Anda di halaman 1dari 74

exposure draft ED PSAK No.

60 22 Mei 2010

Exposure Draft
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan

Instrumen Keuangan:
Pengungkapan
Exposure draft ini dikeluarkan oleh
Dewan Standar Akuntansi Keuangan

Tanggapan atas exposure draft ini diharapkan dapat


diterima paling lambat tanggal 30 Agustus 2010 oleh
Dewan Standar Akuntansi Keuangan

IKATAN AKUNTAN INDONESIA


ED PSAK Pernyataan
No.
STANDAR AKUNTANSI keuangan
60 INSTRUMEN KEUANGAN: PENGUNGKAPAN

Hak cipta © 2010, Ikatan Akuntan Indonesia

Dikeluarkan oleh
Dewan Standar Akuntansi Keuangan
Ikatan Akuntan Indonesia
Jalan Sindanglaya No. 1
Menteng
Jakarta 10310
Telp: (021) 3190-4232
Fax : (021) 724-5078
Email: iai-info@iaiglobal.or.id, dsak@iaiglobal.or.id

Mei 2010
Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

Exposure draft ini diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi


Keuangan hanya untuk ditanggapi dan dikomentari. Saran
- saran dan masukan untuk menyempurnakan draft ini masih
dimungkinkan sebelum diterbitkannya Pernyataan Standar
Akuntansi Keuangan

Tanggapan tertulis atas draft ini paling lambat diterima pada


30 Agustus 2010. Tanggapan dikirimkan ke:

Dewan Standar Akuntansi Keuangan


Ikatan Akuntan Indonesia
Jl. Sindanglaya No.1,
Menteng,
Jakarta 10310

Fax: 021 724-5078


E-mail: iai-info@iaiglobal.or.id, dsak@iaiglobal.or.id

Hak Cipta © 2009 Ikatan Akuntan Indonesia

Exposure Draft (ED) ini dibuat dengan tujuan untuk pe-


nyiapan tanggapan dan komentar yang akan dikirimkan
ke Dewan Standar Akuntansi Keuangan. Penggandaan
ED ini oleh individu/organisasi/lembaga dianjurkan dan
diizinkan untuk penggunaan di atas dan tidak untuk di-
perjualbelikan.

Dewan Standar Akuntansi Keuangan, Ikatan Akuntan


Indonesia, Jl Sindanglaya No.1, Menteng, Jakarta 10310.
Tel. 62-21 3190-4232, Fax: 62-21 724-5078
E-mail: iai-info@iaiglobal.or.id, dsak@iaiglobal.or.id

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia iii


Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

Pengantar
Dewan Standar Akuntansi Keuangan telah menyetujui ED
PSAK 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan dalam
rapatnya pada tanggal 22 Mei 2010 untuk disebarluaskan
dan ditanggapi oleh perusahaan, regulator, perguruan tinggi,
pengurus dan anggota IAI, dan pihak lainnya.
Tanggapan akan sangat berguna jika memaparkan permasalahan
secara jelas dan alternatif saran yang didukung dengan
alasan.
ED PSAK 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan,
merupakan PSAK baru mengenai pengungkapan atas instrumen
keuangan. ED PSAK 60 ini mengatur mengenai pengungkapan
yang sebelumnya terdapat dalam PSAK 50 (Revisi 2006):
Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan. Penyajian
instrumen keuangan akan diatur dalam ED PSAK 50 (Revisi
2010): Instrumen Keuangan: Penyajian.
Dengan keluarnya ED PSAK 60 ini, maka ED PSAK 31 (revisi
2009): Instrumen Keuangan: Pengungkapan yang diterbitkan
pada bulan Desember 2008 dibatalkan.
ED PSAK 60 ini disebarluaskan dalam bentuk buku, sisipan
dokumen dalam majalah Akuntan Indonesia, dan situs web
IAI:www.iaiglobal.or.id
Jakarta, 22 Mei 2010
Dewan Standar Akuntansi Keuangan
Rosita Uli Sinaga Ketua
Roy Iman Wirahardja Wakil Ketua
Etty Retno Wulandari Anggota
Merliyana Syamsul Anggota
Meidyah Indreswari Anggota
Setiyono Miharjo Anggota
Saptoto Agustomo Anggota
Jumadi Anggota
Ferdinand D. Purba Anggota
Irsan Gunawan Anggota
Budi Susanto Anggota
Ludovicus Sensi Wondabio Anggota
Eddy R. Rasyid Anggota
Liauw She Jin Anggota
Sylvia Veronica Siregar Anggota
Fadilah Kartikasasi Anggota
G.A. Indira Anggota
Teguh Supangkat Anggota

iv Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia


Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

Permintaan Tanggapan
Penerbitan ED PSAK 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan
bertujuan untuk meminta tanggapan atas semua pengaturan dan
paragraf dalam ED PSAK 60 tersebut.

Untuk memberikan panduan dalam memberikan tanggapan,


berikut ini hal yang diharapkan masukannya:

1. Ketentuan Transisi dan Tanggal Efektif


Entitas harus menerapkan pernyataan ini secara prospektif
untuk periode tahunan yang dimulai pada atau setelah
tanggal 1 Januari 2012. Penerapan dini diperbolehkan.

Apakah anda setuju dengan ketentuan transisi dan tanggal


efektif ED PSAK 60?

2. Analisis Sensitivitas
Dalam mengungkapkan risiko pasar, entitas diharuskan
untuk menyusun analisa sensitivitas untuk setiap jenis
risiko pasar dimana entitas terekspos pada akhir periode
pelaporan, yang menunjukkan bagaimana laba atau rugi
ekuitas terpengaruh oleh kemungkinan perubahan pada
variabel risiko yang relevan pada tanggal itu.

Adakah kendala yang mungkin dihadapi oleh entitas


dalam membuat analisa sensitivitas sesuai dengan yang
disyaratkan dalam ED PSAK 60 ini?

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia 


Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

Ikhtisar Ringkas
Secara garis besar ED PSAK 60 mengatur ketentuan atas pen-
gungkapan instrumen keuangan dengan dua kategori sebagai
berikut:
a. Informasi mengenai signifikansi instrumen keuangan
untuk posisi dan kinerja keuangan
ED PSAK 60 mensyaratkan entitas untuk mengungkapkan
informasi sehingga para pengguna laporan keuangan
dapat mengevaluasi signifikansi instrumen keuangan
terhadap Laporan Posisi Keuangan dan Laporan Laba Rugi
Komprehensif. Selain itu entitas juga disyaratkan untuk
mengungkapkan mengenai kebijakan akuntansi, akuntansi
lindung nilai dan nilai wajar termasuk tingkat dalam hirarki
nilai wajar.
b. Informasi mengenai sifat dan tingkat risiko yang timbul
dari instrumen keuangan
ED PSAK 60 mensyaratkan entitas untuk mengungkapkan
informasi sehingga para pengguna laporan keuangan dapat
mengevaluasi jenis dan tingkat risiko yang timbul dari
instrumen keuangan. Pengungkapan informasi tersebut
berupa pengungkapan kualitatif dan pengungkapan
kuantitatif. Dalam pengungkapan kualitatif entitas harus
mengungkapkan eksposur risiko, bagaimana risiko timbul,
tujuan, kebijakan dan proses pengelolaan risiko serta
metode pengukuran risiko. Sedangkan pengungkapan untuk
kuantitatif entitas disyaratkan untuk mengungkapkan risiko
kredit, risiko likuiditas, dan risiko pasar termasuk membuat
analisa sensitivitas untuk setiap jenis risiko pasar.

Untuk lebih detail perbedaan antara ED PSAK 60: Instrumen


Keuangan: Pengungkapan dengan PSAK 50 (revisi 2006):
Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan adalah
sebagai berikut:

vi Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia


Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

Perihal ED PSAK 60 PSAK 50 (revisi 2006)


Ruang a. Ruang lingkup ED PSAK a. Kontrak untuk pertimbangan
Lingkup 60 mencakup kontrak kontinjensi dalam
untuk pertimbangan penggabungan usaha bukan
kontinjensi dalam merupakan ruang lingkup
penggabungan usaha. PSAK 50 (revisi 2006):
Hal ini disebabkan Instrumen Keuangan:
karena dalam PSAK 22 Penyajian
(revisi 2010): Kombinasi
Bisnis, pertimbangan
kontinjensi dalam
penggabungan usaha
diukur dalam nilai wajar

b. E D P S A K 6 0 t i d a k b. Tidak mengatur mengenai


mencakup ruang pengungkapan puttable
lingkup atas intrumen instrument .
ekuitas tentang puttable
instrument seperti
yang diatur dalam ED
PSAK 50 (revisi 2010)
paragraf 13 – 16.

c. ED PSAK 60 berlaku c. Tidak mengatur hal tersebut


untuk instrumen
keuangan yang diakui
seperti aset keuangan
dan liabilitas keuangan
serta instrumen keuangan
yang tidak diakui seperti
komitmen perjanjian.

Signifikansi Mensyaratkan entitas untuk Tidak ada persyaratan tersebut


instrumen mengungkapkan informasi
keuangan yang memungkinkan
untuk posisi pengguna laporan keuangan
dan kinerja untuk mengevaluasi
keuangan signifikansi instrumen
keuangan terhadap posisi
dan kinerja keuangan.

Laporan Mensyaratkan entitas untuk Tidak ada persyaratan tersebut


posisi mengungkapkan nilai
keuangan- tercatat untuk setiap kategori
Kategori aset instrumen keuangan dalam
dan liabilitas laporan posisi keuangan
keuangan dan catatan atas laporan
keuangan.

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia vii


Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

Perihal ED PSAK 60 PSAK 50 (revisi 2006)


Aset atau Mengatur hal-hal yang perlu Tidak ada persyaratan tersebut
liabilitas diungkapkan jika entitas
keuangan menetapkan suatu instrumen
yang diukur keuangan berupa:
pada nilai 1. pinjaman yang diberikan
wajar melalui dan piutang untuk diukur
laporan pada nilai wajar melalui
keuangan laporan laba rugi.
2. l i a b i l i t a s k e u a n g a n
pada nilai wajar melalui
laporan keuangan

Reklasifikasi Mensyaratkan entitas Hanya mensyaratkan untuk


mengungkapkan jumlah mengungkapkan alasan
reklasifikasi ke dan dari reklasifikasi.
setiap kategori dan alasan
reklasifikasi.
Penyisihan Mensyaratkan entitas Tidak ada persyaratan tersebut
kerugian untuk mengungkapkan
kredit rekonsiliasi perubahan pos
penurunan nilai selama
periode berjalan untuk setiap
kelompok aset keuangan.

Laporan Mensyaratkan entitas Tidak ada persyaratan tersebut


laba rugi untuk mengungkapkan
komprehensif pos pendapatan, beban,
– keuntungan dan kerugian
Pos-pos dalam laporan laba rugi
penghasilan, komprehensif atau catatan
beban, atas laporan keuangan,
keuntungan yaitu:
atau 1. Laba atau rugi neto aset
kerugian keuangan atau liabilitas
keuangan
2. Total pendapatan bunga
dan total beban bunga.
3. Pendapatan dan beban
imbalan dari aset atau
liabilitas keuangan dan
aktivitas wali amanat
4. Pendapatan bunga dari
aset keuangan yang
mengalami penurunan
nilai
5. Jumlah kerugian
penurunan nilai

viii Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia


Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

Perihal ED PSAK 60 PSAK 50 (revisi 2006)


Pengungkapan Mengungkapkan kebijakan Ti d a k a d a p e r s y a r a t a n
lainnya akuntansi dan dasar tersebut
- Kebijakan pengukuran sesuai PSAK
akuntansi 1 (revisi 2009): Penyajian
Laporan Keuangan paragraf
72.

Nilai Wajar Sehubungan dengan nilai Ti d a k a d a p e r s y a r a t a n


wajar, hal-hal yang perlu tersebut
diungkapkan adalah sebagai
berikut:
1. Mengungkapkan tiga
level hirarki nilai wajar.
2. Jika ada perbedaan nilai
wajar saat pengakuan
awal dengan jumlah yang
ditentukan menggunakan
teknik penilaian pada
tanggal itu, maka
mengungkapkan:
a. Kebijakan akuntansi
untuk pengakuan
perbedaan
b. Agregat perbedaan
yang diakui
dan rekonsiliasi
perubahan saldo
perbedaan.

Jenis dan Mensyaratkan entitas untuk Ti d a k a d a p e r s y a r a t a n


tingkat risiko mengungkapkan informasi tersebut
yang timbul untuk mengevaluasi jenis
dari instrumen dan tingkat risiko yang
keuangan timbul dari instrumen
keuangan
Pengungkapan Mengungkapkan: Ti d a k a d a p e r s y a r a t a n
Kualitatif 1. eksposur risiko dan tersebut
bagaimana risiko timbul
2. tujuan, kebijakan, proses
pengelolaan risiko dan
metode untuk mengukur
risiko
3. setiap perubahan (1)
dan (2) dari periode
sebelumnya

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia ix


Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

Perihal ED PSAK 60 PSAK 50 (revisi 2006)


Pengungkapan Untuk setiap kelompok Hanya mengungkapkan
Kuantitatif - instrumen keuangan harus informasi eksposur risiko
Risiko kredit mengungkapkan: kredit, termasuk jumlah paling
1. jumlah paling mewakili mewakili nilai maksimal
nilai maksimal eksposur eksposur risiko kredit.
risiko kredit
2. u r a i a n a g u n a n y a n g
dimiliki sebagai jaminan
dan peningkatan perikatan
kredit
3. informasi kualitas kredit
aset keuangan yang
lewat jatuh tempo atau
mengalami penurunan
nilai
4. jumlah tercatat aset
keuangan telah jatuh
tempo atau penurunan
nilai setelah negosiasi

Pengungka- Untuk setiap kelompok Tidak ada penjelasan tersebut


pan Kuanti- instrumen keuangan harus
tatif - Risiko mengungkapkan:
kredit - 1. analisa umur aset
Aset keuangan yang jatuh
keuangan tempo tetapi tidak
yang melewati mengalami penurunan
jatuh nilai
tempo atau 2. analisa dan faktor
mengalami penurunan nilai
penurunan 3. jumlah (1) dan (2), uraian
nilai agunan dan peningkatan
perikatan kredit

Pengungkapan Ketika memperoleh aset Ti d a k a d a p e r s y a r a t a n


Kuantitatif melalui pengambilalihan tersebut
- Risiko kredit kepemilikan agunan yang
- Agunan dan dimiliki sebagai jaminan,
peningkatan mengungkapkan:
kualitas kredit 1. jenis dan jumlah tercatat
lainnya yang aset yang diperoleh
diperoleh 2. kebijakan pelepasan aset
ketika aset tidak siap
dikonversi

 Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia


Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

Perihal ED PSAK 60 PSAK 50 (revisi 2006)


Pengungkapan E n t i t a s h a r u s Tidak ada penjelasan tersebut
Kuantitatif mengungkapkan:
- Risiko 1. analisa jatuh tempo untuk
likuiditas non-derivatif liabilitas
keuangan
2. a n a l i s a j a t u h t e m p o
untuk derivatif liabilitas
keuangan
3. uraian pengelolaan risiko
likuiditas melekat pada
(a) dan (b)

Pengungkapan Mengungkapkan: Tidak diatur


Kuantitatif a. analisa sensitivitas untuk
– Risiko Pasar setiap jenis risiko pasar
– Analisa b. asumsi dan metode yang
Sensitivitas digunakan dalam analisa
sensitivitas
c. perubahan asumsi
dan metode analisa
sensitivitas

Pengungkapan M e n s y a r a t k a n Tidak diatur


Kuantitatif pengungkapan fakta dan
- Risiko Pasar alasan jika entitas tidak
lainnya dapat merepresentasikan
analisa sensitivitas.

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia xi


Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

PERBEDAAN DENGAN IFRSs

ED PSAK 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan


mengadopsi seluruh pengaturan dalam IFRS 7 per Maret 2009:
Financial Instruments: Disclosures, kecuali:

1. IFRS 7 paragraf 12A tentang pengungkapan reklasifikasi


tidak diadopsi, karena paragraf tersebut mengacu kepada IAS
39: Financial Instruments: Recognation and Measurement
mengenai reklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori
aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan
laba rugi yang belum terdapat pada PSAK 55 (revisi 2006):
Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran.

2. IFRS 7 paragraf 43, 44A – 44G tentang tanggal efektif dan


ketentuan transisi tidak diadopsi karena tidak relevan.

xii Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia


Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

DAFTAR ISI
Paragraf
PENDAHULUAN ................................................. 01 – 06
Tujuan .................................................................... 01 - 02
Ruang Lingkup ....................................................... 03 – 05
Kelompok Instrumen Keuangan Dan Tingkat
Pengungkapan ......................................................... 06

SIGNIFIKANSI INSTRUMEN KEUANGAN


UNTUK POSISI DAN KINERJA KEUANGAN 07 - 32

Laporan Posisi Keuangan..................................... 08 – 19


Kategori Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan 08
Aset Keuangan Atau Liabilitas Keuangan yang
Diukur Pada Nilai Wajar Melalui
Laporan Laba Rugi . ....................................... 09 – 11
Reklasifikasi ....................................................... 12
Penghentian Pengakuan ..................................... 13
Agunan ............................................................... 14 – 15
Penyisihan Kerugian Kredit ............................... 16
Instrumen Keuangan Majemuk Dengan
Beberapa Derivatif Melekat ........................... 17
Wanprestasi Dan Pelanggaran . .......................... 18 -19

Laporan Laba Rugi Komprehensif ..................... 20


Pos-pos Penghasilan, Beban, Keuntungan atau
Kerugian ........................................................ 20
Pengungkapan Lainnya ...................................... 21 – 32
Kebijakan Akuntansi .......................................... 21
Akuntansi Lindung Nilai .................................... 22 – 24
Nilai Wajar . ........................................................ 25 – 32

JENIS DAN TINGKAT RISIKO YANG


TIMBUL DARI INSTRUMEN KEUANGAN ... 33 – 44

Pengungkapan Kualitatif ..................................... 35

Pengungkapan Kuantitatif . ................................. 36 – 44


Risiko Kredit ...................................................... 38 - 40
Aset Keuangan yang Melewati Jatuh Tempo
atau Mengalami Penurunan Nilai .................. 39

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia xiii


Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

Agunan dan Peningkatan Kualitas Kredit


(Credit Enhancement) Lainnya yang Diperoleh 40
Risiko Likuiditas ................................................ 41
Risiko Pasar ........................................................ 42 – 44
Analisa Sensitivitas ............................................ 42 – 43
Pengungkapan Risiko Pasar Lainnya ................. 44

KETENTUAN TRANSISI DAN


TANGGAL EFEKTIF....................................... 45

xiv Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia


Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia xv


Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1 PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN


2 NO.60
3
4 INSTRUMEN KEUANGAN: PENGUNGKAPAN
5
6 Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 60: Instrumen
7 Keuangan: Pengungkapan terdiri dari paragraf 1- 45. PSAK
8 60 dilengkapi dengan Pedoman Implementasi yang bukan
9 merupakan bagian dari PSAK 60. Seluruh paragraf dalam
10 PSAK ini memiliki kekuatan mengatur yang sama. Paragraf
11 yang dicetak dengan huruf tebal dan miring mengatur
12 prinsip-prinsip utama. PSAK 60 harus dibaca dalam konteks
13 tujuan pengaturan dan Kerangka Dasar Penyusunan dan
14 Penyajian Laporan Keuangan. PSAK 25 (revisi 2009):
15 Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi
16 dan Kesalahan memberikan dasar untuk memilih dan
17 menerapkan kebijakan akuntansi ketika tidak ada panduan
18 yang eksplisit. Pernyataan ini tidak wajib diterapkan untuk
19 unsur-unsur yang tidak material.
20
21 PENDAHULUAN
22
23 Tujuan
24
25 01. Tujuan Pernyataan ini adalah mensyaratkan entitas
26 untuk menyediakan pengungkapan dalam laporan keuangan
27 yang memungkinkan para pengguna untuk mengevaluasi:
28 (a) signifikansi instrumen keuangan atas posisi dan kinerja
29 keuangan entitas; dan
30 (b) jenis dan besarnya risiko yang timbul dari instrumen
31 keuangan yang mana entitas terekspos selama periode
32 dan pada akhir periode pelaporan, dan bagaimana entitas
33 mengelola risiko-risiko tersebut.
34
35 02. Prinsip-prinsip dalam Pernyataan ini melengkapi
36 prinsip-prinsip untuk pengakuan, pengukuran dan penyajian
37 aset keuangan dan liabilitas keuangan dalam PSAK 50 (revisi
38 2010): Instrumen Keuangan: Penyajian dan PSAK 55 (revisi

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia 60.


Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran.


2
3 Ruang Lingkup
4
5 03. Pernyataan ini diterapkan oleh semua entitas untuk
6 semua jenis instrumen keuangan, kecuali:
7 (a) kepentingan pada entitas anak, entitas asosiasi, dan ventura
8 bersama yang dilaporkan berdasarkan PSAK 4 (revisi
9 2009): Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan
10 Keuangan Tersendiri, PSAK 15 (revisi 2009) : Investasi
11 pada Entitas Asosiasi atau PSAK 12 (revisi 2009):
12 Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama. Meskipun,
13 dalam beberapa kasus, PSAK 4, PSAK 15 atau PSAK 12
14 mengijinkan entitas mencatat kepentingan dalam entitas
15 anak, entitas asosiasi, atau ventura bersama menggunakan
16 PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan
17 dan Pengukuran; dalam kasus tersebut entitas menerapkan
18 persyaratan dalam Pernyataan ini. Entitas juga menerapkan
19 Pernyataan ini untuk semua derivatif yang terkait dengan
20 entitas anak, entitas asosiasi atau ventura bersama kecuali
21 derivatif yang memenuhi definisi instrumen ekuitas
22 dalam PSAK 50 (revisi 2010): Instrumen Keuangan:
23 Penyajian;
24 (b) hak dan kewajiban pemberi kerja berdasarkan program
25 imbalan kerja yang diatur dalam PSAK 24: Imbalan
26 Kerja;
27 (c) kontrak asuransi sesuai dengan PSAK 28 (revisi 2010):
28 Kontrak Asuransi. Namun demikian, Pernyataan ini
29 berlaku untuk derivatif yang melekat pada kontrak asuransi
30 jika PSAK 55 (revisi 2006) mensyaratkan entitas mencatat
31 kontrak asuransi dan derivatif secara terpisah. Selanjutnya,
32 penerbit menerapkan Pernyataan ini untuk kontrak jaminan
33 keuangan jika penerbit menerapkan PSAK 55 (revisi
34 2006) dalam pengakuan dan pengukuran kontrak tersebut,
35 tetapi menerapkan PSAK 28 (revisi 2010) jika penerbit
36 memilih untuk menerapkan PSAK 28 (revisi 20!0), sesuai
37 dengan paragraf 4 (d) PSAK 28 (revisi 2010), untuk
38 menerapkan PSAK 28 (revisi 2010) dalam pengakuan dan

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia


60.
Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1 pengukurannya.
2 (d) instrumen keuangan, kontrak, dan kewajiban dalam
3 transaksi pembayaran berbasis saham berdasarkan PSAK
4 53 (revisi 2010): Pembayaran Berbasis Saham, kecuali
5 Pernyataan ini diterapkan untuk kontrak yang termasuk
6 dalam ruang lingkup PSAK 55 (revisi 2006) paragraf 4
7 –6
8 (e) instrumen yang disyaratkan sebagai instrumen ekuitas
9 sesuai dengan PSAK 50 paragraf 13 dan 14 atau paragraf
10 15 dan 16
11
12 04. Pernyataan ini berlaku untuk instrumen keuangan
13 yang diakui dan yang tidak diakui. Instrumen keuangan yang
14 diakui termasuk aset keuangan dan liabilitas keuangan dalam
15 ruang lingkup PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan:
16 Pengakuan dan Pengukuran. Instrumen keuangan yang tidak
17 diakui termasuk beberapa instrumen keuangan yang meskipun
18 di luar ruang lingkup PSAK 55 (revisi 2006) namun termasuk
19 dalam ruang lingkup Penyataan ini (seperti beberapa komitmen
20 pinjaman).
21
22 05. Pernyataan ini diterapkan pada kontrak pembelian
23 atau penjualan pos non-keuangan dalam ruang lingkup PSAK
24 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan
25 Pengukuran (lihat PSAK 55 (revisi 2010) paragraf 4 – 6).
26
27 KELOMPOK INSTRUMEN KEUANGAN DAN
28 TINGKAT PENGUNGKAPAN
29
30 06. Ketika Penyataan ini mensyaratkan pengungkapan
31 berdasarkan kelompok instrumen keuangan, maka entitas
32 mengelompokan instrumen keuangan menjadi kelompok-
33 kelompok sesuai dengan sifat informasi yang diungkapkan
34 dan mempertimbangkan karakteristik dari instrumen keuangan
35 tersebut. Entitas menyediakan informasi yang cukup untuk
36 memungkinkan rekonsiliasi terhadap setiap baris pos yang
37 disajikan dalam laporan posisi keuangan.
38

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia 60.


Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1 SIGNIFIKANSI INSTRUMEN KEUANGAN UNTUK


2 POSISI DAN KINERJA KEUANGAN
3
4 07. Entitas mengungkapkan informasi yang
5 memungkinkan para pengguna laporan keuangan untuk
6 mengevaluasi signifikansi instrumen keuangan atas posisi
7 dan kinerja keuangan.
8
9 Laporan Posisi Keuangan
10
11 Kategori Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
12
13 08. Nilai tercatat untuk setiap kategori berikut, sebagaimana
14 didefinisikan dalam PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen
15 Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, diungkapkan dalam
16 laporan posisi keuangan atau catatan atas laporan keuangan:
17 (a) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan
18 laba rugi, menunjukkan secara terpisah:
19 (i) aset keuangan yang ditetapkan untuk diukur pada nilai
20 wajar melalui laporan laba rugi pada saat pengakuan
21 awal; dan
22 (ii) aset keuangan yang dikategorikan sebagai dimiliki
23 untuk diperdagangkan sesuai dengan PSAK 55 (revisi
24 2006).
25 (b) investasi dimiliki hingga jatuh tempo;
26 (c) pinjaman yang diberikan dan piutang;
27 (d) liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
28 laporan laba rugi, menunjukkan secara terpisah;
29 (i) liabilitas keuangan yang ditetapkan untuk diukur
30 pada nilai wajar melalui laporan laba rugi pada saat
31 pengakuan awal; dan
32 (ii) liabilitas keuangan yang dikategorikan sebagai
33 dimiliki untuk diperdagangkan sesuai dengan PSAK
34 55 (revisi 2006).
35 .(e) liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya
36 perolehan diamortisasi.
37
38

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia


60.
Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1 Aset Keuangan atau Liabilitas Keuangan yang Diukur pada


2 Nilai Wajar Melalui Laporan Laba Rugi
3
4 09. Jika entitas telah menetapkan pinjaman yang diberikan
5 atau piutang (atau kelompok pinjaman yang diberikan atau
6 kelompok piutang) untuk diukur pada nilai wajar melalui
7 laporan laba rugi, maka entitas mengungkapkan:
8 (a) eksposur maksimum terhadap risiko kredit (lihat paragraf
9 38(a)) dari pinjaman yang diberikan atau piutang (atau
10 kelompok pinjaman yang diberikan atau piutang) pada
11 akhir periode pelaporan.
12 (b) jumlah derivatif kredit yang terkait atau instrumen serupa
13 yang mengurangi eksposur maksimum terhadap risiko
14 kredit tersebut.
15 (c) jumlah perubahan, selama periode dan secara kumulatif,
16 nilai wajar pinjaman yang diberikan atau piutang (atau
17 kelompok pinjaman yang diberikan atau piutang) yang
18 dapat diatribusikan pada perubahan risiko kredit atas aset
19 keuangan yang ditentukan diantara:
20 (i) sebagai jumlah perubahan nilai wajar yang tidak dapat
21 diatribusikan pada perubahan-perubahan kondisi
22 pasar yang meningkatkan risiko pasar; atau
23 (ii) menggunakan metode alternatif yang diyakini entitas
24 lebih menggambarkan secara jujur jumlah perubahan
25 nilai wajar yang dapat diatribusikan pada perubahan-
26 perubahan risiko kredit atas aset.
27 Perubahan-perubahan kondisi pasar yang dapat
28 meningkatkan risiko pasar termasuk perubahan suku
29 bunga yang diobservasi (acuan), harga komoditas, nilai
30 tukar mata uang asing, atau indeks dari harga atau tarif.
31 (d) jumlah perubahan nilai wajar dari derivatif kredit yang
32 terkait atau instrumen sejenis yang terjadi selama periode
33 dan secara kumulatif sejak pinjaman yang diberikan atau
34 piutang ditetapkan.
35
36 10. Jika entitas telah menetapkan suatu liabilitas keuangan
37 pada nilai wajar melalui laporan laba rugi sesuai PSAK
38 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia 60.


Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1 Pengukuran paragraf 8, maka entitas mengungkapkan:


2 (a) jumlah perubahan, selama periode dan secara kumulatif,
3 nilai wajar liabilitas keuangan yang dapat diatribusikan
4 pada perubahan risiko kredit atas liabilitas yang ditentukan
5 diantara:
6 (i) sebagai jumlah perubahan dalam nilai wajar yang tidak
7 dapat diatribusikan pada perubahan kondisi pasar
8 yang meningkatkan risiko pasar (lihat Lampiran B
9 paragraf B4); atau
10 (ii) menggunakan metode alternatif yang diyakini entitas
11 lebih menggambarkan secara jujur jumlah perubahan
12 dalam nilai wajar yang dapat diatribusikan pada
13 perubahan risiko kredit atas liabilitas.
14 Perubahan-perubahan kondisi pasar yang dapat
15 meningkatkan risiko pasar termasuk perubahan suku
16 bunga acuan, harga instrumen keuangan entitas lain, harga
17 komoditas, nilai tukar mata uang asing, atau indeks harga
18 atau tarif. Untuk kontrak yang memiliki fitur unit-link,
19 perubahan kondisi pasar termasuk perubahan kinerja yang
20 terkait dengan dana investasi internal atau eksternal.
21 (b) perbedaan antara jumlah tercatat liabilitas keuangan dan
22 jumlah yang disyaratkan secara kontraktual bagi entitas
23 untuk membayar pada saat jatuh tempo kepada pemegang
24 kewajiban tersebut.
25
26 11. Entitas mengungkapkan:
27 (a) metode yang digunakan untuk memenuhi persyaratan pada
28 paragraf 9(c) dan 10(a).
29 (b) jika entitas meyakini bahwa pengungkapan yang
30 memenuhi persyaratan pada paragraf 9(c) atau 10(a)
31 tidak menyajikan secara jujur perubahan nilai wajar
32 aset keuangan atau liabilitas keuangan yang dapat
33 diatribusikan pada perubahan risiko kredit, alasan-alasan
34 yang menghasilkan kesimpulan tersebut dan faktor-faktor
35 relevan yang dipercayai entitas.
36
37
38

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia


60.
Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1 Reklasifikasi
2
3 12. Jika entitas telah mereklasifikasi aset keuangan
4 (sesuai dengan paragraf 52-55 PSAK 55 (revisi 2006):
5 Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran) dengan
6 satu pengukuran:
7 (a) pada biaya perolehan atau biaya perolehan diamortisasi,
8 dan bukan nilai wajar; atau
9 (b) pada nilai wajar; dari pada biaya perolehan atau biaya
10 perolehan diamortisasi,
11 maka entitas mengungkapkan jumlah yang direklasifikasi ke
12 dan dari setiap kategori dan alasan reklasifikasi
13
14 Penghentian-Pengakuan
15
16 13. Entitas mungkin telah mentransfer aset keuangan
17 sedemikian rupa sehingga sebagian atau semua aset keuangan
18 tidak memenuhi kualifikasi penghentian-pengakuan (lihat
19 paragraf 15-37 PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan:
20 Pengakuan dan Pengukuran). Entitas mengungkapkan untuk
21 setiap kelompok aset keuangan:
22 (a) jenis aset;
23 (b) jenis risiko dan manfaat atas kepemilikan yang tetap berada
24 pada entitas;
25 (c) saat entitas melanjutkan pengakuan seluruh aset jumlah
26 nilai tercatat aset dan liabilitas yang terkait; dan
27 (d) saat entitas melanjutkan pengakuan aset sejauh keterlibatan-
28 berkelanjutannya, total nilai tercatat dari aset awal, jumlah
29 aset dimana entitas melanjutkan pengakuan, dan jumlah
30 tercatat liabilitas yang terkait .
31
32 Agunan
33
34 14. Entitas mengungkapkan:
35 (a) jumlah tercatat aset keuangan yang dijaminkan sebagai
36 agunan untuk liabilitas atau liabilitas kontinjensi, termasuk
37 jumlah yang telah direklasifikasi sesuai dengan paragraf
38 37(a) PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan:

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia 60.


Kombinasi Bisnis PSAK No. 22 (revisi 2010)

1 Pengakuan dan Pengukuran; dan


2 (b) syarat dan kondisi yang terkait dengan penjaminan
3 tersebut.
4
5 15. Ketika entitas memiliki agunan (aset keuangan
6 atau aset nonkeuangan) dan diijinkan untuk menjual atau
7 menjaminkan kembali tanpa didahului wanprestasi oleh pemilik
8 agunan, maka entitas mengungkapkan:
9 (a) nilai wajar agunan yang dimiliki;
10 (b) nilai wajar dari setiap agunan yang dijual atau dijaminkan
11 kembali, dan apakah entitas berkewajiban untuk
12 mengembalikan agunan tersebut; dan
13 (c) syarat dan kondisi yang terkait dengan penggunaan agunan
14 tersebut.
15
16 Penyisihan Kerugian Kredit
17
18 16. Ketika aset keuangan mengalami penurunan nilai
19 karena kerugian kredit dan entitas mencatat penurunan nilai
20 dalam pos terpisah (misalnya pos penyisihan digunakan untuk
21 mencatat penurunan nilai individual atau pos serupa yang
22 digunakan untuk mencatat penurunan nilai kolektif atas aset
23 keuangan) daripada secara langsung mengurangi nilai tercatat
24 aset keuangan, maka entitas mengungkapkan suatu rekonsiliasi
25 perubahan pada akun tersebut selama periode untuk setiap
26 kelompok aset keuangan.
27
28 Instrumen Keuangan Majemuk Dengan Beberapa Derivatif
29 Melekat
30
31 17. Jika entitas menerbitkan instrumen yang mengandung
32 komponen liabilitas dan ekuitas (lihat PSAK 50 (revisi 2010):
33 Instrumen Keuangan: Penyajian paragraf 31) dan instrumen
34 tersebut memiliki beberapa derivatif melekat yang nilainya
35 saling btergantung satu sama lain (seperti callable convertible
36 debt instrument), maka entitas mengungkapkan keberadaan
37 fitur tersebut.
38

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia


60.
Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1 Wanprestasi dan Pelanggaran


2
3 18. Untuk pinjaman diterima (loan payable) yang diakui
4 pada akhir periode pelaporan, entitas mengungkapkan:
5 (a) rincian setiap wanprestasi selama periode dari pokok,
6 bunga, dana pelunasan (sinking fund), atau syarat
7 penarikan atas pinjaman diterima tersebut;
8 (b) jumlah tercatat pinjaman diterima yang mengalami
9 wanprestasi pada akhir periode pelaporan; dan
10 (c) apakah wanprestasi telah diselesaikan, atau syarat
11 pinjaman diterima telah dinegosiasi ulang, sebelum
12 laporan keuangan secara resmi diterbitkan.
13
14 19. Jika, selama periode, terdapat pelanggaran atas syarat
15 perjanjian pinjaman selain yang diuraikan pada paragraf 18,
16 maka entitas mengungkapkan informasi yang sama seperti
17 yang disyaratkan pada paragraf 18 jika pelanggaran tersebut
18 memungkinkan pemberi pinjaman untuk meminta percepatan
19 pembayaran kembali (kecuali pelanggaran telah diselesaikan,
20 atau syarat pinjaman telah dinegosiasi ulang, pada atau sebelum
21 akhir periode pelaporan).
22
23 Laporan Laba Rugi Komprehensif
24
25 Pos-pos Penghasilan, Beban, Keuntungan atau Kerugian
26
27 20. Entitas mengungkapkan pos penghasilan, beban,
28 keuntungan atau kerugian berikut ini pada laporan laba rugi
29 komprehensif atau catatan atas laporan keuangan:
30 (a) laba atau rugi neto pada:
31 (i) aset keuangan atau liabilitas keuangan yang diukur
32 pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, yang
33 menunjukkan secara terpisah aset keuangan atau
34 liabilitas keuangan yang telah ditetapkan untuk diukur
35 pada nilai wajar melalui laporan laba rugi pada saat
36 pengakuan awal, dan aset keuangan atau liabilitas
37 keuangan yang dikategorikan sebagai dimiliki untuk
38 diperdagangkan sesuai dengan PSAK 55 (revisi 2006):

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia 60.


Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1 Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran;


2 (ii) aset keuangan tersedia untuk dijual, yang menunjukkan
3 secara terpisah jumlah keuntungan atau kerugian yang
4 diakui pada pendapatan komprehensif lain selama
5 periode, dan jumlah yang dipindahkan dari ekuitas
6 ke dalam laporan laba rugi untuk periode tersebut;
7 (iii) investasi dimiliki hingga jatuh tempo;
8 (iv) pinjaman yang diberikan dan piutang; dan
9 (v) liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan
10 diamortisasi.
11 (b) total pendapatan bunga dan total beban bunga (dihitung
12 dengan menggunakan metode suku bunga efektif) untuk
13 aset keuangan atau liabilitas keuangan yang tidak diukur
14 pada nilai wajar melalui laporan laba rugi;
15 (c) pendapatan dan beban imbalan (selain jumlah yang
16 termasuk dalam penentuan suku bunga efektif) yang timbul
17 dari:
18 (i) aset keuangan atau liabilitas keuangan yang tidak
19 diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi;
20 dan
21 (ii) aktivitas wali amanat dan aktivitas gadai lainnya
22 yang mengakibatkan kepemilikan atau investasi aset
23 atas nama individu, wali amanat, program manfaat
24 pensiun, dan institusi lain;
25 (d) pendapatan bunga dari aset keuangan yang mengalami
26 penurunan nilai yang diakru sesuai dengan paragraf PA109
27 PSAK 55; dan
28 (e) jumlah kerugian penurunan nilai untuk setiap kelompok
29 aset keuangan.
30
31 Pengungkapan Lain
32
33 Kebijakan Akuntansi
34
35 21. Sesuai dengan PSAK 1 (revisi 2009): Penyajian
36 Laporan Keuangan paragraf 114, entitas mengungkapkan
37 dalam ikhtisar kebijakan akuntansi yang signifikan, dasar
38 pengukuran yang digunakan dalam menyusun laporan

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia


60.10
Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1 keuangan dan kebijakan akuntansi lain yang relevan untuk


2 pemahaman suatu laporan keuangan.
3
4 Akuntansi Lindung Nilai
5
6 22. Entitas mengungkapkan hal-hal berikut secara terpisah
7 untuk setiap jenis lindung nilai yang diuraikan dalam PSAK
8 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan
9 Pengukuran (yaitu lindung nilai atas nilai wajar, lindung nilai
10 atas arus kas, dan lindung nilai atas investasi neto pada operasi
11 luar negeri):
12 (a) uraian setiap jenis lindung nilai;
13 (b) uraian instrumen keuangan yang ditetapkan sebagai
14 instrumen lindung nilai dan nilai wajarnya pada akhir
15 periode pelaporan; dan
16 (c) jenis risiko yang dilindung nilai.
17
18 23. Untuk lindung nilai atas arus kas, entitas
19 mengungkapkan:
20 (a) periode ketika arus kas diekspektasikan terjadi dan ketika
21 arus kas diekspektasikan mempengaruhi laporan laba
22 rugi;
23 (b) uraian atas prakiraan transaksi dimana akuntansi lindung
24 nilai sebelumnya telah digunakan, namun tidak lagi
25 diekspektasikan untuk terjadi;
26 (c) jumlah yang diakui dalam pendapatan komprehensif lain
27 selama periode;
28 (d) jumlah yang dipindahkan dari ekuitas ke dalam laporan
29 laba rugi untuk periode tersebut yang menunjukkan
30 jumlah yang termasuk dalam setiap pos pada pendapatan
31 komprehensif lain; dan
32 (e) jumlah yang dipindahkan dari ekuitas selama periode dan
33 termasuk dalam biaya perolehan awal atau jumlah tercatat
34 lain dari aset nonkeuangan atau liabilitas nonkeuangan
35 yang perolehan atau terjadinya merupakan suatu prakiraan
36 transaksi yang kemungkinan besar terjadi yang dilindung
37 nilai.
38

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia 60.11


Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1 24. Entitas mengungkapkan secara terpisah:


2 (a) dalam lindung nilai atas nilai wajar, keuntungan atau
3 kerugian:
4 (i) atas instrumen lindung nilai; dan
5 (ii) atas item yang dilindung nilai yang dapat diatribusikan
6 pada risiko yang dilindung nilai.
7 (b) ketidakefektifan yang diakui dalam laporan laba rugi yang
8 timbul dari lindung nilai atas arus kas; dan
9 (c) ketidakefektifan yang diakui dalam laporan laba rugi yang
10 timbul dari lindung nilai atas investasi neto pada operasi
11 luar negeri.
12
13 Nilai Wajar
14
15 25. Kecuali yang diuraikan pada paragraf 31, untuk setiap
16 kelompok aset keuangan dan liabilitas keuangan (lihat paragraf
17 6), entitas mengungkapkan nilai wajar dari kelompok aset dan
18 liabilitas keuangan tersebut dengan cara yang memungkinkan
19 untuk dibandingkan dengan jumlah tercatatnya.
20
21 26. Dalam pengungkapan nilai wajar, entitas
22 mengelompokkan aset keuangan dan liabilitas keuangan dalam
23 kelompok-kelompok, namun saling hapus diantara mereka
24 sepanjang jumlah tercatatnya saling hapus dalam laporan
25 posisi keuangan.
26
27 27. Entitas mengungkapkan untuk setiap kelompok
28 instrumen keuangan metode dan, ketika teknik penilaian
29 digunakan, asumsi yang diterapkan dalam menentukan
30 nilai wajar untuk setiap kelompok aset keuangan atau
31 liabilitas keuangan. Misalnya, jika dapat diterapkan, entitas
32 mengungkapkan informasi tentang asumsi yang terkait dengan
33 tingkat pembayaran dipercepat, tingkat estimasi kerugian
34 kredit, dan suku bunga atau tingkat diskonto. Jika terdapat
35 perubahan dalam teknik penilaian, entitas mengungkapkan
36 perubahan tersebut dan alasan melakukan perubahan.
37
38

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia


60.12
Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1 28. Untuk membuat pengungkapan seperti yang


2 disyaratkan oleh paragraf 29 suatu entitas harus mengklasifikasi
3 pengukuran nilai wajar dengan menggunakan hirarki nilai wajar
4 yang mencerminkan pentingnya input yang digunakan dalam
5 melakukan pengukuran. Hirarki nilai wajar memiliki tingkatan
6 sebagai berikut:
7 (a) harga kuotasian (belum disesuaikan) dalam pasar aktif
8 untuk aset atau liabilitas yang identik (Tingkat 1);
9 (b) input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Tingkat
10 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas, baik
11 secara langsung (yaitu sebagai harga) atau secara tidak
12 langsung (yaitu diperoleh dari harga) (Tingkat 2); dan
13 (c) input untuk aset atau liabilitas yang bukan berdasarkan
14 data pasar yang dapat diobservasi (input yang tidak dapat
15 diobservasi) (Tingkat 3).
16 Tingkatan pada hirarki nilai wajar dimana pengukuran
17 nilai wajar dikategorikan secara keseluruhan ditentukan
18 berdasarkan input tingkat terendah yang signifikan terhadap
19 pengukuran nilai wajar secara keseluruhan. Untuk tujuan ini,
20 signifikansi input dinilai berdasarkan pengukuran nilai wajar
21 secara keseluruhan. Jika pengukuran nilai wajar menggunakan
22 input yang dapat diobservasi yang memerlukan penyesuaian
23 signifikan berdasarkan input yang tidak dapat diobservasi,
24 pengukuran tersebut adalah pengukuran Tingkat 3. Penilaian
25 signifikansi suatu input tertentu pada pengukuran nilai wajar
26 secara keseluruhan memerlukan pertimbangan, dengan
27 memperhatikan faktor-faktor spesifik atas aset atau liabilitas
28 tersebut.
29
30 29. Untuk pengukuran nilai wajar yang diakui dalam
31 laporan posisi keuangan entitas mengungkapkan untuk setiap
32 kelompok instrumen keuangan:
33 (a) tingkat dalam hirarki nilai wajar dimana pengukuran nilai
34 wajar berada secara keseluruhan, memisahkan pengukuran
35 nilai wajar sesuai tingkat yang ditentukan dalam paragraf
36 28.
37
38

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia 60.13


Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1 (b) setiap pemindahan signifikan antara Tingkat 1 dan Tingkat


2 2 pada hirarki nilai wajar dan alasan pemindahan tersebut.
3 Pemindahan ke dalam setiap tingkatan diungkapkan dan
4 didiskusikan secara terpisah dari pemindahan keluar dari
5 setiap tingkatan. Untuk tujuan ini, signifikansi harus
6 dipertimbangkan dalam kaitannya dengan laporan laba
7 rugi, dan total aset atau total liabilitas.
8 (c) Untuk pengukuran nilai wajar dalam Tingkat 3 pada hirarki
9 nilai wajar, rekonsiliasi dari saldo awal ke saldo akhir,
10 entitas mengungkapkan secara terpisah perubahan selama
11 periode terkait dengan hal berikut:
12 (i) Total keuntungan atau kerugian untuk periode yang
13 diakui dalam laporan laba rugi, dan uraian di mana
14 penyajiannya dalam laporan laba rugi komprehensif
15 atau laporan laba rugi terpisah (jika disajikan);
16 (ii) Total keuntungan atau kerugian yang diakui dalam
17 pendapatan komprehensif lain;
18 (iii) Pembelian, penjualan, penerbitan dan penyelesaian
19 (setiap jenis perpindahan diungkapkan secara
20 terpisah); dan
21 (iv) Pemindahan ke atau dari tingkat 3 (misalnya
22 pemindahan yang terkait dengan perubahan dalam
23 ketersediaan data pasar yang dapat diobservasi) dan
24 alasan pemindahan tersebut. Untuk pemindahan
25 yang signifikan, pemindahan ke dalam Tingkat 3
26 diungkapkan dan didiskusikan secara terpisah dari
27 pemindahan keluaran dari Tingkat 3.
28 (d) Jumlah total keuntungan atau kerugian untuk periode pada
29 (c)(i) di atas termasuk dalam laporan laba rugi yang dapat
30 diatribusikan pada keuntungan atau kerugian yang terkait
31 dengan aset dan liabilitas yang dimiliki pada akhir periode
32 pelaporan dan uraian dimana keuntungan atau kerugian
33 tersebut disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif
34 atau laporan laba rugi terpisah (jika disajikan).
35 (e) Untuk pengukuran nilai wajar pada Tingkat 3, jika merubah
36 satu atau lebih input menjadi asumsi-asumsi alternatif yang
37 secara wajar mungkin akan mengubah nilai wajar secara
38 signifikan, entitas menyatakan fakta dan mengungkapkan

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia


60.14
Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1 efek dari perubahan tersebut. Entitas mengungkapkan


2 bagaimana perhitungan dampak perubahan terhadap
3 asumsi alternatif yang secara wajar memungkinkan. Untuk
4 tujuan ini, signifikansi harus dipertimbangkan dalam
5 kaitannya dengan laporan laba rugi, dan total aset atau total
6 liabilitas, atau, jika perubahan dalam nilai wajar diakui
7 dalam laporan laba rugi komprehensif, total ekuitas.
8 Entitas menyajikan pengungkapan kuantitatif yang disyaratkan
9 oleh paragraf ini dalam format tersusun (tabular) kecuali format
10 lain lebih sesuai.
11
12 30. Jika pasar untuk instrumen keuangan tidak aktif,
13 entitas menetapkan nilai wajarnya menggunakan teknik
14 penilaian (lihat PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan:
15 Pengakuan dan Pengukuran paragraf PA89-PA95). Walaupun
16 demikian, bukti terbaik dari nilai wajar pada saat pengakuan
17 awal adalah harga transaksi (yaitu nilai wajar pembayaran
18 yang diberikan atau diterima), kecuali memenuhi kondisi yang
19 diuraikan dalam PSAK 55 (revisi 2006) paragraf PA91. Hal
20 tersebut dapat menghasilkan nilai wajar yang berbeda antara
21 nilai wajar saat pengakuan awal dan jumlah yang ditentukan
22 pada tanggal itu dengan menggunakan teknik penilaian. Jika
23 terdapat perbedaan tersebut, maka entitas mengungkapkan,
24 berdasarkan kelompok instrumen keuangan:
25 (a) kebijakan akuntansi untuk mengakui perbedaan tersebut
26 dalam laporan laba rugi yang mencerminkan perubahan
27 faktor-faktor (termasuk waktu) dimana pelaku pasar akan
28 mempertimbangkan dalam menentukan suatu harga (lihat
29 PSAK 55 (revisi 2006) paragraf PA92); dan
30 (b) agregat perbedaan yang belum diakui dalam laporan laba
31 rugi pada awal dan akhir periode dan suatu rekonsiliasi
32 dari perubahan saldo perbedaan tersebut.
33
34 31. Pengungkapan nilai wajar tidak disyaratkan:
35 (a) ketika jumlah tercatat adalah suatu perkiraan yang wajar
36 (reasonable approximation) atas nilai wajar, misalnya,
37 untuk instrumen keuangan seperti piutang dagang dan
38 utang dagang jangka pendek;

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia 60.15


Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1 (b) untuk investasi dalam instrumen ekuitas yang tidak


2 memiliki kuotasi harga pasar dalam pasar aktif, atau
3 derivatif yang dikaitkan dengan instrumen ekuitas tersebut,
4 yang diukur pada harga perolehan sesuai dengan PSAK
5 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan
6 Pengukuran) karena nilai wajarnya tidak dapat diukur
7 secara andal; atau
8 (c) untuk kontrak yang mengandung fitur partisipasi tidak
9 mengikat (seperti yang dijelaskan dalam PSAK 28 (revisi
10 2010): Kontrak Asuransi), jika nilai wajar atas fitur
11 tersebut tidak dapat diukur secara andal.
12
13 32. Dalam kasus seperti yang diuraikan paragraf 31(b)
14 dan (c), entitas mengungkapkan informasi untuk membantu
15 para pengguna laporan keuangan dalam membuat keputusan
16 mengenai sejauh mana perbedaan memungkinkan antara
17 jumlah tercatat aset keuangan atau liabilitas keuangan dengan
18 nilai wajarnya, termasuk:
19 (a) fakta bahwa informasi nilai wajar tidak diungkapkan untuk
20 instrumen ini karena nilai wajarnya tidak dapat diukur
21 dengan andal;
22 (b) uraian tentang instrumen keuangan, jumlah tercatatnya,
23 dan penjelasan mengapa nilai wajar tidak dapat diukur
24 dengan andal;
25 (c) informasi mengenai pasar untuk instrumen tersebut;
26 (d) informasi mengenai apakah dan bagaimana entitas
27 bermaksud untuk melepas instrumen keuangan tersebut;
28 dan
29 (e) jika instrumen keuangan yang nilai wajarnya sebelumnya
30 tidak dapat diukur dengan andal dihentikan-pengakuannya,
31 fakta itu, jumlah tercatatnya pada saat penghentian
32 pengakuan, dan jumlah keuntungan atau kerugian yang
33 diakui.
34
35
36
37
38

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia


60.16
Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1 Jenis Dan Tingkat Risiko Yang Timbul Dari


2 Instrumen Keuangan
3
4 33. Entitas mengungkapkan informasi yang
5 memungkinkan para pengguna laporan keuangan untuk
6 mengevaluasi jenis dan tingkat risiko yang timbul dari
7 instrumen keuangan dimana entitas terekspos pada akhir
8 periode pelaporan.
9
10 34. Pengungkapan yang disyaratkan pada paragraf 35 - 44
11 memfokuskan pada risiko yang timbul dari instrumen keuangan
12 dan bagaimana risiko tersebut telah dikelola. Risiko-risiko ini
13 umumnya meliputi, tetapi tidak terbatas pada, risiko kredit,
14 risiko likuiditas, dan risiko pasar.
15
16 Pengungkapan Kualitatif
17
18 35. Untuk setiap jenis risiko yang timbul dari instrumen
19 keuangan, entitas mengungkapkan:
20 (a) eksposur risiko dan bagaimana risiko tersebut timbul;
21 (b) tujuan, kebijakan, dan proses pengelolaan risiko dan
22 metode yang digunakan untuk mengukur risiko tersebut;
23 dan
24 (c) setiap perubahan pada (a) atau (b) dari periode
25 sebelumnya.
26
27 Pengungkapan Kuantitatif
28
29 36. Untuk setiap jenis risiko yang timbul dari instrumen
30 keuangan, entitas mengungkapkan:
31 (a) ikhtisar data kuantitatif mengenai eksposur entitas terhadap
32 risiko pada akhir periode pelaporan. Pengungkapan
33 tersebut didasarkan pada informasi yang disajikan secara
34 internal kepada personel manajemen kunci dari entitas
35 (seperti didefinisikan dalam PSAK 7 (revisi 2010):
36 Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi), misalnya dewan
37 direksi atau CEO.
38 (b) pengungkapan yang disyaratkan oleh paragraf 38 - 44,

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia 60.17


Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1 sepanjang tidak disediakan pada (a) kecuali risiko


2 tersebut tidak material (lihat PSAK 1 (revisi 2009):
3 Penyajian Laporan Keuangan paragraf 26 -28 mengenai
4 materialitas).
5 (c) konsentrasi risiko jika tidak terlihat dari (a) dan (b).
6
7 37. Jika data kuantitatif yang diungkapkan pada akhir
8 periode pelaporan tidak merepresentasikan eksposur entitas
9 atas risiko selama periode, maka entitas menyediakan informasi
10 lebih lanjut yang representatif.
11
12 Risiko Kredit
13
14 38. Entitas mengungkapkan berdasarkan kelompok
15 instrumen keuangan:
16 (a) jumlah yang paling mewakili nilai maksimal eksposur
17 risiko kredit pada akhir periode pelaporan tanpa
18 memperhitungkan agunan yang dimiliki atau peningkatan
19 kualitas kredit (credit enhancement) lain (misalnya
20 penyelesaian secara neto yang tidak menenuhi syarat saling
21 hapus sesuai dengan PSAK 50 (revisi 2010): Instrumen
22 Keuangan: Penyajian);
23 (b) mengacu ke jumlah yang diungkapkan dalam butir (a),
24 uraian dari agunan yang dimiliki sebagai jaminan dan
25 peningkatan kualitas kredit lainnya;
26 (c) informasi mengenai kualitas kredit dari aset keuangan yang
27 belum jatuh tempo atau tidak mengalami penurunan nilai;
28 dan
29 (d) jumlah tercatat aset keuangan yang belum jatuh tempo atau
30 tidak mengalami penurunan nilai yang telah dinegosiasi
31 ulang.
32
33 Aset Keuangan yang Melewati Jatuh Tempo atau
34 Mengalami Penurunan Nilai
35
36 39. Entitas mengungkapkan berdasarkan kelompok aset
37 keuangan:
38 (a) suatu analisa umur aset keuangan yang telah jatuh tempo

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia


60.18
Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1 pada akhir periode pelaporan tetapi tidak mengalami


2 penurunan nilai;
3 (b) suatu analisa aset keuangan yang secara individual
4 ditentukan mengalami penurunan nilai pada akhir periode
5 pelaporan, termasuk faktor-faktor yang dipertimbangkan
6 entitas dalam menentukan penurunan nilai; dan
7 (c) untuk jumlah yang diungkapkan pada (a) dan (b), uraian
8 tentang agunan yang dimiliki entitas sebagai jaminan dan
9 peningkatan kualitas kredit lain dan, kecuali jika tidak
10 praktis, estimasi nilai wajarnya.
11
12 Agunan dan Peningkatan Kualitas Kredit Lainnya yang
13 Diperoleh
14
15 40. Ketika entitas memperoleh aset keuangan atau aset
16 nonkeuangan selama periode berjalan melalui pengambilalihan
17 kepemilikan agunan yang dimiliki sebagai jaminan atau
18 meminta peningkatan kualitas kredit ain (misalnya garansi), dan
19 aset tersebut memenuhi kriteria pengakuan dalam Pernyataan
20 lain, maka entitas mengungkapkan:
21 (a) jenis dan jumlah tercatat aset yang diperoleh; dan
22 (b) ketika aset tidak siap untuk dikonversi menjadi kas,
23 kebijakan entitas untuk melepas aset tersebut atau
24 menggunakannya dalam operasi.
25
26 Risiko Likuiditas
27
28 41. Entitas mengungkapkan:
29 (a) analisa jatuh tempo untuk liabilitas keuangan nonderivatif
30 (termasuk kontrak jaminan keuangan yang diterbitkan)
31 yang menunjukkan sisa jatuh tempo kontraktual;
32 (b) analisa jatuh tempo untuk liabilitas keuangan derivatif.
33 Analisa jatuh tempo mencakup sisa jatuh tempo
34 kontraktual liabilitas keuangan derivatif tersebut di mana
35 jatuh tempo kontraktual sangat penting untuk pemahaman
36 terhadap periode arus kas (lihat paragraf B14).
37 (c) uraian mengenai bagaimana entitas mengelola risiko
38 likuiditas yang melekat dalam (a) dan (b).

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia 60.19


Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1 Risiko Pasar
2
3 Analisa sensitivitas
4
5 42. Kecuali jika memenuhi paragraf 43, entitas
6 mengungkapkan:
7 (a) analisa sensitivitas untuk setiap jenis risiko pasar dimana
8 entitas terekspos pada akhir periode pelaporan, yang
9 menunjukkan bagaimana laba atau rugi dan ekuitas
10 terpengaruh oleh kemungkinan perubahan pada variabel
11 risiko yang relevan pada tanggal tersebut;
12 (b) metode dan asumsi yang digunakan dalam menyusun
13 analisa sensitivitas; dan
14 (c) perubahan metode dan asumsi yang digunakan sebelumnya,
15 dan alasan perubahannya.
16
17 43. Jika entitas menyusun analisa sensitivitas, seperti
18 value-at-risk, yang mencerminkan saling ketergantungan
19 antara variabel risiko (misalnya suku bunga dan nilai tukar)
20 dan menggunakannya untuk mengelola risiko keuangan,
21 maka entitas dapat menggunakan analisa sensitivitas tersebut
22 menggantikan analisa yang ditentukan pada paragraf 42. Entitas
23 juga mengungkapkan:
24 (a) penjelasan tentang metode yang digunakan dalam
25 menyusun analisa sensitivitas, dan parameter dan asumsi
26 utama yang mendasari data yang disajikan; dan
27 (b) penjelasan dari tujuan metode yang digunakan dan
28 keterbatasan yang dapat mengakibatkan informasi tidak
29 secara penuh mencerminkan nilai wajar dari aset dan
30 liabilitas yang terkait.
31
32 Pengungkapan Risiko Pasar Lain
33
34 44. Ketika analisa sensitivitas yang diungkapkan sesuai
35 dengan paragraf 42 atau 43 tidak merepresentasikan risiko
36 yang melekat pada instrumen keuangan (misalnya karena
37 eksposur akhir tahun tidak mencerminkan eksposur selama
38 tahun tersebut), maka entitas mengungkapkan fakta tersebut

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia


60.20
Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1 dan alasan yang dipercayai bahwa analisa sensitivitas tidak


2 representatif.
3
4 KETENTUAN TRANSISI DAN TANGGAL EFEKTIF
5
6 45. Entitas menerapkan Pernyataan secara prospektif
7 untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari
8 2012. Penerapan lebih dini dianjurkan. Jika entitas menerapkan
9 dini Pernyataan ini, maka entitas menggungkapkan fakta
10 tersebut.
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia 60.21


Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1 LAMPIRAN A
2
3 DEFINISI
4
5 Lampiran ini merupakan bagian tak terpisahkan dari PSAK
6 60
7
8 Lewat jatuh tempo. Suatu aset keuangan dinyatakan lewat
9 jatuh tempo jika pihak lawan telah gagal untuk melakukan
10 pembayaran ketika jatuh tempo secara kontraktual
11
12 Risiko kredit. Risiko dimana suatu pihak atas instrumen
13 keuangan akan menyebabkan kerugian keuangan terhadap
14 pihak lain diakibatkan kegagalannya dalam memenuhi suatu
15 kewajiban.
16
17 Risiko mata uang asing. Risiko dimana nilai wajar atau
18 arus kas masa depan dari suatu instrumen keuangan akan
19 berfluktuasi akibat perubahan nilai tukar mata uang asing.
20
21 Risiko suku bunga. Risiko dimana nilai wajar atau arus kas
22 masa depan dari suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi
23 akibat perubahan suku bunga pasar.
24
25 Risiko likuiditas. Risiko dimana suatu entitas menghadapi
26 kesulitan dalam memenuhi kewajiban terkait dengan liabilitas
27 keuangannya yang diselesaikan dengan penyerahan kas atau
28 aset keuangan lainnya.
29
30 Pinjaman diterima. Pinjaman diterima adalah liabilitas
31 keuangan, selain utang dagang jangka pendek dalam siklus
32 kredit yang normal.
33
34 Risiko pasar. Risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa
35 depan suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi karena
36 perubahan harga pasar. Risiko pasar meliputi tiga jenis, yaitu:
37 risiko mata uang asing, risiko suku bunga dan risiko harga
38 lainnya.

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia


60.22
Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1 Risiko harga lainnya. Risiko dimana nilai wajar atau arus


2 kas masa depan instrumen keuangan akan berfluktuasi karena
3 perubahan harga pasar (selain risiko yang timbul dari risiko
4 suku bunga atau risiko mata uang asing), apakah perubahan
5 tersebut disebabkan oleh faktor-faktor spesifik pada instrumen
6 keuangan individual atau penerbitnya, atau faktor-faktor yang
7 mempengaruhi seluruh instrumen keuangan serupa yang
8 diperdagangkan di pasar.
9
10 Terminologi berikut telah didefinisikan dalam PSAK 50
11 (revisi 2010): Instrumen Keuangan: Penyajian paragraf 7 atau
12 PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan
13 Pengukuran paragraf 8 dan telah digunakan dalam Pernyataan
14 ini dengan pengertian sebagaimana yang ditetapkan dalam
15 PSAK 55 (revisi 2006) dan PSAK 50 (revisi 2010).
16 • Aset keuangan
17 • Aset keuangan atau liabilitas keuangan dimiliki untuk
18 diperdagangkan
19 • Aset keuangan atau liabilitas keuangan pada nilai wajar
20 melalui laporan laba rugi
21 • Aset keuangan dan liabilitas keuangan yang dicatat pada
22 biaya perolehan diamortisasi
23 • Aset keuangan tersedia untuk dijual
24 • Derivatif
25 • Instrumen ekuitas
26 • Instrumen keuangan
27 • Instrumen lindung nilai
28 • Investasi dimiliki hingga jatuh tempo
29 • Kontrak garansi keuangan
30 • Liabilitas keuangan
31 • Metode suku bunga efektif
32 • Nilai wajar
33 • Pembelian atau penjualan reguler
34 • Penghentian pengakuan
35 • Pinjaman yang diberikan dan piutang
36 • Prakiraan transaksi
37
38

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia 60.23


Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1 LAMPIRAN B
2
3 PEDOMAN APLIKASI
4
5 Lampiran ini merupakan bagian tak terpisahkan dari PSAK
6 60.
7
8 KELOMPOK INSTRUMEN KEUANGAN DAN TINGKAT
9 PENGUNGKAPAN (PARAGRAF 06)
10
11 B01. Paragraf 06 mensyaratkan entitas mengelompokkan
12 instrumen keuangan dalam kelompok yang sesuai dengan
13 sifat informasi yang diungkapkan dan mempertimbangkan
14 karakteristik instrumen keuangan tersebut. Kelompok yang
15 diuraikan di paragraf 06 ditentukan oleh entitas dan, kemudian,
16 dibedakan dari kategori instrumen keuangan yang diatur dalam
17 PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan
18 Pengukuran (yang menentukan bagaimana instrumen keuangan
19 diukur dan dimana perubahan nilai wajar diakui).
20
21 B02. Dalam menentukan kelompok instrumen keuangan,
22 entitas minimal:
23 (a) membedakan antara instrumen yang diukur dengan biaya
24 perolehan diamortisasi dengan instrumen yang diukur pada
25 nilai wajar.
26 (b) memperlakukan sebagai kelompok atau kelompok-
27 kelompok yang terpisah atas instrumen keuangan tersebut
28 di luar ruang lingkup Pernyataan ini.
29
30 B03. Entitas memutuskan, dengan melihat keadaan,
31 seberapa rinci entitas mengungkapkan informasi untuk
32 memenuhi persyaratan dari Pernyataan ini, seberapa besar
33 entitas memberikan penekanan pada aspek-aspek yang
34 berbeda dari persyaratan dan bagaimana entitas mengumpulkan
35 informasi untuk memberikan gambaran menyeluruh tanpa
36 menggabungkan informasi dengan karakteristik yang berbeda.
37 Perlu untuk mencapai keseimbangan antara laporan keuangan
38 yang sangat dibebani dengan rincian yang berlebihan yang

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia


60.24
Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1 tidak akan membantu para pengguna laporan keuangan dan


2 mengaburkan informasi yang penting sebagai akibat dari
3 agregasi informasi yang terlalu banyak. Contoh, entitas
4 seharusnya tidak mengaburkan informasi penting dengan
5 memasukannya diantara sejumlah besar rincian yang tidak
6 signifikan. Serupa dengan hal tersebut, entitas seharusnya tidak
7 mengungkapkan informasi yang bersifat sangat agregat yang
8 mengaburkan perbedaan penting antara transaksi individual
9 atau risiko yang terkait.
10
11 SIGNIFIKANSI INSTRUMEN KEUANGAN UNTUK
12 POSISI DAN KINERJA KEUANGAN
13
14 Liabilitas Keuangan pada Nilai Wajar Melalui Laporan
15 Laba Rugi (Paragraf 10 dan 11)
16
17 B04. Jika entitas menetapkan suatu liabilitas keuangan
18 pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, paragraf 10(a)
19 mensyaratkan entitas untuk mengungkapkan jumlah perubahan
20 nilai wajar dari liabilitas keuangan yang dapat diatribusikan
21 pada perubahan risiko kredit atas liabilitas. Paragraf 10(a)(i)
22 mengijinkan entitas untuk menentukan jumlah tersebut sebagai
23 jumlah perubahan nilai wajar liabilitas yang tidak dapat
24 diatribusikan pada perubahan kondisi pasar yang menimbulkan
25 risiko pasar. Jika perubahan-perubahan yang relevan pada
26 kondisi pasar untuk liabilitas yang ada hanyalah perubahan
27 atas suku bunga yang dapat diobservasi (acuan), jumlah ini
28 dapat diestimasi dengan cara sebagai berikut:
29 (a) Pertama, entitas menghitung suku bunga pengembalian
30 internal atas liabilitas pada awal periode menggunakan
31 harga pasar yang dapat diobservasi (acuan) dari liabilitas
32 dan arus kas kontraktual liabilitas pada awal periode
33 tersebut. Suku bunga yang dapat diobservasi harus
34 dikurangkan dari tingkat bunga pengembalian pada awal
35 periode, untuk menghasilkan komponen instrumen spesifik
36 dari tingkat bunga pengembalian internal tersebut.
37 (b) Berikutnya, entitas menghitung nilai kini arus kas terkait
38 dengan liabilitas menggunakan arus kas kontraktual

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia 60.25


Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1 liabilitas pada akhir periode dan suatu tingkat diskonto


2 yang sama dengan jumlah dari (i) suku bunga yang
3 diobservasi (acuan) pada akhir periode dan (ii) komponen
4 instrumen yang spesifik dari tingkat bunga pengembalian
5 internal seperti ditentukan pada butir (a).
6 (c) Perbedaan antara harga pasar terobservasi liabilitas pada
7 akhir periode dan jumlah yang telah ditentukan dalam
8 butir (b) adalah perubahan nilai wajar yang tidak dapat
9 diatribusikan pada perubahan suku bunga terobservasi
10 (acuan). Jumlah tersebut harus diungkapkan.
11 Contoh ini mengasumsikan bahwa perubahan nilai wajar
12 muncul dari faktor-faktor selain perubahan dalam risiko kredit
13 suatu instrumen atau perubahan suku bunga adalah tidak
14 signifikan. Jika instrumen dalam contoh diatas mengandung
15 derivatif melekat, maka perubahan nilai wajar dari derivatif
16 melekat dikecualikan dalam menentukan jumlah yang
17 diungkapkan sesuai paragraf 10(a).
18
19 Pengungkapan Lain – Kebijakan Akuntansi (Paragraf
20 21)
21
22 B05. Paragraf 21 mensyaratkan pengungkapan terhadap
23 dasar pengukuran (atau dasar-dasar) yang digunakan dalam
24 menyiapkan laporan keuangan dan kebijakan akuntansi
25 lainnya yang digunakan yang relevan bagi pemahaman laporan
26 keuangan. Untuk instrumen keuangan, pengungkapan tersebut
27 dapat meliputi:
28 (a) untuk aset keuangan atau liabilitas keuangan yang
29 ditetapkan pada nilai wajar melalui laporan laba rugi:
30 (i) sifat aset keuangan atau liabilitas keuangan yang
31 ditetapkan entitas pada nilai wajar melalui laporan
32 laba rugi;
33 (ii) kriteria penetapan aset keuangan atau liabilitas
34 keuangan tersebut pada saat pengakuan awal; dan
35 (iii) bagaimana entitas memenuhi kondisi dalam PSAK
36 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan
37 dan Pengukuran paragraf 8, 11 atau 12 untuk
38 penetapan tersebut. Untuk instrumen yang ditetapkan

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia


60.26
Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1 sesuai dengan paragraf (b)(i) mengenai definisi aset


2 keuangan atau liabilitas keuangan yang diukur pada
3 nilai wajar melalui laporan laba rugi dalam PSAK
4 55 (revisi 2006), pengungkapan tersebut mencakup
5 uraian naratif mengenai kondisi lainnya yang
6 mendasari ketidakkonsistenan dalam pengakuan atau
7 pengukuran yang akan timbul. Untuk instrumen yang
8 ditetapkan sesuai dengan paragraf (b)(ii) mengenai
9 definisi aset keuangan atau liabilitas keuangan yang
10 diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi
11 dalam PSAK 55, pengungkapan tersebut mencakup
12 uraian naratif mengenai bagaimana penetapan nilai
13 wajar melalui laporan laba rugi yang konsisten
14 dengan manajemen risiko atau strategi investasi yang
15 didokumentasikan entitas.
16 (b) kriteria penetapan aset keuangan sebagai tersedia untuk
17 dijual.
18 (c) apakah pembelian dan penjualan aset keuangan yang
19 lazim (regular) dicatat pada tanggal perdagangan atau
20 pada tanggal penyelesaian (lihat PSAK 55 (revisi 2006)
21 paragraf 38).
22 (d) kapan suatu perkiraan cadangan digunakan untuk
23 mengurangi jumlah tercatat dari aset keuangan yang
24 mengalami penurunan nilai karena kerugian kredit:
25 (i) kriteria untuk menentukan kapan jumlah tercatat aset
26 keuangan yang mengalami penurunan nilai dikurangi
27 secara langsung (atau, dalam kasus pencatatan jurnal
28 balik atas penghapusbukuan, meningkat secara
29 langsung) dan ketika perkiraan cadangan digunakan;
30 dan
31 (ii) kriteria untuk penghapusbukuan jumlah yang
32 dibebankan pada perkiraan cadangan terhadap jumlah
33 tercatat aset keuangan yang mengalami penurunan
34 nilai (lihat paragraf 17).
35 (e) bagaimana keuntungan neto atau kerugian neto di setiap
36 kategori instrumen keuangan ditentukan (lihat paragraf
37 20(a)), contoh, apakah keuntungan neto atau kerugian
38 neto dari pos-pos yang diukur pada nilai wajar yang adil

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia 60.27


Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1 melalui laporan laba rugi meliputi pendapatan bunga atau


2 pendapatan dividen.
3 (f) kriteria yang digunakan entitas untuk menentukan apakah
4 terdapat bukti objektif terjadi kerugian penurunan nilai
5 (lihat paragraf 20(e)).
6 (g) ketika terminologi aset keuangan yang seharusnya telah
7 jatuh tempo atau mengalami penurunan nilai dinegosiasikan
8 kembali, kebijakan akuntansi untuk aset keuangan yang
9 menjadi subjek persyaratan yang dinegosiasikan kembali
10 (lihat paragraf 38(d)).
11 PSAK 1 (revisi 2009): Penyajian Laporan Keuangan paragraf
12 72 juga mensyaratkan entitas untuk mengungkapkan, dalam
13 ikhtisar kebijakan akuntansi yang signifikan atau catatan
14 atas laporan keuangan lainnya, pertimbangan-pertimbangan,
15 selain yang menggunakan estimasi, yang dibuat manajemen
16 dalam proses penerapan kebijakan akuntansi entitas dan yang
17 berdampak sangat signifikan terhadap jumlah yang diakui
18 dalam laporan keuangan.
19
20 JENIS DAN TINGKAT RISIKO YANG TIMBUL DARI
21 INSTRUMEN KEUANGAN (PARAGRAF 33 – 44)
22
23 B06. Pengungkapan yang disyaratkan oleh paragraf 33 - 44
24 disajikan baik dalam laporan keuangan atau dimasukkan dengan
25 melakukan referensi silang dari laporan keuangan ke beberapa
26 laporan lain, seperti tanggapan manajemen atau laporan risiko,
27 yang tersedia untuk para pengguna laporan keuangan dengan
28 periode yang sama dengan laporan keuangan dan pada waktu
29 yang sama. Tanpa informasi yang dimasukkan dengan referensi
30 silang, laporan keuangan menjadi tidak lengkap.
31
32 Pengungkapan Kuantitatif (Paragraf 37)
33
34 B07. Paragraf 36(a) mensyaratkan pengungkapan
35 ringkasan data kuantitatif mengenai eksposur entitas terhadap
36 risiko berdasarkan informasi yang disajikan secara internal
37 oleh staf manajemen kunci entitas tersebut. Ketika entitas
38 menggunakan beberapa metode untuk mengelola eksposur

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia


60.28
Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1 risiko, entitas mengungkapkan informasi menggunakan


2 metode atau metode-metode yang menyediakan informasi yang
3 paling relevan dan andal. PSAK 25 (revisi 2009): Kebijakan
4 Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan
5 membahas relevansi dan keandalan.
6
7 B08. Paragraf 36(c) mensyaratkan pengungkapan
8 mengenai konsentrasi risiko. Konsentrasi risiko timbul dari
9 instrumen keuangan yang memiliki karakteristik serupa dan
10 dipengaruhi dengan cara serupa oleh perubahan kondisi
11 ekonomi atau kondisi lain. Identifikasi konsentrasi risiko
12 mensyaratkan pertimbangan dengan memperhatikan keadaan
13 entitas tersebut. Pengungkapan konsentrasi risiko meliputi:
14 (a) uraian mengenai bagaimana manajemen menentukan
15 konsentrasi;
16 (b) uraian mengenai karakteristik serupa yang mengidentifikasi
17 setiap konsentrasi (misalnya pihak lawan, area geografis,
18 mata uang atau pasar); dan
19 (c) jumlah eksposur risiko terkait atas seluruh instrumen
20 keuangan yang memiliki karakteristik tersebut.
21
22 Eksposur Maksimum Risiko Kredit (Paragraf 38 (a))
23
24 B09. Paragraf 38(a) mensyaratkan pengungkapan jumlah
25 yang paling baik menggambarkan eksposur maksimum entitas
26 dari risiko kredit. Untuk aset keuangan, pada umumnya adalah
27 jumlah tercatat bruto,setelah dikurangi:
28 (a) setiap jumlah yang dapat saling hapus sesuai PSAK 50
29 (revisi 2010): Instrumen Keuangan: Penyajian; dan
30 (b) setiap kerugian penurunan nilai yang telah diakui sesuai
31 PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan
32 dan Pengukuran.
33
34 B10. Aktivitas yang menimbulkan risiko kredit yang dan
35 eksposur maksimum yang terkait risiko kredit meliputi, namun
36 tidak terbatas pada:
37 (a) menyalurkan pinjaman dan piutang kepada pelanggan
38 dan penempatan deposit kepada entitas lain. Dalam kasus

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia 60.29


Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1 ini, eksposur maksimum atas risiko kredit adalah jumlah


2 tercatat yang terkait dengan aset keuangan.
3 (b) menyepakati kontrak derivatif, misalnya kontrak mata
4 uang asing, swap, suku bunga dan derivatif kredit. Ketika
5 aset yang dihasilkan diukur pada nilai wajar, eksposur
6 maksimum atas risiko kredit pada akhir periode pelaporan
7 akan sama dengan jumlah tercatat.
8 (c) memberikan jaminan keuangan. Dalam kasus ini, eksposur
9 maksimum atas risiko kredit adalah jumlah maksimum
10 yang harus dibayar entitas jika jaminan tersebut ditagih,
11 yang mungkin secara signifikan lebih besar dari jumlah
12 yang diakui sebagai liabilitas.
13 (d) membuat komitmen pinjaman yang tidak dapat dibatalkan
14 sepanjang umur fasilitas atau dapat dibatalkan hanya
15 sebagai respon atas perubahan tidak menguntungkan yang
16 bersifat material. Jika penerbit tidak dapat menyelesaikan
17 komitmen pinjaman bersih dengan tunai atau instrumen
18 keuangan yang lain, eksposur kredit maksimum adalah
19 sejumlah penuh dari komitmen tersebut. Hal ini karena
20 ketidakpastian apakah jumlah dari setiap porsi yang tidak
21 ditarik mungkin ditarik di masa datang. Jumlah tersebut
22 mungkin jauh lebih besar dari jumlah yang diakui sebagai
23 liabilitas.
24
25 Pengungkapan Risiko Likuiditas Kuantitatif (Paragraf
26 36(a) dan 41(a) dan (b))
27
28 B11 Sesuai dengan paragraf 36(a) entitas mengungkapkan
29 ringkasan data kuantitatif mengenai eksposur risiko likuiditas
30 berdasarkan informasi yang disajikan secara internal kepada
31 anggota manajemen kunci. Entitas menjelaskan bagaimana data
32 tersebut ditentukan. Jika arus kas keluar (atau aset keuangan
33 lainnya) termasuk dalam data tersebut, baik:
34 (a) terjadi jauh lebih awal dari yang ditunjukkan dalam data
35 tersebut, atau
36 (b) menjadi jumlah yang berbeda secara signifikan dari yang
37 ditunjukkan dalam data tersebut (misalnya untuk derivatif
38 yang termasuk dalam data berdasarkan penyelesaian

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia


60.30
Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1 neto tetapi pihak lawan memiliki opsi untuk meminta


2 penyelesaian bruto), entitas menyatakan fakta tersebut
3 dan menyajikan informasi kuantitatif yang memungkinkan
4 para pengguna laporan keuangan mengevaluasi tingkat
5 risiko ini kecuali informasi tersebut termasuk dalam
6 analisa jatuh tempo kontraktual yang disyaratkan oleh
7 paragraf 41(a) atau (b).
8
9 B12. Dalam menyiapkan analisa jatuh tempo untuk yang
10 disyaratkan paragraf 41(a) dan (b), entitas menggunakan
11 pertimbangannya untuk menentukan jumlah interval waktu
12 yang sesuai. Misalnya, entitas menentukan bahwa interval
13 waktu yang sesuai adalah:
14 (a) tidak lebih dari satu bulan;
15 (b) lebih dari satu bulan dan tidak lebih dari tiga bulan;
16 (c) lebih dari tiga bulan dan tidak lebih dari satu tahun; dan
17 (d) lebih dari satu tahun dan tidak lebih dari lima tahun.
18
19 B13 Dalam memenuhi paragraf 41 (a) dan (b), entitas
20 tidak boleh memisahkan derivatif melekat dari instrumen
21 keuangan gabungan (hybrid). Untuk instrumen tersebut, entitas
22 menerapkan paragraf 41(a).
23
24 B14 Paragraf 41(b) mensyaratkan entitas untuk
25 mengungkapkan analisa jatuh tempo kuantitatif untuk liabilitas
26 keuangan derivatif yang menunjukkan sisa jatuh tempo
27 kontraktual jika jatuh tempo kontraktual menjadi penting untuk
28 memahami waktu dari arus kas. Misalnya, ini akan menjadi
29 kasus untuk:
30 (a) swap suku bunga dengan sisa jatuh tempo lima tahun dalam
31 lindung nilai atas arus kas aset atau liabilitas keuangan
32 dengan suku bunga variabel.
33 (b) seluruh komitmen pinjaman.
34
35 B15 Paragraf 41(a) dan (b) mensyaratkan entitas untuk
36 mengungkapkan analisa jatuh tempo untuk liabilitas keuangan
37 yang menunjukkan sisa jatuh tempo kontraktual untuk beberapa
38 liabilitas keuangan. Dalam pengungkapan ini:

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia 60.31


Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1 (a) jika pihak lawan memiliki pilihan kapan suatu jumlah


2 dibayarkan, liabilitas dialokasikan untuk periode paling
3 awal di mana entitas dapat disyaratkan untuk membayar.
4 Misalnya, liabilitas keuangan di mana entitas dapat
5 disyaratkan untuk membayar kembali sewaktu-waktu
6 (misalnya giro) dimasukkan dalam interval waktu yang
7 paling awal.
8 (b) jika entitas sepakat untuk membayar jumlah dalam
9 angsuran, setiap angsuran dialokasikan ke periode yang
10 paling awal di mana entitas dapat disyaratkan untuk
11 membayar. Misalnya, komitmen pinjaman yang belum
12 ditarik dimasukkan interval waktu yang mencakup tanggal
13 paling awal dapat ditarik.
14 (c) untuk kontrak jaminan keuangan yang diterbitkan jumlah
15 maksimal jaminan dialokasikan ke periode paling awal di
16 mana jaminan dapat direalisasi.
17
18 B16 Jumlah kontraktual yang diungkapkan dalam analisa
19 jatuh tempo seperti disyaratkan oleh paragraf 41(a) dan (b)
20 adalah arus kas kontraktual yang tidak terdiskonto, misalnya:
21 (a) kewajiban sewa pembiayaan bruto (sebelum mengurangi
22 beban pembiayaan);
23 (b) harga yang ditetapkan dalam perjanjian forward untuk
24 membeli aset keuangan dengan tunai;
25 (c) jumlah neto transaksi swap untuk membayar suku bunga
26 mengambang/menerima suku bunga tetap di mana arus
27 kas neto dipertukarkan;
28 (d) jumlah kontraktual yang dipertukarkan dalam instrumen
29 keuangan derivatif (misalnya swap mata uang) di mana
30 arus kas bruto dipertukarkan; dan
31 (e) komitmen pinjaman bruto.
32 Arus kas yang tidak terdiskonto tersebut berbeda dari jumlah
33 yang termasuk dalam laporan posisi keuangan karena jumlah
34 dalam laporan tersebut berdasarkan pada arus kas terdiskonto.
35 Jika jumlah terutang tidak tetap, jumlah yang diungkapkan
36 ditentukan dengan referensi pada kondisi yang terjadi pada
37 akhir periode pelaporan. Misalnya, ketika jumlah terutang
38 bervariasi dengan perubahan indeks, jumlah yang diungkapkan

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia


60.32
Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1 dapat berdasarkan pada tingkat indeks pada akhir periode.


2
3 B17 Paragraf 41(c) mensyaratkan entitas untuk menjelaskan
4 bagaimana entitas mengelola risiko likuiditas yang melekat
5 pada pos-pos yang diungkapkan dalam pengungkapkan
6 kuantitatif seperti yang diyaratkan pada paragraf 41(a) dan
7 (b). Entitas mengungkapkan analisa jatuh tempo aset keuangan
8 yang dimiliki entitas untuk mengelola risiko likuiditas
9 (misalnya aset keuangan dapat dijual segera atau diharapkan
10 menghasilkan arus kas masuk untuk memenuhi arus kas keluar
11 atas liabilitas keuangan), jika informasi tersebut diperlukan agar
12 para pengguna laporan keuangan dapat mengevaluasi jenis dan
13 tingkat risiko likuiditas.
14
15 B18 Faktor lain yang entitas mempertimbangkan dalam
16 menyediakan pengungkapan yang disyaratkan dalam paragraf
17 41(c) mencakup, namun tidak terbatas pada, apakah entitas:
18 (a) memiliki fasilitas pinjaman yang mengikat (misalnya
19 fasilitas surat berharga) atau fasilitas kredit lainnya
20 (misalnya fasilitas kredit siap tarik/stand-by credit)
21 yang dapat diakses entitas untuk memenuhi kebutuhan
22 likuiditas;
23 (b) memiliki deposito pada bank sentral untuk memenuhi
24 kebutuhan likuiditas;
25 (c) memiliki sumber pendanaan yang sangat beragam;
26 (d) memiliki konsentrasi risiko likuiditas yang signifikan baik
27 pada aset atau sumber pendanaan;
28 (e) memiliki proses pengendalian internal dan rencana
29 kontinjensi untuk mengelola risiko likuiditas;
30 (f) memiliki instrumen yang meliputi syarat pembayaran
31 dipercepat (misalnya ketika terjadi penurunan peringkat
32 kredit entitas);
33 (g) memiliki instrumen yang dapat mewajibkan penyerahan
34 jaminan (misalnya margin calls untuk derivatif);
35 (h) memiliki instrumen yang mengizinkan entitas untuk
36 memilih apakah entitas menyelesaikan liabilitas keuangan
37 dengan menyerahkan kas (atau aset keuangan lainnya) atau
38 dengan menyerahkan kepemilikan sahamnya; atau

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia 60.33


Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1 (i) memiliki instrumen yang tunduk pada "perjanjian


2 induk untuk menyelesaikan secara neto (master netting
3 aggrement)".
4
5 Risiko Pasar – Analisa Sensitivitas (Paragraf 42 Dan 43)
6
7 B19. Paragraf 42(a) mensyaratkan suatu analisa sensitivitas
8 untuk setiap jenis risiko pasar dimana entitas terekspos.
9 Sesuai paragraf B3, suatu entitas memutuskan bagaimana
10 mengumpulkan informasi yang menyajikan keseluruhan
11 gambar tanpa menggabungkan informasi dengan karakteristik
12 yang berbeda mengenai eksposur atas risiko dari kondisi
13 ekonomi yang berbeda secara signifikan. Sebagai contoh:
14 (a) entitas yang memperdagangkan instrumen keuangan
15 mungkin mengungkapkan informasi ini secara terpisah untuk
16 instrumen keuangan yang dimiliki untuk diperdagangkan
17 dan yang dimiliki untuk tidak diperdagangkan.
18 (b) entitas tidak menjumlahkan eksposurnya atas risiko pasar
19 dari area-area dengan hiperinflasi dengan eksposur atas
20 risiko pasar yang sama dari area-area dengan inflasi yang
21 sangat rendah.
22 Jika suatu entitas mempunyai eksposur hanya pada satu jenis
23 risiko pasar hanya dalam satu lingkungan ekonomi saja,
24 informasi tidak perlu disajikan secara terpisah.
25
26 B20. Paragraf 42(a) mensyaratkan analisa sensitivitas
27 untuk menunjukkan dampaknya pada laporan laba rugi atau
28 laporan ekuitas dari perubahan yang mungkin wajar dalam
29 variable risiko yang relevan (misalnya suku bunga pasar
30 yang berlaku, nilai tukar mata uang, harga ekuitas atau harga
31 komoditas). Untuk tujuan ini:
32 (a) entitas tidak diwajibkan untuk menentukan seperti apa
33 seharusnya laporan laba rugi untuk periode lalu jika
34 variable risiko yang relevan berbeda. Namun, entitas
35 mengungkapkan dampak pada laporan laba rugi dan
36 laporan ekuitas pada akhir periode pelaporan dengan
37 berasumsi bahwa perubahan yang mungkin secara wajar
38 dalam variable risiko yang relevan telah terjadi pada

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia


60.34
Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1 akhir periode laporan dan telah diterapkan terhadap


2 eksposur risiko yang ada pada tanggal tersebut. Sebagai
3 contoh, jika entitas mempunyai liabilitas dengan suku
4 bunga mengambang pada akhir tahun, entitas akan
5 mengungkapkan dampak pada laporan laba rugi (yaitu
6 beban bunga) untuk tahun berjalan jika suku bunga
7 bervariasi dengan jumlah yang secara wajar.
8 (b) entitas tidak disyaratkan untuk mengungkapkan dampak
9 dalam laporan laba rugi atau laporan ekuitas untuk setiap
10 perubahan dalam kisaran perubahan yang mungkin secara
11 wajar dari risiko variabel yang relevan. Pengungkapan
12 dampak-dampak perubahan yang mungkin secara wajar
13 akan cukup.
14
15 B21. Dalam menentukan apakah perubahan yang mungkin
16 secara wajar dalam variabel risiko yang relevan, entitas harus
17 mempertimbangkan:
18 (a) lingkungan ekonomi di mana entitas beroperasi. Suatu
19 perubahan yang mungkin secara wajar seharusnya tidak
20 meliputi skenario jarang terjadi (remote) atau skenario
21 ‘terburuk’ atau stress tests. Disamping itu, jika tingkat
22 perubahan dalam risiko variabel yang mendasari stabil,
23 entitas tidak perlu mengubah perubahan yang mungkin
24 secara wajar dipilih dalam risiko variabel. Sebagai contoh,
25 diasumsikan bahwa suku bunga adalah 5% dan entitas
26 menentukan bahwa fluktuasi suku bunga ± 50 basis poin
27 adalah kemungkinan yang wajar. Entitas mengungkapkan
28 dampak pada laporan laba rugi atau laporan ekuitas
29 apabila suku bunga berubah menjadi 4,5% atau 5,5
30 persen. Pada periode berikutnya, suku bunga meningkat
31 menjadi 5,5%. Entitas tetap berkeyakinan bahwa suku
32 bunga dapat berfluktuasi sebesar ± 50 basis poin (yaitu
33 bahwa perubahan tingkat bunga tersebut stabil). Entitas
34 mengungkapkan dampak pada laporan laba rugi atau
35 laporan ekuitas apabila suku bunga berubah menjadi 5%
36 atau 6%. Entitas tidak diwajibkan merubah penilaiannya
37 atas suku bunga yang mungkin agak berfluktuasi sebesar
38 ± 50 basis poin, kecuali apabila terdapat bukti bahwa suku

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia 60.35


Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1 bunga menjadi lebih berfluktuatif secara signifikan.


2 (b) kerangka waktu dimana entitas melakukan penilaian.
3 Analisa sensitivitas memperlihatkan dampak perubahan
4 yang dianggap mungkin secara wajar selama periode
5 pelaporan sampai entitas selanjutnya menyajikan
6 pengungkapan ini, yang pada umumnya pada periode
7 pelaporan tahunan berikutnya.
8
9 B22. Dalam menentukan apakah perubahan yang mungkin
10 secara wajar dalam variabel risiko yang relevan, entitas harus
11 mempertimbangkan:
12 (a) lingkungan ekonomi di mana entitas beroperasi. Suatu
13 perubahan yang mungkin secara wajar seharusnya tidak
14 meliputi skenario jarang terjadi (remote) atau skenario
15 ‘terburuk’ atau ‘stress tests’. Disamping itu, jika tingkat
16 perubahan dalam risiko variabel yang mendasari stabil,
17 entitas tidak perlu mengubah perubahan yang mungkin
18 secara wajar dipilih dalam risiko variabel. Sebagai contoh,
19 diasumsikan bahwa suku bunga adalah 5% dan entitas
20 menentukan bahwa fluktuasi suku bunga ± sebesar 50 basis
21 poin adalah mungkin secara wajar. Entitas mengungkapkan
22 dampak pada laporan laba rugi atau laporan ekuitas apabila
23 suku bunga berubah menjadi 4,5% atau 5,5%. Pada periode
24 berikutnya, suku bunga meningkat menjadi 5,5%. Entitas
25 tetap berkeyakinan bahwa suku bunga dapat berfluktuasi
26 sebesar ± 50 basis poin (yaitu bahwa perubahan suku
27 bunga tersebut stabil). Entitas akan mengungkapkan
28 dampak laporan laba rugi atau laporan ekuitas apabila
29 suku bunga berubah menjadi 5% atau 6%. Entitas tidak
30 diwajibkan merubah penilaiannya bahwa atas suku bunga
31 mungkin secara wajar berfluktuasi sebesar ± 50 basis poin,
32 kecuali apabila terdapat bukti bahwa suku bunga menjadi
33 lebih berfluktuasi secara signifikan.
34 (b) kerangka waktu dimana entitas melakukan penilaian.
35 Analisa sensitivitas memperlihatkan dampak perubahan
36 yang dianggap mungkin secara wajar selama periode
37 pelaporan sampai entitas selanjutnya menyajikan
38 pengungkapan ini, yang pada umumnya pada periode

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia


60.36
Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1 pelaporan tahunan berikutnya.


2
3 B23. Paragraf 43 mengijinkan entitas menggunakan
4 analisa sensitivitas yang mencerminkan saling ketergantungan
5 antara variabel risiko, seperti metodologi value at-risk, jika
6 entitas menggunakan analisa ini untuk mengelola eksposur
7 risiko keuangan. Metodologi tersebut diterapkan walaupun
8 jika metodologi tersebut hanya mengukur potensi kerugian
9 dan tidak dipakai dalam mengukur potensi keuntungan.
10 Entitas mematuhi paragraf 43(a) dengan mengungkapkan jenis
11 model value-at-risk yang digunakan (misalnya apakah model
12 mengandalkan simulasi Monte Carlo), penjelasan mengenai
13 bagaimana kerja model dan asumsi-asumsi utama (misalnya
14 periode kepemilikan dan tingkat keyakinan). Entitas mungkin
15 juga mengungkapkan periode observasi historis dan bobot
16 yang diterapkan observasi selama periode tersebut, penjelasan
17 mengenai bagaimana perhitungan transaksi opsi dilakukan, dan
18 volatilitas dan korelasi mana (atau sebagai alternatif, simulasi
19 distribusi probabilitas Monte Carlo) yang digunakan.
20
21 B24. Entitas menyediakan analisa sensitivitas untuk
22 keseluruhan bisnisnya, namun dapat menyediakan jenis analisa
23 sensitivitas yang berbeda untuk kelompok instrumen keuangan
24 yang berbeda.
25
26 Risiko Suku Bunga
27
28 B25. Risiko suku bunga muncul pada instrumen keuangan
29 yang mengandung suku bunga majemuk yang diakui dalam
30 laporan posisi keuangan (misalnya pinjaman diberikan dan
31 piutang dan instrumen utang diterbitkan) dan pada beberapa
32 instrumen keuangan yang tidak diakui dalam laporan posisi
33 keuangan (misalnya beberapa komitmen pinjaman yang
34 diberikan).
35
36 Risiko Mata Uang
37
38 B26. Risiko mata uang (atau risiko nilai tukar mata uang

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia 60.37


Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1 asing) muncul pada instrumen keuangan yang didenominasi


2 dalam mata uang asing, yaitu dalam suatu mata uang selain
3 dari mata uang fungsional di mana mereka diukur. Untuk
4 tujuan Pernyataan ini, risiko mata uang tidak muncul dari
5 instrumen keuangan yang merupakan item nonmoneter atau
6 dari instrumen keuangan yang didenominasi dalam mata uang
7 fungsional.
8
9 B27. Analisa sensitivitas diungkapkan untuk setiap mata
10 uang dimana entitas terekspos secara signifikan.
11
12 Risiko Harga Lain
13
14 B28. Risiko harga lainnya muncul pada instrumen keuangan
15 karena perubahan dalam, misalnya, harga komoditas, atau harga
16 ekuitas. Untuk memenuhi paragraf 42, entitas mengungkapkan
17 dampak penurunan suatu index bursa saham tertentu, harga
18 komoditas, atau variabel risiko lainnya. Misalnya, jika entitas
19 memberi jaminan nilai residual yang merupakan instrumen
20 keuangan, entitas mengungkapkan suatu peningkatan atau
21 penurunan nilai asset dimana jaminan diterapkan.
22
23 B29. Dua contoh dari instrumen keuangan yang
24 menimbulkan risiko harga ekuitas adalah (a) kepemilikan
25 ekuitas pada entitas lain dan (b) investasi dalam suatu wali
26 amanat yang pada gilirannya akan mengakibatkan kepemilikan
27 investasi pada instrumen ekuitas. Contoh lain termasuk kontrak
28 forward dan opsi untuk membeli atau menjual sejumlah tertentu
29 instrumen ekuitas dan swap yang terindeks pada harga ekuitas.
30 Nilai wajar dari instrumen keuangan tersebut dipengaruhi
31 perubahan harga pasar instrumen ekuitas yang mendasari.
32
33 B30. Sesuai dengan paragraf 42(a), sensitivitas laporan
34 laba rugi (yang timbul, sebagai contoh, dari instrumen yang
35 dikategorikan sebagai diukur pada nilai wajar melalui laporan
36 laba rugi dan penurunan nilai dari aset keuangan tersedia untuk
37 dijual) diungkapkan secara terpisah sensitivitas laporan ekuitas
38 (yang timbul, misalnya, dari instrumen yang dikategorikan

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia


60.38
Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1 sebagai tersedia untuk dijual).


2
3 B31. Instrumen keuangan yang dikategorikan oleh
4 entitas sebagai instrumen ekuitas tidak perlu diukur kembali.
5 Baik laporan laba rugi maupun laporan ekuitas tidak akan
6 dipengaruhi oleh risiko harga ekuitas dari instrumen tersebut.
7 Sejalan dengan hal tersebut, analisa sensitivitas tidak
8 disyaratkan.
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia 60.39


Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1 PANDUAN IMPLEMENTASI
2
3 Panduan ini melengkapi, namun bukan merupakan bagian
4 dari PSAK 60.
5
6 PENDAHULUAN
7
8 PI01. Panduan ini menyarankan cara yang mungkin untuk
9 menerapkan beberapa persyaratan pengungkapan dalam PSAK
10 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan. Panduan ini tidak
11 membuat persyaratan tambahan.
12
13 PI02. Untuk kemudahan, setiap persyaratan pengungkapan
14 dalam Pernyataan ini dibahas secara terpisah. Dalam
15 prakteknya, pengungkapan biasanya disajikan sebagai suatu
16 paket yang terintegrasi dan pengungkapan individu mungkin
17 memenuhi lebih dari satu persyaratan. Misalnya, informasi
18 tentang konsentrasi risiko juga mungkin memberikan informasi
19 tentang eksposur kredit atau risiko lainnya.
20
21 Materialitas
22
23 PI03. PSAK 1 (revisi 2009): Penyajian Laporan Keuangan
24 menjelaskan bahwa entitas tidak diperlukan untuk memberikan
25 suatu pengungkapan khusus yang diminta oleh suatu PSAK
26 jika informasi tersebut tidak material. PSAK 1 (revisi 2009)
27 mendefinisikan materialitas sebagai berikut:
28 Kelalaian dalam mencantumkan atau kesalahan dalam mencatat
29 pos-pos laporan keuangan adalah material jika, baik secara sendiri-
30 sendiri maupun bersamasama, dapat memengaruhi keputusan
31 ekonomi pengguna laporan keuangan. Materialitas tergantung
32 pada ukuran dan sifat dari kelalaian dalam mencantumkan atau
33 kesalahan dalam mencatat tersebut dengan memerhatikan kondisi
34 terkait. Ukuran atau sifat dari pos laporan keuangan tersebut, atau
35 gabungan dari keduanya, dapat menjadi faktor penentu.
36
37 PI04. PSAK 1 (revisi 2009): Penyajian Laporan Keuangan
38 juga menjelaskan definisi tersebut sebagai berikut:

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia


60.40
Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1 Penilaian apakah suatu kelalaian dalam mencantumkan atau


2 kesalahan dalam mencatat dapat memengaruhi keputusan ekonomi
3 dari pengguna laporan, dan dengan demikian menjadi material,
4 membutuhkan pertimbangan mengenai karakteristik dari masing-
5 masing pengguna laporan tersebut. Kerangka Dasar Penyusunan
6 dan Penyajian Laporan Keuangan paragraf 25 menyatakan
7 bahwa ‘pengguna laporan keuangan diasumsikan memiliki
8 pengetahuan yang memadai tentang aktivitas ekonomi dan bisnis,
9 akuntansi serta kemauan untuk mempelajari informasi dengan
10 ketekunan yang wajar.’ Oleh karena itu, penilaian tersebut perlu
11 memerhatikan bagaimana pengguna laporan dengan karakteristik
12 tersebut diharapkan terpengaruh dalam membuat keputusan
13 ekonomi.
14
15 KELOMPOK INSTRUMEN KEUANGAN DAN TINGKAT
16 PENGUNGKAPAN (PARAGRAF 06 DAN B01-B03)
17
18 PI05. Paragraf B03 menyatakan bahwa ‘entitas
19 memutuskan, dengan melihat keadaan, seberapa rinci entitas
20 mengungkapkan informasi untuk memenuhi persyaratan dari
21 Pernyataan ini, seberapa besar entitas memberikan penekanan
22 pada aspek-aspek yang berbeda dari persyaratan dan
23 bagaimana entitas mengumpulkan informasi untuk memberikan
24 gambaran menyeluruh tanpa menggabungkan informasi dengan
25 karakteristik yang berbeda.’ Untuk memenuhi persyaratan,
26 entitas tidak perlu mengungkapkan seluruh informasi yang
27 disarankan dalam panduan ini.
28
29 PI06. PSAK 1 (revisi 2009): Penyajian Laporan Keuangan
30 paragraf 18(c) mensyaratkan entitas untuk ‘memberikan
31 pengungkapan tambahan jika kesesuaian dengan persyaratan
32 khusus dalam SAK tidak cukup bagi pengguna laporan
33 keuangan untuk memahami pengaruh dari transaksi, peristiwa
34 lain dan kondisi tertentu terhadap posisi keuangan dan kinerja
35 keuangan entitas.’
36
37
38

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia 60.41


Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1 SIGNIFIKAN INSTRUMEN KEUANGAN TERHADAP


2 POSISI KEUANGAN DAN KINERJA KEUANGAN
3 ENTITAS (PARAGRAF 07-32, B04 DAN B05)
4
5 Liabilitas Keuangan pada Nilai Wajar melalui Laporan
6 Laba Rugi (Paragraf 10(a)(i) dan B04)
7
8 PI07. Contoh berikut mengilustrasikan penghitungan
9 bahwa entitas mungkin melakukan sesuai dengan Lampiran
10 B paragraf B04.
11
12 PI08. Pada 1 Januari 20X1, entitas menerbitkan obligasi
13 10 tahun dengan nilai par sebesar Rp150,000 dan tingkat kupon
14 tetap tahunan sebesar 8%, sesuai dengan tingkat pasar obligasi
15 yang memiliki karakteristik serupa.
16
17 PI09. Entitas menggunakan JIBOR sebagai suku bunga
18 yang dapat diobservasi (acuan). Pada tanggal awal obligasi,
19 JIBOR sebesar 5%. Pada akhir tahun pertama:
20 (a) JIBOR menurun sampai 4,75%.
21 (b) Nilai wajar obligasi sebesar Rp153,811, konsisten dengan
22 suku bunga 7,6%*
23
24 PI10. Entitas mengasumsikan kurva hasil datar, seluruh
25 perubahan suku bunga hasil dari pergeseran sejajar dalam kurva
26 hasil, dan perubahan JIBOR adalah satu-satunya perubahan
27 kondisi pasar yang relevan.
28
29 PI11. Entitas mengestimasi jumlah perubahan nilai wajar
30 obligasi yang tidak dapat diatribusikan pada perubahan kondisi
31 pasar yang menimbulkan risiko pasar sebagai berikut:
32
33
34
35 * Hal ini mencerminkan pergeseran JIBOR dari 5% menjadi 4,75% dan
36 pergerakan 0,15% yang (bila tidak ada perubahan yang relevan lainnya
dalam kondisi pasar) diasumsikan untuk mencerminkan perubahan dalam
37 risiko kredit instrumen.
38

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia


60.42
Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1 [Paragraf B04(a)]
2
3 Pertama, entitas menghitung Pada periode saat dimulai
4 liabilitas tingkat pengembalian obligasi 10 tahun dengan kupon
5 internal pada periode saat 8%, tingkat imbal hasil internal
6 dimulai dengan menggunakan obligasi adalah 8%.
7 harga pasar liabilitas yang dapat
8 diobservasi dan liabilitas arus Karena suku bunga (JIBOR) yang
kas kontraktual pada periode dapat diobservasi (bencmark)
9
saat dimulai. Perhitungan sebesar 5%, komponen
10 tersebut mengurangi dari tingkat instrumen spesifik dari tingkat
11 pengembalian suku bunga yang pengembalian internal adalah
12 dapat diobservasi (acuan) pada 3%.
13 saat periode dimulai, untuk
14 mencapai pada komponen
15 spesifik instrumen dari tingkat
16 pengembalian internal.
17 [paragraf B04(b)]
18
19 Selanjutnya, entitas menghitung Arus kas kontraktual dari
20 nilai kini arus kas terkait dengan instrumen pada akhir periode
liabilitas dengan menggunakan adalah:
21
liabilitas arus kas kontraktual
22 pada akhir periode dan tingkat • Bunga: Rp12.000(a) per
23 diskon yang sama dengan tahun untuk setiap tahun ke
24 jumlah dari (i) suku bunga 2-10.
25 yang dapat diobservasi (acuan) • Nilai pokok: Rp150.000 pada
26 pada akhir periode dan (ii) tahun ke 10.
27 komponen instrumen spesifik
28 dari tingkat pengembalian Tingkat diskon yang digunakan
29 internal yang ditentukan sesuai untuk menghitung nilai kini
30 dengan paragraf B04(a). obligasi menjadi 7,75 persen,
dimana 4,75 persen akhir periode
31
tingkat LIBOR, ditambah 3
32 persen komponen instrumen
33 spesifik.
34
35 Nilai kini menjadi
36 Rp152.367(b)
37
38

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia 60.43


Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1 [paragraf B04(c)]
2
3 Perbedaan antara liabilitas harga Harga pasar liabilitas pada akhir
4 pasar yang dapat diobservasi periode sebesar Rp.153.811(c)
5 pada akhir periode dan jumlah Dengan demikian, entitas
6 yang ditentukan sesuai dengan mengungkapkan Rp.1.444,
7 paragraf B04(b) adalah perubahan dimana Rp153.811-Rp152.367,
8 nilai wajar yang tidak teratribusi sebagai kenaikan nilai wajar
dengan perubahan suku bunga obligasi yang tidak teratribusi
9
yang dapat diobservasi (acuan). dengan perubahan kondisi
10 Jumlah tersebut diungkapkan. pasar yang menimbulkan risiko
11 pasar.
12
13 (a) Rp150.000 x 8% = Rp12.000
14 (b) PV = [Rp12.000 x (1 - (1 + 0,0775)-9)/0,0775] + Rp150.000
15 × (1 + 0,0775)-9
16 (c) Harga pasar = [Rp12.000 × (1 - (1 + 0,076)-9)/0,076] +
17 Rp150,000 × (1 + 0,076)-9
18
19 Wanprestasi dan Pelanggaran (paragraf 18 dan 19)
20
21 PI12. Paragraf 18 dan 19 mensyaratkan pengungkapan jika
22 terdapat wanprestasi atau pelanggaran pada pinjaman diberikan.
23 Setiap wanprestasi atau pelanggaran dapat mempengaruhi
24 klasifikasi liabilitas sebagai lancar atau tidak lancar sesuai
25 dengan PSAK 1 (revisi 2009): Penyajian Laporan Keuangan.
26
27 Total Beban Bunga (Paragraf 20(B))
28
29 PI13. Total beban bunga yang diungkapkan sesuai dengan
30 paragraf 20(b) adalah komponen biaya keuangan, dimana
31 PSAK 1 paragraf 79(b) mensyaratkan disajikan terpisah dalam
32 laporan laba rugi komprehensif. Pos baris untuk biaya keuangan
33 dapat juga mencakup jumlah yang terkait dengan liabilitas non
34 keuangan.
35
36
37
38

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia


60.44
Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1 Nilai Wajar (Paragraf 27-32)


2
3 PI14. PSAK 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan
4 mensyaratkan pengungkapan tentang tingkat dalam hirarki nilai
5 wajar yang mana pengukuran nilai wajar dikategorikan untuk
6 aset dan liabilitas yang diukur dalam laporan posisi keuangan.
7 Format tabel disyaratkan kecuali ada format lain yang lebih
8 sesuai. Entitas mungkin mengungkapkan seperti dibawah ini
9 terhadap aset untuk mematuhi paragraf 29(a). (Pengungkapan
10 informasi komparatif juga disyaratkan, tetapi tidak termasuk
11 dalam contoh berikut.)
12 Aset diukur sebesar nilai wajar
13 Pengukuran nilai wajar pada akhir
14 periode pelaporan menggunakan:
15 Tingkat 1 Tingkat 2 Tingkat 3
16 Keterangan 31 Des Rp Rp Rp
17 20X2 Juta Juta Juta
18 Aset keuangan pada nilai
19 wajar melalui laporan
20 laba atau rugi
21 Perdagangan sekuritas 100 40 55 5
22 Perdagangan derivatif 39 17 20 2
23
Aset keuangan tersedia
24 untuk dijual
25 Investasi ekuitas 75 30 40 5
26
Total 214 87 115 12
27
28 (Catatan: Untuk liabilitas, tabel serupa mungkin disajikan.)
29
30 PI15. PSAK 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan
31 mensyaratkan rekonsiliasi dari saldo awal hingga saldo akhir
32 untuk aset dan liabilitas terkait yang diukur dalam laporan
33 posisi keuangan pada nilai wajar berdasarkan teknik penilaian
34 di mana setiap input yang signifikan tidak berdasarkan data
35 pasar yang dapat diobservasi (Tingkat 3). Format tabel
36 diperlukan kecuali ada format lain yang lebih sesuai. Entitas
37 dapat mengungkapkan aset berikut untuk mematuhi paragraf
38 29(c). (Pengungkapan informasi komparatif juga disyaratkan,

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia 60.45


Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1 namun tidak termasuk dalam contoh berikut.)


2
3
Aset diukur sebesar nilai wajar berdasarkan Tingkat 3
4 Nilai wajar pengukuran pada akhir periode pelaporan
5 Aset
Aset keuangan yang pada
6 nilai wajar melalui laporan
keuangan
tersedia
7 laba rugi
untuk di jual Total
8 Perdagangan Perdagangan Investasi
Rp juta

9 sekuritas derivatif Ekuitas


10 Rp juta Rp juta Rp juta
Saldo awal 6 5 3 14
11
Total keuntungan atau
12 kerugian
13 dalam laporan laba
(2) (2) - (4)
14 rugi
dalam pendapatan
15 komprehensif lain
- - 1 1
16 Pembelian 1 2 1 4
17 Terbit - - - -
18 Penyelesaian - (1) - (1)
19 Transfer keluar dari
- (2) - (2)
Tingkat 3
20
Saldo akhir 5 2 5 12
21 Total keuntungan atau
22 kerugian untuk periode
23 yang termasuk dalam (1) (1) - (2)
laporan laba rugi untuk
24 aset yang dimiliki pada
25 akhir periode pelaporan
26 (Catatan: Untuk liabilitas, tabel yang sama mungkin akan disajikan)
27 Keuntungan atau kerugian termasuk dalam laporan laba rugi untuk periode (di atas)
disajikan dalam perdagangan pendapatan dan pendapatan lain sebagai berikut:
28 Penghasilan
29 perdagangan
30 Jumlah keuntungan atau kerugian termasuk dalam laporan laba rugi (4)
untuk periode
31 Jumlah keuntungan atau kerugian untuk periode yang disertakan
32 dalam laporan laba rugi untuk aktiva diselenggarakan pada akhir (2)
33 periode pelaporan
34 (Catatan: Untuk liabilitas, tabel yang sama mungkin akan disajikan)
35
36
37
38

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia


60.46
Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1 PI16. Nilai wajar pada pengakuan awal instrumen


2 keuangan yang tidak diperdagangkan dalam pasar aktif
3 ditentukan sesuai dengan PSAK 55 (revisi 2010): Instrumen
4 Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran paragraf PA91.
5 Namun, ketika, setelah pengakuan awal, suatu entitas akan
6 menggunakan teknik penilaian yang menggabungkan data
7 yang tidak diperoleh dari pasar yang dapat diobseravsi,
8 mungkin ada perbedaan antara harga transaksi pada pengakuan
9 awal dan jumlah yang ditentukan pada pengakuan awal
10 dengan menggunakan teknik penilaian tersebut. Dalam
11 hal ini, perbedaannya akan diakui dalam laporan laba rugi
12 periode berikutnya sesuai dengan PSAK 55 (revisi 2006):
13 Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran (untuk
14 liabilitas keuangan) atau PSAK 55 (untuk aset keuangan) dan
15 kebijakan akuntansi entitas. Pengakuan tersebut mencerminkan
16 perubahan faktor (termasuk waktu) bahwa pelaku pasar ankan
17 mempertimbangkan dalam menetapkan harga (lihat PSAK
18 55 paragraf PA92). Paragraf 30 mensyaratkan pengungkapan
19 dalam hal ini. Entitas mungkin mengungkapkan hal berikut
20 untuk mematuhi paragraf 30:
21
22 Latar belakang
23 Pada 1 Januari 20X1 entitas membeli aset keuangan sebesar
24 Rp15 juta yang tidak diperdagangkan dalam pasar aktif.
25 Entitas hanya memiliki satu kelompok aset keuangan.
26 Harga transaksi sebesar Rp15 juta adalah nilai wajar pada
27 pengakuan awal. Setelah pengakuan awal, entitas akan
28 menerapkan teknik penilaian untuk menetapkan nilai wajar
29 aset keuangan. Teknik penilaian ini termasuk data variabel
30 selain data dari pasar yang dapat diobservasi. Pada pengakuan
31 awal, teknik penilaian yang sama akan mengakibatkan
32 jumlah sebesar Rp14 juta, yang berbeda dari nilai wajar
33 sebesar Rp1 juta. Entitas tersebut memiliki perbedaan yang
34 ada sebesar Rp5 juta pada 1 Januari 20X1.
35
36 Persyaratan penerapan
37 Pengungkapan entitas pada tahun 20X2 termasuk:
38

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia 60.47


Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1 Kebijakan akuntansi
2 Entitas menggunakan teknik penilaian berikut ini untuk
3 menentukan nilai wajar instrumen keuangan yang tidak
4 diperdagangkan di pasar aktif: [penjelasan dari teknik, tidak
5 termasuk dalam contoh ini]. Perbedaan dapat timbul antara
6 nilai wajar pada pengakuan awal (yang sesuai dengan PSAK
7 55 (revisi 2006), secara umum harga transaksi) dan jumlah
8 yang ditentukan pada pengakuan awal dengan menggunakan
9 teknik penilaian. Setiap perbedaan-perbedaan tersebut adalah
10 [penjelasan dari kebijakan akuntansi entitas].
11
12 Dalam catatan atas laporan keuangan
13 Seperti yang dibahas dalam catatan X, entitas menggunakan
14 [nama teknik penilaian] untuk mengukur nilai wajar
15 instrumen keuangan berikut yang tidak diperdagangkan di
16 pasar aktif. Namun, sesuai dengan PSAK 55 (revisi 2006),
17 nilai wajar dari instrumen pada awal penerbitan umumnya
18 adalah harga transaksi. Jika harga transaksi berbeda dari
19 jumlah yang ditentukan pada awal penerbitan dengan
20 menggunakan teknik penilaian, maka yang berbeda adalah
21 [penjelasan kebijakan akuntansi entitas].
22
23 Perbedaan yang belum diakui dalam laporan laba rugi sebagai
24 berikut:
25
26 31 Des X2 31 Des X1
27 Rp juta Rp juta
28 Saldo awal tahun 5,3 5,0
29 Transaksi baru - 1,0
30 Jumlah yang diakui dalam laporan
31 laba rugi selama tahun berjalan (0,7) (0,8)
32 Kenaikan lain - 0,2
33 Penurunan lain (0,1) (0,1)
34
35 Saldo akhir tahun 4,5 5,3
36
37
38

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia


60.48
Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1 JENIS DAN TINGKAT RISIKO YANG TIMBUL DARI


2 INSTRUMEN KEUANGAN (PARAGRAF 33 - 44 DAN
3 B06-B31)
4
5 Pengungkapan Kualitatif (Paragraf 35)
6
7 PI17. Jenis informasi kualitatif entitas mungkin
8 mengungkapkan untuk memenuhi persyaratan paragraf 35
9 termasuk, namun tidak terbatas pada, narasi penjelasan:
10 (a) eksposur entitas terhadap risiko dan bagaimana mereka
11 muncul. Informasi tentang eksposur risiko mungkin
12 menjelaskan eksposur bruto dan neto dari transfer risiko
13 dan transaksi mitigasi risiko lain.
14 (b) kebijakan entitas dan proses untuk menerima, mengukur,
15 memonitor dan mengendalikan risiko yang mungkin
16 mencakup:
17 (i) struktur dan organisasi fungsi-fungsi manajemen
18 risiko entitas, termasuk diskusi tentang kebebasan
19 dan akuntabilitas;
20 (ii) ruang lingkup dan jenis risiko sistem pengukuran atau
21 pelaporan entitas;
22 (iii) kebijakan entitas untuk lindung nilai atau memitigasi
23 risiko, termasuk kebijakan dan prosedur untuk
24 mengambil agunan; dan
25 (iv) proses entitas untuk memonitor efektifitas kelanjutan
26 lindung nilai atau memitigasi perangkat.
27 (c) kebijakan entitas dan prosedur untuk menghindari
28 konsentrasi risiko yang berlebihan.
29
30 PI18. Informasi mengenai jenis dan tingkat risiko
31 yang timbul dari instrumen keuangan lebih berguna jika
32 menyoroti hubungan antara instrumen keuangan yang dapat
33 mempengaruhi jumlah, waktu atau ketidakpastian suatu arus
34 kas masa depan entitas. Sejauh mana suatu eksposur risiko
35 diubah oleh hubungan tersebut mungkin terlihat jelas bagi
36 pengguna dari pengungkapan yang disyaratkan oleh Pernyataan
37 ini, tetapi dalam beberapa kasus pengungkapan lebih lanjut
38 mungkin berguna.

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia 60.49


Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1 PI19. Sesuai dengan paragraf 35(c), entitas mengungkapkan


2 perubahan dalam informasi kualitatif dari periode sebelumnya
3 dan menjelaskan alasan-alasan perubahan. Perubahan tersebut
4 dapat menyebabkan perubahan dalam eksposur risiko atau dari
5 perubahan cara eksposur tersebut dikelola.
6
7 Pengungkapan Kuantitatif (Paragraf 36-44 dan B07-
8 B31)
9
10 PI20. Paragraf 36 mensyaratkan pengungkapan data
11 kuantitatif tentang konsentrasi risiko. Misalnya, konsentrasi
12 risiko kredit dapat timbul dari:
13 (a) sektor industri. Dengan demikian, jika pihak lawan
14 terkonsentrasi pada satu atau lebih sektor industri (seperti
15 retail atau grosir), entitas dapat mengungkapkan secara
16 terpisah eksposur terhadap risiko yang timbul dari setiap
17 konsentrasi pihak lawan.
18 (b) tingkat kredit atau mengukur kualitas kredit lain. Dengan
19 demikian, jika pihak lawan terkonsentrasi pada satu
20 kualitas kredit atau lebih (seperti pinjaman diberikan
21 dengan jaminan atau tanpa jaminan) atau satu tingkat
22 kredit atau lebih (seperti tingkat investasi atau spekulasi),
23 entitas dapat mengungkapkan secara terpisah eksposur
24 terhadap risiko yang timbul dari setiap konsentrasi pihak
25 lawan.
26 (c) distribusi geografis. Dengan demikian, jika pihak lawan
27 terkonsentrasi pada satu pasar geografis atau lebih (seperti
28 Asia atau Eropa), entitas dapat mengungkapkan secara
29 terpisah eksposur terhadap risiko yang timbul dari setiap
30 konsentrasi pihak lawan.
31 (d) jumlah terbatas dari pihak lawan individu atau kelompok
32 pihak lawan berelasi. Prinsip serupa menerapkan untuk
33 mengidentifikasi konsentrasi risiko lainnya, termasuk
34 risiko likuiditas dan risiko pasar. Misalnya, konsentrasi
35 risiko likuiditas dapat timbul dari syarat pembayaran
36 kembali liabilitas keuangan, sumber fasilitas pinjaman
37 atau kepercayaan pada pasar tertentu yang merealisasikan
38 aset lancar. Konsentrasi risiko nilai tukar mata uang asing

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia


60.50
Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1 dapat timbul jika entitas memiliki posisi awal neto yang


2 signifikan dalam nilai tukar tunggal, atau posisi awal
3 neto agregat dalam beberapa mata uang yang cenderung
4 bergerak bersamaan.
5
6 PI21. Sesuai dengan paragraf B08, pengungkapan
7 konsentrasi risiko mencakup penjelasan karakteristik
8 bersama yang mengidentifikasi setiap konsentrasi. Misalnya,
9 karakteristik bersama dapat mengacu pada distribusi geografis
10 pihak lawan berdasarkan kelompok negara, secara individual
11 negara atau secara individual wilayah.
12
13 PI22. Apabila informasi kuantitatif pada akhir periode
14 pelaporan tidak mewakili eksposur entitas terhadap risiko
15 selama periode berjalan, paragraf 37 mensyaratkan penjelasan
16 lebih lanjut. Untuk memenuhi persyaratan ini, entitas
17 mengungkapkan jumlah risiko tertinggi, terendah dan rata-
18 rata yang diekspos selama periode berjalan. Misalnya, jika
19 suatu entitas biasanya memiliki eksposur besar atas mata uang
20 tertentu, tetapi pada akhir tahun entitas melepas posisi tersebut,
21 maka entitas mengungkapkan suatu grafik yang menunjukkan
22 eksposur pada berbagai waktu selama periode berjalan, atau
23 mengungkapkan eksposur tertinggi, terendah dan rata-rata.
24
25 Risiko Kredit (Paragraf 38-40 dan B09 dan B10)
26
27 PI23. Paragraf 38 mensyaratkan entitas untuk
28 mengungkapkan informasi tentang eksposur terhadap risiko
29 kredit berdasarkan kelompok instrumen keuangan. Instrumen
30 keuangan dalam kelompok yang sama berbagi karakteristik
31 ekonomi terhadap risiko yang diungkapkan (dalam hal ini,
32 risiko kredit). Misalnya, entitas mungkin menentukan hipotik
33 perumahan, pinjaman konsumen tanpa jaminan, dan pinjaman
34 komersial masing-masing memiliki perbedaan karakteristik
35 ekonomi.
36
37
38

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia 60.51


Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1 Agunan dan Peningkatan Kualitas Kredit Lain yang


2 Dijaminkan (Paragraf 38(b))
3
4 PI24. Paragraf 38(b) mensyaratkan entitas untuk
5 menjelaskan agunan yang tersedia sebagai jaminan untuk
6 aset yang dimiliki entitas dan peningkatan kualitas kredit lain
7 yang diperoleh. Entitas memenuhi persyaratan ini dengan
8 mengungkapkan:
9 (a) kebijakan dan proses untuk menilai dan mengelola agunan
10 dan peningkatan kualitas kredit lain yang diperoleh;
11 (b) penjelasan jenis utama agunan dan peningkatan kualitas
12 kredit lain (contoh jaminan, derivatif kredit, dan perjanjian
13 untuk menyelesaikan secara neto yang tidak memenuhi
14 persyaratan untuk saling hapus sesuai dengan PSAK 50
15 (revisi 2010): Instrumen Keuangan: Penyajian);
16 (c) jenis utama pihak lawan untuk agunan dan peningkatan
17 kredit lain dan tambahan kreditnya; dan
18 (d) informasi tentang konsentrasi risiko dalam agunan atau
19 peningkatan kualitas kredit lain.
20
21 Kualitas Kredit (Paragraf 38(c))
22
23 PI25. Paragraf 38(c) mensyaratkan entitas untuk
24 mengungkapkan informasi mengenai kualitas kredit aset
25 keuangan dengan risiko kredit baik tidak lewat jatuh tempo
26 atau mengalami penurunan nilai. Dalam melakukannya, entitas
27 mengungkapkan informasi berikut:
28 (a) analisa eksposur kredit dengan menggunakan sistem
29 penilaian kredit eksternal atau internal;
30 (b) sifat pihak lawan;
31 (c) informasi historis tentang tingkat gagal bayar pihak lawan;
32 dan
33 (d) setiap informasi lain yang digunakan untuk menilai
34 kualitas kredit.
35
36 PI26. Ketika entitas mempertimbangkan pemeringkatan
37 eksternal saat mengelola dan memonitor kualitas kredit, entitas
38 mengungkapkan informasi tentang:

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia


60.52
Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1 (a) jumlah eksposur kredit untuk setiap nilai kredit


2 eksternal;
3 (b) lembaga pemeringkatan yang digunakan;
4 (c) jumlah eksposur kredit yang diperingkat dan tidak
5 diperingkat; dan
6 (d) hubungan antara pemeringkatan internal dan eksternal.
7
8 PI27. Ketika entitas mempertimbangkan pemeringkatan
9 kredit internal saat mengelola dan memonitor kualitas kredit,
10 entitas mengungkapkan informasi tentang:
11 (a) proses pemeringkatan kredit internal;
12 (b) jumlah eksposur kredit untuk setiap nilai kredit internal;
13 dan
14 (c) hubungan antara pemeringkatan internal dan eksternal.
15
16 Aset Keuangan Lewat yang Jatuh Tempo atau Mengalami
17 Penurunan Nilai (Paragraf 39)
18
19 PI28. Aset keuangan lewat jatuh tempo ketika pihak lawan
20 gagal membayar pada saat jatuh tempo secara kontraktual.
21 Misalnya, entitas melakukan perjanjian pinjaman yang
22 mensyaratkan bunga dibayar tiap bulan. Pada hari pertama
23 pada bulan berikutnya, jika bunga tidak dibayar, pinjaman lewat
24 jatuh tempo. Lewat jatuh tempo tidak berarti pihak lawan tidak
25 akan membayar, tapi entitas dapat memicu berbagai tindakan
26 seperti negosiasi kembali, pelaksanaan kovenan, atau proses
27 hukum.
28
29 PI29. Ketika persyaratan dan ketentuan aset keuangan
30 yang telah dikategorikan sebagai jatuh tempo dinegosiasi
31 ulang, persyaratan dan ketentuan pengaturan kontraktual baru
32 diterapkan dalam menentukan apakah aset keuangan tetap
33 lewat jatuh tempo.
34
35 PI30. Paragraf 39(a) mensyaratkan analisa dengan
36 kelompok umur aset keuangan yang jatuh tempo tapi
37 tidak mengalami penurunan nilai. Entitas menggunakan
38 pertimbangannya untuk menentukan jumlah waktu yang sesuai.

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia 60.53


Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1 Misalnya, entitas mungkin menentukan bahwa waktu berikut


2 yang sesuai:
3 (a) tidak lebih dari tiga bulan;
4 (b) lebih dari tiga bulan dan tidak lebih dari enam bulan;
5 (c) lebih dari enam bulan dan tidak lebih dari satu tahun;
6 dan
7 (d) lebih dari satu tahun.
8
9 PI31. Paragraf 39(b) mensyaratkan analisa aset keuangan
10 yang mengalami penurunan nilai melalui kelompok. Analisa
11 ini mencakup:
12 (a) jumlah tercatat, sebelum mengurangi kerugian penurunan
13 nilai;
14 (b) jumlah kerugian penurunan nilai terkait; dan
15 (c) jenis dan nilai wajar agunan yang tersedia dan peningkatan
16 kualitas kredit lain yang diperoleh.
17
18 Risiko pasar (paragraf 42-44 dan B19-B31)
19
20 PI32. Paragraf 42(a) mensyaratkan analisa sensitivitas
21 untuk setiap jenis risiko pasar entitas yang terekspos. Ada
22 tiga jenis risiko pasar: risiko tingkat bunga, risiko mata uang
23 dan risiko harga lain. Risiko harga lain dapat mencakup risiko
24 seperti risiko harga ekuitas, risiko harga komoditas, risiko
25 pembayaran (risiko satu pihak terhadap aset keuangan akan
26 mengalami kerugian keuangan karena pihak lain membayar
27 lebih dulu atau lebih lambat dari yang diperkirakan), dan risiko
28 nilai residu (misalnya lessor mobil yang mencatat jaminan nilai
29 residu diekspos ke risiko nilai residu). Variabel risiko yang
30 relevan terhadap pengungkapan risiko pasar mencakup, tetapi
31 tidak terbatas pada:
32 (a) kurva imbal hasil bunga pasar. Entitas perlu
33 mempertimbangkan pergerakan paralel dan nonparalel
34 dalam kurva imbal hasil tersebut.
35 (b) nilai tukar mata uang asing.
36 (c) harga pasar komoditas.
37
38

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia


60.54
Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1 PI33. Paragraf 42(a) mensyaratkan analisa sensitivitas


2 untuk menunjukkan dampak terhadap laporan laba rugi dan
3 ekuitas dari kemungkinan besar perubahan dalam variabel
4 risiko yang relevan. Misalnya, variabel risiko yang relevan
5 mencakup:
6 (a) Suku bunga pasar yang berlaku, untuk instrumen keuangan
7 yang sensitif bunga seperti pinjaman dengan suku bunga
8 variabel; atau
9 (b) Kurs mata uang dan suku bunga, untuk instrumen keuangan
10 mata uang asing seperti obligasi dalam mata uang asing.
11
12 PI34. Untuk risiko tingkat bunga, analisa sensitivitas
13 mungkin menunjukkan secara terpisah dampak perubahan
14 dalam suku bunga pasar:
15 (a) beban dan penghasilan bunga;
16 (b) pos lain dalam laporan laba rugi (seperti keuntungan dan
17 kerugian perdagangan); dan
18 (c) ekuitas, jika dapat diterapkan.
19 Entitas mungkin mengungkapkan analisa sensitivitas terhadap
20 risiko suku bunga utuk setiap mata uang yang mana entitas
21 memiliki eksposur material terhadap risiko suku bunga.
22
23 PI35. Karena faktor yang mempengaruhi risiko pasar
24 bervariasi bergantung pada keadaan tertentu dari setiap entitas,
25 kisaran yang sesuai untuk dipertimbangkan dalam memberikan
26 analisa sensitivitas terhadap risiko pasar bervariasi untuk setiap
27 entitas dan untuk setiap jenis risiko pasar.
28
29 PI36. Contoh berikut mengilustrasikan penerapan
30 persyaratan pengungkapan di paragraf 42(a):
31
32 Risiko suku bunga
33
34 Pada tanggal 31 Desember 20X2, jika suku bunga pada
35 tanggal tersebut telah lebih rendah 10 basis poin dengan
36 semua variabel lain tetap, laba setelah pajak untuk tahun
37 berjalan sebesar Rp1,7 juta (20X1-Rp2,4 juta) lebih tinggi,
38 terutama yang timbul sebagai akibat beban bunga yang lebih

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia 60.55


Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1 rendah pada pinjaman variabel. Jika suku bunga lebih tinggi


2 10 basis poin, dengan semua variabel lain tetap, laba setelah
3 pajak sebesar Rp1,5 juta (20X1-Rp2,1 juta) lebih rendah,
4 terutama yang timbul sebagai akibat beban bunga yang lebih
5 tinggi pada pinjaman variabel. Laba lebih sensitif terhadap
6 penurunan suku bunga daripada peningkatannya dikarenakan
7 pinjaman dengan capped interest rate. Sensitivitas tersebut
8 lebih rendah di 20X2 daripada 20X1 karena pengurangan
9 saldo pinjaman yang telah terjadi sebagai utang entitas telah
10 jatuh tempo (lihat catatan X).(a)
11
12 Risiko nilai tukar mata uang asing
13
14 Pada tanggal 31 Desember 20X2, jika rupiah melemah 10%
15 terhadap US dollar dengan seluruh variabel lain tetap, laba
16 setelah pajak untuk tahun berjalan sebesar Rp2,8 juta (20X1-
17 Rp6,4 juta) lebih rendah, dan pendapatan komprehensif
18 lain sebesar Rp1,2 juta (20X1-Rp1,1 juta) lebih tinggi.
19 Sebaliknya, jika rupiah menguat 10% terhadap US dollar
20 dengan semua variabel lain tetap, laba setelah pajak menjadi
21 Rp2,8 juta (20X1-Rp6,4 juta) lebih tinggi, dan pendapatan
22 komprehensif lain menjadi Rp1,2 juta (20X1-Rp1,1 juta)
23 lebih rendah. Sensitivitas kurs mata uang asing yang lebih
24 rendah dalam laba 20X2 dibandingkan dengan 20X1
25 terkait dengan pengurangan utang dalam mata uang asing.
26 Ekuitas lebih sensitif di 20X2 daripada 20X1 dikarenakan
27 meningkatnya penggunaan lindung nilai pembelian mata
28 uang asing, yang diimbangi oleh pengurangan utang mata
29 uang asing.
30
31 (a) Paragraf 41(a) mensyaratkan pengungkapan analisa jatuh tempo dari
32 liabilitas.
33
34 Pengungkapan Risiko Pasar Lain (Paragraf 44)
35
36 PI37. Paragraf 44 mensyaratkan pengungkapan informasi
37 tambahan ketika analisa sensitivitas yang diungkapkan tidak
38 mewakili risiko yang melekat dalam instrumen keuangan.

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia


60.56
Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1 Misalnya, hal ini dapat terjadi ketika:


2 (a) Instrumen keuangan mengandung persyaratan dan
3 ketentuan yang dampaknya tidak terlihat dari analisa
4 sensitivitas, misalnya opsi yang tetap out the-money atau
5 in the-money untuk perubahan yang dipilih dalam variabel
6 risiko;
7 (b) Aset keuangan tidak likuid, misalnya ketika terdapat
8 suatu volume rendah dari transaksi aset serupa dan entitas
9 menemukan kesulitan untuk menemukan pihak lawan;
10 atau
11 (c) Entitas memiliki dalam suatu jumlah besar atas aset
12 keuangan yang, jika terjual secara keseluruhan, akan dijual
13 pada diskon atau premium atas kuotasi harga pasar untuk
14 kepemilikan yang lebih kecil.
15
16 PI38. Dalam situasi paragraf PI37(a), pengungkapan
17 tambahan mencakup:
18 (a) persyaratan dan ketentuan instrumen keuangan (misalnya
19 opsi);
20 (b) dampak pada laporan laba rugi jika persyaratan atau
21 ketentuan terpenuhi (jika opsi digunakan); dan
22 (c) penjelasan bagaimana risiko dilindung nilai.
23
24 Misalnya, entitas dapat memperoleh collar dengan biaya
25 bunga nol yang mencakup out-of-the-money yang dipengaruhi
26 opsi yang diterbitkan (misalnya entitas membayar sepuluh
27 kali jumlah perbedaan antara tingkat bunga terendah tertentu
28 dan tingkat bunga pasar kini). Entitas tersebut menganggap
29 collar tersebut sebagai lindung nilai ekonomi yang murah
30 terhadap kemungkinan peningkatan pada tingkat bunga.
31 Namun, penurunan besar tak terduga pada tingkat bunga dapat
32 memicu pembayaran berdasarkan opsi yang diterbitkan bahwa,
33 dikarenakan oleh pengaruh, mungkin secara signifikan lebih
34 besar dari imbalan suku bunga yang lebih rendah. Baik nilai
35 wajar collar ataupun analisis sensitivitas tidak bergantung pada
36 kemungkinan perubahan variabel pasar yang mengindikasikan
37 eksposur ini. Dalam hal ini, entitas memberikan informasi
38 tambahan yang dijelaskan di atas.

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia 60.57


Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1 PI39. Dalam situasi yang dijelaskan paragraf PI37(b),


2 pengungkapan tambahan mencakup alasan atas kekurangan
3 likuiditas dan bagaimana entitas melindung nilai risiko.
4
5 PI40. Dalam situasi yang dijelaskan di paragraf PI37(c),
6 pengungkapan tambahan mencakup:
7 (a) sifat jaminan (nama entitas);
8 (b) tingkat kepemilikan (lima belas persen dari saham yang
9 diterbitkan);
10 (c) dampak pada laporan laba rugi; dan
11 (d) bagaimana entitas melindung nilai risiko.
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia


60.58
Instrumen Keuangan: Pengungkapan ED PSAK No. 60

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia 60.59