Anda di halaman 1dari 14

c 





c 
 c  


c   
 (
  

) adalah salah satu jamaah dari umat Islam,
mengajak dan menuntut ditegakkannya syariat Allah, hidup di bawah naungan Islam, seperti
yang diturunkan Allah kepada Rasulullah saw, dan diserukan oleh para salafush-shalih, bekerja
dengannya dan untuknya, keyakinan yang bersih menghujam dalam sanubari, pemahaman yang
benar yang merasuk dalam akal dan fikrah, syariah yang mengatur al-jawarih (anggota tubuh),
perilaku dan politik. Mereka berdakwah kepada Allah. Komitmen dengan firman Allah Taala,

³Serulah mereka ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasihat yang baik´ (An-Nahl:125)

Dialog yang konstruktif, sebagai jalan menuju kepuasan dan memberikan kepuasan bersandarkan
pada al-hujjah (alasan), al-mantiq (logika), al-bayyinah (jelas), dan ad-dalil (dalil).

Kebebasan adalah keniscayaan, hak mendasar yang telah Allah anugerahkan kepada setiap
hamba-Nya, meski kulit, bahasa dan aqidah mereka berbeda; Kebebasan berkeyakinan,
beribadah, mengungkapkan pendapat, berpartisipasi dalam membuat keputusan, dan hak untuk
memilih dari beberapa pilihan secara bebas dan bersih, sehingga tidak boleh ada pengekangan
hak untuk mendapatkan kebebasan, hak mendapatkan ketenangan, sebagaimana seseorang tidak
boleh berdiam diri dan pasrah pada setiap permusuhan atau pengekangan terhadap
kebebasannya.

Ilmu merupakan salah satu pondasi tegaknya daulah Islamiyah, berprestasi tinggi bagian dari
kewajiban setiap umat agar dapat beramal menuju pengokohan iman dan sarana kemajuan umat,
mendapatkan ketenangan, merasakan kebebasan, menghadang permusuhan, menunaikan risalah
alamiyah (da¶wah) seperti yang telah Allah gariskan, memantapkan nilai-nilai dan ajaran-ajaran
perdamaian, menghadang kediktatoran, imperialisme, kezhaliman, dan perampasan kekayaan
bangsa.

Dasar dari pendidikan, konsep, akhlaq, fadhail, undang-undang, sistem, jaminan, nilai-nilai, dan
perbaikan adalah Kitabullah dan sunnah Rasul-Nya yang jika keduanya dipegang oleh umat
maka tidak akan sesat selamanya.

Islam menurut pemahaman Al-Ikhwanul Muslimun adalah sistem yang mengatur segala urusan
kehidupan berbangsa dan bernegara, mengatur hajat hidup manusia sepanjang masa, waktu dan
tempat. Islam lebih sempurna dan lebih mulia dibanding perhiasan kehidupan dunia, khususnya
pada masalah duniawi, karena Islam meletakkan kaidah-kaidah secara sempurna pada setiap
bagiannya, memberikan petunjuk ke jalan yang lurus dijadikan sebagai manhajul hayat (life
style), dipraktekkan dan selalu berada di atas relnya.
vika shalat merupakan tiang agama, maka al-jihad adalah puncak kemuliaannya, Allah adalah
tujuan, Rasul adalah teladan, pemimpin dan panutan, sedangkan mati di jalan Allah adalah cita-
cita yang paling mulia.

vika keadilan menurut Al-Ikhwan adalah salah satu tonggak setiap negara, maka persamaan
merupakan bagian dari karakteristiknya, dan undang-undang yang bersumber dari syariat Allah;
agar dapat merealisasikan keadilan yang mempertegas adanya persamaan.

Hubungan antara bangsa, negara, dan umat manusia adalah hubungan gotong royong, saling
membantu, dan bertukar pikiran, sebagai jalan dan sarana kemajuan berdasarkan persaudaraan,
tidak ada intervensi, tidak ada pemaksaan kehendak, kekuasaan dan kediktatoran atau
pengkerdilan hak orang lain.

Al-Ikhwanul Muslimun adalah jamaah yang memiliki cita-cita, mencintai kebaikan, bangsa yang
tertindas, dan umat Islam yang terampas hak-haknya.

Dakwah mereka adalah salafiyah, karena mereka selalu mengajak umat untuk kembali kepada
Islam, kepada penuntunnya yang suci, kepada Kitabullah dan sunnah Rasul-Nya. Sebagaimana
Al-Ikhwan adalah thariqah sunniyah (beraliran sunni), karena membawa jiwa mereka pada
perbuatan dan dalam segala urusan sesuai dengan sunnah yang suci khususnya pada masalah
aqidah dan ibadah.

Al-Ikhwan adalah jamaah shufiyah, mereka memahami bahwa dasar kebaikan adalah kesucian
jiwa, kebersihan hati, kelapangan dada, kewajiban beramal, jauh dari akhlaq tercela, cinta karena
Allah dan ukhuwah karena Allah.

Al-Ikhwan juga merupakan jamaah yang bergerak dalam bidang politik, yang menuntut
ditegakkannya reformasi dalam pemerintahan, merevisi hubungan negara dengan yang lainnya,
dan membina umat pada kemuliaan dan kehormatan diri.

Al-Ikhwan adalah jamaah yang memiliki vitalitas tinggi, memperhatikan kesehatan, menyadari
bahwa mukmin yang kuat lebih baik dari mukmin yang lemah, dan berkomitmen dengan sabda
nabi saw, ³Sesungguhnya badanmu memiliki hak atas dirimu´, dan menyadari bahwa kewajiban-
kewajiban dalam Islam tidak akan terlaksana kecuali dengan fisik yang kuat, hati yang penuh
dengan iman, akal yang diisi dengan pemahaman yang benar.

Al-Ikhwan adalah jamaah persatuan keilmuan dan tsaqafah, karena ilmu dalam Islam merupakan
kewajiban yang harus dikuasai, dicari walau hingga ke negeri cina, negara akan bangkit karena
iman dan ilmu.

Al-Ikhwan adalah jamaah yang memiliki ideologi kemasyarakatan, memperhatikan penyakit-


penyakit yang menjangkit masyarakat dan berusaha mengobati dan mencari solusinya serta
menyembuhkannya.

Al-Ikhwan adalah jamaah yang memiliki kebersamaan ekonomi, karena Islam adalah agama
yang mengatur hal-hal yang berkaitan dengan harta dan cara memperolehnya, nabi saw bersabda,
³Sebaik-baik harta adalah milik orang yang shalih. Barangsiapa yang pada sore harinya mencari
nafkah dengan tangannya sendiri maka ampunan Allah baginya.´

Pemahaman ini menegaskan kesempurnaan makna Islam, keuniversalan dalam segala kondisi
dan sisi kehidupan, pada segala urusan dunia dan akhirat.

cc 



c  


Sejak 1400 tahun lalu, nabi Muhammad bin Abdullah menyeru masyarakat di kota Makkah, di
atas bukit Safa:

³Wahai sekalian manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian semua yang
memiliki kerajaan langit dan bumi, tiada Tuhan selain Dia, Yang dapat Menghidupkan dan
Mematikan, maka berimanlah kepada Allah dan Rasul-nya yang ummi, yang beriman kepada
Allah dan ayat-ayat-Nya dan ikutilah dia agar kalian mendapatkan petunjuk´. (Al-A¶raf:158)

Dakwah menjadi pemisah dalam kehidupan secara menyeluruh, antara kehidupan masa lalu yang
penuh dengan kezhaliman, masa depan yang cemerlang dan gemerlap, dan masa kini yang penuh
dengan kesenangan, pemberitahuan yang gamblang dan transparan akan sistem yang baru.
Pembuat syariatnya adalah Allah, Yang Maha Mengetahui dan Maha Mendengar. Penyampai
risalahnya adalah nabi Muhammad saw, pembawa kabar gembira dan peringatan. Kitab dan
undang-undangnya adalah Al-Quran yang jelas dan terang. Tentaranya adalah para salafush
shalih, generasi pendahulu dari golongan Muhajirin dan Anshar serta mereka yang datang
dengan kebaikan. Itulah shibghah Allah. Dan manakah shibghah yang terbaik selain shibghah
Allah?!

³Padahal sebelumnya kamu tidak tahu mana al-kitab dan mana iman yang benar, namun Kami
jadikan kepadanya cahaya yang memberikan petunjuk kepada siapa yang Kami Kehendaki dari
hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu akan memberikan petunjuk ke jalan yang lurus.
valan Allah yang memiliki apa yang ada di langit dan yang ada di bumi, ketahuilah hanya kepada
Allah kembali segala urusan´. (As-syura:52-53)

Al-Quran adalah kumpulan dasar-dasar kebaikan pada seluruh sisi kehidupan, kumpulan
berbagai prinsip yang memisahkan masyarakat pada jalannya menuju ketenangan, keamanan,
kemajuan dan kepemimpinan. Allah telah memberikan dalam Al-Quran kepada umat penjelasan
terhadap segala sesuatu, dasar-dasar dan prinsip-prinsip yang menjadi sumber kekuatan dan
potensi.

Beberapa prinsip yang termaktub dalam Al-Quran dan Sunnah Nabi-Nya saw yang harus
dipegang teguh oleh insan muslim, rumah tangga Islami, masyarakat Islami, negara dan umat
Islam adalah:

1. Rabbaniyah; segala orientasi individu, sosial atau negara, segala perbuatan, perilaku,
pandangan dan politik harus berkomitmen dengan apa yang diridhai Allah, mentaati perintah-
Nya, dan menjauhi larangan-Nya.
2. Menjaga jati diri manusia dari hal-hal yang dapat membuat Allah murka, mulia dari segala
yang rendah, dan berusaha menggapai tingkat kesucian diri (ikhlas).

3. Beriman pada hari berbangkit, hisab, pembalasan dan siksa.

4. Bangga dengan ikatan ukhuwah sesama manusia dan melaksanakan hak-haknya.

5. Perhatian dengan peran wanita dan laki-laki sebagai sekutu yang tidak dapat dipisahkan dalam
membangun masyarakat, komitmen dengan kesempurnaan, persamaan, dan menegaskan akan
pentingnya peran keduanya dalam pembangunan dan kemajuan masyarakat.

6. Kemerdekaan, kepemilikan dan musyarakah, hak untuk hidup, bekerja, dan mendapatkan
ketenangan adalah hak mendasar setiap warga, di bawah naungan keadilan, persamaan dan
undang-undang secara adil.

7. Nilai-nilai dan akhlaq merupakan jaminan ketenangan dan tegas dalam memerangi
kemungkaran, kerusakan dan pengrusakan.

8. Kesatuan umat merupakan hakikat yang harus diwujudkan dan direalisasikan.

9. vihad merupakan jalan satu-satunya bagi umat.

10. Umat yang berambisi menggapai ridha ilahi dalam perilaku dan perbuatan, politik dan
orientasi, setiap individu bangga dengan ikatan ukhuwah yang dapat menyatukan dan
menyambung tali persaudaraan di antara mereka, berusaha untuk hidup dengan bebas tidak
pengkebirian dan penindasan, pemahaman yang utuh, kesadaran dan keseriusan dalam
merealisasikan prinsip-prinsip, melebihi pemahaman dan perbuatan:

a. Umat sebagai sumber kekuasaan

b. Keadilan sebagai tujuan hukum dalam berbagai tingkatannya bahkan pada tingkat dunia

c. Syura sebagai asas dalam mengambil berbagai keputusan, tidak ada kediktatoran,
individualisme dalam kekuasaan, bangga dengan kebebasan dan berusaha mempertahankannya
dan menjadikannya sebagai hak setiap umat manusia sebagai anugerah dan karunia dari Allah
untuknya.

Sebagaimana beberapa prinsip yang menjamin keabsahan di bidang ekonomi:

1. Tidak boleh menjadi perpanjangan tangan orang-orang kaya dan mengindahkan fakir miskin

2. Diharamkannya riba

3. Diharamkannya menimbun harta

4. Diharamkannya monopoli
5. Memberikan penghargaan terhadap kepemilikan pribadi yang dipergunakan untuk jamaah dan
sesuai dengan syariat Allah

ccc 

c  


Imam Al-Banna menyampaikan misi dan tujuan yang ingin dicapai jamaah, beliau berkata:

³Kami menginginkan terbentuknya sosok individu muslim, rumah tangga Islami, bangsa yang
Islami, pemerintahan yang Islami, negara yang dipimpin oleh negara-negara Islam, menyatukan
perpecahan kaum muslimin dan negara mereka yang terampas, kemudian membawa bendera
jihad dan dakwah kepada Allah sehingga dunia mendapatkan ketenteraman dengan ajaran-ajaran
Islam.´

Sebagaimana beliau juga memfokuskan dua target utama:

³Saya ingatkan untuk kalian dua tujuan utama:

1. Membebaskan negeri Islam dari kekuasaan asing, karena merupakan hak alami setiap manusia
yang tidak boleh dipungkiri kecuali orang yang zhalim, jahat atau biadab.

2. Mendirikan negara Islam, yang bebas dalam menerapkan hukum Islam dan sistem yang
Islami, memproklamirkan prinsip-prinsip yang mulia, menyampaikan dakwah dengan bijak
kepada umat manusia. vika hal ini tidak terwujudkan maka seluruh kaum muslimin berdosa, akan
diminta pertanggungjawabannya di hadapan Allah yang Maha Tinggi dan Maha Agung karena
keengganan mendirikan daulah Islam dan hanya berdiam diri.´

Imam Syahid juga menyampaikan tujuan periodik yang harus dicapai oleh kaum muslimin, atau
kaum muslimin dapat meraih dua tujuan besar dengan teliti dan jelas:

1. Membentuk sosok muslim yang berbadan kuat, berakhlaq sejati, berpikiran luas, mampu
bekerja dan mencari nafkah, beraqidah suci, beribadah yang benar, berjiwa sungguh-sungguh,
pandai mengatur waktu, disiplin dalam segala urusannya, dan bermanfaat bagi orang lain,
masyarakat dan negaranya.

2. Membentuk rumah tangga Islami; memelihara adab-adab dan akhlaq-akhlaq Islami dalam
segala aspek kehidupan rumah tangga dan masyarakat. vika sosok muslim itu baik secara aqidah,
tarbiyah dan tsaqafah, maka akan baik pula dalam memilih pasangan, mampu menunaikan hak
dan kewajibannya, dan berperan serta dalam pembinaan anak-anak dan bergaul dengan orang
lain, serta berpartisipasi dalam kebaikan di tengah masyarakat dan umat.

vika terbentuk rumah tangga Islami, maka akan terwujud pula masyarakat muslim yang
menyebar ke segala penjuru dan aspek dakwah yang mengajak pada kebaikan dan memerangi
keburukan dan kemungkaran, memotivasi perbuatan baik dan produktif, memiliki sifat amanah,
memberi dan itsar.
Mencapai pada masyarakat Islami hingga pada tahap pemilihan pemerintahan yang Islami,
komitmen dengan syariat Allah, menjaga hak-hak Allah dalam berbangsa dan bernegara,
menjaga dan memelihara hak-hak-Nya, komitmen dengan undang-undang kebebasan, keamanan,
amal dan perubahan, mengungkapkan pendapat dan mengikutsertakannya dalam musyarakah dan
mengambil keputusan.

Pemerintahan Islam yang didukung oleh masyarakat muslim, menunaikan perannya sebagai
khadimul ummah, digaji dengannya, bergerak demi kebaikannya, pemerintahan ini membentuk
anggotanya komitmen dengan Islam dan ajarannya, menunaikan kewajibannya, membantu non-
muslim dari berbagai golongan masyarakat; demi merealisasikan eksistensi umat dan
persatuannya.

Berdirinya pemerintahan Islam yang dipilih oleh masyarakat muslim secara bebas, pemerintahan
yang komitmen dengan syariat Allah sehingga melahirkan negara Islam yang diidamkan, negara
yang memimpin negara-negara Islam lainnya, menyatukan perpecahan, mengembalikan
kemuliaan dan harga dan mengembalikan negara mereka yang telah terampas.

Kepemimpinan negara Islam terhadap negara yang dipimpin harus memiliki karakteristik,
kemampuan dan pondasi kepemimpinan, bukan hanya sekadar tuntutan namun sebagai realisasi
dengan baik dan memiliki pertanggungjawaban yang besar. Membentuk persatuan umat Islam
adalah suatu keniscayaan bukan kemustahilan, khususnya dalam bidang politik, ekonomi, dan
militer yang tidak ternilai.

Berdirinya daulah Islamiyah yang bersatu atau kesatuan negara-negara Islam, mengembalikan
eksistensi negara kepada umat, mengokohkan perannya dalam peradaban dan perdamaian serta
ketenteraman di seluruh dunia, tanpa menggunakan kekuasaan dari kekuatan lainnya.

Imam syahid berkata, ³Sesungguhnya seluruh kaum muslimin akan berdosa dan bertanggung
jawab di hadapan Allah yang Maha Tinggi dan Bijaksana karena keculasan mereka dalam
menegakkan daulah Islamiyah dan berdiam diri tidak mau mewujudkan negara Islam dan
berpangku tangan dari kezhaliman dan kejahatan sekelompok manusia di dunia saat ini, berdiri
dengan angkuh di hadapan negeri-negeri dan dunia Islam, menyerukan prinsip-prinsip
kezhaliman, meneriakkan suara kekejian, dan merampas hak-hak asasi manusia, sehingga tidak
ada yang mau berkorban untuk membebaskan umat dan melakukan perlawanan demi berdirinya
negara yang penuh dengan kebenaran, keadilan, perdamaian, ketenteraman dan kebebasan.

Adapun tujuan yang ingin dicapai negara Islam bersatu adalah tersebarnya Islam ke seluruh
penjuru dunia dan dakwah yang memiliki nilai-nilai, akhlaq dan adab, mengokohkan nilai-nilai
kebebasan, keadilan dan persamaan, ikhlas menghadap Allah« begitu berat beban dan begitu
agung peran yang dipandang orang sebagai khayalan« padahal menurut kaum muslimin adalah
merupakan kenyataan; karena umat Islam tidak mengenal putus asa« tidak berhenti dalam
berjalan, bekerja, dan memberi untuk mencapai tujuan; demi mengharap keridhaan Allah Taala.

Kami berada pada prinsip:


1. Bahwa kami adalah umat yang tidak memiliki kemuliaan dan izzah kecuali dengan Islam baik
aqidah, ideologi dan perbuatan.

2. Bahwa Islam adalah solusi dari segala permasalahan umat; politik, ekonomi masyarakat;
internal dan external.

3. Bahwa dengan Islam akan menjadikan setiap orang bekerja, setiap pelajar membutuhkan uang,
setiap petani membutuhkan tanah, setiap warga membutuhkan tempat tinggal dan pasangan,
kemapanan untuk hidup layak dari setiap manusia.

4. Bahwa penjajahan dan perampasan suatu negeri tidak akan selesai kecuali dengan mengangkat
bendera Islam dan mengikrarkan jihad.

5. Bahwa persatuan negara Arab tidak terwujud kecuali dengan Islam. Demikian halnya dengan
tauhid dan persatuan kaum muslimin tidak akan sempurna kecuali dengan Islam. Dan perubahan
neraca demi kebaikan kaum muslimin bukan perkara mustahil jika ada komitmen dengan Islam.

6. Bahwa usaha untuk mendirikan pemerintahan Islami adalah kewajiban. Persatuan berdasarkan
asas Islam adalah kewajiban. Dan setiap persatuan yang mengarah pada diskriminasi tidak
dibolehkan, karena itu harus ditolak dalam pemahaman dan ideologi insan muslim.

7. Bahwa mendirikan negara Islam merupakan keniscayaan dibanding yang lainnya. vika para
pelaku kejahatan, para penyembah berhala (benda mati), manusia atau hewan berusaha
mengubah segala sesuatu, maka bagaimana mungkin seorang muslim menghindar dari
mendirikan daulah Islam di bumi Islam?

8. Islam memberikan pada setiap warganya hak dalam beribadah, merdeka, keamanan, dan
beraktivitas serta bebas dalam mengungkapkan pendapat dan argumentasi.

9. Bahwa hanya dengan penerapan Islam menjadikan persatuan umat memiliki derajat kekuatan
yang tinggi dalam bidang materi dan immateri, produksi dan kontribusi, dan distribusi secara
merata terhadap kekayaan dan memiliki tingkat kelembutan yang tinggi.

c  c  


Berbicara tentang tujuan menurut Al-Ikhwan Al-Muslimun erat hubungannya dengan sarana
yang membantu dan membuka jalan agar tercapai tujuan yang diharapkan.

c  

vika pembentukan insan muslim memiliki peran yang sangat mendasar dari beberapa misi dan
tujuan menurut Al-Ikhwan Al-Muslimun ± maksud dari manusia di sini adalah sosok laki-laki
dan perempuan, anak kecil laki-laki dan perempuan, pemuda dan pemudi ± maka sarana untuk
membentuk manusia yang memiliki karakter sejati dalam aqidah, keimanan, pemahaman, amal
dan kontribusinya adalah terangkum pada beberapa hal berikut:
1. Murabbi yang bergerak dalam pembinaan dan pembentukan.

2. Metode yang tersusun dan manhaji.

3. Lingkungan yang memiliki ideologi dan kemampuan memadai.

vamaah Al-Ikhwan Al-Muslimun memiliki perhatian yang sangat besar terhadap tarbiyah; karena
hal itu merupakan jalan menuju orisinalitas pemahaman, pembenaran dan pendisiplinan gerak
dan perbuatan, menjelaskan yang halal dan yang haram, yang wajib dan urgensi kebangkitan
dengannya; guna meraih ganjaran dan pahala dari sisi Allah. Sebagaimana hal tersebut untuk
mengokohkan dan memurnikan nilai-nilai dan karakter ukhuwah, tsiqah dan ribat (hubungan
erat); karena penopangnya adalah Al-Quran dan Sunnah. vika ada kesalahan pada salah satu dari
tiga hakikat tersebut di atas maka akan merusak semuanya, karena tidak ada keraguan dalam
menelurkan pribadi muslim dan wajihah yang memiliki konsern dalam memberi dan memantau
(mutabaah) terhadap tarbiyah kecuali dengan pemahaman yang benar dan utuh, mengerahkan
segala potensi yang dimiliki untuk menerapkan pemahamannya tersebut.

Ukuran dan tegaknya tarbiyah yang benar dan muntijah yang sesuai dengan kapasitas akal
manusia dan hatinya pada ilmu, dzikir, amal dan kontribusi. Karena semua itu merupakan neraca
kecemerlangan yang seyogianya menjadi bagian dari kesetiaan dan loyalitasnya dalam wirid
harian, i¶tikaf tahunan, qiyamullail, dan kesungguhannya terhadap akhlaq yang mulia, tajarrud
(ikhlas) dalam melakukan aktivitas kemaslahatan umum dan menghindar dari kemaslahatan
pribadi, memiliki prestasi yang baik dalam ilmu dan pengetahuan, dan kesungguhannya dalam
menunaikan perannya di tengah keluarga dan masyarakatnya, di rumah dan tempat kerjanya.

Tentunya juga perhatian dan semangat terhadap hafalan Al-Quran dan Hadits, mensinkronkan
antara hafalan dan pengamalan serta keagamaan yang memiliki perhatian yang sangat besar oleh
Al-Ikhwan Al-Muslimun, komitmen dengan manhaj yang bersumber dari Al-Quran dan sunnah,
perhatian dalam membangun dan mendidik para pemuda, orang tua dan anak-anak terhadap
tanzhim dan tartib (sistem dan keteraturan), yang diiringi oleh amal tarbawi; semangat dalam
meraih target yang diinginkan dan ditentukan.

j 
 

vika rumah tangga muslim sebagai tujuan kedua dari beberapa tujuan yang diinginkan oleh
jamaah, maka sarana yang dapat direalisasikan kepada pengaplikasian dan perwujudannya di
muka bumi ini yang menjadi perhatian jamaah adalah merealisasikan hal-hal yang dapat menuju
pada tujuan tersebut, di antaranya:

1. Memberikan kepada setiap muslim perhatian yang diinginkan terhadap rumah tangganya baik
terhadap suami atau istri atau anaknya.

2. Memberikan aktivitas kewanitaan haknya dalam membaca, menulis, liqa dan halaqah
kewanitaan, dan kegiatan yang dibutuhkan oleh kaum wanita.

3. Memilih pasangan wanita yang shalihah dan pasangan lelaki yang shalih.
4. Mengikutsertakan anak pada kegiatan dan aktivitas yang bermanfaat.

5. Membuat dan membentuk perangkat yang dapat memelihara agenda keluarga dari berbagai
tingkatannya, merinci peranan wanita muslimah dalam berbagai kegiatan, aktivitas dan
pembinaan.

6. Membersihkan suasana rumah tangga muslim dari pelanggaran-pelanggaran, dalam bingkai


pemberian pengetahuan yang benar terhadap norma-norma dan pesan yang termaktub dalam Al-
Quran dan Sunnah.

7. Membuat dalam kelompok dan halaqah kewanitaan perpustakaan khusus wanita.

8. Berusaha menyingkirkan penghalang yang dapat merubah rumah tangga muslim, materi dan
non-materi.

     c

Adalah sesuatu yang sulit untuk diwujudkan atau dihadirkan penerapan ajaran Islam ke tingkat
hukum dan pemerintahan, kecuali melalui rakyat yang digerakkan oleh iman, memahami tujuan
dan misinya melalui Kitabullah (Al-Quran) dan Sunnah Rasul-Nya dan mengamalkan keduanya.
Pemerintahan yang Islami tidak akan berdiri dengan sendirinya namun harus bersandarkan pada
keimanan, dan pondasi dari pemahaman yang benar akan mengintensifkan aktivitas, perjuangan
dan usaha; mengharap ganjaran dan balasan yang besar dari Dzat yang telah menurunkan Islam
kepada Rasul-Nya SAW, untuk disampaikan kepada manusia sehingga merasuk ke dalam jiwa
mereka keimanan yang murni, ke dalam akal dan pikirannya pemahaman yang utuh, serta ke
dalam al-jawarih dalam setiap perbuatan, perilaku, dan politik baik perbuatan dan praktek.

Banyak tujuan utama yang diajukan oleh imam Al-Banna, menguatkan pandangannya terhadap
permasalahan dari berbagai segi dan tingkatan, sebagaimana beliau mengungkapkan, ³Harus ada
fatrah (masa) dalam rangka mensosialisasikan prinsip-prinsip yang dipelajari dan diamalkan oleh
bangsa, sehingga dapat memberikan pengaruh dalam kebaikan secara umum dan tujuan yang
agung terhadap kebaikan individu dan tujuan yang minimal.´

Beliau juga berkata, ³Sarananya bukanlah dengan kekuatan, karena dakwah yang benar adalah
menyampaikan dakwah ke dalam ruh/jiwa sehingga masuk ke dalam sanubari, mengetuk pintu
hatinya yang menutupi jiwanya. Mustahil jika menggunakan tongkat atau menggapai tujuan
dengan menggunakan panah yang tajam, namun sarana yang utama berada dalam hati dan
pemahaman, agar menjadi nyata dan gamblang.

Eksistensi masyarakat muslim atau bangsa muslim adalah melalui pengenalan dan pembentukan.
Rasulullah saw pernah menfokuskan dakwahnya pada setiap jiwa para sahabat, saat beliau
mengajaknya untuk beriman dan beramal, menyatukan hati mereka dalam cinta dan
persaudaraan, hingga bersatu kekuatan aqidah menjadi kekuatan persatuan, demikian pula
seharusnya yang dilakukan para dai yang mengikuti jejak nabi saw, mereka menyeru dengan
ideologi dan menjelaskannya, mengajak mereka kepada dakwah; agar beriman dan
menerapkannya, bersatu dalam aqidah sehingga wawasan mereka terus bersinar dan menyebar ke
segala penjuru, ini semua merupakan sunnatullah dan tidak ditemukan dari sunnah Allah
perubahan.´

vadi cara untuk mengeksistensikan bangsa muslim adalah pengenalan terhadap Islam dan
jamaah, membentuk akhlaq dan nilai-nilai Islam, etika dan perilaku, melalui halaqah, sarana
komunikasi, melalui kitab, risalah, dialog dan dakwah fardiyah« urgensi fokus tarbiyah
berdasar orisinalitas dan ta¶ziz (pengokohan) nilai-nilai pengorbanan dan kontribusi.

     c

Cara mencapai pemerintahan Islami:

Al-Ikhwan mengangkat syiar dan komitmen dengannya melalui pemahaman mereka terhadap
Islam, pengaplikasian dan komitmen dengan nilai-nilainya. Hal ini seperti yang telah digariskan
oleh imam Syahid dalam ungkapannya, ³Al-Ikhwan Al-Muslimun tidak menuntut diterapkannya
hukum Islam untuk diri mereka sendiri, jika ada dari segolongan umat yang siap mengemban
amanah yang berat ini dan mampu menunaikan amanah dan hukum dengan manhaj Islam dan
Al-Quran, maka mereka adalah prajurit dan tentara penolongnya. Al-Ikhwan bukan para pencari
hukum atau dunia, hukum menurut mereka bukan tujuan utama, namun sebagai wasilah dan
amanah, tanggung jawab dan beban yang berat.´ Beliau menambahkan, ³Ikhwan sangat piawai
dan cerdas dari mendahulukan terhadap hukum dan umat, maka harus diberikan waktu untuk
bisa menyebarkan prinsip-prinsip yang dapat diketahui oleh bangsa; bagaimana bisa memberikan
pengaruh terhadap maslahat umum, bagaimana bisa bangkit dengan perannya.´ Maknanya
adalah bahwa bangsa yang Islami adalah sarana menuju pemerintahan Islami, dan bangsa yang
Islami memiliki hak dalam memilih pemerintahannya, dan memberikannya kepada siapa saja
yang diinginkan.

  c

Tujuan kelima dan berpengaruh adalah daulah Islam yang membimbing negeri-negeri Islam
kepada persatuan, menyatukan perpecahan umat Islam, mengembalikan negeri mereka yang
terampas, sarana untuk mendirikannya harus melalui agenda yang tersusun rapi. Karena itu
dakwah yang satu, tanzhim yang satu, konsep yang terpadu dan tarbiyah yang satu yang
bersumber dari Kitabullah dan sunnah nabi-Nya; tauhid, tanzhim, tertata dalam barisan, tersusun
secara rapi, bersatu dalam tujuan dan misi, berpedoman pada sarana yang kokoh guna mencapai
kepada negara yang diidamkan.

  c  

Tujuan keenam adalah mendirikan negara Islam yang bersatu, atau perserikatan negara-negara
Islam, yang tergabung dalam negara mayoritas muslim. Negara yang satu di bawah pemimpin
tunggal, yang berperan dalam pengokohan komitmen terhadap syariat Allah dan penerapannya,
memuliakan risalah-Nya, bangga dengan eksistensi Islam di kancah dunia. Adapun sarananya
adalah melalui pendahuluan yang benar, berdasar pada kaidah-kaidah yang bersih dan baik,
sehingga menjadi bagian dari kemunculan wacana Islam di setiap negeri hingga pada akhirnya
dapat merealisasikan agenda terbesar.
  cc   

Adapun tujuan ketujuh adalah usaha menegakkan daulah Islamiyah secara internasional,
sehingga dapat mengokohkan hak setiap insan dimana mereka berada ±baik kebebasan,
keamanan, mengeluarkan pendapat dan ibadah, hingga mencapai pada berdirinya negara Islam
bersatu± menunjukkan sarana penjamin terealisasinya agenda utama. Hal tersebut bukanlah
mimpi namun kenyataan yang telah diberitakan oleh Rasulullah saw.

vika daulah Islam dibangun atas dasar keimanan dan bangkit berdasarkan keimanan,
sebagaimana potensi yang membentang dengan kekuatan dan kemampuan menuju jalan dan
tujuan, berpedoman pada ilmu sebagai dasar dan sarana menggapai kemajuan, filter dan
kesejahteraan umat. Kemajuan ilmu dan teknologi yang dibanggakan oleh Amerika secara
khusus dan dunia Arab dan kaum muslimin menjelaskan akan urgensi ilmu dalam melengkapi
persenjataan modern, guna menjaga dan melindungi diri dari musuh, menghadapi rekayasa dan
politik kekuasaan, dan mengungkap kekerdilan pemerintahan negara Arab dan umat Islam,
ketika tunduk pada blokade, saat mereka berkomitmen dengan perjanjian padahal musuh-
musuhnya tidak pernah komitmen dengannya sehingga kekuatan berada pada mereka dibanding
negara Arab dan umat Islam.

Islam menjadikan ilmu sebagai kewajiban, memotivasi umat untuk menuntutnya dan
menguasainya sekalipun tidak berada di negerinya sendiri. Rasulullah saw bersabda, ³Menuntut
ilmu wajib bagi setiap muslim laki-laki dan perempuan´. Dan sebagaimana disabdakan,
³Tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri China.´

Imam Ibnu Taimiyah berkata, dan beliau memiliki sanad yang shahih dari syariat Allah yang
menjadikan ilmu adalah wajib, memotivasi untuk menuntutnya dan menguasainya, ³vika non-
muslim maju dalam keilmuan dan seni« maka semua umat Islam berdosa.´

 c  


Manhaj Al-Ikhwan Al-Muslimun sejalan dengan tabiat dakwah. Al-Ikhwan Al-Muslimun adalah
salah satu jamaah dari kaum muslimin yang semenjak berdirinya berusaha untuk memperbaharui
Islam dan merealisasikan misinya pada tingkat regional dan internasional, dengan
memperhatikan kondisi zaman menuju pemahaman tsaqafah dan wawasan kekinian, memelihara
orisinalitas dan obsesi.

Misi dan tujuan jamaah mencakup pada tsaqafah yang dapat merealisasikan misi dan tujuan
tersebut. Islam modern dan orisinalitas yang memadai demi terealisasinya tujuan merupakan dua
rukun utama dari berbagai manhaj lain. Matangnya syakhshiyah Islamiyah merupakan sarana
yang tidak bisa terwujud tanpa memiliki wawasan Islam yang sempurna berpedoman pada
konsep dasar dan tsawabut, mengenal kondisi zaman, bersungguh-sungguh dalam mengokohkan
obsesi.

Manhaj Al-Ikhwan memiliki keistimewaan, memiliki kesungguhan dalam memberikan filter


kepada insan muslim terhadap sesuatu yang dapat menjauhkan dirinya dari guncangan jiwa dan
fitnah, atau tipuan dan terpedaya dengan ideologi yang tidak seimbang. Karena itu adalah
penting jika Ikhwan menegaskan bahwa Al-Quran dan sunnah adalah sumber manhaj mereka;
berusaha membentuk azimah yang kuat yang dimiliki oleh insan muslim, pelaksanaan yang
mantap bukan sekadar wacana dan tipuan, pengorbanan yang luhur, memahami prinsip-prinsip
yang membedakan antara ashalah (orisinalitas) dan kepalsuan, kebenaran dan kepalsuan, semua
itu harus berdasar pada keimanan yang dapat melindunginya dari kesalahan, menjauhkannya dari
ketergelinciran, memberikan kepadanya keikhlasan dan zuhud, melahirkan sifat memberi dan
berkorban.

Pada bidang inilah tampak peranan pengajaran dan lembaga-lembaganya, peranan tsaqafah
dengan berbagai sumber dan yayasan-yayasannya, peranan informasi dengan berbagai
sarananya.

Sebagaimana jamaah juga memperhatikan manhajnya dalam meletakkan keseimbangan kepada


setiap muslim dalam berbagai aktivitasnya, pada setiap kejadian dan benturan yang
menghadangnya, dalam sikap kekuatan yang berbeda dan berseberangan, memberikan kepada
muslim wawasan keislaman yang optimis terhadap segala sesuatu dan urusan. Al-Quran dan
sunnah adalah bashirah yang memberikan keterbukaan hati setiap muslim, membuka matanya
sehingga keseimbangan dan kebijaksanaannya lebih teliti dan detail terhadap setiap
permasalahan dan problema, demikian pula sebuah negara dan bagian-bagiannya yang dibangun
atas dasar Islam, komitmen dengan syariat Allah dan berusaha merealisasikan misi-misinya.

Opini umum terhadap ilmu-ilmu Islam harus mengacu pada manhaj-manhaj ini, karena ada
sebagian ilmu yang merupakan kewajiban individu (fardhu µain), ada tsawabit, ada spesialisasi,
ada pembaharuan, ada juga ilmu-ilmu yang diharamkan dan makruh (dibenci).

Merupakan hak setiap muslim mendapatkan ilmu-ilmu yang diwajibkan dan mengetahui kaidah-
kaidahnya, sebagaimana ilmu spesialisasi yang menjadi suatu kewajiban bagi para spesialis.

Pada setiap fase dari kehidupan manusia memiliki manhaj yang sesuai dengan kehidupannya,
sebagaimana pada setiap fase ada gerak dan aktivitas yang memiliki manhaj sesuai dengan
kebutuhannya dan memberikan wawasan yang bersih.

Sebagaimana keistimewaan manhaj yang para Ikhwan komitmen dalam bidang adalah dengan
selalu mengedepankan dan memadukan pemahaman, mempersatukannya dalam satu wawasan;
sehingga Islam tidak menjadi gambar/bentuk yang masuk ke dalam jiwa manusia sebagai hasil
dari hilangnya manhaj yang benar, karena itu selalu disosialisasikan manhaj Islam secara ilmiah
dan amaliyah sebagai aktivitas dakwah Ikhwan. Merubah manusia dari tidak Islami menjadi
Islami; dari tidak komitmen dengan Islam menjadi sadar, paham, dan komitmen dengan Islam,
sebagai aktivitas yang menyeluruh dan urgen; karena itu harus komitmen dengan manhaj yang
memadai dan mewujudkan perubahan yang diidamkan.

Manhaj Islami juga tidak meninggalkan lubang yang dapat dimasuki kesesatan atau kerancuan
akal pikiran atau hati setiap muslim, karena dia manhaj yang berambisi menutup segala lubang
dan tempat masuknya fitnah dan keraguan. Dan pada waktu yang bersamaan menggerakkan
muslim untuk siap menghadapi serangan, berinteraksi dengannya didukung dengan pemahaman
yang benar dan kesadaran yang matang.
Komitmen dengan manhaj Islam menghasilkan karakter tersendiri yang dimiliki seorang muslim
dan jamaah muslimah. Pada tiap fase yang dimiliki mempunyai karakter dan syiar. Sebagaimana
pada setiap jamaah memiliki syiar yang menjadikan pada setiap marhalah dan fase berjalan
sesuai dengan manhajnya, berlalu sesuai dengan perjalanan jamaah melalui jalan, sarana, misi
dan tujuan-tujuannya, seperti syiar yang hingga kini masih dikumandangkan dan diulang serta
selalu diserukan; Allah adalah tujuan, Rasulullah adalah pemimpin dan imam dan jihad adalah
jalan satu-satunya.

Manhaj yang dimiliki oleh jamaah menegaskan akan nizham dan ketertiban, komitmen dengan
jalannya, semangat dalam memberikan kritik yang konstruktif, menghargai pendapat orang lain,
siap melakukan perubahan dan pembaharuan, mengakui hukum tadarruj (hukum berjenjang) dan
tidak berlebih-lebihan.

Manhaj Al-Ikhwan dalam melakukan perbaikan masyarakat dan tarbiyah tampak pada karakter
tujuan asasi yang menjadi fokus dan perhatian jamaah, di antaranya adalah:

1. Rabbaniyah.

2. Bersentuhan dengan jiwa kemanusiaan.

3. Meyakini adanya ganjaran dan balasan.

4. Memproklamirkan persaudaraan insani.

5. Laki-laki dan wanita bersatu dalam berkontribusi membangun masyarakat, memiliki porsi
masing-masing agar lebih fokus dan kuat terhadap misinya masing-masing.

6. Tawazun (seimbang) dalam memenuhi hajat ruh dan jasad.

7. Memberikan jaminan kepada masyarakat hak untuk hidup, mendapatkan keamanan,


kebebasan, pemilikan, aktivitas, kesehatan dan mengeluarkan pendapat.

8. Menegaskan pentingnya persatuan, dan tercelanya perpecahan, berusaha menghilangkan khilaf


dan perdebatan.

Manhaj ini mengajak untuk bersikap optimis seperti yang difirmankan Allah Taala, ³vangan
merasa hina dan sedih´ (Ali Imran:139), memotivasi dalam menjalankan kehidupan, kekuatan,
bekerja dan produktif serta menegaskan akan jati diri, jati diri seorang muslim yang bersumber
pada kemuliaan Tuhannya, ³Dan kemuliaan hanyalah Milik Allah dan Rasul-Nya serta orang-
orang beriman.´ (Al-Munafiqun:8)

Sebagaimana menegaskan akan kepemimpinan dan kebaikan, ³Kalian adalah umat terbaik yang
dikeluarkan untuk manusia, mengajak pada yang ma¶ruf dan mencegah yang mungkar.´ (Ali
Imran:110), mengajak untuk memiliki sifat malu seperti yang diajarkan oleh Rasulullah saw dan
menjadikannya bagian dari iman.
Adapun motivasinya dalam kekuatan ditegaskan dalam ayat Allah,

³Dan persiapkanlah semampu kalian dari kekuatan,´ (Al-Anfal:60)

³Maka berperanglah di jalan Allah orang-orang yang menjual hidup mereka dengan akhirat.´
(An-Nisa:74)