Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

BAHASA INDONESIA DALAM TULISAN AKADEMIK

Disusun Oleh :
Nur Fitria Isnaini (170531100036)
Syamsu Dhuha (170531100096)
Anang Adi H. (170531100009)
M. Nailur Ridha (170531100008)
Ridho M. Subastian (150531100020)

PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI


FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
2019
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Allah Swt., yang telah memberikan rahmat dan
hidayah-Nya sehingga kami mampu menyelesaikan makalah yang berjudul “Bahasa
Indonesia dalam Tulisan Akademik”. Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu
tugas mata kuliah Bahasa Indonesia.
Penulis menyadari bahwa selama penulisan makalah ini, penulis banyak
mendapat bantuan dari berbagai pihak. Oleh sebab itu, penulis mengucapkan terima
kasih kepada: Ibu Silvia Melati, M.Pd. selaku Dosen mata kuliah Bahasa Indonesia
yang telah membimbing kami menyelesaikan makalah ini, serta teman-teman yang
telah memotivasi penulis untuk menyelesaikan penyusunan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, karena masih
memiliki banyak kekurangan, baik dalam hal ini maupun sistematika dan teknik
penulisannya. Oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat
membangun selalu penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Oleh sebab itu,
Penulis sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan
makalah ini.
Akhirnya, semoga makalah ini bisa memberikan manfaat bagi penulis dan bagi
pembaca. Aamiin.

Bangkalan, 20 Februari 2019

Penulis
2
Page
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..............................................................................................2

DAFTAR ISI.............................................................................................................3

BAB I PENDAHULUAN.........................................................................................4

1.1. Latar Belakang.......................................................................................4

1.2. Rumusan Masalah..................................................................................4

1.3. Tujuan....................................................................................................4

BAB II PEMBAHASAN..........................................................................................5

2.1. Bahasa Indonesia dan Tulisan Akademik..............................................5

2.2. Karakteristik Bahasa Indonesia dalam Tulisan Akademik....................5

2.3. Menggunakan Bahasa Indonesia Ragam (…).......................................6

2.4 Cendekia.................................................................................................7

2.5 Gagasan Sebagai Tolak Ukur.................................................................7

2.6 Formal dan Objektif...............................................................................8

2.7 Ringkas dan Padat..................................................................................9

2.8 Konsisten...............................................................................................10

2.9 Penggunaan Istilah Teknis.....................................................................11

BAB III PENUTUP.................................................................................................12

3.1. Kesimpulan...........................................................................................12

3.2. Saran.....................................................................................................12
3
Page

DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................13
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Bahasa Indonesia mempunyai sebuah aturan yang baku dalam penggunaannya,
namun dalam praktiknya sering terjadi penyimpangan dari aturan yang baku
tersebut. Kata-kata yang menyimpang disebut kata non-baku.
Begitu juga dalam kalimat, utamanya dalam penulisan akademik aturan dan
struktur penulisan harus benar-benar diperhatikan. Tidak memandang siapapun
yang menggunakan,bahasa indonesia pasti memakai dua macam bahasa,
bahasa baku dan nonbaku.
Banyak dari penulis yang kurang memperhatikan penulisannya, sehingga tak
ayal banyak pembaca yang merasa sulit memahami maksud yang ingin
disampaikan penulis. Tujuan ditulisnya makalah ini yaitu untuk memberikan
arahan dan informasi kepada pembaca tentang tata cara penulisan kalimat yang
baik dan benar, utamanya dalam penulisan akademik.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa yang dimaksud tentang Bahasa Indonesia keilmuan?
2. Apa ciri-ciri Bahasa Indonesia keilmuan?

1.3 Tujuan
Dalam subtopic ini dibahas tentang Bahasa Indonesia keilmuan, dengan ciri:
1. Cendekia
2. Lugas dan jelas
3. Bertolak dari gagasan
4. Formal dan objektif
5. Ringkas dan padat
6. Konsisten
4
Page

7. Menggunakan istilah teknis


BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Bahasa Indonesia dan Tulisan Akademik


Bahasa Indonesia dalam tulisan akademik merupakan salah satu ragam
bahasa Indonesia yang digunakan dalam kegiatan menulis akademik. Bahasa
Indonesia raga mini dikenal dengan istilah Bahasa Indonesia Keilmuan (BIK).
Sebagai sarana verbal, BIK dipakai untuk mengkomunikasikan proses kegiatan
dan hasil penalaran ilmiah yang disusun berdasarkan metode ilmiah, yaitu
keobjektifan pandangan yang dikemukakan dan kedalaman paparan yang
disajikan (Suparno dkk.,2004:1). Pada umunya ragam Bahasa digunakan dalam
penulisan :
1. Laporan yang berbentuk surat, artikel, laporan hasil penelitian, dan makalah.
2. Skripsi, tesis, dan disertasi.
Dengan demikian, berkenaan dengan ranah penggunaannya, Bahasa
yang digunakan dalam tulisan akademik memiliki dua ragam, yaitu ragam tulis
dan ragam keilmuan.

2.2 Karakteristik Bahasa Indonesia dalam Tulisan Akademik

Bahasa Indonesia dalam tulisan akademik merupakan salah satu ragam


Bahasa Indonesia yang digunakan dalam kegiatan menulis akademik. Atau
biasa dikenal dengan istilah Bahasa Indonesia Keilmuan (BIK).
Pada umumnya ragam Bahasa tersebut digunakan dalam penulisan
1. Laporan yang berbentuk surat, artikel, laporan hasil penelitian,
dan makalah;
2. Skripsi, tesis dan disertasi;

Dengan demikian berkenaan dengan ranah penggunaanya, Bahasa


Indonesia yang digunakan dalam tulisan akademik memiliki dua ragam,
5

yaitu tulis dan keilmuan.


Page
Adapun Bahasa Indonesia sebagai Bahasa keilmuan memiliki
ciri-ciri khusus, yaitu cendekia, lugas dan jelas, gagasan sebagai
pangkal tolak, dan formal serta objektif.

2.3 Menggunakan Bahasa Indonesia Ragam Ilmiah dalam Menulis dan


Presentasi Ilmiah
Menggunakan Bahasa Indonesia ragam ilmiah dalam menulis dan
presentasi ilmiah seperti memanfaatkan potensi Bahasa Indonesia untuk
memaparkan fakta, konsep, prinsip, teori, atau gabungan dari keempat hal
tersebut serta hasil penelitian secara tertulis dan lisan.
Itu berarti, pada saat menulis tulisan ilmiah penulis harus berusaha keras
agar Bahasa Indonesia yang digunakan benar-benar menunjukkan sifat yang
cendekia, lugas dan jelas, menghindari kalimat fragmentaris, bertolak dari
gagasan, formal dan objektif, ringkas dan padat, dan konsisten. Sifat-sifat
Bahasa Indonesia yang demikian ditempatkan pada pilihan kata,
pengembangan kalimat, pengembangan paragraf, kecermatan dalam
penggunaan ejaan, tanda baca, dan aspek-aspek mekanik lalinnya.
Bahasa Indonesia sebagaimana Bahasa pada umumnya, digunakan
untuk tujuan tertentu dan dalam konteks. Tujuan dan konteks ini akan
menentukan ragam BI yang harus digunakan. Seseorang yang menggunakan BI
yang berbeda dari orang lain yang menggunakannya untuk menyampaikan
khotbah jum’at atau bahan kuliah.
Mahasiswa disadarkan bahwa dalam dunia akademik/ilmiah, ragam BI
yang digunakan adalah ragam ilmiah, yang memiliki ciri khas yakni cendekia,
lugas dan jelas, menghindari kalimat fragmentaris, bertolak dari gagasan,
formal dan objektif, ringkas dan padat, dan konsisten. Mahasiswa dilibatkan
dalam kegiatan pembelajaran yang mendukung tumbuhnya pemahaman
mereka terhadap pengertian BI ragam ilmiah.
6
Page
2.4 Cendekia
Cendekia artinya Bahasa Indonesia (1) mampu digunakan untuk
mengungkapkan hasil berpikir logika secara tepat, (2) mampu membentuk
pernyataan yang tepat dan seksama, (3) mencerminkan ketelitian dalam
memilih kata-kata yang objektif sehingga kalimat-kalimatnya mirip dengan
proposisi logika.
Contoh:
a) Nasib bangsa di masa yang akan datang bergantung pada pemuda-
pemudanya.
b) Nasib bangsa di masa yang akan datang terletak ditangan pemuda-
pemudanya.

2.5 Gagasan sebagai pangkal tolak


Bahasa Indonesia keilmuan digunakan dengan orientasi gagasan. Hal
itu berarti penonjolan diarahkan pada gagasan atau hal-hal yang diungkapkan
tidak pada penulis untuk menyamakan gagasan ilmiah secara jelas dan tepat.
Akibatnya, pilihan bentuk kalimat yang lebih cocok adalah kalimat pasif,
sehingga kalimat aktif perlu dengan penulis sebagai pelaku perlu dihindari
Contoh:
a) Dari uraian tersebut penulis dapat menyimpulkan bahwa
menumbuhkan dan membina anak berbakat sangat penting.
b) Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa penumbuhan dan
membina anak berbakat sangat penting.

Contoh kalimat (a) berorientasi pada penulis (yang menjadi sentral)


pada kalimat tersebut.
Contoh (b) berorientasi pada gagasan dengan menyembunyikan
kehadiran penulis.
7
Page
2.6 Formal dan Objektif
Komunikasi ilmiah melalui teks ilmiah merupakan komunikasi formal.
Karenanya komunikasi ilmiah yang harus digunakan adalah Bahasa Indonesia
formal sesuai dengan situasi formal atau resmi. Karakteristik Bahasa Indonesia
formal itu ditunjang dengan kosa kata, bentukan kata, dan susunan kalimat yang
baku, misalnya:
Kata Berciri Formal Kata Berciri Informal
Dapat Bisa
Hanya Cuma
Karena Lantaran
Dibicarakan Diomongkan
Seandainya Umpamanya

Bentukan Kata Berciri Formal Bentukan kata Berciri Informal

Bercerita Cerita
Berbicara Bicara
Menulis Tulis
Mencontoh Menyontoh
Menganalisis Analisa
Melegalisir Legalisir

Objektif

Bahasa ilmiah bersifat objektif. Untuk itu, upaya yang dapat ditempuh
adalah menempatkan gagasan sebagai pangkal tolak pengembangan kalimat dan
menggunakan kata dan struktur kalimat yang mampu menyampaikan gagasan
secara objektif.

Terwujudnya sifat objektif tidak cukup dengan hanya menempatkan gagasan


8
Page

sebagai pangkal tolak. Hadirnya kata betapa dan kiranya pada contoh (a) berikut
menimbulkan sifat subjektif. Berbeda dengan contoh (b) yang tidak mengandung
unsur subjektif.

(a) Contoh-contoh itu telah memberikan bukti betapa besarnya peranan orang tua
dalam pembentukan kepribadian anak.

Dari paparan tersebut kiranya dapat disimpulkan sebagai berikut.

(b) Contoh-contoh itu telah memberikan bukti besarnya peranan orang tua dalam
pembentukan kepribadian anak.

Dari paparan tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut. Kata-kata yang


menunjukkan sikap ekstrim dapat memberi kesan subjektif dan emosional. Kata-
kata seperti harus, wajib, tidak mungkin tidak, pasti dan selalu perlu dihindari
karena bersifat subjektif/emosional. Penulisan kalimat yang tidak subjektif
tampak pada contoh (b).

(a) Abstrak artikel harus ditulis dalam sebuah paragraf


Penelitian pasti diawali adanya masalah.
(b) Abstrak artikel ditulis dalam sebuah paragraf
Penelitian diawali adanya masalah.

2.7 Ringkas dan Padat

Bahasa Indonesia keilmuan berciri ringkas dan padat. Maksudnya


pemakaian unsur Bahasa dalam Bahasa Indonesia keilmuan dilakukan secara
efektif, baik dari segi pengungkapan gagasan maupun penggunaan unsur Bahasa.
Hal tersebut direalisasikan dengan tidak adanya unsur-unsur Bahasa yang tidak
diperlukan (mubazir). Itu berarti menuntut kehematan dalam penggunaan Bahasa
ilmiah. Sementara itu ciri padat merujuk pada kandungan gagasan yang
diungkapkan dengan unsur-unsur Bahasa itu. Karena itu, jika gagasan yang
terungkap sudah memadai dengan unsur Bahasa yang terbatas tanpa pemborosan,
9
Page

ciri kepadatan sudah terpenuhi.


Contoh:

(a) Nilai etis diatas menjadi pedoman bagi setiap warga negara Indonesia.
(b) Nilai etis sebagaimana tersebut pada paparan di atas menjadi pedoman dan
dasar pegangan hidup dan kehidupan bagi setiap warga negara Indonesia.

Contoh (a) termasuk bahasa ilmiah yang ringkas dan padat, sedangkan contoh (b)
adalah Bahasa yang tidak ringkas.

2.8 Konsisten
Ciri yang ke-enam adalah konsisten. Artinya dalam tulisan ilmiah
penulis harus konsisten menggunakan penalaran, istilah, sudut pandang, pengendalian
variable topik yang terungkap dalam permasalahan, tujuan, penggunaan landasan teori,
pembahasan, sampai dengan kesimpulan dan saran.
Tidak hanya itu. Unsur Bahasa dan ejaan dalam Bahasa tulis ilmiah
digunakan secara konsisten . sekali sebuah unsur Bahasa, tanda baca, tanda-tanda lain,
dan istilah digunakan sesuai dengan kaidah, itu semua selanjutnya digunakan secara
konsisten. Sebagai contoh, kata tugas untuk di gunakan untuk mengantarkan
tujuan dan kata tugas bagi mengantarkan objek (Suparno, 1998). Selain itu, apabila
pada awal uraian telah terdapat singkatan SMP (Sekolah Menengah Pertama), pada
uraian selanjutnya digunakan singkatan SMP tersebut.
Contoh:
(a) Untuk mengatasi penumpang yang melimpah menjelang dan usai
lebaran, pengusaha angkutan dihimbau mengoperasikan, semua
kendaraan ekstra. (konsisten)
(b) Peluncuran senjata di wilayah Bonsia itu tidak penting bagi muslim
Bosnia. Bagi mereka yang penting adalah pencabutan embargo
persenjataan. (konsisten)
(c) Untuk penumpang yang melimpah menjelang dan usai lebaran,
10

telah disiapkan kendaraan yang cukup. Pengusaha angkutan


Page
dihimbau mengoperasikan semua kendaraan ekstra. (tidak
konsisten).
(d) Peluncuran senjata di wilayah Bonsia itu tidak penting bagi muslim
Bosnia. Untuk mereka yang penting adalah pencabutan embargo
persenjataan. (tidak konsisten)

2.9. Penggunaan Istilah Teknis


Masing-masing bidang ilmu memiliki istilah teknis. Penulisan karya ilmiah
dimungkinkan masuknya penggunaan istilah-istilah teknis sesuai kebutuhan
dibidangnya masing-masing. Artikel ilmiah termasuk kategori paparan yang bersifat
teknis.
Kosa kata yang digunakan cenderung mengarah pada kosa kata ilmiah teknis.
Kosa kata ilmiah teknis digunakan pada kalangan khusus, yang jarang dipahami oleh
masyarakat umum. Untuk itu, dalam memilih kosa kata dalam menulis artikel ilmiah,
perlu kecermatan agar tidak mengarah pada kata ilmiah populer. Contoh :
Kata ilmiah teknis : anarki, argumen, antisipasi.
Kata ilmiah populer: kekacauan, bukti, perhitungan kedepan.

11
Page
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Ragam Bahasa Indonesia yang digunakan dalam tulisan akademik yaitu ragam
keilmuan yang memiliki ciri-ciri khusus, yaitu cendekia, lugas dan jelas, gagasan
sebagai pangkal tolak, dan formal, serta objektif. Selain itu penulisan juga harus
ringkas, padat, serta konsisten baik dalam tanda baca maupun kepenulisan.

3.2. Saran
Bahasa indonesia dalam tulisan akademik, mungkin banyak yang menganggap
sebagai materi yang sering di abaikan,oleh karenanya banyak yang menyepelekan.
Tetapi sebenarnya ini merupakan materi yang cukup penting, dikarenakan sebagai
landasan atau dasar-dasar kepenulisan akademik.

12
Page
Daftar Pustaka

Dwiloka, Bambang dan Rati Riana, 2005. Teknik Menulis Karya Ilmiah: Skripsi, Tesis,
Disertasi, Artikel, Makalah, dan Laporan. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Haniah dkk. 2012. Bahasa Indonesia Kontekstual. Surabaya: Radja.


Kurniawan, K. 2004. Menulis Akademik untuk Mahasiwa. Bandung: FPBS UPI.

Suparno. 1998. Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Tulisan Ilmiah. Makalah


disajikan pada Seminar-Lokakarya Penyuntingan Jurnal Angkatan IV IKIP Malang,
tanggal 13-16 Januari 1998.

Suparno, 1984. Bahasa dan Keilmuwan. Malang: IKIP Malang.

Syafi’ie, Imam. 1990. Pemakaian Bahasa Indonesia Dalam Penulisan Ilmiah. Malang:
IKIP Malang.

13
Page