pribadi
b) Peralatan kelompok

7) Surat menyurat, meliputi:


a) Surat pemberitahuan kepada orang tua peserta disertai blangko perijinan dari orang tua
peserta.
b) Surat pemberitahuan kepada aparat berwenang yang membawahi tempat kegiatan
perkemahan.
c) Surat ijin perjalanan dari aparat berwenang.

b. Peninjauan langsung (survey) medan tempat kegiatan perkemahan, meliputi:


1) Ketersediaan air untuk memasak dan MCK.
2) Keamanan dari gangguan binatang maupun manusia.
3) Jarak dari pasar atau tempat belanja dan keramaian (permukiman penduduk).
4) Alat transportasi yang bisa menjangkau medan.
5) Pemandangan alam sekitar.

c. Persiapan sebelum pelaksanaan kegiatan perkemahan


1) Persiapan peralatan
2) Persiapan mental peserta
3) Persiapan fisik peserta

RENUNGAN PEMBINA KML


KWARTIR CABANG GERAKAN PRAMUKA GRESIK

GERAKAN PRAMUKA
KWARTIR CABANG GRESIK
Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo No. 104. B Telp. (031) 3985721
GRESIK 61121

RENUNGAN PEMBINA PRAMUKA MAHIR


Ya Allah,
Tuhanku yang Agung dari segala yang agung,
izinkan Aku malam ini membuka pintu Magfiroh-Mu
dan menyerahkan segenap jiwa ragaku atas segala permasalahanku
kepada-Mu.

Ya Allah,
Kau ciptakan udara untuk paru-paruku.
Kau berikan makanan untuk hidupku.
Kau ciptakan matahari dan bulan untuk menerangiku.
Kau padukan mata, tangan, kaki, otak, dan badanku untuk bertingkah,
Tapi aku masih belum menyadari akan anugra-Mu pada kehidupan ku.

Ya Allah,
Kau sandingkan Aku dengan saudara-saudaku, istri atau suami dan anak-
anakku,
Namun, Aku belum memberikan apa-apa bagi-Mu selain meminta dan
meminta.
Aku merengek-rengek hanya untuk meminta pada-Mu.
Maafkan Aku ya Allah.

Ibu, kau sudah bersusah payah


Menggendongku 9 bulan 10 hari dalam masa kehamilan-ku
Kau lahirkan aku, dengan mehanan jeritan sakit, dan taruhan nyawa mu
ibu.
Kemudian kau menyusui, menimangku, kau warat ketika aku sakit, kau
suapi ketika aku belum mampu makan dan membesarkanku hingga kini.
Tapi itu sampai kini kau tidak pernah menagih jasa padaku, bahkan
sampai meninggal pun, ibu hanya tersenyum melihat tingkah polahku ini.

Ibu, maafkan aku.


Anak mu yang tidak tahu akan balas budi.
Yang sering membentak, menolak permohonan mu, bahkan menyakiti hati
mu.
Wahai ibu, sunggu maafkan anak mu ini ….
Kini hanya tangis dan air mata yang sanggup membasahi kesedihanku
padamu.

Ayah …..
Entah berapa banyak keringatmu untuk keberhasilanku.
Kau bersusah payah membiayaiku.
Kau tegarkan tulangmu hanya untuk anakmu ini.
Tapi, mengapa saya masih saja membanggakan diri sendiri dan
melupakanmu.
Bahkan, sampai engkau tiada, aku jarang berdoa untukmu.
Ayah, maafkan anakmu ini, yang Kurang berbakti padamu.

Ya Allah …..
Wahai ayah ….., ibu…. darah daging yang menurunkanku.
Kini, aku anak mu …. akan didaulat menjadi seorang Pembina Pramuka
Mahir …..
Tapi, mampukah aku....?

Rasanya aku terbebani, …. dan teramat berat jika disebut pembina mahir.
Karena harus menjadi teladan pada diri sendiri dan orang lain.
Ayah …. Ibu …… kini aku merasa belum mampu menjadi teladan, sepermu
….

Ilmuku masih setengah-setengah, tetapi aku mulai pongah.


Kemahiranku apa adanya, tetapi aku seolah-olah mahir segalanya.
Hatiku masih bertabur bimbang, tetapi aku seakan senang.
Pikiranku masih kosong, tetapi aku mulai berlagak sombong.
Aku pembina, tetapi hanya sebagai topeng terbina.
Akulah pecundang!

(Wahai anak ku betulkah kamu pecundang? …. Aku orang tua mu yakin,


kamu bukan pecundang)

(Ridloku pada mu wahai anak ku, …… kini ucapkan dengan lantang)


….. AKU PEMBINA, ….. BUKAN PECUNDANG…………….

(Wahai anak ku jadilah pembina sejati jangan penjadi pembina berpura-


pura, …. Ikhlaskan hati dan tegaskan jiwamu)

Aku bukan pecundang ….


Aku bukan pecundang ….
Aku bukan pecundang ….

Dengan ridlo ayah dan ibu ku …


Kini, aku menundukkan kepala dengan segenap jiwa kepada-Mu Ya Allah
…..
memasuki hati yang paling dalam,
untuk menemukan siapakah aku sebenarnya.

(Kini pasrahkan segalanya kepada Allah SWT. Dan berharap besar kepada-
Nya …)
Kini hatiku berbisik kepada ku ya Allah …..”.
“Aku seorang pembina yang sesungguhnya pembina mahir.”
“Aku bukan pecundang!”.

Aku bersaksi dengan-Mu, Ya Allah.


Wahai Ibu ….. dan Ayah….ku,
yang sekarang sedang tersenyum melihatku di sini, untuk berikrar jadi
Pembina.
Aku akan mengabdi kepada diriku, orang lain, bangsa, dan negaraku yang
kucintai ini, demi ridloh Tuhan, jasa mu wahai ayah dan ibu ……
Kini aku bertekat ….. Tiap waktu, tiap saat,
aku akan mengisi gelas ke pembina ku dengan sesungguhnya.
Kepada ya Allah aku kan selalu bersyukur….
Kepada mu wahai ayah dan itu aku akan selalu berbakti ……
Kepada sesama pembina, aku akan santun dan sopan
karena mereka adalah kolegaku.

Kepada para Pembina dan Peserta didik,


Kutekatkan hati, jiwa dan ragaku akan melayanimu,
Karena kalian adalah nafasku.

Kepada bangsa dan negaraku, Indonesia.


Aku akan membelamu melalui pengabdianku.

Untuk itu, kini AKU BERSUMPAH.


AKULAH PEMBINA MAHIR SEJATI ……..

Jika kamu pembina sejati, bersediakah Anda mengucap janji Trisatyamu?


.... berdoa sejenak sebelum menyatakan…

Jika bersedia, ucapkan dengan lantang,

“AKU BERSEDIA!”

Selanjutnya,
mendekatlah ke bendera Merah Puti Negara Kesatuan Republik Indonesia
yang berada di dekatmu.
- Hormat kepada sang MerahPutih,
- Raih ujung bendera dan letakan tepat di dada kiri detak jantungmu
- Ucapkan janjimu : SATYA PRAMUKA, dengan Lantang.

Gresik, 27 Desember 2017


Pembina

…………………
Ketika
kami tegak di sini…., melingkari bongkahan bara unggun yang mulai
padam, kami …
bagaikan tiang-tiang bayangan hitam

Suatu
bentuk yang sangat rapuh….., mudah goyang tertiup arah cahaya nafsu.

Tetapi ketika tangan-tangan ini semua kita


pertautkan…..,

Kita bentuk rantai persaudaraan yang kokoh…..,


Kita dapat merasakan denyut jantung
saudara-saudaraku di sebelah kiri dan kanan..,

Bahkan….., ketika jiwa kita lebih hening….., kita


rasakan degup-degup seluruh jantung kehidupan saudara-saudaraku
seluruhnya
dalam lingkaran ini.

Lingkaran persaudaraan…..telah kita bentuk, kami


ini bagaikan mata rantai……, yang satu sama lain saling memperkuat,
…..satu sama
lain saling memberikan arti.

Letak rantai yang terlemah adalah rantai yang


merasa dirinya terkuat.

Kini kami bukan bayang-bayang lagi……, tetapi kami


unsur kehidupan yang memiliki arti. Kami ini mata rantai Republik
ini……., kami
ini garda terdepan perekat ikatan persatuan anak negeri.

Kami tidak pernah peduli terdiri dari suku apa mata rantai ini…..,
terbuat
dari agama apa mata rantai ini,
terdiri dari golongan kaya atau miskin,
ksatria ataupun sudra kami tidak
pernah peduli.

Kami telah menyatu….., Kami adalah tonggak


merah-putih negeri ini.

Dengarlah detak hati nurani kita yang terdalam……, biar


bumi ini terbelah sungai bumi, atau laut, benua atau samudera ……kita
tetap
satu darah. Kita harus menjadi
darah terbersih dari bangsa ini, yang
bisa mencuci darah-darah kotor yang telah salah bekerja…., darah kotor
yang
telah letih dan lemah. Kami ini darah-darah segar generasi yang
senantiasa
beredar, mengalir menurut hukum negeri ini…….. menyelesaikan sisa
peredaran
hidup menurut janji dan ketentuan moral……satya yang terpateri dan
diamalkan,
darma yang teguh dan dibaktikan.