Anda di halaman 1dari 8

Perawat adalah tenaga professional di bidang kesehatan yang merupakan lulusan dari sekolah ilmu kesehatan dan merawat pasien sakit maupun tidak sakit terutama di rumah sakit.Mereka bertanggung jawab dalam merawat, melindungi, dan memulihkan orang yang luka atau pasien penderita penyakit kronis, pemeliharaan kesehatan orang sehat, dan penanganan keadaan darurat yang mengancam nyawa. Profesi perawat memiliki peran penting dalam mewujudkan masyarakat sehat baik secara fisik dan psikologis.Tugas utama perawat adalah memberikan layanan keperawatan kepada setiap individu yang membutuhkan sehingga individu dapat mencapai derajat kesehatan yang diinginkan.Untuk mewujudkan hal tersebut, perlu perawat-perawat profesional yang memahami kebutuhan dan tuntutan masyarakat. Untuk membentuk perawat profesional perlu proses atau tahapan, dan kerjasama semua pihak atau komponen yang terlibat, salah satunya adalah kualitas SDM calon perawat.

B.Pengertian Sikap Thurstone memandang sikap sebagai suatu tingkatan afeksi baik yang bersifat positif maupun negatif dalam hubungannya dengan objek-objek psikologis.Afeksi yang posistif, yaitu yang afeksi senang, sedangkan afeksi negative adalah afeksi yang tidak menyenangkan. Sikap merupakan organisasi pendapat, keyakinan seeorang mengenai objek atau situasi yang relative ajeg, yang disertai adanya perasaan tertentu, dan memberikan dasar pada kepada orang tersebut untuk membuat respons atau berperilaku dalam cara yang tertentu yang dipilihnya

C. Sikap Perawat Yang Harus Dimiliki dalam Merawat Pasien Perawat harus memiliki sifat memberi kasih sayang terhadap sesama, terutama bagi orang yang membutuhkan , misalnya pada pasien yang dirawatnya. Setiap perawat harus memiliki sikap prihatin terhadap kebutuhan yang diperlukan pasien,memberikan rasa aman pada pasien, bukan malah menimbulkan kecemasan, kegelisahan, dan rasa takut. Perawat harus ramah,suara lembut, murah senyum terhadap semua orang, paling tidak pasien yang sedang sakit akan merasa senang, simpati,dan tidak menilai perwat itu judes atau mahal senyum dan juga menghindar ucapan kasar yang dapat menyinggung perasaan pasien. Setiap perawat memiliki harus dapat dipercaya karena dengan kepercayaanlah harga diri dan kepribadian seseorang dapat dinilai serta memiliki sikap percaya diri, jangan minder.Oleh karena itu,perawat perlu banyak belajar , serta menambah dan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dibidang keperawatan.perawat harus memiliki sikap menahan diri , jangan sampai menyalahkan, menyudutkan , mempermalukan, dan mengkritik pasien dan keluarganya yang dapat menambah berat penyakitnya dan perawat harus memiliki sifat memandirikan pasien agar pasien tidak bergantung pada perawat. Setiap perawat harus memiliki sikap penuh pengertian dan pengabdian Serta harus memiliki sikap yang riang gembira , tidak cemberut didepan pasien dan perawat harus memiliki sikap kooperatif atau mudah diajak kerja sama dengan pasien dan tim kesehatan lain demi kesembuhan pasien yang dirawatnya.

Kemudian perawat harus memiliki sikap yang dapat membantu dalam mengatasi kesulitan pasien dan keluarganya serta sikap humoris, sesuai situasi dan kondisi pasien sekedar untuk menghibur.

D. SikapKarakteristik Menjadi Perawat yang Baik Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada beberapa alasan mahasiswa keperawatan untuk menjadi seoarang perawat. Sebagian besar mahasiswa (69,47%) mengatakan alasan menjadi perawat adalah menjadi orang yang bermanfaat bagi masyarakat, ingin mengenal ilmu kesehatan dengan baik (28,42%), masa depan yang baik (8,42%) professional (7,36%), membahagiakan orang tua dan menciptakan generasi yang sehat (6,31%). Hasil penelitian ini masih bersifat normative, artinya alasan subjek masih bersifat umum. Menjadi Bermanfaat bagi Masyarakat” tampaknya salah satu aspek dominan yang mendorong subjek menjadi perawat. Subjek melihat bahwa profesi perawat erat kaitannya dengan hubungan dengan orang lain (pasien). Dalam artian aspek humanitas dalam profesi perawat sangat tinggi. Sementara itu, alasan yang kedua dan ketiga lebih kepada pemahaman akan keilmuaan dan profesionalitas dalam profesi perawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik perawatprofesionalterdiri dari beberapa komponen, yaitu:

1. Kognitif (pengetahuan) Disini perawat profesional harus memiliki pengetahuan yang luas yang berhubungan dengan bidang kesehatan dan praktik keperawatan serta bertindak sesuai dengan kaidah yang ditetapkan.Ada beberapa persepsi bahwa perawat profesional harus memiliki pengalaman yang banyak.Artinya, pengalaman tentunya berkorelasi dengan waktu dalam menjalani profesi sebagai perawat. Bahkan ironinya, ada pendapat lainyang menyatakan bahwa pengetahuan merupakan hal yang penting dalam proses pembentukan perawat profesional.

2. Emosi (psikologis) Dalam hal ini perawat lebih menggunakan aspek emosi (psikologis) dalam menggambarkan karakteristik perawat profesional.

3. Psikomotor (skill) Psikomotor (skill) merupakan suatu hal yang mutlak diperlukan dalam pelayanan keperawatan. Skill tidak hanya berkaitan dengan standar kompetensi perawat (hard skill), tetapi juga kemampuan dalam memahami kondisi psikologis perawat (soft skill).Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa etika memiliki peran yang penting dalam praktek keperawatan. Perawat yang memiliki etika yang bagus, memiliki sopan santun dalam melakukan keperawatan, tentunya akan mendapat respek dari pasiennya. Bila kondisi ini dapat dijaga akan menguntungkan kedua belah pihak (perawat dan pasien).

4. Fisik

Seorang perawat harus memiliki kebersihan dan kerapihan dalam berpakaian. Hal ini penting karena perawat berkaitan dengan pelayanan terhadap pasien. Kalau perawat berpenampilan tidak menarik, atau kotor dan kurang rapi, tentunya akan menimbulkan ketidakpercayaan terhadap perawat. Hal tersebut berdampak pada kualitas pelayanan khususnya kenyamanan pasien.Bahkan bisa jadi pasien tidak mau dilayani perawat yang tidak memperhatikan penampilan fisiknya.

Spritualitas adalah segala bentuk perilaku dan tuntunan yang mengarahkan manusia untuk selalu denganTuhan. Salah satu sumber spritualitas adalah Agama.Agama mengajarkan manusia bagaimana berinteraksi dengan Tuhan, manusia dan lingkungan sekitar. Dalam konteks Indonesia, peran agama sangat penting khusunya dalam berinteraksi dengan orang lain. Demikian pula dalam pelayanan pada pasien.Perawat harus memiliki pemahaman agama yang memadai guna membantu dalam pelaksanaan tugas keperawatan.Sering sekali nasehat-nasehat agama membantu pasien dalam menghadapi penyakitnya.

6. Dapat Berkomunikasi secara efektif Perawat harus bisa berkomunikasi secara baik dengan klien dan perawat perlu menyadari pesan verbal dan non-verbal yang disampaikan klien mulai dari saat pengkajian sampai evaluasi asuhan keperawatan, karena isyarat non-verbal menambah arti terhadap pesan verbal. Perawat yang mendektesi suatu kondisi dan menentukan kebutuhan asuhan keperawatan.

7. Disiplin Disiplin merupakan salah satu karakteristik perawat profesional yang sangat berguna dalam pelayan keperawatan. Seoarang perawat dituntut untuk disiplin dalam menjalankan tugasnya.Dispilin berangkat dari keinginan untuk dapat menjalankan tugas secara baik dan tepat. Dengan dispilin pelayanan akan maksimal dan target pekerjaan akan tercapai dan kelima, rendah hati. Dalam menjalankan tugas, perawat harus mempunyai sifat rendah hati.Perawat harus dapat menerima masukan atau saran dari lengkungan kerja, sehingga kinerja selalu dapat ditingkatkan.

8. Ramah

Ramah yaitu suatu kondisi psikologis yang positif dengan ditunjukkan dengan perilaku dan eksperesi muka yang selalu murah senyum, perhatian dan suka menyapa.Ramah merupakan salah satu sifat yang harus dimiliki perawat. Perawat yang ramah tentunya akan disukai pasien, dan secara tidak langsung dapat membatu kesembuhan pasien.

9. Sabar

Sabar berarti menahan dan menerima segala kondisi dengan ikhlas dan ridho. Sifat sabar merupakan salah satu yang terpuji dan sangat berguna bagi perawat khususnya dalam melayani pasien. Profesi perawat rentan dengan stress yang diakibatkan beban kerja atau perilaku dari pasien dan keluarga pasien. Oleh karena itu, sifat sabar membantu perawat dalam mengatasi beban psikologis dalam bekerja. Dengan sabar, perawat akan tetap konsisten dalam menjalankan tugasnya, tanpa dipengaruhi kondisi kerja. Sabar juga membuat perawat lebih tegar, kuat , dan mampu memahami sitiuasi dengan hati dan pikiran jernih.

10. Baik

Baik merupakan salah satu sifat positif yang ditandai dengan perilaku yang bermanfaat bagi orang lain, seperti senang membantu, perhatian, dan berkata baik. Sifat baik dalam diri perawat dapat terwujud jika perawat memahami dengan baikapa tugas dan fungsi seorang perawat. Seorang perawat dituntut untuk mempunyai sifat baik terhadap pasien.Perawat harus mampu memberikan pertolongan secara fisik, dan psikologis kepada pasiennya.Intinya perawat harus mampu menjalin hubungan baik dengan pasien dan keluarga pasien.

11. Memiliki Sikap Carring

Caring adalah fenomena universal yang mempengaruhi cara manusia berpikir, merasa, dan

mempunyai hubungan dengan sesama. Caring merupakan bentuk dasar dari praktik keperawatan

di mana perawat membantu klien pulih dari sakitnya, memberikan penjelasan tentang penyakit

klien, dan mengelola atau membangun kembali hubungan. Caring membantu perawat mengenali

intervensi yang baik, dan kemudian menjadi perhatian dan petunjuk untuk memberikan caring

kepada klien nantinya.

12. Menerapkan nilai-nilai esensial perawat dalam keperawatan

Seorang perawat harus menerapkan nilai-nilai esensial seorang perawat. Bagaimana

pengetahuan, profesional, pemahaman, pemberian makna serta sikap perawat mengenai nilai-nilai

keperawatan.

E. Cara Menumbuhkan Sikap Perawat Agar Tetap Lestari Hubungan perawat dengan pasien adalah suatu wahana untuk mengaplikasikan proses keperawatan pada saat perawat dan pasien berinteraksigunamencapai tujuan asuhan keperawatan. Sebagai calon perawat profesional harus siap menghadapi era globalisasi yang semakin terus berkembang dengan adanya ilmu dan pengetahuan teknologi. Dan Kita harus mempunyai suatu komitmen yang kuat untuk mewujudkan sikap-sikap yang mencerminkan sikap profesionalisme. Dalam memberikan asuhan keperawatan, tidak hanya melakukan tindakan sesuai prosedur tapi juga membutuhan komunikasi yang dapat memfasilitasi hubungan yang efektif antara perawat dengan klien.Perawat harus menyadari dan ikhlas bahwa pekerjaannya untuk orang lain untuk membantu penyembuhan dimana pekerjaannya adalah pekerjaan yang sangat mulia.Dari keikhlasan dan kesadaran tadi maka sikap perawat yang baik-baik akan tetap lestari.

Berikut adalah 10 karakter khas yang wajib dimiliki perawat:

1. Sabar

Sudah bukan rahasia lagi kalau profesi keperawatan sangat membutuhkan kesabaran. Merawat orang sakit yang perasaannya sangat sensitif adalah pekerjaan yang membutuhkan kesabaran ekstra. Keluhan, rintihan, tangisan, kemarahan, atau keputusasaan dari pasien dan keluarganya harus dihadapi dengan penuh kesabaran. Padahal mungkin di sisi lain perawat juga sedang memiliki masalah sendiri. Tetapi di hadapan pasien, perawat harus mampu memprioritaskan kepentingan pasiennya dari pada kepentingannya sendiri.

Seorang guru saya di fakultas keperawatan pernah berkata, “ Kata orang kesabaran itu ada batasnya, tetapi bagi saya tidak, kesabaran itu tidak ada batasnya.”. Mungkin para perawat bisa mengingat kata- kata guru saya ini ketika merasa mulai kehabisan kesabaran.

2. Telaten

Tidak bisa dibayangkan jika seorang perawat tidak telaten merawat pasiennya. Mungkin yang didapat adalah hasil balutan yang tidak tertutup sempurna, hasil mandi yang masih meninggalkan kotoran di tempat-tempat yang sulit dijangkau, atau justru pasien jarang menghabiskan porsi makannya.

Ketelatenan dalam merawat klien mutlak diperlukan karena keperawatan bukan hanya sebuah ilmu, tapi juga sebuah seni. Tidak ada hasil seni yang terbaik di dunia, termasuk seni merawat pasien, yang dikerjakan tanpa ketelatenan sang seniman.

3. Teliti

Menghitung tetesan infus, memastikan pemberian obat sesuai resep, mengingat jadwal kapan pasien harus cek ke ruangan lain, kapan pasien harus diambil darah dan berapa banyaknya, adalah beberapa contoh hal detail yang tidak boleh luput dari ketelitian seorang perawat. Salah hitung tetesan infus, salah lihat dosis obat, salah jadwal, salah ambil bahan pemeriksaan, akibatnya bisa diprediksi, keburukan yang terjadi pada pasien. Bahkan akibat yang paling fatal adalah hilangnya nyawa pasien. Tentu ini sama sekali tidak kita inginkan.

4. Peka

Kepekaan dalam melihat masalah kesehatan dan keperawatan harus dimiliki oleh seorang perawat. Bagaimana seorang perawat harus mampu membaca tanda dan gejala yang tampak di diri pasien, meskipun kadang pasien tidak mengungkapkannya. Kepekaan yang tinggi akan menyelamatkan banyak pasien karena masalah telah terdeteksi secara dini sebelum masalahnya menjadi gawat. Peka juga dapat diartikan sebagai peka pada budaya dan latar belakang yang dimiliki klien atau pasien. Sehingga asuhan keperawatan yang

diberikan kepada klien atau pasien adalah asuhan keperawatan yang holistik, yaitu utuh menyeluruh, meliputi seluruh aspek dari diri manusia.

5. Peduli

Akar dari profesi keperawatan adalah naluri keibuan. Naluri seorang ibu adalah menjaga anaknya. Jika diterjemahkan kepada profesi keperawatan, maka bisa diartikan sebagai kepedulian seorang perawat akan nasib atau kondisi kesehatan pasiennya. Perawat yang bekerja dengan hatinya tidak mungkin cuek saat pasiennya kelaparan, kehausan, merasa nyeri, merasa ingin buang air, tidak bisa berjalan sendiri, dan merasa sedih. Perawat yang peduli akan datang membantu pemenuhan kebutuhan dasar kliennya dan memberikan solusi atas masalah keperawatan kliennya.

6. Ramah

Pernahkah sobat mendengar frasa “perawat judes”? Dan tahukah sobat bahwa selama lima tahun saya menuntut ilmu keperawatan dulu, tidak pernah ada satu bab pun dari bahan ajar keperawatan, yang mengajarkan kami untuk judes dan tidak ramah pada pasien.

Kalau menurut saya, kejadian perawat judes itu dilakukan oleh oknum perawat. Dan kemungkinan ada berbagai hal yang melatarbelakangi sampai perawat bisa menjadi judes. Untuk mengungkap penyebabnya, saya pikir membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Yang jelas, untuk sebuah pekerjaan di bidang jasa, apa pun itu, terlebih jasa yang melayani orang sakit yang sedang sensitif emosinya, keramahan adalah harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar. Seringkali keramahan perawat justru yang mempercepat kesembuhan pasien, bahkan sebelum obat dari dokter dihabiskan.

7. Terbuka

Bekerja melayani klien yang berasal dari berbagai latar belakang usia, pendidikan, status sosial, ekonomi, suku, agama, bangsa, dan budaya, mutlak harus terbuka pada keberagaman.

Perawat tidak bisa bersikap dan berpikiran tertutup pada pasien yang memiliki nilai-nilai berbeda dengan yang dianut oleh perawat. Dalam memberikan asuhan keperawatan, perawat harus memberikan asuhan yang sesuai dengan keilmuannya dan juga selaras dengan nilai-nilai yang dianut kliennya.

Ada sebuah teori dalam ilmu keperawatan yang dicetuskan oleh Madelaine Leininger, seorang doktor keperawatan, yaitu teori keperawatan lintas budaya, dimana setiap perawat harus memberikan asuhan keperawatan tanpa mengesampingkan aspek budaya dari kliennya. Intinya, asuhan keperawatan yang diberikan oleh perawat haruslah peka budaya.

8. Kreatif

Pernahkah terpikir oleh sobat bahwa kondisi di lapangan seringkali tak seindah teori? Perawat sangat ingin memberikan asuhan keperawatan yang terbaik kepada kliennya, namun fasilitasnya tidak ada, alat- alatnya terbatas, bahan-bahannya terbatas.

Lalu, sebagai perawat yang baik, apa yang harus dilakukan?

Tidak ada jalan lain kecuali menjadi kreatif. Kreatif menggunakan dan memodifikasi sumber daya yang ada untuk kesembuhan atau optimalitas kesehatan pasien. Mungkin perawat bisa menyulap selang infus bekas menjadi torniquet untuk membendung aliran darah, atau menggunakan kantung plastik bening untuk menggantikan plastik stoma yang mahal, atau membuat poster sendiri saat akan penyuluhan di desa terpencil.

Jujur saja, setiap perawat pasti pernah mengalaminya, bukan?

9. Asertif

Bekerja satu tim dengan personel yang lain dari berbagai disiplin

keilmuan,

suatu masalah

membutuhkan

sikap

asertif agar dalam

didapatkan satu kesepakatan dan menghindari kesalahpahaman sekecil apa pun.

Secara sederhana, asertif dapat dianalogikan seperti menarik sehelai rambut dari dalam tepung. Rambutnya berhasil keluar, tapi susunan tepungnya tidak rusak. Artinya perawat berhasil menyampaikan pendapat dan pandangannya tentang suatu hal tanpa menyinggung perasaan pihak lain.

10. Komunikatif

Komunikatif dapat diartikan sebagai kecakapan dalam menyampaikan pesan sehingga pesan itu dapat dimengerti oleh orang yang menerima pesan.

Seorang perawat yang bekerja dengan banyak orang setiap harinya haruslah komunikatif. Terutama saat perawat memberi pendidikan kesehatan kepada kliennya, penjelasan perawat harus mudah dipahami dan diterapkan oleh klien.

Seorang perawat juga harus pandai menyampaikan pesannya kepada rekan sejawat dan profesi kesehatan yang lain, agar tercipta hubungan kerja yang harmonis dan kerja sama yang berkualitas.