Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Semen gigi merupakan bahan penambal gigi pada mahkota gigi yang hilang. Bahan tersebut

berisi partikel dari keramik berbahan dasar seng oksida dan magnesium oksida (Anusavice,

2003).

Secara umum ada empat macam semen gigi yang biasa dipakai dalam dunia kedokteran

gigi yaitu: semen seng fosfat (zinc phosphate cement), semen polikarboksilat (polycarboxylate

cement), semen gelas ionomer (glass ionomer cement), dan semen seng oksida dan eugenol

(zinc oxide and eugenol cement) (Noort, 1994).

Semen gigi yang digunakan pada penelitian ini adalah semen seng fosfat (zinc phosphate

cement) yang merupakan bahan semen tertua sehingga mempunyai catatan terpanjang dan

tolok ukur bagi sistem yang baru (Anusavice, 2003).

Semen gigi ini mempunyai beberapa kelebihan, diantaranya dapat memisahkan diri di

dalam asam sehingga menciptakan semen seng fosfat dan ketika kering akan menjadi keras dan

tahan air. Selain kelebihan tersebut, semen seng fosfat juga memiliki beberapa kelemahan,

diantaranya waktu pembentukan semen yang relatif cukup lama serta kekuatan tekan dan

kekerasan relatif lebih kecil (Combe, 1992).

1.2. Tujuan penelitian

1.Dapat memanipulasi semen seng fosfat sebagai basis dan lutting dengan cara yang tepat.

2.Dapat mengetahui setting time antara semen seng fosfat basis dan lutting.

3. Dapat mengetahui konsentrasi ph semen seng fosfat.


1.3 Manfaat penelitian

1.Mahasiswa dapat memanipulasi semen seng fosfat sebagai basis dan lutting dengan cara
yang tepat.

2.Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami setting time antara semen seng fosfat basis
dan lutting.

3. Mahasiswa dapat mengetahui konsentrasi ph semen seng fosfat.


BAB II
METODE PENGAMATAN

2.1 Bahan dan Alat

2.1.1 Bahan
a. Bubuk dan cairan semen seng fosfat

Gambar 1. Bubuk dan cairan seng fosfat


b. Vaselin dental

Gambar 1. vaselin dental.

2.1.2 Alat
c. Glass slab (kaca tebal)
d. Cetakan sampel dari akrilik 2 mm
e. Spatula semen
f. Stopwatch
g. Celluloid strip
h. Kuas kecil
i. Gunting/cutter
g. Timbangan digital

h. Sonde

i. Sendok takar

j. Plastic Filling Instrument

Gambar 3. Mortal and pastle

Gambar 4. Plastic Filling Instrument


Gambar 5. Glass Lab

Gambar 6. . Cetakan sampel dari akrilik 2 mm

Gambar 7. Spatula semen


2.2 Prosedur kerja

2.2.1 Untuk manipulasi semen seng phospat sebagai basis.

a. Menyiapkan alat dan bahan.

Gambar 8. Menyiapkan alat dan bahan

b. Mengambil cairan dan bubuk ke glass plate, dengan proporsi sesuai gambar

pada tutup botol bubuk (rasio gambar liquid/powder pada tutup sudah sesuai

petunjuk pabrik)

Gambar 9. Ratio pada tutup botol, terdapat dua ratio. (1sendok takar powder : 3 tetes

cairan) untuk konsistensi kental untuk basis tumpatan. (1sendok takar powder : 5

tetes cairan) untuk luting/perekat.

c. Untuk manipulasi semen seng phospat sebagai basis tumpatan, bubuk

diletakkan di atas glass slab dan dibagi menjadi 3 (tiga) bagian.


Gambar 10. Membagi bubuk semen seng fosfat menjadi 3 bagian

d. Menyiapkan stopwatch, pencampuran bubuk dan cairan dilakukan sedikit

demi sedikit pada glass slab dingin (21ᵒC), saat pencampuran dimulai nyalakan

stopwatch.

Gambar 11. Mencampurkan bubuk dan cairan semen seng fosfat

e. Bubuk semen seng fosfat bagian pertama dimasukkan ke dalam cairan dan

diaduk menggunakan spatula semen secara memutar, menekan, dan spreading

(gerakan meluas) selama 10 detik (sesuai aturan pabrik) kemudian langsung

diteruskan dengan bagian kedua ditambahkan dan diaduk dengan cara yang sama.

Demikian seterusnya sampai semua bubuk semen seng fosfat habis teraduk dan

homogen. Lama pengadukan bubuk dan cairan semen seng fosfat hingga homogen

diperlukan waktu 30 detik. sampai puttylike consistency


Gambar 12. Mencampurkan bubuk dan cairan dengan memutar, menekan dan spreading sampai
putty like consistency selama 30 detik.
f. Setelah dilakukan pencampuran dan didapatkan konsistensi tersebut, adonan

dimasukkan ke dalam kavitas (kavitas diletakkan di atas glass plate), kemudian

merapikan dengan kapas lembab yang dibasahi dengan alkohol.

Gambar 13. Memasukkan adonan semen seng fosfat ke dalam kavitas

g. Mengukur waktu setting (dimulai saat awal pencampuran s/d setting).

2.2.2 Untuk manipulasi semen seng phospat sebagai luting/ perekat

a. Untuk memanipulasi seng fosfat sebagai luting, bubuk diletakkan diatas glass lab

dan dibagi menjadi 6 bagian.


Gambar 14. Membagi bubuk semen seng fosfat menjadi 6 bagian

b. Menyiapkan stopwatch, pencampuran bubuk dan cairan dilakukan sedikit demi

sedikit pada glass slab dingin (21ᵒC), saat pencampuran dimulai nyalakan stopwatch

Gambar 15. Pencampuran bubuk dan cairan semen seng fosfat dilakukan sedikit

demi sedikit

c. Bubuk semen seng fosfat bagian pertama sampai bagian ketiga dimasukkan ke

dalam cairan dan diaduk menggunakan spatula semen secara memutar, menekan,

dan spreading selama 10 detik (sesuai aturan pabrik) kemudian langsung diteruskan

dengan bagian keempat ditambahkan dan diaduk dengan cara yang sama. Demikian

seterusnya sampai semua bubuk semen seng fosfat habis teraduk dan homogen.

Campuran seng fosfat yang bisa ditarik 12 sampai 19 mm tanpa putus menandakan

campuran sudah siap untuk luting.


Gambar 16. Mengaduk bubuk dan cairan seng fosfat sampai homogen dan dapat

ditarik 12-19 mm tanpa putus

2.2.3 Persipan sampel uji keasaman

a. Semen seng phospat untuk basis yang sudah setting (sampel pada percobaan

manipulasi semen seng posphat) digerus pada mortar menggunakan pestle amalgam

(pastikan mortar pastle bersih). Ambil kurang lebih 1 gr serbuk sampel kemudian campur

dengan sedikit air destilasi atau aquadest steril sampai terlarut seperti pasta (dijadikan

sebagai kelompok 1). Mengukur larutan tersebut dengan pH Universal.

Gambar 17. Sampel digerus menggunakan mortal dan pastle

b. Mengaduk Semen seng phospat untuk basis (sesuai petunjuk pabrik) selama 2 menit

kemudian campur dengan sedikit air destilasi atau aquadest steril sampai terlarut

seperti pasta (dijadikan sebagai kelompok 2). Mengukur larutan tersebut dengan pH

Universal.
Gambar 18. Menambahkan sedikit air pada sampel yang telah digerus kemudian

diaduk sampai larut

c. Masukkan hasil pengamatan ke tabel dan bandingkan hasil kelompok 1 dan 2

Anda mungkin juga menyukai