Anda di halaman 1dari 15

Tn. B Kurang lebih sejak tanggal 17 Januari 2010 klien mulai bicara sendiri.

Bicaranya kacau. Klien mengatakan bahwa dirinya saat ini sebagai calon presiden
yang sedang berperang dengan Megawati dan Gusdur. Untuk Kebutuhan mandi,
makan dan minum mampu dilakukan sendiri. Lalu pada tanggal 17 Februari 2010,
oleh keluarga, klien dibawa ke rumah sakit. Selama penderita dirumah, klien
didiamkan oleh keluarga karena tidak tahu cara mengatasi kondisi dari penderita.
Keluarga tidak membawa klien ke rumah sakit karena pada saat itu keluarga tidak
mempunyai uang. Klien sebelumnya pernah dirawat di RSJ selama 2x.

1
ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN TN. B

DENGAN MASALAH UTAMA WAHAM KEBESARAN

DI RSJ …………

I. IDENTITAS KLIEN
Nama : Tn B

Umur : 37 tahun

Jenis kelamin : laki-laki

Suku : Jawa

Agama : Islam

Pendidikan : SMP

Status Perkawinan : Belum menikah

Alamat : Puspanjolo Tengah IX No 67 Rt 04 Rw 04 Bojong


Salaman, Semarang Barat

Diagnosa Medik : Skizofrenia Paranoid

No. RM : 037323

Ruang Rawat : Ruang VI ( Graha Gatotkaca )

Tanggal Dirawat : 17 September 2005 jam 10.00 WIB

Tanggal Pengkajian : 19 September 2005 jam 08.00 WIB

II. ALASAN MASUK

2
Klien bicara sendiri dan bicaranya kacau.

III. RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG


sejak tanggal 17 Januari 2010 klien mulai bicara sendiri. Mandi, makan dan
minum teratur dilakukan sendiri. Lalu pada tanggal 17 Februari 2010, oleh
keluarga, klien dibawa ke rumah sakit. Selama penderita dirumah, klien
didiamkan oleh keluarga karena tidak tahu cara mengatasi kondisi dari
penderita. Keluarga tidak membawa klien ke rumah sakit karena pada saat
itu keluarga tidak mempunyai uang.

 Masalah keperawatan : Tidak efektifnya koping keluarga :


ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit

IV. FAKTOR PREDISPOSISI


 Klien sebelumnya pernah dirawat di RSJ ……..sebanyak 2x.
Pertama kali dirawat pada bulan Maret 2008 selama 1 bulan dengan
gejala bicara sendiri dan bicaranya kacau, dinyatakan sembuh lalu
dibawa pulang oleh keluarga. Sejak saat itu klien tidak minum obat lagi
dan tidak pernah kontrol.

Yang kedua pada bulan April 2009 dengan gejala bicara sendiri dan
bicaranya kacau, dirawat selama 1 bulan lalu pada bulan Juli 2005
melarikan diri pulang ke rumah. Sejak saat itu klien tidak minum obat
lagi dan tidak pernah kontrol.

Setelah itu, klien dapat berkomunikasi dengan keluarga dan masyarakat


sekitarnya.

Tidak ada anggota keluarganya yang menderita gangguan jiwa

 Masalah keperawatan : Tidak efektifnya penatalaksanaan regimen


terapeutik

3
 Klien mengatakan bahwa dirinya saat ini sebagai calon presiden
yang sedang berperang dengan Megawati dan Gusdur.
Masalah Keperawatan : perubahan isi pikir : waham kebesaran

V. PEMERIKSAAN FISIK
1. Tanda Vital :
TD : 120/80 mmHg Nadi : 88 X/Menit

S : 37° C RR : 20 X/Menit

2. TB : 155 cm, BB : 50 kg
3. Keluhan fisik : tidak ada

4. Head to toe :
Kepala : rambut hitam, bersih, tidak ada ketombe

Mata : konjungtiva tak anemis, sklera tak ikterik, tak ada


konjungtivitis

Hidung : tak ada polip, tak ada discharge

Telinga : simetris, ada serumen, tak ada gangguan pendengaran

Mulut : bibir tidak kering, tak ada stomatitis, gigi bersih

Leher : simetris, tak ada pembesaran kelenjar tiroid

Thorax : simetris, tak ada tarikan otot bantu nafas, tak ada ronkhi

Abdomen : tak ada asites, peristaltik usus normal = 20 x/menit

Ekstremitas : tak ada edem, tak kaku sendi/otot, rentang gerak normal

Genetalia : bersih, tak ada hemoroid.

4
VI. PSIKOSOSIAL

1. Genogram

: perempuan
Keterangan :
: pasien
: laki-laki

: tinggal dalam 1 rumah

: meninggal

Klien tinggal dalam satu rumah dengan adik pertamanya, suami dari adik
pertamanya itu, 2 anak adik pertamanya dan adik keduanya yang belum
menikah. Ayah klien meninggal tahun 2001 karena hipertensi. Ibu klien
meninggal karena sakit asma tahun 1986.

Keluarga menggunakan teknik komunikasi terbuka dengan


membicarakan masalah secara musyawarah, interaksi dalam keluarga
baik, keluarga kooperatif dan mendukung kesembuhan klien.

5
2. Konsep diri
a.Gambaran diri
Klien mengatakan bersyukur dengan kondisi tubuhnya.

b. Identitas diri
Klien menyadari dirinya laki-laki, pendidikan hanya tamat SMP,
belum menikah dan status sekarang pengangguran.

c.Peran diri
Klien merupakan anak ke-4 dari 7 bersaudara. Dengan kondisinya
sekarang (sakit dan pengangguran) klien merasa sedih karena tidak
bisa membahagiakan saudara - saudaranya. Klien mengatakan
setelah pulang dari rumah sakit akan bekerja lagi sehingga dapat
memberi uang kepada saudara – saudara dan keponakannya.

d. Ideal diri
Klien bercita – cita menjadi seorang guru. klien mengatakan saat ini
sebagai calon presiden yang sedang berperang dengan Megawati dan
Gusdur.

e.Harga diri
Saat dikaji klien mengatakan saat ini malu, hidupnya sudah tidak
terarah lagi karena sampai saat ini klien belum menikah dan tidak
bekerja.

Masalah keperawatan : gangguan konsep diri : harga diri rendah

3. Hubungan Sosial
a.Orang yang paling dekat dengan klien dalam keluarganya adalah
adik kandungnya yang kedua ( Tn. A ) Menurut Tn B sebelum sakit
jika ada masalah klien sering bercerita dengan adiknya tersebut.

6
Setelah sakit penderita sering menyendiri di kamar, jarang kumpul
dengan keluarga lagi.
b. Peran serta dalam kelompok atau masyarakat.
Sebelum klien mengalami gangguan jiwa, klien mudah bergaul,
menurut klien sore hari Tn B sering kumpul-kumpul dengan teman-
temannya, Tn B aktif mengikuti kegiatan di kampungnya ( ronda
desa).

Setelah sakit (+ sejak Maret 2008 ) penderita jadi pendiam, jarang


berinteraksi dengan keluarga lebih senang didalam kamar, malas
keluar rumah

c.Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain


Saat dilakukan pengkajian Tn B mengatakan hidupnya sudah tidak
terarah karena klien merasa gagal dalam hidup. Belum menikah
sehingga Tn B malu, pikirannya sering tidak terarah (konsentrasi
buyar). Klien juga malu karena tidak bekerja.

Klien mulai tidak mau bergaul dengan orang lain karena merasa
malu dengan keadaan dirinya yang menurut klien hidupnya sudah
tidak terarah, klien merasa gagal dalam hidupnya klien sedih dan
malu karena sudah umur 37 tahun belum menikah.

Masalah Keperawatan : kerusakan interaksi sosial

4. Spiritual
a.Nilai dan Keyakinan
Klien beragama islam. Klien meyakini dengan sholat dapat
membantu menyelesaikan masalah.

b. Kegiatan ibadah
Klien rajin beribadah. Saat berada di Rumah Sakit klien tetap
melakukan sholat 5 waktu secara teratur.

7
VII. STATUS MENTAL
1. Penampilan
Penampilan klien rapi, bersih, berpakaian dengan tepat, berganti pakaian
2 kali sehari, cara berjalan lambat, kontak mata kurang, pandangan mata
sering tampak kosong, ekspresi wajah gelisah.

2. Pembicaraan
Saat dilakukan pengkajian klien dapat menjawab pertanyaan perawat,
cara bicara klien lambat, kadang sedikit keras dan berhenti sebentar di
tengah kalimat untuk memikirkan jawaban.

3. Aktifitas motorik
Klien tampak lesu, saat menceritakan masalahnya klien tampak gelisah,
menunduk, tangan memegang kening.

4. Alam perasaan
Saat dikaji klien mengatakan perasaannya sedih dan malu karena merasa
hidupnya tidak terarah, putus asa yang disebabkan karena sampai umur
37 tahun klien belum menikah, pikirannya sering tidak dapat
berkonsentrasi, apalagi sekarang mengalami sakit jiwa.

5. Afek
Afek klien sesuai dengan stimulus yang diberikan, saat bercerita tentang
penyakit serta masalah yang dipikirkan klien menunjukkan ekspresi
wajah sedih.

6. Interaksi selama wawancara


Kooperatif, dapat menjawab semua pertanyaan yang ditanyakan oleh
perawat, bicara lambat tapi terkadang keras, kontak mata kurang (mudah
beralih), klien lebih sering menunduk, tangan memegangi kening dan
memegangi tangan yang lain.

8
7. Persepsi
Saat ini klien tidak mengalami halusinasi baik halusinasi dengar, lihat
maupun penghidu namun dulu sebelum masuk RSJ klien sering bicara
sendiri dan bicaranya kacau.

8. Proses pikir
Pembicaraan klien dapat dimengerti perawat. Selama berinteraksi
dengan perawat, klien sering mengalami Bloking ( pembicaraan terhenti
tiba – tiba tanpa gangguan eksternal kemudian dilanjutkan kembali ).

Masalah keperawatan : perubahan proses pikir

9. Isi pikir
Saat dilakukan pengkajian, klien sering mengatakan bahwa dirinya
adalah calon presiden yang sedang berperang dengan Megawati dan
Gusdur.

Masalah Keperawatan : perubahan isi pikir : waham kebesaran

10. Tingkat kesadaran


Tingkat kesadaran klien baik, orientasi tempat, waktu dan orang baik.
Klien mengetahui sekarang berada di RSJ …. , klien mengetahui hari,
tanggal dan jam klien dapat membedakan pagi, siang dan malam, klien
dapat mengenali orang lain.

11. Memori
Daya ingat jangka panjang klien baik dimana klien dapat mengingat
tahun lahirnya. Daya ingat jangka pendek dan daya ingat saat ini baik
klien ingat alasan dibawa ke Rumah Sakit serta kegiatan yang dilakukan
klien hari ini.

12. Tingkat konsentrasi dan berhitung

9
Tingkat konsentrasi klien cukup baik, klien dapat menjawab pertanyaan
perawat walaupun keadaan ruangan cukup ramai oleh pasien yang lain.

Klien dapat berhitung dengan baik, saat diberi soal pengurangan klien
dapat menjawabnya dengan benar misalnya 5x9-4 = 41

13. Kemampuan menilai


Pasien dapat mengambil keputusan sederhana dengan bantuan, dimana
saat diajukan dua pilihan berbincang di teras atau diruang makan klien
dapat menentukan pilihan berbincang di ruang makan.

14. Daya Tilik Diri


Mengingkari penyakit yang diderita, merasa sudah sembuh, ingin
pulang dan merasa tidak perlu pertolongan.

VIII. KEBUTUHAN PERSIAPAN PULANG


1. Makan
Klien makan 3 kali sehari dengan menu yang di sediakan dari Rumah
Sakit, saat makan klien habis 1 porsi, klien makan dengan menggunakan
tangan. Klien mampu menyiapkan dan membersihkan peralatan makan
sendiri.

2. BAB/BAK
Klien mampu melakukan BAB dan BAK sendiri, klien juga dapat
membersihkan diri setelah BAB dan BAK.

3. Mandi
Tubuh klien cukup bersih, tidak bau. Selama di Rumah Sakit, klien
mandi 2 kali sehari tanpa bantuan, ganti baju 2 kali sehari, menggosok
gigi 2 kali sehari, selama di Rumah Sakit klien sudah mencuci rambut 2
kali, kuku klien tidak panjang.

4. Berpakaian/berhias

10
Klien mampu mengenakan pakaian sendiri secara tepat, pakaian sesuai
dengan pasangannya. Setiap klien mandi klien mengganti bajunya. Klien
menggunakan alas kaki. Dandanan klien cukup rapi.

5. Istirahat tidur
Menurut klien, selama di Rumah Sakit sehari klien tidur selama + 10
jam, tidur siang 1 jam biasanya mulai jam 14.00 – jam 15.00 WIT dan
tidur malam 7 jam mulai jam 22.00 – 05.00 WIT. klien akan tidur jika
merasa ngantuk, sebelum tidur klien akan berdo’a dahulu. Aktivitas
pasien setelah bangun tidur, sholat dan mandi.

6. Penggunaan obat
Selama di Rumah Sakit klien mendapat obat oral Haloperidol 2 x 10 mg
diminum 2 kali sehari, THP 2 x 2 mg, minum obat 2 kali sehari pagi dan
sore setelah makan. Obat yang didapatkan oleh klien merupakan obat
penenang, efek dari obat tersebut adalah berpikir tenang, bisa tidur tidak
gelasah. Efek samping lidah dan badan kaku, ngiler.

Setelah diberi obat oleh perawat Klien dapat meminum obat sendiri.

7. Pemeliharaan kesehatan
Sebelum dibawa ke Rumah Sakit, klien didiamkan oleh keluarga karena
tidak tahu cara mengatasi kondisi dari penderita.

8. Kegiatan di dalam rumah


Klien mengatakan setelah pulang, klien akan membantu mengerjakan
pekerjaan rumah tangga seperti nyapu, ngepel. Adiknya bekerja sebagai
kuli bangunan.

9. Kegiatan diluar rumah


Klien mengatakan dengan kondisinya sekarang ini klien malu untuk
kembali mengikuti kegiatan dalam desanya serta untuk berkumpul
dengan teman-temannya, tetapi klien akan kembali bekerja sebagai kuli
bangunan

11
IX. MEKANISME KOPING
Menurut klien, klien merupakan seorang yang pemalu, Sebelum sakit klien
dapat berinteraksi dengan orang lain, sore hari klien biasanya kumpul
dengan teman-temannya di rumahnya. Jika ada masalah klien tidak pernah
menceritakan kepada keluarga atau temannya klien lebih senang
memikirkannya sendiri.

Keluarga mengatakan semenjak 17 February 2010 yang lalu klien sering


melamun didalam kamarnya, tidak mau kumpul dengan keluarga dan teman-
temannya. Jika ada yang menyinggung perasaannya klien akan marah,
gelisah, semakin sering melamun serta tidak mau keluar kamar.

Masalah Keperawatan : koping individu tidak efektif

X. MASALAH PSIKOSOSIAL DAN LINGKUNGAN


Keluarga Tn B sangat mendukung untuk kesembuhan Tn B, keluarga siap
menerima Tn B kembali, keluarga akan berusaha untuk memberikan
dukungan kepada Tn B dengan cara lebih memperhatikan Tn B sehingga
dapat mengurangi frekuensi melamun, keluarga Tn B akan membantu klien
untuk teratur minum obat.

Sebelum dimasukkan ke rumah sakit, klien sering mengamuk, memecah


kaca, bicara sendiri dan bicaranya kacau.

Masalah Keperawatan : Resiko mencederai orang lain dan lingkungan.

12
XI. PENGETAHUAN

Klien berpendidikan SMP, menurut pengetahuan klien sakit jiwa adalah


stress sehingga menjadi gila. Klien tidak tahu kalau perkatannya sebagai
calon presiden yang sedang berperang dengan megawati dan gusdur ini
tidak sesuai dengan realita

XII. ASPEK MEDIK


Diagnosa Medik : Skizofrenia paranoid

Terapi medik : Haloperidol 2x10 gr

Thrihexipenydil 2 x 2 mg

Program ECT Konfensional 6 kali

XIII. ANALISA DATA


Jam / Tanggal Data Focus Masalah

17-02-10 DS :. Resiko menciderai diri,


orang lain dan
Jam 08.00  Klien mengatakan jika ada
lingkungan
masalah klien akan merasa marah.
 Keluarga klien mengatakan
klien mengamuk pada bulan Mei
2008 melempari mobil
tetangganya dengan batu

O:

 Nada bicara klien lebih keras


dari sebelumnya.

17-02-10 DS :

 Klien mengatakan saat ini sebagai

13
Jam 08.00 calon presiden yang sedang Perubahan isi pikir :
berperang dengan Megawati dan waham kebesaran
Gusdur.
O:

 Klien tampak berulang – ulang


mengatakan saat ini sebagai calon
presiden yang sedang berperang
dengan megawati dan Gusdur
17-02-10 S: Gangguan konsep diri :
HDR
Jam 08.00  klien mengatakan hidupnya
sudah tidak terarah lagi karena
sampai saat ini klien belum
menikah
 Klien mengatakan malu
karena sudah lama ia tidak bekerja
dan ia jadi menyendiri
O:

 Saat mengungkapkan
masalah tersebut ekspresi wajah
tampak sedih.
 Saat berinteraksi dengan
perawat Klien lebih sering
menunduk
 Tangan sering memegangi
kening dan tangan yang lain.

XIV. DAFTAR MASALAH


1. Tidak efektifnya koping keluarga : ketidakmampuan keluarga
merawat anggota keluarga yang sakit

14
2. Tidak efektifnya penatalaksanaan regimen terapeutik
3. Perubahan isi pikir : waham kebesaran
4. Gangguan konsep diri : harga diri rendah
5. Kerusakan interaksi sosial
6. Koping individu tidak efektif
7. Perubahan proses pikir
8. Resiko menciderai orang lain dan lingkungan.

XV. POHON MASALAH

Resiko tinggi
AKIBAT mencederai diri, orang
lain dan lingkungan

Perubahan isi pikir :


CORE PROBLEM waham kebesaran

SEBAB Gangguan konsep diri :


harga diri rendah

XVI. DIAGNOSA KEPERAWATAN


1. Resiko menciderai diri sendiri, orang lain, lingkungan b.d waham
kebesaran
2. Perubahan isi pikir : waham kebesaran b.d harga diri rendah

15