Anda di halaman 1dari 6

PROPOSAL

RUMAH TIDAK LAYAK HUNI


KELOMPOK KENANGA
Kp. Rahayu I, RT 02/03, Kelurahan Sukahurip, Kecamatan Tamansari
Kota Tasikmalaya

Tasikmalaya 25 November 2015


Nomor :01/K-RTLH-KG/ 11/2015
Lampiran : 1 (satu) Rangkap Kepada
Perihal : Rehabilitasi Rumah Yth.Mentri Sosial
Tidak Layak Huni Republik Indonesia
Cq.
Directorat Penanggulangan
Kemiskinan Perkotaan
Kementrian Sosial RI

Di-
J a k a r t a ,-

Bersama ini kami sampaikan proposal Rehasbilitasi Rumah Tidak Layak Huni
Kepada Ibu Menteri Sosial Republik Indonesia melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan
Transmigrasi Kota Tasikmalaya , sebagai salah satu langkah guna memberikan sarana
perumahan yang layak huni Kepada Keluarga Miskin yang ada di Kota Tasikmalaya.
Memenuhi maksud tersebut, kami mohon Kepada Ibu Menteri Sosial Republik
Indonesia untuk berkenan memberikan bantuan sarana pemukiman bagi 10 KK
Keluarga Miskin yang perencanaannya dialokasikan pada wilayah Kelurahan
Sukahurip Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya .
Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan perkenaan sebelum diucapkan
terima kasih.

Hormat Kami
Ketua Kelompok Kenanga Sekretaris

Yudi Herdiana Asep Ara Hendra


Mengetahui:

Camat Tamansari Lurah Sukahurip

_________________ _________________
PROPOSAL
RUMAH TIDAK LAYAK HUNI
KELOMPOK SAWARGI
Kp. Cibungur Rt 02/10 Kelurahan Setiawargi Kecamatan Tamansari
Kota Tasikmalaya

BAB I
A. LATAR BELAKANG

Pertumbuhan jumlah keluarga miskin dewasa ini terus meningkat dan


kompleksitasnya masalah yang timbul dalam lingkungan keluarga mereka juga
semakin kompleks, sebagai dampak kritis multidimensi melanda Indonesia pada
tahun 2015. Angka kemiskinan meningkat tajam, termasuk di Kota Tasikmalaya, dan
sampai saat ini kondisi kemiskinan yang terjadi belum tertangani dengan baik.
Sehingga upaya penanggulangan kemiskinan adalah sesuatu yang sangat mendesak
untuk dilaksanakan dengan serius.
Pada tahun 2015 Kota Tasikmalaya mempunyai jumlah Kepala Keluarga (KK)
Miskin sebanyak 53.875.000 Kepala Keluarga Miskin dan menghuni perumahan yang
tidak layak huni terbanyak di Kecamatan Tamansari 15.345.000 yang tersebar di 10
(Sepuluh) Kecamatan di Kota Tasikmalaya
Keluarga Miskin tersebut perlu mendapat perhatian dan penanganan
serius dalam bentuk pemberdayaan melalui Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni,
sehingga Kepada mereka nantinya mempunyai kepercayaan diri untuk berusaha dan
melakukan aksebilitas ekonomi sesuai dengan keterampilan yang dimilikinya.

B. PERMASALAHAN

Pada dasarnya persoalan kemiskinan merupakan persoalan


multidimensional yang sangat terkait antara satu dengan yang lainnya dalam hal
pemenuhan hak-hak dasar masyarakat. Apabila dilihat dari sudut pandang social
format dan terinternalisasi dalam budaya kemiskinan. Dari sudut pandang ekonomi
masyarakat miskin ditandai dengan rendahnya penghasilan untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya. Dan sudut pandang asset masyarakat miskin dapat dilihat dari
rendahnya kepemilikan terhadap barang-barang modal utamanya tempat tinggal
mereka. Kemiskinan tidak hanya dipahami hanya sebatas ketidak mampuan ekonomi
saja tetapi juga kegagalan dalam memenuhi hak-hak dasar yang tertuang dalam RPJM
Nasional dan perbedaan perlakuan bagi seseorang atau kelompok orang dalam
menjalani kehidupan secara martabat yaitu :
Hak atas pangan
Hak atas layanan kesehatan
Hak atas layanan pendidikan
Hak atas kesempatan kerja dan berusaha
Hak atas perumahan
Hak atas air bersih dan aman serta sanitasi yang baik
Hak atas pemilikan tanah
Hak atas sumber daya alam dan lkingkungan
Hak atas rasa aman
Hak untuk berpartisipasi

BAB II
PROGRAM

Adapun program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni yang kami usulkan
adalah kegiatan rehabilitasi perumahan Keluarga Miskin untuk tingkat Kelurahan
Sukahurip yang diusulkan masing-masing10 Kepala Keluarga (KK) Miskin setiap
setiap Kelompok yang terdiri atas nama :

NO NAMA ALAMAT KELENGKAPAN


PERSARATAN
Foto KK/KTP Surat Tanda
Kepemilikan
Rumah
1. Yudi Herdiana Kp Rahayu I, RT 02/03   

Sukahurip
2. Edi Juanda Kp Rahayu I, RT 01/03   

Sukahurip
3. Asep Ara Hendra Kp Rahayu I, RT 02/03   

Sukahurip
4. Dedi Sutardi Kp Rahayu I, RT 02/03   

Sukahurip
5. Maryati Kp Rahayu I, RT 02/03   

Sukahurip
6. Amas Kp Rahayu I, RT 01/03   

Sukahurip
7. Onah Kp Rahayu I, RT 01/03   

Sukahurip
8. Soleh Romdon Kp Rahayu I, RT 03/03   

Sukahurip
9. Amir Kp Rahayu I, RT 01/03   

Sukahurip
10. Yana Kp Rahayu I, RT 01/02   

Sukahurip

C. LATAR BELAKANG PROGRAM

Perumahan yang Layak huni merupakan salah satu kebutuhan yang harus
dipenuhi oleh setiap Keluarga termasuk Keluarga Miskin. Rumah yang layak huni tidak
hanya sekedar memenuhi kebutuhan manusia untuk beristirahat, berlindung dan
berbagi situasi dan ancaman, seperti hujan, angin, gelombang dan panas matahari.
Rumah adalah tempat terpenuhinya berbagai kebutuhan dan pelaksanaan peran
dalam keluarga. Rumah menjadi media untuk interaksi social, transfer budaya,
melaksanakan pendidikan keluarga dan bahkan menjadi symbol status.

Demikian besar fungsi bagi keluarga tidak saja mencakup aspek fisik, tetapi
juga mental dan social. Oleh karena itu berdasarkan ke 3 (tiga) fungsi tersebut, maka
menjadi tempat berlindung, syarat mental memenuhi rasa kenyamanan dan secara
social dapat menjadi media yang baik bagi pelaksanaan bimbingan serta pendidikan
keluarga.

Pada kenyataannya untuk mewujudkan rumah yang memenuhi persyaratan


tersebut bukanlah hal yang mudah bagi sebahagian besar masyarakat yang tergolong
Keluarga Miskin, rumah hanyalah sebagai stasiun atau tempat singgah keluarga tampa
memperhitungkan kelayakannya dilihat dari sisi fisik, mental, dan social.

D. MAKSUD
Program Rehabilitasi Tidak Layak Huni adalah upaya memperbaiki kondisi
rumah baik secara menyeluruh (peremajaan) maupun sebagian
(pemugaran/renovasi) sehingga tercipta kondisi rumah yang layak sebagai tempat
tinggal (daftar nama Kepala Keluarga KK berumah tidak layak huni terlampir).

E. TUJUAN
Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni bertujuan untuk
1. Memberikan kemudahan untuk mendapatkan jaminan perlindungan hak
masyarakat miskin atas perumahan.
2. Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat membangun rumah
yang layak huni
3. Meningkatkan ketersediaan rumah yang layak dan sehat bagi masyarakat
miskin dan golongan rentan.

F. SASARAN
Sasaran dari pelaksanaan program kegiatan tersebut adalah masyarakat
masyarakat miskin menempati perumahan yang tidak memenuhi standar atau
dengan kata lain Rumah Tidak Layak Huni dan lingkungan kumuh. Adapun sasaran
pelayanan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni sebanyak 10 Kepala Keluarga (KK)
yang berada di kelurahan setiawargi.

G. LOKASI PROGRAM
Berdasarkan pemantauan dan pendekatan-pendekatan oleh Dinas Sosial
Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Tasikmalaya maka program Rehabilitasi Rumah
Tidak Layak Huni untuk 2015 ditetapkan di Kecamatan Tamansari Kelurahan
Sukahurip.

H. PEMBIAYAAN
Dalam usaha mendukung program Nasional Pengentasan Keluarga Miskin
maka sangat diharapkan adanya bantuan pendanaan dari Pemerintah Pusat dalam hal
ini Kementerian Sosial Republik Indonesia.

I. PELAPORAN
Pelaporan dilakukan terhadap kondisi lingkungan, kondisi rumah yang betul-
betul Tidak Layak Huni sebelum kegiatan dilaksanakan. System pelaporan pada
evaluasi kegiatan selesai dilaksanakan.

J. PENUTUP
Demikian Proposal Program Rumah Tidak Layak Huni kami sampaikan
Kehadapan Ibu Menteri Sosial Republik Indonesia. Sangat besar harapan masyarakat
Keluarga Miskin Kota Tasikmalaya khususnya masyarakat miskin yang menmpati
perumahan yang tidak layak huni untuk mendapatkan bantuan. Atas perhatian dan
dukungan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia. Guna percepatan Program
peningkatan kualitas hunian bagi Keluarga Miskin di Kota Tasikmalaya.

PROPOSAL
PENGAJUAN
SARANA LINGKUNGAN ( SARLING )
“ M C K”
KELOMPOK SAWARGI

Di Ajukan :
Kepada Mentri Sosial Republik Indonesia c.q Direktorat Penaggulangan
Kemiskinan Perkotaan Kementrian Sosial RI

Di Susun
Oleh:
Kelompok Sawargi

Kp. Cibungur Rt 02/10 Kelurahan Setiawargi Kecamatan Tamansari


Kota Tasikmalaya