Anda di halaman 1dari 1

Berikut beberapa penjelasan mengenai SAVI menurut Meier dalam Hamid (Hamid, 2011:

60) :
1) Somatic dimaksudkan sebagai learning by moving and doing (belajar dengan bergerak dan
berbuat).
2) Auditory dimaksudkan sebagai learning by talking and hearing (belajar dengan berbicara dan
mendengarkan).
3) Visual dimaksudkan sebagai learning by observing and picturing (belajar dengan mengamati
dan menggambarkan).
4) Intellectual dimaksudnya sebagai learning by problem solving and reflecting (belajar dengan
pemecahan masalah dan melakukan refleksi).

SAVI adalah pendekatan yang melibatkan indra pada tubuh yang mendukung
pembelajaran, belajar dengan bergerak aktif secara fisik, dengan memanfaatkan indra sebanyak
mungkin, dan membuat seluruh tubuh atau pikiran terlibat dalam proses belajar. (Rahmani
Astuti, 2002: 90).

pendekatan SAVI juga dapat mengatasi gaya belajar siswa yang beragam dalam satu kelas.
Artinya dengan pendekatan SAVI, siswa yang gaya belajarnya cenderung somatis, auditori,
maupun visual dapat sama-sama menyerap pengetahuan atau materi yang disampaikan oleh guru.
Di samping itu, pendekatan SAVI juga menekankan pada intelektual yang mendorong siswa
untuk berpikir kritis dan kreatif dalam memecahkan masalah.

Meier dalam Hannah (2009: 5) menegaskan bahwa belajar bisa optimal jika keempat unsur SAVI
ada dalam satu peristiwa pembelajaran. Misalnya, seorang siswa dapat belajar sedikit dengan
menyaksiskan presentasi (V), tetapi ia dapat belajar jauh lebih banyak jika dapat melakukan
sesuatu ketika presentasi sedang berlangsung (S), membicarakan apa yang mereka pelajari (A),
dan memikirkan 7 cara menerapkan informasi dalam presentasi tersebut untuk menyelesaikan
masalah-masalah yang ada (I).