Anda di halaman 1dari 2

Etika dan Konsumen

Kerangka perlindungan konsumen sebagaimana kita ketahui sekarang ini dibentuk


selama pemerintah Kennedy. Di dalam pidatonya di depan kongres mengenai konsumen pada
tahun 1962, presiden Kennedy menggambarkan 4 hak konsumen. Keempat hak yang
digambarkan meliputi hak atas keamanan, hak untuk didengar, hak untuk memilih dan hak
untuk mendapat informasi. Pesan dan perundang-undangan yang dihasilkan sebagai dasar
untuk gerakan konsumen sekarang ini.1
Menurut sebagian orang, produk dan jasa harus diproduksi dan disampaikan menurut
teori “Berhati-hati sebagaimana mestinya”, teori ini menetapkan bahwa berhati-hati
sebagaimana mestinya meliputi:
1. Desain produk dan jasa harus memenuhi semua peraturan dan ketentuan pemerintah
dan aman dibawa kemana kondisi yang dapat diramalkan, termasuk pemakaian yang
salah (penyalahgunaan) oleh konsumen.
2. Bahan baku harus sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah dan
cukup bertahan untuk pemakaian yang layak.
3. Produksi produk-produk harus dibuat tanpa cacat.
4. Pengawasan mutu produk harus diperiksa secara teratur.
5. Kemasan, pemberian label dan peringatan produk-produk harus dikemas secara aman,
dengan petunjuk-petunjuk yang jelas dan juga penjelasan mengenai segala bahayanya.
6. Pengusaha harus mempunyai sistem untuk mengangkat suatu produk yang ternyata
membahayakan pada suatu waktu setelah pembuatan dan penyaluran.

Perlindungan Konsumen

Dalam rangka mengembangkan upaya perlindungan konsumen, pemerintah


membentuk badan perlindungan konsumen nasional (BPKN) yang bertanggung jawab kepada
presiden (Pasal 31 dan 32)2. Badan ini mempunyai tugas sebagai berikut (Pasal 34):
1. Memberikan saran dan rekomendasi kepada pemerintah dalam rangka penyusunan
kebijakan di bidang perlindungan konsumen.
2. Melakukan penelitian dan pengkajian terhadap peraturan perundang-undangan yang
berlaku di bidang perlindungan konsumen.

1
Ernawan Erni,2007, Business Ethics, Bandung: Alfabeta, 1, Hal. 30-31
2
Rindjin Ketut, 2004, Etika Bisnis dan Implementasinya, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, Hal. 108
3. Lakukan penelitian terhadap barang dan atau jasa yang menyangkut keselamatan
konsumen.
4. Mendorong berkembangnya lembaga perlindungan konsumen swadaya masyarakat.
5. Menyebarluaskan informasi melalui media mengenai perlindungan konsumen dan
memasyarakatkan sikap keberpihakan kepada konsumen.
6. Menerima pengaduan tentang perlindungan konsumen dari masyarakat, lembaga
perlindungan swadaya masyarakat, atau pelaku usaha.
7. Melakukan survei yang menyangkut kebutuhan konsumen.