Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN

CA PARU
RSUD Dr. Doris Sylvanus Palangka Raya
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Keperawatan Medikal Bedah (PK. 2)
Ruang : Gardenia

Kelompok IV:
1) Christina
2) Desi Natalia
3) Dewi Puspitasari
4) Erna Wati
5) Julyanto Putra Admaja
6) Monika Yayu
7) Yohanes Tedi S.
8) Zulfi Anan Wiinaldi

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALANGKA RAYA


PROGRAM STUDI DIPLOMA IV KEPERAWATAN
2018
SATUAN ACARA PENYULUHAN
(SAP)

Pokok bahasan : Keperawatan Medikal Bedah


Sub bahasan : Kanker Paru-paru (CA Paru)
Hari/tanggal : 05 Desember 2018
Waktu : 30 Menit
Penyajian : Mahasiswa
Sasaran : Pasien dan keluarga pasien
Tempat : Ruang Gardenia RSUD Dr. Doris Slyvanus Palangka Raya

A. Tujuan
1. Tujuan intruksional umum
Setelah mendapatkan penjelasan tentang penyakit kanker paru, keluarga pasien dan
pasien mendapat pengetahuan tambahan tentang penyakit tersebut sehingga mampu
menekan terjangkitnya penyakit kanker paru.
2. Tujuan intruksional khusus
Setelah diberikan penyuluhan diharapkan peserta mampu :
a. Menjelaskan definisi dari kanker paru
b. Menjelaskan penyebab terjadinya kanker paru
c. Menjelaskan gejala dari kanker paru
d. Menjelaskan pengobatan dari kanker paru
e. Menjelaskan asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh klien kanker paru
f. Menjelaskan pencegahan kanker paru
3. Materi
a. Definisi kanker paru
b. Penyebab kanker paru
c. Gejala kanker paru
d. Pengobatan kanker paru
e. Nutrisi kanker paru
f. Pencegahan kanker paru
4. Media
Leaflet
Poster
5. Kegiatan penyuluhan

NO WAKTU KEGIATAN PENYULUHAN KEGIATAN PESERTA


1 5 menit Pembukaan Mendengarkan pembukaan
a. Membuka kegiatan dengan yang disampaikan oleh
mengucapkan salam moderator.
b. Memperkenalkan diri
c. Menjelaskan tujuan dari penyuluhan
d. Menyebutkan materi yang akan
diberikan
e. Menyampaikan kontrak waktu

2 15 menit Pelaksanaan Mendengarkan dan


Penyampaian materi oleh pemateri: memberikan umpan balik
a. Menggali pengetahuan peserta tentang tehadap materi yang
kanker paru disampaikan.
b. Menjelaskan tentang pengertian kanker
paru
c. Menyebutkan penyebab kanker paru
d. Menyebutkan gejala kanker paru
e. Menjelaskan pengobatan kanker paru
f. Nutrisi kanker paru
g. Pengobatan kanker paru

3 20 menit Tanya jawab Mengajukan pertanyaan


Memberikan kesempatan kepada peserta
untuk bertanya tentang materi yang
kurang dipahami
3 15 menit Evaluasi Menjawab pertanyaan
Menanyakan kembali kepada peserta
tentang materi yang telah diberikan dan
reinforcement kepada peserta yang dapat
menjawab pertanyaan
4 5 menit Penutup Mendengarkan dengan
a. Mempersilahkan fasilitator dari seksama dan menjawab
pembimbing klinik dan pembimbing salam
akademik untuk menambahkan ataupun
menjelaskan kembali jawaban pertanyaan
peserta yang belum terjawab.
b. Menjelaskan kesimpulan dari materi
penyuluhan
c. Ucapan terima kasih
d. Salam penutup

6. Metode
a. Diskusi
b. Tanya jawab
c. Evaluasi
7. Evaluasi
1. Evaluasi struktur:
a. Perserta hadir ditempat penyuluhan
b. Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelumnya.
2. Evaluasi proses
a. Peserta antusiasi terhadap materi penyuluhan.
b. Peserta tidak meninggalkan tempat penyuluhan.
c. Peserta mengajukan dan menjawab pertanyaan secara benar.
3. Evaluasi hasil
Setelah penyuluhan diharapkan sekitar 80% peserta penyuluhan mampu mengerti
dan memahami penyuluhan yang diberikan sesuai dengan tujuan khusus

Lampiran materi :
A. Definisi
Kanker paru-paru adalah suatu kondisi dimana sel-sel tumbuh secara tidak terkendali di
dalam paru-paru (organ yang berfungsi untuk menyebarkan oksigen ke dalam darah saat
menghirup napas dan membuang karbondioksida saat menghela napas).
Kanker paru adalah tumor ganas paru primer yang berasal dari saluran napas atau epitel
bronkus. Terjadinya kanker ditandai dengan pertumbuhan sel yang tidak normal, tidak
terbatas, dan merusak sel-sel jaringan yang normal. Proses keganasan pada epitel bronkus
didahului oleh masa pra kanker. Perubahan pertama yang terjadi pada masa prakanker
disebut metaplasia skuamosa yang ditandai dengan perubahan bentuk epitel dan
menghilangnya silia (Robbin & Kumar, 2007).

Kanker paru merupakan abnormalitas dari sel – sel yang mengalami proliferasi dalam paru
(Underwood, Patologi, 2000).

Kanker paru-paru adalah pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali dalam jaringan
paru-paru dapat disebabkan oleh sejumlah karsinogen, lingkungan, terutama asap rokok (
Suryo, 2010
B. Penyebab
Seperti umumnya kanker yang lain, penyebab yang pasti dari kanker paru belum diketahui,
tapi paparan atau inhalasi berkepanjangan suatu zat yang bersifat karsinogenik merupakan
faktor penyebab utama disamping adanya faktor lain seperti kekebalan tubuh, genetik, dan
lain-lain (Amin, 2006).
a. Merokok
Menurut Van Houtte, merokok merupakan faktor yang berperan paling penting, yaitu
85% dari seluruh kasus ( Wilson, 2005). Rokok mengandung lebih dari 4000 bahan
kimia, diantaranya telah diidentifikasi dapat menyebabkan kanker. Kejadian kanker
paru pada perokok dipengaruhi oleh usia mulai merokok, jumlah batang rokok yang
diisap setiap hari, lamanya kebiasaan merokok, dan lamanya berhenti merokok
(Stoppler,2010).

b. Perokok pasif
Semakin banyak orang yang tertarik dengan hubungan antara perokok pasif, atau
mengisap asap rokok yang ditemukan oleh orang lain di dalam ruang tertutup, dengan
risiko terjadinya kanker paru. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa pada
orang-orang yang tidak merokok, tetapi mengisap asap dari orang lain, risiko mendapat
kanker paru meningkat dua kali (Wilson, 2005).
c. Polusi udara
Kematian akibat kanker paru juga berkaitan dengan polusi udara, tetapi pengaruhnya
kecil bila dibandingkan dengan merokok kretek. Kematian akibat kanker paru
jumlahnya dua kali lebih banyak di daerah perkotaan dibandingkan dengan daerah
pedesaan. Bukti statistik juga menyatakan bahwa penyakit ini lebih sering ditemukan
pada masyarakat dengan kelas tingkat sosial ekonomi yang paling rendah dan
berkurang pada mereka dengan kelas yang lebih tinggi. Hal ini, sebagian dapat
dijelaskan dari kenyataan bahwa kelompok sosial ekonomi yang lebih rendah
cenderung hidup lebih dekat dengan tempat pekerjaan mereka, tempat udara
kemungkinan besar lebih tercemar oleh polusi. Suatu karsinogen yang ditemukan
dalam udara polusi (juga ditemukan pada asap rokok) adalah 3,4 benzpiren (Wilson,
2005).
d. Paparan zat karsinogen
Beberapa zat karsinogen seperti asbestos, uranium, radon, arsen, kromium, nikel,
polisiklik hidrokarbon, dan vinil klorida dapat menyebabkan kanker paru (Amin,
2006). Risiko kanker paru di antara pekerja yang menangani asbes kira-kira sepuluh
kali lebih besar daripada masyarakat umum. Risiko kanker paru baik akibat kontak
dengan asbes maupun uranium meningkat kalau orang tersebut juga merokok.
e. Diet
Beberapa penelitian melaporkan bahwa rendahnya konsumsi terhadap betakarotene,
selenium, dan vitamin A menyebabkan tingginya risiko terkena kanker paru (Amin,
2006).
f. Genetik
Terdapat bukti bahwa anggota keluarga pasien kanker paru berisiko lebih besar terkena
penyakit ini. Penelitian sitogenik dan genetik molekuler memperlihatkan bahwa mutasi
pada protoonkogen dan gen-gen penekan tumor memiliki arti penting dalam timbul dan
berkembangnya kanker paru. Tujuan khususnya adalah pengaktifan onkogen (termasuk
juga gen-gen K-ras dan myc), dan menonaktifkan gen-gen penekan tumor (termasuk
gen rb, p53, dan CDKN2) (Wilson, 2005).
g. Penyakit paru
Penyakit paru seperti tuberkulosis dan penyakit paru obstruktif kronik juga dapat
menjadi risiko kanker paru. Seseorang dengan penyakit paru obstruktif kronik berisiko
empat sampai enam kali lebih besar terkena kanker paru ketika efek dari merokok
dihilangkan (Stoppler, 2010)
C. Gejala
Keluhan utama:
1. Batuk-batuk dengan/tanpa dahak (dahak putih, dapat juga purulen) lebih dari 3 minggu
2. Batuk darah
3. Sesak napas
4. Suara serak
5. Nyeri dada yang persisten
6. Sulit/sakit menelan
7. Benjolan di pangkal leher
8. Sembab muka dan leher, kadang-kadang disertai sembab lengan dengan rasa nyeri yang
hebat.
Tidak jarang yang pertama terlihat adalah gejala atau keluhan akibat metastasis di luar
paru, seperti kelainan yang timbul karena kompresi hebat di otak, pembesaran hepar atau
patah tulang. Ada pula gejala dan keluhan tidak khas seperti :
1. Berat badan berkurang
2. Nafsu makan hilang
3. Demam hilang timbul
4. Sindrom paraneoplastik, seperti hypertrophic pulmonary osteoartheopathy, trombosis
vena perifer dan neuropatia.
D. Pengobatan
1. Pembedahan
Tujuan pada pembedahan kanker paru sama seperti penyakit paru lain, untuk
mengankat semua jaringan yang sakit sementara mempertahankan sebanyak mungkin
fungsi paru – paru yang tidak terkena kanker.
2. Kemoterapi
Kemoterapi digunakan untuk mengganggu pola pertumbuhan tumor, untuk menangani
pasien dengan tumor paru sel kecil atau dengan metastasi luas serta untuk melengkapi
bedah atau terapi radiasi.
3. Radioterapi radikal
Radioterapi radikal digunakan pada kasus kanker paru bukan sel kecil yang tidak bisa
dioperasi. Tetapi radikal sesuai untuk penyakit yang bersifat lokal dan hanya
menyembuhklan sedikit.
4. Radioterapi paliatif,
Radioterapi paliatif untuk hemoptisis, batuk, sesak napas atau nyeri local.
5. Terapi endobronkia
Terapi endobronkia, seperti kerioterapi, tetapi laser atau penggunaan stent dapat
memulihkan gejala dengan cepat pada pasien dengan penyakit endobronkial yang
signifikan
6. Perawatan faliatif
Perawatan faliatif, opiat terutama membantu mengurangi nyeri dan dispnea. Steroid
membantu mengurangi gejala non spesifik dan memperbaiki selera makan
E. Nutrisi untuk ca paru :
1. Nutrisi yang dianjurkan :
a. Mengkonsumsi makanan yang kaya nutrisi dan vitamin ( buah-buahan, sayuran,
gandum utuh)
b. Makanan rendah lemak dan rendah garam (daging tanpa lemak, kedelai, ubi)
2. Nutrisi yang dihindari :
a. Makanan yang menggunakan bahan pengawet
b. Minuman yang mengandung alcohol

F. Pencegahan kanker paru


1. Menghindari kebiasaan merokok
2. Menghindari asap rokok
3. Menghindari paparan zat kimia berbahaya yang bersifat karsinogen
4. Menghindari konsumsi alcohol
5. Olahraga rutin dan teratur
6. Menghindari paparan asbestos dalam jangka waktu lama
DAFTAR PUSTAKA

Elizabeth, J. Corwin. 2013, Buku Saku Patofisiologis, ECG, Jakarta


Somantri, Irman. 2014, Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Gangguan Sistem
Pernapasan, Salemba Medika, Jakarta
Sudoyo, Aruw. 2015, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Edisi IV, FKUI, Jakarta
Suryo, Joko, 2013, Herbal Penyembuhan Gangguan Sistem Pernapasan, B First, yogyakarta