Anda di halaman 1dari 8

TEORI BELAJAR SOSIAL DAN TEORI GAGNE

1. Jelaskan apa yang dimaksudkan dengan determinisme resiprokal

jawab :

Bandura mengembangkan model Determinisme Resiprokal yang terdiri dari tiga


faktor utama, yaitu perilaku, person / kognitif, dan lingkungan. Seperti dalam gambar,
faktor-faktor ini bisa saling berinteraksi untuk mempengaruhi pembelajaran, yakni
faktor lingkungan memengaruhi perilaku, perilaku memengaruhi lingkungan, faktor
person (orang/kognitif) memengaruhi perilaku dan sebagainya.
Determinis resiprokal adalah pendekatan yang menjelaskan tingkah laku manusia
dalam bentuk interaksi timbal-balik yang terus menerus antara determinan kognitif,
behavioral dan lingkungan, 0rang menentukan/mempengaruhi tingkah lakunya
dengan mengontrol kekuatan lingkungan, tetapi orang itu juga dikontrol oleh
kekuatan lingkungan itu. Determinis resiprokal merupakan konsep yang penting
dalam teori belajar sosial Bandura, menjadi pijakan Bandura dalam memahami
tingkah laku. Teori belajar sosial memakai saling determinis sebagai prinsip dasar
untuk menganalisis fenomena psiko-sosial di berbagai tingkat kompleksitas, dari
perkembangan intrapersonal sampai tingkah laku interpersonal serta fungsi interaktif
dari organisasi dan sistem sosial.

2. Jelaskan prinsip-prinsip teori belajar sosial dalam hal belajar

Jawab :

Prinsip dasar belajar sosial, yaitu


a. Sebagian besar dari yang dipelajari manusia terjadi melalui
peniruan (imitation) dan penyajian contoh perilaku (modeling)
b. Seorang siswa mengubah perilaku sendiri melalui penyaksian cara
orang/sekelompok orang yang merespon sebuah stimulus
tertentu
c. Siswa dapat mempelajari respon-respon baru dengan cara
pengamatan terhadap perilaku contoh dari orang lain, misalnya :
guru/orang tuanya
Pendekatan teori belajar sosial terhadap proses perkembangan
sosial dan moral siswa ditekankan pada perlunya pembiasaan
merespon (conditioning) dan peniruan (imitation)

3. Deskripsikan dan jelaskan tahap-tahap dalam permodelan

Jawab :

Menurut bandura setiap proses belajar (yang dalam hal ini terutama dalam
belajar sosial dengan menggunakan model) terjadi dalam urutan tahapan
peristiwa yang meliputi
a. Tahap perhatian (attentional phase)

b. Tahap penyimpanan dalam ingatan (retention phase)

c. Tahap reproduksi (reproduction phase)

d. Tahap motivasi (motivation phase)

Tahap perhatian. Pada tahap pertama ini para siswa/ para peserta didik pada
umumnya memusatkan perhatian pada obyek materi atau perilaku model
yang lebih menarik terutama karena keunikannya dibanding dengan materi
atau perilaku lain yang sebelumnya telah mereka ketahui. Untuk menarik
perhatian peserta didik, guru dapat mengekspresikan suara dengan ontonasi
khas seperti menyajikan pokok materi atau bergaya dengan mimik tersendiri
ketikamenyajikan contoh perilaku tertentu.

Tahap penyimpanan dalam ingatan. Pada tahap berikutnya, informasi berupa


materi dan contoh perilaku model itu ditangkap, diproses, dan disimpan
dalam memori. Para peserta didik lazimnya akan lebih baik dalam menangkap
dan menyimpan segala informasi yang disampaikan atau perilaku yang
dicontohkan apabila disertai penyebutan atau penulisan nama, istilah, dan
label yang jelas serta contoh perbuatan yang akurat.

Tahap reproduksi. Pada tahap reproduksi, segala bayangan/ citra mental


(imagery) atau kode-kode simbolis yang berisi informasi pengetahuan dan
perilaku yang telah tersimpan dalam memori pada peserta didik itu diproduksi
kembali. Untuk mengidentifikasi tingkat penguasaan para peseta didik, guru
dapat menyuruh mereka membuat atau melakukan lagi apa-apa yang telah
mereka serap misalnya dengan menggunakan sarana post-test.

Tahap motivasi. Tahap terakhir dalam proses terjadinya peristiwa atau


perilaku belajar adalah tahap penerimaan dorongan yang dapat berfungsi
sebagai reinforcement, ‘penguatan’ bersemayamnya segala informasi dalam
memori para peserta didik yang berkinerja memuaskan. Sementara itu,
kepada mereka yang belum menunjukan kinerja yang memuaskan perlu
diyakinkan akan arti penting penguasaan materi atau perilaku yang disajikan
model (guru) bagi kehidupan mereka. Seiring dengan upaya ini, ada baiknya
ditunjukkan pula bukti-bukti kerugian orang yang tidak menguasai materi atau
perilaku tersebut.

4. Deskripsikan dan jelaskan fase-fase belajar menurut gagne

Jawab :

Fase-fase belajar ini berlaku bagi semua tipe belajar. Menurut Gagne, ada 4 fase
dalam proses belajar, yaitu:

1) Fase Penerimaan (Apprehending Phase)

Pada fase ini, rangsang diterima oleh seseorang yang belajar. Pertama timbulnya
perhatian, kemudian penerimaan, dan terakhir adalah pencatatan (dicatat dalam
jiwa tentang apa yang sudah diterimanya).
2) Fase Penguasaan (Acquisition Phase)

Pada tahap ini akan dapat dilihat apakah seseorang telah belajar atau belum.
Orang yang telah belajar akan dapat dibuktikannya dengan memperlihatkan
adanya perubahan pada kemampuan atau sikapnya.

3) Fase Pengendapan (Storage Phase)

Sesuatu yang dimiliki, disimpan agar tidak hilang sehingga dapat digunakan bila
diperlukan. Fase ini berhubungan dengan ingatan dan kenangan.

4) Fase Pengungkapan Kembali (Retrieval Phase)

Apa yang dipelajari, dimiliki, dan disimpan (dalam ingatan) dengan maksud untuk
digunakan (memecahkan masalah) bila diperlukan. Jika kita akan menggunakan,
maka kita harus mengeluarkannya dari tempat penyimpanan, inilah yang disebut
pengungkapan kembali. Fase ini meliputi penyadaran akan apa yang telah
dipelajari dan dimiliki, serta mengungkapkannya dengan kata-kata (verbal) yang
telah dimiliki tidak berubah-ubah.

Menurut Gagne, fase pertama dan kedua merupakan stimulus, dimana terjadinya
proses belajar,sedangkan pada fase ketiga dan keempat merupakan hasil belajar.

Keempat fase belajar manusia ini telah disatukan menyerupai model sistem
komputer, meskipun sedikit lebih kompleks daripada yang ada pada manusia.
komputer menangkap rangsangan listrik dari pengguna komputer, memperoleh
stimulus dalamCentral Processing Unit, menyimpan informasi dalam stimulus di salah
satu memori, dan mendapatkan kembali informasi pada penyimpanannya. Guru
menimbulkan pemahaman dengan mengerjakan suatu contoh pada papan tulis,
memudahkan akusisi setelah setiap siswa mengerjakan contoh dengan mengikutinya,
langkah demi langkah, daftar petunjuk, membantu penyimpanan dengan
memberikan soal untuk pekerjaan rumah, dan memunculkan pemanggilan kembali
dengan memberikan kuis pada hari berikutnya.
5. Deskripsikan dan jelaskan tipe-tipe belajar menurut gagne

Jawab :

Menurut Robert M. Gagne, ada 8 tipe belajar, yaitu:


1. Tipe belajar tanda (Signal learning)
Belajar dengan cara ini dapat dikatakan sama dengan apa yang dikemukakan
oleh Pavlov. Semua jawaban/respons menurut kepada tanda/sinyal.
2. Tipe belajar rangsang-reaksi (Stimulus-response learning)
Tipe ini hampir serupa dengan tipe satu, namun pada tipe ini, timbulnya
respons juga karena adanya dorongan yang datang dari dalam serta adanya
penguatan sehingga seseorang mau melakukan sesuatu secara berulang-
ulang.
3. Tipe belajar berangkai (Chaining Learning)
Pada tahap ini terjadi serangkaian hubungan stimulus-respons, maksudnya
adalah bahwa suatu respons pada gilirannya akan menjadi stimulus baru dan
selanjutnya akan menimbulkan respons baru.
4. Tipe belajar asosiasi verbal (Verbal association learning)
Tipe ini berhubungan dengan penggunaan bahasa, dimana hasil belajarnya
yaitu memberikan reaksi verbal pada stimulus/perangsang.
5. Tipe belajar membedakan (Discrimination learning)
Hasil dari tipe belajar ini adalah kemampuan untuk membeda-bedakan antar
objek-objek yang terdapat dalm lingkungan fisik.
6. Tipe belajar konsep (Concept Learning)
Belajar pada tipe ini terutama dimaksudkan untuk memperoleh pemahaman
atau pengertian tentang suatu yang mendasar.
7. Tipe belajar kaidah (RuleLearning)
Tipe belajar ini menghasilkan suatu kaidah yang terdiri atas penggabungan
beberapa konsep.
8. Tipe belajar pemecahan masalah (Problem solving)
Tipe belajar ini menghasilkan suatu prinsip yang dapat digunakan untuk
memecahkan suatu permasalahan.

6. Deskripsikan dan jelaskan kategori kapabilitas menurut gagne yang


merupakan hasil belajar

Jawab :

Hasil belajar merupakan kemampuan internal yang telah menjadi milik pribadi
seseorang dan memungkinkan orang tersebut melakukan sesuatu yang dapat
memberikan ptrestasi tertentu.
Sistematika ini mencakup semua hasil belajar yang dapat diperoleh, namun
tidak menunjukkan setiap hasil belajar atau kemampuan internal satu-persatu. Akan
tetapi memgelompokkan hasil-hasil belajar yang memiliki ciri-ciri sama dalam satu
kategori dan berbeda sifatnya dari kategori lain. Maka dapat dikatakan, bahwa
sistematika Gagne meliputi lima kategori hasil belajar. Kelima kategori hasil belajar
tersebut adalah informasi verbal, kemahiran intelektual, pengaturan kegiatan kognitif,
keterampilan motorik, dan sikap.

1. Informasi verbal (Verbal information)


Merupakan pengetahuan yang dimiliki seseorang dan dapat diungkapkan
dalam bentuk bahasa, lisan, dan tertulis. Pengetahuan tersebut diperoleh dari sumber
yang juga menggunakan bahasa, lisan maupun tertulis. Informasi verbal meliputi ”cap
verbal” dan ”data/fakta”. Cap verbal yaitu kata yang dimiliki seseorang untuk
menunjuk pada obyek-obyek yang dihadapi, misalnya ’kursi’. Data/fakta adalah
kenyataan yang diketahui, misalnya ’Ibukota negara Indonesia adalah Jakarta’.
2. Kemahiran intelektual (Intellectual skill)
Yang dimaksud adalah kemampuan untuk berhubungan dengan lingkungan
hidup dan dirinya sendiri dalam bentuk suatu representasi, khususnya konsep dan
berbagai lambang/simbol (huruf, angka, kata, dan gambar). Kategori kemahiran
intelektual terbagi lagi atas empat subkemampuan, yaitu:
a. Diskriminasi jamak, yaitu kemampuan seseorang dalam mendeskripsikan
benda yang dilihatnya.
b. Konsep, ialah satuan arti yang mewakili sejumlah obyek yang memiliki ciri-ciri
sama. Konsep dibedakan atas konsep konkret dan konsep yang harus
didefinisikan. Konsep konkret adalah pengertian yang menunjuk pada obyek-
obyek dalam lingkungan fisik. Konsep yang didefinisiskan adalah konsep yang
mewakili realitas hidup, tetapi tidak langsung menunjuk pada realitas dalam
lingkungan hidup fisik.
c. Kaidah, yaitu kemampuan seseorang untuk menggabungkan dua konsep atau
lebih sehingga dapat memahami pengertiannya.
d. Prinsip. Dalam prinsip telah terjadi kombinasi dari beberapa kaidah, sehingga
terbentuk suatu kaidah yang bertaraf lebih tinggi dan lebih kompleks.
Berdasarkan prinsip tersebut, seseorang mampu memecahkan suatu
permasalahan, dan kemudian menerapkan prinsip tersebut pada permasalahan
yang sejenis.
3. Pengaturan kegiatan kognitif (Cognitive strategy)
Merupakan suatu cara seseorang untuk menangani aktivitas belajar dan
berpikirnya sendiri, sehingga ia menggunakan cara yang sama apabila menemukan
kesulitan yang sama.
4. Keterampilan motorik (Motor skill)
Adalah kemampuan seseorang dalam melakukan suatu rangkaian gerak-gerik
jasmani dalam urutan tertentu, dengan mengadakan koordinasi antara gerak-gerik
berbagai anggota badan secara terpadu.
5. Sikap (Attitude)
Merupakan kemampuan seseorang yang sangat berperan sekali dalam
mengambil tindakan, apakah baik atau buruk bagi dirinya sendiri.
TUGAS 4
TEORI PEMBELAJARAN

NAMA : HUTRI HANDAYANI ISRA


NIM : 181050801023
KELAS : PENDIDIKAN FISIKA A

PRODI PENDIDIKAN FISIKA


PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2019