Anda di halaman 1dari 5

Petugas kes.

1&2 : (mengadakan survei lapangan, tensi, data warga, keluhan,


pantau kekurangan di posko) (warga berkumpul) “permisi,
bu saya petugas kesehatan disini, kami turut prihatin dengan
adanya bencana ini, kami dari tim kesehatan akan melakukan
program pengecekan kesehatan, silahkan bagi warga
masyarakat yang ingin mengecek kesehatannya untuk datang
ke posko 1.”
Warga pun mulai berbondong-bondong untuk memeriksakan kesehatannya. Setelah
meninjau keadaan para warga yang terkena bencana, petugas kesehatan segera
membuat proposal untuk diajukan kepada pemerintah.
Petugas kes. 1&2 : “Assalamualaikum, permisi bu, maksud kedatangan kami kesini
untuk mengajukan proposal pengadaan obat untuk korban
bencana banjir di desa .... dari hasil survei lapangan, warga
masyarakat yang terkena bencana sebanyak .... dan sebagian
besar masyarakat terkena penyakit kulit, pencernaan dan batuk
sehingga membutuhkan pengobatan yang lebih lanjut guna
mencegah tersebarnya penyakit.”
Pemerintah : “waalaikumsalam, baiklah saya akan segera
menindaklanjutinya, untuk info lebih lanjut saya akan
menghubungi pemimpin kesehatan.”
Petugas kes. 1&2 : “baik bu, terima kasih, kami permisi dulu.”
Dana pun turun dari pemerintah ke pemimpin kesehatan.
Pemerintah : “sesuai dengan pengajuan proposal yang telah dibuat, kami
dan dinas kesehatan menurunkan dana bantuann sebesar 80
juta untuk membeli obat-obatan yang dibutuhkan warga yang
terkena bencana.”
Pemimpin kes. : “ baiklah bu, saya akan bertanggung jawab mengurus uang ini
dengan sebaik mungkin, kalau begitu saya permisi dulu.
Setelah uang diterima oleh pemimpin kesehatan, tersirat pemikiran untuk
memanipulasi sebagian dana untuk dirinya sendiri.
Pemimpin kes. : improvisasi wkwk

Keesokan harinya, barang dan obat-obatan sampai di lokasi bencana. Karena


kondisi warga yang sesegera mungkin membutuhkan bantuan, maka petugas
kesehatan lapangan tidak sempat untuk mengecek barang-barangnya.
Petugas kes. 1 : “ perhatian untuk seluruh warga diharapkan segera berkumpul
di posko 1 untuk pengambilan obat yang telah diresepkan.”
Warga langsung berbondong-bondong berkumpul ke posko 1 dan mengantre
dengan tertib. Setelah dibagikan obatnya, ternyata masih sebagian warga yang
belum mendapatkan obat.
Warga 1 : “ mba kok ini saya belum dapat obatnya ini saya sudah
mengantre lama ini. “
Warga 2 : “ iya kok saya ga dipanggil-panggil lama banget.”
Petugas kes. 2 : “ sebentar ya bapak-bapak, ibu-ibu saya akan mengecek
persediaan obatnya dulu.”
Setelah dicek ternyata obatnya memang sudah habis. Petugas kesehatan merasakan
adanya kejanggalan karena jumlah obat yang datang sepertinya tidak sesuai dengan
pesanan.
Petugas kes. 1 : “ tan, ini obatnya cuma datang segini ya (menunjukkan list
obat) padahal kita mintanya lebih dari ini.”
Petugas kes. 2: (melihat list obat) “ loh iya ya ini gimana sih kok ngga sesuai
sama pengajuan yang ada di proposal kita.”
Petugas kes. 1 : “ apa kita telfon pihak pengirim aja ya mungkin obatnya ada
yang ketinggalan.”
Petugas kes. 2 : “ ya udah telfon aja biar jelas.”
Salah satu petugas kesehatan kembali menemui warga untuk memberitahukan
informasi ini.
Petugas kes. 2 : “ ibu-ibu, bapak-bapak, mohon maaf ya ini sepertinya ada
hambatan dalam pengiriman obat jadi mohon kesabarannya
ya pak, bu.”
Seluruh warga : “ hoooooooooooooooo....... gimana sih udah nunggu lama
malah nggak dapet!”
Warga 2 : “ balik aja yuk balik!”
Setelah itu petugas kesehatan menelfon pimpinan kesehatan tentang pengiriman
obatnya.
Petugas kes. 1 : “ halo, assalamualaikum pak.”
Pimpinan kes. : “ waalaikumsalam, iya bagaimana?”
Petugas kes. 1 : “ ini permisi pak saya mau tanya tentang pengiriman obat,
kan ini sudah sampai tetapi jumlahnya tidak sesuai dengan
yang kita ajukan, ini bagaimana ya pak?”
Pimpinan kes. : “ saya sudah mengirimkan sesuai dana yang saya terima,
mungkin masih di jalan tunggu saja.”
Petugas kes. 1 : “ oh seperti itu, baik pak saya tunggu obatnya tuttt tuttt
tuttt...... lah wis dipateni koh urung be salam.
Tiga hari kemudian, obat yang ditunggu tak kunjung datang. Sampai warga
mengamuk dan protes.
Warga 1 : “ mas, mbak ini obat saya kapan datangnya, saya sudah
gatal-gatal ini.”
Warga 2 : “ iya ini diare anak saya juga semakin parah!”
Seluruh warga : “ woy gimana ini woyyyy woyyy......”
Petugas kes. 2 : “ mohon kesabarannya ya bapak-bapak, ibu-ibu mungkin
masih dalam perjalanan.”
Warga 2 : “ sabar sabar kalo anak saya kenapa-kenapa gimana situ mau
tanggung jawab!!!!”
Warga 1 : “ udah lah pulang aja daripada berharap yang gak pasti!”
Seluruh warga : “iya lah wuuuuuuuuuuuu...........”
Kemudian petugas kesehatan berdiskusi untuk menindaklanjuti tentang kasus ini.
Petugas kes. 2 : “ ini gimana ini kok malah jadi ribet urusannya, apa kita
telfon lagi aja supaya jelas?”
Petugas kes. 1 : “ iya deh aku telfon lagi aja (menelfon pimpinan kesehatan,
namun tidak diangkat olehnya) ini ditelfon kok ngga
diangkat-angkat ya.”
Petugas kes. 2 : “dicoba aja terus.”
Petugas kes. 1 : (menelfon lagi tetapi tidak aktif lagi nomornya) “ ini malah
enggak aktif tan.”
Petugas kes. 2 : “ trus gimana dong? Apa kita ke kantornya aja nemuin
langsung?”
Petugas kes. 1 : “boleh juga, ya udah ayooo.”
Mereka segera bergegas menuju ke kantor pimpinan kesehatan. Namun ternyata
beliau tidak ada di kantor, sehingga mereka memutuskan untuk menuju ke
rumahnya. Sesampainya di rumah beliau, ternyata beliau tidak ada hanya ada
pembantunya saja. Tetapi, petugas kesehatan curiga dengan adanya banyak
tumpukan kardus di rumahnya sehingga mereka pun bertanya kepada pembantunya.
Petugas kes. 2 : “ maaf bu, tapi saya mau tanya itu tumpukan kardus apa ya
bu?”
Pembantu : “ oh itu punya bapak mba, saya kurang tahu soalnya bapak
gak bilang apa-apa ke saya.”
Petugas kes. 2 : “ oh gitu ya bu, ya sudah kami permisi ya bu,
assalamualaikum.”
Pembantu : “ oh iya mas, mba, waalaikumsalam.”
Sepulangnya dari rumah beliau, mereka berdiskusi dan merasakan adanya
kejanggalan sehingga mereka memutuskan untuk melaporkan kepada penyelidik.
Petugas kes. 1 : “ assalamualaikum, permisi, kami ingin melaporkan
kejadian yang kami rasa aneh terkait dengan kurangnya
pasokan obat untuk korban bencana. Jadi begini ya pak
(menjelaskan secara detail kejadiannya).”
Penyelidik : “ itu kejadiannya sudah berapa lama?”
Petugas kes. 2 : “ ya sekitar 2 minggu yang lalu.”
Penyelidik : “ kalian sudah mencoba menghubungi pimpinan?”
Petugas kes. 1 : “ sudah pak tetapi tidak aktif bahkan saya sudah ke rumah
beliau tetapi beliau tidak ada.”
Penyelidik : “ baiklah akan saya proses kasus ini.”
Petugas kes. 2 : “ baik, terima kasih, permisi.”
Setelah dilaporkan kepada penyelidik, penyelidik mulai memproses kasus tersebut
dimulai dari pengecekan data,pengumpulan bukti, mengkonfirmasi dengan
pemerintah dan pihak yang bersangkutan. Setelah diselidiki mereka pun
memutuskan untuk menggrebeg kediaman pimpinan kesehatan dan menemukan
barang bukti.
Penyelidik : “ selamat malam pak, kami dari tim penyelidik akan
memeriksa rumah bapak dengan dugaan kasus penggelapan
dana.”
Pimpinan kes. : “ penggelapan dana apa ya pak?”
Penyelidik : “ penggelapan dana pengadaan obat untuk korban bencana
di desa .......
Penyelidik dan pemerintah langsung menggeledah kediaman beliau dan ditemukan
barang bukti berupa obat-obatan sebanyak 10 kardus.
Penyelidik : “ anda saya tangkap atas kasus ini dan telah ditemukan
barang bukti.”
Pimpinan kes. : mengelak, improvisasi maning ya lurr
Penyelidik : “ untuk lebih jelasnya, silahkan bersaksi di kantor saja.”
Akhirnya kasus ini pun terungkap dengan pimpinan kesehatan menjadi tersangka
yang disertai dengan barang bukti yang kuat.

TAMAT....